24 Januari 2016

Hyouka Jilid 5 Bab 1 Bagian 3 LN Bahasa Indonesia




SEKARANG: 4,1 KM; 15,9 KM TERSISA

Di penghujung harisepertinya sebagian besar pendapatku benar tentang keracunan makanantapi hipotesis Chitanda tentang bahan-bahan yang datang terlambat juga benar.
Klub Memasak gagal mempersiapkan tanaman herbal merekaKelihatannya mereka berniat membuat sup miso dari daun pakistapi saat beberapa anggota klub mencicipinya saat makan siangmereka mengeluh perut mereka sakit.[1]
Jika mereka benar ingin menyembunyikan kesalahan merekabesar kemungkinan anggota yang terkait tidak akan pergi ke UKS untuk minta pertolonganSaat aku mengatakan ini, Chitanda langsung berlariSepertinya dia tidak menganggap sepele keracunan makanan dari tanaman gunung.
Mereka mungkin butuh bantuan,” dia berkata begitu sambil pergitapi aku tidak yakin membiarkan meja kosong saat Festival PerekrutanOhinata yang kebingungan menajawab dengan, “Oh, aku juga akan membantu,” dan mulai mengejarnyaAku mendengar apa yang terjadi setelah itu dari Ohinata.
“Chitanda-senpai langsung menerobos masuk ke Ruang Praktek MemasakAwalnya anggota Klub Memasak pura-pura tidak tahutapi saat mereka mengerti kalau dia sudah mengetahui semua yang terjadimereka menunjukan anggota yang sakit perutSepertinya dia kenal dengan beberapa orang di klub itujadi keadaan berjalan lebih cepat dari yang dikira.”
“Chitanda punya kenalan di mana-manaJadibagaimana keadaan anggota yang keracunan?”
Tidak terlalu baikMereka kelihatan sangat ingin pulang dan beristirahattapi mereka tahu mereka tidak bisa melakukan ituSesaat dia melihat mereka, Chitanda-senpai bergegas keluar dan membawa kembali seorang siswayang kelihatan seperti calon dokterSepertinya keluarganya bekerja di rumah sakitdan dia kelihatan sangat kerentapi dia terlihat sangat jengkel dengan situasinya.”
Sepertinya itu Irisu-senpai. Ohinata bilang dia terlihat jengkeltapi kemungkinan dia tidak berbedanya dengan saat situasi normal.
Dia membuat mereka muntah menggunakan air garam dan menyuruh mereka untuk datang ke tempatnya jika keadaanya semakin memburukLagipula, membawa mereka ke rumah sakit hanya akan membuat keadaan semakin rumit.”
Mungkin jika kasus keracunan makanandokternya tetap harus melapor ke unit kesehatan sekolah.”
Benarkah begituBukankah ada kerahasiaan antar dokter dan pasien atau semacamnya?”
Aku tidak tahu.”
Pokoknyauntungnya anggota mereka sudah lebih baik setelah muntah.”
Itu melegakan.
Klub memasak berhasil menyembunyikan kegagalan merekaBerdasarkan ĹŒhinata, Chitanda menceramahi Klub Memasak tentang cara mengolah tanaman gunung yang benar sebagai syarat karena tindakan tak bertanggung jawab merekaSaat ituaku yakin kali ini tidak akan ada yang datang ke meja Klub Sastra,jadi aku mengeluarkan bukuku dan mulai membaca.
Tetapi aku hanya bisa menyelesaikan satu paragraf, ketika Ohinata mulai bicara lagi, menunjukan giginya dengan senyum cerah yang mengigatkanku waktu pertama kali kami menyadari dia hari ini.
Aku ingin bergabung dengan klub iniApa tadi namanya?”
Chitanda langsung memberitahunya.
Apa kau yakinKami belum selesai menjelaskan apa saja yang kami lakukan.”
Aku yakin.”
Dia melihat padaku kemudian Chitanda dan tersenyum sekali lagi.
Rasanya di sini nyaman sekaliMelihat orang yang bersenang-senang dengan temannya adalah hal yang paling kusuka di dunia ini.”
Aku tidak ingat apa yang kukatakan saat menjawabnya.
Lerengnya mulai semakin curam, dan jumlah siswa yang melewatiku sambil kerepotan mencari oksigen juga semakin meningkat. Aku tidak melakukannya dengan sengajatapi kelihatannya tanpa kusadariaku semakin melambat sampai jadi berjalanKelihatannya aku terlalu sibuk memperhatikan kecepatanku.
Seorang anak laki-laki yang dulu sekelas denganku melewatikuKalau tidak salahdia ada di kelas 2-C tahun iniKelas sudah menyusulAku belum menyadarinya sampai sekarangjadi mungkin mereka lebih dekat dari yang kukira.
Saat aku berbalik untuk mencari Ibara, aku bisa melihat barisan siswa yang berlari menaiki jalan menanjaksaling mengekor seperti semut yang bekerja dengan rajinJika aku terus berjalan lambat seperti belalangaku mungkin akan berakhir menjadi anjing mati saat akhir barisan menyusulku.[2] Saat aku berbalik menghadap jalan di hadapankupuncak bukit sudah terlihatKursa selama ini aku kebanyakan berjalanAku tidak bilang kalau aku tidak menduga akan menjadi seperti initapi usahaku untuk mengukur jarak antara aku dan Ibara jelas gagal.
Berniat untuk menutupi kesalahan iniaku berlari kencang di jalan landai yang tersisa sebelum puncakPandanganku terbuka lebar, dan aku bisa merasakan sedikit angin dingin yang terlahir hanya dalam imajinasiku. Kupikir lerengnya akan langsung menjadi tutunan sesaat aku mencapai puncaknyatapi sepertinya ingatanku salahJalanan datar berlanjut hingga 100 meterTerdapat miniatur kuil di sisi jalanAku tak tahu dewa apa yang disembah di sinitapi kupikir lebih baik aku ikut berdoa juga di dalam hatikuKarena masih banyak pertanyaan yang belum terjawab di depan matakuBiasanya aku bertambah taat dalam situasi yang merepotkan ini.
Kedua sisi jalan terbukadari warna temboknya aku bisa mengetahui kalau ada beberapa rumah tua yang tersebarSebuah mesin penjual otomatis baru, berdiri di antaranyadan entah kenapa aku merasa itu tidak cocok.
Aku berjalan lambat di jalan datarKarena ini bagaikan surga setelah bukit yang melelahkanbanyak orang lain yang juga berjalanSeorang pria besar datang seolah dia habis berlari sprint dari bawah bukitdan dia menghembuskan napas kencang sambil terus berdiri, lalumembungkuk memegangi lututnyaAku penasaran apakah dia memutuskan menggunakan seluruh tenaganya untuk satu bukit ini atau dia berencana terus melaju seperti ini hingga akhir.
Aku tidak punya buktitapi aku putuskan menganggap Ibara ada di belakangkuJika dia menyusulku sekarangmelakukannya di jalan lurus seperti ini pasti lebih enakMencoba bicara pada seseorang sambil dia melewatimu di jalan menurunkelihatannya akan menyulitkanAgar hal itu tidak terjadiaku mulai berjalan seperti merangkak.
Ibara, ya?
Ketika Ibara mendengar pertama kali Ohinata bergabungkira-kira bagaimana reaksinya.
Aku mengingat reaksi SatoshiDia merayakannya dengan gaya yang berlebihan meskipun yang bergabung hanya satu anak baru. “Jujur saja…,aku tidak menyangka Hotaro bisa merekrut seseorangaku bahkan tak pernah menganggap itu adalah hal yang mungkinIni benar-benar keajaiban.”
Setelah hal-hal semacamnyaKemudian dia mulai menanyai Ohinata berbagai pertanyaantentang SMP Kaburayamisalnya apa ada yang berubah atau ada yang pindah.
Di sisi lainaku tidak memiliki kesan kalau Ibara merasakan hal yang samaSebelum aku menyadarinyamereka sudah menjadi sahabatKetika Ibara bertemu Chitanda pertama kalimereka juga menjadi dekat dengan cepatMungkin itu karenameskipun dia terlihat seperti orang yang kasar kepada orang laindia tidak terlalu pemaluMeskipun Ohinata jelas lebih tinggianehnya mudah sekali membedakan siapa yang senior ketika mereka berdua bicara.
Kapan itu terjadi yakira-kira?
“Hina-chan, kau terlihat sangat atletisMaksudku, kulitmu bahkan sampai kecoklatan.”
Saat Ibara mengatakan iniOhinata mulai terlihat agak malu.
Kebanyakan karena sisa ketika aku bermain skitapi aku juga memang punya kulit gelap yang alami.”
Begitujadi kau bermain skiyaDekat sini?”
Kadang-kadangtapi tahun ini aku pergi ke Iwate.”[3]
Bukan snowboarding?”
Tidakhanya ski sajaApa kau bisa main snowboarding?”
Aku juga tidak bisa.”
Aku mengingat percakapan tak jelas itu.
Di ingatankuaku bisa melihat mereka berdua tersenyum cerah.
Aku berkali-kali melihat kebelakang sambil terus berjalan maju.
Prediksiku benarSaat aku hampir mencapai setengah jalan datarwajah Ibara muncul dari belakang lereng menanjak.
Dengan lengan di sampingdan matanya yang menatap kakinyaKarena kepalanya menghadap ke bawahaku tidak bisa melihat matanya saat kepalanya berguncangKelihatannya dia berlari menaiki bukit dengan seriusaku bisa tahu dari napasnya yang tidak beraturanLangkahnya keciltapi saat di jalan mendatartangannya mulai mengayun dengan lebih bebasDia berlari dengan tempo yang tetap.
Aku langsung mengayunkan tanganku dan mulai mengejarnyaAku menyamakan kecepatanku dengan Ibaradan berlari disampingnya dengan jarak sekitar satu orang di antara kami berdua.
“Ibara.”
Saat aku memanggilnyahanya matanya yang bergerak melihatku.
Tentu sajadia hanya diam dan mempercepat langkahnyaSejak awal aku sudah menduga ini akan terjadijadi aku langsung menanyakan intinya tanpa ragu.
Ibaraaku hanya perlu menanyakan satu halHanya satu halIni tentang Ohinata.”
Meski begituIbara tidak menoleh padaku sedikitpuntetapi aku bisa mendengar satu kata di antara helaan napasnya.
Apa?”
Aku sudah memutuskan apa yang ingin kutanyakan.
Kemarinkau bilang kau bertemu Ohinata di koridorKau dengar dia ingin keluar dari Klub Sastra.”
Ibara mengangguk sedikit.
Saat ituOhinata mengatakan sesuatu tentang Chitanda. Satoshi memberitahukudia bilang Ohinata menyebut Chitanda ‘mirip seperti Buddha.’ Apa ini yang benar-benar dia katakan?”
Untuk pertama kalinya, Ibara menoleh ke arahkuUntuk sesaatkurasa dia terlihat sedikit bingung di balik ekspresi sedihnya.
Dengan cepat dia kembali menatap kakinya sambil berlari. Dia mengambil napas panjanguntuk mengatur napas di jalanan datar.
Kupikir jika aku terlalu dekat aku hanya akan membuatnya kesalaku sengaja menjaga jarak agak jauh darinya sambil kami berlariakan tetapitiba-tiba dia malah mendekatSelama beberapa meter kami benar-benar berlari bersebelahandia mengatakan sebuah kalimat yang tidak bisa diganggu.
Aku melambat. Ibara terus melaju dan akhirnya menghilang saat dia mulai menuruni lereng.
Kata-katanya bergema di telingaku. Ibara mengatakan ini.
Itu salahYang Hina-chan bilang adalah, ‘Chitanda benar-benar mirip sepertiBodhisatwa, iya kan?’”[4]
Catatan dan Referensi dari Penerjemah
2.    Referensi dari fabel Aesop, "The Ant and the GrasshopperCeritanya berkisah tentang Belalang yang menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, bukannya mempersiapkan diri untuk musim dingin seperti para semut.
3.           Nama perfektur di daerah barat laut pulau utama Jepang.
4.      Dalam ajaran agama Buddha, seorang Bodhisatwa; Bodhisattva (bahasa Sanskerta) adalah makhluk yang mendedikasikan dirinya demi kebahagiaan makhluk selain dirinya di alam semesta..

Hyouka Jilid 5 Bab 1 Bagian 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.