14 Januari 2016

Date A Live Jilid 9 Bab Epilog LN Bahasa Indonesia



Epilog
Musuh atau Teman - Wizard DEM

BAGIAN PERTAMA
Sudah 30 menit berlalu setelah mereka selesai menghancurkan satelit buatan dengan aman.
Setelah terlibat pertarungan dengan kapal udara DEM di atas langit Kota Tenguu, Kotori menghubungi mereka, dan setelah kapal udara musuh melarikan diri, ia memberitahu bahwa Fraxinus hanya mengalami sedikit kerusakan.
Tapi, kelihatannya mereka tidak dapat menggunakkan mesin teleportasi untuk saat ini, jadi Shidou dan yang lainnya sedang berjalan menuju fasilitas bawah tanah sebelum para penduduk yang berevakuasi mulai keluar dari shelter.
Mengalami sedikit luka pada tubuhnya karena menggunakan kekuatan malaikat, Shidou beristirahat untuk beberapa waktu sampai ia mampu untuk berjalan.
 Tohka yang mana masih mengkhawatirkan Shidou membujuk, “Aku akan membawamu padanya!” Dan meskipun di sana tidak ada satupun yang melihat mereka, itu sangatlah memalukan jadi, ia menolak dengan agak canggung.
Akhirnya, Natsumi memutuskan untuk pergi ke Ratatoskr dengan Shidou dan yang lainnya.
Tentu saja, Reiryoku miliknya belum tersegel dan dia tidak mendapatkan penjelasan tentang hal ini. Sangatlah mudah untuk membayangkan Natsumi tidak dapat menerima kenyataan jika ia kehilangan kekuatan transformasinya yang mana ia gunakan seperti biasanya.
Tapi, jika Shidou meluangkan waktu untuk menjelaskannya pada Natsumi, Natsumi mungkin akan mengerti. Shidou melihat pada Natsumi yang berjalan di sebelahnya.
“…”
“Ap-apa…?”
Natsumi bertanya dengan rasa curiga. Tapi dari ekspresi itu, ia tidak melihat tatapan kasar yang terakhir kali ia lihat sebelumnya.
Shidou tersenyum di saat menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tidak. Bukan apa-apa.”
“Ah, aku mengerti.”
Setelah Natsumi mengatakannya dengan linglung, ia pun memalingkan pandangannya.
Tapi, setelah beberapa waktu. Kali ini Natsumi, ia berbicara pada Shidou dengan suara yang cukup pelan untuk menghindari Tohka dan lainnya yang kini sedang berada di depan mereka mendengar suara Natsumi.
“Ahno, err…”
“Hnn, ada apa, Natsumi?”
“Aku hanya…, ingin bertanya sesuatu, bisa, kan?”
“Aah, apa itu?”
Ketika Shidou menjawab, Natsumi diam-diam secara perlahan menarik tangan Shidou.
“Tu-tunggu sebentar! Apa yang terjadi sampai mendadak seperti ini?”
“Tidak apa-apa. Mendekatlah sebentar.”
Setelah Natsumi mendorong Shidou dan mesuk ke pinggir jalan. Ia lalu melihat pada wajah Shidou di saat bertanya dengan ekspresi lembut.
“Hey, Shidou.”
“Ap-apa?”
Setelah Shidou merasa gugup karena situasi aneh ini, Natsumi terteguk menelan ludah di saat melanjutkan kata-katanya.
“Apa aku…, benar-benar, manis?”
“Eh?”
Shidou membuka lebar matanya pada pertanyaan tak terduga itu.
Tapi, jika dipikirkan kembali dengan hati-hati, pertanyaan Natsumi ini hampir sama seperti di saat ia pertama kali bertemu Shidou. Dan juga tentu saja, Natsumi dalam penampilan versi onee-san pada waktu itu.
Shidou seketika tersenyum dengan lebar dan mengangguk.
“Aah…, tentu saja. Kau sangatlah manis, Natsumi.”
“…!!”
Wajah Natsumi berubah menjadi merah dan ia pun membuka matanya lebar sebelum menggumamkan sesuatu dan melanjutkan kalimatnya yang tersisa.
“Di lain waktu…”
“Di lain waktu…?”
“Ahno…, menata rias…, mau kah kau mengajariku?”
Natsumi mengarahkan wajahnya ke bawah dengan malu di saat bertanya janggal. Shidou juga mengangguk dengan agak kaku.
“Aah, baiklah. Jika itu kau, mungkin kau akan mengingat cara-caranya dengan cepat.”
“Aku mengerti.”
Ketika Shidou menjawabnya, Natsumi sedikit mengangguk seakan-akan jika ia merasa puas mendengar hal itu.
Dan lalu…
“Eh?”
Shidou mengeluarkan suara histeris. Tapi itu sangatlah wajar. Itu karena Natsumi tiba-tiba saja melebarkan tangannya dan menarik pundak Shidou seperti itu, dan…
*Chuuphh…*
Bibir mereka menyentuh satu sama lain.
“…??!!”
Memang benar, jika ia mencoba untuk menjelaskan situasi ini pada Natsumi sekarang atau nanti dan memberitahu pada Natsumi jika mereka berdua harus berciuman untuk menyegel Reiryoku miliknya. Tapi, di saat keadaan ini juga mendadak, Shidou belum membuat persiapan apapun dalam hatinya. Mata Shidou menjadi sedikit terkejut.
Dengan seketika, perasaan hangat yang meluap di dalam tubuhnya mulai muncul, dan di waktu yang sama, astral dress penyihir yang Natsumi gunakan menghilang bersama dengan cahaya.
“Wah…?! Ap-apa ini…?!”
Wajah Natsumi terlihat sangat terkejut, dan dia menutupi dadanya dengan tangannya di saat berjongkok di tempat itu.
“Ak-aku tidak tahu ini. Astral dress akan menghilang setelah Reiryoku tersegel…”
Wajah Natsumi menjadi merah matang di saat ia bergumam seperti itu. Shidou menggerakan tangannya dengan tergesa-gesa di saat membuka mulutnya dengan panik.
“A-aah, kelihatannya astral dress adalah sesuatu yang dibuat oleh Reiryoku, jadi..., tunggu, Natsumi? Kenapa kau tahu soal penyegelan Reiryoku?”
“Aaah!”
Di saat Shidou mengatakan itu, ia dapat mendengar suara Tohka datang dari belakang. Kelihatannya mereka merubah arah jalan, karena mereka tidak melihat Shidou dan Natsumi yang awalnya berjalan di belakang mereka.
Tentu saja Tohka bukanlah satu-satunya orang yang mencari mereka berdua, Yoshino, Yamai bersaudara, dan Miku juga ada di sana.
“Shidou! Apa yang kau lakukan ditempat seperti ini?!”
“…!! A-ahno…, aku, tidak melihat, jadi…”
“Kuku…, melakukan penyegelan di tengah kota seperti ini, sungguh berani sekali”
“Setuju. Kau sangatlah serakah memanfaatkan kota yang sedang kosong sebagai tempat bermain untuk kesenanganmu.”
“Kyaaa—!! Darling…, jadi itu daring!”
Ini dan itu, mereka mulai membuat keributan.
“Tu-tunggu sebentar! Aku bukanlah satu-satunya——”
Di saat Shidou mencoba untuk menjelaskan, Tohka dan yang lainnya tidak ingin mendengar kata-kata Shidou.

***

BAGIAN KEDUA
“Kita gagal…, kau bilang?!”
Di dalam ruangan rapat markas pusat DEM industri di Britania, Murdoch mengeluarkan suara seperti teriakkan karena berita yang baru saja ia dapat.
Pada waktu yang sama, wajah dari setiap direktur di sana berubah menjadi pucat.
Tapi itu sangatlah wajar. Pembunuhan Isaac Westcott telah gagal. Ini artinya, luka dan kesakitan yang ia alami akan terasa kembali——tidak, beberapa waktu lagi ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada tubuhnya.
“Ap-apa maksudnya semua ini, Murdoch?! Aku ikut serta dalam rencana ini karena k-kau bilang ini semua akan berhasil?!”
“Itu benar! Apa yang akan kau lakukan setelah ini?!”
“Ak-aku tidak tahu tentang hal ini! Ini hanyalah kemarahan Murdoch belaka!”
Para laki-laki di meja utama berteriak di saat memukul meja dengan terkejut. Ini adalah keadaan yang sangat lucu, tapi, Murdoch yang saat ini, tidak memiliki kemauan untuk mentertawakan hal itu.
Dalang dari semua rencana ini adalah Murdoch. Itu adalah kenyataan yang tidak dapat ditentang. Jika hal ini diketahui oleh Westcott, maka, ini akan membuat kekejaman Westcott terlampiaskan pada Murdoch——tidak, pada mereka semua yang terlibat dengannya.
“…”
Tapi, ini tidak seperti semuanya akan berakhir. Murdoch menarik mik yang berada di meja dan mengeluarkan suaranya ke dok utama kapal Heptameron yang telah dikirimkan ke Kota Tenguu.
“Belum cukup…, semua ini belum berakhir. Kapten, apakah Heptameron baik-baik saja?!”
“Ya! Kita terlibat pertarungan dengan kapal udara Ratatoskr, tapi, kapal kita terkena kerusakan 10%.”
“Lalu, Humpty Dumpty terakhir masih ada di sana, kan?!”
Semua direktur yang ada di dalam ruangan mengejangkan kedua alis mereka karena mendengar kalimat Murdoch tersebut.
Ya. Untuk operasi ini, Murdoch yang sangat berhati-hati menyiapkan tiga Humpty Dumpty.
Pertama adalah umpan untuk membuat kapal udara Ratatoskr muncul, satelit buatan yang pertama itu dinamai [First Egg].
Setelah itu adalah satelit buatan yang akan dengan tepat mengakhiri hidup Westcott, [Second Egg].
Dan…, yang terakhir.
Dalam beberapa kesempatan, kedua Humpty Dumpty berakhir dengan dihancurkan, unit terakhir, [Third Egg] telah disiapkan untuk cadangan, tapi yang ketiga itu dimasukkan ke dalam Heptameron. Tentu saja, Bandersnatch hasil kustomisasi dipasang ke dalam satelit buatan, akan tetapi, kekuatan [First] dan [Second] tidaklah berbeda jauh dengan [Third].
Tapi meskipun begitu, jika ini tujuannya adalah untuk membunuh Westcott, maka, shelter akan hancur berkeping-keping bersama dengan Westcott karena peledak buatan yang terpasang di dalamnya.
“Di mana lokasi Westcott MD saat ini?!”
“Saat ini…, uh, kelihatannya dia masih berada di dalam ruangan hotel.”
“Apa kau bilaaaaanngg?!”
Murdoch mengenyampingkan wajahnya——jangan bilang kalau kau tidak berlari ke shelter bawah tanah di saat situasi seperti ini.
Rasa frustasi yang jumlahnya sangatlah hebat mulai berlari ke seluruh tubuhnya. Murdoch merasa jika pria itu saat ini sedang membuat tawaan yang sangat menghina karena mengetahui rencana itu.
Tapi, itu tidak merubah kenyataan bahwa ini sangatlah menguntungkan. Jika ia tidak berevakuasi ke shelter, maka, ini artinya sangatlah menjamin jika kekuatan [Third Egg] akan sangatlah cukup untuk membunuhnya. Murdoch membuat perintah ke arah mik.
“Lakukan! Aku tidak perduli seberapa banyak kota yang kau hancurkan. Bawalah kepala Westcott padaku!”

***

BAGIAN KETIGA
“…?!” 
Setelah meminjamkan jaketnya pada Natsumi yang setengah telanjang karena penyegelan dan pergi menuju fasilitas bawah tanah, Shidou merasa telinganya tertekan dan mengangkat kedua alisnya.
Alasannya sangatlah sederhana. Suara alarm yang sangat keras berbunyi dan menggema dari Incam yang ia gunakan di telinganya.
“Ad-ada apa, Kotori?”
Ketika Shidou bertanya, ia dapat mendengar suara panik Kotori datang dari Incam secara langsung.
“Ada kekuatan Maryoku terbaca di langit! Ini…, ada sebuah energi peledak buatan yang terbaca dari kapal udara DEM yang baru saja melarikan diri!”
“Apa kau bilang?!”
Shidou terkejut dan melihat ke atas langit.
“Mu…? Apa yang terjadi, Shidou?”
Mungkin karena mereka merasakan sesuatu yang sangat aneh pada sikap Shidou, Tohka dan yang lainnya memiringkan kepala mereka. Shidou membuka mulutnya tanpa melepaskan pandangannya ke arah langit.
“Aah…, kelihatannya, ini masih belum berakhir. Kotori bilang ada peledak yang sama seperti sebelumnya mencoba untuk menghantam daratan lagi.”
“Apa…?!”
Ketika Shidou mengatakan itu, wajah mereka semua dipenuhi dengan rasa gelisah. Dan sama seperti Shidou, mereka melihat ke atas langit untuk bersiap-siap menghancurkan kembali peledak yang mencoba menghantam Kota.
Tapi kekuatan Reiryoku transformasi milik Natsumi telah disegel, dan semuanya telah mencapai batas penggunaan kekuatan mereka. Untuk menghancurkan target saat ini sangatlah sulit jika kondisi mereka seperti ini.
Bagaimanapun juga…, ia harus melakukannya. Shidou menenangkan hatinya dan mengonsentrasikan mentalnya pada tangan kanannya.
Tapi, sebelum ia dapat mengeluarkan Sandalphon, rasa sakit menyerang seluruh tubuh, dan ia pun refleks terjatuh di tempat dengan lututnya.
“Gwah—!!”
“Shidou~!!”
Dengan khawatir Tohka berlari padanya. Tapi, tidak akan mungkin musuh akan memperhatikan kondisi Shidou. Alarm lainnya dapat terdengar dari Incam dengan seketika.
“Komandan! Peledak buatan yang terpasang pada Bandersnatch telah dijatuhkan dari kapal udara musuh!”
“Apakah tembakan Fraxinus dapat mencapai target?!”
“Ini sangatlah tidak memungkinkan jika dilihat dari posisi kita saat ini!”
“Kuh—! Bergerak dengan kecepatan penuh! Tidak perduli bagaimanapun caranya, sebelum benda itu menghantam daratan kita harus——”
Dan…
Di saat perintah Kotori masuk ke dalam gendang telinga Shidou, dengan seketika, ia melihat garis cahaya di langit sebelum ledakan besar terlihat di atas langit Kota Tenguu.
Atmosfir di sekitar sedikit bergetar.
“Apa…?!”
Setelah Shidou dan Roh lainnya membuka lebar mata mereka, ia kini dapat mendengar suara kru Fraxinus melalui Incam.
“Pendeteksian…, telah hilang!”
“Apa kau bilang? Apa ini penghancuran diri?”
“Ak-aku tidak tahu, tapi, sebelum ledakan, di sana ada suhu panas seseorang!”
Suhu panas seseorang. Kalimat itu membuat Shidou mengingat kembali garis cahaya yang ia lihat baru saja tadi. Tidak mungkin, jika seseorang hanya menembak peledak yang jatuh itu.
Memang benar ia dapat memahami hal itu, jika ia berpikir seperti itu. Tapi, ketika ia melihat bom yang sama dihancurkan dalam satu kali serangan itu agak sedikit—
“…!!”
Pada saat itu, Shidou melihat ke kiri dan ke kanan.
Ke arah garis sinar itu berasal, ia melihat sosok bayangan seseorang di sana.
“Itu—!!”
Bayangan itu dengan perlahan melihat ke arah Shidou dan yang lainnya sebelum diam melayang di atas langit.
Di sana terlihat ada satu orang Wizard yang sedang menggunakan CR-unit. Benda itu tidak terlihat seperti milik AST. Ia menggunakan peralatan tempur yang desainnya mirip seperti Ellen, pendorong dengan bentuk khusus, dan juga, Meriam besar Maryoku yang ia pegang sangatlah hebat.

“Apa?!”
Melihat penampilan itu, Shidou membuka matanya dengan terkejut.
Ini tidak seperti ia tidak terkejut melihat kenyataan jika Wizard DEM menyerang peledak milik DEM. Kekuatan yang dapat menghancurkan bom dengan satu serangan itu layak untuk dikejutkan. Sedangkan Shidou dan para roh lainnya harus berkali-kali menyerang agar dapat menghancurkan peledak itu di saat mereka dalam kondisi tersegel.
Tapi, salah satu hal yang membuat mata Shidou tertarik adalah hal yang sederhana.
Ia mengenali wajah Wizard itu.
“Ori—gami…?”
Ketika Shidou memanggil nama itu, sang Wizard, Origami dengan terdiam mengarahkan pandangannya pada Shidou dan yang lainnya.
Dengan seperti biasanya—tidak,
Itu sangatlah wajar. Tatapan Origami, Shidou tidak bisa melihat ekspresi apapun dari wajah Origami.

***

Date A Live Jilid 9 Bab Epilog LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.