18 Desember 2015

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 3 Bagian 3



RAKUDAI KISHI NO EIYUUTAN
JILID 1 BAB 3 BAGIAN 3
REBELLION

Bagian Tiga

"Hahaha. Senang bertemu dengan kalian, dan terima kasih sudah mengajakku hari ini. Aku teman sekamar Shizuku, Nagi Arisuin. Aku benci dipanggil dengan namaku, jadi aku akan senang kalau kalian memanggilku Alice―"
Laki-laki ini tinggi dengan tubuh kurus dan berdandan seperti Shizuku, dengan tipe penampilan seperti visual-kei[1]. Dia melepaskan topi bowler-nya dan menyapa mereka sambil tersenyum, menjulurkan tangan untuk bersalaman.
"E-Eh, hmm, senang bertemu denganmu juga."
"Ah, ya, apa kabar…?"
Ikki dan Stella dengan gugup membalas salamnya, tetapi mereka tidak bisa menyembunyikan kegelisahan mereka dan mulai berbisik satu sama lain.
"H-Hey tunggu Ikki, apa yang terjadi?"
"Hmm, aku juga bingung, tahu."
Tadinya mereka berdua berpikir Arisuin adalah seorang perempuan, tetapi tidak peduli bagaimana mereka melihatnya, itu tidak benar. Dia mungkin sedikit kurus untuk seorang laki-laki, tetapi tidak cukup untuk melihatnya sebagai seorang perempuan. Dan dia lebih tinggi dari Ikki, mungkin lebih tinggi dari 180 sentimeter.
"Cara bicara dan gerakannya seperti perempuan, kan? Apa ini lelucon? Apa aku harus tertawa?"
"Aku bilang aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu."
"Hahaha. Lihat, Shizuku, nampaknya mereka terpesona dengan kecantikanku."
"Apa-apaan dengan optimisme itu!?"
Stella dan Ikki membantah bersama-sama, kemudian Ikki menggaruk belakang kepalanya.
"Hmm, Alice-san?"
"Tidak usah menggunakan '-san'. Aku tidak terbiasa dengan formalitas."
"Kalau begitu, Alice… apakah kamu, hmm… okama[2]?"
"Bukan. Aku hanya seorang perempuan dilahirkan di tubuh laki-laki."
"A-Apa bedanya, Stella…!?"
"Jangan tanya aku!"
Melihat mereka berdua gelisah, Shizuku berbicara.
"Apa itu begitu mengganggu kalian?"
Berhubung kebingungan mereka terlihat, Ikki dengan canggung menggaruk pipinya.
"Aha, haha. Yah, aku tahu orang-orang seperti itu ada, tetapi ini pertama kalinya bagiku bertemu salah-satunya, dan aku tidak yakin bagaimana berbicara dengan mereka jadi… maaf."
"Oh, kamu tidak perlu meminta maaf. Aku sudah terbiasa. Tetapi Shizuku sama sekali tidak terkejut, tahu."
Shizuku melihat ke samping.
"Karena aku tidak terlalu peduli dengan gender―"
Ikki kagum Shizuku dengan mudahnya mengatakan dia tidak terganggu dengan keadaan Arisuin, bahkan walaupun dia tidak mampu menyembunyikan kebingungannya bertemu seseorang dari suku yang disebut okama.
Aku tidak bertemu Shizuku begitu lama, tetapi dia sudah menjadi jauh lebih dewasa.
Memiliki hati yang menerima hal-hal yang tidak umum, itu sesuatu yang perlu dia pelajari.
"―karena tidak peduli mereka laki-laki atau perempuan. Aku tidak suka manusia secara umum."
Pujian ditarik. Seseorang tolong cari lem untuk menyembuhkan hati adiknya yang pecah berkeping-keping.
"Yah, Alice bukan tipe yang sering kalian temui, tetapi dia menganggap dirinya perempuan dan aku juga menganggapnya begitu. Onii-sama dan Stella-san, kalau bisa, tolong anggap dia perempuan juga, dan perlakukan dia seperti itu."
"Aku akan berusaha."
"Terima kasih, tetapi kalian tidak perlu memaksakan diri. Aku benci membuat keadaan canggung, kalian tahu."
Arisuin sangat sopan, memberikan mereka kesempatan kabur seperti itu.
"Bagaimanapun juga, ini berarti semua orang sudah hadir, jadi kita bisa pergi ke bioskop."
Ikki mengangguk.
"Benar. berdiri saja di sini membosankan juga."
"Masih ada waktu sampai filmnya mulai, jadi santai saja, Onii-sama."
Shizuku mengatakan itu setelah melihat jam tangannya, dan melilitkan lengannya ke lengan Ikki seperti sesuatu yang benar-benar normal. Itu caranya berjalan dengan Ikki, ketika mereka masih anak-anak.
"Whoa!"
Ikki memekik. Kesiapan hatinya sudah hampir hancur, dan sebetulnya kemungkinan Shizuku akan menggodanya hari ini cukup kuat. Dia mau melepaskan dirinya, tetapi….
"Mmm, sudah lama sejak kita berjalan seperti ini. Benarkan, Onii-sama?"
"Ah, y-ya. Benar… sekali."
Dia tidak mampu mengatakan apapun saat Shizuku tersenyum bahagia ketika dia mengingat masa lalu. Shizuku merindukan cintanya sebagai seorang adik perempuan, dan berharap untuk berdiri di sebelahnya seperti ini, tetapi dia tidak mampu melihatnya sebagai adik perempuan. Perasannya terlalu payah.
Tetapi walaupun Shizuku tidak berharap lebih, tidak mungkin Stella dapat diam saja membiarkan itu. Dia mendadak menyerobot di antara mereka.
"Hey! Apa yang tiba-tiba kamu lakukan!"
"Apa? Ini hanya hubungan sederhana antara saudara. Kami dulu sering berjalan seperti ini."
"Ah, hmm. Ahaha, begitulah."
"Ka-Kalau begitu aku juga―"
"Aku sudah menduga kamu akan mengatakan itu, jadi aku sudah menyiapkannya. Ini, rantai. Silakan gunakan ini untuk menikmati hubungan seorang pelayan semaksimal mungkin."
"Oh, baik sekali―ya betul! Di mana otakmu!?"
"Tetapi berjalan di sebelah tuanmu tidak pantas, kamu tahu. Kamu bilang kamu marah padaku hanya karena kamu pelayan Onii-sama, tetapi kamu tidak menghargai hubungan itu dengan tepat? Aku pikir aku melihat putri Vermillion yang sesungguhnya."
"Um―"
"Tidak, tidak apa-apa. Kalau kamu mau berpegangan tangan dengan Onii-sama maka silakan saja. Tidak apa-apa karena oni-sama punya dua tangan. Tetapi mau melakukan ini dengan seorang laki-laki, apa kamu mempunyai perasaan khusus untuknya? Apakah mungkin Stella-san, menganggap Onii-sama―"
"Ti-Tidak ada hal seperti itu! Aku hanya kalah duel dan menjadi pelayannya, hanya itu! Itu hubungan kami―"
"Maka tidak ada alasan bagimu untuk berpegangan tangan, bukan?"
Dan Stella dihalangi begitu saja.
"Grrr…!"
"Mari pergi, Onii-sama?"
"I-iya ….…."
"…Apanya yang tidak akan tergoda, sis-con. Mesum…."
Ikki berjalan dengan Shizuku di tangannya, sementara Stella mengatainya terus menerus. Apakah perjalanan ini bisa berjalan dengan damai dengan dua orang ini?
Itu adalah awal hari tidak tenang yang akan selalu mereka ingat.



  1. Jump up Visual kei: Dandanan yang dihubungkan dengan musisi pop dan rock Jepang laki-laki. Ciri khasnya adalah dandanan yang flamboyan, rambut dan pakaian yang androgini. Buat yang tidak tahu, androgini itu di tengah-tengah antara maskulin dan feminim.

  1. Jump up Okama: Banci atau homosexual. Bisa juga digunakan untuk laki-laki yang bersifat seperti perempuan.

3.    Jump up Skinship: Tindakan untuk memperdalam atau memperkuat hubungan pribadi yang dekat dengan menggunakan sentuhan intim.

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 3 Bagian 3 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.