05 Desember 2015

Only Sense Online Jilid 2 Bab 1 LN Bahasa Indonesia

Aloha-loha! Yups, secara pribadi, selera Sense Yun kali ini benar-benar membuat bingung. Seandainya benar-benar ada reinkarnasi, mungkin dia seharusnya dilahirkan jadi perempuan tulen, ya (wkwkwk...just kidding). After all, Happy Reading, Guys ! \(^O^)/


ONLY SENSE ONLINE
JILID 2 BAB 1
MEMASAK DAN SATIETY

Sistem satiety dibuat supaya jumlah satiety berkurang bersamaan dengan berjalannya waktu atau aktivitas yang dilakukan. Adalah hal penting untuk secara teratur memulihkan satiety dengan menggunakan item makanan.

Saat satiety mencapai 25%, akan ada status negatif yang berdampak pada status kita, dan saat satiety mencapai 0, maka HP akan secara perlahan mulai berkurang.

Status yang dikenakan pada player berbeda dengan efek abnormal lainnya dan tidak bisa dipulihkan dengan cara yang sama. Untuk memulihkan satiety, bisa menggunakan item konsumsi seperti pill dan potion yang memulihkan sejumlah kecil satiety, atau item makanan yang memulihkan sejumlah besar satiety.

Singkatnya, seperti itulah.

Juga, kalau kau memiliki sebuah Sense dan membuat item makanan dari bahan yang dijatuhkan monster, itu akan secara sementara meningkatkan status seseorang. Lalu, hal yang sebaliknya juga bisa didapatkan…

“Oh, Yun-san. Halo.”

“Ah, Kyouko-san. Halo. Ada pembeli hari ini?”

Tidak bergerak dari depan konter Atelier, aku memeriksa satiety di layar menu dan tidak menyadari seseorang berdiri di sebelahku sampai aku dipanggil.

“Tidak ada yang datang. Meskipun akan bagus kalau ada yang datang.”

Kyouko-san berkata demikian sambil mengangkat bahunya. Kalau dipikir-pikir, karena maintenance yang dilakukan pagi ini, tidak ada player yang bisa log in dan membeli apapun dari toko. Para NPC benar-benar mirip dengan manusia. Pikirku, mereka memiliki kepribadian yang sangat nyata.

“Ada apa? Yun-san.”

Karena aku menatap lekat-lekat Kyouko-san, dia menatapku balik dengan penasaran.

“Bukan apa-apa. Bisakah kau membeli Herb dalam jumlah yang lebih besar, begitu pula bahan-bahan untuk Blue Potion besok? Aku perlu mengisi kembali persediaan Beginner Potion.”

“Aku mengerti. Kalau begitu, ini adalah hasil panen hari ini.”

Aku melihat item­ yang diserahkan padaku. Ini semua adalah item tipe herb yang tumbuh di ladang di sebelah toko.

Item tipe herb yang tumbuh di ladang memiliki level yang lebih tinggi dari yang biasanya, dan kalau potion dibuat dari bahan itu, akan begitu efektif sampai penyembuhannya berlebihan.

Yah, karena itulah aku mengkompensasikannya dengan Sense lain.

“Apa yang sebaiknya kucoba hari ini. Aku harus menyimpan sejumlah uang untuk mengupgrade fasilitas juga…”

Selain itu, aku ingin mendapatkan Sense Cooking karena update terbaru. Dan aku perlu mengatur pengiriman item sebelum itu. Saat aku melihat ke bawah dari menu untuk itu, aku mendengar sebuah suara memanggil.

“Halo.”

“…hmm?”

Karena aku dipanggil, aku berhenti bekerja dan melihat ke arah suara tersebut datang.

Yahoo. Bertemu lagi hari ini, Onee-chan.”

“Halo, Yun-san.”

 
“Oh, Myu, Lucato. Ada apa?”

Itu adalah adikku, Myu dan anggota party-nya, Lucato.

Alasan Myu memanggilku ‘Onee-chan’ adalah karena penampilanku saat ini.

Karena pada dasarnya aku terkesan feminin, koreksi yang diberikan untuk pengeditan karakter OSO-ku menambahkan lebih banyak unsur kewanitaan. Rambutku memanjang sampai ke pinggang, suaraku menjadi lebih tinggi, dan tubuhku memiliki lekukan. Sekali lagi aku diingatkan pada kenyataan itu dan menghela nafas.

“Ada apa? Ada sesuatu di wajahku?”

“Hentikan itu, um… memanggilku ‘onee-chan’.”

“Walau begitu, kelihatannya tidak ada pembeli satu pun. Apa kau bisa mendapatkan uang dengan benar?”

“Dengarkan apa yang orang lain katakan, ya ampun…”

Saat Myu melihat ke sekeliling toko, tidak ada pembeli yang berkunjung. Lucato yang di sebelahnya tersenyum simpul. Aku mengeluarkan helaan nafas kecil.

“Tipe item dan harganya tidak masalah, tapi orang-orang tidak akan datang hanya karena aku membuat toko.”

“Batasan yang kau berikan pada jumlah barang yang dibeli mungkin adalah alasannya. Tolong singkirkan itu.”

ST Recovery dan Highpot. Aku mengerti. Aku hanya perlu melanjutkannya dengan mantap.”

Kyouko-san si NPC sedang melakukan penghitungan menggantikanku. Awalnya saat game dimulai, ada banyak penjual eceran yang membeli semua potion dan menjualnya dengan harga tinggi. Untuk menghindari hal tersebut terjadi pada Atelier dan untuk menjual potion pada semua orang dengan harga terjangkau, aku memaksakan batasan pada jumlah pembelian item. Meskipun, kecuali aku menghilangkannya, aku tidak akan mendapatkan cukup pelanggan yang datang. Dan, penghitungannya selesai saat aku terhanyut dalam pikiranku.

“Sekarang karena kami sudah mempersiapkan diri untuk petualangan, ayo pergi menuju dunia penuh mimpi dan romansa. Tunggulah oleh-olehnya! Karena aku mengharapkan makan malam yang enak!”

“Bukankah itu hal yang sama seperti biasanya. Ya ampun… Lucato, bisa kutitipkan Myu padamu?”

“Ya, seperti biasanya…”

Senyuman Lucato membuatku merasa dapat mempercayakannya padanya dan merasa tenang. Aku mengantar Myu yang bersemangat dan Lucato, dan sekali lagi, aku memikirkan apa yang akan kulakukan.

“Jadi, kumulai dari mana.”

Bantuan datang dari Kyouko-san si NPC yang melipat lengannya.

“Bagaimana kalau kau mengirim item dan mengunjungi Magi-san?”

“Kau benar. Ayo mulai dengan itu. Aku pergi dulu kalau begitu.”

Aku mengambil item dan meninggalkan toko. Karena update di pagi hari, ada banyak orang di jalanan. Aku berjalan sambil mengamati mereka.

Orang-orang membentuk party, membeli equipment juga mempromosikan kios-kios mereka dengan suara keras. Sambil menikmati suasana tersebut, aku tiba di toko Magi-san, Open Sesame.

“Magi-san? Kau di sini?”

“Wah, Yun-kun. Lama tak bertemu. Sejak kau menyerahkan semua pengiriman pada NPC, aku mulai mengkhawatirkanmu.”

Meskipun dia berkata kalau dia khawatir, Magi-san menyambutku dengan seulas senyuman di wajahnya. Yang ada, kelihatannya dia senang mengobrol denganku.

“Yah, karena sudah lama sejak aku mampir ke tempat Magi-san, Kyouko-san mengusulkan supaya aku datang sendiri kali ini.”

“Para NPC sangat otomatis, ya. Baru saja, salah satunya benar-benar marah padaku.”

“Turut bersimpati.”

Magi—san mengalihkan tatapannya pada NPC yang sedang mengatur senjata-senjata di toko.

Sementara kami mengobrol seperti itu, aku mengirimkan item-nya.

Toko Magi-san menangani senjata logam dan armor, dia sendiri memiliki Sense Smithing. Aku membuat potion dan obat-obatan dengan Sense Mixingdan menjualnya sebagai titipan pada Magi-san. Blue Potion yang kukirimkan pada Magi-san dibuat dari bahan-bahan yang cukup murah dan efeknya sangat tinggi. Karena ada banyak orang yang datang ke toko Magi-san, barang-barang ini laris terjual.

“Kenapa bisa laris di tempat Magi-san… padahal item-nya sama…”

“Aku masih belum pernah melihat toko Yun-kun. Seperti apa kelihatannya?”

“Ah, mau melihat screenshot?”

Aku menunjukkan screenshot toko yang kubanggakan supaya Magi-san melihatnya.

Sebuah toko berdinding kayu yang kecil, toko yang kusayangi. Juga, herb yang hijau. Lalu Vitality Tree yang mulai menghasilkan buah belum lama ini.

“Hebat, ini seperti bagian dari latar belakang.”

“…begitu ya…”

Seperti itulah pastinya melihat dari sudut pandang orang kebanyakan, dan saat dia melihat wajahku yang murung, Magi-san mulai menjadi panik.

“Ti-tidak, kurasa ini bagus! I-ni memiliki selera yang bagus, atau… bagaimana mengatakannya…”

“Tidak apa-apa. Toko ini sangat jelek, tapi aku bisa menentukan batasan dari item yang dibeli atau menyerahkan semuanya pada pelayan toko. Aku belum mempromosikannya juga. Jadi yang datang hanyalah anggota party adikku. Penitipan adalah sumber pendapatan utamaku.”

Hal lain yang harus dilakukan, adalah berinvestasi pada penampilan dan perlengkapan toko. Karena itulah, aku sama sekali tidak merasa sedih saat ini. Hei, baru saja, penglihatanku sedikit kabur.

“Ayolah, Yun-kun. Aku punya usul untuk itu. Maukah kau menjual Enchant Stone di sini?”

Enchant Stone, ya?”

Sambil menyeka mataku yang basah, aku mengerjap untuk melihat Magi-san.

Itu adalah sebuah item yang kubuat dengan skill Skill EnchantEnchant Arts.

Saat Enchant-ku mencapai level 30, aku mendapat sebuah Skill Enchant yang memampukanku untuk menaruh Art dan Skill yang kumiliki pada sebuahitem yang dapat diaktifkan dengan sebuah kata kunci nantinya. Ini bukanlah skill seorang crafter jika dinalar.

Aku sedang menggunakan skill Enchant pada Stone yang merupakan bahan yang murah dan membuat Enchant Stone yang praktis. Terlebih lagi, skill yang dapat dimasukkan pada sebuah item tergantung pada skill yang kupunya. Salah satunya yang merupakan Gem yang di-enchant disebut Magic Gem. Karena aku tidak bisa membuat banyak benda tersebut, item itu menjadi alat serangan pribadiku.

Item yang di-enchant, tidak peduli level dan tipenya, apakah itu senjata atau material, semuanya akan menghilang setelah digunakan sekali. Karena itu, ini adalahitem dasar sekali pakai.

Dan seperti itulah, aku sedikit terhanyut dalam pikiranku.

“Yah. Akan kupastikan untuk menjelaskannya dengan baik pada orang-orang bagaimana cara menggunakannya dan mempublikasikan tokomu. Karena kami pada dasarnya adalah toko yang berurusan dengan item logam, tidak masalah kalau kau memberi kami hanya peningkat status attack dan defence.”

Hmm, ini sebuah penawaran yang menarik. Kalau keberadaan item semacam itu diketahui, mungkin ada orang-orang yang akan datang ke Atelier untuk mencari yang magic attack dan magic defense. Dan kalau jumlah pembelinya meningkat, akan ada lebih banyak yang datang kembali ke toko kami. Kebetulan, penyerang jarak jauh mungkin juga akan membeli MP Potion.

“…tapi.”

“Apa ada yang mengganggumu?”

“Tidak, hanya perlu semenit untuk membuatnya, lebih mirip seperti memasangkan sihir pada sebuah item daripada crafting.”

“Jadi, ada apa?”

“Anggaplah aku mempunyai seratus herb, aku bisa menggunakan sebuah skill untuk membuat seratus potion dalam waktu bersamaan. Sedangkan untukEnchant Stone, aku perlu memilih target stone-nya dan memasangkan sihir padanya, jadi akan merepotkan untuk membuatnya dalam jumlah banyak. Yah, satu buah per menit.”

Termasuk di dalamnya adalah proses memoles dan mewarnai. Usaha ini dilakukan agar lebih mudah membedakan setiap jenis enchant.

“Dan kalau aku tidak mengumpulkan bahannya, yaitu stone…”

“Jadi kau tidak bisa membuat terlalu banyak. Kalau begitu, orang itu! Maksudku, aku, akan mencoba untuk mempromosikan tokomu pada orang banyak.”

“Kalau begitu, bagaimana kalau aku mengirim sesuatu mulai besok? Juga, aku akan senang untuk mendengar kesan-kesannya setelah orang-orang memakainya.”

“Baiklah. Kelihatannya ada pelanggan yang datang, sampai bertemu lagi.”

“Ya, sampai bertemu.”

Kataku, dan meninggalkan toko dengan seorang pembeli yang menggantikan tempatku.
·
Aku mendapatkan Sense Cooking dengan menggunakan kelebihan SP I yang kupunya dan membeli peralatan pemula untuk itu setelah aku berpindah ke Kota Kedua lewat portal kota.


Possessed SP16
Hawk Eyes Lv31 Speed Increase Lv16 Discovery Lv12
Magic Talent Lv34 Magic Power Lv32】【Enchant Arts Lv9
Dosing Lv4 Craftsmanship Lv24 Crafting Knowledge Lv21
Cooking Lv1

Unequipped:
Taming Lv1 Synthesis Lv22 Earth Element Talent Lv3
Bow Lv22 Alchemy Lv24


Aku dengan segera berpindah ke pemandangan yang menyenangkan meninggalkan Kota Pertama.

Dan aku memanggil NPC Penjaga Toko yang berdiri di sebelah portal.

“Selamat siang, Martha.”

“Oh, Yun-kun. Halo.”

Aku menyapa seorang wanita paruh baya dengan postur tubuh tegap yang sedang memegang sebuah keranjang. Orang ini adalah Martha si Pembuat Roti. Dari Martha, kau bisa mendapatkan quest mengantarkan barang, dan juga mengambil satu quest lagi darinya.

“Apakah kau juga akan mengirim barang untuk uang saku hari ini?”

Quest pengiriman yang Martha berikan adalah untuk mengirimkan barang pada penduduk lokal. Ada quest yang sama di Kota Pertama juga. Yang perlu kau lakukan hanyalah menyampaikan item di jalan, cara yang mudah untuk mendapatkan uang. Jumlahnya kecil tapi mudah dan aman. Player juga mendapatkan berbagai macam item dari NPC yang terlibat dengan quest.

“Tidak, aku datang untuk mendapatkan pelajaran membuat roti hari ini.”

“Ya ampun?! Gadis semuda ini datang padaku! Biayanya 5kG untuk satu kali pelajaran.”

“Kalau begitu, ini biayanya.”

Setelah itu, aku menerima quest Martha’s Bread-Making Lesson.

Ini adalah tutorial quest yang memandu player dalam menggunakan Sense Cooking dengan banyak cara.

Tutorial quest adalah quest yang mengajari player pengetahuan dan tekhnik yang tidak akan melukai untuk mengetahuinya dengan membayar sejumlah gold. Saat ini aku masih perlu untuk mengambil quest yang sama dari toko ikan dan toko daging.

“Nah sekarang, akan kutunjukkan padamu bagaimana caranya membutat roti dengan cara yang bahkan para pemula bisa melakukannya. Nah, jangan buat dirimu tegang dan gunakan peralatan serta bahannya sesuka hatimu.”

Sementara sedikit kewalahan oleh NPC tersebut yang lanjut melakukan persiapan, aku mengenakan celemek warna cokelat yang menekan ke dadaku.

“Sekarang, aku akan menjelaskan. Cooking memiliki tiga skill dasar, PreparingProcessing dan Facilitating. Skill Facilitating dapat dipergunakan untuk mempersingkat waktu saat menyiapkan adonan dan untuk membuatnya menjadi bentuk yang kau inginkan. Yang berikutnya adalahProcessing yang membuatmu untuk mengubah bentuk kasar menjadi bentuk yang telah terdaftar. Kalau kau tidak punya waktu, maka kau bisa menggunakan skill Cooking untuk membuat makanan langsung dari bahan-bahannya. Akan tetapi, karena skill ini digunakan untuk membuat masakan dalam sekejap, evaluasi rendah. Kau harus membuatnya dengan benar kalau kau ingin memasak sesuatu yang enak. Nah sekarang, cobalah membuat roti dengan cara yang kau mau.”

“Hei, apa maksudnya tiba-tiba begini. Yah, baiklah, ada peralatannya jadi aku akan melakukannya seperti yang kumau.”

Saat aku diminta untuk membuat roti, muncullah bahan yang disebut ‘Fresh Bread’. Aku memanfaatkannya.

Dengan roti dari Martha, daun selada dan bacon dan keju, aku memotongnya dengan tepat. Aku menggunakan resep yang mudah dan tidak akan gagal untuk membuat sebuah roti lapis.

Yun’s Sandwich Consumable
Satiety+25, Evaluation 5
Sepotong roti lapis yang Yun buat dengan sepenuh hati.

Dan jadilah seperti ini “Nama si Pembuat dan Nama Hidangan” menjadi nama item ini. Terlebih lagi ada deskripsinya.”Nama Hidangan Nama Pembuat yang dibuat dengan sepenuh hati.” Sekaligus evaluasi item yang merupakan semacam perkiraan seberapa enaknya item tersebut dalam skala angka.

“Oh, kau berhasil membuatnya. Sekarang, coba makanlah.”

Meskipun status Satiety memiliki margin yang lebar, karena aku sudah membuatnya setelah begitu banyak kerepotan, mungkin aku sebaiknya mencobanya.

“Ini, roti yang telah kau buat. Juga, ini adalah resep rumahan.”

Aku menerima secarik kertas coklat berkualitas rendah dari Martha sekaligus segunung roti yang dikemas dalam sebuah keranjang sebagai hadiah quest. Walaupun saat kulirik beberapa lembar resep tersebut, semuanya adalah resep yang mudah dan sebagian besar membutuhkan bahan yang terdaftar. Ini adalah barang yang dapat dibuat tanpa pengetahuan masak apa pun.

“Nah sekarang, pelajaran membuat roti sudah selesai. Kebetulan, aku punya pesanan mengantar roti untuk pak tua Hustel. Bagaimana?”

“Akan kulakukan quest pengiriman itu kalau begitu.”

Aku menerima kantung kertas yang berisi roti lapis untuk dikirimkan dan quest.

“Dia memancing di sungai seperti biasa. Berhati-hatilah saat melewati hutan. Kau mungkin adalah seorang petualang, tapi tetap saja berbahaya.”

Wanita tua tersebut melihatku pergi sambil menghela nafas aneh. Semua NPC tersebut memiliki kemiripan dengan manusia sebenarnya saat mereka tersenyum simpul.

Dengan sebuah kantung kertas tersimpan di dalam inventory-ku, aku meninggalkan kota dan mulai berlari melewati hutan yang lebat.

Melewati celah yang ada di hutan, cahaya masuk. Begitu aku meninggalkan hutan, aku dapat merasakan kelembapan yang menyejukkan dari sungai pada kulitku. Tempat itu lebih lebar daripada sungai yang mengalir di kota dan alirannya lebih kuat, lebih cocok untuk disebut air terjun di gunung.

Ini adalah tempat yang tidak diganggu monster-monster, dan makhluk tersebut tidak muncul di dalamnya. Sebuah tempat yang dibuat untuk para playerberistirahat—sebuah safety area.

Aku menemukan seorang pria tua sedang duduk di atas sebuah batu besar di pinggir sungai.

“Halo, Hustel-san ‘kan?”

“Benar sekali, ada apa?”

“Kiriman roti lapis.”

Saat aku berkata demikian, pak tua Hustel membalikkan badan ke arahku dengan senang.

“Aku benar-benar lupa tentang makanan. Terima kasih, Nona.”

Cara pak tua ini berinteraksi dengan yang lainnya sangat sopan. Akan tetapi, sangat disayangkan. Pak tua, aku adalah seorang laki-laki.”

Setelah menerima kantung kertas dariku, pak tua Hustel segera memeriksa isinya. Dia dengan terampil menjepit tongkat pancingnya di antara kedua kakinya dan mengeluarkan roti lapis tersebut.

Begitu dia menerimanya, quest pengiriman Martha telah selesai. Si pak tua Hustel melahap roti lapis tersebut. Dengan senang dia berkata, “Nyam, enak.” Aku merasa raut wajahnya tersebut menyenangkan.

Hustel tidak melewatkan reaksi dari tongkat pancing yang dijepit di antara kedua kakinya dan menangkap ikan dengan gerakan yang terlatih lalu melemparkannya ke keranjang yang ada di sebelahnya. Dia melihatku saat aku mengamatinya dan menyunggingkan seulas senyuman.

Fishing ini hanyalah sebuah hobi untuk seorang tua. Baiklah, sudah waktunya berhenti memancing untuk hari ini. Kurasa aku akan pulang ke rumah.”

Orang tua tersebut berdiri dengan berat dan bergerak menjauh dari sungai sambil menyeret kaki kanannya. Aku juga berdiri dengan cara yang sama, berpikir untuk pulang bersama dengan pak tua itu, kemudian, aku menyadarinya.

“Pak tua, apakah ada sesuatu di dalam air?”

“Tidak juga. Stone dan rock. Tempat yang tenang untuk mendapatkan ikan di dalamnya.”

“…stone! Aku mengerti. Ada stone di dalam situ!”

“Whoa?! Kenapa tiba-tiba berteriak‼”

“Terima kasih, pak tua. Aku akan kembali ke sungai sebentar.”

Aku berbalik dan kembali ke tempatku tadi, bergegas menuju sungai tersebut. Aku memasuki sungai tanpa ragu-ragu, sekalipun aku terkejut dengan betapa kuatnya arusnya yang kelihatannya dapat menghanyutkanku meskipun cukup dangkal. Aku berlutut dan mencemplungkan tanganku ke dalam air.

Uhee?! Dingin!”

Di tempat yang tersentuh air dingin, segera merasakan perasaan dingin yang menusuk tulang. Aku mengambil stone dari dasarnya. Ukurannya bagus. Sebagai bahan untuk Enchant Stone, semuanya memuaskan. Aku terus mengambilnya satu demi satu dan meletakkannya di dalam inventory-ku. Sebelum aku menyadarinya, aku sudah berada dengan tengah-tengah sungai. Airnya sudah  mencapai pinggangku tapi aku terus mengambil stone tanpa menyadarinya. Dan, aku ceroboh——

“UwaA!”

Terpeleset di dalam air. Itu adalah bagian terdalam dari sungai dan aku terhanyut bersama arus. Air membasahi pakaianku, membuatnya berat. Aku panik dengan apa yang tiba-tiba terjadi. Aku berjuang tapi air hanya melewati jari-jemariku. Saat aku akhirnya berhasil menggapai sesuatu, itu ternyata adalah sebuah batu seukuran kepalan tangan. Dan kesadaranku memudar sedikit demi sedikit. Aku paham bahwa aku sedang bergulingan di dasar sungai.

Aku terbawa arus, dengan kata lain, tidak sadarkan diri. Air dingin mengalir masuk ke mulutku.

Momentum dari aliran air berbeda di beberapa tempat. Sementara berputar-putar, arus menghanyutkanku.

Setiap kali aku membentur batu, udara terhempas keluar dari mulutku. Sudut-sudut jangkauan penglihatanku perlahan terkikis.

Tidak melepaskan batu tersebut hingga akhirnya, kesadaranku menghilang sepenuhnya——saat terbangun, aku berada di pusat alun-alun Kota Pertama. Di antara orang yang tewas sepertiku, hanya aku yang rambutnya basah dan berdiri linglung.

Dan saat aku menjadi pusat perhatian, aku memeriksa tubuhku. Semuanya basah kuyup, dan bajuku yang berat menempel ke kulitku.

Bukan karena warna dari pakaiannya karena semuanya berwarna gelap, tapi garis tubuhku yang menarik perhatian, membuat orang-orang fokus pada hal tersebut.

“Ah… uu…”

Heiiiii!? Ini memalukan! Kembali setelah tewas itu tidak masalah, tapi tidak seperti ini!

Aku berteriak dalam hati dan mulai berlari dengan kecepatan penuh. Aku mengabaikan kelelahan mental karena tubuhku yang setengah tenggelam dan terasa berat dengan air lalu melarikan diri ke Atelier.

Pemandangan diriku yang melesat dengan kecepatan tinggi sambil meninggalkan cahaya kuning mungkin membuat kesan kuat yang berbeda. Saat aku mencapai Atelier setelah berlari, aku segera log out dan berbaring di sofa ruang keluarga dengan lemas.

Tenggelam di sungai dalam sebuah game memberi dampak pada semangatku. Aku menyadarinya setelah log out. Tangan yang melepaskan headgear sedikit gemetar dan lututku bergetar.

Mencoba merehidrasi diriku, aku mengeluarkan teh barley dari lemari es. Aku berjalan dengan goyah seperti seekor anak rusa yang baru lahir.

Haaa. Hari ini benar-benar berbahaya.”

Aku tidak lagi memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Maaf, Miu. Makan malam hari ini adalah makanan kemasan atau mungkin instan? Onii-chan lelah. Aku meminta maaf dalam hati.

Saat aku berencana untuk berbaring di sofa dan tidur, handphoneku berbunyi.

Itu adalah ringtone default yang berbunyi tanpa henti. Setelah berdering sebanyak empat kali, kuputuskan untuk menjawabnya.

“…ya.”

“Yo, Shun …apa kabar?”

“…pagi ini bukannya kita sudah bertemu di sekolah.”

“Kelihatannya suasana hatimu sedang buruk. Ada apa?”

Mungkin merasakannya dari suaraku, Takumi menanyakannya. Haa, saat berurusan dengan menyadari perubahan suasana hati orang, dia benar-benar hebat.

“Aku tadi kembali dari kematian yang paling buruk selama ini.”

“Ahh, kecerobohan. Apa kau tadi bertarung dengan seorang bos?”

“Tidak, aku sedang mengumpulkan item di sebuah sungai. Kakiku tergelincir dan kemudian tenggelam.”

Tidak, itu adalah sebuah kematian yang serius. Itu bukanlah sesuatu yang berada pada level ‘menyakitkan’, itu adalah kekejaman tanpa henti. Aku dalam keadaan pening saat ini.

“Ya ampun, apa yang terjadi?”

“Hahaha, bagaimana mengatakannya. Saat aku tenggelam, air memasuki paru-paruku, tubuhku membentur bebatuan saat tersapu. Rasanya semakin dan semakin menyakitkan sampai akhirnya aku kembali dari kematian. Kau juga sebaiknya mencobanya.”

“Uwaa…”

Mungkin membayangkannya, Takumi mengeluarkan suara tidak menyenangkan. Tempat itu, meskipun aku memungut banyak stone di situ, adalah tempat yang berbahaya. Kecuali aku mengambil tindakan pencegahan seperti mengikat diriku sendiri dengan seutas tali, kejadian hari ini akan terulang kembali.

“Sungai yang mana tempatmu tenggelam?”

Safety area di sekitar Kota Kedua. Pemandangannya bagus.”

Ngomong-ngomong soal itu, aku lupa untuk mengambil screenshot daerah tersebut. Untuk sementara ini aku tidak kembali ke sana dan membangkitkan kembali trauma.

“Hee~, jadi ada tempat seperti itu.”

“Di sana tidak ada musuh, juga itu adalah tempat yang tenang. Jadi, aku telat menanyakan ini, tapi apa alasan kau meneleponku?”

Oh ya. Dia mengeluarkan suara seakan dia baru saja mengingatnya. Aku bertanya-tanya ada apa.

“Aku penasaran apa yang kau lakukan untuk persiapan event.”

“Apa yang kulakukan. Hei, apa yang biasanya kau lakukan sebelum event? Aku mencoba mengikuti alur dari update, tapi…”

“Maksudmu update level satiety? Kau tidak bermaksud ‘mengikuti alur’ itu sebagai…”

“Hm? Aku mengambil Sense Cooking.”

Itu tidak mungkin, percakapan itu adalah sebuah tanda… dan Takumi mulai menggumamkan sesuatu yang tidak bisa dipahami di sisi lain telepon.

“Jadi, apa yang biasanya kau siapkan untuk event.”

“Ah, ya. Itu adalah menaikkan level, memperkuat equipment dan mengisi kembali barang-barang konsumsi. Jadi, bagaimana denganmu?”

“Tidak, tidak ada yang khusus. Aku tetap membuat potion.”

“Itu kejam! Kami sudah mendiskusikan tentang keseimbangan party kemarin dan memutuskan dengan konsensus bahwa akan sangat bagus mengikutsertakanmu. Meskipun, aku tidak keberatan kau ikut dengan kami untuk event itu juga.”

Aku merasa senang untuk diandalkan, tapi itu merepotkan. Namun, aku tidak bisa menolak permintaan sahabatku.

“Ya ampun, mau bagaimana lagi. Kali berikutnya, bawa aku ke tempat di mana aku bisa mengumpulkan sejumlah ore dan aku akan bergabung denganmu untuk sementara.”

Thanks~.

“Tapi hanya kadang-kadang. Kalau aku mau. Juga, mampirlah di tokoku setidaknya sekali. Aku punya ragam produk yang lumayan.”

“Terima kasih banyak, tsundere,” katanya. Hei, aku bukan seorang tsundere.

Yah, maksud pernyataanku tadi, kalau aku bukanlah seorang crafter maka mungkin akan dengan senang hati menerima tawarannya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang ingin kulakukan saat ini.

“Menetapkan cara aman untuk mengumpulkan stone adalah prioritas untuk sekarang.”

Aku menggapai ke arah langit-langit rumahku.

“Baiklah, energiku kembali! Ayo buat makan malam.”

Aku menaikkan nada suaraku untuk menyemangati diriku sendiri. Entah kenapa, setelah berbicara dengan Takumi, suasana hatiku menjadi membaik. Untuk itu, aku merasa berterima kasih pada Takumi. Pikirku.
·
Aku mengakhiri untuk malam itu sesudahnya. Tenang secara mental, aku log in ke OSO besok siangnya.

Apa yang sedang menungguku di sana, adalah peralatan baru yang telah terpasang di ruang kerja yang baru pula. Aku melihatnya dengan ekspresi puas.

“Gawat, ini gawat Kyouko-san. Aku tidak bisa berhenti tersenyum.”

“Yah. Dengan ini kita telah mendapatkan penampilan minimal yang dibutuhkan.”

“Ahh, aku ingin mengundang semua orang untuk minum teh. Atau malahan, aku ingin memamerkannya.”

Karena aku terlalu senang, aku mencoba menyentuh di mana saja. Tekstur dari dinding batu, mortar besar yang merupakan bagian dari peralatan Mixing, jendela kayu dan item box untuk menyimpan material.

Saat aku kesenangan seperti seorang anak kecil, Kyouko-san terus-menerus tersenyum, tapi itu adalah senyum miris. Saat aku menyadarinya, dengan tidak alamiah aku berdeham dan mengganti topiknya.

“Kali berikutnya, tolong belikan material yang bisa digunakan untuk membuat roti lapis yang bisa dijual di toko.”

“Aku mengerti. Tapi tidak peduli apapun yang kau buat, pastikan itu terjual. Toko ini mengalami saat sulit untuk bertahan…”

Haa, Kyouko-san menghela nafas lelah. Tidak, aku akan berusaha sebaik mungkin.

“Tidak apa-apa. Jumlah tipe barang yang kita jual akan bertambah! Itu pasti akan terjual… mungkin.”

“…mungkin, ya. Yah, ada banyak produk di stok persediaan saat ini, dan sepertinya tidak akan terjual habis dalam waktu dekat. Kegiatan memanen di ladang sudah selesai, apa kau akan menggunakan waktu ini untuk penelitian?”

Secara implisit dia mengatakan ‘pembeli tidak akan datang, jadi akan ada stok yang tersisa’, tapi aku tidak merasa keberatan.

“Ya. Aku akan menggunakan material yang berbeda seperti daging mentah monster yang tidak terpakai sampai saat ini.”

“Berusahalah. Kalau begitu, aku akan kembali ke toko.”

Dia berkata demikian. Aku melihatnya pergi saat dia menuju bagian konter toko, lalu mulai melakukan Mixing.

Aku menaruh sejumlah besar herb di dalam mortar yang lebih besar dan mulai menghaluskannya dengan sebaik-baiknya. Sebelumnya, aku memutuskan untuk tidak melanjutkan menyiapkannya dengan tangan di luar, dan merasa ini adalah sebuah kemajuan. Tapi kali ini… kali ini aku memasukkan cairan yang telah diekstrak dalam proses penggilingan herb di peralatan yang baru, kodensor.

Benda tersebut dibuat dengan jumlah material yang sama dengan yang dibutuhkan potion sintetik, tapi apa efeknya?

Ekstraksi komponennya sudah selesai. Aku mengamati perubahannya seperti seorang anak kecil.

Tapi sambil terus merebusnya di dalam sebuah panci besar, aku mulai mengerjakan hal lainnya.

Dengan perluasan ruang kerja yang diperlengkapi dengan baik seperti ini, aku bisa mengerjakan pill dan potion secara bersamaan.

Saat ini, aku berkonsentrasi pada Mixing membuat Pill yang biasanya yang merupakan obat penyembuhan yang kuat, dan High Potion yang merupakan potionpenyembuh tingkat yang lebih tinggi.

Haa, kelihatannya mendapatkan banyak tempat dan barang sama seperti saat aku memasak membuatnya terasa menyenangkan… Oh sial, potion-nya?!

Kelihatannya komponen kondensor yang baru tersebut beroperasi melampaui perkiraan. Biasanya itu akan berubah menjadi sesuatu yang berwarna gelap sepuluh menit memasukkan potion sebagai material.

Condensed Potion Consumable
HP+300

Hasilnya terdaftar dalam resep sebagai jenis potion yang sama sekali baru. Meskipun menjadi konsentrat, efek penyembuhannya sama dengan potion biasa. Karena dikondensasi, maka seharusnya bisa mengembalikannya menjadi normal dengan air. Berpikir demikian, aku mengencerkan konsentrat tersebut air lima kali banyaknya dan mendapatkan lima Potion.

Saat aku mengencerkannya dengan sepuluh kali lipat air, aku menerima Beginner’s Potion.

“Entah kenapa, aku berhasil melakukannya tanpa gagal, tapi apa kegunaan dari Condensed Potion?”

Aku tidak tahu. Jumlah penyembuhannya tidak bertambah. Aku merasa tidak ada gunanya mengingat material ekstra yang diperlukan. Akan tetapi, untuk memastikan sejauh mana kondensor tersebut berjalan, aku menguji coba berbagai material padanya.

Antidote Grass, Paralysis Grass, Medicinal Spirit Grass, Magical Spirit Grass, dan juga berbagai jenis drop item tipe daging.

Untuk item tipe herb, kalau sebelumnya herb yang dikeringkan digunakan, sepertinya ada sedikit peningkatan dalam efeknya seperti biasa. Untuk Antidote Potiondan Paralysis Potion, status pemulihan mereka meningkat dan membuatnya menjadi Antidote 2 dan Paralysis 2.

High Potion dan MP Potion sekarang meningkat dengan memiliki lebih banyak 1 isi. Ke depannya, aku akan melanjutkan membuat kedua potion ini dengan kondensor.

Adalah sebuah hal yang mungkin untuk memadatkan item seperi MP Potion juga, tapi dibandingkan dengan Potion, ini memakan waktu lebih lama untuk membuatnya.

Sebagai tambahan, saat aku mencoba membuat item seperti MP Potion dari kondensor lewat sebuah Recipe, konsumsi MP-nya sangat banyak dan aku tidak dapat terus menerus menggunakan skill tersebut.

Penggunaan skill crafting digantikan oleh tugas membosankan yaitu memadatkan MP Potion sampai mencapai batasannya. Aku melakukan segala sesuatunya dengan skill sebelum memadatkannya, dan kemudian melakukan hal yang diperlukan secara manual dengan cara yang berbeda.

“Yah, aku bisa memulihkan MP di antara pekerjaan manual. Walau begitu, obat dapat menjadi racun. Meskipun aku berkata demikian, kelihatannya aku bisa membuat racun juga.”

Saat aku mencoba mengekstrak Poison Blood yang dijatuhkan bat, aku mendapatkan Poison·Droplets. Ini item yang berbeda dari racun itu sendiri dan seperti yang dikatakan namanya, ini adalah sebuah item yang dapat menyebabkan seseorang terkena status abnormal.

Saat aku mencoba mengekstrak komponen racun tersebut lebih jauh, benda ini berubah menjadi item yang disebut Poison·Weak. Ini menyebabkan status abnormal Poison 2. Mempertimbangkan aturan yang berlaku, kalau aku memadatkannya lima kali lagi, hingga mencapai batas item-nya, benda tersebut tidak dapat dipadatkan lagi. Akan tetapi——

“Hahaha… Aku tahu kalau ada lebih dari satu cara.”

Dengan memakai semua Poison·Weak, aku membuat Poison Blood dan menggunakan skill Alchemy Higher Matter Conversion yang selama ini kubiarkan pada benda tersebut. Aku berhasil melakukannya dengan cara lain melampaui batasan Dosing.

Sementara ini adalah satu-satunya barang contoh yang berhasil kubuat, untukku ini adalah sebuah kemajuan besar. Aku perlu mengumpulkan sepuluh lagiPoison·Weak, tapi saat ini aku tidak mempunyai bahannya.

“Jadi efek dari item buatan ini adalah Poison 3, ya.”

Dalam sepuluh detik ini menyisipkan 1% serangan. Ini adalah sebuah item yang memberi dampak 9% serangan selama 90 detik.

Selain dari itu, aku mempelajari apakah aku dapat menghasilkan item apa pun dengan menggunakan racun.

Dimulai dengan racun, aku menghancurkan daging monster dan drop item, mencampurnya dengan air dan meletakkannya di kondensor.

Tapi hal terbaik yang bisa kubuat, adalah racun terlemah Poison·Droplet. Dan itu hanya bisa dipadatkan menjadi Poison·Weak. Setelah efeknya dapat dinaikkan dengan Alchemy, aku menyerah untuk mencoba angka yang dibutuhkan untuk meningkatkan Poison·Weak lebih jauh.

“Haa~. Tidak ada cukup bahan. Untuk event, kelihatannya aku harus membawa banyak Magic Gem denganku.”

Untuk mempersiapkan barang-barang konsumsi seperti potion untuk kugunakan sendiri, dan untuk mempersiapkan beberapa untuk toko, aku pasti akan harus mengumpulkan beberapa permata. Aku menyadari itu.

Dan karena itulah, aku harus mengatasi trauma karena tenggelam di sungai itu, bagaimana pun caranya.
·
Seminggu telah berlalu sejak pengumuman event. Updater pekenalan level satiety telah menyebabkan sedikit kebingungan, tapi mereka dapat bereaksi terhadap hal tersebut dengan cepat berkat NPC toko-toko yang berurusan dengan item makanan. Saat event resmi semakin mendekat, aku terus berenang di sungai untuk mengatasi traumaku.


Possessed SP15
Bow Lv22 Hawk Eyes Lv31 Speed Increase Lv16
Discovery Lv12 Magic Talent Lv34】【Magic Power Lv32
Enchant Arts Lv9 Dosing Lv4 Cooking Lv5 Swimming Lv5
Unequipped:
Taming Lv1 Synthesis Lv22 Earth Element Talent Lv5
Alchemy Lv24 Craftsmanship Lv24】【Crafting Knowledge Lv21

(“Bukankan ini adalah sumber pasokan gemstone tanpa akhir!”)

Sambil menggenggam bebatuan di pinggiran sungai untuk menghadapi arus yang deras, aku melemparkan stone dan gemstone ke dalam inventory-ku.

Aku mengambil Sense Swimming untuk dapat bekerja dengan aman di air, dan aku terus bekerja keras mengumpulkan material.

Puhaa! Capeknya~.”

Aku bangkit dari air dan setelah duduk di batu terdekat, aku menyeka diriku sendiri dan pakaianku dengan handuk yang kuambil dari inventory. Karakteristik dari Sense Swimming membuatku mungkin untuk berenang sambil mengenakan pakaianku sekaligus mengeringkannya. Dengan begitu, ini adalah Sense yang cukup bagus.

Ada dua hal yang kutemukan, yang satu bagus dan yang lainnya buruk saat aku berenang. Penemuan bagusnya adalah efek penglihatan jauh Hawk Eyesberadaptasi dengan air, dan digabungkan dengan Sense Discovery , menjadikannya mungkin untuk menemukan item di dasar sungai juga ikan. Berkat itu, aku dapat dengan nyaman beraksi di dalam air.

Di sisi lain, penemuan buruknya adalah aku tidak berbicara dengan normal di dala air. Aku tidak dapat memasang skill dan itu adalah kelemahan fatal ketika berkaitan dengan pertempuran. Akan tetapi, aku tidak merasa keadaan semacam itu saat aku tidak dapat menggunakan Arts dan Skill dapat menempatkanku dalam kerugian.

“Baik Swimming dan Cooking saat ini berada pada level 5, ya. Tingkat pertumbuhannya lumayan.”

Sementara beristirahat, aku memeriksa status Sense-ku. Dua yang kusebut sebelumnya telah meningkat, akan tetapi yang lainnya tidak berubah banyak. Pengecualian untuk Hawk Eyes dan Discovery yang naik levelnya selama aktivitas dalam air, tapi hanya sedikit.

Earth Element Talent-ku meningkat menjadi level 5 dan aku mendapatkan sihir pertahanan Clay Shield. Kalau aku meng-enchant Magic Gem dengan skill tersebut, aku harus mempersiapkan Magic Gem pertahanan.

Orang-orang di sekeliling berspekulasi “Event Resmi pertama?! Itu pasti pertahanan Kota Pertama!” atau “Itu mungkin adalah event PVP” semacam itu. Dan sementara ada orang-orang yang menaikkan Sense combat mereka dengan terburu-buru, aku bersifat menentangnya. Aku merasa itu sia-sia jika semua orang menaikkan Sense combat mereka dengan cara dan tingkat yang sama, jadi aku meneruskan untuk meningkatkan Sense crafting-ku.

Meski demikian——

“——Tidak ada cukup slot untuk item.”

Dengan event yang semakin mendekat, aku mengumpulkan itemEnchant Stonepotion, meskipun aku juga menyiapkan item seperti Magic Gem, aku masih belum memutuskan bentuk utamanya.

Dengan event resmi yang memiliki batasan jumlah atau item yang bisa dibawa hanya 100, hal yang bisa kubawa——

AlchemySynthesis, Mixing, Polishing, peralatan crafting portabel untuk ini semua dan sebuah tungku portabel untuk Craftmanship dan juga peralatan masak.

Busurku, enam set Iron Arrow, tiga potong armor. Itu semua sepuluh item untuk senjata dan enam item crafting.

Bagaimana dengan memasak, bagaimana dengan barang konsumsi untuk penyembuhan, dan bagaimana dengan Magic Gem? Berapa banyak Magic Gem untuk serangan dan pertahanan yang harus kubawa? Malahan, aku tidak tahu apa yang mungkin kurang selama event tersebut. Saat aku berpikir demikian, sepertinya seratus item tidak cukup.

Mungkin aku seharusnya membagikan tempat sama rata untuk berjaga-jaga, dan tepat di saat aku akan menghela nafas, sebuah friend call dari Magi datang.

“Ya, ada apa?”

”Ah, Yun-kun? Apa kau akan berpatisipasi dalam event resmi?”

“Ya. Walau aku berkata begitu, aku berniat untuk berpatisipasi sendirian. Kebanyakan dari kenalanku sudah memiliki party tetap dan sulit untukku bergabung dengan salah satu dari mereka.”

”Aku paham, aku paham! Kelihatannya Yun-kun sendirian!”

Kenapa ada orang lain di sebelah Magi-san? Dia dengan segera membalas.

”Yun-kun, maukah kau berpatisipasi bersama dengan kami?”

“Dan siapa itu ‘kami’?”

”Selain aku, itu adalah Cloude dan Lyly yang berpatisipasi. Aku ingin sekali melihat event resmi seperti apa ini!”

“Apa tidak apa-apa? Aku bergabung maksudnya. Bukankan ada orang-orang yang lebih baik yang bisa bergabung denganmu?”

”Ahh, tidak, tidak sama sekali. Semua orang seperti ‘Horeee, event pertempuran!’ dan tidak sesantai kami. Tujuan kami adalah tur event. Dengar, kami lebih suka bergerak secara sendirian, dan kami tidak terlalu bagus untuk bertindak sebagai sebuah grup.”

“Haa, kurasa kau benar. Aku juga tidak sesemangat itu untuk berpatisipasi. Mohon bantuannya.”

”Sudah diputuskan kalau begitu! Maaf mendadak, tapi kami ingin mengadakan pertemuan jadi bisakah kau datang ke tokoku?”

“Ya, aku mengerti. Aku akan segera datang.”

Setelah berkata demikian, aku menghentikan panggilan tersebut. Setelah itu aku melewati portal di Kota Kedua dan pergi ke toko Magi-san, Open Sesame.”

Cloude dan Lyly sudah menunggu di dalam toko. Saat aku memasukinya, mereka mengangkat tangan mereka untuk menyapaku dengan sikap yang santai.

“Maaf mendadal. Tapi kita perlu hati-hati memilih item yang kita butuhkan…”

“Aku mengerti. Jadi, item apa yang kalian bertiga bawa?”

Dan kemudian aku mendengarkan mereka bertiga. Magi-san membawa peralatan crafting smith dan armor lengkap termasuk beliung tambang. Selain dari itu, dia membawa batanga logam dan juga senjata berat.

Cloude dan Lyly yang adalah crafter pada dasarnya sama. Lyly yang seorang perajin kayu membawa kayu yang telah diproses dan Cloude yang seorang penjahit membawa kain dan kulit.

Dan aku——

“Kalau begitu, sepertinya aku harus memilih Dosing dan Cooking akhirnya.”

“Jadi Yun-kun mengambil Cooking ya. Kalau begitu, bagaimana kalau aku mengurangi item makanan yang kubawa?”

“Hmm. Kalau aku membawa bahan-bahannya, aku akan bisa meningkatkan banyaknya makanan dengan Cooking… kalau begitu—— Tapi kenapa kau membawa begitu banyak senjata berat, Magi-san?”

Cloud dan Lyly membawa bahan-bahan crafting, tapi Magi-san membawa sebuah kapak besar dan pedang besar, hal lainnya seperti senjata dari logam dan armor lengkap seluruh tubuh mengisi slot equipment-nya juga.

“Aku punya cukup banyak sub-weapon. Tapi sisanya sama dengan milik Yun-kun. Kalau aku melelehkan equipment tersebut, aku bisa membuat banyak batangan logam darinya. Yah, walapun kualitasnya akan berkurang.”

Magi-san berkata dengan senyum getir, memang ini bekerja dengan baik untuk mengurangi jumlah barang yang dibawanya, kurasa itu akan berhasil. Tapi dibutuhkan juga untuk membawa beberapa batangan logam untuk bekerja dengan cepat. Menyeimbangkannya adalah hal yang sulit.

“Benda-benda yang kubuat kebanyakan adalah barang-barang konsumsi, jadi membutuhkan banyak bahan… sulit untuk membawa material dalam jumlah besar.”

“Tentu. Karena Highpot dan MP Potion adalah barang konsumsi, jadi kau tidak bisa membawanya banyak-banyak.”

“Tidak, aku sudah tahu jalan keluarnya.”

Untuk sesaat, ketika aku mendengar apa yang sedang mereka katakan, aku teringat pada cara untuk memadatkan item. Kalau aku membawa sebuah bahan yang High Quality maka itu hanya akan membutuhkan satu tempat. Setelah itu, aku akan bisa mengurangi item tersebut dengan menggunakan skill Lower Matter Conversion Alchemy setelah eventnya dimulai. Juga, ada cara untuk memadatkan item tipe potion dengan Dosing dan mengencerkannya setelah itu. Aku sebaiknya membawa bahan-bahan berkualitas tinggi untuk High Potion dan MP Potion, juga sekaligus Highpot dan MP Potion yang sudah jadi agar bisa digunakan secepatnya.

Tidak jelas apa yang menjadi isi dari event ini nantinya. Mungkin saja akan menjadi pertarungan bebas segera begitu dimulai. Kita mungkin tidak punya waktu untuk mengorganisir crafting. Tapi aku tidak berpikir bahwa event sekeras itu akan terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya, mengingat banyaknya jumlahplayer  yang berpatisipasi. Tidak, kuharap tidak akan seperti itu.

Setelah itu, kami mendiskusikan item yang kami bawa bersama dengan yang lainnya, setiap dari kami memberikan pendapat.

Kami tidak menyangka akan memakan waktu lama untuk memilih item, setelah itu kami kembali ke toko kami masing-masing untuk bekerja keras bersiap-siap demi hari event tersebut.

Dan pada hari H-nya. Setelah makan siang, aku bertemu dengan Magi-san dan yang lainnya untuk membentuk sebuah party, setelahnya kami menunggu event itu dimulai.

“Aku menanti-nantikannya! Dengan orang sebanyak ini berkumpul di satu tempat, terlihat seperti sebuah festival.”

Lyly menyunggingkan senyuman saat dia berkata demikian dan Cloude menghela nafas lelah.

“Aku tidak merasa nyaman. Aku benci keramaian.”

Lalu kenapa kau membuat sebuah toko, bukankah orang-orang berkumpul di tempat semacam itu?

“Bagaimana denganmu Yun-kun? Gugup?”

“Tidak sama sekali. Ini hanya sebuah game bagaimanapun, tidak perlu untuk panik.”

“Oh-hoo, kau punya mental sekuat baja. Aku sendiri sedikit gugup.”

“Kau tidak terlihat seperti itu.”

“Itu benar.”

Magi-san dan aku juga sedang menunggu apa yang akan muncul.

Dan ketika waktunya tiba, sebuah pengumuman berkumandang di seluruh alun-alun utama Kota Pertama yang merupakan tempat pertemuan.

”Event resmi akan segera dimulai. Party-party yang akan ikut serta diminta untuk tetap di tempatnya. Yang tidak ikut serta diminta untuk menjauh dari tempat ini secepatnya.

Ada beberapa orang yang hanya melihat pemandangan ini dari jauh. Saat aku melihat orang-orang di sekeliling, player di sekitarku berekspresi gelisah atau penuh percaya diri.

”Nah sekarang, semuanya yang tetap berada di tempatnya akan dipindahkan ke server khusus yang berbeda. Akan ada deskripsi yang mendetail setelah pemindahan selesai. Kalian mungkin akan merasa sedikit terguncang, tapi tidak akan ada efeknya pada tubuh kalian. 10, 9,…”

Bersamaan dengan hitungan mundur yang dimulai ketegangan terlihat pada wajah semua orang. Aku bersiap-siap untuk guncangan dari perpindahan tersebut.

”——2, 1, 0.”

Jangkauan pandangku berubah bentuk, aku merasa berada di sebuah kapal yang bergoyang-goyang. Tidak merasa nyaman, kaki-kakiku menekuk, tubuhku berayun-ayun dan karena tidak dapat menahannya, aku jatuh pada bokongku. Segera setelah indera-inderaku kembali normal, aku melihat-lihat ke sekitar.

“…ini di mana?”

“Siapa yang tahu? Dari yang terlihat, ini seperti tempat kosong di tengah-tengah hutan. Bagaimana menurutmu Kurocchi?”

“Ini mungkin adalah sebuah safety area. Walau begitu, di mana player lainnya?”

Di sekitar kami, ada sekitar sepuluh grup, semuanya melihat-lihat sekeliling dengan tidak tenang.

Tadinya ada lebih banyak player  yang ikut serta, yang lainnya pasti sudah dipindahkan ke lokasi yang berbeda.

“Hmm. Party-party ditempatkan disebarkan ke berbagai tempat~. Ini bukanlah event untuk pertarungan massal.”

Magi-san berkata demikian, dan mengulurkan tangannya padaku dan membantuku berdiri.

“Terima kasih banyak.”

“Tidak apa-apa. Ayo saling membantu satu sama lain. Juga ——“

Tepat saat dia ingin melanjutkan, sebuah pengumuman berbunyi kembali.

”Terima kasih untuk partisipasinya pada peserta. Aku adalah Yoshino Kazuhito dari departemen pengembangan OSO.”

Saat aku melihat hologram 3D yang diproyeksikan di langit, aku berpikir ‘Heh, orang ini lagi’.

Only Sense Online Jilid 2 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.