17 Desember 2015

Date A Live Jilid 9 Bab 9 LN Bahasa Indonesia





BAB IX
Ini Adalah Sebuah Kebohongan – Aku Lebih Memilih Untuk Percaya

 BAGIAN PERTAMA

“------<Humpty dumpty> sukses masuk dok”

“Sistem semuanya stabil. Tidak ada masalah dengan kalibrasi orbit”

“ini akan sampai pada titik target 5 jam dari sekarang”

“Kapal udara DSS-009 <Heptameron> telah sampai ke titik yang telah ditentukan”

Datang dari speaker yang terpasang pada ruangan dewan di markas besar DEM industry Britania, laporan dapat terdengar datang satu persatu. Murdoch melihat pada data yang ditampilkan pada layar LCD didepannya sambil mengangguk dengan berlebihan.

“------Dimanakah Westcott MD sekarang?”

“Dia tidak bergerak dari tempat penginapannya. Dapat diperkirakan jika alarm gempa luar angkasa aktif maka, dia kemungkinan akan evakuasi menuju shelter didalam hotel atau mungkin, menuju fasilitas terdekat yang mana memiliki hubungannya dengan DEM”

“Bagaimana dengan ketahanannya?”

“Tidak ada masalah, bahkan jika terjadi error dibawah 10 kilometer dari titik tubrukan <Humpty Dumpty> tidak akan menimbulkan masalah”

“Bagaimana kondisi dari [Telur kedua]?”

“Persiapan selesai. akan siap berangkat kapan saja jika perintah telah dibuat”

“Semuanya sudah Cukup”

“………………[Telur Kedua]?”

Mendengar kalimat Murdoch, Simpson melihat pada dia dengan curiga. Murdoch mengangkat sisi bibirnya sambil melihat balik padanya.

“Nah, ini hanyalah rencana cadangan. ini bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan”

“……………..”

Simpson melihat pada Murdoch dengan terdiam untuk beberapa saat tapi tidak lama kemudian, dia melihat kembali pada layar LCD dekat tangannya.

Dia terlihat tidak puas dan--------terlihat seakan-akan jika dia menjadi ketakutan karena Murdoch.

---Ini adalah pertanda yang bagus. setelah Murdoch menyimpangkan bibirnya dalam kepuasan, dia lalu mengalihkan pandangannya pada meja direktur yang terdapat diruangan dewan.

“Rencananya berjalan dengan lancar. Laporan kematian Westcott MD mungkin akan sampai pada kita malam ini. Kelihatannya pemakaman rekan perusahaan kita akan menjadi salah satu hal yang luar biasa. Aku merekomendasikan kalian semua untuk memikirkan kalimat rasa duka cita kalian selagi kalian memiliki waktu sekarang”

Setelah mendengarkan kalimat tersebut, badan direktur melihat satu sama lain dengan cepat sebelum, membuat senyuman kaku.

Bahkan jika hari ini operasi dimulai, mereka masih merasa takut untuk menentang Westcott MD. Lebih jelasnya, jika dalam sewaktu-waktu rencana ini berakhir dengan kegagalan maka, kemungkinan orang-orang yang bersekongkol dengannya akan melemparkan semua pertanggung jawaban pada Murdoch.

Murdoch membuat dengusan yang cukup besar agar yang lainnya dapat mendengarkan. Dia benar-benar tidak memperdulikan hal itu. Jika dia mampu melawan ketakutan dengan menunjukannya melalui persetujuan rencana ini, seperti membuat salah satu cadangan maka ini adalah sebuah keuntungan. Jika Murdoch yang mana gagal dalam rencana ini, maka dia akan menjadi dalang yang akan kehilangan nyawanya. Semuanya akan sama saja tak perduli pilihan mana yang dia ambil.

Awalnya, dia tidak ada niat untuk membuat badan direktur bergabung kedalam golongan anti-Westcott karena dia memiliki resiko kebocoran informasi. Tapi, ketika dia berpikir rahasia tentang semua informasi rencana ini, kekuatan pekerja dibutuhkan untuk menjalankan rencana dan mengamankan kapal udara tapi pada kenyataannya; Hak Murdoch tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak--------lebih jelasnya, satu-satunya orang di DEM Company yang dapat membuat perintah dalam skala ini sendirian, kemungkinan adalah Westcott.

Bahkan jika ini tidak ada manfaatnya untuk sekelompok orang keras kepala ini.

Alasannya sangat sederhana.------Semua orang disini, semuanya tahu alasannya dan dampak akan kehilangan Westcott.

Jika berita tentang Westcott sampai pada kita maka, rapat khusus dewan akan dimulai dan ini pasti tentang mengumumkan orang baru dengan pengaruh besar dan kekuatan.

Sampai ini ditetapkan--------siapapun yang ada disini saat ini akan menyadarinya dari awal.

Ini sungguh akan menjadi perbuatan memalukan yang sangat buruk alasan penyebab pembunuhan MD sebelumnya. Jika orang-orang disana yang memegang informasi membocorkannya maka, orang selanjutnya yang akan ditiadakan adalah dirinya. Tapi, semua dewan direktur yang berada disana adalah antek-anteknya. Lebih jauhnya lagi, mereka adalah pengecut. Tidak ada seorang pun yang akan mengadu bahkan jika Murdoch menjadi MD selanjutnya.

“………………tidak, ini sedikit berbeda”

Murdoch membuka dan menutup tangan kanannya yang mana perbannya telah dilepaskan sambil berbisik pada dirinya sendiri.

Dia sudah berencana untuk bertindak menjadi kriminal. Dalam arti kata, inilah satu-satunya metode untuk mengambil simpati banyak orang.

Tapi---------setelah kejadian ketika tangannya dipotong oleh Ellen Mathers, perlahan-lahan tapi secara berangsur-angsur.

Dia benar-benar merasa dirinya sendiri menjadi gila.

Setelah Murdoch *nii* tersenyum, dia melihat pada <Humpty Dumpty> yang ditampilkan pada layar LCD sambil bersenandung irama lagu induk angsa lagu sajak anak-anak dalam mulutnya.

“………..Humpty Dumpty duduk di tembok Humpty Dumpty jatuh dengan hebat……..

 ***

 BAGIAN KEDUA

Ketika membuat seprai kasur menutupi seluruh atas tubuhnya, dan duduk di kasur membungkuk sambil menekukan lutut, Natsumi berkomat-kamit sesuatu dengan suara yang pelan.

“……………Apa itu……….apa itu…………apa itu………..!”

Aliran emosi yang tidak dapat dimengerti mengisi kepalanya, dan perasaan itu membuatnya dia melampiaskan emosi tersebut sebagai kalimat dari mulutnya. Seperti pikiran terus berputar-putar. Dalam kekacauan itu, Natsumi membuat sedikit rintihan sambil membuat postur yang sama dari sekarang.

“Apa ada yang salah………dengan orang-orang itu…………..”

Mengapa mereka memperdulikan Natsumi sejauh ini. Mengapa mereka sebaik ini pada Natsumi.

Natsumi dapat mengerti jika dia menjadi onee-san cantik ketika dia menggunakkan kekuatan <Haniel>. Natsumi yang bertransformasi sangatlah cantik yang akan menghentikan siapapun di jalan mereka sendiri. Laki-laki akan berlabuh cinta dan gairah, ketika perempuan akan menyembunyikan rasa iri dan kecemburuan didalam sisi lain dari perut mereka, sambil mengeluarkan bermacam-macam kata pujian yang niatnya untuk menjilat kepada Natsumi.

Tapi------mereka berbeda.

Pada Natsumi. Mereka memberitahu dia jika penampilan aslinya sangatlah manis tanpa kekuatan transformasi <Haniel>.
Kalimat-kalimat itu adalah sesuatu yang Natsumi sangat harapkan. Bagaimanapun juga……………Sejak ini adalah pertama kalinya dia diberitahu hal itu, dia hanya tidak bisa menerimanya dengan terus terang.

“Itu….sungguh-sungguh sebuah kebohongan. Ha-ha…………..Iy-iya. Mereka semua menipuku. Itu karena Aku-------“

Natsumi berkomat-kamit seperti itu sambil mengangkat seprai kasur yang dia kenakan. Ketika dia melakukan hal itu, Dia melihat penampilan dirinya dipantulkan kembali oleh kaca yang terpasang di tembok.
---Pada penampilan manis yang mereka buat.

“……………..!”

Dia menarik nafas dengan keras dan mengambil kembali seprai kasur. Pikirannya semakin kacau.

---Itu karena, Natsumi berpikir dirinya jelek. Dia berpikir dirinya adalah orang jelek yang tak memiliki harapan, tidak menarik dan tidak manis. Ini seharusnya seperti itu. Tujuannya pasti untuk hal itu.

“……………Ah-re…………”

Pada saat itu, sebuah pertanyaan mengambang dalam pikiran Natsumi.
---Tujuannya pasti untuk hal itu…………..?

Kenapa---------bertujuan untuk hal seperti itu.

“………….Ba-bagaimanapun……….ini mustahil untuk berpikir mereka akan melakukan hal itu pada musuh tanpa sebuah alasan. Ini pasti benar-benar………….ada tujuan tertentu………”

Setelah Natsumi mengatakan itu, dia mengangkat tanngannya pada dadanya dan berbicara dengan pelan.

“……………<Haniel>…………..!”

Ketika dia melakukan hal itu, tangannya bersinar dan sebuah cermin muncul diatas telapak tangannya.

“Guh……………..”

Luka yang dia miliki terasa sakit tapi……………….kekuatannya sudah dapat dikendalikan. Natsumi mengarahkan cerminnya kebawah------pada arah kasur dan merubahnya menjadi [Kasur dengan lubang yang mana dapat menyembunyikan satu orang].

Selanjutnya, dia memasukkan boneka kedalam selimut kasur dan merubahnya, membentuk seperti Natsumi sedang tertidur.

Natsumi menggeliat disekitar seprai kasur dan meninggalkan Natsumi tiruan di kasur sebelum, masuk kedalam lubang di kasur. Dan untuk ketiga kalinya, dia membuat <Haniel> bersinar, dan menutup permukaan kasur sebelum, menggali kebawah dengan cara; menggunakkan <Haniel> untuk men-trasnformasikan kasur, lantai, dan tembok dari dalam untuk bisa melewatinya.

“…………..baiklah”

Dan setelah beberapa menit. Ketika dia sampai ke korridor tanpa ada siapapun, Natsumi membentuk tembok seperti semula dan melihat sekitarnya.

Ada beberapa kamera observarsi pada ruangan karantina tapi, dia dapat mengelabui mereka untuk sementara. Untuk contohnya, ada ketakutan yang akan mereka alami saat memastikan keadaannya jika dia tidak menyentuh makanannya saat mereka memberikannya pada Natsumi. Tidak ada waktu untuk bersantai.

Keinginan Natsumi saat ini adalah menyelesaikan tujuannya dengan cepat, dia mengingat-ingat kembali wajah dari orang-orang yang dia temui disini dalam kepalanya. Lebih jelasnya, orang yang paling bagus adalah-----

“………….dia, boleh juga”

Setelah Natsumi sedikit mengangguk, dia memegang cermin <Haniel> diatas kepalanya.

diwaktu yang sama ketika cerminnya bersinar, tubuh Natsum mengeluarkan cahaya pucat. Tubuhnya lalu secara berangsur-angsur berubah bentuk dan-------setelah beberapa waktu, Natsumi berubah menjadi seseorang.

Gadis dengan tubuh yang kecil mungil mengenakan seragam militer merah Dia memiliki rambut yang dikucir dua dengan pita hitam dan ekspresi angkuhnya sangatlah mengesankan.

Ya-----dia adalah adik perempuan Itsuka Shidou, Itsuka Kotori.
Natsumi memilih dia karena Kotori adalah yang paling tepat, sejak dia berjalan disekitar tempat fasilitas ini sambil memperhatikan keadaan semuanya.

Bagaimanapun tentang hal itu. Perempuan ini memiliki gaya rambut twin-tail. Kartu as dari gaya rambut termanis, twin-tails. Ini adalah gaya rambut yang hanya digunakan jika seseorang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam dirinya sendiri. Natsumi sangat membenci gaya rambut ini. Dia sangat-sangat membenci ini saat dia berpikir berubah menjadi seseorang yang kampungan dan menetapkan sebuah twin-tails sebagai hukum……………tapi dia tidak memiliki pilihan sekarang. Dia sebenarnya tidak ingin menyamar menjadi perempuan twin-tail yang lancang tapi, efisiensi adalah prioritasnya sekarang.

“Oopps, hampir saja lupa”

Setelah Natsumi bergumam seperti itu, dia melepaskan salah satu kancing dari bajunya, dan memegang <Haniel> disana.
Ketika dia melakukan itu, pinggiran pakaiannya membuat cahaya pucat dan berubah menjadi permen kecil dengan gagang yang terpasang. ini adalah salah satu yang biasa Kotori jilat.

“Baiklah, semuanya sudah benar seperti ini”

Natsumi lalu mengatakan itu dengan suara yang sepenuhnya telah berubah dari beberapa menit yang lalu dan memetik jarinya. Dengan cepat, <Haniel> yang mana mengambang di telapak tangannya, berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang menjadi udara.

“Baiklah lalu…………..”

<Haniel> menghilang, dan Natsumi yang sepenuhnya berubah menjadi Itsuka Kotori, menarik nafas panjang sebelum mulai berjalan jalan kecil perlahan-lahan.

Dalam prioritas untuk tidak membuat siapapun menggagalkan tujuannya karena dicurigai lebih dulu di tengah-jalan, dia menggerakkan matanya untuk mengecek tempat sekitarnya. Didalam koridor yang luas dan panjang ini, dia menemukan sebuah pintu dengan kunci elektronik yang terpasang di samping. Dia masih tidak tahu seluruh tataruang bangunan ini tapi, sangat mudah untuk membayangkan jika fasilitas ini sangat luas.

“………………..Sungguh, tempat apa ini sebenarnya”

Natsumi menggerutu itu dengan suara pelan yang tidak bisa membuat siapapun mendengarnya. Memang benar jika fasilitas ini sedikit ada hubungannya dengan Shidou, Kotori, Tohka dan perempuan yang lain tapi, dia tidak tahu apapun selain hal itu. Tidak mungkin mereka akan mengizinkan mereka perempuan dan laki-laki muda menggunakkan bangunan ini dengan bebas bagaimanapun juga. mereka pasti bergabung dengan beberapa organisasi-------atau mungkin mereka memiliki pendukung besar dibalik mereka. Ketika dia berpikir tentang hal itu, Natsumi merasakan udara dingin yang menghembus punggungnya.

Untuk beberapa maksud, mereka berencana untuk menggunakkan Roh yang ditangkap yaitu Natsumi sebagai kelinci percobaan. Sambil melihat pada pemandangan dari koridor yang mana membuatnya memikirkan sebuah lembaga penelitian atau rumah sakit, Natsumi berpikir seperti itu.

Natsumi lalu berjalan sambil memikirkan hal itu sebelum, suara yang memanggilnya terdengar dari belakang.

“Ah-re, Komandan?”

“……………!”

Setelah membuat sedikit kejangan dengan pundaknya dan memutar balik, dia melihat perempuan dengan rambut poni yang panjang mengenakkan seragam militer yang memiliki warna yang berbeda seperti Kotori berdiri disana. Dia adalah pegawai restoran hamburger yang mana Shidou dan yang lainnya membawa Natsumi kesana kemarin.

“Apa yang terjadi pada anda sampai ada disini? Bukankah anda bilang jika anda akan kembali ke <Fraxinus>?”

“……………, Aah, Aku berpikir untuk memastikan keadaan Natsumi”
Dia mengeluarkan suaranya, untuk menghindari keluarnya rasa panik. Perempuan itu lalu menggangguk tanpa ada rasa kecurigaan sedikitpun.



“Ah, jadi begitu……………….bagaimanapun, dari semua tugas yang ada, dia adalah salah satu yang paling sulit. Jika terus seperti ini, akan sangat sulit untuk menyegelnya………..”

“Segel? Apa yang kau maksud?”

Ketika Natsumi memiringkan kepalanya, perempuan itu membuka matanya lebar-lebar dalam keheranan.

“Ini tentang penyegelan reryoku. Kita buat dia mencium Shidou-kun dan hal itu akan membuat kekuatan Rohnya tersegel. Bukankah kita adalah organisasi dengan tujuan seperti itu?”

“………….!”

Natsumi mengangkat kedua halisnya dengan terkejut tapi, dia berpura-pura untuk tenang dalam prioritas menghindari kepanikan dalam dirinya.

“Aah……………..Itu benar. Maaf, aku sedikit kelelahan”

“Ahaha………….Itu sangatlah wajar. Baiklah, aku akan kembali ke <Fraxinus> jika aku sudah menyelesaikan tugasku jadi, sampai jumpa lagi ”

Setelah mengatakan itu, dia sedikit membungkuk. Natsumi merasa sedikit tenang dalam hatinya sambil menjawab kembali padanya.

“Errr.----------oh iya, bisakah aku bertanya sesuatu?”

“Ya? apa itu?”

Natsumi bertanya pada perempuan itu dan mengeluarkan suaranya.

“Apa kau tahu dimana…………Tohka dan yang lainnya sekarang? Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan mereka”

“Tohka-chan…………huh. Errrr, kalau tidak salah, aku melihat dia sedang berada di tempat istirahat disebelah sana”

“Aku mengerti, terima kasih. Sampai jumpa lagi”

“Ah----------Ya. Sampai jumpa.

Natsumi melihat dia bergegas pergi dan ujung-kakinya menghadap kearah Tohka dan yang lainnya berada, sebelum mulai untuk berjalan kembali. -----dia berjalan dengan cepat dalam sikap yang kelihatannya tidak wajar.

Dia telah membuang waktunya dan mendapat keuntungan juga karena perempuan itu pada waktu yang sama. Keuntungannya------adalah informasi, tentang dimana Tohka dan lainnya berada dan Kotori tidak berada di fasilitas ini sekarang. Meskipun begitu, tidak perduli berapa lama Natsumi berjalan disekitar tempat ini, tidak ada jaminan dia tidak akan bertemu orang aslinya. Dan yang lebih penting, fakta bahwa dia menemukan tujuan sebenarnya Shidou dan para Roh lainnya sudahlah jelas. Dia hanya aku mengerti, ketika dia berpikir apa tujuan yang mereka punya, yaitu mencoba menyegel kekuatan Natsumi.

“Aku pikir ini sangat aneh. Para orang munafik itu………..!”

Dan diwaktu yang sama, seseorang menemukan orang itu yang menggunakkan penampilan Kotori di fasilitas ini. Suatu saat jika dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke tempat yang disebut-sebut <Fraxinus> itu, ada kemungkinan Kotori yang asli akan mempertanyakan hal itu. Natsumi tidak punya waktu untuk bermain-main.

Dan, setelah berjalan beberapa menit, dia melihat ruangan yang mana sedikit terbuka didepan. Ada beberapa kursi panjan dan mesin penjual disekitar tempat itu-------dia lalu menemukan Tohka dan Yoshino yang mana sedang duduk disana.

Natsumi menyipitkan matanya sebelum berjalan kesana.

“-----Hi, Tohka, Yoshino”

“Mu?”

“Ah………Halo”

“Oooh? Bukankah itu Kotori-chan”

Tohka, Yoshino dan tangan kiri Yoshino (Yoshinon) melihat kearahnya dan memanggilnya. Natsumi mengayunkan tangannya sambil tersenyum sebelum berjalan kearah bangku tempat mereka sedang duduk dan berdiri didepan mereka.

“Ooo, Kotori! Tempat ini sangat hebat! Kau bisa minum dengan gratis!”

“Kotori-san mau………mengambil minuman juga?”

Apa yang kau mau? Yoshinon akan menekan tombolnya dengan bayanganku oke?”

Setelah mengatakan itu, [Yoshinon] *sha*! *sha*! Mulai membuat posisi tinju.

Natsumi membuat senyuman terpaksa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum, menyilangkan tangannya sambil membuka mulutnya.

Dia lalu-----bertanya. hal yang paling ingin Natsumi ketahui dari awal.

“Tidak perlu repot-repot. Yang lebih penting, apa yang kalian semua pikirkan-----tentang Natsumi”

Ya. Tidak diragukan lagi kalau mereka akan membuat lelucon tentang Natsumi jauh didalam hati mereka. Mereka akan berpura-pura merasa senang pada Natsumi karena ingin menyegel kekuatannya tapi, jika sekarang di tempat ini Natsumi tidak ada, mereka akan benar-benar meluapkan semua pikiran jahat mereka yang sebenarnya.

“Seperti apa……maksudmu?”

Tohka memiringkan kepalanya.------sungguh perempuan yang menjengkelkan. Atau mungkin, dia tidak ingin menjadi yang pertama menghina. Jika itu persoalannya maka------

Natsumi mendengus sebelum memalingkan padangannya kebawah dan melanjutkan kata-katanya seakan-akan jika dia menghina dirinya sendiri.

“Natsumi itu sangat mengganggu benar kan? Dia merasa sangat bangga ketika kita memuji dirinya. dia sangat memalukan”

Dia mengangkat pundaknya sambil berkata seperti itu.

---Tujuan sebenarnya dibalik kalimat itu adalah Baiklah lampiaskan semua perasaanmu yang sebenarnya.. Natsumi membuka matanya dengan lebar untuk mendesak Tohka dan Yoshino. Sekarang mereka mendapatkan pembenaran dari [Tidak menjadi seseorang yang memulai pembicaraan buruk], tidak diragukan lagi mereka akan membuat ekspresi menjijikan.

Tapi------

“Nu?”

“Eh………….?”

“Hnnn------?”

Disana ada 2 orang dan 1 objek melihat satu sama lain.

“Eh………….?”

Natsumi membuka matanya lebar-lebar pada reaksi yang tidak diduga. Ketika dia seperti itu, Tohka menyempitkan kedua halisnya saling berdekatan sambil berbicara.

“Kotori……………..apa yang terjadi? Ini tidak seperti dirimu ingin berbicara seperti itu”

“A-ahhno…….Natsumi-san tidaklah mengganggu…………itu yang aku pikirkan”

“Itu benar. Apa yang terjadi padamu Kotori-chan. Apa kau dalam mode kelelahan karena memiliki banyak  urusan?”

“Ap-apa…………..”

Natsumi dengan refleks mengambil langkat mundur.

“Ap-apa yang terjadi dengan kalian. Tidak apa, kalian bertiga tidak perlu berpura-pura baik. Semuanya memikirkan hal ini sebelumnya iya kan? Ini sangatlah menjengkelkan berpura-pura baik pada perempuan menjijikan itu”

“Apa yang kau katakan? Itu tidaklah benar kau tahu? Ini sangatlah menyenangkan memilikan dia pakaian!”

Ketika Tohka mengatakan itu dengan wajah yang gembira, Yoshino dan [Yoshinon] mengangguk sebagai tanda bahwa mereka setuju.

“Ya………….Natsumi-san sangat cantik…………”

“Iyaaah, make-up Shidou-kun sangat hebat. Yoshinon akan meminta dia melakukannya juga untukku kapan-kapan”

Sambil mengatakan itu, [Yoshinon] *ufuun* menekukan pinggulnya. Tohka dan Yoshino tertawa senang karena sikap [Yoshinon].

“Ka-karena…………tidak……ada cara lain……….”

Setelah Natsumi membuat ekspresi sedikit tidak tenang, Dia menggetarkan tubuh kecil mungilnya.

---Mereka benar-benar mengatakannya dengan perasaan mereka sebenarnya.

Fakta ini membuat sebuah pengaruh yang sangat kuat untuk membuat retakan dalam identitas Natsumi.

Beberapa kemungkinan yang mana dipikirkan Natsumi datang dengan cepat. Mungkin mereka menyadari kalau Natsumi menyamar menjadi Kotori, dan telah mendengar persoalan yang sama seperti ini sebelumnya dari orang lain. Atay, mereka memaksakan diri mereka sendiri memuji Natsumi karena seseorang yang berharha bagi mereka sedang disandera. Tidak tidak atau mungkin--------

Pemikiran tidak masuk akal masuk dan keluar. Tapi dibalik senyuman Tohka dan Yoshino hal itu tidaklah terlihat.

“I-ini pasti bohong. Kenapa…………..”

Natsumi telah lupa soal berpura-pura seperti Kotori dan seluruh tangannya gemetaran sebelum, dia melihat 3 perempuan berjalan didepannya. Itu adalah Yamai bersaudara dan Miku.

“Kuku, ada apa kalian berkumpul seperti ini?”

“Meminta. Biarkan kami bergabung juga”

“Fufu, semuanya sedang pesta teh ya?”

“Ka-Kaguya, Yuzuru, Miku………….!”

Natsumi menggetarkan tenggorokannya pada mereka seakan-akan jika dia bergantung pada mereka. Lalu mereka bertiga membuka matanya dengan lebar dan terdiam karena mereka terkejut saat Natsumi berteriak dengan tiba-tiba.

“Fuun, apa ada yang salah Kotori. Kau terlihat aneh. Apa kau telah membuka pintu menuju neraka yang tersegel dalam kegelapan?”

Kaguya membuat pose keren sambil mengatakan sesuatu yang aneh. Natsumi mengabaikan hal itu dan melanjutkan kata-katanya sambil memperbaiki kembali ketenangannya.

“De-dengarkan ini semuanya. Tohka dan Yoshino bertingkah aneh”

“Pertanyaan. Aneh seperti apa yang kau maksud?”

Yuzuru bertanya dengan heran. Natsumi membuat senyum membosankan sambil melanjutkan.

“Aku berbicara soal ini, tidakkah menjengkelkan untuk memperdulikan dirinya atau berpikir Natsumi itu benar-benar cantik kau tahu? Ahaha, ini sangat lucu benar kan. Ketenangan yang akan terganggu hanya karena melihat orang jelek itu”

Ketika Natsumi menaikkan pundaknya sambil berkata seperti itu, mereka bertiga mengangkat sebelah halis mereka bersama-sama dalam kecurigaan.

“Fuun, Kotori kau benar-benar yakin mengatakan beberapa hal aneh, ini tidak seperti dirimu. Apa yang sebenarnya terjadi. ini sedikit terlalu cepat untuk menjadi gila karena racun bulan”

“Curiga. Kalimat itu kelihatannya tidak mungkin dikatakan Kotori”

“Jangan membicarakan Natsumi-chan seperti itu. Jika kau berpikir terlalu jauh, aku akan benar-benar marah!”

Miku memegang pinggangnya dan *punsuka*! mengembangkan pipinya.

Natsumi merasa detak jantungnya berdegup kencang karena reaksi mereka.

“Tung-tunggu dulu…………dia adalah roh yang buruk yang mencoba menjebak kita didalam cermin itu, dan menggantikan kita! Berpikir normal! Kenapa kalian ingin memihak pada orang seperti itu! TIdakkah kalian gila!?”

Dia sepenuhnya lupa jika dia sedang berubah seperti Kotori, dan berteriak disertai emosi.

Meskipun semuanya kebingungan pada sikap Natsumi tapi, mereka melihat satu sama lain dan [uu-nn…….] berkeluh keberatan.

“Baiklah……………sangat benar jika Natsumi membuat kita mengalami beberapa hal yang mengerikan tapi………….”

“Benar kan? Lalu------“

Ketika dia setuju pada Miku yang mengatakan hal itu sambil menempatkan jarinya di dagu, dia mengeluarkan suaranya.

Bagaimanapun------

“Tapi………jika soal hal itu maka, Aku juga benar-benar pernah membuat keributan sebelumnya jadi……..aku tidak bermaksud berkata sesuatu seperti lupakan hal itu tapi, paling tidak aku berpikir untuk lebih dekat dengan Natsumi-chan kau tahu?”
Ketika Miku berkata seperti itu, perempuan yang lainnya merasa setuju juga.

“Ooo! Aku juga!”

“A-aku juga………….. aku pikir…….kita bisa lebih akrab satu sama lain”

“Jika dilihat dari pembicaraan ini, dia memilih Yoshinon sebelum berubah benar kan? Iyaaa, dia adalah salah satu perempuan yang tahu bagaimana untuk tampil berbeda”

“Fuun, Dia adalah prajurit permberani yang dapat membuatku terpojok. Kelihatannya dia cukup kuat ditempatkan sebagai penjaga gerbang perang”

“Setuju. Dia memiliki hal yang tidak sia-sia”

“……………!”

Setelah Natsumi kehilangan kata-kata, dia berbalik dalam kekagetan.

Semua yang ada di dalam kepalanya telah berantakan. Natsumi menggertakkan giginya sebelum, meninggalkan ruang istirahat tanpa melihat pada wajah mereka.



“Errr……….tempat penginapan ada di sektor B benar kan?”
Shidou dengan perlahan-lahan berjalan di koridor fasilitas bawah tanah <Ratotoskr> tempat dimana Natsumi sedang dikarantina.
Ini mengambil sedikit jarak yang jauh untuk datang ke tempat ini dari rumah kediaman Itsuka------dan juga, untuk mengantisipasi kemungkinan diikuti oleh Ellen dan orang-orang dari DEM Company; dia harus mengambil resiko untuk memilih jalan memutar, membuat dia mengalami hal yang sulit hanya untuk datang kesini.
Meskipun begitu, selama Natsumi ada disini, Shidou tidak punya pilihan selain pergi kesini. Oleh karena itu, dia meminjam fasilitas penginapan bawah tanah untuk sementara, dan sebelumnya dia pulang kerumahnya untuk mengambil sikat gigi dan mengganti pakaiannya.
Disaat dia sampai di pinggir koridor, Shidou *don* merasakan sedikit tabrakan di dadanya.

“Oops”

Ketika dia sedikit merendahkan pandangannya, dia melihat gaya rambut kuncir dua yang familiar.

“Ou, Kotori”

“………………”

Ketika dia mengulurkan tangannya dan berkata seperti itu, untuk beberapa alasan, Kotori hanya terdiam dan hanya melihat pada wajah Shidou.

“Kau terlihat sangat kelelahan. Apa sesuatu telah terjadi?”

“………….Tidak. Tidak terlalu”

Kotori mengatakan itu dengan suara yang benar-benar muram. Shidou menggaruk kepalanya.

Kotori *pui* memalingkan pandangannya sambil berkata seperti itu seakan-akan jika dia tidak ingin untuk menghiraukan tentang Shidou lagi lebih dari ini dan akan pergi dari Shidou.

“Ah, tunggu sebentar”

“……..apa. Aku sedang sibuk”

“Aah, maaf maaf. ini tidak akan lama.------ini tentang Natsumi”

“………………………!”

DIsaat ketika Shidou membawa nama Natsumi, dia melihat telinga Kotori sedikit terangkat.

“Bagaimana keadaan Natsumi?”

Setelah mengatakan itu, Dia dengan tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar dan mendekat pada Shidou. Dia tahu kegelisahan Kotori sekarang sangat sensitif ketika ini tentang Natsumi tapi, Shidou merasa ini sangat ekstrim.

“A-aah………….ini tentang makanan Natsumi”

Menjadi semangat ketika Shidou mengatakan itu, dia melihat mulut Kotori […………haa] menjadi sedikit tenang.

“…………….fufu, ah, sifat aslimu akhirnya kau tunjukan”

“Eh?”

“Bukan apa-apa. Jadi, apa yang ingin kau usulkan? Haruskah kita berhenti memberikan dia makanan untuk beberapa waktu mulai sekarang hingga seterusnya? Atau haruskah kita menyampurkan racun pada makanannya?”

“Tidak…………..apa yang sebenarnya kau katakan. Jika ini lelucon, itu tidaklah lucu”

Dia membuat wajah merengut dengan keringat yang berjatuhan di dahinya. ketika dia seperti itu, Kotori membuat kedua halisnya berdekatan dalam keraguan.

“Lalu, apa? Apa yang sebenarnya ingin kau katakan”

“Tidak bisakah kita membiarkan Natsumi keluar dari ruangan untuk makan malam”

“……………? Apa maksudmu?”

“Semuanya sedang disini, Aku pikir kita bisa makan bersama-sama”

“……….huh?”

Setelah *pokan* pikiran Kotori kosong dengan seketika, […………..aah] dia menyimpangkan mulutnya.

“Aku mengerti, ini untuk menyegel dia. Kau memiliki kepribadian buruk juga. Sesuatu seperti merenggut reryoku Natsumi reiryoku setelah menggunakkan beberapa metode untuk memikat dirinya”

Shidou mengerutkan kedua halisnya karena sikap Kotori yang tidak seperti biasanya.

“Apa yang kau katakan. Bukankah Tujuan <Ratatoskr> adalah menyegel reryoku miliknya, dan memberikan Roh kesempatan untuk tinggal dengan aman dan hidup dengan bahagia iya kan”

“Eh……….?”

“Dan juga-------ini tidak hanya untuk meningkatkan level kasih sayangnya, seperti yang kau ketahui, selama dia berada didalam karantina, aku merasa jika dia makan sendirian, dia sangat kesepian . Semua orang ingin berbicara dengan Natsumi juga”

“………………”

“Mungkin, perasaan Natsumi akan lebih tenang sedikit jika dia memakan sesuatu yang enak…………..tunggu, Kotori?”

Shidou membuka lebar matanya.

Alasannya sangat sederhana. Kotori mulai mengeluarkan banyak air matanya dari matanya.

Pipi dan matanya menjadi merah dan pundaknya bergetar sedikit demi sedikit, dia juga tersentak untuk beberapa waktu. Shidou terkejut pada kondisi aneh adiknya yang gagah berani.

“O-oi, Apa yang sebenarnya terjadi! Apa aku melakukan sesuatu!?”

“Ap-apa…………..tidak ada apa-apa………”

“Tidak, ini benar-benar tak seperti tidak ada apa-apa! Tenanglah, aku akan membuatkanmu makanan juga jadi-----“

“Diamlah! Mati! Idiooooot!”

Setelah Kotori berteriak, dia mengusap air matanya dengan lengan bajunya sambil berlari di koridor.

“Oi, Kotori!?”

Bahkan ketika dia telah mengetahui hal itu, tidak mungkin dia membiarkan dia pergi sendirian. Shidou tergesa-gesa dan mengikuti Kotori.

Bagaimanapun, dia menghentikan kakiknya tepat setelah dia berbelok.

“Ah-re………?”

Kotori yang belok kearah sebelah sini tadi, menghilang seperti kabut.

“Kemana Kotori pergi……………”

Dia tidak dapat menemukan Kotori bahkan ketika dia melihat ke kiri dan ke kanan. Dan malah, disana ada chupa chups yang belum terbuka jatuh di lantai koridor seakan-akan jika menunjukan dimana Kotori.

“………………..dia menjatuhkan permennya, sungguh apa yang sedang terjadi padanya…………..”

Dia lalu mengambil chupa chups itu untuk mengembalikannya pada Kotori jika sudah bertemu dengannya dan tanpa ada pilihan lain berjalan kembali ke arah tujuannya.

Dan setelah berjalan beberapa waktu, telepon genggam di dalam saku miliknya mulai bergetar.------Nama [Itsuka Kotori] ditampilkan pada layar panggilan. Shidou menekan tombol jawab dengan panik.

“Halo? Kotori, apa kau baik-baik saja?”

“…………..huh, apa yang kau maksud baik-baik saja?”

Ketika Shidou bertanya, Kotori menjawab kembali seakan-akan jika dia bertanya pada Shidou apa sebenarnya maksud dari perkataanya.

“Tidak, itu karena baru saja tadi--------“

“Yang lebih penting ini adalah keadaan darurat. Aku baru saja mendapat kabar dari ruangan observasi disana”

Kotori memotong kalimat Shidou dengan mengatakan hal itu.

“--------Natsumi melarikan diri dari ruangannya”

“Apa………….!?”

Shidou terkejut karena laporan mendadak itu.

“Melarikan diri………!? Bagaimana! Bukankah dia belum bisa memanggil malaikatnya benar kan!?”

“Ini mungkin karena perkiraan kita salah…………atau mungkin ada beberapa cara yang dia gunakan saat memanfaatkan kekuatan transformasi miliknya saat dalam keadaan tidak stabil………..sesuatu yang mendekati hal itu menurut perkiraanku. Dia meninggalkan tiruan, dia merubah suatu benda yang mana telah diduga adalah boneka diatas seprai kasur dan menghilang. Lebih jelasnya, dia kemungkinan berusaha melarikan diri dengan menyamar menjadi seseorang. Apa kau menyadari sesuatu di dalam pikiranmu berubah menjadi siapa dia?"

“Jika kau bertanya seperti itu……seseorang terpikirkan olehku…….”

Shidou membuka matanya dengan lebar dan [Ah] mengeluarkan suaranya.
  
***
  
BAGIAN KETIGA

---Hampir 2 jam setelah kejadian itu. Shidou ke luar kembali dari fasilitas.

Sekalipun semua anggota di organisasi mencarinya diseluruh fasilitas bawah tanah, Natsumi dapat ditemukan sama sekali. Dari petunjuk yang didapatkan Shidou, Tohka, Roh lainnya dan Shiizaki, mereka melihat Natsumi menyamar menjadi Kotori tapi, selama Natsumi tidak memiliki waktu terbatas untuk terus dengan penampilan seperti itu, tidak ada petunjuk yang lebih jelas.

“Natsumi…………”

Dia berjalan kelelahan di sekitar kompleks yang daerahnya tidak jauh dengan tempat dia tinggal, sambil mengomel dirinya sendiri. Sekarang Natsumi menghilang, dia kehilangan alasan untuk menetap di bawah tanah dan sedang berjalan kembali ke rumahnya sambil membawa tas miliknya dengan baju ganti yang ada di dalamnya.

Akhirnya, mulai dari waktu mereka menyediakan tempat berlindung untuk Natsumi, Shidou tidak pernah melihat senyumannya lagi. Dia membenci apa yang Shidou dan yang lainnya lakukan dan tidak akan membuka hatinya pada mereka.

Tapi-------Shidou tidak pernah membawa dirinya untuk berpikir seperti itu, perasaan Natsumi yang sebenarnya itu.

Rasanya seperti Anjing yang berkali-kali disakiti oleh manusia untuk waktu yang lama, menjadi takut pada manusia dengan reflek bahkan ketika akan dimanja dan diajak bermain dengan mereka.

Itulah kenapa, tidak ada seorang pun yang akan berbicara hal buruk tentang Natsumi. Tidak ada seorang pun yang ingin mengolok-olok Natsumi. Dia percaya jika mereka tetap memberitahu dia hal itu dengan ketekunan hati, perasaan mereka akan menggapai Natsumi suatu saat.

“……………tidak”

Shidou berhenti berjalan dan sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya dalam penyangkalan.

Berpikir kembali soal hal ini, Anggapan Shidou terlalu kejauhan. Sebuh penyesalan kecil menembus hatinya.

Bahkan jika dia dapat menggunakkan kekuatan transformasinya, ini tidak berarti kalau luka yang dia punya sudah sembuh sepenuhnya. Dia tidak akan bisa melarikan diri dengan mudah jika dia telah ditemukan oleh AST atau Wizard DEM dalam kondisi terluka seperti itu.

Jika alasan untuk Natsumi melarikan diri dengan terburu-buru karena Shidou dan yang lainnya maka………………berpikir seperti itu, Pikirannya selalu tertuju pada arah kegelapan.

“…………Ini sangat tidak bagus, jika terus seperti ini…………”

Shidou sedikit menghela nafasnya sebelum mendapatkan kembali ketenangannya dan mulai berjalan kembali.

Dia dapat melihat rumahnya dengan segera setelah dia berjalan beberapa waktu. Shidou membuka pintu gerbang sambil mencari sesuatu di sakunya, dan mengambil sebuah kunci sebelum memasukkan kunci kedalam lubang kunci pintu.

“…………..Hnn?”

Bagaimanapun, Shidou memegang pundaknya. Tidak ada respon dari pintu bahkan ketika dia memutarkan kuncinya. Merasa curiga, dia memutar gagang pintu dan pintu terbuka tanpa ada hambatan.

Tanpa ada kekeliruan, Dia telah mengunci rumahnya sebelum pergi keluar. Tapi meskipun begitu, dia tidak dapat berpikir siapa yang pulang kerumah lebih cepat dibandingkan Shidou.

“Ini sangat aneh. Semuanya sedang berada di fasilitas bawah tanah sekarang-------“

Shidou berbicara hanya sampai disitu sebelum membuka matanya dengan lebar.

“Natsumi……………!?”

Ya. Natsumi sudah tahu dimana tempat kediaman Itsuka. Setelah Shidou membuka pintu depan, dia dengan cepat melepaskan sepatunya dan berlari ke ruang tamu.

Dia lalu masuk ke ruang tamu dan-----dengan seketika menghentikan kakinya.

Seperti yang Shidou perkirakan, Disana ada satu perempuan.

Tapi.

"Apa………..”

Wajah Shidou terlihat kaget dan kehilangan kata-katanya.

“-----maafkan aku, sedikit mengganggu waktumu”

Perempuan yang sedang duduk di sofa ruang tamu sepenuhnya berbeda dari yang Shidou perkirakan.

Dia memiliki mata berwarna biru dan memiliki rambut pirang pucat seakan-akan jika secara konstan bermandikan cahaya.------Ya. Wizard dari DEM industry, orang yang bernama Ellen Mathers ada disana.

“Ellen!? Kenapa kau ada disini……..!”

“Aku datang kesini dengan permisii untuk bicara baik-baik”

Setelah mengatakan itu, dia menunjukkan sofa yang berlawanan arah dari tempat dia duduk. Dia mungkin memberitahu pada Shidou untuk duduk.

“Apa yang……….”

Shidou berpura-pura bingung mendengar kalimat Ellen sambil menekan telepon selulernya didalam saku. Ini adalah situasi darurat. Dia harus memberitahu Kotori secepat mungkin-------

“………………….”

“Ap-apa…………..”

Tapi disaat itu, ketika dia berpikir Ellen mengangkat tangan kanannya, Telepon genggam Shidou mengambang keluar dan melayang di udara menuju kearah tangan Ellen.

“Tidak terlalu merepotkan untukku jika kau memanggil bantuan tapi, ini sangat mengganggu jika ini akan mengganggu pembicaraan kita. Aku sangat minta maaf tapi, aku akan meminjam benda ini sementara”

Ellen menyimpan telepon genggam yang dia curi dari Shidou di meja dan melihat kembali pada Shidou.

“Aku akan memberitahumu seperti yang semestinya tapi, semuanya yang ada didalam rumah ini berada dalam jangkauan Territory milikku. Aku tidak menganjurkanmu untuk melawan”

“Kuh………….”

Shidou menggertakkan giginya dalam kebencian sebelum, membuat sedikit desahan dan duduk di sofa berlawanan arah dengan Ellen.

“…………jadi, apa urusan yang dimiliki panglima tertinggi DEM-san denganku sampai mereka mendobrak masuk rumah penduduk yang lemah”

Pada kalimat terakhirnya yang bertujuan menentang, dia mengatakan itu dengan sindiran tajam. Bagaimanapun Ellen tidak menunjukan sedikit kepedulian tentang hal itu dan mulai melihat lurus pada mata Shidou.

“Urusannya tidak terlalu banyak. aku hanya ingin kau menjawab satu pertanyaan yang sederhana”

“Pertanyaan?”

“Ya. aku akan berterus terang dan bertanya.-------- sekarang, dimanakah Roh <Witch> yang kalian bawa beberapa hari yang lalu”

Ellen bertanya dengan suara yang tenang. Shidou mengepalkan tangannya dengan keras.

“………, Jangan bermain-main denganku! Tidak mungkin aku akan memberitahumu soal itu!”

Sebenarnya, Shidou ingin memberitahu hal itu tapi----dia memustuskan untuk tidak memberitahu. Dia tidak akan membiarkan perempuan ini tahu kalau Shidou dan yang lainnya membiarkan Natsumi melarikan diri. Natsumi dapat menjauh dari jarak bahaya, hanya dengan membuat Ellen berpikir kalau Natsumi masih dalam perlindungan <Ratatoskr>.

Bagaimanapun tidak perduli bagaimana suara marah Shidou, Ellen tidak merubah ekspresi tenangnya. Dia lalu melanjutkan kalimatnya dalam sikap yang tenang.

“Baiklah, sangat benar. Kita berpikir kau tidak akan memberitahu kami semudah itu”

“…………Aku mengerti. Maka tolonglah pergi. Aku harus menyiapkan makan malam”

“Kau yang membuat makan malam?”

“Apa itu mengganggumu?”

“Tidak. Itu sangat bagus”

“…………..Terima kasih”

Ketika Shidou mengatakan itu tanpa mencoba untuk menyembunyikan permusuhannya, Ellen membuat sedikit desahan sebelum berdiri dari sofa.

Dia lalu perlahan-lahan berjalan disekitar ruangan tamu dan melihat sekitarnya dengan perlahan seakan-akan jika dia sedang memperhatikan keadaan ruangan atau dapur sebelum membuka mulutnya.

“------ini sedikit sempit tapi, rumah ini sangat bersih. Ini membuatku dapat melihat orang-orang duduk disekitar dengan bahagia setiap malam”

“………..……”

Shidou mengerutkan halisnya disaat tidak mengerti apa tujuan sebenarnya dari kalimat Ellen tersebut. Tidak mungkin; kata-kata sastra yang telah dia keluarkan mengandung arti yang sebenarnya.

Bagaimanapun, Ellen bertingkah seperti dia tidak perduli bahkan jika Shidou tidak menjawab dan mengeluarkan suara indahnya.

“Aku heran siapakah yang ada didalam lingkungan bahagia ini. Kau-----Itsuka Kotori, Yatogami Tohka, Yoshino, atau mungkin, Yamai bersaudara dan Miku pasti ada didalamnya. Betapa indahnya. Tolong jaga hal ini dengan baik”

“………..Apa yang sebenarnya ingin kau katakan”

Menjadi tidak sabaran, ketika Shidou bertanya padanya, Ellen membalikan badannya kearah Shidou. Mungkin ini karena punggungnya menghadap ke jendela, dia tidak dapat melihat ekspresi Ellen dengan cepat karena cahaya dari belakang.

“--------Kau pikir berkat siapakah hal itu, untuk kehadiran lingkungan bahagia itu?”

“Apa?”

Shidou membuat kedua halisnya berdekatan karena pertanyaan tiba-tiba itu.

“…………..Baiklah, ini karena berkat Kotori dan <Ratatoskr>------“

“Kau salah”

Tanpa mendengar sampai selesai jawaban Shidou, Ellen menunjukan rasa tidak setujunya.

“-------Alasan kenapa kehadiran bahagia itu ada saat ini, karena Ike dan aku. Kita membiarkanmu semua, dan membiarkan kalian semua hidup, itulah kenapa kalian semua dapat menikmati kedamaian yang sebentar ini”

“Apa…………”

Shidou merasa punggungnya basah penuh dengan keringat.

Dalam kalimat Ellen, itu sepenuhnya tidak menandakan kalau kalimat itu adalah gurauan atau candaan.

Dia mengatakan itu dengan serius. Tidak terlihat ada keraguan dari hal yang tidak masuk akal itu dan benar-benar logis.

“…………………….”

Ellen adalah Wizard. Yang mana artinya, ada sebuah mesin yang dipasang kedalam otaknya, dia adalah manusia. Tapi tetap saja, kenapa. Kenapa dia merasakan sebuah perasaan aneh yang sangat kuat------ini tidak dapat disebut sensasi yang aneh, dibandingkan waktu ketika dia memiliki sebuah pembicaraan dengan Roh.

“Biarkan aku memberimu sebuah ringkasan”

Ellen perlahan mengangkat satu tangannya dan mengarahkannya pada Shidou. Bahkan meskipun itu adalah tindakkan yang singkat, Shidou merasa tiba-tiba saja menjadi sulit untuk bernafas. Mungkin dia merendahkan kadar oksigen disekitar tempat ini dengan memanipulasi Territory miliknya, atau dia menggunakannya untun menghambat hidung dan mulut Shidou, atau mungkin-----hanya dengan tekanan sederhana dia mengalahkan Shidou.

“Itsuka Shidou, dikelilingi oleh <Princess>, <Efreet>, <Hermit>, <Berserk> dan <Diva>. Untuk Kompensasi tersebut, tolong beritahu aku dimana saat ini <Witch>”

“Ja-jangan Bercanda-------“

“Tolong jangan salah paham. Tidak akan ada kompromi lebih tinggi dari ini. Kau tidak punya hak untuk memilih”

“Guh…………..”

“-----ini adalah perhitungan yang sederhana. Aku akan memberimu jaminan keselamatan para Roh untuk sekarang hanya dengan syarat memberitahu keberadaan <Witch>. Aku tidak berpikir ini adalah kesepakatan yang buruk”

Ellen mengatakan itu seakan-akan jika pilihannya dari awal hanya memiliki satu pilihan untuk diambil.
Tapi. Shidou mendengus setelah dia mengambil nafas dalam-dalam.

“…………….Maaf tapi, Aku bodoh dalam matematika dari sejak aku kecil”

“Aku mengerti. Sayang sekali”

Kelihatannya kalimat Shidou berada diluar dugaan Ellen. Tanpa menunjukan sedikitpun tanpa rasa ketidak beranian, Ellen memasukan tangannya kedalam jaket sebelum, mengeluarkan gagang pisau dengan mata pisau yang ada didalamnya.

Shidou tidak tahu benda apakah itu untuk beberapa waktu sebelumnya tapi-------di waktu yang sama saat Ellen mempertajam pandangannya, dia melihat sebuah cahaya redup yang menyala muncul dan keluar dari ujung gagang sebelum dia terteguk.

“Baiklah lalu, Aku akan membuatmu bermain denganku untuk waktu yang lama sampai kau sampai kau membuat perhitungan yang tepat keuntungan dan kerugiannya.------Aku masih heran berapa kali kau bisa menahannya, Aku sangat ingin melihatnya”

Ellen mengarahkan pisaunya kearah Shidou sambil menyimpangkan mulutnya untuk pertama kali.



 ***

 BAGIAN KEEMPAT

“Titik A tidak ada jawaban!”

“Titik B pun sama!”

“Kita telah kehilangan kuantitas terkecil Reiha yang terakhir kali terbaca dari area karantina setengahnya…………..!”

15000 meter dari Kota Tenguu, kapal udara <Fraxinus> sekarang sedang berada di udara. Saat ini di dalam dok utama, Suara dari kru kapal melayang-layang disekitar.

Ya. Saat ini, Kotori dan kru lainnya sedang menggunakan alat observasi yang terpasang di <Fraxinus> dengan sangat teliti, untuk mencari pembacaan setelah Natsumi menghilang.

Tapi------Hasilnya seperti yang dapat dilihat.

“Tsk……………Aku sudah memperkirakan ini tapi, respon dari Reiha tidak bisa mengejarnya seperti yang aku duga”

Kotori membunyikan lidahnya sambil menempatkan tangannya di dagu dan duduk pada kursi komandan.

Selama mereka tidak bisa mendeteksi pembacaan reiha, kamera otomatis yang terpasang hampir di seluruh Kota pastinya akan menjadi metode utama pencarian tapi-------Ini tidak memiliki banyak arti untuk mencari Natsumi sejak dia menahan kekuatannya untuk transformasi. Disaat mengetahui fakta bahwa dia sedang melarikan diri, tidak akan mungkin dia akan menggunakan penampilan yang mudah diketahui oleh Kotori dan kru lainnya. Jika dia merubah dirinya sendiri seperti salah satu orang yang lewat maka, ini hampir mendekati tidak mungkin untuk mencarinya.

“Ini sangat buruk……………akan sangat bagus jika dia mau mengusik Shidou lagi tapi, jika dia sedang berhati-hati pada kita dan tidak menunjukan dirinya sendiri maka------akan menjadi tidak mungkin untuk menyegel Reiryoku Natsumi”

Setelah Kotori mengatakan itu kesulitan, dia lalu memberikan sebuah perintah pada kru berkerja pada dok utama bagian bawah.

“-------Mencari dirinya tanpa ada petunjuk sangatlah tidak efisien. Fokus pada tempat saat Natsumi muncul sebelumnya dan cari disana. Taman hiburan yang tak terpakai disaat Shidou pertama bertemu Natsumi, rumahku, sekolah Shidou dan juga, di perbukitan saat kita melindungi Natsumi”

“Roger!”

Diwaktu yang sama saat kru menjawab, gambaran kota yang ditampilkan pada monitor mulai bergerak semua di waktu yang sama.

Dan disaat itu.

“…………..hnn?”

Melihat kearah tampilan layar yang ada di kursinya, Minowa mengeluarkan suara ragu-ragu.

“Apa ada yang salah? Jangan bilang padaku, itu respon dari Natsumi!?”

“Ti-tidak, bukan itu tapi………….”

“Apa kabar yang ingin kau sampaikan berita buruk. Apa yang terjadi sebenarnya?”

“Haah………….Bisakah kau melihat ini?”

Setelah Minowa mengoperasikan konsol, tampilan layar yang Minowa lihat, ditampilkan pada monitor utama kapal udara.

Pada bagian utama jarak observasi yang mana diperluas ke skala maksimum untuk mencari Natsumi------pada akhirnya di langit, ada satu pembacaan yang aneh ditemukan disana.

“……….Apa Ini?”

“Dinilai dari kecepatan tinggi dan orbit, dapat diketahui itu adalah satelit buatan atau sesuatu yang lain………..”

Kawagoe melihat pada layar sambil mengatakan itu. Kotori *fumu* berkeluh keberatan sambil membawa pandangannya pada Nakatsugawa.

“Bisakah kau memperbesar gambarnya”

“Hah, tunggu sebentar………….!”

Nakatsugawa mengoperasikan konsol dan sebuah noda seperti titik-titik keluar dari layar.

Setelah gambar itu diperdekat beberapa kali, resolusi gambar yang kasar ditampilkan pada layar utama.

“Sangat benar itu…………kelihatannya seperti satelit buatan. Tapi, kenapa itu hanya satu………..”

Tapi disaat itu, Mikimoto mengangkat kedua halisnya dan mulai melihat pada layar.

“Ini hanya sedikit tapi, ada pembacaan Maryoku disana! Apa lagi ini…………….sebuah peledak……….?”

“Apa kau bilang?”

Kotori membuat kedua halisnya menjadi saling berdekatan. Bahan peledak. Istilahnya, ini adalah bom magis yang terbuat dari Realizer.

“Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa benda seperti itu ada disaat-----“

Setelah mengatakan itu, Kotori menempatkan tangannya pada mulut.

“Jangan bilang………….tidak, tidak mungkin mereka akan menggunakkan metode bodoh-------“

“Ko-komandan…………apa ada sesuatu yang janggal?”

Nakatsugawa membenarkan posisi kacamatanya sambil bertanya. Kotori terteguk sebelum melanjutkan kata-katanya.

“Jika…………….ini hanyalah misalkan. Menurut kalian apa yang akan terjadi jika satelit buatan jatuh ke Kota Tenguu?”

“………………!!”

Karena kalimat Kotori.

Di waktu yang sama semua anggota kru kehilangan kata-kata.

 ***
 BAGIAN KELIMA

“…………………”

Rasa asin meluas di dalam mulutnya. Keringat jatuh bercucuran ke pipi hingga sampai masuk ke lidahnya melalui mulut.

Disaat Shidou diarah oleh ujung laser oleh Ellen, bagaimanapun juga dia mencari sesuatu di pikirannya untuk menemukan cara merubah semua situasi ini.

Tapi, Ellen tidak memberikan sedikitpun kesempatan. Kaki Shidou mungkin akan ditusuk dengan cepat jika dia menunjukan tanda-tanda untuk melarikan diri setelah itu.

Seakan-akan jika dia menebak pemikiran Shidou, Ellen membuat dengusan kecil.

“Itu tidak ada gunanya. Hanya ada satu pilihan untukmu agar bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup. Pilihannya yaitu memberitahu keberadaan <Witch>”

“…………maaf aku telah melupakan bagian itu baru-baru ini”

“Kalau begitu aku akan membuatmu mengingat kembali hal itu”

Setelah mengatakan itu, Ellen perlahan berjalan mendekat sampai dia berada tepat dihadapan Shidou.

“Guh……..”

Dia mencoba untuk menggerakan kakinya kembali paling tidak untuk mengambil jarak tapi-----tubuhnya tidak mau bergerak. Kelihatannya, Ellen menggunakan Territory miliknya untuk mengikat tubuh Shidou.

“Baiklah lalu-----Mulai dari jari tidaklah artistik. Jadi kita lihat…………”

Ellen membasahi sedikit mulutnya sebelum, membuat ujung laser yang dia pegang mendekat ke pinggir kepala Shidou. Seakan-akan jika--------ya, dia akan memotong telinga Shidou.

“-----Selain itu, Aku akan bertanya sekali lagi. Kau tidak berencana untuk memberitahu padaku keberadaan <Witch> benar kan?”

Ellen mengeluarkan kilatan dingin di matanya saat berkata seperti itu. Shidou merasakan detak jantungnya berdedup kencang sampai terasa tertekan.

Perempuan ini akan melakukannya. Tanpa keraguan satu inchi pun, dia akan melepaskan telinga Shidou. Dia mengingat kembali saat dia mengalami kesakitan yang parah karena ditusuk oleh Ellen dan kakinya gemetaran sedikit demi sedikit.

Tapi. Setelah Shidou membuat tepi bibirnya membentuk seperti senyuman, dia lalu mengatakan ini dalam kekosongan seakan-akan jika dia sedang menahan rasa gemetarannya entah bagaimana “……….Telingaku sedikit gatal”

“Aku mengerti”

Setelah Ellen mengatakan itu dengan singkat, dia dengan cepat mempertajam pandangannya dan dengan sekuat tenaga memegang ujung laser.

Tapi-------disaat itu.

“………………!”

Disimpan diatas meja, nada penuh irama dari telepon genggam Shidou terdengar dan pikiran Ellen mungkin teralihkan karena itu juga. Dengan seketika, pergerakan tubuhnya yang mana diikat oleh territory Ellen menjadi bisa digerakan. Dia mendengar kata-kata Kotori sebelumnya bahwa, tidak perduli seberapa hebatnya seseorang, menggunakan Territory tanpa memakai armor wizard membutuhkan konsetrasi yang tinggi.

“Fuu---------!”

Jika dia mengabaikan hal ini, tidak akan ada kesempatan lagi. Shidou dengan kuat menggerakan kedua tangannya dan mendorong dada Ellen.

“Guh!”

Ellen membuat ekspresi yang menyedihkan dan jatuh kebelakang. Shidou sangat berterima kasih banyak pada seseorang yang telah meneleponnya di waktu yang tepat dan dengan cepat melarikan diri dari tempat itu.

Bagaimanapun, disaat waktu dia akan keluar dari ruang tamu, tubuhnya tidak bisa digerakan lagi.

"Ap-apa…………..”

“………….Kau harus bertanggung jawab”

Disaat suaranya diiringi dengan marah yang dipendam, Ellen perlahan-lahan mengangkat badannya.

Jika dihitung, 3 detik saja belum berlalu. Dalam jarak waktu yang singkat, Ellen mengaktifkan Territory miliknya. Sungguh konsetrasi yang mengerikan.

“-----baiklah, walaupun ini hanyalah kebetulan, bagaimana caranya kau membayar ganti rugi karena  telah membuatku jatuh ke lantai?”

“Kuh-----“

“Dan juga, baru saja kau memegang dadaku. Aku mohon mati saja”

“Itu tak dapat terhindarkan!?”

Meskipun Shidou menjerit ketakutan, Ellen sama sekali tidak perduli akan hal itu. Dia untuk kedua kalinya, membuat ujung laser mendekat pada wajahnya.

Tapi disaat itu, telepon genggam Ellen mulai membuat sedikit suara getaran.

Ellen mengejangkan halisnya sebelum, mengeluarkan telepon genggamnya sambil menjaga kontrol Territory-nya.

“-----Ya, ini aku. apa ada sesuatu”

Ellen menjawab panggilan tersebut di waktu yang sama juga tidak melepaskan pandangannya dari Shidou tapi------

“………..Apa kau bilang?”

Informasi apakah yang telah dia dengar; ekspresinya tiba-tiba menjadi tengang.

“………….ya, ya. Aku mengerti. Kita sudah sepakat akan hal ini”

Setelah berkata seperti itu dan mematikan telepon genggamnya, dia untuk beberapa saat menunjukan keraguan ketika melepaskan Territory yang mengikat tubuh Shidou.

“Uwah……..!?”

Ini seakan-akan jika sebuah beban terlepas dari Shidou dengan seketika. Shidou kehilangan keseimbangannya dan terjatuh di tempat itu.

“Sungguh orang yang beruntung”

“Huh……..?”

Ketika Shidou ditengah kebingungan, Ellen tidak lagi melihat pada Shidou dan berlari keluar rumah seperti itu.

“Ap-apa………yang terjadi”

Ditinggalkan sendirian di ruang tamu, Shidou tercengang untuk beberapa waktu----di saat itu, dia melihat kalau telepon genggamnya masih mengeluarkan nada dering. Setelah dia berjalan kearah meja dan dia melihat nama Kotori ditampilkan pada layar ponselnya.

“Halo? Kotori? Dengarkan hal ini, baru saja-------“

“Kau menjawab panggilan terlalu lama! Apa yang sedang kau lakukan di saat-saat genting seperti ini!”

Ketika Shidou mengambil ponselnya, suara keras Kotori bergema.

“Ap-apa yang terjadi. Aku pun memiliki masalah besar juga disini”

“Lupakan saja, tolong tenangkan dirimu dan dengarkan”

Kotori mengatakan itu dengan suara yang serius. Shidou mecoba untuk mengajukan ketidaksenangan-nya tapi, dia membuat kedua alisnya saling berdekatan karena sikap Kotori yang tidak seperti biasanya.

“Apa ada sesuatu yang terjadi?”

“………….ya. Ini sangat mendadak jadi ini sangat hebat tapi------“

Di saat itu, Kotori mengatur nafasnya sebelum melanjutkan sisanya.


“------10 menit dari sekarang, sebuah satelit buatan akan jatuh ke Kota Tenguu”

Date A Live Jilid 9 Bab 9 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.