01 November 2015

Overlord Jilid 1 Bab 1 Bagian 1 LN Bahasa Indonesia


Halooooo!! Salam kenal gue Tio :D
Banyak istilah yang gue tetep pake Bahasa inggris, soalnya game kan kalo istilah-istilah soal game pake inggris juga. Kalo misal nanti ada perubahan bakal gua kasih tau lagi dikedepanya okeeeee. XD
Enjoy the read, yours truly.

---------------------------------------------------------------------------------

OVERLORD
CHAPTER 1
SEBUAH AKHIR DAN AWAL
PART 1

Sekarang adalah tahun 2138M, dan istilah DMMORPG tidak hanya nyata, namun hal yang biasa.
Merupakan singkatan dari Dive Massively Multiplayer Online Role Playing Game, dapat di deskripsikan sebagai game interaktif dimana seseorang dapat bermain didunia virtual yang seperti dunia nyata, dengan mengkoneksikan konsol ke saraf nanointerface sebuah nanokomputer intracerebral yang terdiri dari kelas cyber dan nanoteknologi.
Bagaikan kamu masuk kedalam game itu sendiri.
Dari sekian banyaknya jenis DMMORPG yang dibuat, ada satu judul yang bersinar terang.
YGGDRASIL.
Game yang dijunjung tinggi dibuat oleh jepang yang dirilis dua belas tahun yang lalu pada tahun 2126.
Apapun jenis DMMORPG yang dibandingkan, YGGDRASIL merupakan game yang menawarkan kekebasan yang tinggi pada pemain.
Jumlah class yang dibentuk dalam game dengan mudahnya mencapai lebih dari 2000 jika kamu menjumlahkan rank-normal dan rank-high class.
Semua class mempunyai level maksimal 15, yang artinya pemain mempunyai kurang lebih 7 class untuk mencapai batas level tertinggi, yaitu 100.
Ditambah lagi, kamu dapat merasakan berbagai class jika kamu dapat memenuhi semua syaratnya. Walaupun tidak terlalu efisien, dapat saja kamu mempunyai 100 Lv.1 profesi jika mau.
Dengan kata lain, itu merupakan system yang tidak mungkin mempunyai karakter yang sama, kecuali memang dengan sengaja dibuat seperti itu.
Tingkat kebebasan ini juga dapat diaplikasikan kedalam visual. Jika kamu menggunakan alat kreasi yang dijual terpisah, kamu dapat merubaj penampilan dari senjata dan armor (note: mau bilang baju besi cuma gimana gitu… ), data interior, visual karakter, dan pengaturan yang detail untuk rumah pemain.
Apa yang menunggu pemain yang akan bersiap untuk berpetualang dalam dunia seperti itu adalah peta yang sangat luas. Sembilan dunia asal yang terdiri dari Asgard, Alfheim, Vanaheim, Nidavellir, Midgard, Jotunheim, Niflheim, Helheim and Muspelheim (note: mitologi norse google aja kalo penasaran)
Dunia yang terbentang, class yang tak terhitung dan kostumisasi visual yang lengkap.
Yang membuat terbakarnya jiwa para artis pemain jepang dan membuat fenomena yang nantinya dijuluki ‘popularitas visual’.
Dengan popularitas yang meledak-ledak dibelakangnya, yang sampai mencapai tingkat dimana YGGDRASIL dan DMMORPG dianggap sebuah kesatuan dan sama dijepang.
——namun… Itu merupakan kisah dari generasi lalu.

* * *

Sebuah meja obsidian bundar yang megah berkilauan ditengah ruangan guild, dikelilingi oleh 41 bangku yang mewah.
Tetapi sebagian besar darinya kosong.
Hanya ada 2 bayangan yang terlihat dari semua anggota yang dulu biasanya selalu duduk.
Salah satunya menggunakan pakaian rumit, jubah hitam dan gaun akademik yang hiasan emas dan ujung yang berkilau violet. Dekorasi disekitar leher terlihat berlebih, namun anehnya, seakan memang sesuai.
Tetapi, kepada yang berada pada kerah yang mewah tidak lain dari tengkorak, tidak mempunyai kulit maupun daging. Terdapat nyala merah yang gelap didalam rongga matanya yang kosong, dan objek seperti halo yang berkilau-kilau dibelakang kepalanya.
Individu lainya yang duduk dikursi yang lain bukan manusia juga. Itu merupakan kumpulan dari gumpalan lendir hitam. Dipermukaanya, mengingatkan akan aspal, bergerak-gerak dan tidak pernah dapat menjaga bentuk yang konsisten bahkan untuk sedetik.
Yang pertama disebut merupakan Overlord yang mempunyai tingkat paling tinggi pada Elder Liches—Magic Casters yang telah berubah menjadi undead yang mengejar ulltimate magic. Yang terakhir merupakan Elder Black Ooze, ras yang mempunyai kemampuan asam yang sangat kuat dan merupakan yang terkuat dari golongan slime.
Namun, mereka bukanlah monster.
Mereka adalah karakter pemain.
Ras yang dapat dipilih pada YGGDRASIL dapat dibagi menjadi 3 kategori yang luas: ras humanoid klassik, seperti manusia, dwarf, elf; ras demi-human dengan penampilan yang menyeramkan seperti, goblin, orc, dan ogre, disukai karena kelebihan fisiknya; dan ras heteromorphic yang mempunyai kemampuan monster dan status yang lebih tinggi dari ras lain, namun dibatasi diberbagai aspek. Jika kamu memasukan ras tingkat tinggi pada ketiga ras ini, jumlah semua ras yang ada dapat mencapai 700.
Pastinya, sang Overlord dan Elder Black Ooze merupakan ras heteromorphic tingkat tinggi yang pemain dapat ambil.
Diantara dua pemain, sang Overlord berbicara tanpa menggerakan mulutnya. Walaupun sebagai generasi lalu yang top pada DMMORPG, secara teknologi itu mustahil untuk merubah ekspresi untuk mengikuti percakapan.
“wow waktu sudah lama sekali, ‘meromero’-sama. Walaupun ini merupakan hari terakhir dari YGGDRASIL, aku sejujurnya tidak berharap ada seseorang yang akan muncul.”
“aku setuju. Sudah lama sekali, ‘Momonga’-sama.”
Elder Black Ooze membalas dengan suara pria dewasa, tapi dibandingkan dengan sang Overlord, tidak ada jejak yang dapat digambarkan sebagai seha atau gagah.
“ini pertama kalinya senjak kamu merubah pekerjaanmu didunia nyata, jadi sudah berapa lama? ....Hampir kira-kira dua tahun?”
“Ah— Sepertinya benar. Wow~ sudah sebegitu lamanya.. Ohh, rasaku akan waktu seperti terpukul dngan keras karena aku selalu melakukan kerja lebih pada giliran malam setiap hari.”
“bukanya itu pertanda yang bahaya? Apa kamu baik-baik saja?”
“Secara fisik? Aku benar benar terkoyak.tidak sampai harus bertemu dokter, tapi aku sangat dekat untuk melakukanya. Aku benar-benar ingin melarikan diri, tapi tetap saja, aku harus menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhanku, jadi aku berkerja dengan hidupku sedangkan harus dicambuk seperti budak.
“Wow....”
Overlord—Momonga memiringkan kepalanya dan membuat gerakan kesal.
“Sungguh sangat tidak tertahankan.”
Suara Meromero yang sedih, dimuat dengan rasa kenyataan yang hebat, terbang kearah Momonga seakan untuk melakukan serangan lanjutan.
Komplain Dia mengenai kerjanya didunia nyata melaju lebih jauh.
Kisah tentang anak buahnya yang kurang ajar, rencana yang benar-benar diubah semalam, kritik dari atasanya karena gagal memenuhi quotanyaa, setiap hari begadang kerena jumlah perkerjaan yang bertumpuk, bertambahnya berat badan yang abnormal karena hancur bioritmik badanya, meningkatnya jumlah obat yang dimakan seiring berjalanya waktu.
Tetapi, dua orang disini tidak berpikir seperti itu.
Guild— sebuah tim yang terbentuk, diorganisasi dan dioperasikan dari kumpulan para pemain yang termasuk didalamnya, Ainz Ooal Gown, mempunyai dua peraturan untuk bergabung.
Pertama, kamu harus merupakan member sosial. Yang kedua, kamu harus merupakan ras heteromorphic.
Karena bentuk guild yang seperti itu, banyak kasus dimana komplain tentang dunia nyata menjadi topik, dan ini diterima para member guild. Bisa dibilang percakapan seperti ini merupakan suasana keseharian dalam Ainz Ooal gown.
Setelah beberapa waktu telah terlewat, ucapan sedih yang keluar dari Meromero terhenti.
“..... Maafkan aku untuk komplainku yang tiada henti. Aku tidak mendapat kesempatan untuk mengeluarkanya disisi yang lain.”
Meromero menggeliat yang terlihat seperti kepalanya bagaikan membungkuk. Untuk merespon ini, Momonga dengan cepat membalas.
“Tidak apa-apa, Meromero-sama. Aku yang mengajak kamu untuk datang, walaupun kamu sedang lelah.”
Dibandingkan dengan yang tadi, sedikit tawa yang ceria terdengar dari Meromero.
“Terima kasih banyak, Momonga-sama. Aku senang bahwa aku login dan dapat bertemu.”
“aku senang mendengar kamu bilang seperti itu.”
“.... tapi sepertinya, ini sudah waktunya untuk aku...”
Tentakel Meromero bergerak diudara bagaikan ingin menyentuh sesuatu. Dia sedang menjalankan konsolnya.
“Ahh, kamu benar. Ini sudah mulai larut malam.”
“Maafkan aku, Momonga-sama”
Momonga dengan pelan menghela napas untuk menutupi emosi yang meninggkat didalam dirinya.
“Aku mengerti, sayang sekali... sejujurnya, waktu yang menyenangkan sangat begitu cepat berlalu.”
“aku ingin bersamamu hingga berakhir, tetapi aku lelah.”
“kamu pasti sudah sangat letih. Silahkan, logout dan istirahat.”
“Aku minta maaf... Momon—tidak, Guild Master, apa yang akan kamu lakukan?”
“aku berencana untuk tetap online sampai aku terdiskonek ketika pelayanan berakhir. Masih ada waktu.. siapa tau, ada orang lain yang akan muncul.”
“Ohh begitu... Sebenarnya, aku tidak menyangka tempat ini masih ada.”
Disaat itu juga, sungguh sangat berguna ketidak mampuan untuk menunjukan ekspresi muka. Karena, jika ada, Dia bisa melihat meringis dengan sekali melihat. Momonga menutup mulutnya untuk menahan emosi yang mendadak muncul, karena itu pasti akan di ekspresikan melalui suaranya.
Dia dengan putus-asa menjaga Guild karena mereka membuat ini bersama, jadi ini hal yang pantas baginya untuk merasa kewalahan dengan sentimen yang tak terdeskripsi ketika kata seperti itu diucapkan oleh salah satu rekanya. Tapi sentimen itu segera sirna dengan apa yang Meromero katakan berikutnya.
“sebagai Guild Master, kamu menjaga tempat ini tetap berjalan agar kita bisa kembali kapan saja. Terimakasih.”
“... kita membuat tempat ini bersama. Sudah menjadi tugas Guild Master untuk merawat dan memerhatikanya agar siapapun bisa kembali kesini kapanpun!”
“ini semua berkat kehadiran kamu lah kita semua dapat menikmati game ini sepenuhnya.... Jika kita bertemu kembali, akan sangat baik jika itu di YGGDRASIL II.”
“Aku sempat mendengar rumor akan adanya sequel... tapi aku sangat berharap itu terjadi.”
“Ayo kita bertemu lagi jika waktunya tiba! Baiklah, aku merasa sangat sangat mengantuk sekarang, jadi aku akan logout.. Aku senang aku dapat bertemu kamu sebelum berakhir. Selamat menikmati permainan.
“.........”
Untuk sesaat Momonga hanya terdiam; tetapi dia memberikan kata terakhirnya saat itu juga.
“Aku juga mempunyai waktu yang menyenangkan karena kamu. Selamat menikmati permainan.”
Emoticon senyum muncul diatas kepala Meromero dengan sekejap. Karena tidak ada perubahan ekspresi di YGGDRASIL, pemain menggunakan emoticon untu mengekspresikan emosi mereka. Momonga mengoperasikan konsolnya dan melilih emoticon yang sama.
“Ayo bertemu lagi dilain tempat.”
—Guild member terakhir dari tiga guild member yang muncul hari ini menghilang.
Menghapus semua jejak pendatang, sunyi kembali datang diruang Guild. Kesunyian yang menelan memori dan emosi.
Melihat akan meja yang Meromero duduki baru beberapa detik yang lalu, Momonga mengerluarkan kata yang tadinya akan dia katakan pada akhir pertemuan.
“aku mengerti jika kamu lelah, tapi karena ini merupakan hari terakhir untuk bermain dan kamu sudah disini, tidak bisakah kamu tinggal sampai berakhir—?”
Tentu saja tidak ada jawaban. Meromero sudah logout ke dunia nyata.
“haaaaaaaaaah....”
Momonga menghelakan napas dari dalam hatinya.
Dia tidak dapat mengatakan kata-kata itu.
Fakta bahwa Meromero selalu lelah terbukti melalui percakapan mereka tadi. Tapi Meromero melihat pesan yang dia kirim dan muncul hari ini, di hari terakhir YGGDRASIL. Dia harusnya berterima kasih akan hal itu. Menginginkan lebih dari ini akan dianggap tidak tahu malu dan menyebalkan.
Momonga melihat tempat duduk dimana Meromero tadi berada, dan dia melihat sekelilingnya. Yang dia lihat adalah 39 kursi dimana rekan lamanya duduk. Setelah melihat sekelilingnya, matanya melihat tempat duduk Meromero kembali.

“Ayo bertemu lagi dilain tempat…………”
Ayo bertemu lagi diliain hari.
Sampai berjumpa lagi.
Dia mendengar perkataan dari waktu kewaktu. Tetapi dari semuanya yang benar menjaga perkataanya hampir tidak ada sama sekali.
Tidak ada yang kembali ke YGGDRASIL.
“Kapan dan dimana kita akan bertemu lagi….”
Pundak Momonga bergetar dengan hebat. Ketika perasaan sesungguhnya dia yang dipendam keluar dengan tiba-tiba.
“—jangan bercanda denganku!!!”
Dengan teriakan yang marah, dia memukul tanganya kemeja. Setelah menimbang aksi yang dilakukan sebagai serangan, sistem menghitung variabel yang tak terhitung seperti tingkat serangan tangan kosong Momonga dan struktur pertahanan meja, dan memunculkan hasilnya dimana momonga memukul dengan angka ‘0’.
“Tempat ini adalah the Great Underground Tomb of Nazarick yang kita bangun bersama! Bagaimana bisa semua orang menyerahkan itu dengan mudah?!”
Apa yang mengikuti setelah kemarahanya adalah kesedihan.
“bukan, bukan seperti itu. Mereka tidak menyerah, mereka hanya dihadapi oleh pilihan ‘dunia nyata’ dan ‘fantasi’. Ah. Mau bagaimana lagi, dan tidak ada juga yang berkhianat. Ini juga pasti pilihan yang sulit bagi mereka…”
Momonga berkomat-kamit bagaikan membujuk dirinya sendiri dan berdiri dari kursinya. Dia berjalan menuju dinding yang terdapat sebuah tongkat menggantung di dinding tersebut.
Mempunyai lambang caduceus (note: lambang kedokteran yang ada ulernya) dari tuhan yunani Hermes sebagai motif, tongkat itu dikelilingi oleh tujuh ular, yang pada setiap kepala ulang terdapat berlian dengan warna berbeda. Pada gagangnya terdapat kristal berkualitas yang transparan, dan menghasilkan cahaya biru keputihan.
Tongkat dengan kualitas tertinggi merupakan senjata Guild dan setiap guild hanya dapat memiliki satu, dan juga benda ini dapat juga dibilang simbol dari Ainz Ooal Gown.
Pada aslinya, Guild Master yang seharusnya membawa itu, jadi kenapa itu hanya menggantung didinding ruangan sebagai dekorasi?
Itu karena benda yang merupakan simbol dari keberadaan guild.
Kehancuran dari senjata Guild dapat di artikan dengan dihapusnya guild. Karena itu lah senjata guild disimpan ditempat yang paling aman, dan banyak kasus, dengan kemampuan yang sangat dahsyat tidak pernah melihat cahaya hari. Tanpa terkecuali guild terkemuka seperti Ainz Ooal Gown. Karena alasan itu, tongkat itu tidak pernah diberikan ke Momonga walaupun tongkat itu merupakan tongkat yang dibuat untuknya, dan malah menghiasi dinding.
Momonga mengangkat tanganya kearah tongkat, namun berhenti setengah jalan. Pada saat ini— walaupun penutupan pelayanan YGGDRASIL sudah dekat, Dia merasa ragu akan tingkah yang mencoreng kenangan jaya yang mereka buat bersama.
Hari yang dihabiskan bersama bertualang yang berulang hanya untuk membuat senjata guild.
Kenangan lama yang indah tentang membagi menjadi tim dan mengumpulkan material bagaikan kontes, berargumen tenatng bagaimana bentuknya nanti, dan menggabungkan ide dan membuat sedikit demi sedikit.
Itu lah masa jaya dari Ainz Ooal Gown—masa dimana mereka paling gemilang.
Sampai ada orang yang memaksakan dirinya berkerja keras untuk muncul. Bahkan ada juga yang muncul setelah berkelahi besar dengan istrinya karena dia mengabaikan keluarganya. Dan juga ada yang tertawa sambil berkata, dia mengambil cuti.
Ada masa dimana mereka menghabiskan harinya dengan bercerita, bersemangat tentang cerita kosong. Masa dimana mereka merencakan petualangan dan mengambil semua harta karun. Masa dimana mereka melakukan raid (note: istilah game, menyerang lawan dkk) dan menangkap kastil guild lawan. Masa dimana mereka menghancurkan semua boss monster tersembunyi yang mereka dapat temukan. Mereka telah menemukan sumber daya yang tak diketahui berkali-kali. Mereka telah menaruh berbagai monster dimarkas mereka dan membasmi pemain yang menjajah mereka.
Tapi sekarang tidak ada seorangpun.
37 dari 41 orang telah keluar, dan walaupun terdapat tiga yang tertinggal sebagai anggota guild, Momonga tidak dapat mengingat kapan terakhir kali mereka muncul kecuali pada hari ini.
Momonga membuka konsol dan mengakses data resmi, dimana dia mencari peringkat guild. Ada disuatu titik dimana mereka berdiri pada peringkat 9 dari 800 guild yang ada, tapi mereka sekarang turun pada peringkat ke29. Tetap, ini masih tidak begitu buruk dimana mereka pernah menjadi peringkat 48 yang merupakan titik terendah mereka.
Alasan kenapa guild ini tetap dapat menjaga peringkatnya bukan karena hasil dari eksploitasi Momonga, tetapi berkat barang peninggalan dari rekanya —relik masa lalu.
Walaupun sekarang seperti guild yang hancur, tetap ada masa dimana mereka bersinar.
—hasil dari masa itu.
Senjata guild mereka: the Staff of Ainz Ooal Gown.
Momonga tidak berharap untuk untuk membawa senjata yang penuh akan memori kedalam waktu kehancuran ini; tapi ada rasa yang terbakar dalam dirinya.
Selama ini, Momonga memasang pentingnya melakukan voting mayoritas.
Walaupun Dia memiliki jabatan sebagai Guild Master, apa yang dilakukan adalah perkerjaan sampingan seperti menghubungi orang orang.
Karena itu, pada saat ini dimana tidak ada siapa-siapa, pikiran untuk menggunakan kekuasaan sebagai Guild master terlintas dipikiranya untuk pertama kali.
“pakaian ini belum terlalu keren.”
Bergumam dengan dirinya sendiri, Momonga mulai mengoperasikan konsol untuk meng-equip avatarnya dengan armanen yang cocok dengan jabata tertingginya sebagai guild Master.
Armanen di YGGDRASIL dapat diklasifikasikan menurut ukuran datanya. Semakin besar data, semakin tinggi tingkat kemapuan senjata. Mulai dari yang paling bawah, kelasnya adalah: Lesser, Minor, Medium, Major, Greater, Legacy, Relic dan Legendary. Namun, saat ini, Momonga diperlengkapi dengan tingkatan yang paling tinggi dari itu semua — Divine.
Dijarinya yan tidak berdaging terdapat sembilan cincin, yang masing masing mempunyai kekuatan yang berbeda. Selanjutnya, kalung, sarung tangan, sepatu, jubah, dan gelang semuanya merupakan tingkat Divine. Dari harganya saja, satu dari itu semua merupakan mahakarya dengan harga yang sangat besar.
Jubah yang brilian menggantung dari bahunya, dan aura hitam merah berdesir dari kakinya. Walaupun auranya terlihat bergolak dan jahat, tapi ini bukan Skill Momonga. Dia menanamkan efek ‘Chaotic Aura’ kedalam jubahnya, karena masih ada ruang sisa dalam kapasitas data visualnya. Menyentuhnya sama sekali tidak bahaya.
Banyak ikon yang muncul dipojok pandangan Momonga, menandakan kemampuanya yang meningkat.
Merubah pakaian daru ujung kepala ke kaki, Momonga mengangguk akan kepuasanya dengan equipment dia yang merupakan guild master. Lalu dia mengangkat tanganya dan meraih Staff of Ainz Ooal Gown.
Pada saat dia menggenggam tongkat itu ditanganya, keluarlah lingkaran aura hitam merah. Terkadang membentuk muka manusia yang tersiksa dan hancur. Itu terlihat sangat jelas bagaikan kamu dapat mendengar suaranya kesakitan.
“Detail yang keren.”
Tongkat Tertinggi yang tidak pernah dia pegang sekalipun bahkan setelah selesai akhirnya jatuh ketangan pemilik aslinya dengan akhir dari pelayanan online YGGDRASIL sesaat lagi.
Memastikan ikon yang menandakan peningkatan statusnya yang dramatik, dia merasakan sedikit kesepian.

“apa kita harus pergi, simbol guild kita? Tidak, tidak seperti itu—Ayo kita pergi, simbol guild kita.”

Overlord Jilid 1 Bab 1 Bagian 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.