14 November 2015

Only Sense Online Jilid 2 Prolog LN Bahasa Indonesia

Ohayou, Minna-san! \(^O^)/ Mulai dari jilid ini, bersiap-siaplah untuk melihat Yun yg semakin lama semakin menawan sampai ke tingkat yang membahayakan namun juga sekaligus semakin tangguh. So, Happy Reading, Guys! heart emotikon

ONLY SENSE ONLINE
JILID 2 BAB PROLOG
TOKO DAN KURANGNYA JUMLAH PEMBELI


Sebuah bangunan kayu baru satu lantai yang tidak menunjukkan tanda-tanda terbakar sinar matahari didekorasi dengan sederhana, dan jalan masuknya terbuat dari batu-batu bulat.

Bagian dalam bangunan itu seperti rumah pribadi pada umumnya dari cerita fantasi. Aku melihat cahaya yang masuk dari pintu depan yang terbuka lebar.

“…tidak ada siapa pun yang datang…”

Haa, aku menghela nafas lelah. Tidak ada banyak pembeli yang mampir ke Atelier.

Merasa sedikit jengkel, aku menekan pipiku ke konter, rasa dinginnya sangat menyenangkan.

Setelah beberapa waktu, saat aku terus menunggu tanpa motivasi apa pun, tiba-tiba cahaya itu tertutupi. Secara refleks aku bangkit.

“Selamat datang. ——Ah, Kyouko-san, ya.”

Yang sedang berdiri di pintu masuk toko adalah Kyouko-san si NPC penjaga toko.

“Ya, aku pulang. Jadi, apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku tadinya sedang menunggu pembeli, tapi kelihatannya tidak ada siapa pun yang datang.”

“Sekalipun seandainya orang-orang tidak datang, toko ini tetap untung ‘kan.”

“Yah, kurasa.”

Tentu saja, toko ini baru saja dibangun dan belum banyak yang tahu, umumnya orang-orang tidak akan datang, tapi mungkin saja untuk orang-orang yang mengetahui keberadaan toko ini dari toko-toko titipan. Aku menunggu dengan sabar.

Setelah berkata demikian dengan senyuman yang menawan, Kyouko-san mulai memberi laporan seperti seorang sekretaris.

“Kalau begitu——Magi—san dan Cloude-san memberi kita harga bagus untuk Enchant Stone untuk dijual sebagai barang titipan.”

“Itu bagus. Apakah kita mencapai target jumlah uang dengan itu semua?”

“Ya, kita punya cukup.”

Dengan jumlah uang yang kupunya, bahkan setelah menguranginya untuk pengeluaran yang penting, aku dapat memperluas toko dan membeli equipment untuk Dosing. Akan tetapi, uang belanja itu akan habis sepenuhnya.

Tempat di mana aku berada saat ini adalah sebuah toko di dalam OSO yang pada dasarnya mengkhususkan diri pada barang-barang untuk dikonsumsi.

Toko ini ada dalam kepemilikian karakter game-ku — Yun; akulah penjaga tokonya.

Ada keadaan khusus di balik pendirian Atelier. Aku melompati tahap ‘menjual dengan stabil di kios’ dan sebaliknya aku menghasilkan uang dengan menjual barang-barang secara titipan di toko-toko lain. Dan karena aku ingin meneruskan penitipanku dengan toko-toko tersebut, sebuah masalah telah muncul, orang-orang tidak akan datang ke tokoku.

“Rasanya sepi tanpa seorang pun yang datang.”

“Kalau begitu, kau sebaiknya pergi keluar untuk menghasilkan uang dan mengisi kembali stok potion. Aku akan tinggal di sini menggantikan Yun-san.”

Dengan seulas senyuman menawan di wajahnya Kyouko-san membuat penawaran yang masuk akal, yah, itu benar. Yakin dengan hal tersebut, aku mengeluarkan equipment-ku untuk memeriksanya.

“Kita sudah mencapai jumlah target untuk memperluas fasilitas, aku akan pergi dan memintanya saat ini juga.”

Dan sementara melakukan itu, aku ingin berlatih berburu juga, dan sambil bergumam demikian dalam pikiranku, aku meninggalkan toko dan digantikan oleh Kyouko-san.

Tempat pertama yang kutuju ada NPC pak tua yang mengurus pembelian dan penjualan lahan.

“Pak tua, ada waktu?”

“Ada apa? Oh, si Nona.”

“Jangan panggil aku ‘nona’. Aku laki-laki.”

Ada alasan kenapa pria dengan kulit kecoklatan gelap ini memperlakukanku seperti seorang wanita.

Itu disebabkan mesin yang salah mengidentifikasi diriku saat pengeditan awal karakter OSO-ku, dan aku menjadi seorang karakter perempuan. Karena itulah si NPC memanggilku ‘nona’.

“Aku ingin memintamu untuk perluasan toko dan sebuah bengkel kerja di belakang toko. Juga, aku ingin kau mempersiapkan equipment untuk Dosing dengan level lebih tinggi.

“Kau akhirnya mengambil langkah lainnya, sebentar lagi tidak hanya sebuah konter toko.”

Dia bergumam saat menerima uangnya dariku. Bukan urusanmu, itulah yang ingin kukatakan. Tentunya, saat ini hanyalah sebuah bangunan kayu yang seperti kotak, dan hanya ada sebuah konter di dalamnya. Di bagian belakang hanya ada sepetak lahan untuk mengembangkan tanaman obat. Tetap saja, tempat itu menjalankan peranan dasarnya dengan baik.

“Yah, baiklah. Berapa lama yang dibutuhkan untuk renovasi?”

“Beberapa hari kemungkinan besar. Baiklah kalau begitu, aku akan kembali bekerja.”

NPC tersebut melipat lengannya dan berdiri di tempat yang sama di mana biasanya dia berdiri. Pekerjaan macam apa itu. Aku merasakan desakan untuk berkomentar ketus tapi berhasil menahannya. Aku berjalan melewati kota.

Saat aku berjalan, perasaan senang karena akhirnya merenovasi toko mulai muncul dan seulas senyuman bahagia perlahan-lahan nampak di wajahku. Dengan langkah ringan, aku menuju ke tempat berburu.

Tempat berburu yang biasanya kugunakan adalah sebuah hutan yang tidak begitu jauh dari kota. Di tempat ini aku dapat menemukan bahan-bahan membuat item untukAtelier seperti herb atau ore. Suasana hatiku begitu bagus dan merasa santai.

Akan tetapi, hari ini aku bertemu dengan sebuah party yang berada di sana lebih dulu dariku. Mata-mata mereka yang penuh selidik terfokus padaku dan bisikan mereka mencapai telingaku.

(“Lihat, dia mempunyai busur di punggungnya.”)

(“Benda itu memiliki akurasi yang sangat buruk dan boros.”)

(“Yah, itu tidak urusannya dengan kita.”)

Aku menoleh ke belakang dengan refleks setelah mendengarnya, menemukan mereka dan menyiagakan sebatang anak panah.

Aku membidik ke atas kepala ketiga orang tersebut dan melepaskan sebatang anak panah. Segera setelah anak panah tersebut menembus monster yang ada di atas mereka, monster itu jatuh ke tanah dan setelah memantul, monster tersebut menghilang. Melihat keterkejutan mereka aku merasa puas. Aku sebaiknya melakukan hal tersebut lebih sering. Dan merasa seperti itu, aku terus maju.

Busur——lebih tepatnya Sense Bow telah menerima perlakukan yang sangat buruk karena membutuhkan anak panah yang dapat habis. Ini adalah senjata utamaku, dan aku sangat menyukainya. Dan karena itulah, aku merasa sedikit tersinggung ketika mereka menjelek-jelekkannya. Aku bisa bertempur menggunakan senjata ini sama halnya kalau aku menguasai senjata yang biasa. Dengan perasaan demikian, aku melanjutkan mencari monster yang lebih kuat.

“Aku pasti akan mengubah cara pandang mereka!”

Dan setelah aku memasuki area dengan lawan yang lebih kuat di dalamnya, aku menghadapi pertempuran pertamaku dan kembali ke kota setelah tewas.

“Itu benar. Mereka melakukannya dengan sebuah party yang terdiri dari tiga orang. Apa yang kulakukan dengan menyerang monster-monster tersebut seorang diri. Aku benar-benar bodoh… ayo dinginkan kepalaku sebentar.”

Begitu aku termotivasi, aku gagal. Aku menggaruk-garuk belakang kepalaku dan sambil menghela nafas, aku memilih ‘Log Out’ dari menu utama. Karakter bernama ‘Yun’ telah mundur dari dunia OSO.
·
Aku berdiri di dapur pagi-pagi sekali menyiapkan kotak bekal makan siang.

Pakaianku, adalah sehelai celemek yang menutupi seragam musim panasku. Adikku Miu yang sedang duduk dalam pakaian seragam musim panasnya juga, melahap sarapan sebelum aku melakukannya. Meskipun masih ada waktu dan tidak perlu untuk panik, dia meletakkan daging ham dan telur goreng di atas roti panggangnya dan menyantapnya.

“Miu, meskipun kau tidak terburu-buru seperti itu, kau masih bisa tepat waktu.”

“Ughh… itu benar, tapi waktunya berharga. Aku akan menggunakan waktu yang tersisa untuk mengumpulkan informasi!”

Dan sambil berkata demikian, Miu menuang teh ke dalam perutnya dalam sekali teguk. Dia berkata ‘terima kasih untuk makanannya’ dan meletakkan piring kotor ke bak cuci piring di sebelahku.

Miu menyelesaikan sarapannya dan setelah membawa sebuah laptop dari kamarnya, dia memperhatikannya dengan ekspresi serius.

“Jadi, apakah kau menemukan sesuatu?”

“Onii-chan… sekarang, ada server maintenance yang sedang berlangsung.”

“Hmm.”

“Oh, balasan itu menunjukkan kalau kau sepertinya tidak tertarik. Juga, ada beberapa spesifikasi yang akan berubah bersamaan dengan perubahan versi.”

“Perubahan spesifikasi? Apakah mereka menemukan beberapa gangguan?”

“Tidak, bukan itu. Sesuatu seperti penyesuaian keseimbangan?”

Aku memberi isyarat pada Miu yang kelihatan seakan dia akan melahap layar laptop dengan tatapannya setelah dia membawanya ke ruang keluarga. Dia meletakkannya tepat di sebelah kotak makan siang yang sudah siap.

“Mereka memperkenalkan satiety system untuk memanfaatkan Sense Cooking yang gagal.”

“Hee ~, kalau begitu…”

“Makanan akan menjadi penting dalam game. Status akan menurun bersamaan dengan rasa lapar, dan yang terburuk kau bisa mati karena kelaparan. Haa, ini mengingatkanku pada sesuatu yang seperti rogue.”

Adikku perempuanku yang kelas tiga SMP ini melipat lengannya dan mengangguk-angguk beberapa kali. Kau, kau seharusnya lebih muda dariku, tapi seakan-akan kau mengingat sesuatu yang nostalgik dari zaman-zaman lalu.

Sesuatu yang seperti rogue yang Miu maksudkan sepertinya adalah RPG tipe stealthy.

Dalam game itu, player dan monster terus beraksi dengan bergantian giliran dan bergerak pada bidang kotak-kotak, sebuah game yang sangat mudah di mana kebiasaannya ditentukan oleh urutan yang dipengaruhi kecepatan mereka. Akan tetapi, kalau kau tidak sepenuhnya memanfaatkan item dan trap, kau akan mati dikepung lawan. Jika seorang player dikelilingi lebih dari delapan musuh, itu tidak akan berakhir dengan baik. Solusinya adalah dengan menghabisi satu baris penuh musuh atau membunuh yang berada di tiga petak kota terdekat di bagian depan.

Jika seseorang dikepung dengan cara yang buruk, monster-monster akan menggunakan hubungan pertemanan pada rekan-rekan mereka dan meningkatkan diri, atau kalauplayer tersebut terjebak dalam trap, akan diserang habis-habisan.

Dan kalau seseorang terus menaikkan levelnya sementara berada di tempat yang sama, dia akan mulai merasakan lapar. Ini adalah permainan yang sulit.

Shizuka-nee terampil dalam permainan tipe rogue ini. Dia biasa berkata Skill player hanya akan berguna kalau kau bisa memperkirakan apa yang akan terjadi. Dan kalau kau tidak bisa melakukannya, tidak ada pilihan selain mempelajarinya dengan mati.”. Game semacam itulah.

Akan tetapi, hal yang menarik perhatianku adalah…

“Bagaimana kalau kita tidak bisa makan di dunia nyata nantinya setelah makan di dalam game. Kalau seandainya aku membuat makan malam dan kita tidak bisa  memakannya karena hal tersebut, sangat disayangkan sekali.”

“Kupikir hal tersebut tidak akan terjadi. Aku mencoba makan food item Rice Ball di versi β, tapi rasanya tidak mengenyangkan. Jadi itu hanyalah semacam status dalam game.”

Hal semacam itu. Aku melihat kembali ke layar, yakin dengan hal tersebut.

Di layar, ada bermacam-macam contoh food item yang tersusun.

Toko dalam game-ku, Atelier berurusan dengan barang konsumsi. Menambahkan item jenis makanan pada produk-produk yang kutawarkan kedengarannya menarik. Aku bisa membuat item seperti sandwich dengan mudah hanya dengan menyusun bahan-bahannya.

“…ayo coba ambil Sense Cooking.”

Merespon pada gumaman tanpa sadarku——

“Onii-chan, bukankah kau sudah mengambil terlalu banyak? Bow dan Enchant juga Mixing. Dan sekarang Cooking…”

“Biarkan saja aku, adikku yang cheater.”

Aku juga berpikir kalau aku mengembangkan skill-ku terlalu lebar, tapi aku tidak menyesalinya. Aku berniat untuk memainkan game ini dengan caraku sendiri. Dan kalau aku tidak menggunakan Sense, maka aku bisa menyimpannya.

“Kalau itu Yun-oneechan, kurasa mage dengan tipe support-magic akan sangat cocok.”

“Kubilang, jangan panggil aku ‘Yun-oneechan’.”

Meskipun aku cemberut mendengar yang Miu katakan, aku mengerti apa yang dia maksud. Aku bisa meningkatkan stabilitas dari party dengan mengkombinasikanRecovery dan Enchant, dan jika ada waktu senggang aku bisa menyerang dengan sihir. Seperti itulah style yang dibayangkan, tapi... hei, itu tidak berbeda dengan apa yang kulakukan sekarang.

Untuk penyembuhan, apakah itu potion atau sihir, tidak ada bedanya. Untuk serangan, sama saja apakah aku menggunakan busur atau sihir.

Peranku tidak berubah banyak. Terlebih lagi, karakter yang kupunya sudah sepenuhnya ditujukan untuk support. Kalau seseorang membutuhkan makanan, maka adalah peranku sebagai support untuk menyediakannya.

Tentu saja, sekalipun tidak diubah saat ini, aku tadinya berpikir untuk suatu saat mengambil Cooking lagipula. Sesuatu seperti steak dari daging naga terasa seperti mimpi untukku.

“Grr… kalau begitu, biarkan aku setidaknya makan makanan enak di dalam game juga.”

“Baik, baik. Bekal makan siangnya akan mendingin, jadi taruh tutupnya di atasnya.”

“Apa yang ada di dalamnya hari ini?”

“Nasi ayam.”

“Yay! Onii-chan, aku cinta padamu!”

Meskipun dia senang karena makanan kekanakan semacam nasi ayam, di sisi lain aku merasa malu karenanya. Yah, aku tidak masalah karena itu mudah dibuat.

“Ayolah, masukkan bekal makan siangmu ke dalam tas sebelum kau lupa.”

“Onii-chan, ke sini sebentar.”

Begitu aku mencoba menikmati sarapan setelah menyimpan bekal makan siangku, Miu duduk di sebelahku menunjukkan layar laptop sekali lagi.

Di layar, ada kontak bisnis dan juga beragam jadwal untuk OSO. Di antaranya, ada infomasi terbaru mengenai update dalam format video.

“Aku akan memainkannya.”

”Senang bertemu kalian semua. Aku Yoshino Kazuhito dari departemen pengembangan Only Sense Online

Kami menonton seorang pria yang muncul di layar laptop. Dia adalah seorang pria tampan berumur sekitar 20-an. Bukannya dia seorang idola dari suatu tempat?

”Pengumuman kali ini adalah isi dari update dan sekaligus pengumuman event.”

Aku melirik sekilas pada Miu yang berekspresi serius di wajahnya saat dia menatapi layar. Dari sikapnya seakan dia ingin membuat lubang pada layar dengan tatapannya. Dengan tenang aku melihat kembali video itu.

”Update ini memasukkan lebih banyak realisme dengan memperkenalkan Satiety system. Sedangkan untuk event resmi, kami sudah mempersiapkan sebuah kejutan selama operasi libur musim panas. Dalam sepuluh hari pada pukul 1 siang, akan ada event resmi yang diadakan di Kota Pertama. Keikutsertaan dibatasi untuk party dengan 6 anggota. Jumlah item yang satu orang bisa bawa dibatasi paling banyak seratus. Tergantung pada apa yang kau lakukan selama event, bahkan player yang sudah lama tidak bermain dapat menjadi kuat dalam waktu singkat. Terlebih lagi, event ini juga berhadiah, jadi bergabunglah dan ikut berpatisipasi.”

Meskipun video tersebut tenang dan tidak lebih dari tiga menit, Miu mulai penasaran tentang isinya.

“Event resmi… menjadi kuat dalam waktu singkat… syaratnya adalah jumlah anggota dalam party dan item.”

“Miu? Sudah waktunya. Kita berangkat ke sekolah.”

“Yup.”

Bahkan saat kami meninggalkan rumah, kami terus membicarakan isi dari pengumuman tadi.

“Apa yang Onii-chan pikirkan tentang pengumuman barusan?”

“Ini adalah eventku yang pertama, ‘kan? Tidak ada rincian lebih tentang itu, jadi tidak ada yang bisa kupikirkan.”

“Itu benar, tapi mengingat mereka menyebutkan tentang menjadi kuat dalam waktu singkat, kelihatannya kita bisa mendapatkan beberapa item unik. Sepertinya sesuatu yang langka.”

“Itu adalah sebuah dunia yang tidak banyak kuketahui. Jadi, apakah aku harus ikut dan mencobanya? Bagaimana dengan Shizuka-nee?”

“Onee-chan adalah seorang maniak game, jadi dia pasti akan berpartisipasi, dan karena sekarang musim panas, akan ada banyak orang yang ikut serta juga~.”

Miu berjalan di sebelahku dan meregangkan tangannya secara bersamaan dan berkata sambil mengerjapkan matanya karena matahari. Aku juga mengerjapkan mata karena silau dengan cara yang sama.

“Kalau Shizuka-nee kosong, kita bisa mencoba untuk berpartisipasi bersama.”

“Ahh, mustahil, tidak mungkin. Onee-chan adalah wakil dari ketua guild. Mereka sudah memiliki tiga puluh anggota sekarang, dia tidak bisa mendahulukan keluarganya daripada anggotanya. Dan dia sudah melebihi kita juga.”

“Serius?!”

“Ya. Saat ini kami sedang menaikkan level di dekat pintu masuk selatan. Onee-chan mempunyai level yang lebih tinggi dan bahkan lebih jauh. Selain itu, dia menghasilkan uang untuk guildnya.”

Hoo~, dia udah memiliki guild. Setelah melakukan quest mendirikan guild, sepertinya masalah berikutnya adalah biaya, jadi dia bahkan menyelesaikan tahapan itu. Aku tidak ada niat untuk bergabung dengan sebuah guild, meskipun itu sama sekali tidak berkaitan.

“Dengan kata lain, tidak ada yang bisa kuandalkan. Mungkin aku sebaiknya berpartisipasi sendirian. Yah, setidaknya aku bisa melakukan beberapa persiapan.”

“Kurasa begitu. Aku juga harus bersiap-siap, dengan menaikkan level dan semacamnya. Walau begitu, ahh, aku mulai merasa ingin bermain sekarang. sekolah benar-benar merepotkan.”

“Hanya setengah hari, lagipula aku sudah menyiapkan bekal.”

“Onii-chan akan jadi pengantin yang baik nantinya.”

“Apa-apaan yang adik perempuan ini katakan pada saudara laki-lakinya…”

Aku memprotes Miu dan menghela nafas.

Kami masih punya waktu senggang sebelum sekolah dimulai. Sepanjang perjalanan ke sekolah, kami berjalan kaki. Berjalan melintasi aspal di tengah cuaca panas dan lembap ini benar-benar menuntut fisik.

Akhirnya setelah mencapai gerbang sekolah, kami berpisah karena aku di SMA dan Miu di SMP. Saat aku berjalan melewati koridor, aku mendengar suara-suara dari ruang-ruang kelas dan memasuki kelasku sendiri.

“Yo, Shun. Lama tak bertemu.”

“Tidak juga. Kita kadang-kadang bertemu di dalam game.”

Saat aku mengeluh, aku melemparkan sebuah tinju tanpa tenaga. Takumi menerimanya.

“Sepertinya, kau kelihatan mengantuk. Apa kau tidak cukup tidur?”

“Tidak, aku menaikkan level sampai jam dua belas malam. Aku bertugas untuk memancing musuh kuat di sebuah tambang. Itu adalah kenaikan level yang mantap.”

“Dasar pecandu game. Jadi, bagaimana? Apa kau dapat item bagus?”

“Tidak, itu sia-sia. Itu adalah ore-type tapi kami tidak bisa menggunakannya. Juga, bossnya terlalu kuat. Kami mencoba untuk menaikkan level kami sampai batasnya dan melanjutkan ke arah utara.”

“Aku mengerti. Aku melakukan hal-hal seperti memanen atau membuat barang. Kalau kau perlu sesuatu, datangi saja tokoku.”

“Akan kulakukan kalau begitu.”

Hmm. Sebuah tambang, ya. Aku ingin mencoba memasukinya sekali. Yah, ayo coba melihatnya setelah aku menaikkan level Craftmanship-ku.

Kami membicarakan tentang maintenance pagi ini dan info update serta event resmi.

Kesan yang Takumi dapatnya setelah menonton video yang sama adalah hal tersebut dibuat supaya orang-orang memanfaatkan Sense yang sampai saat ini tidak digunakan.

Selain dari itu, aku menghabiskan waktu yang ada dari pertemuan kelas pagi hari ini dengan Takumi dan teman-teman sekelas lainnya yang tidak kujumpai selama ini.

Hari itu adalah hari sekolah yang diadakan selama liburan musim panas, untuk merespon pengumuman dari guru, kami berkumpul untuk membersihkan sekolah setelah itu kami pulang ke rumah. Seperti itulah alur kegiatan hari ini.

Takumi berlari pulang ke rumah untuk sesegera mungkin log in ke dalam OSO dan memeriksa isi dari update.


Aku pergi untuk membeli bahan-bahan makan malam di perjalananku pulang ke rumah, dan segera setelah aku tiba, aku masuk ke dalam OSO juga.

Only Sense Online Jilid 2 Prolog LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

1 komentar:

  1. Klau boleh req, spasi antar paragrap jngan kebanyakan/kejauhan, susah liatnya lewat hp layar kecil

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.