02 November 2015

My Dearest Jilid 1 Chapter XXIV


MY DEAREST
JILID 1 CHAPTER XXIV
TERBONGKARNYA KEMAMPUAN ANGGELA

Bagian Pertama 
Akhirnya, waktu berburu tiba juga,” batin Anggela sambil melihat jendela keluar, melihat pemandangan laut samudera yang amat luas.

Tidak terlihat satupun dataran yang dia lihat saat itu. Dia benar-benar melihat lautan yang membentang luas.

Saat ini Anggela dan yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju daerah Frosy, mereka  menaiki sebuah Tw (Trainwater). 

Kereta api ini bergerak cukup cepat melewati perairan samudera laut yang cukup luas. Tw ini terdiri dari enam belas gerbong kereta, satu gerbong kereta cukup untuk menampung delapan sampai tiga belas orang.

Tw ini bisa dibilang salah satu transportasi yang sangat berkelas, tiap gerbongnya hampir mirip seperti kamar dalam hotel bintang empat. Berikut beberapa orang yang satu gerbong dengan Anggela: Anggelina, Shina, Eliza, Alysha, Sylvia, Salsa, Jim, Heliasha, Hizkil dan Fie.

“Ayo Sylvia, kamu dekati dia,” bisik Salsa pada Sylvia, sesekali dia juga melihat Anggela yang terlihat datar menatap pemandangan laut.

“Eeeh? Ke-kenapa mesti aku? –“ respon Sylvia terpotong oleh Anggelina yang datang menghampirinya.

Dia berjalan pelan sambil memasang senyuman yang manis.

“Sylvia, sudah lama yah?”

“Ang-anggelina?!” Sylvia terkejut karena melihat Anggelina, sontak dia langsung berdiri dari tempat duduknya.

“Ahahaha, biasa aja, aku juga mau ikut duduk kok,” senyum Anggelina lalu duduk di samping Salsa.

“Ma-maaf atas kejadian waktu itu, “ Sylvia terlihat menyesal menundukkan kepala.

“Kejadian waktu itu?” Anggelina bertanya kebingungan.

“Kejadian tentang terbongkarnya kebaikan Anggela,” Salsa tersenyum sedih melihat Anggelina.

”Ohhh itu ..., ya udahlah gapapa. Lagipula itu kemauan Kak Anggela sendiri.”

“Tapi kan –“

“Iya tenang aja Sylvia, kamu gak salah apapun kok,” jelas Shina ke arah Sylvia.

Dia berjalan pelan bersama Eliza menghampiri mereka.

“Ba-baiklah,” jawab Sylvia tersipu malu, sedangkan Salsa hanya tersenyum melihat sahabatnya itu.

“Tapi aku merasa heran, kereta ini kan sudah di pesan khusus oleh HoK. Tapi kenapa masih ada orang-orang yang tidak aku kenal,” Eliza bergumam sendiri sambil sambil melirik Fie dan Heliasha.

“Aku juga tidak mengenal mereka berdua,” khawatir Sylvia lalu duduk kembali di atas kursinya.

“Ak-aku pernah bertemu dengan gadis itu,” Shina terlihat gugup ketakutan.

“Gadis itu!?” tanya penasaran Eliza.

“Gadis yang sedang tiduran di atas kasur itu,” bisik Shina pada teman-temannya.

“Oh Kak Fie? Aku juga tau dia!” senyum Anggelina melihat Fie.

“Kamu juga tau, Anggelina?” tanya Shina terkejut.

“Iya aku tau dia.”

“Siapa dia?” tanya Eliza dan Sylvia secara bersamaan.

“Dia musuhku.” “Dia temanku.” Jawab serentak dari Shina dan Anggelina.

“Eh?” Anggelina dan Shina terkejut saling menatap satu sama lain.

“Musuh? Dia itu teman kita, dia membantu Adjoin saat kasus penculikan HoK, Shina.” lanjut Anggelina keheranan.

“Bohong, kan? Dia itu yang menyerangku waktu kasus HoK diserang, dia –“

“Ada apa ini? Berisik sekali! Suara kalian terdengar jelas olehku,” geram Fie sedikit kesal menyanggah perdebatan mereka, dia perlahan berjalan menghampiri mereka berlima.

“Ohh Kak Fie, kebetulan sekali,” senyum Anggelina melihat Fie.

“Ohh Anggelina? Lama tidak bertemu,” Fie membalas senyuman Anggelina.

~

“......”Shina hanya terlihat ketakutan, dia bersembunyi di balik sahabatnya Eliza.

“Shina?” tanya Eliza kebingungan.

“An-anu? Apa aku membuatmu takut? Aku tidak menggigit loh –“ tanya Fie keheranan. Tapi.

“Tunggu dulu ..., apa sebelumnya kita pernah bertemu?” tanya Fie pada Shina.

“Apa kamu lupa? Kamu yang menyerangku waktu itu, lalu –“

“Aww!” Shina terlihat kesakitan sambil memegang kepalanya. Ya, ingatannya telah dimanipulasi oleh Silca.

“Ohhh aku ingat!! Kamu yang waktu itu!” Fie memasang wajah terkejut.

“Kamu penjahat –“

“Maaf maaf, saat itu aku benar-benar menyesal, ” Fie menyesal sambil menundukkan kepala.

“Tapi tetap saja –“

“Udah Shina, dia kan udah minta maaf. Lagipula dia juga sudah membantu Adjoin buat menyelamatkan kalian,” sanggah Anggelina.

“Iy-iya udah deh, aku gak mau memperpanjang masalah ini.”

“Terima kasih,” senyum Fie melihat Shina.

“Umm Kak Fie, perkenalkan aku Eliza sahabatnya anak ini,” senyum Eliza sambil memegang pundak Shina.

“Saya Sylvia.”

“Saya Salsa, Kak Fie.”

“Salam kenal Eliza, Sylvia, Salsa,” senyum Fie.

“Lalu yang satu lagi itu siapa, gadis yang bersama dengan Alysha?” tanya Eliza penasaran sambil melihat Heliasha yang sedang mengobrol dengan adiknya.

“Aku pernah melihatnya di rumahku, tapi aku tidak tau namanya, ” jawab Anggelina sambil melihat Heliasha.

“Anggelina, ka-kamu tidak mengenalnya!?” tanya Fie cukup terkejut.

“Ti-tidak –“

“Ahh, dia berjalan kemari,” khawatir Shina sambil melihat Heliasha yang berjalan menghampiri mereka.

“Fie, kita harus membicarakan sesuat –“ Heliasha dengan nada serius, tapi langsung terdiam karena seluruh pandangan tertuju padanya.

“Ap-apa aku datang di saat yang tidak tepat?” lanjutnya dengan nada sedikit gugup.

“Ti-tidak kok, “ jawab Anggelina gugup.

“Ohh iya, kamu juga harus ikut Anggelina. Ada yang mau kita bicara –“

“Kak, perkenalkan namamu dulu. Bukankah tidak sopan jika kakak bersikap begini? Dan sepertinya Kak Anggelina juga tidak mengenalimu,” gerutu Alysha yang berjalan di belakang Heliasha.

“Kakak ?!” tanya Anggelina dan yang lainnya cukup terkejut.

“Ooh maaf atas ketidaksopananku ..., namaku Heliasha Aeldra, senang berkenalan dengan kalian,” senyum Heliasha memperkenalkan dirinya.

“Aeldra? Jangan-jangan –“

“Ya, aku kakak kandung Alysha,” senyum Heliasha.

“Ohhh ..., ah, per-perkenalkan namaku Shina.”

“Aku Eliza.”

“Namaku Sylvia.”

“Aku Salsa.”

“Shina, Eliza, Sylvia, dan Salsa,” senyum Heliasha sambil menunjuk mereka secara satu perserta.

“Baik, salam kenal semuanya,” senyumnya memejamkan mata.

“Ak-aku Anggelina –“

“Kamu tidak perlu memperkenalkan dirimu. Sudah jelas kalau aku mengenalmu, Anggelina, ” senyum Heliasha melihat Anggelina.

“Ka-kamu tau aku?”

“Tentu saja, kalau saja insiden itu tidak terjadi kita ini akan menjadi satu keluarga.”

“Insiden?” tanya Anggelina dan yang lainnya, kecuali Fie dan Alysha.

“Benar juga, kamu bilang seperti itu juga waktu itu. Kak Heliasha ini mengaku bahwa kakak merupakan kakak ipar Kak Anggela. Maksudnya gimana?”

“Anggela?!” Shina dan Sylvia cukup terkejut menatap Heliasha.

“......” Semua orang disana menatap Shina dan Sylvia.

“Ma-maaf,” gugup keduanya.

“Jadi begini, adik kakak yang bernama Halsy –“

Bump!!

Dalam sekejap mulut Heliasha tertutup rapat, mulutnya terkunci oleh tangan Anggela dan Hizkil.

Keduanya memasang wajah kekhawatiran amat dalam

“Ha-hampir!” keduanya bersamaan terlihat lega.

“.....” Semua orang disana hanya menatap keheranan Anggela dan Hizkil yang terlihat khawatir ketakutan itu.

***

Bagian Kedua 
“Halsy?” tanya Anggelina dan yang lainnya kebingungan.

“Buahhh! Apa-apaan kalian berdua ini!!” geram kesal Heliasha pada Anggela dan Hizkil.

“Heli, jangan membicarakan masalah ini padanya!” bisik Hizkil sambil melirik Anggelina.

“Haah?! Kenapa?!”

“Kamu tanya kenapa?! Tentu saja bagaimana jika dirinya jadi memaksa ikut terlibat!” geram kesal Anggela menutup matanya.

Anggela sungguh terlihat sangat kesal.

“Bukankah itu bagus? Misi kita akan lebih mudah –“ senyum Heliasha.

“Apa kamu bodoh, Heli?!! Tentu saja aku menolak keras jika dia terlibat!” teriak kesal Anggela.

“Ka-kamu memanggilku bodoh?! Dan tanpa panggilan kakak juga?!” geram kesal Heliasha pada Anggela.

“An-anu, itu –“ jawab Anggela ketakutan, lalu terdiam kesakitan karena mendapatkan pukulan dari Heliasha.

BUUAKKK!

“Lagi?” senyum Hizkil melihat Anggela dan Heliasha.

“Coba katakan seperti itu lagi!” geram Heliasha sangat kesal .

“Ma-maaf,” jawab Anggela kesakitan. Dia terlihat masih menatap tajam Heliasha.

“Ada apa dengan tatapanmu itu?!”

“Ak-aku sudah minta maaf kan?!” kesal Anggela cukup ketakutan.

“.....”

“Kalian ini benar-benar tidak berubah yah?” senyum sedih Hizkil pada Heliasha dan Anggela.

Eeh...?!” gumam Anggelina dan yang lainnya, kecuali Alysha, Fie dan Hizkil.

Hampir semua orang disana terkejut melihat tingkah Anggela dan Heliasha.

“Kenapa kamu tersenyum sedih seperti itu?” tanya Heliasha kebingungan melirik Hizkil.

“Tidak, aku hanya sedang mengingat masa lalu,” senyum sedih Hizkil memejamkan matanya.

“Begitu.” Heliasha sambil memasang wajah yang sama seperti Hizkil, dia ikut tersenyum sedih saat Hizkil berkata seperti itu.

“Ka-Kak Heliasha, bisa aku bertanya sesuatu padamu?”

“Bertanya? Silahkan saja Anggelina, jangan sungkan seperti itu.”

“Ak-aku juga, aku juga ingin bertanya.” Shina sambil berjalan satu langkah menghampiri Heliasha.

“Ka-kalau begitu aku juga!” Sylvia dengan nada gugup menatap Heliasha.

“Eeh?!” Anggelina memasang muka terkejut pada Shina dan Sylvia.

“Ja-jangan-jangan pertanyaan kita sama?” lanjutnya.

“Emmm ..., mungkin,” senyum kecil Sylvia dan Shina bersamaan.

“Baiklah, jadi apa yang ingin kalian tanyakan?”

“......” Untuk sesaat ketiganya saling menatap satu sama lain, mereka mengangguk dan sepakat mulai bertanya secara serentak.

Apa itu tragedi mengerikan?”

“.......” Heliasha hanya terdiam cukup terkejut mendengar pertanyaan itu.

“Apa itu berhubungan dengan masa lalu Anggela?” tanya Shina.

“Apa itu yang merubah sifat Kak Anggela?” tanya Anggelina.

“Apakah kakak tau tentang hal tersebut?” tanya juga Sylvia.

“Aku juga ingin mengetahuinya!” antusias Eliza sambil melihat Heliasha.

Heliasha hanya terdiam memasang wajah sedih. Secara perlahan dia melirik Anggela dengan tatapan menyesal.

“Benar juga yah, kamu belum mengetahui masa lalu kakakmu, Anggelina,” senyum sedih Heliasha melihat Anggelina.

“Biar aku ceritakan masa –“ lanjut Heliasha sambil duduk di atas kursi.

“Tung-tunggu Kak! Pikirkan bagaimana perasaan Anggela jika kakak menceritakan hal ini?!” sanggah Hizkil dengan nada sedikit kesal, dia melirik Anggela yang menutup matanya terlihat serius.

“Anggela?” Heliasha sambil melihat Anggela.

“Ke-kenapa kalian bertanya padaku? Kalian juga merasa kehilangan kan? Khususnya kamu Kak Heli, dia salah satu adikmu yang berharga!” senyum Anggela terus memejamkan matanya, aura disekitar terasa begitu muram.

“Tapi disini kamu yang paling –“ jelas Alysha.

“Lagipula aku masih menganggap kalau dia masih hidup.” Anggela dengan nada yakin dan membuka matanya.

“Anggela ...,” khawatir Hizkil, Alysha, dan Heliasha bersamaan.

Mereka menatap Anggela dengan tatapan menyesal.

Anggelina, Shina dan yang lainnya hanya terdiam kebingungan karena melihat percakapan tersebut. Mereka bertanya-tanya, apa yang sebenarnya sudah terjadi di masa lalu Anggela.

“Sudahlah ceritakan saja, lagipula bukankah kasian sama Anggelina jika dia tidak mengetahui tentang Halsy?” tanya Fie sambil membalikkan badannya.

“Tapi –“

“Iya benar yang dikatakan oleh Fie. Aku juga merasa kasian padanya. Padahal dia sendiri juga sangat ingin bertemu dengannya,” Hizkil melirik Anggelina yang masih kebingungan.

“Halsy Halsy? Sebenarnya siapa dia?” tanya Sylvia cukup kesal.

“Iya, aku juga penasaran –“

“Baik akan aku ceritakan, tak apa kan Anggela?” tanya Heliasha melirik Anggela.

“Astaga ..., jika ingin diceritakan, ya ceritakan saja! Tapi satu hal, jangan ceritakan cerita ini pada Anggelina! Aku tidak mau dia jadi ikut terlibat!”

“Tunggu kenapa aku tidak boleh?! Bukankah itu tidak adil?!” kesal Anggelina sambil berdiri dari tempat duduknya.

“Dia melakukan hal tersebut demi kebaikanmu Anggelina, “ senyum Hizkil.

“Demi kebaikanku?!” lirik Anggelina pada Hizkil.

“Iya.”

“Tung-tunggu, aku ingin bertanya pada kakak sebentar,” Anggelina menatap tajam pada kakak kembarnya.

“Apa?” Anggela melihat adiknya.

“Apa masalah ini bersangkutan dengan keluarga kita?!”

Anggela hanya terdiam tak menjawab pertanyaan adiknya itu, dia malah membalikkan badan dan berjalan ke arah pintu kamar kecil.

“Jawab aku kak!! Kenapa kakak malah menghindar –“

“Yaa, sangat bersangkutan. Keluarga kalian sangat berkaitan dengan masalah in –“

“HELIASHA!!” teriak kesal Anggela dan kembali berbalik pada kelompok tersebut. Dia sungguh menatap tajam Heliasha.

“Sudah cukup Anggela!! Anggelina bukanlah anak kecil lagi! Dia bukan adik kecilmu yang seperti dulu! Dia sudah kuat mungkin sangat kuat dibandingkan dengan yang lainnya!”

“Tapi jika dia ikut dalam misi berbahaya seperti ini, dia hanya akan menghambat kita!!”

“Menghambat? Kamu hanya tidak ingin adikmu terluka, kan?” senyum Hizkil memejamkan matanya, mulai melihat Anggela dengan salah satu matanya..

“.....” Anggela hanya menutup matanya seolah menahan kesal.

“Be-benarkah Kak –“

“Jika iya memangnya kenapa?! Sudah cukup bagiku kehilangan Halsy, aku tidak ingin kehilangan orang berhargaku lagi! Aku tidak ingin kejadian itu terulang kembal –“

“Dia tingkat Expert Anggela!! Dia setara dengan Fie!! Kamu tidak bisa memanjakannya!“ Heliasha sambil menunjuk Fie.

“Aku tau dia sekarang kineser tingkat atas, tapi pikirkan lawan kita siapa sekarang?! Dia bukan musuh seperti biasanya, kita mungkin bisa mati dalam misi ini Heliasha!!”

“Memang benar musuh kita sangat kuat, tapi dengan bekerja sama kita bisa mengalahkan –“

“Aku sendiri sudah cukup! Aku bisa menghabisinya sendiri!” Anggela sambil memasang wajah yang sangat marah. Dia mengepalkan kedua tangannya saat mengatakan perkataan tersebut.

Sifat arogannya kembali keluar.

“Kak Anggela itu terlalu gegabah!!” khawatir Alysha, dia berjalan pelan ke arah Anggela berniat menenangkannya.

“Aku tau kamu tingkat akhir sekarang Anggela, tapi itu bukan berarti kamu bisa menang melawannya!! Aku dan Silca saja mungkin akan kesulitan jika berhadapan dengannya!!”

Ti-tingkat akhir?!” gumam terkejut Shina dan yang lainnya.

“Eeehh?! Bukankah kalian tingkat akhir juga?! Kenapa bisa kesulitan melawan Charles yang hanya tingkat Lord?” tanya Fie terkejut melihat Heliasha. Tubuhnya sungguh bergemetar mendengar pernyataan Heliasha.

Di-dia juga?!” gumam kembali Shina dan yang lainnya, mereka melihat Heliasha dengan tatapan terkejut bukan main.

“Apa kamu lupa julukan Charles –“

“EHEMM!!” Hizkil terlihat kesal menatap sekitarnya.

 “Anggela, Kak Heliasha!” Hizkil dengan nada sangat kesal.

“Apa?!”

“Di-disini masih ada mereka, apa tidak apa-apa membicarakan masalah seserius seperti ini disini?!” tanya khawatir Hizkil sambil melirik Anggelina, Shina, dan yang lainnya.

Ad-aduh gawat!! Aku benar-benar melupakan mereka!!” Heliasha terkejut melihat Shina dan yang lainnya.

“Ti-tingkat akhir?! Tung-tunggu dulu, sejak kapan Kakak mencapai tingkatan itu?! Bukankah Kakak itu tingkat Lord?!” tanya Anggelina terkejut kesal melihat Anggela.

“Ap-apa maksudmu Anggelina?! Tingkat Lord? Kamu bercanda kan –“ Shina terkejut bukan main melihat sahabatnya.

“An-anu itu ...,” Anggelina hanya terdiam khawatir.

“Sekarang bagaimana?” tanya Hizkil sambil memejamkan matanya.

“Sudahlah, kita kasih tau mereka saja. Kenyataan kalau Kak Anggela dan Kak Heliasha mencapai tingkat akhir sudah benar-benar terbongkar.”

“Kamu benar Alysha, mereka sudah terlanjur tau. Tak apa kan Anggela?” tanya Heliasha melirik Anggela.

“Sejujurnya aku sudah tidak peduli dengan terbongkarnya kemampuanku!” jawab Anggela malas sambil berjalan ke arah kamar mandi.

***

Bagian Ketiga 
Anggela pergi ke kamar kecil meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan yang lainnya masih di dalam ruangan yang sama, tentunya dengan suasana tegang karena pembicaraan sebelumnya.

“Bi-bisa kalian jelaskan, apa maksud pembicaraan kalian tadi?” tanya Shina yang memasang wajah penasaran. Kedua tangannya bergemetar hebat.

“Ti-tingkat akhir? Apa itu benar?” Sylvia memasang wajah yang sama seperti Shina.

“Baiklah, sebenarnya Anggela itu kineser tingkat atas lebih tepatnya tingkat Lord. Beberapa orang di sekolah kalian sudah mengetahui rahasia kemampuan Anggela. Ya kan, Hizkil, Anggelina?” Heliasha sambil memejamkan matanya.

“Ya aku tahu kalau Kak Anggela itu tingkat Lord. Tapi aku baru mendengarnya sekarang, aku baru mendengar kalau Kakak sudah mencapai tingkatan tertinggi!” Anggelina sedikit kesal karena baru mengetahuinya.

“Sejujurnya aku juga sudah menduga kalau suatu saat nanti dia akan mencapai tingkatan it –“ khawatir Hizkil.

“Tu-tunggu dulu!! Aku tau betul kalau kemampuan Anggela itu lemah! Kemampuannya di sekolah hanya tingkat satu!” Eliza merasa yakin.

“Iya itu benar! Aku tau kalau Anggela hanya .... –“ Sylvia langsung terdiam dan mengingat tentang ujiannya waktu itu, ujian tentang mengukur kemampuan dengan menggunakan alat pengukur KM-D.

Ak-aku mengerti sekarang! Ternyata itu bukan khayalanku! Saat itu Anggela benar-benar menggunakan Railgun!!” batin Sylvia tersadar.

“Sylvia?” tanya Salsa khawatir.

“Sudah kuduga!! Dia waktu itu menggunakannya, dia menggunakan skill Railgun!”

“Waktu itu?” tanya Salsa kebingungan.

“Waktu tes pengukuran kemampuan, Anggela menghancurkan KM-D dengan skill Railgun!”

“Be-benarkah?” tanya Shina dan Eliza terkejut.

“Iya! Aku benar-benar yakin!”

Setelah mendengar pernyataan Sylvia tersebut Shina, Salsa dan Eliza langsung terdiam terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Anggela sebenarnya mencapai tingkatan seperti itu. Suasana menjadi sangat hening setelah pernyataan Sylvia tersebut.

“Ja-jadi selama ini dia menyembunyikan kemampuannya?” Eliza bertanya dan memecahkan keheningan tersebut.

“Iy-iya, aku tau kemampuan Kak Anggela setelah datang ke rumahnya, setelah bertemu dengan Kakak tertuaku, Keisha,” jawab cemas Anggelina.

“Minggu lalu, dia telah mencapai tingkatan tertinggi, dia mencapai tingkatan yang mengerikan, tingkat Divinity!” senyum Heliasha melihat Shina dan yang lainnya.

Divinity? Tidak pernah ada yang mencapai tingkatan itu, bukan? Kineser terkuat saat ini adalah Charles, dia mencapai tingkat Lord!” khawatir Anggelina.

“Anggelina, mungkin Kakak kamu tidak menceritakan ini tapi –“

“Kakak!” Alysha merasa khawatir sambil melihat kakaknya.

“Tak apa, tiga atau empat kineser tingkat bawah tidak apa-apa jika mengetahui rahasia ini. Lagipula Anggelina juga sudah mencapai tingkat atas, sudah sewajarnya dia mengetahui hal ini, “senyum Heliasha sambil mengelus-ngelus kepala adiknya.

“Jadi?” Eliza bertanya memasang wajah penasaran.

“Sudah ada lima orang yang mencapai tingkatan tertinggi, tingkatan yang lebih tinggi dari Charles, yaitu tingkat Divinity. Aku dan Anggela adalah dua dari lima orang tersebut.”

“Li-lima orang? Sebanyak itu?!” tanya kaget dari Sylvia, dia memasang muka yang benar-benar terkejut.

“Ak-aku belum pernah mendengarnya, aku belum pernah mendangar ada orang yang mencapai tingkatan seperti itu!” Shina memasang wajah yang sama seperti Sylvia.

Tubuh mereka bergemetar ketakutan.

“Sudah sewajarnya. Kenyataan ini hanya diketahui oleh kineser tingkat atas, seharusnya kami tidak memberitahu masalah ini pada kalian,” senyum Fie melihat Shina dan yang lainnya.

“Lalu bagaimana dengan masa lalu Anggela? Apa itu tragedi mengerikan?” tanya Sylvia penasaran.

“Baiklah, tidak ada gunannya menutup-nutupi masalah in –“

“Tunggu Kak Heli, bagaimana dengan Angg –“

“Aku akan bertanggung jawab, biar aku yang berbicara dengan Anggela nanti!” Heliasha memasang wajah serius.

“......”

“Apa kalian pernah mendengar tragedi Ardens Puella?” lanjutnya.

Ardens Puellan, Hmmmm ....,” Shina dan yang lainnya terlihat berpikir.

“Tragedi tentang gadis yang dibunuh secara keji, lalu dibakar oleh sekelompok orang? Apa yang itu?” tanya Sylvia kebingungan.

“Aku juga pernah mendengarnya waktu di daerah Frosy, pembunuhan paling keji dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, kan?” Anggelina terlihat memastikan.

“Aku juga mendengarnya kalau pembunuhnya masih belum di tangkap sampai saat ini. Lalu memangnya kenapa dengan tagedi it –“ Shina tetapi langsung terdiam berpikir, seketika wajahnya berubah menjadi wajah yang sangat terkejut.

“Jangan-jangan?” lanjut Shina bertanya khawatir.

“Ya.... gadis yang menjadi korban itu adalah Halsy, Halsy Aeldra adik perempuanku, dan Kakak perempuan Alysha,” jawab Heliasha tersenyum sedih.

“Kak Heli ...,” Hizkil memasang wajah khawatir pada Heliasha.

“.....”

“Ja-jadi begitu? Aku bisa mengerti Kak Heliasha dan Alysha sedih, tapi kenapa Kak Anggela dan dia juga ikut sedih? Apa hubungan mereka dengan gadis yang bernama Halsy itu!” tanya Anggelina melirik Hizkil.

“Mereka berdua sangat dekat dengan adik perempuanku, mereka berempat sejak kecil selalu bermain bersama.”

“Berempat?”

“Anggela, Hizkil, Halsy, dan Herliana .... Tapi tiga tahun yang lalu Halsy meninggal dibunuh, lalu beberapa bulan kemudian Herliana juga ikut menyusul –“

“Dia masih Hidup Kak! Liana masih Hidup!” geram kesal dari Hizkil.

“Begitu ...., di situasi seperti ini, kamu benar-benar mirip dengan Anggela,” senyum Heliasha.

“Be-begitu.... jadi Anggela kehilangan sahabatnya sejak kecil. Aku tidak menyangka kalau Anggela memiliki sahabat selain Kak Hizkil.” Anggelina memasang wajah cukup sedih.

“Sahabat? Maksudmu Herliana?” tanya Heliasha.

“Bukan hanya dia, tapi gadis yang bernama Halsy juga, kan? Mereka pasti teman yang sangat dekat –“

“Hahahahaha, kamu tidak salah sih, Anggelina. Tapi bukankah aku mengatakan kalau aku akan menjadi kakak ipar Anggela jika kejadian itu tidak terjadi?”

“Eh maksudnya?” tanya Anggelina, Shina, dan Sylvia terkejut. Hati mereka semakin berdetak cepat seakan ketakutan, khususnya Shina dan Sylvia.

“Halsy Aeldra, –“

“Kakak tunggu dulu!” Hizkil dan Alysha sedikit panik.

“Dia adalah tunangan dari Kakak kamu ..., Anggelina,” senyum manis Heliasha melanjutkan perkataannya.

“Tu-tunangan?!!” teriak Anggelina dan yang lainnya sangat terkejut.

“Astaga kita terlambat,” keluh Hizkil merasa bersalah.

“Kakak pikirkan dulu bagaimana perasaan –“ Alysha sangat khawatir.

“Sudah kakak bilang, Kakak akan berbicara sendiri pada Anggela –“

“Bu-bukan itu, tapi lihat ...,” Alsyha sambil melirik Shina dan Sylvia. Mereka berdua memasang senyuman yang dipaksakan, seolah-olah sedang menahan tangisan.

“Tun-tunggu dulu, jangan bilang kalau kalian? –“ Heliasha memasang wajah yang cukup terkejut.

Shina dan Sylvia hanya terdiam menundukkan kepalanya, lalu.

”Ak-aku mau ke toilet, ” senyum paksa dari mereka berdua, mereka berjalan cukup cepat ke arah kamar kecil.

“Tu-tunggu!” Salsa dan Eliza berjalan perlahan mengikuti mereka karena khawatir.

~~

Hening, untuk sesaat hening suasana saat itu. Heliasha, Alysha, dan Hizkil saling bertatapan karena kejadian tersebut.

“Ah ah, selamat Kak Heliasha. Kamu telah sukses membuat dua gadis menangis –“

“Aku tidak tau! Aku sungguh tidak tau kalau mereka berdua itu menyukai Anggela!” khawatir Heliasha bukan main.

“Dari sikap mereka kan sudah ketauan kan, Kak. Jika mereka itu suka sama Kak Anggela!” gerutu Alysha.

“Sudah tak apa Kak Heliasha, aku yang akan menghibur mereka nanti. Tapi yang lebih penting, apa yang kakak katakan itu benar? Apa Halsy Aeldra itu benar-benar tunangan dari Kakakku?”

“Iya benar Anggelina, mereka benar-benar sangat cocok, mereka berdua saling mencintai. Jika saat itu mereka sudah cukup umur, mungkin saat ini mereka sudah menikah, dan Halsy akan menjadi Kakak iparmu,” senyum Hizkil menjawab Anggelina.

“Lalu apa misi kalian ini berhubungan dengan Kak Halsy?!”

“Emm tidak juga, hanya saja orang yang sedang kami incar adalah orang yang membunuh Halsy. Jadi sudah sewajarnya kalau Kakak kamu Anggela –“

“Itu jelas-jelas berhubungan!! Aku ikut dalam misi ini! Aku juga akan ikut membalaskan dendam kematian Kakak iparku!!” teriak kesal Anggelina.

“Kakak ipar?! An-anu Anggelina, mereka belum menikah –“ khawatir Hizkil.

“Tapi mereka bertunangan kan? Mereka dipisahkan oleh orang itu, orang yang membunuh Kak Halsy!! Aku tidak bisa tinggal diam kalau situasinya seperti ini!!” Anggelina dengan nada sangat marah.

“Aku mengerti perasaanmu, aku juga merasa sangat kehilangan karena dirinya. Tapi Anggelina, kamu barus saja sembuh dari luka –“

“Aku tidak peduli! Aku akan ikut dalam misi ini!! Aku tidak peduli Kak Anggela atau Kak Hizkil melarangku!! Aku akan ikut!!”

“Anggelina ...,” Hizkil merasa khawatir.

“Kak Heliasha, izinkan aku bergabung dalam misi ini!! Aku akan membantu kalian dengan seluruh kemampuanku!!” Anggelina masih terlihat marah.

“Emmh baiklah, biar aku yang berbicara dengan Anggela nanti,” senyum Heliasha menganggukan kepalanya.

***

Bagian Keempat 
Perjalan akhirnya sampai, Anggela dan yang lainnya akhirnya sampai di daerah Frosy. Mereka mendapatkan waktu bebas sampai jam 05.00 PM untuk berkeliling di daerah Frosy.

“Heli, apa itu benar?! Apa Anggelina benar-benar mau ikut dalam mis –“

“Iya dia ikut, aku sudah menceritakan semua masa lalu tentang kamu dan Halsy.”

“Ke-kenapa kamu ceritakan!! Misi ini sangat berbahaya Heliasha, kita mungkin saja bisa mati!!” Anggela benar-benar marah hingga semua tatapan orang-orang tertuju padanya.

“Tenanglah ..., selama ada aku, kalian akan aman. Aku bisa mengehentikan pendarahan kalian dengan cepat!!”

“Aku tau itu, tapi –“ Anggela terlihat semakin kesal.

“Sudahlah Anggela, biarkan saja dia ikut,” senyum Heliasha.

“Lakukan saja sesukamu! Jika ada apa-apa, aku tidak akan menolongnya!” geram kesal Anggela sambil melirik Anggelina yang sedang berjalan di belakangnya.

Anggelina, Salsa, dan Eliza terlihat sedang mencoba menghibur Shina dan Sylvia.

Sedangkan di depan Anggela terlihat Hizkil, Fie dan Jim yang sedang berkenalan. Meski mereka baru pertama kali bertemu, Jim dan Hizkil langsung terlihat akrab dengan Fie.

“Jadi sekarang kita kemana?” lirik Anggela melihat Alysha yang berjalan di samping kirinya.

“Eh? Ke-kemana kita Kak?” tanya Alysha melihat Heliasha yang berjalan di samping kanan Anggela.

“En-entahlah, aku hanya mengikuti mereka,”jawab Heliasha melihat Hizkil dan yang lainnya.

“Eeeh aku juga tidak tau mau kemana, aku hanya kebetulan berjalan paling depan saja,” Hizkil sedikit kaget sambil membalikkan badannya, dia berjalan pelan sambil terus mebalikkan badannya.

Dia melakukan kebiasaan buruknya, berjalan mundur.

“Aku juga,” jawab Fie dan Jim bersamaan.

“Kebiasaanmu, bisa kamu hentikan kebiasaanmu itu Hizkil,” jelas Anggela sedikit kesal.

“Kebiasaan apa?”

“Berjalan mundur!”

“Eeeh.”

“Iya, sejak kecil juga kamu selalu melakukan hal tersebut. Berbahaya tau!” ejek Heliasha.

“....”

“Sudahlah Kak, jangan membahas masa lalu terus. Yang lebih penting sekarang kita mau kemana? Aku tidak terlalu tau area ini,” khawatir Alysha menatap sekitar.

“Satu-satunya orang yang pernah tinggal di area ini hanyalah dia, mungkin.” Anggela sambil melirik Anggelina dengan pandangan tidak yakin.

“Kalau begitu berhentilah melangkahkan kaki kalian! Kita akan mendiskusikan tujuan kita sebentar!!”

“Heli, bukankah kamu mau langsung menyelidiki markas mus –“

“Aku lapar bodoh! Kita tidak bisa bertarung jika perut kita kosong!!”geram kesal Heliasha pada Anggela.

“Jika kamu lapar, kenapa tidak masuk restoran yang baru kita lewati barusan?!”

“Aku takut makanannya mahal, gimana kalau nanti aku kena tipu.“

“Heli ..., keluarga Aeldra sangat kaya, aku tau itu. Kenapa kamu harus mempermasalahkan masalah pembayaran, iya kan Alysha?” geram Anggela sedikit kesal.

“Iya kak, seharusnya kita memperhatikan kandungan gizi dan suasana tempatnya!”

“Ya ya ya,” jawab malas dari Heliasha lalu berbalik melihat Anggelina dan yang lainnya.

“Semuanya sini kumpul!” teriak Heliasha melihat Anggelina dan yang lainnya.

Seketika karena teriakannya tersebut, Anggela dan yang lainnya semakin menjadi pusat perhatian.

“Kakak tidak perlu berteriak seperti itu juga kan!? Semua orang jadi memandangi kita nih.” Alysha sangat khawatir, wajahnya memerah.

“Memangnya kenap –“Heliasha kebingungan.

“Ka-Kak Heliasha kenapa harus berteriak seperti itu?! Semua orang memandangi kita sekarang,”Anggelina juga khawatir sambil berjalan pelan menghampiri Heliasha.

“Iy-iya Kak, kenapa harus beteriak seperti itu.” Shina berjalan pelan ke arah Heliasha yang diikuti oleh yang lainnya.

“Ap-apa kalian semalu itu? Padahal biasa aja ah,” jawab Heliasha kebingungan.

“Tentu saja Kak, disini ada beberapa gadis cantik seperti kalian! Lihat, dalam sekejap kita langsung jadi pusat perhatian,” senyum Eliza.

“Kenapa jika kita cantik? Apa kita membuat masalah –“ tanya Alysha kebingungan.

“Tentu saja Alsyha, berarti orang-orang yang memandangi kita sedang bernafsu sama kita! Mereka lagi pengen mai–“

Bumptt!! Seketika Mulut Heliasha kembali ditutup oleh tangan Anggela dan Hizkil.

“Heli apa yang kamu bicarakan!!” geram kesal Anggela sambil terus menutup mulut Heliasha.

“Pikirkan dulu apa yang kamu katakan Kak! Alysha masih dibawah 15 tahun!” geram khawatir Hizkil berbisik pada Heliasha.

Anggela dan Hizkil mulai melepaskan tangannya dari mulut Heliasha.

“Ma-maaf! Aku lupa!” bisik Heliasha merasa khawatir.

Sedangkan Shina dan yang lainnya hanya memalingkan wajah. Wajah mereka seketika memerah saat Heliasha berkata seperti itu.

“Ap-apa? Aku tidak mengerti maksudnya, Kak?” tanya Alysha polos pada Kakaknya. Mereka iri pada semuanya yang mengerti maksud perkataan Kakaknya.

“Bu-bukan apa-apa, Kakak hanya bilang kalau mereka mengagumi kita,” senyum paksa Heliasha pada adiknya.

“Ja-jadi kenapa kita berkumpul disini?”

“Kita akan menentukan tempat tujuan kita,” jawab Anggela pada Shina.

“Begitu! Bagaimana kalau kita –“ Anggelina perkataannya terhentikan oleh teriakan seorang gadis.

Gadis tersebut berlari cukup cepat menghampiri mereka.

“Anggelina!!” teriak gadis tersebut tersenyum melihat Anggelina, dia terus berlari menghampiri mereka tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya.

Saat kedatangannya, kedatangan gadis tersebut, seketika tekanan aura menjadi lebih dalam, dan angin berhembus menjadi cukup kencang.

Anggelina segera berbalik melihat darimana asal suara tersebut. Dia tersenyum setelah melihat gadis tersebut, dia berjalan cepat menghampiri gadis tersebut.

Gadis itu berambut pendek dengan warna kuning keemasan, dia memiliki sepasang mata yang cantik, matanya berwarna kuning keemasan.

“Riin!” teriak Anggelina bahagia.

Mereka pun langsung berpelukan, mereka bagaikan sahabat yang sudah lama berpisah dan kini bertemu kembali. Semua orang termasuk Anggela merasa keheranan dengan tingkah Adiknya saat itu, dia benar-benar menjadi pusat perhatian saat itu.

“Lama tidak bertemu! Kamu cantik seperti biasanya,” senyum Rin sambil melepaskan pelukannya, lalu dia perlahan mundur satu langkah dari Anggelina.

“Harusnya aku yang berkata seperti itu, Rin! Kamu tetap Anggun seperti biasanya,”senyum Anggelina membalas senyuman gadis yang dipanggil Rin.

“Kak Heliasha, Kak Anggela, lama tidak ketemu juga,” senyum Rin pada Anggela dan Heliasha.

Seketika Anggela langsung terdiam terkejut akan sapaannya, dia benar-benar tidak mengenal gadis tersebut.

Berbeda dengan Anggela yang tidak memberikan jawaban, Heliasha membalas senyuman gadis yang dipanggil tersebut. Dia tersenyum manis dan berkata.

“Ya ..., lama tidak bertemu.”

“Si-siapa?” tanya Hizkil penasaran, dia berbisik pelan pada sahabatnya.

“Ma-mana kutahu, aku tidak pernah bertemu gadis seperti dirinya.”

“Lalu kenapa dia bisa mengenalmu –“

“Ma-maaf Anggelina?” Shina yang penasaran mulai berjalan pelan menghampiri Anggelina dan Rin.

“Ah maaf Shina, biar aku perkenalkan .... Gadis ini –“

“Anggelina, biar aku sendiri saja yang memperkenalkan diri. Namaku –“

“RIN!” teriak kesal seorang lelaki yang cukup tampan, rambutnya cukup panjang berwarna kuning keemasan. Wajahnya benar-benar mirip dengan Rin. Dia juga memiliki warna mata yang sama seperti Rin, mata berwarna kuning keemasan yang indah.

Mirip!!” geram Anggela dan yang lainnya dalam hati, mereka benar-benar terkejut melihat wajah dari lelaki yang berjalan pelan menghampiri Rin.

“Ray!” senyum Anggelina melihat Ray.

“Yo, lama tidak bertemu Anggelina,” senyum Ray melihat Anggelina.

“Alysha, dia datang!” bisik Heliasha menggoda adiknya.

“Berisik!”

“Jadi?’ tanya Sylvia kebingungan, dia berjalan menghampiri mereka dan berdiri sejajar dengan Shina.

“Maaf-maaf, perkenalkan namaku –“

‘Rin, jangan berlari seperti itu! Berbahaya tau!!”

“Ray, bisakah kamu diam? Aku disini mau memperkanalkan diri! Kamu bisa memarahiku nanti!!” geram kesal Rin.

“Ba-baiklah,” segan Ray.

“Maaf atas ketidaksopanan kami berdua. Namaku Rin Jewerly Skyline, dan lelaki yang sangat mirip denganku ini adalah Ray Moonlight Skyline,” senyum manis Rin kepada Shina dan yang lainnya.

“Sk-skyline, kah?” senyum Anggela melihat Rin dan Ray.

“Memangnya kenapa?!” geram kesal dari Ray, dia seperti sudah siap bertarung dengan Anggela.

“Ray sudahlah, kamu jangan membuat masalah di situasi seperti ini,” bisik Rin pada Ray.

“Aku benar-benar membenci ras mereka, hanya Anggelina saja yang aku anggap baik-baik saja,” bisik Ray membalas.

“Emm ..., jangan-jangan kalian ini kembar?!” tanya kaget Eliza.

“Iya, mereka kembar identik,” jawab Anggelina.

“Keren. Mereka benar-benar mirip, ya kan Salsa?!” tanya Sylvia sambil berbalik melihat Salsa.

“Y-ya,” jawab Salsa gugup sambil memalingkan wajahnya.

“Salsa?!” tanya kaget Ray melihat gadis yang tertupi oleh Sylvia. Salsa sengaja bersembunyi di balik tubuh sahabatnya.

“Salsa?” khawatir Rin berjalan pelan menghampiri Salsa, dia ingin memastikan apa gadis yang bersembunyi dibalik Sylvia adalah orang yang ia kenal.

“Ha-hai Rin, lama tidak bertem –“

“Ka-kamu kemana saja! Aku dan Ray benar-benar mencari keberadaan kamu!” geram khawatir Rin pada Salsa.

“Sudah kuduga itu kamu!” geram kesal Ray sambil berjalan cepat menghampiri Salsa, seketika dia menarik tangan Salsa dan berkata.

“Ikut aku sebentar! Aku ingin menanyakan banyak hal padamu!” mereka pergi meninggalkan Sylvia dan yang lainnya. Semua orang kecuali Rin, Alysha, dan Heliasha terkejut melihat sikap Ray terhadap Salsa.

“Me-mereka saling kenal?” tanya Sylvia kebingungan, dia berjalan perlahan menghampiri Rin yang memasang wajah sedih.

“Ya ..., kami mengenalnya,” senyum sedih Rin.

“Ap-apa terjadi sesuatu di masa lalu mereka? Apa mereka memiliki masa lalu yang mengerikan seperti ...,” Shina sambil melirik Anggela yang kebingungan.

Anggela juga merasa kebingungan dengan sikap Shina, dia masih belum tau kalau masa lalunya telah diceritakan oleh Heliasha pada Shina dan yang lainnya.

“Tidak-tidak, ini hanya cinta segitiga. Kalian tidak usah memikirkan masalah ini,” senyum Rin.

“Be-benarkah? Tapi –“

“Kak aku pergi dulu sebentar,” khawatir Alysha, dia berjalan cukup cepat mengikuti Ray dan Salsa.

“Alysha?” tanya Shina dan Eliza kebingungan.

“Aaaahhh ...., aku baru ingat, kalau tidak salah Alysha itu tunangan lelaki itu, kan?” tanya Anggela melirik Heliasha.

“Iya.”

“Hmmm ..., sekarang aku sudah mengeti situasinya,” senyum Anggela memejamkan matanya.

“Ehh jadi cinta segitiga itu melibatkan Alysha dan Salsa?”

“Iya, ini sungguh tidak disangka. Alysha bertunangan dengan Ray, tapi Ray mungkin masih menaruh perasaan sama Salsa. Ya kan, Rin?” tanya Heliasha tersenyum ke arah Rin.

“Ya,” senyum Rin.

“Yang lebih penting kalian mau kemana? Biar aku antar?” lanjut Rin bertanya.

“Tapi bagaimana dengan mereka –“ khawatir Eliza.

“Biarkan saja mereka, biar mereka yang menyelesaikan masalah mereka sendiri.”

“Baiklah Rin, tolong tunjukan restoran terenak dan termahal di area ini.”

“Siap Kak!” jawab Rin sambil memasang hormat layaknya prajurit.

Ter-termahal? Bukankah dia tadi mencari yang termurah?!” gumam kesal Anggela dalam hatinya.

~~~

Dilain tempat, mungkin lebih tepatnya di dimensi yang berbeda, dimensi khusus atau yang disebut dengan Schyte Room. Terlihat kondisi yang memprihatinkan dengan suasana yang mencekam. Daerah tersebut benar-benar hancur karena sebuah pertarungan yang dahsyat.

Terlihat lelaki berambut perak dengan mata yang berwarna merah seperti ruby. Dibelakang lelaki tersebut telihat Gramior dan Lily yang sudah kelelahan karena pertarungan.

Lelaki tersebut tersenyum sombong pada lawannya yang sudah sekarat, tapi lawannya memaksakan tubuhnya untuk bangkit.

Lawannya menatap tajam pada lelaki berambut perak tersebut, sorotan matanya mengambarkan kalau dia benar-benar sangat marah.

Tapi apa daya, tubuhnya sudah benar-benar hancur, lebih tepatnya dia sudah mendapatkan luka yang sangat banyak. Kedua tangganya telihat sudah patah, hampir seluruh pakaiannya benar-benar basah oleh darahnya sendiri.

“Terimakasih Char, jika kamu tidak ada, kami pasti sudah mati melawannya. Kamu benar-benar menolong kami .... Tapi Char, sebaiknya kita pergi dari sini. Dia sudah tidak berdaya.”Gram kelelahan.

“Betul apa yang dikatakan Gramior. Pertarungan ini sudah berakhir, tidak ada gunanya jika kita melanjutkan pertarungan ini! Hampir dua hari kita terus bertarung seperti ini.” Lily lalu duduk karena kelelahan.

“Aku tau, tidak kusangka aku bisa melihat Fuaim Orga dalam kondisi seperti ini, benar-benar menyedihkan –“ geram Charles, dia terlihat baik-baik saja, dia tidak mendapatkan luka sedikitpun, dia juga benar-benar tidak terlihat kelelahan karena pertarungan tersebut.

“In-ini belum berakhir!” geram kesal gadis yang dipanggil Fuaim Orga. 

Ya, dia adalah Silca, salah satu kineser tingkat akhir. Dia berjalan pelan dengan kedua kakinya yang bergemetaran, tubuhnya benar-benar sudah tidak mampu untuk bertarung.

Ak-aku tidak menyangka kalau dia sekuat ini! Ini benar-benar diluar dugaan!! Ini benar-benar gawat jika dia bergerak melawan Heliasha dan yang lainnya.

Kemampuannya lebih mengerikan dari Kak Heliasha. Mungkin tidak ..., dia mungkin lebih mengerikan dari twins fairy skyline, Rin dan Ray!” batin khawatir Silca sambil melihat Charles dengan tatapan yang sangat tajam.

***

My Dearest Jilid 1 Chapter XXIV Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.