29 November 2015

Mondaiji-tachi Jilid 3 Bab 5 Bahasa Indonesia

Komban wa, Minna-san! \(^O^)/ Heemm...sebenarnya untuk LN ini, bisa dikatakan keraguan dan kebingungan menghantui selama proses penerjemahannya (cieee....bahasa puitis :3), karena bahasa Inggrisnya menurutku termasuk lumayan rumit. Jadi, kalau kalian ada masukkan atau komentar, please don't hesitate to tell me. And then, Happy Reading, Guys!

MONDAIJI-TACHI GA ISEKAI KARA KURU SOUDESU YO
JILID 3 BAB 5

Bagian 1

—Gerbang Luar nomor 7759175 [Air Terjun Besar Underwood], Bukit Fir Bolg1.

“Wa~!”

“Ah~!”

*shish* Asuka dan Yō sontak mengeluarkan suara terkejut ketika angin sejuk berhembus ke sisi bukit tempat mereka berdiri.

Di satu sisi, mereka terkejut dengan banyaknya kelembapan di angin tersebut, sementara di sisi lainnya, pemandangan di hadapannya membuat mereka terkesiap.

“Waaah…….Indahnya! Kenapa bisa adalah Pohon Air sebesar ini!”

Setelah berjalan keluar dari Gerbang Luar yang berada di atas sebuah gundukan, Yō dan yang lainnya segera pergi untuk melihat-lihat pemandangan yang membentang dari kaki gundukan tersebut. Sebuah kota bawah tanah yang diselimuti sesuatu yang seperti jaring-jaring dari akar Pohon dan sebuah panggung melayang yang memiliki penyemprot air dingin yang menari di udara sebagai bagian dari pemandangan yang menyambut mata mereka.

Bahkan meskipun dari kejauhan, seseorang juga bisa mengenali Air Terjun Tritonis yang mendapatkan sumbernya mengair dari bawah Pohon Air Raksasa. Air yang memancar turun dari batang-batang kokohnya, terlihat seperti miniatur air terjun Pohon Air Besar.

Ini adalah pohon yang dapat menghasilkan air. Pohon air [No Name] adalah tunas kecil dari pohon induk ini.

“Asuka! Lihat itu! Tepat di bawah dekat aliran yang menuju ke air terjun dari Pohon Air! Ada kanal yang dibuat dari kristal!”

Yō menarik lengan baju Asuka sambil berseru dengan suara yang terdengar sangat bersemangat dibanding selama ini dalam hidupnya.

Air yang mengalir keluar dari pohon Pohon Air raksasa memancar melewati batang terendah untuk jatuh ke kota di bawah. Mengikuti kanal berhias kristal yang dibangun di bawah tempat itu, aliran ganas dan hidup kemudian melintasi berbagai bagian dalam kota. Akar-akar yang merambat dari Pohon Besat juga memanjang keluar, terlihat ingin menutupi seluruh Kota Bawah Tanah. Kanal-kanal yang dibangun pada celah yang melewati tanah karena gerakan akar, diperkuat oleh kristal-kristal kehijauan.

Baik Pohon Air raksasa maupun Kota Bawah Tanah dibangun oleh penggalian tepi sungai.

Kombinasi dari dua area itulah yang orang-orang biasa sebut dengan [Underwood].



[……Oh? Kanal kristal itu…]

Asuka memperhatikan cahaya yang bermain-main di atas permukaan kristal-kristal tersebut saat dia memiringkan kepalanya atas pikirannya yang mengganggu. Kalau dia mengingatnya dengan benar, Asuka yakin bahwa dia telah melihat hal yang mirip di Sisi Utara.

[Kristal itu..apakah kaca berwarna hijau? Aku samar-samar ingat Sisi Utara memiliki…]

“Asuka, di atas sana!”

 “Eh?” Sekarang adalah langit dan dia harus mengangkat kepalanya ke atas. Meskipun Asuka mereka merasa ini sangat merepotkan untuk terus berganti antara melihat ke atas dan bawah, pikiran tersebut dengan segera berubah.

Karena ada banyak lusinan burung bertanduk yang terbang di kejauhan.

Asuka tercengang ketika dia melihat ke langit. Sebaliknya, Yō berbicara dengan begitu bersemangat saat dia mengamati kumpulan burung tersebut.

“Burung-burung itu memiliki tanduk…dan tanduk-tanduk itu seperti tanduk rusa! Ini pertama kalinya aku melihat burung semacam itu! Apakah itu semacam Eudemon? Kau tahu apa itu, Kuro Usagi?”

“Eh? Aa…Nn…ya…”

“Benarkah? Disebut apa Eudemon itu? Bisakah aku pergi dan melihatnya dari dekat dulu?”

Yō menunjukkan begitu banyak antusiasme yang begitu langka untuk terlihat darinya, tapi Kuro Usagi kebingungan akan hal itu. Tepat pada saat itu dan diikuti dengan hembusan angin yang keras, sebuah suara yang lama tak terdengar muncul di tempat itu.

“Lama tak bertemu, temanku. Selamat datang di tempat asalku.”

Dengan sayap besarnya yang menghasilkan angin yang kuat, yang muncul di hadapan mereka adalah Gryphon [Thousand Eyes]. Dia mencondongkan paruh yang besarnya mendekat dan Yō membalas dengan membelai lembut lehernya.

“Lama tak bertemu, jadi ini kampung halamanmu.”

“Nn. [Thousand Eyes] berpatisipasi di pasar jalanan sementara dan aku bertugas membawa para penjaga pada kereta perang beroda dua khusus ini.”

Melihat lebih cermat, ada sebuah sadel dibalut besi dan tali kekang yang dibuat dengan kecakapan kerja yang lebih baik daripada yang dimilikinya sebelumnya. Kelihatannya dia telah tiba dengan penunggang yang mengontraknya.

Melihat ke arah Kuro Usagi dan yang lainnya, dia melipat sayapnya dan menekukkan kaki depannya.

“Lama tak bertemu juga, [Bangsawan Little Garden] dan teman dari temanku.”

“YES! Lama tak bertemu!”

“La…Lama tidak bertemu…Apakah tidak masalah membalasnya seperti itu, Jin-oniisan?”

“Ku…kurasa seharusnya tidak apa-apa.”

Asuka dan Jin-kun tidak dapat mengerti bahasa yang dipakai Gry, karena itu mereka membungkuk dan mengucapkan salamnya berdasarkan pengamatan mereka terhadap suasana di sekitar mereka.

Gryphon tersebut menolehkan kepalanya dan menunjuk ke arah punggungnya dengan paruhnya, memberi tanda supaya mereka menaikinya.

“Masih jauh jarak dari sini ke Kota. Dan karena penyesuaian alam di Selatan ini, kalian harus lebih berhati-hati ketika berpergian di sini daripada saat di Sisi Timur atau Utara. Kalau kalian mau, aku bisa membawa kalian ke sana.

“Benarkah tidak apa-apa?!” seru Kuro Usagi bersemangat.

Dan karena Asuka dan Jin tidak dapat mengerti percakapan mereka, mereka hanya dapat memiringkan kepala mereka dengan kebingungan.

Yō mundur selangkah dan membungkuk dalam pada gryphon tersebut.

“Tentu saja. Penunggangku memanggilku ‘Gry’. Kalian, temanku juga bisa memanggilku dengan nama itu.”

“Nn. Kalau begitu panggil aku saja Yō. Dan mereka berdua adalah Asuka dan Jin.”

“Aku mengerti. Yō, temanku. Teman dari temanku adalah Asuka dan Jin.”

Gryphon itu mengibaskan sayapnya untuk menunjukkan tanda bahwa dia mengerti saat Asuka dan Jin mendengarkan seluruh terjemahan percakapan tersebut. Mereka berdua pun menundukkan kepalanya untuk memuji sebelum memanjat ke atas punggung gryphon. Kucing calico juga digendong di lengan Usagi saat gadis tersebut memanjat naik juga.

Yō memutuskan untuk menanyakan tentang burung aneh yang dilihatnya saat yang lainnya memanjat ke atas punggung gryphon. Karena dia bisa terbang dengan Gift-nya sendiri dan karena dia penasaran tentang burung-burung tersebut yang memberinya firasat buruk.

“Gry, apakah burung-burung dengan tanduk rusa itu adalah sejenis Eudemon juga?”

“……Eudemon tipe burung dengan tanduk rusa? Maksudnya Peryton?”

Gru mengangkat kepalanya dan memeriksa area sekitar dengan mata elangnya.

Menemukan sekumpulan burung dengan tanduk rusa di kepalanya sedang berdiri di sekitar lubang air yang berseberangan dengan [Air Terjun Besar Underwood], Gry mengeluarkan raungan rendah yang ganas.

“Makhluk-makhluk itu……sudah jelas kami berkali-kali memperingatkan mereka untuk tidak mendekat ke Gerbang Luar saat Festival Panen diadakan! Kelihatannya mereka benar-benar ingin membunuh humanoid.”

“……Apakah mereka tipe pemakan manusia?”

“Tidak. Peryton hanya ingin membunuh.”

“YES. Dengan kata lain, mereka ada tipe pembunuh manusia.”

Kuro Usagi dengan sangat hati-hati mengintip dari punggung gryphon saat dia menjelaskan: “Meskipun Kuro Usagi tidak tahu rinciannya, tapi kudengar mereka adalah spesies asing yang tadinya berasal dari daratan utama Atlantis.”

“……Daratan utama Atlantis? Pulau legendari itu?”

“YES. Dan bayangan Peryton adalah sebuah kutukan sejak lahir. Katanya makhluk itu memiliki bayangan yang tidak cocok dengan bentuk tubuhnya.”

“Dan cara untuk melepaskan kutukan itu adalah dengan —[Membunuh manusia]. —Hm, meskipun tidak diketahui dewa mana yang mengutuk mereka, tapi sudah jelas dia jahat. Selain kemampuan untuk menyelamatkan diri, mereka juga memiliki alasan lain untuk [membunuh manusia]. Membuat mereka menjadi contoh dari jenis [monster]. Kalau di hari yang lain, mungkin tidak masalah untuk membiarkan mereka. Tapi sekarang dengan diadakannya Festival Panen dan malah berkeliaran setelah kami berkali-kali peringatkan……Yō, kurasa aku bisa mengundangmu untuk mencoba beberapa sate Peryton malam ini.”

Gry membuka mulutnya dan tertawa lebar.

Mengepakkan sayapnya dan membuat angin yang keras, dia kemudian mengangkat cakarnya yang besar dan menendang permukaan tanah dengan kaki belakang singanya.

“Wa......WaWa!”

Dalam sekejap mata, anggota badan gryphon tersebut yang dapat digambarkan sebagai [menjejak di udara untuk bergerk maju] telah membawa mereka cukup jauh dari Gerbang Luar. Yō cepat-cepat berpegangan pada bulu-bulu gryphon saat dia juga mulai terbang. Tapi untuk menyamai kecepatan makhluk itu bukanlah hal yang mudah.

Walau begitu, Gry melihat bagaimana Yō bersusah payah untuk menyamai, mau tidak mau memujinya.

“Benar-benar mengagumkan. Meskipun aku melakukannya hanya dengan setengah kecepatanku, aku sama sekali tidak mengira kau dapat menyamaiku hanya dalam dua bulan.”

“Nn……Nn. Itu karena Kuro Usagi memberiku sebuah Gift yang dapat membantu Gift terbangku.”

“YES! Sepatu bot Yō-san telah digoreskan simbol Vayu2 dalam bahasa Sansekerta sebagai bantuan latihan!”

Kuro Usagi turut serta dalam percakapan tersebut dari punggung gryphon.

Tapi Kuro Usagi menjadi satu-satunya yang berbicara.

Tepat setelah lepas landas, Jin yang dipukul oleh angin keras dengan segera melayang ke udara. Dia dapat berhasil untuk tetap berada di atas dan tidak jatuh terjungkir saat ini berkat tali pengaman yang menahannya di udara.

Tidak ingin mengikuti jejak Jin, Asuka dengan kuat berpegangan pada tali kekang. Harga dirinya tidak mengijinkannya untuk mengalami hal memalukan seperti Jin.

Sedangkan kucing Calico yang dibawa Kuro Usagi, dia terlihat cukup aman tapi kenyataannya, dia sebenarnya berjuang keras karena tekanan angin yang terus menerus menekannya ketika mereka bergerak maju.

“No…Nona~! Tolong katakan padanya untuk me…melam…melambat sedikit, ooooooowwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww!”

Meskipun kedengarannya lebih seperti meongan kucing yang keras, tapi Yō yakin bahwa hidup kucingnya benar-benar dalam bahaya dan dia cepat-cepat meminta Gry untuk melambat.

“Gr…Gry. Sepertinya tidak berjalan baik di belakangmu. Tolong pelan-pelan.”

“Hm? Ohoh, benar-benar maaf.”

Gry menurunkan kecepatannya dalam sekejap dan dengan elegan terbang melayang menuju kota.

Asuka dengan rambut kusutnya akhirnya dapat santai sedikit meskipun masih harus terengah-engah.

Dengan perlahan mencondongkan dirinya dari punggung gryphon itu, dia menatap ke kota yang membentang di bawah mereka.

“Wah……Akar-akar pohon yang merambat keluar ternyata bertumbuh di sekitar dinding galian terowongan dan melingkupinya.”

Kota Bawah Tanah yang digali dengan bentuk seperti mangkuk yang ditekankan ke tanah, mengembangkan penggaliannya di sepanjang akar-akar pohon. Kota bawah tanah yang berlokasi dengan dengan sungai kelihatannya sangat jelas aman dari banjir dan badai karena perlindungan dari akar-akar tersebut.

Meskipun kenyataannya pilar-pilar buatan manusia dapat sedikit dilihat di sini dan di sana, kebanyakan dari mereka dibuat dengan menggunakan akar-akar pohon dan material yang terlihat mirip dengan tanah liat.

“Kudengar Pohon Besar [Underwood] berumur delapan ribu tahun dan tempat ini sangat terkenal sebagai [Tempat Istirahat Dyad]. Juga dikatakan bahwa saat ini ada lebih dari dua ribu peri yang tinggal di dalamnya.”

“Nn. Tapi sekitar sepuluh tahun yang lalu Pohon Besar ini terlibat dalam pertempuran dengan Raja Iblis dan kebanyakan dari akarnya hancur. Dan saat ini pulih kembali karena usaha dari banyak Komunitas yang bersama-sama membantu.”

Mendengar istilah [Raja Iblis], mereka saling menatap beberapa saat.

Gry tidak menyadari sedikit pun ketika dia meneruskan terbang melayang sambil menukikkan dirinya untuk mulai bergerak spiral turun ke Kota.

“Festival Panen juga memiliki arti penting dalam memperingati pemulihan tersebut, dan karena itu tidak diperbolehkan untuk gagal. Kami berharap untuk dapat menyebarkan berita kebangkitan [Underwood] ke sisi Timur dan Utara.”

Gry mengatakannya kepada mereka dengan nada bicara penuh kebulatan tekad. Terbang melintasi jaringan akar yang menyelimuti daerah tersebut, dia mendarat pada sebuah asrama untuk Yō dan yang lainnya turun. Membentangkan sayapnya sekali lagi, dia melihat ke langit di kejauhan.

“Setelah ini, aku akan menarik kereta perang untuk mengusir Peryton-Peryton tersebut dengan penunggangku. Karena kalau aku tidak mengambil tindakan, ada kemungkinan bagi peserta lainnya untuk diserang. Sedangkan kalian semua, silakan bersenang-senang di [Underwood].”

“Nn. Baiklah. Berhati-hatilah.”

Saat percakapan tersebut berakhir, Gry mengepakkan sayapnya yang kuat dan pergi dengan meninggalkan hembusan angin yang hebat.

Mengantarnya pergi dengan tatapan matanya, Yō bertanya pada Kuro Usagi dengan ekspresi bingung di wajahnya.

“…Jadi ada tipe yang [Pembunuh Manusia]3 …Apa yang terjadi kalau aku mendapatkan sebuah Gift dari Eudemon itu?”

“Kuro Usagi juga tidak tahu. Tapi mengenai Peryton, aku bisa mengatakan bahwa akan lebih bijak untuk tidak berhubungan dengan mereka. Lagipula, kau mungkin akan diserang atau bahkan dikutuk. JANGAN memaksakan dirimu untuk BERHUBUNGAN dengan mereka adalah strategi teraman.”

“…Begitukah? Aku mengerti.”

Mendengar penekanan kata pada peringatan Kuro Usagi, bahu Yō terlihat turun sedikit karena sedih.

Tapi dia tidak mendapat cukup waktu untuk merasa begitu tertekan karena sebuah suara yang akrab dengan segera muncul dari sebuah tempat di atas di asrama itu.

“Ah~! Dan tadinya aku berpikir kira-kira siapa itu… Ternyata itu Yō! Apa kabar! Kalian semua akan bergabung dengan Festival Panen juga…”

“Aku tidak merasa pernah mengajarimu untuk berbicara dengan cara tak sopan seperti itu, Ayesha.”

Tertarik dengan percakapan ramai itu, semuanya menolehkan kepalanya untuk melihat ke sumbernya yang datang dari atas. Hanya untuk melihat si gadis remaja Ayesha dan Jack si Kepala Labu [Will-O'-Wisp] melongok keluar dari jendela dan melambai-lambai pada mereka.


“Ayesha……kau ke sini juga.”

“Ya. Kami juga punya banyak hal untuk diurus di bagian akhir kami juga! Heysu!”

Ayesha melompat dari jendela dan mendarat di depan Yō dan yang lainnya.

Mengibaskan rambut biru dikuncir dua kebanggaannya dan menggenggam tangannya di di balik punggung kostum gothic-nya, bibir Ayesha tersungging menjadi seulas senyuman.

“Ngomong-ngomong, apakah kalian sudah memutuskan untuk mengikuti Gift game yang mana?”

“Tidak, kami baru saja sampai.”

“Kalau begitu, kau harus ikut [Penunggang Hippocamp] karena aku juga akan ikut.”

“……Hippo……apa?”

[Apa itu?] Yō melemparkan pandang penuh tanya pada Kuro Usagi.

Kuro yang tadinya akan menjelaskan, kemudian memutuskan untuk menyerahkan tugas tersebut pada orang lain dan menepuk punggung Jin.

Ahem! Jin berhenti sejenak sebelum memulai penjelasan sederhananya.

“Hippocamp adalah makhluk berkepala kuda dan berekor ikan. Dia juga dikenal Eudemon [Kuda Laut]. Makhluk ini memiliki sirip dada alih-alih surai dan kuku berselaput yang menonjol. Menggambarkannya sebagai makhluk setengah kuda setengah ikan mungkin akan lebih akurat. Kurasa……game yang disebut [Penunggang Hippocamp] seharusnya adalah sebuah pacuan dengan orang-orang yang mengendarainya sementara mereka berpacu di air hingga ke garis finish.”

“……Benarkah? Ternyata ada kuda yang bisa berlari di dalam air?”

Yō menggenggam tangannya di depan dada sambil mengetatkan giginya.

Baru lewat lebih dari lima belas menit di tempat ini dan mereka sudah mendengar tentang dua macam Eudemon beserta informasinya.

Yō mungkin mulai menyadari—Sisi Selatan adalah sebuah harta terpendam Eudemon.

“Ini adalah peristiwa terbesar dari semua Gift Game yang diadakan di Festival Panen sebelumnya yang sudah jelas tidak boleh kau lewatkan! Aku juga akan menggunakan senjata baruku untuk menang kali ini!”

“Baiklah. Akan kupertimbangkan.”

Ayesha menjentikkan jarinya dan tersenyum puas.

Di sisi lain, Jack telah tiba di hadapan Jin dengan jubah karungnya yang berkibar ringan saat dia memberikan salam dengan sopan.

“Yahohoho. Lama tak bertemu, Jin Russel-san. Terima kasih telah mengurus kami selama pertempuran dengan Raja Iblis sebelumnya.”

“Tidak……Kamilah yang seharusnya berkata demikian.”

“Mengenai dudukan lilin, kami akan mengirimnya ke Komunitas Jin4 setelah Festival Panen selesai. Barang kebutuhan sehari-hari lainnya juga akan disiapkan selama waktu tersebut……tapi benar-benar tidak disangka bahwa kami [Will-O'-Wisp] akan menerima  pesanan satu set penuh produk darimu! AyaAya, tolong tetap dukung produk kami untuk ke depannya!”

“Yahohohoho!” Jack tertawa lebar.

Asuka maju selangka dan sedikit mengangkat roknya saat dia memberi salam.

“Lama tidak bertemu sejak saat itu juga, Jack. Senang melihatmu begitu senang dan bersemangat hari ini.”

“Yahoho! Itu karena semangat dan kebahagiaan adalah nilai jualku! Senang melihat Asuka-san juga terlihat sehat dan cukup beristirahat. Karena lengah, aku telah membiarkan Deen untuk merebut kemenangan di Game sebelumnya. Maukah kau memperkenankan aku untuk membalas hal itu suatu hari—“

“Eh?”

Jin yang sedang mendengarkan percakapan tersebut mengeluarkan suara kebingungan.

Asuka segera menggubah topik pembicaraan.

“A…Ah, ya! Jack! Bukankah akan mengikuti game juga?”

“Yahoho. Tugas utamaku adalah menjadi seorang Host. Peran dari [Peserta Game] adalah situasi sulit untukku. Aku datang ke Festival Panen bukan hanya karena menerima surat undangan, tapi juga untuk alasan penjualan besar-besaran barang kebutuhan sehari-hari di sini.”

“Jadi hanya Ayesha yang akan ikut serta? Bukankah itu akan menjadi kepastian kemenangan untuk kami?”

“Nn.”

“Oi!” Bereaksi terhadap provokasi tersebut, Ayesha begitu marah hingga kuncir duanya berdiri di belakangnya.

Kebalikannya, Jack hanya mengguncang-guncang kepala labunya saat dia tertawa ‘Yahoho’ pada kejadian di depannya.

Setelah itu, pasukan [No Name] dan duo [Will-O'-Wisp] berjalan bersama-sama ke asrama menuju ruang VIP yang disiapkan untuk mereka. Meskipun asrama tersebut dibangun dari kayu dan lumpur, bagian dalam ternyata begitu kokoh.

Walaupun strukturnya kebanyakan dibuat dari tanah, udaranya tidak terlalu kering. Ini mungkin karena akar pohon air yang menciptakan kelembapan setiap saat. Akar pohon air yang juga menonjol keluar dari ruang penerima tamu juga dapat menjadi kursi. Yō memilih untuk duduk di salah satu dari mereka dan dia menarik napas dalam-dalam sebelum menyarakan pikirannya mengenai [Underwood]:

“……Ini benar-benar tempat yang mengagumkan.”

“Ya. Seseorang bisa berkata bahwa terasa begitu Alamiah, bukan? Dibandingkan dengan Sisi Utara yang dipenuhi bangunan, sepertinya kelihatan bahwa orang-orang Sisi Selatan beradaptasi dengan lingkungan mereka.”

“YES! Katanya, saat dimulainya pembangungan kota-kota Little Garden, banyak Dewa kesuburuan dan Dewa Ibu mengunjungi Sisi Selata. Menjadi daerah di mana kekuatan Dewa Alamnya merupakan yang tertinggi, keragaman biologisnya juga mendapat perubahan yang besar.”

“Begitukah? Tapi kristal di kanal air kelihatannya adalah teknik dari Utara, bukan? Aku melihat sesuatu yang mirip dengan yang ada di Festival [Kebangkitan Naga Merah].”

“Eh?” Kuro Usagi memiringkan kepala dan telinga kelincinya.

Sementara Jack yang berdiri di sampingnya membalas dengan takjub:

“Matamu sangat tajam. Asuka-san benar tentang hal itu. Kanal-kanal kristal itu dibangun dengan tekhnik dari Sisi Utara. Kudengar alasan kenapa Selatan dapat bangkit sampai ke tahap ini setelah serangan Raja Iblis sepuluh tahun yang lalu adalah berkat tekhnik yang dia bantu kontribusikan ke daerah ini.”

“Itu…Itu pertama kalinya Kuro Usagi mendengar berita ini. Kira-kira siapa dan dari mana orang ini berasal…?”

Termasuk Kuro Usagi, semuanya saling menatap satu sama lain untuk mencari jawabannya.

Jack mengangkat tangannya untuk menopangkan kepala labunya, pada lokasi yang seharusnya sama dengan dagunya, saat dia melanjutkan penjelasannya.

“Sebenarnya, mengenai peri kuno yang berdiam di atas [Underwood]……Karena luka-luka yang dideritanya akibat serangan Raja Iblis sepuluh tahun yang lalu, dia kelihatannya berada pada keadaan hibernasi saat ini. Melihat dari sudut pandang itu, Aliansi [Draco Greif] dan [Underwood] membentuk pernjanjian untuk membantu melindungi daerah ini dan melakukan usaha-usaha pemulihan sebagai ganti sebuah tempat untuk mereka tinggal.”

“Kalau begitu ada seseorang di [Draco Greif] yang bertugas dalam pemulihan tersebut…..?”

“Ya. Orang itu awalnya berasal dari Sisi Utara. Kudengar bahwa itu ada sebuah keberuntungan besar karena orang tersebut muncul pada saat itu untuk memberikan jalan keluar yang cukup untuk memulai tujuan mereka mengulang kembali aktivitas lama yang sebelumnya hanya dalam durasi pendek sepuluh tahun.”

“……Aku paham…..Orang tersebut benar-benar mengagumkan.”

Kuro Usagi menempatkan tangannya di dadanya saat dia memikirkan dalam-dalam perkataan Jack.

Menderita karena Musibah Terbesar Little Garden—[Raja Iblis] yang menyerang tanah mereka dan kedatangan tepat waktu penyelamat yang membantu kebangkitannya.

Dan hubungan antara kedua hal itu membuatnya begitu mirip dengan [No Name] dan anak-anak bermasalah.

“Yahoho. Kami baru saja akan menemui [Host] untuk memberi salam….. Bertemu pada saat seperti ini benar-benar sebuah takdir. Maukah [No Name] juga ikut bersama?”

“YES! Jin-bocchan, ayo pergi dengan mereka juga!”

“Ya, kelihatannya itu bagus. Baiklah kalau begitu, tolong tunggu kami sementara kami akan menaruh barang bawaan kami di kamar sebelumnya.”

Yahoho~ Jack tertawa lantang sebagai balasan dan pergi keluar dengan Ayesha untuk menunggu di depan asrama.

[No Name] mengikuti Jack dan Ayesha, setelah menempatkan barang-barang mereka di kamar asrama, menanjak ke atas dari Kota Bawah Tanah saat mereka berjalan menuju ke Markas Festival Panen yang berada di tengah-tengah Pohon Besar.

Bagian 2

—[Underwood] Kota Bawah Tanah, Tangga Berputar Dinding Luar.

Karena Kota Bawah Tanah [Underwood] digali dalam bentuk spiral setengah bola seperti sebuah cangkang siput, keramaian tersebut harus berjalan memutar dan memutari kota untuk mencapai permukaa. Meskipun kedalamannya paling tidak sekitar 20 meter, untuk berjalan pada tembok yang menurun tetaplah jauh dari tujuan dari mereka.

Akan tetapi, grup [No Name] tidak menunjukkan tanda kelelahan sedikit pun dari perjalanan tersebut meskipun ini adalah perjalanan pertama mereka mengunjungi kota ini dan mata mereka berbinar-binar dengan semangat. Terlebih lagi, Festival Panen sedang berlangsung di sekitar mereka dengan aroma makanan yang menggoda menguar di udara dari banyak kios-kios sementara yang berbaris di sepanjang jalan.

Mata Yō tertarik pada kios yang memiliki bendera [Six Scar] yang tergantung sebagai penandanya.

“……Ah. Kuro Usagi, kios itu menjual [Keju Putih] yang dipanggang di tempat……”

“Tidak, kau tidak bisa~…harus menunggu sampai kita berterima kasih pada [Host] sebelum kita kembali untuk mencoba makanan dari kios-kios……”

“Wah, enaknya.”

“Kapan kau menyelinap untuk membelinya?!”

Yō mengabaikan balasan cepat Kuro Usagi saat dia menggunakan tangannya untuk menarik batangan keju dengan keju setengah leleh yang menguntai panjang dari dalam mulut ke makanan tersebut.

Keju tersebut masih mengepul, memiliki tekstur unik dan bau makanan terbakar yang telah dipanggang di tempat. Meskipun dimakan begitu saja, seseorang tidak akan bosan dengan rasanya.

Dua.

Dia mulut penuh…Yō terus makan sementara Asuka dan Ayesha di sampingnya melemparkan pandang iri padanya.

Menyadari tingkah laku mereka, Yō menyodorkan kertas pembungkusnya pada mereka sambil memiringkan kepalany sambil tersenyum:

“……Mau satu endusan?”

“Endusan?”

“Endusan? Kau bertanya apakah kami mau mengendusnya atau tidak? Bukannya orang biasanya bertanya “Mau segigit?”, tapi yang satu ini memutuskan untuk menanyai kami “Mau seendusan?”!”

“Nn. Karena tidak ada yang tersisa.”

“Dan ini kosong!”

“Apakah kau mau kami untuk mencium aroma yang tertinggal?! Apa yang kau pikirkan untuk memainkan game realitas5 semacam ini?”

Yō menjilati jemarinya.

Kedua orang lainnya hanya dapat melihat dengan penuh keinginan pada kios-kios yang perlahan-lahan menjauh dari mereka saat mereka terus berjalan.

Jack yang memimpin jalan memegangi kepala labunya saat dia tertawa pada kegaduhan para gadis di belakangnya.

“Yahohohoho! Ya ampun, benar-benar! Kasukabe-san benar-benar orang yang menarik! Memiliki rekan seheboh itu jelas membuat orang lain iri, Jin Russel-san.”

“Ya, aku setuju. Tapi jika membandingkan kehebohan mereka, kurasa [Will-O'-Wisp] seharusnya berada pada level yang lebih tinggi daripada kami.”

“Yahohohoho! Aiya, aku jadi sangat malu sekarang!”

Kumpulan orang itu, yang jauh lebih berisik daripada Komunitas lainnya di sekitar mereka, menanjaki akar-akar pohon yang seperti jaring untuk mencapai permukaan.

“……Kuro Usagi, berapa ratus meter tingginya pohon ini?”

“Kudengar Pohon Air [Underwood] mencapai sekitar lima ratus meter. Meskipun tidak setinggi tebing yang ditemukan di perbatasan Little Garden, seharusnya ini menjadi salah satu yang terbesar di antara pohon-pohon keramat.”

“Begitukah?......Kalau begitu, di mana tempat yang kita tuju?”

“Seharusnya berada di tengah-tengah.”

“……Benarkah?”

Dengan kata lain, ketinggian yang mereka tuju adalah sekitar dua ratus lima puluh meter di atas dan itu akan membutuhkan tangga-tangga atau pijakan memanjat lainnya.

Yō bahkan tidak repot-repot menyembunyikan pikirannya tentang bagaimana merepotkannya itu karena hal tersebut jelas terlihat di ekspresi wajahnya.

“……Bisakah aku terbang ke sana?”

“Kasukabe-san, tidak peduli bagaimana kau melihatnya, hanya kau yang ingin melakukannya sesuai keinginanmu lagi.”

“Yahohoho! Aku mengerti perasaanmu, tapi tolong jangan sia-siakan semangat kerja tim. Dan kita diijinkan untuk menggunakan sebuah elevator untuk mencapai Markas, jadi seharusnya tidak akan memakan waktu lama.”

Elevator? Kumpulan orang tersebut merasa ragu dengan apa yang mereka dengar.

Akan tetapi, Jack tidak menjelaskan lebih jauh saat dia melanjutkan memimpin jalan mereka.

Tiba di sebuah dahan yang terlihat tebal dan kokoh, Jack berjalan ke sebuah kontainer yang terbuat dari kayu sebelum melambai pada yang lainnya.

“Semuanya, silakan masuk ke dalam kontainer ini. Dan sementara semuanya berada di dalam, tolong tutup pintu dan bunyikan belnya yang ada di samping, dua kali.”

“Aku mengerti.”

Yō menarik tali yang menempel pada kontainer tersebut, menyebabkan belnya berbunyi.

Air mulai mengalir dari tonjolan pohon yang berada begitu jauh tinggi.

Mereka mengamati saat air menyembur ke dalam kontainer kosong lainnya yang terhubung dengan kontainer di mana Yō dan yang lainnya sedang berdiri. Saat penarik yang menghubungkan kedua kontainer tersebut mulai memutar dengan suara klik-klak, kontainer tempat mereka berada mulai perlahan-lahan naik.

“Wow!”

“Kita mulai naik!

“Yahoho! Ini adalah sebuah mekanisme yang memanfaatkan berat air yang ditumpahkan ke dalam kontainer kosong lain untuk mengangkat kontainer berpenumpang ini naik. Meskipun ini primitif, tapi jauh lebih cepat daripada berjalan kaki.”

Tepat seperti yang Jack katakan, elevetator bertenaga air hanya memerlukan beberapa menit untuk mencapai Markas.

Kumpulan orang tersebut menarik bagian logam dari kontainer ke podium saat mereka tiba di atas sebelum berjalan menuju jalan yang terbuat dari kayu.

Jalan tersebut dilapisi dengan susunan papan-papan kayu dalam garis lurus yang terlihat sedikit berbahaya, tapi segera kekhawatiran tersebut lenyap saat mereka menapak di atasnya dan menyadari bahwa itu lebih kokoh daripada yang terlihat.

Pagar teralis juga dipasang di kedua sisi untuk menghindari orang-orang terjatuh dari jalan tersebut. Selama mereka tidak memosisikan tubuhnya di luar pagar tersebut, mereka tidak akan berada dalam bahaya terjatuh.

Setelah mengikuti jalan itu selama beberapa saat, bendera dari penyelenggara Festival Panen, [Draco Greif] dapat terlihat oleh kumpulan itu.

“Ada satu, dua, tiga……tujuh bendera? Apakah acara ini diatur oleh tujuh Komunitas?”

“Sayangnya, jawabannya adalah NO. Dikatakan bahwa [Draco Greif] terbentuk dari enam Komunitas yang berada di bawah sebuah Aliansi. Bendera besar yang berada di tengah adalah bendera Aliansi.”

Kuro Usagi menunjuk pada bendera-bendera yang terdiri dari tujuh bendera saat dia menjelaskan.

[One Horn]

[Two Wings]

[Three Tails]

[Four Footed]

[Five Claws]

[Six Scars]

Dan yang tergantung di tengah, di atas semua bendera lainnya adalah Bendera Aliansi [Draco Greif].

“Itu adalah bendera Aliansi? ……Tapi kenapa mereka memerlukan sebuah Aliansi?”

“Tentang ini, ketika tiga atau lebih Komunitas membentuk sebuah Aliansi, mereka dapat menciptakan sebuah bendera Aliansi untuk membuktikan perjanjian mereka. Meskipun ada banyak jenis kegunaannya……alasan yang paling penting sudah jelas tentunya untuk menghadapi Raja-raja Iblis.”

“Menghadapi Raja-raja Iblis?”

“YES! Sebagai contohnya, ketika sebuah Komunitas Aliansi diserang oleh seorang Raja Iblis, Komunitas lainnya dari Aliansi yang sama dapat memaksakan diri mereka masuk dalam Gift Game untuk memberikan bantuan.”

“……Benarkah? Yang lainnya akan membantu, ya.”

“Tapi kalau kau bertanya apakah selalu mungkin untuk yang lainnya bergabung, aku bisa katakan bahwa tidak selalu seperti ini setiap waktunya. Dan hal tersebut masih tergantung dari Komunitas-komunitas Aliansi untuk menilai apakah akan memaksa ikut Game atau tidak. Kalau situasinya dilihat kurang menguntungkan, ada juga pilihan tidak membantu yang paling banyak diambil. Jadi kurasa ini lebih merupakan tindakan menyamankan diri sendiri.”

“Benarkah?” balas Asuka saat dia menoleh melihat bendera. Anggota lainnya telah memanfaatkan waktu yang kedua orang itu gunakan saat bercakap-cakap untuk memberikan laporan kedatangan mereka di area penerima tamu Markas.

“Kami adalah Jack dan Ayesha dari [Will-O'-Wisp].”

“Aku adalah Jin Russel dari [No Name].”

“Baik. [Will-O'-Wisp] dan [No Name]……oh!”

Si remaja Dryad yang bertugas di area penerima tamu tiba-tiba mengangkat kepalanya.

“Bolehkah saya bertanya apakah anda Kudou Asuka dari [No Name]?”

“Nn. Itu aku. Kau?”

“Saya adalah salah satu dari Dryad [Underwood] yang berpatisipasi dalam Festival [Kebangkitan Naga Api] dan saya dengar bahwa saya berhutang budi pada Asuka-sama karena telah memberikan bantuan dalam penyelematan adik laki-laki saya……”

*Ooooooh* Kelihatannya teringat tentang kejadian tersebut, Asuka mengeluarkan suara tanda mengerti.

Orang tersebut pastinya membicarakan tentang saat pertempuran dengan “Black Death Demon Lord” sedang terjadi dan dia pernah sekali menolong seorang Dryad remaja muda saat itu.

Memastikan bahwa dia menemukan orang yang tepat, si gadis penerima tamu itu segera membungkukkan badan pada Asuka dengan rasa terima kasih.

“Itu anda, ya ‘kan? Saya benar-benar berterima kasih pada anda, Asuka-sama karena telah menyelamatkan nyawa adik laki-laki saya. Semua berkat pertologan anda sehingga seluruh anggota Komunitas saya dapat kembali dengan selamat tanpa kurang satu orang pun.”

“Benarkah? Baguslah. Jadi yang mengirimkan undangan itu adalah kalian?”

“Ya. Sang Peri Besar saat ini sedang tertidur lelap, jadi kami mengambil alih tugas untuk mengirimkan undangan. Sebagai tambahan, pemimpin baru dari [One Horn] dan perwakilan dari Aliansi [Draco Greif]—Sala Doltrake-sama juga telah memastikan untuk memberi kalian sambutan ramah.”

Grup [No Name] menatap sama lain dengan keterkejutan yang terlihat jelas di wajah mereka.

“Sala……Doltrake?”

Asuka kebingungan saat dia memiringkan kepalanya dengan perasaannya yang terlihat jelas di wajahnya.

Dia memiliki kesan terhadap nama tersebut dan karena itu bertanya pada Jin:

“Mungkinkah itu adalah [Salamandra]……”

“Nn……itu benar. Dia adalah kakak perempuan Sandra, putri tertua Sala-sama. Tapi aku tidak mengira dia akan datang ke Sisi Selatan……Mungkinkah orang itu yang membocorkan tekhnik rahasia dari Sisi Utara……”

“Kurasa kata ‘membocorkan’ adalah tuduhan tidak berdasar, Jin Russel-san.”

Saat itu juga, sebuah suara wanita tidak dikenal tiba-tiba muncul dari belakang dan grup tersebut dengan cepat mereka menolehkan kepala mereka saat menyadarinya.

Berikutnya, sebuah hembusan kencang udara panas bertiup menyebabkan dahan-dahan Pohon Besar berayun. Dan sumber dari angin yang begitu panas dan kencang itu adalah seorang gadis yang muncul di udara dan Sayap Membara yang memancar darinya.

“Sa……Sala-sama!”

“Lama tak bertemu, Jin. Aku selalu menginginkan hari di mana kita bertemu satu sama lainnya lagi. [Bangsawan Little Garden]-san di belakang, ini seharusnya pertemuan pertama kita, ‘kan?”

Sala Doltrake menghilangkan Hono no Tsubasa (Sayap Membara)-nya begitu membara dan mendarat di atas dahan pohon.



Kepala dengan rambut merah yang sangat mirip dengan warna rambu adik perempunnya itu berkibar ditiup angin sementara kulit sehat tubuhnya yang berwarna perunggu terlihat jelas. Pakaiannya yang sederhana dan cukup terbuka bahkan bisa membuat orang lain mengira dia adalah seorang penari.

Di atas kepalanya, di atas sepasang mata yang tegas, terdapat sepasang, yang terlihat lebih indah daripada milik Sandra, adalah tanduk naga yang sejajar dengan matanya. Dan hal tersebut memberinya kesan jiwa yang kuat dan berkuasa. Kalau diperlukan untuk mengukur kekuatannya sebagai Lesser Dragon, akan dengan mudah dipahami hanya dengan sekali tatap pada tanduk-tanduk tersebut.

Mengamati kumpulan orang itu satu demi satu untuk mengakrabkan diri dengan wajah mereka, Sala tersenyum dan berkata kepada gadis Dryad yang bertugas di area penerima tamu:

“Terima kasih untuk kerja kerasnya sebagai penerima tamu, Kirino. Aku akan ada di sini, jadi pergilah bermain.”

“Eh? Tapi kalau saya meninggalkan tempat ini, para peserta yang akan datang untuk memberi salam mereka……”

“Tadi kubilang aku akan di sini, ‘kan? Terlebih lagi, sebagian besar dari Komunitas-komunitas yang akan ikut serta dalam malam Festival Panen sudah tiba. Sekalipun kau meninggalkan area penerima tamu, tidak ada seorang pun yang akan menyalahkanmu. Pergi dan bersenang-senanglah seperti anak-anak yang lain, dan nikmatilah Festival Panen.”

“Ba…Baik!”

Gadis Dryad yang dipanggil Kirino itu menunjukkan ekspresi senang saat dia membungkuk pada Asuka dan yang lainnya sebelum pergi ke pusat Festival Panen.

Sala yang tetap tinggal di tempat, melihat ke keramaia dengan seulas senyuman di sudut bibirnya ketika dia menundukkan kepalanya dalam diam.

“Kepada semua anggota [No Name] dan [Will-O'-Wisp], selamat datang di [Underwood]. Adalah kehormatan bagiku dapat mengundang dua Komunitas terkenal dari Floor rendah ke tempat ini.”

“……terkenal?”

“Nn. Tapi tidak sepantasnya aku membiarkan kita berbincang di sini sambil berdiri. Mari, ikuti aku. Aku akan menyajikan teh untuk kalian sambil kita berbicara.”

Sala memberi isyarat pada kumpulan orang tersebut saat dia memasuki Markas.

Meskipun anggota dari kedua Komunitas saling bertukar pandang kebingungan, mereka tetap menerima undangan tersebut dan memasuki bagian dalam dari Pohon Besar.
  
Bagian 3

—Markas Festival Panen [Underwood], Ruang VIP.

Yō dan yang lainnya diundang ke dalam ruang VIP yang berada di pusat Pohon Besar. Jendela-jendela di ruangan tersebut langsung diarahkan ke tengah-tengah sungai dan Kota Bawah Tanah [Underwood] yang ditutupi dengan jalinan akar-akar pohon yang seperti jaring.

Sala duduk di kursi yang dihiasi bendera [One Horn] di atasnya, saat dia mempersilahkan Yō dan yang lainnya untuk duduk juga.

“Baiklah kalau begitu, biar kuperkenalkan diriku sendiri. Aku adalah pemimpin [One Horn] saat ini, Sala Doltrake. Seperti yang lainnya tahu, aku dulunya adalah anggota dari [Salamandra].”

“Kalau begitu, kanal-kanal kristal di Kota Bawah Tanah adalah…”

“Tentu saja itu dibuat olehku. Tapi jangan salah paham. Kristal tersebut dan tekhnik yang digunakan untuk membuatnya di [Underwood] semata-mata dirintis olehku. Jangan membuatnya terkesan seakan aku mencuri sesuatu dari kampung halamanku.”

Jin mengusap dadanya saat dia menghela nafas lega. Hal tersebut kelihatannya cukup mengusiknya.

“Baiklah, aku tadinya ingin perwakilan dari kedua Komunitas untuk melakukan perkenalan diri……tapi seperti yang sudah kukira…Jack, dia tidak datang, ‘kan?”

“Ya. Kecuali ada situasi khusus, Willa tidak akan meninggalkan area Komunitas, karena biarkanlah aku, yang merupakan ahli strateginya untuk mewakilinya memberikan salam kami padamu.”

“Benarkah? Aku benar-benar berharap dapat mengundang peserta terkuat yang terkenal dari Sisi Utara untuk datang melihat-lihat Sisi Selatan.”

“…Yang terkuat dari Sisi Utara?” Yō dan Asuka bertanya bersamaan.

Ayesha yang duduk di sebelah mereka berekspresi bangga di wajahnya saat dia menggoyangkan kuncir gandanya saat dia menjawab:

“Tentu saja itu maksudnya adalah pemimpin [Will-O'-Wisp] kami.”

Sala melihat gadis-gadis tersebut sebelum menggangguk dan menambahkan:

“Itu benar. [Demon of the Azure Flames]—Willa sang Ignis Fatuus adalah iblis yang mampu melintasi perbatasan antara hidup dan mati dengan bebas serta memiliki kekuatan untuk campur tangan dengan portal ke dunia lain juga. Tapi sedikit yang diketahui mengenai situasinya saat ini. Kudengar tiga tahun yang lalu saat aku bermigrasi ke Sisi Selatan, dia tiba-tiba memutuskan untuk lebih aktif dan terlihat…bahka ada kabar bahwa dia telah mengunci [Raja Iblis Maxwell]. Kalau itu benar, dia tidak akan menjadi enam digit. Mengatakan bahwa dia adalah yang teratas dari lima digit bukanlah sebuah pujian yang berlebihan.”

“Yahoho……Aku penasaran mengenai kebenaran dari perkataan itu. Tapi kalau kau benar-benar ingin berbicara mengenai hal tersebut, dibandingkan dengan kekuatan dari seorang individu, level lima digit lebih memfokuskan pada kekuatan rata-rata Komunitas. Meskipun ada seorang anggota yang berkekuatan super, hal tersebut tidak akan dapat bertahan lama.”

Jack tertawa saat dia mengganti topik pembicaraan. Sekalipun seseorang ingin menebak-nebak apa yang dipikirkannya dari ekspresinya, orang tersebut tidak akan mungkin mendapatkan bahkan secuil informasi berharga dari wajah labu itu.

Menyadari bahwa sia-sia untuk melanjutkan pembicaraan ini, Sala mengalihkan tatapannya ke Jin.

“Seperti yang Jack katakan, hanya dengan kekuatan dari satu individu saja tidak dapat mempertahankan Komunitas lima digit. Karena yang dibutuhkan hanyalah munculnya seorang musuh yang dapat mengalahkan individu tersebut, dan grup itu akan dengan mudah dibubarkan……Sebagai contohnya mungkin adalah [Perseus] dari Sisi Timur, benar Jin?”

“Eh?”

“Hehe. Tidak perlu menyembunyikannya. [No Name] dari level terendah mengalahkan [Perseus] yang lima digit, telah menjadi sebuah berita yang begitu terkenal. Dan sesudah itu mengalahkan [Black Death Demon Lord], itu adalah kalian juga, ‘kan?”

“Itu…itu…”

“Tidak perlu menyembunyikannya. Karena [Salamandra] yang sekarang belum memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengalahkan Raja Iblis seorang diri. Aku sudah menebak bahwa sudah pasti ada sebuah bantuan besar yang menolong dari sisi lain. Meskipun aku sudah meninggalkan kampung halamanku, tolong biarkan aku menyatakan rasa terima kasihku…Terima Kasih Telah Menolong [Salamandra].”

“Sa…Sama-sama…”

Sala menundukkan kepala dan rambut merahnya pun ikut tergantung ke bawah. Meskipun nada suaranya selalu memiliki tekanan dari seseorang yang berstatus tinggi, tapi hal yang aneh adalah hal tersebut tidak membuat orang merasa tidak senang. Itu mungkin karena nada suara itu pas dengan kepribadiannya.

Sala menyapukan pandangannya pada wajah mereka sebelum dia tersenyum riang saat dia menanyakan pendapat mereka mengenai Festival Panen:

“Baiklah kalau begitu, bagaimana pendapat kalian mengenai Festival Panen? Apakah menyenangkan?”

“Ya. Meskipun kami baru tiba dan belum memiliki waktu untuk berbelanja, tapi melihatnya penuh dengan semangat dan tawa hanya selama malam Festival Panen, jelas terasa menyenangkan.”

“Syukurlah. Senang mendengarnya. Meskipun Festival Panen baru akan dimulai secara resmi dengan acara Gift Game tiga hari dari sekarang, tapi masih ada stan jalanan yang dibuka untuk sementara untuk Festival sehingga kalian semua bisa mengunjunginya nanti. Kuharap kalian akan dapat menikmati waktu kalian di Sisi Selatan saat adat kebiasaan di sini lebih terbuka.”

“Nn. Kami berencana melakukan itu,” balas Asuka dengan sebuah senyuman.

Sementara itu Yō yang sedang duduk di sebelahnya menatapi tanduk naga yang ada di atas kepala Sala dengan matanya yang terlihat berkilauan.

“Ada apa? Apa kau tertarik dengan tanduk naga di kepalaku?”

“……Nn. Kelihatan sangat indah. Berbeda dari milik Sandra. Itu bukan tanduk yang kau pakai untuk menghiasi dirimu sendiri, ‘kan?”

“Nn. Ini adalah tandukku.”

“Tapi bukankah Sala bergabung dengan Komunitas [One Horn]? Apakah tidak masalah mempunyai dua tanduk?”

Yo memiringkan kepalanya saat bertanya. Sedangkan Sala tersenyum simpul saat menjawabnya:

“Tepat. Kami dari Aliansi [Draco Greif] memang menamai Komunitas kami berdasarkan kualitas keunikan yang ada pada tubuh anggota, tapi mengenai jumlahnya tidak masuk dalam pertimbangan. Jika tidak, ras dengan empat sayap tidak akan memiliki Komunitas untuk bergabung dalam Komunitas mana pun bukan?”

“……Ah. Benar.”

“Selain itu, Komunitas dapat dibedakan menurut tugas yang menjadi pertanggung jawaban mereka. [One Horn] dan [Five Claws] bertanggung jawab untuk pertempuran; [Two Wings], [Foot Footed] dan [Three Tails] bertanggung jawab untuk tranportasi, sementara [Six Scars] menangani aspek pertanian dan perdagangan. Semua Komunitas itu bersama membentuk Aliansi [Draco Greif].”

“Aku mengerti.”

Yō memberikan balasan singkat saat dia mengangkat kepalanya untuk melihat bendera Aliansi.

Bagian badan atas adalah elang dan bagian tubuh bawahnya adalah singa. Seekor Gryphon yang memiliki kaki-kaki kuat dan sayap berbulu yang besar.

Jika menunjuk perbedaan antara Gryphon yang ini dengan Gryphon yang normal, itu adalah tanduk naga yang tumbuh di dahinya. Dan salah satu dari kedua tanduk naga itu patah secara tragis.

Melihat pada bendera tersebut, Yō merasakan ada sesuatu yang aneh dan dia menelengkan kepalanya dengan bertanya-tanya.

“……Eh? Kalau begitu, [Six Scar] melambangkan apa?”

“Dikatakan bahwa seekor Gryphon yang berubah wujud menjadi bentuk aslinya sebagai [Draco Greiff] memiliki enam luka di tubuhnya. Kalau menurut klasifikasi dari Komunitas…..Nn. Itu seharusnya terbuka dan menerima semua jenis ras. Lagipula, pengetahuan mengenai perdagangan dan pertanian bukanlah sesuatu yang bisa didapat hanya dengan gaya hidup macam apa pun.”

“Oh, aku mengerti.”

“Selama Festival Panen, kalian juga melihat bendera [Six Scars] cukup sering, ‘kan? Kudengar mereka telah membawa banyak tanaman eksotis dari Sisi Selatan kali ini juga. Silakan pergi melihatnya kalau kalian punya waktu luang.”

Yō menganggukkan kepalanya—dan kebetulan bertatapan dengan Kuro Usagi.

*Pak!* Dia menepukkan tangannya, kelihatannya mengingat sesuatu saat tiba-tiba dia bertanya pada Sala:

“Ngomong-ngomong soal tanaman eksotis dari Sisi Selatan, apakah ada………Tanaman Pemakan Kelinci dan semacamnya?”

“Apakah kau masih perlu untuk mengungkit-ungkit topik itu lagi?! Tanaman mengerikan dan tidak masuk akal semacam itu tidak mungkin……”

“Ada.”

“Benarkah? Ada?”

“Kenapa hal sebodoh itu ada?!” telinga Kuro Usagi berdiri menegang di kepalanya saat dia berteriak.

Mata Yō berbinar-binar saat dia terus mendesaknya:

“Kalau begitu……apakah ada Tanaman Pemakan Kuro Usagi?”

“Karena itulah aku tanya apakah ada alasan untukmu menargetkan Kuro Usagi!”

“Ada.”

“Bagaimana mungkin! Siapa dan di mana sebenarnya orang bodoh yang menyimpan tanaman mengerikan semacam yang menargetkan kelinci seperti ini?!”

“Hmmm. Kau menanyakan orang bodoh yang mana… Ini pesanannya…”

*Pak!* Kuro Usagi menyambar lembar pesanan dari atas meja Sala.

Pesanannya ditulis dengan nakal seperti ini:

[Sebuah tanaman yang menargetkan Kuro Usagi: Tanaman PelahapKuro Usagi. Dapat menggunakan ke-80 tentakelnya untuk mengubah target menjadi sesuatu yang cabul…]



Krsaaak!

“—……HngHng……Tidak perlu memastikan nama orang itu untuk mengetahuinya, karena hanya ada satu penjahat tolol di seluruh dunia yang akan melakukan tindakan tidak masuk akal semacam ini.”

Kuro Usagi menurunkan kepalanya dengan lesu. Air mata duka turun perlahan dari wajahnya.

Kuro Usagi bahka tidak akan mengungkit-ungkit ini sebagai sebuah keluhan~! Dia menghadap ke sungai besar tersebut saat dia melampiaskan sesuatu yang seperti raungan dari dalam jiwanya, sementara yang lainnya melemparkan pandangan mengasihani ke punggungnya.

Tidak lama kemudian, Kuro Usagi yang berada dalam keadaan begitu depresi, bangkit berdiri. Rambut hitamnya juga berubah menjadi berkilauan dengan warna merah tua yang cerah.

“……Sala-sama, aku benar-benar berterima kasih karena mengundang kami untuk ikut serta dalam Festival Panen. Tapi karena suatu keadaan yang tak terduga, sebuah masalah darurat telah muncul dan perlu kutangani dengan segera. Jadi Kuro Usagi akan pamit sekarang. Permisi.”

“Be…Begitukah? Tanaman Pemakan Kelinci seharusnya ada di pusat pameran di lantai terbawah.”

“Terima kasih. Dan selamat tinggal!”

“Tu……Tunggu sebentar, Kuro Usagi!”

*Swish!* Kuro Usagi mencengkeram kerah leher dari semua anggota [No Name] dan pergi tanpa menolehkan kepalanya.

Mengantarkan Kuro Usagi yang membawa tiga orang lainnya dengan gerakan yang begitu mulus saat dia melompat pergi, Sala berbisik pada dirinya sendiri dengan bingung.

“Ya ampun, kelihatannya itu lebih melelahkan dari yang rumor katakan.”

“Yahoho! Benar sekali! Baiklah kalau begitu, karena kami sudah memberi salam kami, mari mengucapkan salam perpisahan kita di sini juga.”

“Oh, tidak. Tunggu. Aku masih memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan kalian. Kalau memungkinkan, aku ingin minta bantuanmu untuk menyampaikan pesan ini pada [No Name] juga.”

“Oh?” Jack dan Ayesha menatap satu sama lain.

Sala memasang raut wajah yang lebih serius saat dia berkata pada kedua orang itu:

“Tolong bantu aku untuk mengatakan pada mereka kalau aku mengharapkan mereka untuk datang pada makan malam nanti. Berkaitan dengan [Raja Iblis] yang menyerang [Underwood] sepuluh tahun yang lalu—para Titan, aku memiliki sesuatu untuk dibicarakan.”

 Bagian 4

—Lantai Terbawah Kota Bawah Tanah [Underwood], Bangunan Gudang Pameran.

*BRUUUUUUM!* Sebuah suara gelegar petir yang memekakkan telinga bergema di area tersebut.

Petir yang dahsyat menyambar tanaman pemakan Kelinci yang tingginya hampir mencapai lima meter.

Dahan-dahan Tentakel, kelopak bunga tentakel, getah pohon tentakel……tanaman mutan yang menumbuhkan semua bentuk tentakel disambar oleh petir yang dilepaskan oleh Kuro Usagi dengan rambut berwarna cardinalnya yang sedang murka.

Yō memungut potongan arang dari tanaman pemakan Kelinci yang dengan menyedihkannya diledakkan menjadi serpihan-serpihan dan menghela nafas panjang.

“……sayang sekali.”

“Tolong hentikan mengucapkan kata-kata bodoh itu! Membakar tanaman mengerikan semacam itu, yang melawan hukum alam seperti itu, mengubahnya menjadi pupuk sudah jelas adalah pilihan yang terbaik!”

Kuro Usagi memalingkan wajahnya dengan sebuah *Hng*.



Setelah kejadian itu, grup [No Name] melakukan perjalanan mengelilingi Festival Panen hingga matahari terbenam.

Sementara melewati bermacam-mcam kios sementara yang bermunculan di [Kota Bawah Tanah Underwood], mereka membeli biji-bijian dan bibit yang mereka rasa paling cocok untuk pertanian mereka; mencoba begitu banyak pakaian tradisional berwarna-warni yang diwarnai dengan pewarna dari bunga; dan terkejut dengan kualitas dari produk bulu yang unik dari daerah itu, dll. Melewati waktu dengan senang dan nyaman.

Meskipun banyak bibit dan hewan peternakan menarik perhatian mereka, mereka semua setuju bahwa tidak akan terlalu terlambat untuk membelinya setelah menerima hadiah dari Gift Game dan memutuskan untuk menunda pembelian.

Selain dari [Penunggang Hippocamp], mereka juga menyelesaikan pendaftaran untuk Gift Game lain. Setelah semuanya selesai……

Kuro Usagi melihat ke langit yang berwarna jingga kemerahan saat dia bergumam:

“Waktunya kembali ke asrama.”

“Nn.”

Grup itu kemudian mengikuti dinding yang spiral saat mereka bergerak ke atas untuk kembali ke asrama yang diatur untuk mereka.

Berkumpul di area penerimaan tamu, Yō dan yang lainnya duduk di kursi saat mereka membahas ulang pengalaman mereka hari itu.

“Gift Game untuk malam festival ternyata kurang dari yang kubayangkan.”

“YES! Fokus utama sebelum dimulainya Festival secara resmi adalah pada kios-kios jalanan yang bersifat sementara. Sebagai contohnya, akan ada Komunitas yang melakukan pertunjukkan tarian adat besok. Hehehe, aku benar-benar menantikan acara itu~

Kuro Usagi melambai-lambaikan telinga kelincinya yang jatuh ke kiri dan ke kanan. Dia terlihat begitu senang sehingga kelihatannya dia siap untuk mulai melompat kegirangan kapan saja.

Meskipun dia periang dan bersemangat tinggi, sudah jelas dia lebih riang kali ini.

Kalau dipikir-pikir, Kuro Usagi sepertinya sudah menunggu-nunggu untuk datang ke [Underwood] sejak awal.

“……Um, Kuro Usagi. Mungkinkah kau sebenarnya selalu ingin datang ke [Underwood]?”

“Eh? Nn……yes. Kuro Usagi selalu memiliki ketertarikan tersebut karena rekan Kuro Usagi yang selalu memperhatikan Kuro Usagi untuk waktu yang lama, lahir di di Sisi Selatan.”

“Rekan? Itu berarti…”

“Yes. Salah satu dari rekan yang dirampas oleh Raja Iblis……dan juga yang mengundang Kuro Usagi untuk bergabung dengan Komunitas saat masih muda.”

Mendengarnya, Asuka dan Yō menatap satu sama lain dengan terkejut.

“……Nn……Kalau begitu……”

“Itu artinya Kuro Usagi, kau tidak dilahirkan di [No Name]?”

Itu adalah berita mengejutkan untuk mereka. Melihat bagaimana Kuro Usagi yang memiliki sikap begitu tanpa pamrih dalam kontribusinya ke Komunitasnya, orang lain pastinya akan mengira tempa kelahirannya adalah [No Name]. kuro Usagi mengepalkan tangannya di depan dadanya, seakan dia sedang memegang suatu harta berharga yang penting saat dia bergumam:

“Yes. Kudengar kampung halaman Kuro Usagi berada di lapisan atas Sisi Timur. Kelihatannya negeri [Kelinci Bulan]. Tapi karena kehancuran besar yang diakibatkan oleh seorang Raja Iblis, ras [Kelinci Bulan] telah terpenca-pencar dan kebanyakan dibunuh. Baru setelah itulah [No Name] saat ini menemukan Kuro Usagi yang berkeliaran tanpa seorang pun untuk bergantung dan menerima Kuro Usagi sebagai bagian dari Komunitas mereka.”

Kuro Usagi mengeratkan kepalan tangannya, dan kelihatannya tersenyum dengan kebahagiaan yang tak diragukan.

Tapi Asuka dan Yō tidak dapat menemukan satu kata pun untuk dikatakan saat mereka melihat satu sama lain sekali lagi.

Kalau perkataannya benar, maka itu berarti Kuro Usagi dirampas dari kampung halamannya oleh Raja Iblis. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Sikapnya yang ingin berkontribusi, di samping identitasnya sebagai seorang [Kelinci Bulan], mungkin berhubungan dengan masa lalunya.

“Untuk membalas hutang budi pada Komunitas yang telah mengadopsi Kuro Usagi sebagai kawan……Kuro Usagi pasti akan melindungi daerah Komunitas [No Name]. Dan aku juga akan memperkenalkan rekan baru kami yang hebat: Yō-san, Asuka-san dan Izayoi-san pada semua orang!”

Kuro Usagi mengangkat kedua tangannya dengan antusias untuk sedikit menyemangati dirinya sendiri.

Yō dan Asuka menatap satu sama lain dan tersenyum sedikit.

“……begitukah, kalau begitu kami akan menantikan hari itu.”

“Aku juga…Dipikir-pikir lagi, itu…seperti apa penolong Kuro Usagi?”

Mendengar pertanyaan Asuka, tatapan Kuro Usagi terlihat terhanyut dan seulas senyuman muncul di bibirnya.

Dia mungkin sedang mengenang kembali masa lalunya yang ada di depan matanya.

Bersamaan dengan itu, Kuro Usagi menatap seberkas cahaya matahari merah yang bersinar dari jendela asrama saat dia dengan ringan menyebutkan nama dari penolongnya.

“—Namanya adalah Canaria-sama. Dia dulunya menduduki posisi sebagai ahli strategi Komunitas.”

Footnote
1.  Fir Blog : Distrik ini benar-benar ada dan dinamai berdasarkan sebuah legenda Irlandia (http://en.wikipedia.org/wiki/Fir_Bolg ).
2.  Vayu : Vayu (风天) adalah seorang dewa angin di kepercayaan Hindu. Juga merupakan 12 dewa penjaga dalam Budhisme (十二天).
3. Man Killer :Jenis yang membunuh manusia untuk kesenangan/kebutuhan menghapus kutukan, bukan untuk memakannya seperti jenis [Man Eater].
4.  Komunitas Jin : Di teks aslinya dikatakan dengan lebih sopan sebagai [Komunitas yang Bernilai] (贵共同体).
5.  Game realitas : Pada dasarnya untuk mengatakan sebuah kenyataan yang kejam dan game realitas itu sendiri nyata. Tidak begitu jelas kenapa dan tidak begitu perlu dijelaskan kenapa Asuka/Ayesha memutuskan untuk berkata begitu.

Mondaiji-tachi Jilid 3 Bab 5 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.