11 November 2015

Date A Live Jilid 9 Bab 7 LN Bahasa Indonesia




BAB VII
Berburu Kepala - Isyarat Dari Kegelapan





BAGIAN PERTAMA



Ada suasana tegang saat ini mengisi ruangan rapat di markas utama industri DEM, Inggris.



Seolah-olah suasana benar-benar memiliki aspek kekentalan di dalamnya. Bernapas akan terasa susah seolah paru-paru terisi dengan lumpur hanya dalam sekali bernapas. Bila seseorang masuk keruangan ini tanpa mengetahui apapun maka, mereka mungkin akan serius mengalami dyspepsia.



Semua laki-laki yang duduk dalam barisan mempunyai beberapa kesamaan. Salah satunya, mereka semua adalah warga Inggris. Satunya lagi, mereka semua adalah dewan direksi di industri DEM. Dan satu lagi-------mereka semua memiliki perban gipsum yang menutupi lengan kanan atau lengan kiri mereka.



".............Sialan!"



Seorang pria pada masa kejayaanya dan menggunakan kacamata- anggota dewan Roger Murdoch yang memecahkan kesunyian.



"Semuanya, apakah baik-baik saja untuk membiarkannya seperti ini? Apakah kalian ingin tetap diam meskipun kita berakhir seperti ini!?"



Dia berteriak dengan penuh kebencian dan memperlihatkan lengan kanannya yang sedang diangkat dari pundaknya seperti semuanya.



---Tangannya dipotong pada saat rapat dewan beberapa hari yang lalu.



Ya. Semua dewan direksi saat ini menekan permintaan menyedihkan ke direktur pengelola industri DEM beberapa hari yang lalu dan------itu dibatalkan karena adanya penggunaan kekerasan fisik.



Tangan mereka yang terlempar sudah dipasang kembali menggunakan medical Realizer dan mereka sudah bisa menggerakan jari mereka sesuka mereka. Namun, pemandangan lengan mereka yang menghilang dalam sekejap masih tersisa di pikiran mereka dan saat ini; tidak ada satupun dari mereka melepaskan gipsum mereka



".............Meskipun kau mengatakan begitu"



Seorang pria dengan janggut------Simpson, melihat kearah Murdoch. Pandangannya terlihat sedikit takut------ dan penuh dengan kritikan ke arah Murdoch. Namun demikian, ini tidak terbatas pada pria ini saja.



Meskipun semuanya yang berada di rapat tidak mengeluarkan suara, tidak sulit untuk dilihat kalau semuanya menyimpan perasaan yang sama.



Tapi itu wajar saja. Di tempat pertama-----Murdoch-lah yang menyeret rencana permintaan pemecatan Westcott.



Westcott menciptakan mesin revolusioner yang dikenal sebagai Realizer dan membangun perusahaan yang dikenal sebagai indsutri DEM, prestasinya tak terhitung. Tapi, untuk dewan direksi perusahaan DEM saat ini, kearoganannya yang mengayunkan kewenangan mutlaknya tanpa memikirkan tentang pengaruh luar yang dianggap sebuah gangguan.



Pada saat itu, berita keterlaluan tentang Westcott menyebabkan peristiwa menyedihkan datang dari Jepang.

Tidak hanya menyebabkan kerusakan pada bangunan industri DEM cabang Jepang kantor nomor 1 dan nomor 2 dan bangunan yang terhubung, dia juga menyebabkan beberapa Wizard tewas dan terluka. Itu adalah kesempatan yang bagus untuk mempertanyakan pertanggungjawabanya.



Tapi----Hasilnya adalah ini.



Cairan Simpson keluar memberikan ekspresi sambil menganyunkan kepalanya.



"Kau seharusnya memperbarui pikiranmu dari masalah ini. Dia adalah monster. Dia berbeda dengan kita. Pikirannya, sistem nilai, dan kewenangannya membuat menjadi kenyataan........Semuanya. Kitalah yang bodoh karena hanya melihat mimpi meskipun hanya sesaat"



Murdoch memegang lengan kirinya sambil melihat kearah Simpson.



"..................Tapi meskipun begitu, aku merencanakan kalau dia harus menerima hukuman yang sesuai"



Para dewan direksi menghela nafas kecil atas kata-kata Murdoch. Kemungkinan, itu bisa dibilang sebagai garis pemberani dari Murdoch.



"Hukuman........huh. Apa yang kau rencanakan?"



Simpson mengatakan itu sambil mengangkat bahunya. Namun dia tidak mengatakan dengan depan atau sebuah tindakan berani. Dia menggoyangkan lehernya setelah melihat dewan direksi berbaris.



"Westcott MD saat ini berada Jepang jika aku benar. Sepertinya dia di tempat dimana Roh sering sekali muncul"



"Apakah ada masalah dengan itu?"



"Ini mengkhawatirkan.---Itu akan menjadi masalah besar bila dia kebetulan , terseret ke dalam Gempa luar angkasa atau semacam kecelakaan"



"..............!!"

Para dewan direksi tersentak pada kata-kata dengan arti yang dalam dan aksen yang kuat.

"Murdoch, jangan bilang kau.............."



Simpson mengatakan itu dengan cara yang ketakutan.



Tidak hanya dia, tapi semuanya di tempat itu mungkin mengerti.

---Murdoch mengusulkan pembunuhan Westoctt



".................."



Setelah beberapa saat, kesunyian mengalir ke ruangan rapat. Semuanya mengalirkan pandangan mereka ke dewan direksi lain menunggu respon mereka.



Meskipun demikian, itu mudah memikirkan rencana [Mengambil nyawa seseorang] bukanlah sesuatu yang dia ragukan. Bila dia tidak mempunyai semacam emosi yang mengagumkan maka, dia tidak akan duduk di kursi dewan direksi perusahaan DEM.



Ketakutan hanyalah satu-satunya yang mereka yang khwatirkan.------ hal ini, bila kesempatan pembunuhan gagal, mereka takut Westcott mungkin akan membalas dendam kepada mereka.



Tapi, Setelah beberapa waktu, salah satu dewan direksi mengeraskan suaranya.

"..............itu benar. Itu mengkhwatirkan. Sangat mengkhwatirkan."



Kata-kata tidak wajar itu mengartikan bahwa dia setuju dengan rencana Murdoch



".............Aah, itu seperti yang kamu katakan"



Salah satu orang yang lain kemudian menyatakan kekhawatirannya pada Westcott---- dan kemudian, semuanya menunjukan persetujuan kepada rencana Murdoch.



Murdoch mengangkat sisi bibirnya. Itu seperti yang dia inginkan.



Biasanya, kemungkinan ada dewan direksi yang tidak mendukung rencana Murdoch. Tapi, ekspresi baru-baru ini berbeda karena tangan mereka yang telah dipotong pada rapat dewan direksi sebelumnya telah mengubah pikiran mereka.

Yang berarti---ketakutan mereka yang terus terus menyertai sang monster yang di kenal sebagai Westcott untuk sekarang, mereka telah menang melawan ketakutan akan dirimya.



Namun, meskipun dia berhasil membuat semuanya setuju, masih ada banyak masalah. Simpson membuat sulit.



"...........tapi, meskipun itu masalahnya, apakah kamu mempunyai cara?"



Pertanyaan itu normal. Untuk perusahaan DEM, memperbaiki masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cara yang damai maka, yang akan mengeksekusi tidak lain Wizard yang berafilasi dengan tim eksekutif nomor 2 meskipun metode ini jarang di gunakan.



"Wizard di tim eksekutif nomor 2 semuanya adalah simpatisan Westoctt. Sebagian besar mungkin, tidak peduli berapa umpan yang kita sebar, tidak satupun dari mereka akan mengkhinati dia"



Mengarah ke kata-kata Simpson, dewan direksi yang berambut putih mengangguk.



"Dan meskipun kita berhasil membuat mereka bekerjasama..............dia selalu berada di samping Westcott."



Walau dia hanya bicara dengan kata-kata yang sangat sederhana, itu saja dapat membuat semua dewan direksi menelan ludah.



Ellen M Mather. Dia adalah pengikut terpercaya Westcott dan juga pelaku yang memotong tangan Murdoch dan lainnya.

Didalam DEM-----tidak, bahkan dari semua manusia, dia adalah penyihir terkuat yang membanggakan.



Selama dia disamping Westcott, sekalipun mereka mencoba menyerang Westcott, mereka tidak bisa melupakan keberadaannya.



Murdoch meringis bibirnya.



"-----apakah kalian semua tau satelit buatan produksi DEM, yang saat ini di orbit satelit?"



"Apa............?"



Simpson menaikan alisnya dengan ragu. Itu seperti seolah dia mencoba mengatakan, apa maksudmu sampai mengatakan itu dengan tiba-tiba.



Namun, Murdoch tidak repot-repot berhenti dan melanjutkan



"Berbicara dengan tepat, ada 23 unit. Dan cepat atau lambat, 8 dari 23 unit akan menyelesaikan misinya dan dalam kondisi menunggu waktu untuk dijatuhkan"



"Tunggu sebentar. aku tidak mengerti apa yang kau katakan, bagaimana bisa itu berhubungan dengan ini?"



Dewan direksi membuat ekspresi bingung di wajahnya. Sepertinya tidak ada satupun yang mengerti meskipun dia mengatakan sejauh itu. Murdoch membuat senyum tak kenal takut.



"--------Kita jatuhkan satelit buatan <DSA-IV> yang di rencanakan akan jatuh ke kota Tenguu"



"..........!"



Para dewan direksi menegangkan wajah mereka seketika.



Tapi, Simpson mengayunkan kepalanya setelah beberapa saat.



"Tepat saat aku berpikir apa yang akan kamu katakan........apakah kau dengan serius berpikir itu mungkin? Bumi mempunyai atmosfir kau tahu. Sesuatu seperti satelit buatan akan terbakar bahkan sebelum menyentuh tanah. Meskipun ada beberapa bagian rongsokan yang tersisa, tidak mungkin kamu bisa menjatuhkannya secara akurat di tempat Westcott DM berada"



"------Apakah itu masalahnya"



"Apa?"



"Biarkan aku jelaskan rencananya. Pertama-----"



Simpson dengan ragu menaikan alis matanya. Murdoch *nii* membuat senyuman sambil melanjutkan.

Ketika dia melakukan itu, warna wajah dewan direksi berubah dalam sekejap. Ketika mereka mendengar penjelasan Murdoch, mereka mungkin sadar rencana ini bukanlah sebuah cerita dongeng pengantar tidur.



"----Itu saja. Ada pertanyaan?"

Murdoch mengatakan itu, dan satu dewan direksi menaikan suaranya sambil keringat jatuh ke wajahnya.



"................aku mengerti, Itu benar ini mungkin berhasil bila kita melakukannya. Tapi , bukankah metode ini akan menyebabkan kerusakan besar ke kota Tenguu"



"Itu benar! Itu mungkin akan menyingkirkan Westcott, tapi kerusakannya terlalu besar, meskipun ini berhasil, bagaimana kamu akan menjelaskannya kepada dunia!"



Seorang pria botak mengeluarkan suaranya dengan kesetujuan. Tapi , respon itu sesuai dengan harapan. Murdoch mengangguk dengan santai sambil membalas.



"Dalam waktu yang diterapkan, kita akan mengirim satu kapal di langit kota Tenguu dan membuatnya terus-menerus menggunakan territory nya; kita akan menggunakan itu untuk menyembunyikan keberadaan satelit buatan dari alat observasi di daratan. Dan setelah itu, kita akan membunyikan alarm spacequake, dan membuat penduduk di sekeliling evakuasi. Tentu saja, aku tidak tahu berapa lama shelter yang di buat untuk Gempa luar angkasa akan sanggup bertahan menghadapi itu"



"Apa........!"



"Oh sungguh mengerikan. Tokyo metropolitan kota Tenguu diserang oleh gempa luar angkasa yang besar lagi setelah 30 tahun. Dan lebih jauh lagi, itu adalah bencana besar yang sangat kuat bahkan dapat menghancurkan shelter"



Dia melanjutkan seolah dia berada di drama.



“Diatas tragedi itu, perusahaan MD kami berada disana. Aah, sungguh menyedihkan. Kehilangan seorang jenius seperti dia adalah sebuah kehilangan yang sangat besar bagi DEM. Tapi, kami tidak bisa terus bersedih. Mari tuntaskan keinginanya yang menderita dan dukunglah diri kita dalam memajukan perusahaan DEM ke jenjang yang lebih tinggi"



Setelah Murdoch menyelesaikan kata-katanya, wajah dewan direksi berubah menjadi pucat dan melihat kearah Murdoch.



Tapi-------tidak peduli berapa lama yang di butuhkan, tidak ada yang menolak bahwa itu adalah metode yang tidak berkeperimanusiaan







***









BAGIAN KEDUA



“…………………oou”



1 November.



Shidou kelelahan.



Meskipun dia mencoba menghindar ketika akan dilaporkan, gangguan dari Natsumi berlanjut terus menerus setelah itu.



Dalam satu kejadian ketika dia pergi berbelanja, tepat di tengah pusat perbelanjaan, pakaian Shidou berubah menjadi jaket kulit anak-anak dan celana dalam yang pendek sekali membuatnya terlihat seperti orang yang sesat, penduduk sekitar akan melaporkannya ke polisi ketika mereka melihat anak perempuan yang berubah telanjang dihadapan Shidou dan disaat dia kembali ke rumah, rumahnya berubah menjadi toko dewasa yang dihiasi dengan neon merah jambu.



Jika dia tidak dibantu oleh <Ratatoskr>, Dia tidak akan memiliki ide sedikitpun saat dia akan diasingkan masyarakat beberapa kali.



“Shidou, kau tidak terlihat bersemangat, apa kau baik-baik saja?”



Tohka setelah itu, melihat wajah Shidou yang kesulitan. Ketika Shidou melihat perlahan-lahan, bukan hanya Tohka sendiri, Yoshino, Yamai bersaudara, Miku dan juga Kotori bersembunyi dibalik kumpulan bayangan juga sambil memberi pandangan pada Shidou.



Shidou menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghindari kemungkinan mereka khawatir sebelum menghela nafas.--------meskipun begitu satu orang merasakan keadaan sangat sulit ketika Tohka dan yang lain  mengalami perubahan pada tubuhnya, Shidou akan kehilangan muka  jika dia sendiri yang merasa kelelahan.



“Aah, aku baik-baik saja. Maaf semuanya”



“Umu………..aku mengerti! Semua baik-baik saja jika kau tidak apa-apa”



Ketika Shidou mengatakan itu, Tohka membuat senyuman yang bahagia dalam perasaan lega. Dia sedikit paham perasaan seorang ayah yang memiliki anak perempuan. *pon* *pon* dia menganggukan kepalanya.



Ini benar jika gangguan Natsumi semakin buruk dari hari ke hari tapi, di sisi lain, ini adalah sebuah kesempatan.

Saat terakhir kali, di waktu saat Natsumi mengubah pakaian Shidou dan melingkupinya, Dia pasti mempunyai jarak efektif kekuatan <Haniel>.



Tentu saja, mencarinya sangat sulit sejak dia dapat berubah menjadi bentuk tertentu, tapi berkat semua itu, mereka akhirnya dapat melihat unsur-unsur susunanya dari analisa pembacaan Reiha yang telah dilakukan beberapa hari lalu.



Saat ini, tim analisa <Ratatoskr> dimulai dari Reine sudah memasang sebuah jaring jebakan disekitar rumah Itsuka sebagai pusatnya. Ini terlihat kalau mereka akan menangkap Natsumi dengan segera.



Lebih jelasnya lagi, hal yang harus Shidou lakukan adalah memprioritaskan dirinya dalam keadaan waspada; Natsumi akan puas atau mungkin bosan mengganggu Shidou dan menyembunyikan dirinya di suatu tempat.



Seperti itu---------tepat di saat itu.



“……..uh!”



Shidou melihat kilauan dari luar jendela dan mengambil nafas kaget.



Itu adalah cahaya yang sudah berkali-kali dia lihat beberapa hari yang lalu.---------ini pertanda sinyal kekuatan [Transformasi]<Haniel> telah aktif.



Selanjutnya dengan seketika, interior rumah Itsuka melalui penglihatan Shidou, Tohka dan lainnya; semua satu persatu mulai menyala dan penampilan mereka berubah.



Dan setelah beberapa detik.



“A-ap………….”



Setelah melihat pada semuanya yang telah berubah sepenuhnya dari beberapa detik yang lalu, Shidou membuka matanya dengan penuh keheranan.



Ini karena, pakaian pada anak perempuan tepat dihadapannya, telah berubah menjadi kostum yang terlihat seperti perempuan kelinci dengan celana panjang tipis.



Jika dilihat, bentuk dari telinga yang ada dikepala mereka dan buntuk yang terpasang dibagian bawah kostum. Tohka menjadi anjing, Kotori menjadi kucing, Yoshino menjadi kelinci, Yamai bersaudara mereka menjadi monyet, dan Miku adalah sapi.



Bahkan  di bawah keadaan yang tidak normal dimana pakaiannya memicu sebuah gairah dan ditambah lagi, tubuh mereka yang masih berubah menjadi anak-anak. Entah bagaimana, bau dari kejahatan mengambang di udara dengan luar biasa.



Apa lagi, itu belum semuanya.



Ruang tamu yang familiar dari rumah Itsuka karena kekuatan <Haniel> telah berubah menjadi kandang besar yang ada seperti di kebun binatang, melingkupi pada perempuan. Kebetulan, Shidou berpakaian megah yang mana sering muncul seperti didalam manga, dan dia memegang pecut di tangannya.



Intinya, tembok rumah telah hilang dan dimana mereka menjadi dapat dilihat oleh lingkungan sekitar. Diatas kandang, papan pertanda [Kebun Binatang Yang Hanya Menjadi Milliku] digantung dengan rapi.



Dia sekarang menjadi orang sesat yang tidak dapat dimaafkan.



"Ap-apa Ini!”



“A-auuu……………”



Para perempuan menyadari penampilan mereka saat ini dan wajah mereka berubah menjadi merah dengan seketika. Hanya Kaguya sendiri yang berteriak [Tunggu, kenapa aku seorang monyet?!] dengan tidak puas. Mungkin mereka terkejut oleh sinar yang tiba-tiba datang, orang-orang dari lingkungan kompleks melihat kearah [Kebun Binatang Yang Hanya Menjadi Milliku] dan mulai meng-gosip tentang sesuatu dan mencoba untuk memanggil nomor 110 untuk melapor tapi, Shidou berpura-pura untuk tidak melihat mereka dan menempatkan tangannya pada Incam yang dipakai di telinganya.



“Reine-san!”



“…….Aah, aku tahu.-----Kita telah menangkap sinyal. Natsumi telah terdeteksi”



“! Benarkah!? Dimana dia sekarang!?”



“Dia ada sekitar 1 kilometer dari tempat kau berada-------di bangunan yang sedang dalam proses konstruksi di daerah Kota.”



“1 kilometer …………dia melakukannya dari jarak sejauh itu.”



Shidou melihat ke arah jendela (Pusat dimana tempat itu seharusnya berada) asal cahaya yang Shidou lihat dan memberengut.



“Shidou.”



Mungkin menebak jawaban apa yang akan datang melihat dari reaksi Shidou, Kotori memberi pandangan serius pada Shidou sambil menggangguk.



“Aah……..ayo kita pergi, semuanya!”



Shidou menggangguk dengan kepalanya sebagai jawaban untuk kalimat tadi.



---------bagaimanapun juga dilihat dari awalnya, dia merasa suasana ini sangat tidak memungkinkan tapi, Shidou melakukan semampunya untuk tidak menghiraukan tentang hal itu.







***









BAGIAN KETIGA



“Fufu-----haha…………ahahahahahaha!”



Dari sangat jauh, Natsumi sedang memegang perutnya dan berguling-guling dalam tawa setelah melihat Shidou dalam kepanikan.



Dia adalah perempuan cantik berumur sekitar pertengahan dua puluh dan memakai "Astral Dress" yang telihat seperti penyihir. Dia memiliki wajah manis dan tubuh yang ramping. Dia berliku-liku indah dengan bentuk tubuh itu yang mana akan membuat model melarikan diri tanpa alas kaki sambil menangis dengan air mata mengalir dan berteriak.



Natsumi ada di atas bangunan setengah-jadi 1 kilometer menjauh dari rumah Itsuka. Dia menikmati mengintip reaksi Shidou melalui teleskop besar yang dia ubah yang sebelumnya adalah bagian dari kerangka besi.



“Ah----, sangat lucu. Rasakan itu. aku tidak akan memaafkan kalian semua karena telah hidup bahagia setelah mempermalukanku seperti itu”



Setelah mengatakan itu, Natsumi mempertajam pandangannya.



Ya. Beberapa hari lalu, rahasia Natsumi yang tidak pernah diketahui telah dibongkar oleh laki-laki itu, Itsuka Shidou.



Dia mendengus dan memiliki sepasang Malaikat berjenis sapu------<Haniel> di tangannya, terbalik.



“Baiklah setelah itu………………aku berpikir bagaimana dan apa yang harus aku ubah selanjutnya”



Setelah Natsumi mengerutkan bibirnya, Dia membuat senyum yang menakutkan. Didalam kepalanya, banyak sekali ide macam-macam gangguan yang meletup keluar.



Dia akan lebih suka hal yang akan membuat kekuatan mental Shidou menurun secepat mungkin, dan sepenuhnya menghancurkan status sosial Shidou. Dia akan membuat Shidou tidak dapat berjalan di bawah sinar matahari lagi. Ini akan menjadi hal yang menarik jika mengacak-acak pakaian Shidou ketika dia lewat ke pos polisi, memberi dia catatan kriminal karena membeberkan hal cabul. Tidak, lebih baik jangan hanya seperti-------



Disaat itu, sambil Dia sedang memikirkan banyak hal dan membuat wajah yang sangat tidak menyenangkan, Natsumi dengan tidak terduga mengerutkan kedua alisnya dan mengangkat wajahnya.



“…………………..! Sesuatu sedang mendekat……………..?”



Natsumi berpikir dia hanya keliru untuk seketika pada awalnya tapi---------itu ternyata benar, ada sebuah kehadiran atau sesuatu yang mendekat tepat ke arah Natsumi



“Jangan bilang, Shidou menemukanku……………?”



Natsumi mendecakkan lidahnya. Ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Dia sedikit berpikir kalau ada sebuah organisasi besar dibalik Shidou. Meskipun begitu jika Shidou tidak mengetahui keberadaannya, dia tidak menyangkal kemungkinan jebakan yang sudah ditempatkan sekitar daerah itu.



“Maaf tapi, aku tidak bisa membiarkan diriku tertangkap disini”



Natsumi mengeluarkan lidahnya kearah pengejar yang mana sudah menunjukan kehadirannya dan mengangkang menaiki <Haniel>.



“Fufufufu, Sampai jumpa”



*Ton* di waktu yang sama dia menghentakan kakinya, tubuh Natsumi mengambang di udara bersama dengan <Haniel>. Natsumi lalu melihat dari kejauhan, sebelum mengangkat kakinya saat berada di sapu dan terbang ke arah langit dalam kecepatan tinggi membuat pemandangan dilingkupi seperti semuanya terhisap kebelakang. Perasaan seperti tubuh Natsumi berubah menjadi tajam seperti bor telah mengendalikan tubuhnya.



Selama mereka tahu posisi Natsumi, akan percuma saja kecuali kalau disana ada manusia yang bisa menangkapnya. Natsumi membayangkan sosok kawan Shidou yang belum diketahui  dan *kusu**kusu* tertawa.



“--------baiklah, aku pikir tempat ini bagus”



Tidak ada yang tahu seberapa jauh jarak yang telah dilewati setelah dia terbang. Hanya untuk berjaga-jaga, Natsumi terbang kesini dan kesana sebelum mendarat di sebuah tempat tak berpenghuni di pinggir gunung.



Akan tetapi, saat ini ada jaring jebakan yang terpasang disekitar Shidou, ini akan menjadi ide yang bagus untuk mengganti metodenya sedikit dari sekarang. Meskipun demikian, ada banyak sekali metode. Daripada merubah objek disekitar ruang lingkup Shidou, Natsumi akan mengubah dirinya sendiri dan mulai mempermainkan Shidou.



Sebagai contohnya, dia akan berubah menjadi perempuan yang sedang terancan dengan pakaian yang robek tercerai-berai dan berkata [Orang ini yang melakukannya…………!], ini akan menjadi satu tembakan untuk Shidou.



“Ahaha, tapi, aku tidak akan membiarkan semuanya berakhir seperti ini. Aku akan menggunakkan waktu secara perlahan------“



Disaat seperti itu. Saat dia mengatakan itu, Natsumi merasakan tekanan tepat ke hatinya dan melompat ke belakang.

Selanjutnya dengan cepat, tempat dimana Natsumi berdiri telah diledakkan oleh cahaya dan membuat lubang yang sangat dalam di tanah.



Tidak diragukan lagi, serangan itu telah dibidikkan pada Natsumi.



“A-ap…………..!?”



---aku telah dibuntuti? Dengan kecepatan seperti itu!? Wajah Natsumi dipenuhi dengan kebingungan-------Bagaimanapun dia , membuat senyuman tak kenal takut. Dia tidak punya rasa hormat dengan sengaja menunjukan ketidaksabarannya pada lawan.



“………Apa ini, kawan Shidou-kun, itu adalah salah satu sambutan yang membangkitkan semangat”



Dia mengatakan itu dan mendengus sambil melihat keatas-----ke arah serangan itu berasal.



Ketika dia mengatakan itu, bayangan yang melayang melihat pada Natsumi dengan tatapan dingin sambil perlahan mendarat ke tanah.



Dia menggunakan armor silver disekujur tubuhnya. Dia memiliki rambut pirang pucat yang mengesankan, dan memiliki warna mata biru. Wajahnya memiliki ciri-ciri yang mencolok seperti boneka, ini tidak terlihat sedikitpun atmosfir dari seorang perempuan yang ramah dapat dirasakan disekitar badannya tapi lebih terasa seperti atmosfir seoramg prajurit yang kuat.



“Sayang sekali, aku bukan kawan Itsuka Shidou”



“Fuun…………? Begitukah. Lalu AST? Baiklah, terserah apa pun itu. Apa ada sesuatu yang kau butuhkan dariku?”



“Seperti yang dapat kau ketahui”



Setelah Natsumi berkata seperti itu, Perempuan itu mengeluarkan pedang besar yang disimpan dibelakangnya sambil menjawab.



“-----<Witch>. Aku akan memburumu”



Setelah Ellen memberitahu itu, sang Roh <Witch> menantang membuka lebar matanya dengan cepat, sebelum dengan seketika tertawa.



“Hee? Baiklah, aku pikir itu tidak berguna.------yang lebih penting, aku tidak terlalu suka nama <Witch> itu. Maukah kau memanggilku Natsumi dengan baik?”



<Witch>------Natsumi mengangkat bahunya sambil berkata seperti itu. Menilai dari ekspresi dan gerak-geriknya, ini jadi terasa kalau dia tidak terlalu waspada pada Ellen. Dia mungkin sudah berhasil untuk menyembunyikan rasa kebingungannya atau mungkin dia benar-benar berpikir sangat mustahil baginya untuk kalah.-------jika ini adalah yang terakhir, lalu di saat itu Ellen benar-benar akan melihat ke bawah.



Ellen mengangkat kedua alisnya dengan tidak menyenangkan.



“Aku akan tahu apakah ini berhasil atau tidak setelah aku mencobanya”



“Fuun……….”



Natsumi mengarahkan sapu yang dia pegang kearah Ellen setelah *Nii*  mengangkat sisi bibirnya. Seperti yang tertulis didalam dokumen. <Haniel>. Malaikat yang mempunyai kekuatan untuk merubah bentuk target menjadi apa saja.

Sangat benar kalau ini adalah kekuatan yang sangat mengganggu tapi------itu tidak akan membandingi Ellen. Seperti seolah-olah untuk menentang hal itu, Ellen membuat posisi berdiri dengan pedang laser ketajaman-tinggi <Caledfwlch> yang dia pegang di tangan kanannya.



Padangan Ellen dan Natsumi beradu.







Dan, dalam waktu seperti menyesuaikan keadaan itu, beberapa jumlah Wizard mendarat dibelakang Ellen. Ini adalah sekelompok Wizard dari DEM yang mana sedang mengejar <Witch> bersama Natsumi. Kelihatannya, mereka akhirnya menyusul Natsumi dan Ellen.


Tidak, mereka datang mengikuti panggilan dari Ellen, lebih tepat untuk mengatakannya seperti itu. Jika hanya mereka yang mengejar Natsumi, maka mereka tidak akan salah lagi kehilangan dia.



“Kalian terlambat”



Setelah Ellen mengatakan itu sambil mengarahkan pandangannya pada Natsumi, para Wizard menghembus nafas *hii* dapat terdengar.



“A-aku benar-benar minta maaf, Ellen-sama……….!”



“Tapi, kita tidak bisa mengikutimu dengan kecepatan seperti itu…………..”



Ellen membuat desahan kecil dari jawaban yang sudah bisa ditebak.



Baginya, Wizard DEM lebih sangat berpengalaman dibandingkan Wizard lainnya. Tapi jika itu adalah masalahnya, mereka seperti ini pada kenyataannya.



Setelah mendapat pengalaman dikerahkan ke dalam kelompok dalam kenyataan, Ellen benar-benar merasa kehilangan Takamiya Mana dan Jessica Bayley sangat besar.



“…………..aku mengerti, apa yang dimaksud Ike sekarang”



Dia mengatakan itu pada dirinya sendiri sambil menepak luka goresan besar di badannya dengan tangan kirinya. Meskipun begitu orang itu tidak bisa dibandingkan dengan Ellen saja sendiri, dari tingkat terendah hanya akan ada satu orang yang cocok bekerja sebagai partner Ellen dan itu mungkin akan merubah tingkat keberhasilan dari rencana pertarungan.



“Kepala eksekutif, apa kau mengatakan sesuatu…………?”



“………………Tidak. Tolong fokus dalam pertarungan ini”



“! Haaaa………!”



Setelah Ellen mengatakan itu, para Wizards mengeluarkan senjata mereka atas izin di saat itu dan mengarahkan pandangan tajam mereka pada Natsumi.



Setelah melihat sikap tersebut, Natsumi bagaimanapun juga, mengangkat tanpa rasa takut.



“Eeh? Jangan katakan padaku kepercayaan diri itu berasal dari hal itu? Apa kau pikir kau akan menang jika kau datang padaku satu-persatu?”



Natsumi mengatakan itu untuk menakut-nakuti mereka. Ellen mengangkat pipinya.



“Tidak. Jangan khawatir. Aku tidak akan membuatmu kecewa”



“Aah, aku mengerti. Baiklah, aku tidak perduli tapi------neh!”



Dalam sekejap-----Natsumi memanggil <Haniel> tempat dimana dia duduk menggantung.



Diwaktu yang sama sesuai dengan tindakan tersebut, semburan dari tekanan angin dan cahaya Reryoku menyerang Ellen dan Wizard semua yang ada dibelakangnya.



“---------------“



Bagaimanapun, setelah Ellen membuat dengusan kecil sambil menghentak tanah, dia memanipulasi territory-nya dan terbang keatas langit. Para Wizard yang ada dibelakangnya juga, memencarkan diri mereka untuk menghindari serangan Natsumi.



“Kenapa kau……..!”



Para Wizard yang berpencar menembakkan beberapa misil kecil pada Natsumi. Tabung yang terisi dengan tujuan membunuh yang terisi dengan energi Maryoku, meninggalkan jejak putih di langit dan menghampiri Natsumi.



“Fufun”



Tapi, meskipun begitu ketika hujan misil dengan kekuatan yang besar telah diarahkan, senyuman tidak takut Natsumi tidak menghilang. *ton* dia menepakan kakinya di tanah dengan ujung sapu dan mengeluarkan suaranya ke arah munculnya missil.



“<Haniel>!”



Ketika dia melakukan itu, ujung dari <Haniel>------bagian yang terlihat seperti sapu telah terbuka membuat lingkaran dan cermin yang berubah mengeluarkan cahaya yang sangat kuat.



“Guh……….!?”



Mereka dengan seketika telah melihat kalau ini bukanlah cahaya untuk mengelabui. Saat dimana missil yang mendekati Natsumi menyentuh cahaya yang berasal dari cermin <Haniels>, semuanya berubah menjadi permen dan coklat manis yang tak terhitung jumlahnya.



“A-ap------“



Diwaktu yang sama disaat para Wizard terkejut, banyak permen yang jatuh disekitar tempat itu dan *pon*! menembak keluar dengan suara seperti komik berbunyi. Wangi manis mengambang di sekitar.



“Ya ampun Ya ampun, memberikan permen padaku? Aku sangat senang”



Natsumi *kusu**kusu* tertawa sebelum menaiki <Haniel> kembali.



“Baiklah, aku harus membalas kembali kepada kalian semua.------<Haniel>!”



Setelah Natsumi berteriak, <Haniel> lagi-lagi bersinar dan cahaya yang memusingkan memenuhi area tersebut.



“…………..?”



Ellen sedikit mengerutkan kedua alisnya dari perasaan yang aneh menyerang tubuhnya. Ini tidak terlihat seperti dia terjatuh tapi, dia merasa pandangannya menjadi sedikit buram.



Di waktu yang sama, sebuah teriakan terdengar dari sisi kiri dan kanan dari para Wizard yang tersebar di area tersebut.



“U-uwahhh!?”



“Ap-----apa-apaan ini……….!”



Dia melihat ke bawah dengan hanya mata yang bergerak ke bawah. Dia melihat beberapa anak yang tidak dikenal disana.

Tidak-----salah. Ketika Ellen melihat dengan teliti, dia menyadari kalau anak-anak itu memiliki kesamaan seperti bawahannya. Lebih seperti, mereka berubah menjadi bentuk anak-anak karena kekuatan <Haniel>.



Ellen sedikit merendahkan pandangannya pada tangan kanannya yang memegang pedang laser.------ini sangat wajar tapi, dibandingkan apa yang di ingat Ellen, dia menyadari telapak tangannya menjadi kecil. Seperti Wizard lainnya, Ellen menjadi kecil. Ini terlihat baju armornya menjadi kecil juga sama sepertinya, yang tersisa hanya ukuran CR-unitnya yang tetap sama dan karena itu, ini benar-benar tidak seimbang.



“Ahahahahahaha! Itu lebih manis ya kan?”



Natsumi membuat tawa yang keras dengan memegang perutnya sambil tertawa.



“Pertarungan ini belum selesai.”



“Heee? Apa yang kau bisa lakukan dalam bentuk kecil seperti itu? Bagaimana kalau kau kembali ke rumah dan dimanjakan oleh ibumu sungguh. Fufufufufu”



“………..”



Ellen dengan sungguh-sungguh menajamkan matanya. Dia membuat sebuah perintah dalam pikirannya dan memanipulasi Territory. Dia mendeteksi seluruh tubuhnya dan mengkonfirmasi kondisinya. Massa otot, kepadatan tulang, fungsi metabolisme, sistem organ tubuh, bermacan-macam, Dia memahami semua keadaan itu dengan cepat. Aku mengerti, ini benar kalau kekuatanku menurun.



Mungkin karena kekuatan otot untuk menggerakkan lidahnya mengalami kemunduran juga, bahkan pelafalanya dalam dia berbicara menjadi terganggu. Itu adalah kekuatan yang sangat mengganggu.



Tapi.



“--------Ini sudah cukup. untuk membunuhmu.”



Setelah mengatakan itu tanpa suara yang cadel, Ellen menggenggam kembali pegangan <Caledfwlch> dan menendang langit. Dia lalu mendekat pada Natsumi dengan cepat.



“Heh------------?”



Dengan pertahanannya yang rendah, Natsumi mengeluarkan suara tercengang dari serangan tiba-tiba Ellen dan membuka matanya dengan lebar.



Ellen tidak perduli dan menebaskan <Caledfwlch>.



“Eh……………., Eh……………?”



Natsumi membuka matanya lebar-lebar dengan syok sambil menahan keluar suara dari tenggorokkannya.

---saat ini, Dia tidak tahu apa yang baru saja terjadi.



Natsumi menyegel kekuatan lawannya dengan <Haniel> seperti biasanya.



Tapi, satu dari mereka, datang satu orang yang datang menebaskan pedangnya pada Natsumi tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi padanya.



“Eh, Ah…………..”



Kepalanya telah masuk kedalam kekacauan dari situasi yang mana belum pernah terjadi sebelumnya.

Ya. Di saat ketika perempuan yang bernama Ellen mengacunkan pedang laser, sebuah perasaan panas *kaaa* terasa melewati dada ke perutnya-------dan Natsumi terjatuh kebelakang.



Didalam padangannya yang buram, Natsumi perlahan menempatkan tanganya kebagian perutnya yang terkena tebasan-----dan banyaknya darah yang mengerikan yang lengket di telapak tangannya.



“Hii………..”



Saat ketika Natsumi melihatnya, kesakitan yang sangat luar biasa yang mana masih telihat di suatu tempat di perasaan dalam kenyataan, terasa melalui tubuhnya.



---Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. Ini menyakitkan. ……………………!!



“A-aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh…………..!?”



Natsumi berteriak dari kesakitan luar bisa yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya dari sekarang. Ini terasa seperti duri tajam yang menembus kedalam tubuhnya. Di dalam kesadarannya yang buram. Di dalam penglihatannya yang kabur. Bagaimanapun, berulang kali serangan hebat penyerang tidak akan mengizinkan lukanya untuk cepat berlalu. Putaran neraka terus berlanjut tidak ada habis-habisnya.



“Tidak-mungkin………ap, apa ini……….”



Serangan yang Ellen buat dengan mengayunkan pedang lasernya menyebabkan luka yang sangat dalam pada tubuh Natsumi bersamaan dengan Astral Dress miliknya. Meskipun Dia mengkonfirmasi kenyataan yang ada di otaknya, Natsumi masih tidak percaya atas apa yang dia alami.



Bagaimanapun, kenyataan tidak akan berubah tak peduli Natsumi menerimanya atau tidak. Terjatuh, dalam pandangan Natsumi, Ellen memegang pedang laser yang telah dia keluarkan saat itu.



“-------aku mengerti, kekuatan milikku kelihatannya telah melemah seperti yang diduga. Tapi tidak akan mungkin aku akan meleset mengenai titik fatal dari jarak sedekat ini”



Dan disaat mengatakan hal itu, tubuh Ellen mengeluarkan cahaya yang terang--------dan berubah kembali menjadi umur sekitar pertengahan dua puluh.



Kelihatannya, sejak Natsumi mendapatkan luka, efek [Transformasi] telah menghilang pada target yang prioritasnya rendah. Dalam kenyataannya, tubuh Natsumi masih bertransformasi.



“Oh, aku kembali normal”



Ellen membuka tangan kirinya dan menutupnya kembali untuk memastikan gerak tubuhnya terasa, sebelum mengarah pandangannya tertuju pada Natsumi kembali.



“Baiklah selanjutnya, apa yang harus aku lakukan. Secara pribadi aku ingin menangkapmu hidup-hidup tapi, membunuhmu dan mengambil keluar kristal Saphiramu akan sangat bagus juga”



Ellen mengatakan itu dengan dengan tidak acuh. Natsumi mengeluarkan suaranya penuh tekanan dari tenggorokannya dengan menyedihkan.



“………….,to……..long aku……., aku tidak…..ingin…..mati-----……….”



“Aku tidak peduli akan hal itu, aku pikir itu adalah pilihan yang akan membuat rasa sakit di tubuhmu menjadi semakin bertambah lebih dari ini”



Di waktu saat Ellen mengatakan seperti itu, Wizard lainnya yang mengalami perubahan kembali semula seperti Ellen, bekumpul bersama.



“Kepala eksekutif. Apa yang harus kita lakukan?”



“Kita bawa dia hidup-hidup. Aku pikir Dia tidak akan mengamuk dalam keadaan seperti itu-----“



Ellen memegang ulang gagang pedangnya lagi sambil berkata seperti itu.



“Ini terlihat dia memiliki kekuatan yang menjengkelkan. Kita potong tubuhnya seperti yang diperintahkan”



“-----hii…….!?”



Setelah  Natsumi terengah-engah, Dia menggerakkan tangan dan kakinya seperti ingin menjauh dari Ellen. Tapi, Dia tidak bisa mengeluarkan tenaga sedikit pun seperti yang dia mau.



Saat dia melakukan hal itu, Ellen perlahan mengangkat pedangnya dan-------



“Ini akan segera berakhir. Jangan mati ditengah-jalan”



Ellen mengatakan itu dengan sikap tak perduli dan mengayunkan pedangnya ke bawah.




“--------------------!!”



Dia menutup matanya dalam reflex dan menggertakan giginya untuk menahan sakit yang akan dengan segera menyerang dirinya.







Tangan kanan? Tangan kiri? Kaki kanan? Atau mungkin kaki kiri………? Kesakitan belum juga datang. Meskipun begitu Dia membuka matanya untuk memastikan, bahkan dia takut untuk menggerakkan jarinya. Tapi-----



“Apa………”



Natsumi mendengar suara Ellen yang sedang terkejut dan dia membuka matanya dengan ketakutan.



“Eh…….?”



Dia lalu mengeluarkan suara tercengang dari keadaan yang tak terduga.



Di sana ada anak perempuan tepat berada di depan sisi kanan Natsumi. Perempuan yang menggunakkan Astral dress bersinar pucat, memegang pedang besar yang mana seukuran seperti dirinya, dan melindungi Natsumi dari serangan Ellen.



Dia dengan seketika melihat hal yang familiar dari penampilan anak perempuan itu.------Yatogami Tohka. Dia adalah perempuan yang berubah menjadi anak-anak karena Natsumi.



“Haaaa!”



Pedang besar Tohka diayunkan bersamaan dengan teriakkan yang penuh semangat. Ketika Tohka melakukan hal itu, Ellen terlihat tidak menahan serangan itu tapi lebih terlihat, Dia melakukan lompatan ke belakang dan mengambil beberapa jarak .



Tohka tidak merendahkan pertahanannya dan melihat pada Ellen sambil mengeluarkan suaranya.



“Apa kau baik-baik saja!?”



“Ke-kenapa kau………disini……..”



Ketika Natsumi mengatakan hal itu, di mana banyak perubahan terjadi di sekitarnya seperti seakan-akan menyesuaikan dengan tindakannya.



Di waktu yang sama dia mendengar melodi keberanian, temperatur di sekitar menjadi menurun dan air di dalam atmosfir mulai membeku sambil membuat suara retakan. Pohon bahkan dataran sekitar dan tembok tak terlihat disekitar Wizard mulai mengeluarkan embun beku yang tipis membentuk pada Territory mereka.



“Guh………!?”



“Territory kita membeku…………!?”



“Ini sangat berbahaya! Lepaskan dulu kekuatan Territory, lalu aktifkan kembali dan terbang keatas langit!”



Para Wizards melepaskan Territory mereka dengan seketika karena mulai membeku dan mencoba mengaktifkannya kembali dengan segera.



“Kukuku! Strategi yang bagus! Menurutku, itu adalah pilihan yang normal dalam keadaan normal!”



“Tidak beruntung. Bagaimanapun, Itu hanya akan menjadi tindakan buruk setelah kita datang”



Dengan seketika lebih cepat dibandingkan gerakan Wizard saat sedang mengaktifkan kembali Territory. Suara mereka dapat terdengar dan badai terjadi disekitar, menyebabkan badan para Wizards dengan Territory mereka yang belum aktif melindungi membuat mereka dengan mudah terhantam badai.



“U-uwah!?”



“Kukakaka! Lambat! Terlalu lambat!”



“Huh. Sangat menyedihkan”



Sambil membuat tawa yang menyenangkan dan nada suara yang datar, si kembar identik mendarat ke tanah. Mereka adalah Yamai bersaudara. Perempuan ini juga berubah menjadi anak-anak karena kekuatan Natsumi.



“……………….!?”



Pikiran Natsumi sekarang menjadi dikendalikan dalam banyak hal yang sangat membingungkan dibandingkan saat sebelumnya.



Aku tidak mengerti. Kenapa---------Perempuan yang merasakan berbagai macam penderitaan karena Natsumi sekarang mencoba untuk melindungi dirinya.



“Natsumi!”



Bagaimanapun Natsumi berhenti berpikir dengan seketika karena seseorang memanggilnya.

Itsuka Shidou muncul dihadapannya dan menekukan lututnya disisi Natsumi.



“Darah…………! Natsumi! Apa kau tidak apa-apa!”



“…………..Shi-dou………….kun..?”



---Kenapa kau juga.



Dia tidak mengatakannya sampai akhir. Mungkin ini karena dia kehilangan banyak darah, dia tidak bisa menggunakan sedikit pun tenaganya untuk menggerakkan tubuhnya.



“Kuh…………, aku akan mengobatimu dengan segera…………..!”



“------Kau pikir aku akan membiarkanmu?”



Hanya Ellen saja seorang diri yang memotong kalimat Shidou. Dialah satu-satunya Wizard yang tidak terhantam oleh angin dari Yamai bersaudara dan masih mempertahankan Territory dirinya. Ini terllihat jika dia dapat mencegah diri sendiri dari resiko membeku dengan meningkatkan kepadatan Maryoku miliknya.



“<Princess>, <Berserk>, Suhu dingin ini pasti milik <Hermit> aku mengerti. Dan lagu ini------kelihatannya <Diva> sedang bersembunyi di suatu tempat. aku memahami itu, sekalipun ini menjadi sebuah serangan kejutan, mungkin ini adalah alasannya kenapa <Princess> yang kekuatannya menurun bisa bertarung melawanku.”



Tatapan mata Ellen dengan seksama sambil berkata seperti itu.



“Disini ada 6 Roh, 5 diantaranya dalam keadaan menjadi anak-anak, dan satu lagi yang tersisa terluka parah…………..aku telah diberitahu untuk melihat keadaan sekitar oleh Issac tapi, ceritanya akan berbeda jika kali ini sangat banyak kesempatan yang bagus.”



Ellen menyiapkan pedangnya. Shidou membuka mulutnya sambil melihat balik pada tatapan Ellen dengan penuh kegugupan.



“…………..tidak apa-apa, Ellen-san. Kawanmu sudah tak terhitung jumlahnya. Kau menang dalam jumlah.”



“Tidak perlu mengkhawatirkan diriku. Bagaimanapun juga aku dalam posisi tertinggi tidak menghitung mereka dalam jumlah.”

Dari kalimat Ellen tersebut, keringat dapat terlihat turun dari pipi Shidou



Sebenarnya, dari keadaan Natsumi saat ini, kekuatan Ellen sangatlah jelas. Tidak peduli seberapa banyak jumlah Shidou melebihi dirinya , kekuatan Ellen sangat tidak normal.



Bagaimanapun, setelah Shidou melipat mulutnya kedalam dan melembapkan sedikit mulutnya dengan lidah, dia menggetarkan tenggorokannya dengan berteriak.



“Aku mengerti. Aku akan menggunakan jumlah yang sangat banyak tanpa persetujuanmu lalu.-------Miku!”



Sebagai respon dari kalimat Shidou, irama melodi mulai menggema membuat suasana sekitar berubah.



Lagu tersebut sebelumnya seperti lagu yang berjajar untuk memberikan harapan yang besar pada tubuh dan kali ini lagu tersebut sangat indah dan menenangkan; lagu ini memiliki daya tarik tersendiri yang sangat misterius seakan-akan irama musik telah tersampaikan masuk pada hati.



"Terserah apapun yang kau lakukan semuanya tidak ada gunanya. Hal seperti itu tidak akan berpengaruh padaku-------“



“Ahh, ini mungkin tidak berguna. Menurutmu seperti itu”



“Apa maksudmu?”



Disaat Ellen mengangkat kedua alisnya dengan ragu-ragu, Wizards yang tadinya sudah tehantam angin disekitar semuanya terbangun dengan gerak-gerik yang aneh seakan-akan mereka adalah boneka dan mulai berkumpul pada Ellen.



“Tsk-----“



Dia mendecakkan lidahnya dalam kebencian dan melangkah dengan kuat menggunakan satu kaki. Ketika dia melakukan itu, tembok tembus pandang mulai aktif disekitar Ellen mulai meluas dan menghentikan para Wizards yang menghampiri dirinya seperti mayat hidup.



Tapi, kelihatanya Shidou sudah memprediksi hal itu akan terjadi dan menempatkan tangan pada telinganya.



“----------sekarang! Kotori! aku mengandalkanmu dalam penyembuhan!”

Ketika Shidou mengatakan itu, Natsumi merasa seperti mengambang dengan aneh membungkus seluruh tubuhnya.



“Ap-apa…………”



“Lukamu akan terasa sakit tapi, tolong tahan semua ini………….!”



“Eh------“



Sambil mendengar kalimat Shidou, Natsumi merasakan sebuah tekanan diatas tubuhnya dan terasa badannya yang telah berubah kembali menjadi normal-----lalu akhirnya dia kehilangan kesadarannya seperti itu







***









BAGIAN KEEMPAT



“………………..!?”



Di dalam ruang tamu rumah miliknya. Origami mengangkat kedua alisnya karena perasaan yang aneh dengan tiba-tiba menyerang tubuhnya.



Ketika dia berpikir tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya pudar yang menyala-nyala tanpa alasan, tinggi badannya perlahan naik tapi lebih tepatnya menjadi tinggi dan dia penampilannya menjadi seperti semula, yang mana sebelumnya dia menjadi anak-anak karena Roh-Natsumi.



“Ini………….”



Untuk memastikan tubuhnya baik-baik saja, dia mencoba mengepalkan tangannya dan memutarkan sekeliling pundaknya. Ini sangat tidak normal tapi telihat tidak normal. kelihatannya dia benar-benar kembali menjadi normal.



“…….apa yang terjadi?”

Apa yang sudah terjadi? Apa Natsumi sudah bosan terus memainkan permainan ini? Atau mungkin Shidou telah menemukan Natsumi dan berhasil untuk membujuknya, atau AST telah berhasil memusnahkan Natsumi-------dia memikirkan beberapa alasan, tidak peduli mana yang benar, tidak diragukan lagi kalau ini kabar baik. Origami berdiri dari tempat itu.



“Kuh……….”



Mungkin karena pengaruh tubuhnya kembali menjadi normal dengan tiba-tiba, hanya seperti pusing karena bangun terlalu cepat, kepalanya merasakan kepusingan. Dia menempatkan tangannya di meja dan menahan tubuhnya.

Tapi, rasa pusing itu mulai menghilang setelah beberapa detik. Dia mengangkat sedikit kepalanya sambil mecoba untuk berdiri kembali.



Hal pertama untuk memastikan semua faktanya. Penting sekali baginya untuk datang pada Shidou dan mendengarkan semua yang telah terjadi. Dan juga, mungkin lebih baik untuk memastikan apakah para Roh kembali menjadi normal dimulai dari Yatogami Tohka. Jika hanya mereka yang tersisa menjadi anak-anak maka, tidak akan ada gangguan lagi memasuki sarang cinta Origami dan Shidou.



Bahkan, ini akan menjadi ide yang bagus untuk mempertunjukan kepada pasukan barisan AST kota Tenguu. Saat ini, sejak Origami menunggu hukuman karena sebelumnya dia telah menentang perintah, dia tidak dapat ikut misi tapi, dia dapat mendengar keadaan tim saat ini dari rekannya Mikie dan ahli mekanik Mildred. Setelah membuat rencana untuk saat ini, dia menarik bagian atas keras bajunya. Disaat dia kembali menjadi normal sambil menggunakkan pakaian untuk anak-anak, ukurannya tidak cocok untuknya.



Dia segera menghampiri ruangannya dan memilih pakaian dari lemarinya. Origami dengan segera selesai mengganti bajunya dan menuju pintu keluar.



Tapi--------------Origami mengangkat kedua alisnya pada saat itu.

Alasannya sederhana. Diluar pintu ruangannya, dia merasakan kehadiran seseorang.



Apartemen Origami memiliki kunci otomatis terpasang di pintu keluar dan hanya akan terbuka kalau pemilik apartemen memberikan izin, seseorang tanpa izin tidak dapat masuk ke apartemen. Ini sangat tidak mungkin jika itu adalah pengirim paket atau promosi penjualan mendadak. Itu artinya-----



“…………..”



Setelah dia bersembunyi dibalik tembok tanpa bicara apapun, dia dengan waspada melihat ke hadapan pintu keluar apartemennya sambil mengambil pistol berkaliber otomatis dari sarung pistol di kakinya.




Tidak lama setelah dia melakukan itu, *kachari* suara itu datang dan pintunya telah digebrak, beberapa laki-laki memasuki ruangan. Tapi di saat itu, kawat yang terpasang di pintu terputus dan gas air mata menyemprot pada sekelompok laki-laki itu dengan cepat.



“Guwah!?”



“A-ap……..Ini…….!”



Penyusup yang tidak pernah memperkirakan kalau apartemen biasa memiliki jebakan yang terpasang untuk penyusup. Mereka berteriak membuat suara kaget.



Origami membuat kedua alisnya sedikit mendekat. disana ada banyak orang tidak seperti yang diduganya. Bahkan jika dia melawan mereka, menang melawan mereka adalah hal yang meragukan.



Setelah membuat keputusan dengan seketika, Origami melewati ruangannya dan keluar melalui jendela.

Berpikir kalau hal itu akan terjadi, dia memasang (membuat diam-diam dari sepengetahuan pemilik  apartemen) perancah yang sederhana pada tembok apartemen.



“Dia melarikan diri lewat jendela!”



“Kejar dia!”



Suara dari sekelompok laki-laki dapat terdengar dari atas. Dia tidak bisa tinggal disini lagi lebih lama. Origami mengambil sepatu yang dia sembunyikan di premis apartemen sebelum dengan cepat memasangnya dan berlari kearah menuju kota.



“Mereka……………”



Siapa sebenarnya mereka? Sambil melarikan diri, Origami bergumam sedikit dan mecoba mencari alasan kenapa di kepalanya. Tapi, dia tidak dapat memikirkan soal pengunjung yang berniat jahat dengan tiba-tiba akan menyusup ke tempat tinggalnya.

Beberapa lama, setelah dia berpikir tentang hal itu, telepon genggam didalam sakunya mulai bergetar.



Setelah mencari telepon genggam di dalam saku dengan tangannya dan mengeluarkannya sambil memastikan untuk tidak menurunkan kecepatannya, Dia melihat nama [Kusakabe Ryouko] telah muncul ditampilan layar teleponnya. Itu adalah nama dari kapten AST yang bergabung dengan tim Origami.



Dia lalu menekan tombol untuk menjawab dan menempatkan telepon genggamnya pada telinga, dan dengan seketika suara yang familiar dapat terdengar.



“Halo apa kau di sana, Origami?”



“Apa?”



Ketika Origami menjawabnya sambil berlari, Ryouko bicara dengan terengah-engah seperti seakan-akan dia tahu bagaimana keadaan Origami.



“Origami, jangan bilang kalau kau sedang melarikan diri?”



“……………….. Kenapa kau bisa tahu?”



Ketika Origami bertanya sedikit, Ryouko tetap diam untuk beberapa saat sebelum melanjutkan kalimatnya dengan agak kesulitan.



“Tenang dan dengarkan aku.-----Hukuman untukmu telah diputuskan”



“……………….Uh”



Origami menarik nafas terkejut setelah Ryouko berkata seperti itu dengan murung.



Tapi, Origami mengerti semuanya dari satu  kalimat tersebut. Para laki-laki yang saat ini sedang mengacau, adalah para agen yang diberangkatkan untuk menangkap Origami. Dia mendengar bahwa target yang  meragukan akan ditangkap jadi mereka tidak akan bisa menentangnya sebelum hukuman ditetapkan.



Akhir bulan Origami menggunakkan mesin tempur pembasmi terlarang  <White Licorice>  untuk melindungi Shidou, dan menyerang pasukan kawan mereka sendiri, pasukan DEM . Sampai persoalan  itu diperbaiki, dia dilarang untuk mengikuti misi AST manapun.



Tapi persoalan tersebut memiliki dasar DEM memiliki hak untuk mengeluarkan dan ada beberapa dalam peringkat-teratas memberikan pendapat tertarik pada Origami. Lalu kenapa------



Seakan-akan dia tahu Origami sedang berpikir, Ryouko melanjutkan kata-katanya.



“……………Persoalan ini telah diputuskan menjadi dianggap sebagai kasus khusus karena banyaknya pendapat dari beberapa jumlah orang yang sangat banyak. Tapi, kau sekarang menjadi berurusan dengan hukuman.-------tidak salah lagi ada beberapa macam campur tangan yang bergerak”



“……………DEM”



“………….”



Ryouko tidak menjawabnya-------semuanya hanya diisi kebisuan.


-------bagaimanapun juga. Aku mencoba untuk negosiasi dengan atasan sekarang. Untuk saat ini-----“



“Dia sudah ditemukan! Ke sini!”



Dan, saat itu, laki-laki muncul di jalan tepat didepannya dan menghalangi jalan Origami. Sangat sulit untuk berpikir bagaimana orang itu menyusul Origami. Lebih tepatnya, pasti memang terbagi beberapa tim dari awal.



“……………….”



Dia masuk ke sisi jalan semenjak dia tidak punya pilihan lain tapi--------ini adalah akhirnya. Dia seketika membalikan badannya mendekat tembok dan terpojok.



“Kamu benar-benar membuat kami mengalami beberapa masalah, Sersan Dua Tobiichi. Hukumanmu sudah diputuskan. Kau harus mengikuti kami."



Pemimpin dari laki-laki tersebut berjalan menhampiri dan berkata seperti itu pada Origami sambil memperhatikannya. Origami tidak menjawab kalimatnya dan melihat situasi di sekelilingnya dengan hanya menggerakan matanya. Depan, belakang, atas, kiri dan kanan-----bagaimanapun, dia tidak bisa mencari jalan untuk kabur dari banyaknya orang-orang ini.



Laki-laki itu sudah menebak hal itu, pemimpin laki-laki tersebut mendengus.



“Tidak ada gunanya. Menyerahlah.”



“Kuh…………..”



Setelah Origami melihat laki-laki itu dengan penuh kesal, telepon genggam yang dia pegang tiba-tiba mulai bergetar. -------Ini adalah panggilan. Kelihatannya, ketika dia melarikan diri dari sekelompok laki-laki saat ini, dia kebetulan memutuskan panggilannya. Ini pasti Ryouko menelepon kembali dirinya.



Mungkin, dia bisa mendapatkan informasi baru. Origami memperhatikan laki-laki itu tanpa menurunkan kewaspadaannya, sambil meraba-raba tangannya untuk menekan tombol menjawab tanpa melihat layar dan menekannya sebelum mengangkat teleponnya ke telinga.



Tapi.



“------Halo? Apa ini tidak diragukan lagi adalah telepon genggam Sersan Dua Tobiichi Origami?”



Apa yang dia dengar dari pemanggil telepon genggamnya adalah suara yang tak terduga.



“…………Ellen Mathers……….?”



Origami memanggil namanya sambil mengangkat kedua alisnya. Ellen. Wizard perusahaan DEM.



Setelah mendengarkan namanya, Para Laki-laki sedikit menggerakkan alisnya.



“Apa yang kau mau?”



“Tolong jangan bersikap tidak ramah. Sersan Dua Tobiichi.”



Mungkin dia merasa sedikit sentakan terdengar dari suara Origami, akhirnya Ellen berkata seperti itu.



Tapi sekarang, Origami telah kehilangan kekuatannya karena tangan DEM. Tidak memiliki permusuhan dengannya adalah pernyataan yang tidak mungkin.



Karena sebelum saat ini, beberapa hari yang lalu, Origami baru-baru ini beradu pedang dengan Ellen di gedung markas besar DEM. Meskipun perbedaan kekuatannya sangat jelas-----Origami juga telah mengenai satu serangannya pada Ellen. Hingga akhirnya, tidak akan mungkin dia memegang sedikitpun pendapat baik pada Origami juga.



Bagaimanapun, Ellen tidak menunjukan sedikit permusuhan terhadap Origami dan melanjutkan berbicara dalam nada seperti ada urusan penting.



“Aku akan menjadi berterus-terang padamu.-----Sersan Dua Tobiichi. Maukah kau bekerja menjadi bawahanku?”



“…………apa maksudmu?”



Origami mengangkat kedua alisnya dengan keraguan dari kalimat tak terduga tersebut.



“Seperti yang aku katakan. Maukah kau bergabung dengan tim eksekutif kedua perusahaan DEM? Aku berjanji kau akan mendapat perlakuan yang baik---- lebih dari sebelumnya dalam berbagai cara apapun.”



“------------Aku tidak berencana memberikan tanganku pada organisasi yang akan melukai Shidou.”



“Jika itu masalahnya, jangan khawatir. Mengenai Itsuka Shidou, kita tidak berencana untuk aktif menyerangnya untuk sementara ini.”



“……….Kau pikir aku akan mempercayaimu?”



Ketika berkata Origami berkata seperti itu, Ellen membuat sedikit desahan.



“Aku mengerti. Sungguh mengecewakan. Tapi, apa tidak apa-apa? kelihatannya, kau sedang berdiri didalam keadaan sulit. Jika kau tertangkap sekarang, ini artinya kau akan kehilangan kekuatanmu untuk bertarung melawan Roh yang terus hidup.”



“…………………!”



Mendengar perkataan Ellen, Origami mempertajam matanya.------dia mengetahui keadaan Origami saat ini.

Semuanya terhubung dengan seketika. Alasan kenapa hukuman untuk Origami telah diputuskan karena campur tangan DEM.



“……..Apa kau tidak memiliki rasa dendam padaku sedikit pun karena telah dilukai olehku?”



“Aku tak akan mengatakan tidak ada. Tapi hasrat untuk mencari bawahan yang berguna telah menang melawan rasa dendam itu sendiri. -----Dan salah satu hal itu sudah dianggap cukup kuat karena seranganmu sudah mengenai tubuhku.”



“……………”



Tentu saja, ekspresi Origami tidak bisa diketahui Ellen yang berada di sisi lain, tapi Ellen tetap melanjutkan kata-katanya seakan-akan dia melihatnya melalui reaksi Origami.



“Di dalam perusahaan DEM, ada banyak CR-units sangat kuat yang tidak bisa dibandingkan dengan buatan negara manapun.--------Tidakkah kau ingin membalaskan penyesalan orang tuamu?”



“………………uh”



Kelihatannya masa lalu Origami telah ditelusuri. Origami mendengus tidak senang.

Tapi, Origami mencoba untuk menghentikan suara tak menyenangkan yang dibuatnya karena kata-kata yang dilanjutkan Ellen tersebut.



“----5 Tahun yang lalu, api yang dahsyat menyerang kota Tenguu Nankou. Saat itu, ada beberapa Reiha terbaca di tempat itu. Awalnya, itu adalah informasi paling rahasia milik DEM tapi--------jika kau menjadi Wizard di tim eksekutif dua, Aku tidak akan ragu-ragu untuk memperlihatkannya padamu”



"A-ap----------“



Dia membuka matanya dengan lebar-lebar dan menarik nafas terkejut.



Beberapa Reiha yang terbaca. Kalimat tersebut ada hubungannya dengan Shidou.

Adik perempuan Shidou <Efreet>- Itsuka Kotori. Origami telah mengejar Roh Api itu untuk membalaskan dendam orang tuanya.



Tapi, Shidou berkata disana ada Roh lain di tempat saat kejadian itu------dan berkata kalau Kotori bukan target balas dendam orang tua Origami yang sebenarnya. Dan seakan-akan seperti menyesuaikan pada keadaan itu, laki-laki yang berdiri didepannya, dengan suara yang mengganggu.



“Apa yang kau bicarakan sekarang?! Kali ini aku tidak peduli, tangkap dia!”



Mendangar perintah pemimpinnya, sekelompok laki-laki dalam jarak tersebut seperti mencoba mengepung Origami.



“Kuh-------“



“----------baiklah. Bagaimana keputusanmu? Tobiichi Origami.”



“……….., ……………”



Setelah beberapa detik terdiam.-----Origami mengatakan keputusannya.



“--------Aku mengerti. Berikan aku kekuatan.”



Dan di saat itu.



“Guh………..!?”



“Kuh, ah---------“



Sekelompok laki-laki, yang menutupi celah untuk Origami yang akan menangkapnya, semuanya berteriak kesakitan saat itu dan mulai terjatuh ke tanah.



“Ini………….”



Ketika Origami mengangkat kedua alisnya, perempuan berambut pirang yang menempelkan telepon genggamnya ke telinga perlahan berjalan dari belakang sekumpulan laki-laki yang terjatuh.

Dia mengulurkan tanggannya pada Origami.



“-----------Selamat datang, di DEM industry”



Dari depan dan dari telepon genggamnya suara Ellen Mather menggetarkan gendang telinga Origami.







***

Date A Live Jilid 9 Bab 7 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ilham Rizki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.