24 November 2015

Boku wa Isekai Fuyo Mahou Jilid 1 Bab 2



WHITE ROOM

Saat mendapatkan kesadaranku kembali, aku menemukan bahwa aku berada di dalam ruangan berwarna putih.

Seluruh dinding berpijar seperti lampu neon. Atau mungkin karena itu, tempat ini secerah siang hari.

Luas ruangan sekitar sama dengan ruang kelas.

Tapi, hanya ada sebuah meja dan kursi.

Ada sebuah laptop di atas meja.

Meja, kursi, dan laptop. Itulah apa yang ada di dalam ruangan.

Laptop dalam keadaan terbuka dan layar menunjukkan sesuatu seperti Microsoft Excel.

Aku dengan takut berjalan menuju meja.

Melihat ke arah layar komputer.

Hanya ada namaku terlihat tertulis di posisi atas di sana dan di bawahnya tertulis Level 1 dan Skill Points 2. Dan lebih ke bawah adalah sebuah tabel dengan kata-kata sederhana seperti sword, pole, magic.

Aku menggelengkan kepala, curiga. Apakah ini sebuah lelucon?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Tidak, sebenarnya aku tidak tahu apa ini.

Ini adalah tabel skill.

Tabel skill-ku.

Sama seperti game komputer, layar menunjukan nilai skill-ku.

Tapi, apa yang ditulis di situ bukanlah Strength, Intelligent, HP atau pun MP.

Dari tabel itu seperti statistik permainan, aku bisa melihatnya, hanya ada level dan skill, dua komponen itu saja.

Ini seperti game yang terjadi di dunia nyata dan diantaranya game ini bahkan akan menyembunyikan kemampuan karakter.

Lalu, layar ini mengartikan bahwa....

Aku menggunakan pikiranku yang kebingungan untuk berpikir. Di sana tertulis Level 1, Skill Points 2, apakah itu berarti aku bisa mendapatkan 2 jenis kemampuan? Atau seperti, poin yang dibutuhkan untuk berbagai macam kemampuan yang berbeda....

Sayangnya, hal semacam ini tidak penting. Atau mungkin, ini tidak sepenuhnya tidak penting. Untuk mempersingkat waktu, aku kesampingkan dulu hal itu.

Hal yang paling penting adalah situasi macam apa yang sedang aku alami.

Apakah ada seseorang di sini!”

Aku berteriak keras.

“Apakah ada seseorang di sini! Mohon jelaskan sedikit, aku harap seseorang bisa datang dan menjelaskan apa ini dan situasiku saat ini.”

Aku tidak terlalu berharap, cuma berbicara untuk kepentingan harapan bahwa sesuatu akan terjadi. Jika dunia ini cukup baik untuk bertanya ke anggota party yang lain untuk penjelasan, anggota party yang lain akan menjelaskan secara detil untuk kita, dengan itu bahkan aku akan bisa hidup lebih baik.

Setidaknya, aku tidak akan dipaksa merencanakan pembunuhan pemuda itu.

Akan tetapi, master di ruangan ini terlihat lebih ramah dibanding orang-orang di duniaku.

Aku melihat sebuah jendela aplikasi muncul dari layar, bersamaan dengan kata-kata di sana.

Silahkan ajukan pertanyaan.

Bahkan jendela sambutan juga muncul, dia sangat baik.

Aku harus menuntaskan tanya jawab antara aku dan komputer, karena tidak hanya panjang, juga mengandung hal-hal yang tidak berguna.

Aku terus-menerus mengajukan pertanyaan secara detil sampai bisa membuat seseorang berpikir Bahkan pertanyaan itu kau tanyakan?, pertanyaan mulai dari Di mana tempat ini,Siapa kau, sampai Merk apa komputer ini, Pukul berapa saat ini ditanyakan.



Kebanyakan pertanyaan hanya mendapatkan balasan Tidak dapat dijawab.

Itu juga bagus, karena tidak ada jawaban juga merupakan informasi yang sangat penting.

Kesimpulannya, informasi yang didapat sampai saat ini sebagai berikut:

Ini bukan lah mimpi.

Kenyataannya, apakah jika orang ini berkataAku tidak berbohongitu benar-benar berbohong? Hanya dia sendiri yang tahu. Dengan kata lain, ini bisa juga sebuah mimpi dan bisa juga bukan sebuah mimpi.

Secara pribadi, aku harap ini hanya sebuah mimpi.

Di dalam ruangan ini hanya ada diriku.

Dan juga ini ruangan pribadi. Bangunan asrama kami adalah kamar untuk empat orang, maka dari itu aku cukup senang.

Aku bisa terus menetap di ruangan ini, sampai aku menggunakan PC dan menutup jendela aplikasi untuk memperoleh kemampuan.

Segera setelah aku menutup jendela aplikasi tersebut, aku dengan segera akan kembali ke tempat di mana aku awalnya, yang berarti di dalam hutan. Teknologinya terlalu hebat.

Saat aku di dalam ruangan ini, waktu di luar tetap.

Tak peduli berapa tahun aku tinggal di tempat ini, waktu di luar tidak akan berlalu bahkan 0,1 detik pun. Cara kerja ruangan ini lebih baik dibandingkan Seishin to Toki no Heya (TL note: nama ruangan dalam seri Dragonball dimana waktu berlalu sangat lambat). Teknologi semacam ini benar-benar luar biasa sampai aku tidak percaya.

——Teknologi? Bukan, haha, hmmm——

Syarat untuk memasuki ruangan ini adalah naik level.

Bila aku ingin memasuki ruangan ini lagi, maka aku harus menaikkan levelku lagi. Dan untuk menaikkan level, maka aku perlu mengalahkan musuh-musuh dan mengumpulkan experience points.

Sejujurnya, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Singkatnya, semua ini terlalu keren.

Setiap kali kau naik level kau mendapatkan skill point.

Dan sepanjang kau menggunakan skill point itu, maka kau bisa mendapatkan skill. Prinsipnya, sekali kau mendapatkan skill, maka kau tidak bisa mengembalikannya ke skill point. Ini sedikit mengganggu.

Apa yang disebut skill adalah sesuatu yang mirip dengan menambahkan nilai pada tubuhku saat ini.

Kelihatannya seperti itu. Jadi bisa dibilang, sekali aku mendapatkan kemampuan Sword Skill, aku akan menjadi ahli dalam berpedang.

Tidak, menjadi ahli adalah sebuah kebohongan. Setiap skill mempunyai Skill Rank tersendiri dan saat ini aku hanya rank 1, itu jauh dari apa yang disebut ahli.

Untuk meningkatkan Skill Rank, tentu saja dibutuhkan penggunaan skill point.

Dan untuk menaikkan skill rank ke 1, kau perlu menggunakan 1 skill point.

Untuk meningkatkan skill dari rank 1 ke 2, kau memerlukan 2 poin.

Dan seterusnya, saat kau perlu menaikkan dari rank 2 ke rank 3, kau membutuhkan 3 poin.

Kelihatannya rank tertinggi adalah rank 9. Anggaplah jika seseorang fokus pada Sword Skill, maka saat orang itu mencapai level 23, maka dia bisa mencapai Skill Rank 9.

Setelah seseorang naik level, selain skillnya, kekuatan fisik dan mental orang tersebut juga meningkat.

Ada HP dan MP. Ini mulai jadi lebih dan lebih mirip seperti sebuah game.

Skill Rank hanya memberikan nilai tambah kepada tubuh asli.

Jadi bisa dibilang, jika aku aslinya seorang ahli pedang, maka aku dapat mengalahkan seseorang dengan Sword Skill Rank 9. Tapi, aku hanya memegang pedang bambu di pelajaran olahraga.

Weapon Attack Skills (Kemampuan Senjata Menyerang) memiliki 6 jenis, yang termasuk unarmed combat (serangan tangan kosong), sword skills (kemampuan berpedang), spear skills (kemampuan menombak), pole skills (kemampuan menggunakan lembing), shooting (menembak), dan throwing (melempar).

Sepanjang kau memiliki kemampuan Sword Skill, maka kau memiliki sebuah pedang di tanganmu, pergerakanmu akan lebih cekatan. Tambahan, kapak kelihatannya masuk ke dalam kemampuan Sword Skill. Juga termasuk setiap senjata yang dapat digunakan untuk memotong.

Demikian pula, kemampuan Spear Skill adalah saat kau dipersenjatai oleh senjata seperti tombak bambu atau senjata-senjata yang dapat menusuk, maka akan ditampilkan efeknya. Maka aku bertanya, lalu bagaimana jika aku menggunakan sekop dalam pertarungan? Jawaban yang diberikan adalah, jika kau menggunakannya sebagai sebuah pedang, maka kau dapat mengaktifkan Sword Skill; jika kau menggunakan bagian ratanya untuk memukul, maka kau bisa mengaktifkan Pole Skill; jika kau menggunakan bagian runcing dari sekop itu, dan menggunakannya untuk menusuk musuh, maka kau bisa mengaktifkan Spear Skill. Sekop memang mahakuasa.

Busur, ketapel, pistol, machine gun semua itu masuk ke dalam Shooting Skills. Sementara untuk melempar granat, botol cola, baseball, masuk ke dalam Throwing Skill. Lalu aku bertanya, masuk ke mana menendang sebuah bola sepak? Pada akhirnya aku mendapat jawaban Tidak ada skill semacam itu.

Aku lanjut bertanya, jika aku melempar sebuah tombak panjang yang bisa digunakan sebagai sebuah lembing, maka masuk ke mana itu? Orang itu menjawab Jika kondisi seperti itu terjadi, mau Spear Skill dan Throwing Skill itu OK.

Itu memiliki perbedaan kecil dibanding sekop. Sepertinya melempar sebuah belati atau sebuah kapak pendek juga sama.

Makhluk yang aku bunuh adalah seekor monster yang dikenal sebagai seekor orc di sini.

Di sini itu merujuk ke mana?

Dan juga, monster macam apa~ sial.

Apa yang disebut magic, adalah sebuah skill menggunakan sesuatu yang disebut Mana untuk merapal api atau angin.

Apa itu dan di sana ada Mana. Apakah ini dunia fantasi?

Hmm, sebenarnya ini dunia fantasi. Itu benar. Ini terlalu gila.

Magic Skills dibagi menjadi 7 macam, yaitu Fire (Api), Earth (Tanah), Water (Air), dan Wind (Udara), 4 atribut itu dan ditambah Support Magic (Sihir Pendukung) dan Summon Magic (Sihir Pemanggil) dan juga Healing Magic (Sihir Penyembuhan).

Kelihatannya berdasarkan perbedaan dalam Skill, ada sihir berbeda yang disiapkan. Setiap Skill Rank ditemani dengan 4 jenis sihir dan saat kau naik level kau akan dapat menggunakannya langsung.

Selain itu, ada juga Skill lain yang tersedia —— Physical (Fisik), Movement (Pergerakan), Detection (Pendeteksian), Music (Nyanyian)

Physical Skill seperti peningkatan massa otot, supaya seseorang dapat dengan mudah mengangkat benda berat.
Atau mungkin bahkan mengayunkan pedang yang lebih tinggi dibanding tinggi pemakainya.

Movement Skills membuat pergerakan seseorang menjadi lebih cekatan dan lompat lebih tinggi. Meskipun langkah kaki tidak akan berubah menjadi lebih cepat, namun seketika itu juga dorongan terlihat meningkat.

Detection Skill adalah Skill yang memungkinkan seseorang melakukan tindakan konversi, membedakan suara yang cukup jauh, dan melihat hal-hal yang jauh, dan sebagainya. Dengan kata lain, itu termasuk semua kemampuan yang diperlukan oleh seorang anggota pasukan khusus.

Music Skill sepertinya untuk meningkatkan kepekaan musik dan suara. Jika dengan bernyanyi bisa membuat raksasa menuruti perintahku, maka mungkin aku akan mempertimbangkannya, tapi sepertinya tidak berefek begitu. Sebenarnya aku juga tidak sepenuhnya mengerti.

Setiap pertanyaan mengenai Siapa yang mempersiapkan semua ini, itu semua tidak dijawab.

Ini hanya sebuah hal yang benar-benar gila.

Sementara untuk pertanyaan seperti Mengapa aku bisa mendapatkan hal seperti Level dan Skill,jawaban yang didapatkan adalah bahwa aku akan membutuhkannya kelak.

Begitulah~ Jadi seperti ini. Jangan bilang kau ingin aku menjadi seorang pahlawan? Aku tidak mau.

Ini kelihatan seperti bukan mimpi, tapi kenyataan.

Perasaanku memburuk.

Jika aku mati, tidak ada cara untuk hidup kembali.

Benar-benar sangat buruk.

Sementara untuk mengapa aku membutuhkan Skill, apa yangkelak maksudkan, dan kata-kata meresahkan seperti Mana dan Monster. Untuk sementara aku kesampingkan.

Lagipula, informasinya sudah cukup. Meski banyak hal yang bisa diinvestigasi, namun meskipun aku melakukannya juga itu tidak akan banyak membantu.

Hal yang paling penting sekarang adalah aku bisa mendapatkan skill.

Bila tidak, jika aku kehilangan kesempatan ini, maka aku akan perlu menunggu sampai naik level selanjutnya sebelum aku mendapatkan Skill lagi.

Dan untuk naik level, aku harus mengalahkan monster yang disebut Half-Beast Man (Manusia Setengah Binatang Buas).

Dalam kondisi dimana aku tidak memiliki skill, aku tidak bisa mengalahkannya.

Maka dari itu, pertama-tama aku memutuskan mencari informasi pada skill.

Sekarang, layar komputer menayangkan semua skill:

Physic: Unarmed Combat, Sword Skill, Spear Skill, Pole Skill, Shooting, Throwing.

Magic: Earth Magic, Water Magic, Fire Magic, Wind Magic, Support Magic, Summon Magic, Healing Magic.

Others: Physical, Movement, Detection, Music.

Aku perlu memilih satu atau dua dari 17 macam skill yang ada dan menaikkannya sampai Rank 1. Dan juga tidak perlu menggunakan semua Skill Point dalam sekali pakai.

Setelah berpikir beberapa kali, aku menanyakan beberapa pertanyaan lagi.

Dan kemudian aku berusaha keras dalam otakku untuk berpikir kembali.

Aku tidak tahu sudah berapa jam waktu berlalu setelah aku datang ke ruangan ini. Tapi aku tidak lapar, tidak pula haus. Atau mungkin ruangan ini seperti ini. Siapa yang tahu.

Setelah mempersiapkan tekadku, aku berdiri di depan laptop.

Dari tabel skill aku memilih 2 skill dan menaikkannya ke Rank 1.

Kazuhisa: Level 1 Support Magic 0→1 /  Summon Magic 0 → 1 Skill Point 2 → 0.

Setelah aku menggerakkan kursor keKonfirmasi, dan menekan tombol konfirmasi.

Hal selanjutnya, aku kembali ke hutan.

Boku wa Isekai Fuyo Mahou Jilid 1 Bab 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Farhan Ariq Rahmani

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.