23 Oktober 2015

Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru Jilid 11 Bab 2 Bagian 2 Bahasa Indonesia



YAHARI ORE NO SEISHUN RABU KOME WA MACHIGATTEIRU
JILID 11 BAB 2 BAGIAN 2
DEMIKIAN JUGA, PERTARUNGAN YANG HANYA DIIKUTI PEREMPUAN DIMULAI (ADA LAKI-LAKI JUGA)

Aku turun ke lantai 1 menuju mesin penjual otomatis didepan kantin sekolah, dimana aku membeli sekaleng MAX COFFEE dengan sekali click[1].

          Aku menghela napas dalam saat aku mengambil kalengnya.

          Sebagai seorang laki-laki, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain meringkuk dikursiku sementara menjadi saksi untuk pertempuran yang berlangsung antara Isshiki dan Miura saat mereka dengan tenang saling memercikan api. Aku terlalu mengerutkan bahuku sehingga aku mulai menyerupai slenderman mitos di negara barat.

          Aku bangun untuk membersihkan tanganku. Kemudian, berjalan kembali keruang klub, meneguk kaleng kopiku untuk menambah energi badanku yang kelelahan. Saat aku menaiki tangga, aku melihat seseorang berkeliaran didepan pintu ruang klub.

          Dia terus melirik gelisah, disertai dengan langkah bergantian dan rambut biru bergaya ponytailnya yang melompat-lompat.

          "...Huh, Apa yang kau lakukan?" Aku akhirnya memanggilnya, mendapati dirinya terlalu mencurigakan. Rambut ponytailnya melompat dan dia berhadapan denganku dengan cara yang menakutkan.

          Dia sangat waspada sehingga dia menyerupai kuncing gunung yang tiba-tiba muncul ditengah pegunungan. Aku harus mendesak lidahku dan menggunakan kopi sebagai umpan. Tapi ini bukan saatnya bertidak terlalu longgar ketika mencoba memberi makan binantang liar.

         Yang harus kulakukan adalah mencari tahu namanya, bukan memancingnya! Umm, mari kita lihat... Kawa-sesuatu mungkin bagus. Heeeey, Kawa-sesuatu-san. Aku memanggilnya,
bertanya apa yang diperlukannya. "Apa kau perlu sesuatu?"

          Setelah mendengar pertanyaan itu, Kawa-sesuatu-san menghela napas lega. Dia kemudian memberi isyarat padaku keujung lorong dengan tangannya. Oh iya, Namanya Kawasaki Saki-san. Aku tahu itu.

Sambil mengirim lirikan kearah ruang klub, Dia bertanya, "A-apa kau ada waktu?"

          "Uh, Kenapa tidak masuk kedalam? diluar sini dingin."

          Dari apa yang kulihat, Dia punya beberapa urusan dengan klub relawan. Menyadari hal itu, jujur saja aku hanya ingin masuk keruangan yang hangat sesegera mungkin. Tapi Kawasaki berhenti untuk berpikir dan kemudian dengan panik menggelengkan kepalanya.

          "Huh...? Tunggu, cukup disini saja! Aku tidak apa-apa! Aku hanya ingin bertanya sesuatu pada Yukinosita, itu saja..."

          Kenapa kau tidak tanya langsung padanya...?

          "Yukinoshita didalam jika kau ada perlu dengannya. jadi masuk saja. Disini dingin dan aku bisa sakit."

          Lorong digedung khusus dipenuhi dengan hawa dingin yang mungkin disebabkan oleh jendela yang dibiarkan terbuka untuk sirkulasi udara beberapa ruang kelas. Hawa dingin menaiki
tubuhku, mulai dari kakiku. jendela bergetar karena tiupan angin yang masuk, yang terdengar seperti mereka menggigil bereaksi dengan angin juga.

          "Aku... Tidak merasa kedingin atau apapun itu..." Kata Kawasaki, Memalingkan wajahnya dariku.

          Yah, mungkin kamu tidak apa-apa dengan hal itu, tapi aku tidak... Akan ada masalah jika aku sakit karena hal ini. Menularkan demamnya pada Komachi, atau berusaha sembuh dari hal itu, akan mendatangkan berbagai jenis masalah.

          Ngomong-ngomong, sebagai warga Chiba, cara terbaik menyembuhkan flu adalah dengan mengkonsumsi bawang putih sebanyak mungkin, dicampur dengan berbagai jenis rempah-rempah. Setelah itu, sekaleng MAX COFFEE Hangat dan tidur akan membuatnya berhasil. Dan dihari berikutnya, kamu akan mendapati dirimu terbaring dirumah sakit. Dan itulah kenapa aku pikir kita harus mengurung diri kita dirumah agar terhindar dari flu.

          Rumah Kawasaki juga tidak asing dengan tempat tinggal siswa yang akan mengikuti test. Seandainya adik laki-laki Kawasaki,Taishi, terkena flu dan menyebarkannya ke Komachi, aku mungkin harus mengotori tanganku dengan dosa dan darah...

          "Masuk saja," Aku dengan kasar mengatakannya, suaraku semakin tajam karena kebencianku dengan serangga beracun yang bernama Taishi karena berani mendekati Komachi.

          Kawasaki menyerah. "J-jika kau bilang begitu..."

          Asalkan kau mengerti. Aku ingin mengurangi kemungkinan Komachi berpotensi sakit atau semacamnya.

          "Ya, Aku juga tidak bisa membiarkanmu sakit," kataku sambil membuka pintu. Aku mengangguk padanya, mendesaknya untuk masuk.

          Terlihat bingung, dia melihat ke belakang.

          "...O-Oke," katanya, menjawab dengan suara yang berbeda dengan penampilannya yang menakutkan dan berjalan dengan enggan kedalam.

          Dia sekilas tampak seperti berandalan, tapi dia benar-benar hanya seorang gadis jujur yang baik yang akan kamu temui dimana saja. Pikirku saat aku mengikutinya masuk kedalam ruangan.

          "Selamat datang Hikki... Huh, Saki?"

          “Ah, ya.....”

          Dengan responnya yang canggung, Kawasaki menjadi pusat perhatian didalam ruangan.

          Yukinoshita berkedip padanya penuh tanya sementara Isshiki sedikit menciut dalam ketakutan. Tidak, tidak, Kawa-sesuatu-san mungkin terlihat menakutkan, tapi dia benar-benar tidak, oke?

          Ebina-san, disisi lain, penuh semangat berteriak padanya. "Oh, yang disana, Saki-Saki. Hallo, hallo!"

          "Jangan panggil aku Saki-saki." Kawasaki geram.

          Untuk menenangkannya, Yuigahama menyiapkan tempat duduk untuknya. "Jarang-jarang melihatmu mampir kesini, Saki..... Lagi pula, ini pertama kalinya, bukan?"

          Mereka pasti sudah cukup mengenal satu sama lainnya setelah karyawisata baginya untuk memanggil Saki sekarang. Aku tidak bisa menahan air mataku mengetahui kalau Kawa-sesuatu Saki-san akhinya bisa memiliki seseorang yang mengingat namanya, Saki. Akhir-akhir ini, aku merasa begitu emosional bahkan precures[2] mingguan yang berdiri diatas tanah sudah cukup untuk membuatku menangis.

          Yup, Yup, pergaulan para gadis adalah hal yang indah. Sangat indah, kupikir tubuhku menghangat. Sementara itu, Yukinoshita menyiapkan teh dengan cangkir kertas dan bertanya,
"Jadi, Apa yang kau inginkan dari kami sekarang?"

          "M-Makasi..... Um....."

          Meskipun Kawasaki memicu percakapan, dia tidak mampu untuk melanjutkannya. Oh ya, dia bilang dia ingin membicarakan sesuatu dengan Yukinoshita. Kawasaki menggeram, tidak yakin
bagaimana untuk melanjutkannya. Dia terganggu oleh suara kuku yang diketuk diatas meja disampingnya.

          Dari arah itu, Miura terlihat kesal. Namun, Kawasaki, sangat tidak senang dengan sikapnya dan menatapnya, Miura juga melakukan hal yang sama.

          "Halooo, Siapa yang mengatakan kalau kita sudah selesai dengan masalahku?"

          "Ha? Bukannya kau cuma minum teh?"

          Aku menarik kembali kata-kataku tadi. Kawasaki-san sangat menakutkan.....

          Miura dan Kawasaki menatap tajam satu sama lain, tak satupun dari mereka yang mau mengalah. Kecocokan yang buruk diantara mereka berdua seperti biasanya, huh...? Menyaksikan mereka berdua membuat Isshiki terdiam.

          Dalam suasana yang kaku, Ebina-san menyela. "Oke, oke, tenang, Yumiko. Saki-Saki, kamu kesini untuk membicarakan sesuatu bukan? jika tidak keberatan, kami ingin medengarnya juga."

          "Aku yakin kami yang akan membantumu....."

          "Bagaimanapun, bicaralah pada kami, hm?" tanya Ebina-san, yang tampaknya tidak mendengarkan gerutuan Yukinoshita.

          Kawasaki melirik Yukinoshita, Yuigahama, kemudian aku. Dia menghela napas dan berbicara.

          "Yah, Aku punya pertanyaan tentang membuat cokelat....."

          Begitu dia bertanya, Miura tertawa. "Apa? Kau juga akan memberikan seseorang cokelat? itu menggelikan."

          "Ah?"

          "Ha?"

          Keduanya, sekali lagi, saling bertatapan dengan ganasnya.

          "...Jangan samakan aku dengan dirimu. Aku beritahu kau, aku tidak tertarik sama sekali dengan apa yang ingin kau lakukan dengan mereka."

          "Ha?"

          "Ah?"

          .....Hentikan! Tolong akurlah satu sama lain!

          Setelah menyaksikan pertengkaran mereka, Yukinoshita mendesah dan menggelengkan kepalanya. Wajah "memprihatinkan" mu tidak berarti banyak mengingat hampir setiap hari kamu seperti mereka... Oh, tapi, baru-baru ini, Yukinon dengan pisau Jagged Heart[3] yang menyakiti orang-orang belum ada tindakan sama sekali.

          Isshiki bergumam, menyaksikan dua gadis yang tidak akan mundur satu dengan lainnya. "Senpai, kenalanmu benar-benar orang-orang aneh..."

          "Ha?"

          "Ah?"

          Diserang dengan tatapan mereka, Isshiki seketika mundur kebelakangku. Ingat apa yang kukatakan tentang menginjak ranjau darat...? Kau bertingkah seperti kucing bodoh, kau tahu..... Dan selain itu, aku juga takut kepada mereka berdua sepertimu!

          Pokoknya, mari kita mengalihkan pembicaraan kedepan karena itu satu-satunya cara agar terbebas dari pertengkaran mereka.

          "Jadi, apa ini tentang cokelat?"

         "Adik perempuanku mendengar sesuatu tentang valentine ditempat penitipannya, dan sekarang dia ingin membuatnya... Apa kau tahu hal-hal kecil yang bisa dibuat anak kecil?"

          "Hal-hal kecil yang bisa dibuat anak kecil..." Yukinoshita mengangguk, mengulang apa yang dia dengar.

          Ebina-san memiringkan kepalanya. "Bukankah kamu pandai dengan pekerjaan rumah, Saki-Saki?"

          Oh ya, Kawasaki sering mengurus rumahnya dikarenakan orang tuanya sibuk, dan juga dia memiliki banyak saudara. Aku ingat sempat melihat dia membawa tas belanjaan dengan daun bawang panjang mencuat dari salah satu tas belanjaannya. Jadi itu berarti dia juga pandai memasak. Aku melihat kearahnya dan dia memalingkan wajahnya karena canggung.

          "...Um, Sesuatu yang aku buat terlalu biasa, aku pikir anak-anak tidak akan menyukainya."

          "Jika kau tidak keberatan memberitahu kami, apa sebenarnya hal yang kau kuasai, Kawasaki-san?" Tanya Yukinoshita, yang hanya diikuti dengan kesunyian.

          Dengan gagap, Kawasaki menjawab, "S-S....."

          S..... Sweets (Kudapan manis)? Kedengarannya seperti sesuatu yang anak-anak sukai. Dulu ketika aku masih muda, Ada kalanya ketika aku bertengkar dengan Komachi untuk Manisan santa Klaus diatas kue Natal... Meskipun pada saat itu, kami akhirnya tahu kalau itu tidak terlalu enak. Komachi dan aku menyisakannya lalu memberikannya ke ayah kami untuk dibuang.


          Tapi apa yang ingin dia katakan tampaknya bukan itu. Semuanya melihat kearahnya, menunggunya untuk melanjutkan.

          "S-Simmered potato balls (Bola kentang rebus)....."

          .....Itu terlalu biasa.

          Ruangan terdiam karena jawaban biasanya yang sangat tidak terduga. Respon semua orang begitu terus terang sehingga dia mulai meneteskan air mata, kelihatannya tanda bagaimana memalukannya hal itu.

          Menyadari itu, yuigahama membuat wajah penuh tekad dan berusaha untuk menenangkan Kawasaki dengan suaranya yang energik.

          "Kedengarannya bagus! Aku bahkan tidak bisa memasak! Aku pikir Kau benar-benar hebat! Benarkan, Yukinon!?"

           Ketika ditanya, Yukinoshita mengangguk dengan sungguh-sungguh. "Itu benar. Bola kentang mengingatkanku pada bola kucing, jadi bukankah itu lucu?"

          "Bukankah lanjutannya kedengarannya agak aneh!?" Yuigahama berbalik dengan wajah bingung. Kamu benar, kamu bahkan tidak bisa bilang kalau itu lanjutan.

          Apa itu bola kucing? Apa mungkin kamu membicarakan tentang bagaimana kucing meringkuk menjadi bola ketika tidur? Dan ketika kamu memutar-mutar mereka, mereka kelihatannya tidak senang? Oke, tentu saja, Bahkan aku pikir itu cukup lucu, bahkan jika hanya sedikit. Tapi kucing berbulu panjang itu seperti kain pel yang menarik banyak debu, jadi waspadalah!

          Pokoknya, mari kita berhenti berpikir tentang kucing dan fokus pada Kawasaki. Dan lagi, kata-kata aneh Yukinoshita membuatnya sangat malu sehingga dia gemetar seperti anak kucing yang baru saja dilahirkan. Aku besimpati padanya yang tidak tahu bagaimana membuat orang merasa lebih baik.....

          Sebagai kompensasi, jika kamu bisa bilang begitu, aku batuk sekali dan menambahkan, "Ya, jika kamu pandai memasak itu, kamu seharusnya bisa membuatnya."

          "Oh, benar. Itu jelas....." Isshiki mengulanginya setelahku dan menjawab. Meskipun dia tampak bingung, dia tidak besikap tidak sopan atau mengejek.

          "Yup, Itu benar-benar sesuatu yang akan dibuat Saki-Saki!" Ebina-san mengangkat jari telunjuknya, menunjukkan senyum Ebi-Ebinya.

          Kawasaki mulai menggeliat saat ini, jelas merasakan semua pujian itu tidak nyaman baginya, ketika tiba-tiba dia berhenti. Aku mengikuti tatapannya; itu diarahkan pada Miura. Tampaknya khawatir dengan apa yang akan dia katakan.

          Namun, Miura, melihatnya lalu menatap kekejauhan karena tidak tertarik, dia berbisik seolah berbicara entah kepada siapa. "Jadi kau bisa memasak."

          "Huh? Oh, ya, aku bisa..."

          "Hmmm..."

          Saat dia memutar-mutar rambutnya dengan ujung jarinya, suaranya sedikit diwarnai dengan rasa hormat. Aku membayangkan Miura tidak terlalu bisa memasak..... Sebagai seorang gadis, mungkin sudah menjadi kemampuan yang ingin ia miliki.

          "Jika Kawasaki-san bisa memasak, Aku kira yang kita butuhkan adalah saran untuk menunya." Merenungkannya, Yukinoshita menempatkan tangannya di dagunya dan memiringkan kepalanya.

          "J-Jangan lupakan aku! Aku ingin tahu, juga! Jika anak-anak bisa melakukannya, begitu juga aku!" Yuigahama penuh semangat mengangkat tangannya.

          Sayanganya Yukinoshita menunduk. ".....Aku tidak begitu yakin dengan hal itu."

          "Kau terlalu jujur, Yukinon!"

          "Sebenarnya, dia tidak mengatakan kalau itu tidak mungkin, jadi dia cuma mempertimbangkannya."

          "Hanya saja bagaimana terpuruknya kalian berdua pikir aku ini!?"

          Kamu hanya kurang menyadarinya..... Ketika menyangkut Yuigahama, baik menu maupun proses memasak adalah masalah. Itu kebiasaannya untuk memasukan bahan-bahan rahasia yang membuat sesuatu menjadi buruk. Sesuatu yang dia buat dulu dengan Yukinoshita telah berubah menjadi sesuatu yang dapat dimakan pada akhirnya, setelah semuanya. Nah, sepertinya tidak ada yang salah dengan cara mengajar Yukinoshita.....

          "Hei, bagaimana denganku?"

          "Benar, benar, biarkan kami ikut dalam hal ini, juga!"

          Miura dan Ebina, tampak lelah dengan cerita tentang Kawasaki, berbicara dengan nada tidak senang sementara Isshiki mengangkat tangannya sedikit.

          "Oh, Aku ingin berpartisipasi sebagai refrensi."

          Melihat mereka, Yukinoshita menghela napas.

          "Aku tidak keberatan....." Katanya, melirikku sekilas.

          "... Ya, lakukan saja dan lihat apa yang akan terjadi. Lagipula, merekalah yang akan melakukannya."

          "Kau benar... Aku akan menempatkan sesuatu yang sesuai bersama-sama, Jadi aku ingin ketersediaan waktu kalian jika tidak keberatan..."

          Yukinoshita melihat Kawasaki, Ebina-san lalu Miura. Ketiganya mengangguk setuju.

-----------------------------------------------------

Catatan Kaki
1. 1.    Click : Yatterman – Suara yang dibuat Boyacky ketika menekan tombol di gadgetnya. Kembali ke atas ↑
2.     Precures : Pretty Cures Anime. Kembali ke atas ↑

3.     Jagged Heart : Giza Giza Heart no Kumoriuta – Lagu, yang juga dikenal dengan “Lullaby of a Jagged Heart”, oleh Vidoll. Kembali ke atas ↑

Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru Jilid 11 Bab 2 Bagian 2 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.