07 Oktober 2015

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 1 Bagian 4

RAKUDAI KISHI NO EIYUU-TAN
JILID 1 BAB 1
KSATRIA JENIUS DAN KSATRIA GAGAL

Bagian 4

"Haaaaa!"
Pertandingan dimulai, dan Stella segera berlari menuju Ikki, mengayunkan pedangnya yang tersulut api merah ke bawah. Ayunan tersebut mungkin terlihat kasar bagi yang tidak mengerti, tetapi ayunan tersebut merupakan serangan yang akurat dan kuat.

Meskipun demikian sebuah ayunan tetap sebuah ayunan. Ikki melihat gerakannya dan mengangkat Intetsu untuk menerima serangan tersebut―tetapi dia segera membatalkan gerakan tersebut dan melangkah ke belakang. Sesaat kemudian, Lævateinn mengenai lantai arena dengan keras dan seluruh tempat tersebut bergetar seperti terjadi gempa.
"Keputusan bijaksana. Jika kamu menerima serangan itu, bukan hanya goresan yang akan kamu terima."
"Serangan yang gila. Jadi kamu tidak serius di kantor tadi?"
"Tepat. Jika aku serius di tempat seperti itu, seluruh gedung sekolah akan hancur."
Tersenyum lebar, Stella segera mengejarnya, dan Ikki mundur lagi untuk memperbesar jarak. Jika dia mencoba menghentikan ayunan itu secara langsung, lengannya akan hancur. Senjata Stella adalah pedang panjang, sebuah senjata berat, dan sudah menjadi pengetahuan umum ketika melawan senjata berat dia memiliki keunggulan dalam kecepatan untuk menghindar.
Tetapi pengetahuan umum tidak berlaku untuk sebuah lawan monster seperti Stella.
"Pelan. Terlalu pelan!"
"Ap―"
*Wuush!* Terdengar angin menderu, dan Stella segera mengejarnya.
"Apa kamu pikir kamu dapat mengalahkan kecepatanku? Sayang sekali, tetapi sihir tidak terbatas untuk serangan saja. Aku dapat meningkatkan gerakanku beberapa kali lipat dengan memusatkan kekuatan sihir di bawah kaki dan meledakkannya. Dan kapasitas auraku tiga puluh kali lebih besar dari Blazer normal, jadi aku tidak akan kelelahan melawan orang sepertimu. Dengan kata lain, kamu tidak bisa mengalahkanku dalam kekuatan atau kecepatan!"
Jika Ikki harus membandingkannya dengan sesuatu, maka "tank berat super cepat dengan bahan bakar tanpa batas" akan pantas. Ikki tertawa getir pada keahlian yang tidak adil itu, di mana pemiliknya sedang menyerbunya sekarang.
Jadi ini Rank A, ya?
Bahkan beberapa generasi sebelumnya dari pemenang Sword-Art Festival, the Seven Stars Sword Kings, paling tinggi rank B atau C. Mereka adalah target yang Ikki kejar, tetapi Rank A bukan hanya target seorang murid ksatria. Ksatria Rank A di zaman modern, tanpa pengecualian, sudah menjadi pahlawan yang menorehkan namanya di sejarah.
Bakat luar biasa yang hanya muncul sekali dalam sepuluh tahun―pendapat umum yang sangat tepat. Kepada Ikki, yang baru saja menyadari fakta tersebut, Crimson Princess mengayunkan pedangnya yang membara dan menyerang dengan serangan yang tidak bisa dihindari yang bahkan dapat membelah tanah.
Sekarang dia tidak bisa menghindari serangannya lagi, Ikki juga merespon dengan senjatanya. Pertandingan pedang sudah mulai, dan suara logam berbenturan terdengan dengan jelas seperti musik di telinga para penonton.
Oooooh…!
Sorakan mereka terdengar ketika melihat sosok yang menciptakan ayunan membara Lævateinn.
Ini adalah ksatria yang melatih teknik pedangnya. Hanya sedikit ksatria-sihir yang menguasai bela diri atau teknik pedang, karena mereka dapat menjadi jauh lebih kuat dengan melatih keahlian Blazer daripada keahlian fisik. Kepercayaan itu dipercayai oleh pendidik dan masyarakat, jadi penilaian ksatria tidak mencakup keahlian tersebut, dan sementara ksatria-sihir biasa berpikir seperti itu, ksatria biasa itu menjadi kaum mayoritas.
Kaum minoritas, ksatria yang benar-benar kuat, akan menguasai keahlian fisik di samping keahlian Blazer, karena mereka memiliki kemauan yang tidak tergoyahkan untuk berkembang. Mereka akan mempelajari segala taktik yang mampu memperkuat mereka, mengembangkan kekuatan mereka, dan mencapai puncak yang lebih tinggi.
Stella Vermillion termasuk di antara kaum minoritas itu. Dia, yang memenangkan turnamen di Kekaisaran Vermillion, menggunakan Imperial Arts[6] miliknya seperti menari, tetapi memiliki kekuatan untuk menekan Ikki. Agar Ikki dapat membuka jarak di antara mereka, dia harus mengerahkan segala kemampuannya untuk menahan serangan tersebut. Dia tetap mundur lagi dan lagi.
Tentu akan menjadi seperti ini. Orang yang tidak naik kelas, dia benar-benar dikalahkan.
Yah, rasanya yang dia lakukan hanya lari.
Tinggal masalah waktu, kan?
Melihat hasil yang tidak mengejutkan, suasana yang dingin menyelimuti para penonton. Tetapi―
Apa… ini?
Stella Vermillion merasakan sesuatu yang sangat janggal. Pedangnya menghasilkan serangan yang dapat menimbulkan gempa, dapat menghancurkan musuh dalam satu serangan dengan pasti. Mengalahkan musuh tanpa menghancurkannya seharusnya mustahil, karena serangannya tidak dapat ditangkis begitu saja. Tetapi apa yang terjadi di duel ini? Pertandingan ini seharusnya berpihak kepada Stella, tetapi dia lah yang berkeringat.
Menjadi seperti ini? Lari? Tinggal masalah waktu? Kesan-kesan tersebut salah total. Stella sendiri menyadari itu.
Gerakanku… dimanfaatkan!
"Haaa!"
Stella mengayunkan Lævateinn untuk lawan di hadapannya. Ikki menerima serangan tersebut dengan Intetsu―tetapi tidak berhenti di sana, dia mengikuti aliran kekuatan dari serangan itu dan dengan tangkas lompat ke belakang, memperbesar jarak lagi.
…Lagi!
Dari jauh tentu terlihat seperti serangan Stella mendorong Ikki ke belakang, tetapi kenyataannya berbeda. Di hadapan taktik Ikki, serangan Stella dinetralkan sepenuhnya. Menggunakan pertahanan lembut yang pelan-pelan menghabiskan tenaga―mungkin terdengar mudah, tetapi melakukannya sangat sulit. Kalau kekuatan yang menahan serangan sedikit terlalu kuat, maka lengannya akan hancur, dan jika terlalu lemah maka Ikki akan terpotong. Perhitungan tenaga, sudut, waktu―salah sedikit berarti kegagalan, tetapi lawan Stella mengatasi semua itu tanpa kesulitan. Menyadari ini, Stella merasakan kegelisahan yang tidak bisa dijelaskan. Itu adalah sebuah peringatan, indra keenamnya merasakan pertanda bahwa lawan di hadapannya sangat berbahaya!
"Apa kamu cuma bisa lari!?"
Untuk menghilangkan perasaan itu, Stella terus menyerang Ikki.
Tetapi dia tidak membalas. Senyum muram hangat yang dia keluarkan beberapa saat lalu telah hilang. Sekarang dia mengeluarkan ekspresi sangat serius yang nampak menakutkan, dan dia dengan tenang menyaksikan setiap gerakan yang dilakukan Stella.
Mata yang menjengkelkan!
Seperti baju, kulit, dan ototnya dibaca tiap helainya, dan setiap tindakan kecilnya dipelajari. Dan dari pandangan itu, dia menyadari  bahwa Ikki sedang mencoba memahami Imperial Arts dari gerakannya.
"Aliran pedangku tidak sesederhana itu sampai kamu bisa memahaminya semudah itu!"
"…Tidak, aku sudah paham."
Dalam sekejap, aliran pertarungan berubah. Hanya lima menit berlalu sejak pertandingan dimulai ketika Ikki Kurogane memulai serangan pertamanya.
Mungkin sekilas terlihat sangat nekat. Ketika ahli pedang beradu serangan, apa yang dapat dia lakukan dengan hanya teknik yang terasah melawan musuh dengan kekuatan serangan sebesar itu? Dia akan kalah di hadapan kekuatan yang membara seperti itu. Itu seharusnya yang terjadi, tetapi―
"Ugh!"
Tetapi Stella mundur. Ikki mendorong Stella mundur dengan serangannya. Bagaimana? Jawabannya terdapat pada teknik dengan gerakan seperti orbit matahari yang dilakukan Intetsu. Itu, faktanya, Imperial Arts milik Stella.
"Mustahil…! Bagaimana caranya kamu menggunakan itu?"
Ketika bertanya, terbersit sesuatu di pikiran Stella.
"Kamu tidak mungkin, kamu meniru aliran pedangku dari serangan-serangan tadi!?"
"Semacam itu. Aku dianggap remeh sejak kecil, jadi tidak ada yang pernah mengajariku, dan yang bisa aku lakukan adalah mengamati orang lain dan mencuri aliran mereka. Karena itu aku cukup handal dalam taktik seperti ini. Aku dapat memahami teknik pedang kebanyakan hanya dalam satu menit pertarungan."
Keahlian pedang melukiskan ilmu, aliran melukiskan sejarah, dan pernapasan melukiskan prinsipnya. Jika seseorang menelusuri dan dan daun dari gaya pedang dan sampai pada akarnya, maka tidak sulit untuk memahami teknik dan kombinasi dari aliran itu, atau memahaminya melalui berbagai macam situasi lain. Ini yang Ikki maksud.
"Dan jika aku dapat memahami alirannya sejauh itu, aku juga dapat membuat teknik yang menyaingi lawanku."
Apa cara terbaik untuk menyaingi aliran pedang lawan? Cukup memperbaiki kekurangan dari aliran itu untuk membuat aliran yang lebih sempurna, dan aliran yang baru tentu akan lebih kuat dari yang lama. Aliran yang baru akan menutupi kekurangan aliran yang lama, dan mengatasi kelemahannya. Aliran yang baru akan menyaingi pendahulunya dalam keadaan menyerang maupun bertahan.
"Menciptakan aliran pedang di tengah pertarungan adalah teknik milikku, Blade Steal[7]. Karena teknik Stella-san's begitu mendalam, aku butuh dua menit untuk mencurinya dan tiga puluh detik untuk melampauinya. Tetapi sekarang aku sudah memiliki pemahaman yang matang, jadi aku juga akan menyerang sekarang."
H-Hey. Bukankan sang putri terlihat seperti terdesak!?
Stella memang terlihat terdorong ke belakang. Penonton mulai gempar melihat perkembangan yang tidak terduga, tetapi yang paling terkejut adalah Stella sendiri, dan bukan hanya dia telah kalah dalam keahlian pedang. Dia terkejut karena aliran kebanggaannya telah ditiru, terlebih lagi, Ikki telah mengembangkan alirannya untuk mengalahkannya. Hanya dengan melihat ayunan pedangnya, dia dapat memahami ilmu dari sebuah teknik, membaca sejarahnya, dan menemukan rahasianya. Pengamatan yang luar biasa, bahkan bisa dibilang pantulan cermin ajaib. Dan lebih dari semua itu, dia melakukan semua ini tanpa sihir sedikitpun.
Untuk orang ini, menerima serangan sengit dari Stella Vermillion dan melampaui Imperial Arts-nya adalah sebuah keahlian dari ahli pedang. Berapa banyak latihan yang harus dia lakukan untuk memiliki keahlian seperti itu?
Kuat…!
Dia tidak dapat menyangkalnya lagi. Membandingkan keahlian pedang mereka, orang ini beberapa tingkat di atas Stella. Kalau duel ini dibatasi untuk senjata saja, pertarungan ini akan berat sebelah.
Stella memahami itu. Salah satu kelebihannya adalah dia dapat memahami itu. Tetapi kelebihan lain dari ksatria Rank A Stella Vermillion, Crimson Princess, untuk selalu mengejar lawan yang lebih kuat.
Kalau aliran pedangnya telah terlihat, maka dia dapat memanfaatkan itu. Stella mengambil posisi untuk mengayunkan Lævateinn ke bawah. Ikki membalas dengan mengayun Intetsu ke atas. Dia melakukan itu untuk melepaskan pertahanan Ikki, dan Ikki sudah memahami kecepatan dan kekuatan dari serangan itu ketika Stella melakukan posisi awal, jadi responnya tidak terhindarkan. Tetapi itu adalah jebakan Stella!
Berhasil!
Stella menghentikan serangannya dan lompat mundur sambil tersenyum. Kalau Ikki sudah melihat alirannya, maka dia tentu akan terkejut, karena Stella, yang terus menerus menyerang sejak tadi, mundur untuk pertama kali.
Ikki mengambil langkah pertama setelah melihat aliran Stella, dan dia segera terjebak tipuan Stella. Ayunannya meleset jauh. Mengejar kesempatan itu, Stella menyerang pinggang Ikki dengan Lævateinn. Taktik tu adalah variasi dadakan untuk Stella, yang hanya menyerang secara langsung sampai sekarang.
Bilah pedang hitam Intetsu, yang memotong udara kosong, tidak bisa merespon tepat waktu untuk perubahan ini. Mata pedang Lævateinn dengan mulus mengayun menuju badan Ikki yang tanpa pertahanan.
Seharusnya berhasil, tetapi―
"Pedangmu setengah tidur, tahu."
―Mata pedang Lævateinn tidak pernah menyentuh pinggang Ikki. Pedang itu ditahan.
Ti-tidak mungkin!?
Ikki mengubah irama Stella, menghentikan serangan Stella, dan bahkan memasuki titik buta Stella. Bilah pedang Intetsu seharusnya terlalu jauh untuk menahan serangannya, tetapi serangan Stella tetap ditahan!
Bagimana!? Jawabannya adalah―pegangan pedang. Ikki menahan tipuan Stella dengan pegangan Intetsu, menggunakan jarak kecil antara kedua tangannya di pegangan pedang.
Pemahaman macam apa yang dia miliki!?
"Mengejar kemenangan dengan ceroboh setelah tertekan? Menyerang sambil mundur bukan gayamu. Bahkan seseorang seperti aku bisa menghentikan serangan selemah itu. Gerakan itu adalah kehancuranmu."
Mengatakan itu, Ikki mendorong Lævateinn menjauh, menciptakan bukaan besar di pertahanan Stella.
"Haaaaa!"
Dan dengan Intetsu dia memotong Stella yang tanpa pertahanan.

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 1 Bagian 4 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Farhan Ariq Rahmani

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.