18 Oktober 2015

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 2 Bagian 4 LN Bahasa Indonesia

RAKUDAI KISHI NO EIYUU-TAN

JILID 1 BAB 2 BAGIAN 4
PENGUNJUNG DARI RUMAH LAMA

 

Lima murid laki-laki bermata liar mendorong lingkarang para murid perempuan di hadapan Ikki, dan satu orang yang tingginya mencolok di antara mereka berbicara dengan suara berkuasa sebelumnya.
"Kamu terlihat sangat populer, tetapi bukankah menggoda semua perempuan di kelas berlebihan?"
Monopoli Ikki terhadap semua perempuan di kelas nampaknya membuat murid laki-laki yang lain kesal, kalau pembuluh darah di keningnya merupakan sebuah pertanda. Tetapi para murid perempuan tidak setuju dengan sikap itu.
"Ada apa denganmu, Manabe!? Apa kamu iri?"
"Jangan menggerutu karena kamu tidak populer! Menjijikkan!"
Kata-kata mereka membuat murid laki-laki yang lain kesal.
"Apa yang kamu bilang!? Jangan menghina Ma-kun!"
Pengikut Manabe sekarang mengancam murid perempuan, kalau mereka mau mencari ribut, Ikki pikir lebih baik kalau hanya dia yang diserang. Dia menunduk sedikit kepada mereka, mencoba menenangkan mereka.
"Kalau aku mengganggu kalian, aku minta maaf. Membuat keributan setelah sekolah memang tidak pantas, seperti yang kamu bilang."
"Apa-apaan ini? Apa kamu mencoba berpura-pura baik, dasar penipu?"
"Penipu? Apa maksudmu?"
"Walaupun kamu bisa menipu para perempuan idiot ini, kamu tidak bisa menipuku. Tidak mungkin Rank F bisa mengalahkan Rank A. Pertandingan itu mungkin palsu, untuk menjadi populer seperti ini."
"Eh, aku tidak menipu siapa pun. Dan kamu tidak sopan kepada Stella."
"Jadi kamu masih mengatakan kamu mengalahkan Rank A? Tidak tahu malu. Kalau kamu memang sekuat itu, mari bertarung sedikit sekarang dan kita lihat."
Mendengar kata-katanya, lima laki-laki mengelilingi Ikki seperti hyena mengelilingi mangsanya, dan mereka memanggil Device mereka. Kagami berteriak melihat itu.
"Hey tunggu! Apa kalian serius!? Kalian akan diskors kalau menggunakan Device di sini!"
"Diam! Mundur kalau tidak mau terluka."
Keempat pengikut Manabe mengabaikan peringatannya dan menghunuskan senjata mereka. Melihat dari ekspresi kejam mereka, mereka tidak menggunakan wujud ilusi. Tetapi bahkan dalam situasi ini, Ikki tetap tenang dan berusaha mengendalikan keadaan.
"Tidak, kita tidak bisa melakukannya di sini. Seperti yang di katakan Kusakabe-san, bertarung di kelas melanggar peraturan sekolah. Kekuatan kita sebagai murid ksatrai dibatasi di akademi ini, dan kita tidak diperbolehkan menggunakannya di luar area yang diizinkan. Kalau kalian mau bertarung, mari pergi ke tempat lain. Aku akan melayani kalian sampai malam di salah satu arena latihan."
Ikki mengatakan dia mau bertarung di salah satu arena latihan. Dia mau menemani orang-orang ini meskipun mereka tidak layak dilawan dan dia lebih tertarik menemukan adiknya. Dia berlaku sebagai senior, memuaskan juniornya.
"Bangsat…."
Tetapi pembuluh darah lain muncul di kening Manabe, karena Ikki sudah membuat kesalahan. Apa yang diinginkan Manabe dan pengikutnya bukan pertarungan, tetapi melihat seorang Rank F merangkak ketakutan di kaki mereka dan memohon maaf karena menggunakan tipuan untuk menjadi terkenal di hadapan para wanita. Tetapi Rank F ini mengatakan dia mau bertarung setelah berpindah tempat? Itu sebuah hinaan.
"Jangan besar kepala, dasar orang tidak naik kelas! Hajar dia, teman-teman!"
Hah? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?
Sudah terlambat untuk berpikir. Mereka sudah tidak bisa dihentikan untuk memotong Ikki, dan para murid perempuan berteriak melihat kejadian di hadapan mereka. Ini bukan lagi kekacauan yang dapat diselesaikan dengan damai. Ikki menghela napas. Dia harus menggunakan kekerasan sekarang.
"Senpai! Aku akan bersaksi kamu bertahan diri, jadi hajar mereka!"
Kagami mendesaknya untuk bertarung dan berjanji untuk membebaskannya jika pihak berwenang sekolah memeriksa. Tawaran yang bagus, tetapi―
"Tidak, tidak usah."
Tidak usah, karena dia tidak perlu menggunakan Device-nya di pergumulan ini.
Dalam sekejap, Ikki memfokuskan pandangannya. Dia tidak perlu warna, jadi Ikki memotong detail itu, dan melihat dunia bergerak dalam abu-abu, dia memindahkan ketajaman dari pemahaman warnanya ke pemahaman gerakan. Setelah melakukan itu, gerakan di sekitarnya terlihat melambat. Ini bukan kekuatan spesial, cuma peningkatan kesadaran yang bahkan manusia biasa lakukan ketika terdesak bahaya, kecuali Ikki melakukannya secara sadar karena, tentunya, dia tidak bisa mencapai konsentrasi yang dibutuhkan untuk menang dalam satu menit tanpa kemampuan semacam ini.
Dunia abu-abu di sekitarnya menjadi pelan dan menjadi gelap seperti tenggelam ke dasar laut, dan Ikki menganalisis sekitarnya. Ada empat musuh di kiri, kanan, depan, dan belakangk.
Yang paling cepat adalah yang menggunakan pedang Jepang dan datang langsung dari depan.
Melihat itu, Ikki dengan pelan menggunakan bagian belakang tangan kanannya untuk memukul bagian tengah pedang, dan dengan gerakan yang benar-benar santai, mengubah arah ayunan pedang itu.
"Eh―?"
Keterkejutan timbul di muka murid yang mengayunkan pedang itu. Pedangnya berayun secara horisontal melewati Ikki, dan pada saat yang sama, Ikki menggunakan kakinya untuk membuatnya tersandung.
"Waaah!"
Ketika dia tersandung, dia menabrak temannya yang datang dari belakang Ikki dengan Device berbentuk pedang panjang, dan mereka berdua bertabrakan ke meja terdekat.
Dua jatuh.
"Bajingaaaaan!"
"Maattiiiiii!"
Dua orang datang dari kiri dan kanannya secara bersamaan dengan kapak. Mereka berdua menyerang kepala Ikki, jadi melawannya mudah.
"Hup―"
Ikki menekuk lututnya dan menunduk. Sedetik kemudian, terdengar dentingan logam di atasnya. Itu adalah suara kedua orang itu menyerang dengan sekuat tenaga.
"Aaaaaaaaah!"
Mereka berdua jatuh sambil berteriak. Efek pukulan itu sudah membuat lengan mereka kebas.
Satu lagi.
"Si-Sial!"
Kesombongan Manabe sudah tidak terlihat. Dia tidak dapat memahami bagaimana teman-temannya dikalahkan dengan mudah, jadi dia memanggil Device-nya dengan dalam kebingungan. Sebuah pistol revolver dengan kaliber besar, Device yang tidak umum bagi orang timur, dan dia membidik moncongnya ke arah Ikki. Dia dapat menembakkan peluru sihir hanya dengan menekan pelatuknya.
Ikki sudah bergerak. Dia mengambil penghapus dari meja seseorang di dekatnya dan menjentikkannya ke atas dengan jempolnya. Penghapus itu mengenai langit-langit, memantul ke bawah, dan―mengganjal sela di bagian hammer.
Manabe menjerit tanpa suara seperti dia melihat hantu. Ikki melumpuhkan pistol itu dengan cara yang sama sekali tak terbayangkan.
Ikki melangkah ke sisi yang tidak terlihat Manabe dan tidak memiliki pertahanan, dan―
*Plak!*
―menepukkan kedua telapak tangannya di depan mata Manabe.
"Hii―"
Tetapi sudah cukup. Walaupun Ikki hanya menepuk sekali, Manabe jatuh ke belakang dan memandang Ikki dengan mata ketakutan. Dan mengapa tidak? Di depan matanya, Rank F tangan kosong sudah mengalahkan lima Blazer yang membawa Device dengan mudah. Tidak mungkin Manabe masih mempunyai semangat bertarung, jadi Ikki tidak perlu memberikan serangan penyelesaian. Tidak ada pertarungan dengan Device terjadi. Tidak ada pertarungan yang terjadi.
Dengan hasil itu, Ikki melihat ke bawah sambil tersenyum yang menurut Kusakabe akan menimbulkan naluri feminim dari seorang perempuan.
"Mohon kerja samanya, karena kita akan menjadi teman sekelas selamat setahun penuh."
Manabe hanya bisa menganggukan kepalanya yang bergetar. Teman sekelas di sekitar mereka juga terkejut setelah melihat Ikki melumpuhkan lima Blazer tanpa terluka.
"E-Eh? Stella, bukannya suasannya sedikit dingin?"
"Tentu saja! Apa yang kamu pikir akan terjadi kalau kamu pamer kekuatan sebanyak itu?"
"Pamer? Aku pikir aku menahan diri agar tidak melukai mereka."
"Bukankah itu apa yang membuat semua orang terkejut?"
Stella menghela napas takjub. Tetapi pada saat itu―

*Plok plok plok*

Tepuk tangan datang dari pintu masuk kelas. Semuanya menoleh, penasaran siapa itu, dan melihat seorang gadis kecil berdiri di lorong. Dia memiliki rambut perak pendek dan mata hijau zamrud. Menunjukkan pesona yang menawan hati semua orang, dan dia tersenyum dengan bibir merah muda seperti kuncup bunga.
"Kekuatan luar biasa yang tidak membiarkan orang lemah mendekat. Persis seperti dirimu, Onii-sama[1]."
Suaranya halus terdengar seperti nyanyian.
Onii-sama. Mendengar itu, mata Ikki terbuka lebar.
"Kamu, tidak mungkin…."
Tidak, dia tidak perlu bertanya. Nada bicara, tubuh, model rambut, dan semua hal lain tentang dirinya sudah berubah banyak, tetapi hanya satu orang di dunia ini yang memanggilnya seperti itu. Dia adalah satu-satunya penghuni kediaman keluarga Kurogane yang membuatnya tenang, satu-satunya adik perempuan yang mengikutinya dengan langkah-langkah kecil.
"Shizu…ku?"
"Ya. Sudah lama tidak bertemu, Onii-sama."

-----------------------------------------------
Catatan Kaki

1. Kembali ke atas ↑    Onii-sama: "kakak laki-laki", diucapkan dengan cara yang penuh hormat.

Rakudai Kishi no Eiyuu-tan Jilid 1 Bab 2 Bagian 4 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.