14 Oktober 2015

Only Sense Online Jilid 1 Bab 8 Bahasa Indonesia



ONLY SENSE ONLINE
JILID 1 BAB 8
BLADE LIZARD DAN TRAIN MAN

Pada hari di mana aku seharusnya menaklukan Blade Lizard dengan Myu, aku disusuh menunggunya di gerbang timur, tempat yang sama di mana kami bertemu pertama kali.

”——Aku akan bertemu dengan teman-temanku dulu dan kemudian pergi ke lokasi pertemuan.”

Dan begitulah, kali ini giliranku untuk menunggu.Yah, itu tidak masalah untukku.

Aku membuka inventory dan memeriksa item yang kupunya. Empat set Iron Arrow+10, selain itu ada Enchant Stone, berbagai item penyembuh, Antidote, dan Paralysis Potion.

Oh iya, aku mempelajari sesuatu yang menarik. Nama dari NPC yang bertugas untuk mengurusi ladang adalah Kyouko.

Setelah mengobrol dengannya, aku mengetahui bahwa dia juga bisa mengirimkan item pada orang lain untuk menggantikanku sekaligus membeli bahan-bahan dari NPC untukku. Aku berpikir untuk memintanya membeli item bahan tambahan dan mengirimkan potion pada Magi-san.

Juga, satu hal lagi.Pagi ini saat aku mencampur item di ladang, Sense Mixing-ku meningkat ke level 30.

Setelah menggunakan 2 SP, aku meng-upgrade-nya menjadi Dosing.Dengan begini aku bisa menggunakan daging monster untuk membuat obat.

Dan begitulah, bisa dikatakan bahwa Sense-ku telah berkembang dengan baik sekali.



Possessed SP12
Bow Lv18】【Hawk Eyes Lv28】【Speed Increase Lv11】【Discovery Lv8
Magic Talent Lv29】【Magic Power Lv27】【Alchemy Lv20】【Enchant Arts Lv6
Dosing Lv1】【Crafting Knowledge Lv19

Unequipped:
Taming Lv1】【Craftsmanship Lv21】【Synthesis Lv21】【Earth Element Talent Lv3



Itu adalah build Sense yang ditujukan untuk bertempur. Alasan kenapa Dosing lebih dipilih untuk digunakan daripada Earth Element Talent adalah untuk memakai item.

Meskipun kedua Sense itu berada pada level yang sama, satu dari Sense itu lebih tinggi, dan nilai peningkatan DEX-nya tinggi untuk Sense tipe crafting. Sejak awal, status utamaku bukanlah sihir jadi aku tidak terlalu diuntungkan dari status INT dan MIND.

Yah, aku cukup meluas saat berkaitan dengan SP I yang bisa kuhabiskan.Jumlah SP I yang kumiliki melebihi 20 dan meskipun aku memeriksa Sense baru, aku tidak menemukan sesuatu yang menarik.

Yang terbaik adalah Snake Eyes yang Myu pernah ceritakan, Sense yang memiliki kekebalan terhadap bad status dan juga Sense kekebalantipe-tipe lainnya.

Dari Sense tipe operasional, yang mengatur tindakan ada Action Restriction Release yang diambil Myu, Swimming, Step dan Climbing. Selain dari itu, Sense tipe pengetahuan ;Survival dan Linguistic, juga yang berkaitan dengan NPC; Haggling dan Purchase Increase. Itu semua adalah Sense spesialisasi.

Bisa memiliki lebih banyak Sense adalah hal yang bagus, tapi mereka semua memilki kegunaan yang terbatas.

Sekalipun aku tertarik pada itu semua, tidak ada yang kubutuhkan dari antara semua Sense itu.

“Yah, Sense yang tidak perlu kau pikirkan terlalu dalam adalah yang terbaik.”

Aku sedang menunggu Myu dan yang lainnya saat sedang menatap kosong ke langit.Kadang-kadang, aku merasakan tatapan dari sekitar yang terfokus padaku.Begitu aku melihat-lihat ke sekeliling, semua serempak menolehkan wajahnya.Sekalipun itu sepertinya terjadi beberapa kali, itu pasti hanyalah imajinasiku semata.Sekali lagi, aku menatap pada langit dengan tanpa niat.

Setelah beberapa saat, *tap* *tap* *tap*, sebuah suara dari langkah kaki yang cepat mencapai telingaku.

“"ONEEEEeeeeeee-CHAAAaaaaaaaannnn!"

“Hm?Huwaaa?!”

Aku dirangkul dari samping.Aku menopang beban berat dari orang tersebut, dan memprotes.

“Myu, kau…mendekatlah dengan cara yang normal. Memalukan melakukan hal seperti ini di depan orang-orang, ‘kan?”

“Habis! Akhirnya kau mengganti pakaian lamamu setelah sekian lama! Baik bow maupun equipment-mu baru!”

“Ya, ya, teman-temanmu melihat kemari.”

Para gadis yang berdiri di belakang Myu sama-sama terperangah, tersenyum simpul, atau entah kenapa mereka tersenyum cerah.

“Juga, melihat Onee-chan dalam equipment barunya membuatku sangat senang.”

“Baiklah, tapi berhenti memanggilku begitu.”

(“Tapi kau punya tubuh perempuan, bukannya aneh kalau aku memanggilmu Onii-chan?”)

Myu bergerak mendekatiku dan berbisik. Walaupun aku ingin mencoba berdebat dengannya…

(“Tapi…”)

(“Atau mungkin, kau mau orang-orang ini berpikir bahwa keluarga adikmu ini orang aneh?Berbicara saja seperti seakan-akan kau adalahOnee-chan-ku.”)

(“Kalau begitu, kau sebaiknya memperkenalkanku sebagai temanmu, ‘kan?”)

(“Aku ingin memperkenalkan Onee-chan-ku pada mereka.Kakak perempuanku yang kubanggakan.”)

Duuh, kalau dibilang seperti itu, susah untuk menolaknya. Myu menyukaiku sampai ke titik di mana dia ingin membangga-banggakanku. Mau bagaimana lagi, ayo lakukan dengan baik.

“Um…apa kalian sudah selesai bicara?”

“Yup.Luka-chan, kami sudah selesai.”

“Hari ini, kita akan mengawalcrafter kenalan Myu ke Kota Kedua, apamaksudnya orang ini?”

“Yup, keluargaku yang sebenarnya!”

“Senang bertemu denganmu, aku dipanggil Yun.Adikku sudah banyak merepotkanmu.”

Entah kenapa, semuanya terkejut.Aku mengerti, jadi akulah alasan utamanya.

Wanita dalam balutan chainmail yang berdiri di tengah-tengah kami memiliki jenis rambut hitam berbeda yang diikat di belakang punggungnya dan sebuah two-handed sword di pinggangnya.Walaupun dia adalah seorang perempuan, tapi tinggi badannya kira-kira setinggi diriku.

“Senang bertemu denganmu, aku Lucato.Di antara teman-temanku, aku dipanggil Luka.”

Dengan salam sapa Lucato sebagai tandanya, teman-teman Myu memperkenalkan dirinya padaku.

Seorang pengguna sihir periang dengan sepasang kacamata bundar, dan alis tebal yang dipanggil Kohaku.

Pengguna sihir yang menggunakan topi unik dengan kedua ujung topi yang lancip adalah Rirei.

Dengan rambut ungu dan armor hitam yang dibuat dari perpaduan kain dan metal, Toutobi.

Gadis dengan mata yang tidak sama; mata kanannya berwarna biru dan kirinya berwarna merah, juga taring panjang sebagai ciri khususnya, Hino.

Bersama dengan Lucato dan Myu, mereka membentuk sebuah party dengan enam orang anggota.

Karena mereka semua sepantaran dengan Myu, aku merasa lega untuk banyak hal.

“Baiklah kalau begitu, kita tidak bisa terus-terusan berdiri di sini dan menghalangi jalan.Kita bisa melanjutkan percakapan sambil berjalan.”

“Ya, kau benar.”

Kami meninggalkan kota lewat gerbang timur. Entah kenapa, dari belakangku aku merasakan penyesalan, dan tatapan penuh iri.Sekali lagi, aku ingin memikirkannya sebagai sebuah kebetulan.

“Aku sudah mendengar tentang ini sebelumnya, mengenai anggota keluarga Myu yang bermain game ini juga.”

“Yah, aku punya waktu senggang selama libur musim panas, dan aku mulai bermain untuk bertemu dengan kakak perempuan tertua kami.”

“Kakak perempuan, maksudmu Sei-san?”

“Ya.Walau kubilang begitu, aku baru bertemu dengannya sekali saja dalam game.Dia sama sekali tidak mengontakku.”

Kalau dipikir-pikir, meskipun aku awalnya bermain untuk bertemu Sei-nee, aku jadi terpukau dengan crafting dan bow.

“Sei-san sedang berusaha sebaik-baiknya di party lain. Kami sudah berpapasan beberapa kali.”

“Begitu ya.”

Yah, selama dia baik-baik saja. Kalau dia ada perlu, dia akan menghubungiku lewat friend list.

“Sekarang waktunya untuk membentuk party dan mendaftarkan satu sama lain sebagai teman.”

“Ah, kau benar.Apa kita akan pergi bertujuh untuk melawan bos?”

“Tidak, kalau kita melakukan itu, maka akan ada penalti. Satu orang akan meninggalkan party dan Yun-san akan masuk menggantikan. Malahan, kita bisa menghadapi bos hanya dengan lima orang.”

“Baiklah.Untuk sementara, biarkan aku setidaknya membantu menghadapi lawan-lawan yang mudah.”

Aku juga ingin menaikkan level dari bow-ku, itulah yang kurasakan. Lucato tidak menolaknya.

Aku mendaftarkan semua orang sebagai teman, dan membentuk party dengan mereka.

Penyerang jarak jauh, Rirei dikeluarkan dari party dan digantikan olehku.

Untuk sementara, aku menyapa Rirei yang posisinya kugantikan.

“Senang bertemu denganmu, bolehkah aku memanggilmu Rirei?”

“Tentu saja.Fufufu, terima kasih banyak telah memperlihatkan sesuatu yang bagus padaku ketika kita pertama kali bertemu.”

“Umm…”

Rirei menatapku dengan ekspresi bergairah.

Melihat hal tersebut, gadis dengan mata aneh menyambar leher dan menariknya.

“Tolong jangan pedulikan dia. Dia sangat menyukai sesama gadis yang saling berpelukan.”

“Itu…”

“Itu disebut ‘yuri’.”

“Aku menemukan material baru.Fufufu, tubuh yang begitu ramping, seperti seekor anak kucing…”

Yang menyunggingkan senyum simpul, adalah Hino dengan taringnya yang khas.

Itu senyum yang sangat bagus, Rirei-san.Dia menatapiku dengan tatapan bergairah untuk sesaat sekarang.Intuisiku mengatakan bahwa dia adalah orang berbahaya dengan arah yang berbeda dari Gantz dan Cloude.

“Nah, ayo lanjutkan.”

“Ah, Lucato.Tunggu sebentar.Bisa kau bagikan ini pada semuanya?”

Aku membuka trade screen, menghentikan Lucato yang akan berangkat pergi.

“Apa?Onee-chan, jangan-jangan kau mengkhawatirkan soal pembayaran?Aku sudah menjelaskan tentang Onee-chan tadi dengan rinci pada semuanya.”

“Nggak masalah, kok.Nggak usah kuatir.Kamu itu saudara dari salah satu anggota kita.Kita semua nggak keberatan, kok.”

Orang yang ikut menimpali perkataan Myu adalah Kohaku.Apakah itu dialek Kansai?Itu sedikit unik. Yah, membiarkan diriku bergantung pada orang lain juga membuatku merasa tidak senang.

“Yah, ambil saja ini untuk sekarang.Untuk penyembuhan, seharusnya sebanyak ini cukup, dan aku ingin kalian memberitahukanku kesan kalian mengenai seberapa bagusnya item ini nanti.”

Di trade screen, aku menjejalkan sejumlah besar Bluepot dan bermacam-macam Enchant Stone pada Lucato.

“Ke-kenapa kau punya begitu banyak barang semacam ini?!”

“A-ada apa?”

Setelah dia memeriksa item yang dia terima, Lucato berseru kebingungan, lalu Hino bertanya cemas.

“…seratus Bluepot mahal dan item peningkat status yang tidak dikenal.”

Semuanya terkejut.Tidak, tidak, Myu kau seharusnya sudah tahu tentang Bluepot.Walaupun kalau dipikir-pikir lagi, kau tidak tahu tentang Enchant Stone.

Aku memberi tahu mereka bagaimana caranya menggunakan Enchant Stone dan apa kata kuncinya, sekaligus menjelaskan dengan singkat tipe-tipe dari aktivasi enchant berdasarkan warnanya.

“Ka-kami tidak bisa menerima Bluepot mahal dan item berharga seperti ini!”

“Hm?Masa?”

Kalau dipikir-pikir, item peningkat status yang terbuat dari monster itu sangat langka.Jadi, item yang dapat meningkatkan status mungkin sangat mahal.

Dalam kasusku, aku membuatnya dari barang murah, jadi ini bukanlah pemerasan.

“Aku ingin mengetahui kesan dari pemakaian item ini. Ini adalah item baru yang akankujual di toko yang mau kubuka. Yah, sekaligus sebagai hadiah rasa terima kasihku untuk pengawalan hari ini dan untuk menemani Myu di masa-masa yang akan datang.”

“Aku mengerti.Tapi biar kukatakan ini, Myu adalah rekan kami yang berharga.Kami akan terus berteman baik ke depannya.”

Jadi dia merasakan hal yang sama. Aku senang gadis-gadis sebaik ini berkumpul di sekitar Myu.

Fufufufu…cinta antar saudari yang indah…kalau terus begini, ini akan menjadi sesuatu yang terlarang…”

“Kau, sebaiknya kau menahan dirimu sedikit.”

Entah kenapa, sepertinya ada adegan percakapan antara orang bodoh dan orang lurus, tapi ayo biarkan saja itu saat ini. Kalau tidak, mungkin malah akan berimbas balik padaku dan menyerangku seperti bumerang.

Sepanjang perjalanan, kami terus menyerang musuh dengan baik dan meneruskannya dengan tujuh orang.

Karena performa senjataku lebih baik, bahkan walaupun tanpa enchant, aku dapat dengan mudah mengalahkan Mill Bird dan Goblin. Seperti biasa, aku tidak bisa mengalahkan Slime semudah itu, tapi sepertinya aku cukup melukainya.Kalau aku menghabiskan waktu sedikit lagi, kurasa aku bisa mengalahkannya.

Walau begitu, teman-teman Myu itu hebat.Big Boar yang menghabiskan waktu beberapa menit untuk dikalahkan, dapat ditumbangkan tanpa harus mengalami luka serius.

“Kalian semua hebat.Aku sudah melawan beberapa Big Boar sebelumnya, tapi aku tidak pernah dapat mengalahkannya dengan semudah ini.”

Meskipun sebelumnya aku juga dibawa serta seperti ini. Taku dan yang lainnya mungkin dapat melakukan hal yang sama sekarang.

“Tidak, tidak, tidak sama sekali.Magic class kami tidak bisa melawannya secara solo. Yang bisa membunuh Big Boar secara solo, hanyalah penyerang garis depan kami, Myu-chan dan Tobi-chan.”

“…tidak juga, aku tidak bisa melakukan hal semacam itu. Aku hanya bisa menggunakan taktik terburuk dan menyerangnya dari belakang untuk critical hit.Yang aneh itu Myu.Dia bisa menghadapi Blade Lizard sendirian.”

Hei, Myu, kau bisa melawan seorang bosmonster sendirian?

“Ehh, adalah hal normal untukku melawan Blade Lizard sebelum pergi tidur. Bahkan sekalipun aku mati dan penalti kematiannya akan lepas waktu aku tidur, aku tidak naik level ataupun mendapat experience. Hanya dengan mengambil tindakan tersebut, aku menaikkan level meskipun aku tidak mengalahkannya. Gerakan yang kompleks dari pertarungan sengit itu bagus untuk menaikkan level.”

“Itu cara pikir yang aneh! Di VR ini, ada rasa sakit juga.Bertempur padahal tahu soal itu artinya gila. Belum lagi, persentase kemenanganmu itu aneh! Beneran cheat, ‘tuh”

Adik perempuanku menaikkan level begitu tinggi, sampai dia bisa mengalahkan seekor bos monster yang seharusnya dikalahkan dalam grup, ya.

Dan meskipun belum lama, dengan mudahnya aku berbicara pada Kohaku si orang yang lurus.

“Um, maaf karena Myu begitu banyak merepotkanmu.”

“Yah, dia sangat bisa diandalkan.”

Dan dalam suasana tenang tersebut, kami melanjutkan ke tempat Blade Lizard.

“Walau begitu, meskipun kami dengar dari Myu kalau kau adalah seorang crafter, kau bisa bertempur dengan sangat baik.”

“Masa?”

“Seperti yang diduga dari Onee-san-nya Myu.Kau benar-benar seorang gamer.”

Ahh, aku ingin mengoreksi pernyataan Lucato. Aku adalah kakak laki-laki, juga aku tidak bermain game sebanyak itu. Aku menahan perkataan yang sepertinya hampir keluar begitu saja dari mulutku dan berbicara yang seharusnya.

“Yah, begitulah.Dengan sebuah bow, aku bisa menyerang dari jauh dan mengalahkan lawan sementara tidak membiarkan mereka untuk mendekat.Seperti itulah.”

Fufufu, sekalipun bow itu sampah, kau adalah cupid bersenjata panah.Kau bisa membuat siapa saja …”Udah berenti!”

Rirei dan Kohaku membuat adegan komedi di belakangku. Tapi seperti yang dikatakan Rirei, bow diperlakukan sebagai sebuah Sense yang gagal. Tapi, Lucato bergumam ‘masa?’ dengan penasaran.

“Um, Yun-san.Aku ada pertanyaan.Seberapa jauh kau dapat memanah dengan bow?”

Pertanyaan semacam itu.Sejujurnya, aku tidak tahu. Aku memastikannya sepanjang jalan bahwa aku normalnya bisa mengenai target sejauh 15 meter.

Dengan koreksi serangan bow dan sekaligus «Long Range Shooting» dan Enchant, aku mungkin bisa memanah sejauh 60 meter yang merupakan batasan dari Hawk Eyes.

Tapi, aku tidak berharap itu kena.Kalau aku memastikannya untuk kena, mungkin sekitar dua pertiga dari itu.

“Aku tidak tahu, aku belum pernah mencobanya.”

“…begitukah.”

Kalimat ‘tidak tahu’-ku diterima secara negatif.Lucato berekspresi sedikit menyesalinya.

“Bisakah kau mencoba mengenai itu dari posisi ini?”

“Eh, itu?”

Aku melihat ke arah tersebut.Itu mungkin adalah Blade Lizard.

Jauhnya sekitar tiga puluh meter.Sosok itu adalah seekor kadal dengan panjang sekitar 2 m yang sedang bergelung tidur.Sisik-sisiknya setajam pedang.Celah antara sisiknya besar, tapi sisiknya sendiri kelihatan keras.Sepertinya sulit.

Tapi, aku bisa membidik ke celah antara sisik tersebut dari jarak sejauh ini.

“Tunggu, aku akan menarik perhatiannya, bersiaplah untuk bertempur.”

“Eh, dari tempat ini?”

Aku memasang tiga enchant pada diriku sendiri dan membidik ke langit, aku melepaskan Art «Long Range Shooting». Anak panah yang dilepaskan dari bowkubuat supaya membentuk lengkungan, kemudian mengenai punggung Blade Lizard. Keuntungan dari cara memanah seperti ini adalah jeda antara saat melepaskannya dengan saat ketika anak panahnya kena menjadi memanjang. Dengan begini kami dapat mempersiapkan diri sebelum menghadapi musuh.

“Dia mengarah kemari!Dia datang.”

Saat Blade Lizard menghadap kemari, aku melepaskan anak panah untuk kedua kalinya.Benda tersebut menembus celah antara sisik di bagian bahunya.

Seperti yang kukatakan, kadal besar tersebut berdiri di atas kakinya dan mendatangi kami dengan kecepatan tinggi.Aku terus memanah seperti sebuah mesin.

“—— «Rapid Fire Bow · Second Form»”

Saat cooldown Art  berakhir, aku melancarkan Art yang lain.

Setelah mengambil dua anak panah di tanganku, aku melepaskan keduanya pada saat bersamaan.Aku mengejutkan diriku sendiri dengan gerakan semacam-fantasiku.Satu anak panah mengenai sebuah sisik, yang lainnya menembus belakang lehernya.

Begitu kadal tersebut memasuki jangkauan serangan sihir, aku mundur, memutuskan untuk menyerahkannya pada Lucato dan yang lainnya.

Fuu, tidak disangka itu mengurangi sedikit HP-nya.”

Serangan jarak jauh dengan anak panah itu berdampak 10,10% pada HP kadal itu.

Fufufu, itu mengagumkan, Yun-san.Seakan-akan kau adalah gadis pejuang dari cerita dongeng.”

“Yah, terima kasih.”

“Ya, tidak ada pilihan selain begitu malu-ma…Bisa berenti, nggak! Rirei! …ya ampun, Kohaku. Aku melindunginya dengan benar, ya ‘kan.”

Dengan seulas senyum tanpa takut, Rirei menanggapi Kohaku yang menyahutinya meskipun sedang berada di tengah pertempuran.Itu semacam komedi manzai klasik.Di tengah-tengah pertarungan, Hino mencoba menenangkan Kohaku dengan berkata, ‘tenang, tenang’.

Rirei kehilangan kontrol, Kohaku menyahut dan Hino menanggapi.Itu mungkin sebuah kombinasi yang bagus.

Akan tetapi, ini sedikit menyakitkan saat Rirei terus mengawasiku dengan bergairah.

Aku mengabaikannya, dan terus mengamati pertempuran melawan Blade Lizard.

Keempat penyerang jarak dekat bekerja sama dengan akurat melukai Blade Lizard. Saat mereka melihatnya bersiap-siap melakukan serangan berbahaya dengan ekornya, semuanya menjauh.Dengan timing tersebut, Kohaku melepaskan sihir apinya.

Lucato memancingnya, Hino meremukkan sisik-sisik dari tubuhnya dengan menggunakan sebuah hammer besar, Myu dengan senang mengikuti dengan menyerang bagian tubuh yang terbuka dan Toutobi mencoba mengenai kelemahannya untuk mendapatkan critical hit. Saat semuanya bergantian menghindari serangan, Kohaku menyerang dengan sihir api. Dengan formasi yang stabil, mereka terus memberikan serangan. Kalau terus begini, ini akan segera selesai, pikirku.

“Rirei! Kenapa kau melihat ke arah lain! Kau seharusnya menjaganya dengan benar!”

“Tidak, bukan begitu.Ada sesuatu di kejauhan.”

Rirei sedang melihat ke arah yang berlawanan dari bos.Ekspresinya serius, berbeda dengan yang sebelumnya.

Aku melihat ke arah yang sama. Masih terlihat kecil, tapi aku tahu itu adalah seorang player.Sesuatu itu semakin membesar, kelihatannya dia memiliki sekumpulan besar monster di belakangnya.

“Orang itu, dia menarik monster.”

“Apa katamu?Apa ciri-ciri pakaiannya?”

“Umm…merah.”

Aku menjawab dengan singkat pertanyaan Rirei yang berdiri di sebelahku.

“?‼Train Man datang!”

Rirei berteriak cukup keras untuk bisa didengar semua orang di lokasi ini.Apa maksudnya Train Man?Aku seharusnya bukanlah satu-satunya orang yang teringat dengan novel romance unik tertentu yang sekali waktu pernah menjadi topik pembicaraan.

“Itu bukannya kereta!Dia itu MPK, seorang PK!”

Haa, Kohaku bahkan bisa menyahuti pikiranku?!Apa!

“Susun ulang party! Hino dan aku akan menarik perhatian yang besar! Toutobi kurangi jumlah dari lawan-lawan yang mudah. Kohaku dan Rirei akan menyapu mereka dengan sihir! Myu terus pancing bos ke arahmu!”

“Aku bisa mengurangi jumlah mereka dengan serangan jarak jauh!”

Ketika Lucato memberikan instruksi yang teliti, aku mengajukan saran.

“Tidak bisa.Kalau kau menyerang dengan posisimu saat ini, maka akan ada penalti.”

“Jadi, apa yang harus kulakukan!”

“Maaf, tolong hadapi Blade Lizard bersama dengan Myu!Jangan khawatirkan tentang lawan-lawan enteng dan si Train Man.”

Ada limaBig Boar, juga sejumlah besar rat dan bird yang ikut. Bisakah mereka menang melawan begitu banyak lawan?

“Luka-chan, apa yang harus kulakukan?Aku bisa menang meskipun sendirian.”

Myu berniat untuk mengalahkan bos yang sudah tersisa 70% HP seorang diri. Aku mengerti, aku akan membantumu dan kita akan mengalahkannya bersama. Kami membentuk party, hanya aku dan Myu bersama-sama.

“Hei, Myu. Sejujurnya, bisakah kita menang melawannya hanya dengan kita berdua?”

“Hm?Mudah, aku bahkan bisa mengalahkannya sendirian, kau tahu?”

Myu menyunggingkan senyuman menyemangati, tapi mendengar kalimat penyemangat semacam itu aku tertawa.

“Myu, tidak ada waktu.Ayo bergegas dan mengalahkannya supaya kita bisa membantu Lucato dan yang lainnya.Aku sedang sangat bermurah hati, jadi aku akan menggunakan begitu banyak item.”

“Bisa diandalkan sekali.Kuserahkan bagian belakangku padamu.”

“Serahkan padaku. Juga, terimalah ini! «Enchant» ——Attack, Defence, Speed.”

Dan aku memasangkan enchant pada Myu. Attack, defence, speed, ketiga enhancement.Dan aku memulihkan MP-ku dari 20% hingga penuh dengan menggunakan sebotol MP Potion.

Aku meneruskan memasang Enchant; ini waktunya untuk langkah selanjutnya.

“Nah sekarang, kau kadal brengsek. Aku akan menjadi lawanmu! «Cursed» ——Defence.”

Aku merentangkantelapak tanganku ke Blade Lizard dan melemparkan sebuah cursed. Pedang Myu yang telah diperkuat dengan enhancement, menyerang menembus sisik yang defence-nya sudah dilemahkan, seakan hal itu hanyalah kertas dan memangkas HP-nya.

“Onee-chan, ini hebat!”

“Berhenti mengobrol yang tak perlu!Hati-hati dengan ekornya!”

“Baik!Tubuhku seringan bulu!”

Sementara berdiri di depan bos, Myu menunjukkan ilmu pedangnya yang tajam dan kadang-kadang dia menghindari ekor yang menyerang secara acak setelah dia melancarkan serangan balasan. Sepertinya dia dapat merasakan keuntungan dari Enchant.

Aku berpindah supaya tidak mengenai Myu dengan bow dan menyerang kadal tersebut.

“Myu.Ganti target.”

“Baik!”

Setelah aku berpindah ke sisi yang berseberangan dari Myu, aku memberinya tanda.Begitu dia melihat tandaku, dia mengendurkan serangannya dan mengambil jarak.Saat itulah aku menyerang Blade Lizard dengan seluruh kekuatan tembakku.

“——«Bow Technique · Arrow Stitching!>>!”

Itu adalah sebua art yang kupelajari saat bow level 15. Sebuah art yang menekankan pada kekuatan tembakkan.Anak panah yang dilepaskan, membelah udara dengan suara nyaring dan menembus sisi samping kadal itu.

“Target menuju kemari!”

“Baik!Ganti!”

Targetnya berganti ke aku.Blade Lizard mengarahkan kepalanya ke arahku, yang berjarak pendek jauhnya, meskipun aku tidak bisa bergerak karena cooldown art. Memanfaatkan kesempatan tersebut, Myu mendekati Blade Lizard dari sisi lain.

“Haaa—— «Fifth Breaker»!”

Enchant, cursed dan sebuah tekhnik besar Art. Bersamaan dengan semua elemen yang kami berikan, sudah pasti akan mengurangi HPBlade Lizard.

Yang tersisa adalah setengah dari HP-nya.Meskipun sulit untuk Myu sendiri, bersama-sama kami bisa mengalahkannya.Tepat saat aku berpikir begitu, aku melihat Lucato dan yang lainnya berhadapan dengan segerombolan monster.

Si Train Man yang tadinya berada di depan, melewati sisi Lucato dan diliputi aura hitam.

Itu pasti adalah penalti karena serangan gabungan.Sebuah keadaan merugikan yang terjadi saat kau mencoba melakukan MPK.Kekuatannya turun drastis.Dalam kasus terburuk, Train Man bisa terlibat dalam pertempuran sengit. Akan tetapi——

“Myu, hati-hati‼”

Tiba-tiba tubuhku bergerak. Myu telah menjadi target Blade Lizard dan tidak bisa memperhatikan hal lain. Saat aku masuk ke antara Train Man dan Myu, tubuhku menerima sesuatu yang terbang ke arahnya.

“Ugh…”

“Onee-chan?!”

Apa yang tertancap di perutku adalah pisau lempar. Ini bukan luka yang fatal.

Jadi tidak ada alasan untuk ambruk karena hanya satu serangan saja dari seorang player. Daripada itu——

“Jangan lengah!”

“Eh…kyaah!”

Saat Myu mengalihkan pandangannya dari Blade Lizad, dia terkena sapuan ekor dan begitu tubuhnya menerima serangannya, dia terhempas ke sebatang pohon.

Gahaa?!Brengsek…mengacau seperti itu.”

Aku mengungkapkan kemarahan yang kurasakan tadi dalam kata-kata.Kenapa orang ini melakukan hal semacam itu.Aku memahaminya, begitu aura yang memancar dari tubuh Train Man lenyap.

Penalti karena serangan gabungan muncul saat orang-orang yang ada saat itu bertempur bersama. Untuk menghilangkannya, kau harus bersikap bermusuhan dengan player lain. Ini adalah teori mudah.Karena itulah, saat ini menjadi perjuangan dari tiga pihak.

Dan, begitu mendapatkan kembali kecepatannya dan memaksakan monster-monsternya pada kami, Train Man meloncat ke dalam hutan.

“Onee-chan, aku…”

“Jangan dipikirkan.Daripada begitu, ayo cepat habisi Blade Lizard.”

Untuk dapat mengalihkan perhatiannya dari Myu dan membuatnya lengah, aku mendapat serangan yang tidak seharusnya kudapatkan.Saat ini, setelah menerima serangan dari Blade Lizard dan Train Man, aku hanya memiliki 10% HP yang tersisa. Setelah terjatuh karena aku tidak memasang enchant defence, untungnya, aku tidak mengalami Fainted.

“Aku akan segera menyembuhkanmu—— «High Heal».”

“Ya ampun, kenapa ekspresimu sedih seperti itu?”

“Tapi, karena aku…”

“Kau kelelahan setelah menerima serangan, ‘kan.Ayo cepat sembuhkan dirimu.”

Meskipun kurang parah daripada lukaku, dia menerima serangan.Mau bagaimana lagi.Aku mengeluarkan senjata rahasiaku, sebotol High Potion dan menggunakannya pada Myu.

Enchant Myu dan aku sudah berakhir. Lucato dan yang lainnya entah bagaimana bertahan, tapi itu berbahaya karena sejumlah besar monster kecil. Saat ini target terkonsentrasi pada gadis-gadis tersebut, itu berarti kami memerlukan keputusan lebih awal.

“Myu, bisakah kau memancingnya ke suatu tempat!?”

“Onee-chan?”

“Ayo serang kembali bersama-sama.”

“Y-ya!Kalau begitu, aku akan memancingnya ke pohon itu!”

Tempat yang Myu pilih, adalah akar dari sebuah pohon yang berdiri sendirian.

“Aku akan membuat persiapan untuk sesuatu yang besar.Bisakah kau menahannya?”

“Serahkan padaku.Lagipula aku sudah mendapatkan ini dari Onee-chan.”

Dia mengeluarkan sebuat Enchant Stone kuning dengan tangannya dan mengaktifkannya.Myu yang kecepatannya sudah meningkat, mulai bermain-main dengan Blade Lizard tanpa hambatan.Kadal tersebut yang kehilangan setengah dari HP­-nya, membuat sisik-sisik di tubuhnya beridiri, membuat semakin sulit.

Di lokasi yang ditentukan, aku menebarkan Magic Gem.Kuharap ini berjalan lancar.

“Myu, persiapannya selesai!”

“Baiklah! Aku akan ke sana!”

Myu bergegas menuju pohon tersebut dengan kecepatan penuh.Aku menarik sebatang anak panah dari kejauhan dan menunggu.Dan saat Myu mencapainya, dia melompatinya.

Dia melompat melewati kepala kadal itu dan memanfaatkan dahan pohon sebagai tempat bergelantungan.Itu disebut-sebut sebagai lompatan triangle.

Meskipun aku terkejut dengan gerakan manusia super itu, aku bertindak sebagaimana mestinya

“Meledaklah, kau kadal brengsek. —— «Bomb»!”

Saat monster tersebut membenturkan kepalanya ke pohon, ledakan bom bertubi-tubi terjadi di bawah perut Blade Lizard yang mencari-cari Myu.Meskipun itu adalah sihir yang lemah kalau hanya satu ledakan, tapi rantai serangan terjadi pada saat yang bersamaan.

Begitu ledakan bom terjadi, HP-nya berkurang sekaligus. Aku tidak berpikir bahwa ledakan tersebut akan sepenuhnya menumbangkannya, karena itulah,kekuatan penuh.

“«Enchant» ——Attack, «Cursed» ——Defence.”

“«Fifth Breaker»!”

Myu yang telah diperkuat mendarat di punggungnya, lalu melancarkan lima serangan berturut-turut pada Blade Lizard yang diperlemah. Sebagai hasil dari perbedaan physical status, serangan itu menghancurkan sisik-sisik dan mencabut nyawanya.

Kami mengalahkan Blade Lizard.




Meskipun kami telah mengalahkan Blade Lizard, pertarungan berlanjut.

Kami pergi membantu Lucato dan yang lainnya untuk menghadapi sekumpulan besar bird, rat, dan Big Boarmenjijikkan.

Karena kami terbagi menjadi dua party, kalau kami menyerang dengan tidak hati-hati, akan ada penalti serangan gabungan. Untuk menghindarinya, aku menggunakan enchant dan cursed, dan Myu membantu yang lain dengan penyembuhan.

Penyembuhan dari party ke-3, bantuan semacam itu sering dilakukan di game lain. Kalau kau bertindak dengan cara demikian pada game ini, penalti serangan gabungan tidak terjadi.

“«Cursed» ——Defence.”

“… «Backstab»!”

Cursed-ku menurunkan defenceBig Boar, dan satu serangan dari dagger Toutobi di titik vital memberikan critical damage dan membunuhnya.

“Sudah seleesaaaaaiiii!Taaamat sudah.Aku nggak akan pernah maafin si Train Man itu!”

Yang berseru dengan suara lantang tersebut adalah Kohaku.Sepertinyayang lain juga sama marahnya dengan dia.

“Ayolah.Aku sudah muak.Ini pertarungan sengit yang berbahaya. Aku pasti sudah tewas tiga kali kalau bukan karena item yang kita dapatkan dari Yun-san. Yah, berkat itu, level Sense pertarunganku meningkat banyak.”

“Benar.Saat aku mencoba menggunakan Enchant Stone, aku benar-benar terkejut.Defence-ku meningkat tajam dengan buff dan seranganku juga semakin kuat.”

Yang berkata demikian, adalah Hino dan Lucato. Mereka berdua menarik perhatian musuh dengan secara aktif berdiri di depanBig Boar. Karena itu, mereka dapat merasakan bagaimana attack dan defence dari Enchant Stone bekerja.

“Mendengar kau berkata begitu, berarti ada gunanya menyiapkannya.Tapi aku tidak mengira kita akan menggunakan potion sebanyak itu.”

Aku lelah dan berjongkok.Untuk memulihkan MP setelah menggunakan enchant-ku, sekaligus untuk memulihkan MP Rirei dan Kohaku, aku berbaik hati menggunakan MP Potion.Aku hampir kehabisan item yang bisa kupakai.

“Semuanya mendapat hal yang bagus, Sense pertempuran kalian meningkat.Sedangkan aku, yang levelnya naik hanya Recovery dan Action Restriction Release. Ayo, naikkan level dengan cara yang sama kali berikutnya.”

“…resikonya terlalu tinggi. Juga, kali ini kita berhasil melakukannya berkat item yang kita dapatkan dari Yun-san. Mungkin kalau kita membelinya beberapa nanti…”

Saat Myu memberikan pernyataan satu sisi yang tanpa dipikirkan dulu, Toutobi membalasnya dengan respon realistis.Yah, hanya dia yang berpikir begitu, tapi semuanya tersenyum simpul memakluminya.

Yang dihabiskan kali ini, adalah seratus Blue Potion dan lima jenis Enchant Stone, dua puluh untuk setiap orang. Kurasa tidak mungkin semuanya terpakai. Terlebih lagi, aku memberikan MP Potion pada yang lain.

Seratus Bluepot yang masing-masing seharga 500G, totalnya 50kG.

Karena aku akan menjual Enchant Stone seharga 7500 per satu buah, jadi 750k untuk seratus Enchant Stone. Sedangkan untuk MP Potion, sekitar dua puluh yang terpakai? Dua puluh dikali 1500G, total 30K.

“…1 juta dihabiskan hanya dalam sekejap, huh.”

Saat itu, udara di sekitarku membeku.Dalam kasusku, akulah yang membuat item, itu adalah item yang kubuat dengan mengumpulkan material selama beberapa hari, itulah yang kurasakan.Akan tetapi, suasana di sekelilingku terasa berbeda.

Mata mereka berkilauan begitu menakutkan.

“A-Apa? Um, item yang digunakan kali ini… itu kalau kujual di tokoku… itu maksudku.”

“Benarkah tu?Apa yang baru saja kau katakan?”

Semua yang sedang duduk menatapku.Bahkan Rirei yang tadinya menatapiku dengan ekspresi bergairah sebelumnya.

“Um, apakah 1 juta terlalu mahal?Ma-maaf kalau begitu. Aku akan memotong harganya lebih banyak la…”

“Bukan begitu! Malah sebaliknya! Itu harga yang terlalu wajar!”

Begitukah?Karena aku melarat, itu jumlah uang yang sangat banyak untukku.

“Kalau semua orang ikut berpatungan dan kita bisa mendapatkan item semacam itu, kita bisa turut serta dalam pertempuran sulit untuk membuat level kita naik dengan drastis, efisiensinya akan sangat bagus! Kalau itu aku, aku akan membayarnya tanpa pikir panjang.”

Begitulah, Lucato berbicara meyakinkan.

Aku mengerti.167k per orang dan mereka bisa membelinya. Yah, itu sama halnya dengan harga yang kubayarkan untuk memperbaiki armorku dan kalau mereka bisa dengan sangat cepat meningkatkan level mereka, itu adalah harga yang sepadan, apa itu maksudnya?

“…juga, aku penasaran tentang ledakan tadi. Serangan apa yang kau lakukan pada Blade Lizard? Sesuatu yang-semacam-sihir-seperti-item.Ranjau darat?”

Toutobi mengingatkan kembali.Meskipun hal tersebut memiliki efek yang mencolok, tidak mungkin dia melihat Magic Gem itu.Hmm. Ini adalah sebuah item, tapi aku tidak berniat untuk menjualnya. Kalau aku menjualnya, maka harganya akan sekitar 50k per buah. Untuk saat ini, benda tersebut hanyalah sisa dari percobaanku dengan serangan ledakan bom.

“Pertukaran rahasia.”

Aku pada akhirnya berhasil mengucapkan kata-kata itu.Toutobi menyerah mundur.

Fufufu, ngomong-ngomong, cheat landmine tadi, berapa biayanya?”

“Ah, itu 450kG.”

“450k…itu pemborosan yang nggak masuk akal.Juga Rirei, cheat landmine artinya lain lagi.”

Rirei bertanya dan Kohaku menyahutinya.

Yah, itu benar.Memakai 450k hanya untuk menurunkan 30% HPBlade Lizard, adalah hal yang tidak masuk akal. Aku juga berpikiran sama.

Terlebih lagi, aku saat ini dalam keadaan sama sekali tidak mempunyai permata. Dengan begitu, aku tidak bisa membuat aksesoris apa pun yang memakai permata juga. Itu berarti, aku perlu mendapatkannya dari suatu tempat.Kebijakan-harga tidaklahbersikap sebaik itu padaku.

“Baiklah, ada banyak hal yang ingin kutanyakan, jadi maafkan aku. Juga, apa itu cheat landmine?”

“…cheat landmine muncul di sebuah webnovel, sejenis ”Terima ini dan meledaklah” yang melampaui musuhnya?”

Toutobi-san, terima kasih untuk deskripsinya yang sopan. Kelihatannya sesuatu yang sama bodoh dan gagalnya dengan apa yang kulakukan. Aku sangat mengerti hal itu.

“Aku tidak tahu kalau itu adalah cheat, tapi gerakan terakhir Myu sudah jelas salah satunya.”

Maksudknya, itu adalah lompatan triangle.Selain itu, kelihatannya berlari di dinding dan gerakan tiga dimensi dengan menendang objek kelihatannya mungkin. Juga, berlari di atas permukaan air atau berlari secara vertikal seperti seorang ninja.

“Itu normal. Kalau menaikkan level Action Restriction Release, kau dapat dengan mudah melompat setinggi 2 meter ke udara.”

“Myu adalah cheater yang sebenarnya. Sebelum itu, dia melompat melewati monster berukuran sedang dan membelah otaknya seperti rebung.”

Itu sulit untuk dimengerti kalau dikatakan seperti itu. Garis besarnya——Pertama, melompat; kedua, berputar secara vertikal di atas saat bergerak; ketiga, tebas kepala monster yang tak terlindungi; keempat; mendarat di belakangnya. Itu bukan lagi gerakan manusia. Oh, adik perempuanku, kau sudah berhenti menjadi seorang manusia.

“Melakukan serangan akrobatik pada bos monster, apa tujuanmu?”

“Menjadi seorang Paladin!”

“Kalau yang kubayangkan itu benar, seorang Paladin seharusnya tidak selincah itu.”

Semua di sekelilingku setuju denganku.Kau benar-benar merepotkan.

“…haa, dia datang lagi. Apa yang akan kita lakukan?”

Toutobi yang waspada dengan sekitarnya menyadari dengan cepat.Saat aku menoleh, aku melihat seorang pria.

Seorang pria memakai armor dari kain berwarna merah cerah.Itu adalah penampilan dari orang yang memancing monster.

Karena merepotkan untuk mengalahkan monster-monster itu, aku tidak berniat memikirkannya.Tapi saat aku mengingatnya, kemarahanku tiba-tiba muncul.

“Onee-chan, apa yang harus kita lakukan?Apakah kita akan melarikan diri?”

“Ya, ada tiga Big Boar dan banyak monster lainnya.Lari ke kota adalah ide bagus.”

Ini tidak terasa menyenangkan. Meskipun aku ingin mengeluhkannya langsung pada orang tersebut, berbicara dengannya hanya akan membuang-buang waktu. Begitu dia memasuki jarak pertempuran sengit dengan kami, dia akan melarikan diri sekali lagi.

Tiba-tiba, aku mendapat caranya.

Benar. Metode Train Man adalah mengumpulkan monster dengan memanfaatkan kecepatannya dan kemudian mengarahkannya ke orang lain lalu lari menjauh, bangga dengan apa yang telah dia lakukan.

Dengan kata lain, kekuatan dan kelemahannya dari strategi tersebut adalah kecepatan. Aku bergumam dengan suara serendah mungkin.

(“Kuharap ini berhasil. «Cursed» ——Speed.”)

Aku melancarkannya dengan membidik Train Man. Kelihatannya bekerja dengan baik.Sebuah cahaya berwarna kuning gelap terpancar dari tubuhnya dan dia seketika itu juga melambat.

“Baiklah, ayo.”

Seperti itulah, aku melanjutkan ke Kota Kedua dengan senyum puas.Aku merasa mendengar jeritan orang itu dari belakang. Kau menuai apa yang kau tabur.

“H-hei, Onee-chan. Apa yang sudah kau lakukan?Entah kenapa, orang itu, dihajar oleh monster-monster tersebut.”

“Oh, dia pasti membuat kakinya terkilir.Mungkin dia lelah?Lihat, dia mendapatkan apa yang seharusnya dia terima.”

“Itu benar.Orang seperti itu memang seharusnya dilumat oleh monster yang dia pancing sendiri!”

Hino percaya pada alasan menyedihkan yang kubuat meskipun yang lainnya tahu pasti bahwa tidak seperti itu sebenarnya.

Fufufu, Yun-san sangat mengagumkan.Hanya menatapnya dengan mata dinginmu, orang itu sampai terpesona ”Kamu malah becanda begitu lagi.Bisa berhenti nggak, sih!”fufufu.”

Kohaku dan Rirei benar-benar akrab.

“Sayang sekali.Yun-san, apa kau mau masuk dalam guild kami saat kami membuatnya nanti.”

“Itu benar! Onee-chan! Ayo bergabung dengan kita!”

Myu menggelayut di lenganku. Yah, ini adalah situasi yang normalnya akan membuat laki-laki cemburu, tapi mendapati armor perak menekan ke lenganmu itu menyakitkan.

“Karena aku ingin menikmati dunia ini dengan santai, aku harus menolaknya.”

Meskipun aku meminta maaf, Lucato kelihatannya tidak kecewa.Sepertinya dia sudah menduga jawaban itu.

“Baiklah, anggap saja itu cuma bercanda.Kita sudah tiba.Dengan begini permintaan mengawal sudah selesai. Meskipun aku bilang kami akan mengawalmu, kami membuatmu memasuki pertempuran. Maaf tentang itu.”

“Aku tidak keberatan.Levelku meningkat dan aku juga bersenang-senang.”

“Kalau kau berkata begitu, maka aku merasa lega.Selamat datang kalau begitu; ke Kota Kedua.”

Setelah kami meninggalkan hutan, terdapat peternakan luas dan sungai-sungai yang indah.

Ini adalah kota pedesaan yang dibanjiri dengan bangunan-bangunan kayu satu lantai.

Di beberapa tempat, orang-orang tua berkumpul dan minum teh di bawah matahari, di tempat lain beberapa anak kecil sedang berlarian.

“…ini adalah tempat yang tenang.”

“Kota Ketiga berurusan dengan hal-hal seperti bijih logam, sedangkan tempat ini berkaitan dengan kain dan kulit, juga kayu. Kami bertempur dengan para monster di hutan terdekat untuk menaikkan level kami.”

“Tapi karena bos begitu kuat, kami tidak mengalahkannya.Karena itulah kami membicarakan untuk mencoba pergi ke utara dan selatan dari Kota Pertama sebelum itu.”

Lucato menjelaskan, dan Myu menyediakan informasi tambahan.Aku mengerti, semua monster selain daripada bos kekuatannya setara, tapi itu hanya kalau kau mendapat bos kuat yang menarik perhatian orang-orang untuk menjelajah lokasi-lokasi yang berbeda. Jadi manajemennya menyemangati orang-orang dengan cara seperti itu, mereka bagus juga.

“Baiklah kalau begitu.Sampai sejauh ini saja.Kami akan pergi berburu sedikit.”

“Itu benar.Kita sudah mengalahkan banyak monster dan mendapat banyak item.Ayo jual ini dan membeli beberapa item penyembuh.”

“Onee-chan!Aku akan kembali saat makan malam!”

Myu berkata demikian dan berjalan di sebelah Lucato. Aku berpisah dengan mereka——dan dia datang kembali seakan teringat sesuatu.

(“——Onii-chan, waktu kau melindungiku tadi, kau keren sekali.”)

Dia membisikkan kata-kata tersebut ke telingaku sehingga hanya aku yang dapat mendengarnya, sebelum dia mengejar Lucato dan yang lainnya dengan senyum jahil.Ya ampun, aku tersenyum simpul sekaligus menghela nafas.

Setelah itu, aku menjelajahi kota tersebut sendiri untuk menemukan NPC questCarpenter.

Only Sense Online Jilid 1 Bab 8 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Farhan Ariq Rahmani

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.