03 Oktober 2015

My Dearest Jilid 1 Chapter XX

JILID 1 CHAPTER XX
FAKTA KELUARGA ANGGELA

Bagian Pertama:

“Ahahaha, ayolah jangan terlalu serius gitu Kei. Kita teman dekat kan?” senyum John memiringkan kepala.

“Maaf, aku tidak pernah menganggapmu seperti itu,” khawatir Keisha sambil terus bersiaga melindungi adiknya.

“Jangan sinis gitu dong, –“


“John sampai kapan kamu mau berbicara? Ayo kita segera bereskan mereka!” kesal Zaxia memejamkan mata.

Zaxia kah ...? Bahkan calon kineser terkuat juga terlibat. Sekarang apa yang harus kulakukan!” batin Keisha khawatir.

“Kak! Biar aku saja yang melawan gadis itu.” Anggelina sambil melirik Zaxia.

“Eeehh ...?! Eng-enggak bisa Anggelina! Dia itu Kineser tingkat atas!”

“Tapi Kak –“

“Berisik! Kamu pergi saja dari sini, jangan khawatirkan Kakak!” kesal Keisha.

“Mana bisa aku bersikap egois seperti itu Kak. Jika aku pergi dari sini, bagaimana dengan Kakak dan yang lainnya.“

“Sudah kubilang jangan khawatirkan Kakak, jangan pikirkan yang lainnya! Keselamatanmu prioritas utam –“

“Berisiknyaa ....! John, biar aku urus gadis yang bernama Anggelina itu!” Senyum mengerikan Zaxia.

“Xi-Xia, tolong jangan terlalu berlebihan. Akan merepotkan jika Keisha mengamuk disini.”

“Mengamuk? Apa maksudmu –“ tanya Zaxia kebingungan.

“Jika kalian berani membunuh Anggelina, akan kubuat kalian merasakan penderitaan yang lebih buruk dari kematian!” Geram kesal Keisha pada John dan Zaxia

“Waah galaknya ...., tapi tenang aja, aku cuman mau membuat dia sekarat kok.”

Anggelina yang merasa diremehkan seketika naik darah, dia mulai berlari menghampiri Zaxia, mulai berteriak sambil mengeluarkan salah satu skillnya, ice ball.

“Jangan meremehkanku!”

WUZZZ WUINGG!!!

“Hoo ..., kalau begitu, aku tidak akan segan padamu,” senyum Zaxia sambil menghindari serangan Anggelina dengan mudahnya.

Zaxia berlari dengan cepat menuju Anggelina, sedangkan John mengeluarkan skill fire barrier kepada Zaxia. 

Fire barrier, merupakan kemampuan yang memberikan pertahanan api kepada target. Pertahanan api ini dapat membakar serangan musuh dalam radius 1m.

Anggelina yang melihat hal itu mulai memperlambat kecepatan larinya. Dia menggunakan skill pertahanan es-nya, yaitu ice barrier. Setelah itu dia kembali berlari menghampiri Zaxia.

Keisha hanya terdiam tidak bergerak sedikitpun. Dia mulai berkonsentrasi mengeluarkan skill khususnya.

Saat jarak antara Anggelina dengan Zaxia cukup dekat, Anggelina mulai memukul muka Zaxia dengan tangan kanannya. Tapi sayang, Zaxia menghindari serangan Anggelina dengan sangat mudahnya.

Ketika saat itu juga, skill Ice barrier dan Fire barrier mereka saling bertabrakan. Dua skill tersebut dengan cukup cepat berubah menjadi uap yang cukup tebal.

Sementara itu John mulai ikut berkonsentrasi mengeluarkan skill khususnya seperti Keisha. Wajahnya terlihat berkonsentrasi memejamkan mata.

Sementara Keisha dan John berkonsentrasi mengeluarkan skill mereka. Anggelina mencoba kembali memukul muka Zaxia dengan tangan kanannya.

Ya, tapi sekali lagi Zaxia menghindari serangan Anggelina dengan sangat mudah, dia hanya tersenyum sambil menendang perut Anggelina dengan kaki kirinya.

DUUKK!!

Anggelina mundur beberapa langkah sambil memegang perutnya, dia memasang wajah yang cukup kesakitan.

“Aw!”

“Kurang ajar!” lanjut Anggelina sambil menggunakan skill ice sword.

Pada dasarnya skill ice sword ini hanya membuat sebuah pedang es. Pedang es ini cukup tajam, dan bagian tubuh musuh yang terkena tebasan pedang es ini akan terasa mati rasa untuk sesaat.

SLASSHH!!

Anggelina kembali berlari menghampiri Zaxia, dia mencoba menebas perut Zaxia secara horizontal.

Zaxia melompat ke belakang, dia menghindari serangan Anggelina tersebut dengan mudah.

“Oi oi, gaya bertarung kamu jelek banget!” senyum Zaxia yang meremehkan, dia terlihat mendaratkan kakinya diatas tanah.

“Diam!” teriak Anggelina sambil kembali berlari ke arah Zaxia. Dia kembali menebas Zaxia secara vertikal.

“Kalau begitu mati saja,” Senyum Zaxia menghindari tebasan Anggelina, dia memiringkan badannya untuk menghindari tebasan itu.

Lalu Zaxia menempelkan tangan kanannya ke tanah, dan seketika datang sebuah gempa yang cukup hebat dengan radius 3m. Gempa tersebut cukup kuat hingga membuat gedung tersebut bergoncang.

Earthquake. .....”

Karena gempa tersebut Anggelina kehilangan keseimbangannya, dan hampir terjatuh.

Earth Hammer!” jelas Zaxia sambil merentangkan tangan kanannya yang sejajar dengan bahunya. Dia membuat sebuah palu yang terbuat dari tanah.

“Terbanglah!!” teriak Zaxia memasang senyuman mengerikan, dia memukul Anggelina dengan palu tanahnya.

BUAAKKK!!

Karena keseimbangannya yang buruk, Anggelina tidak bisa menghindari serangan Zaxia tersebut. Dengan sangat cepat Anggelina terpental ke atas dan menabrak atap bangunan tersebut dengan cukup keras.

WUINGGG!!

DUAAAK !!!

Anggelina memasang wajah kesakitan karena mendapatkan serangan dan tabrakan pada atap gedung. Dia jatuh ke tanah dengan kepala yang terlebih dahulu. Tapi saat 1m hampir membentur tanah, tiba-tiba Anggelina melayang di udara, seolah-olah gravitasi bumi untuknya telah hilang.

Gravity Mode!” jelas Keisha yang sudah mengeluarkan skill khususnya. Dia terlihat melayang di udara.

Secara perlahan Anggelina melayang mendekati Keisha. Keisha hanya tersenyum khawatir melihat adiknya.

Skill Gravity Mode merupakan salah satu skill khusus dari tiga skill khusus yang dimiliki oleh Keisha. Skill Gravity Mode ini merupakan skill yang memungkinkan sang penggunanya membuat suatu gravitasi baru. Gravitasi baru tersebut berpusat pada sang pengguna itu sendiri. Radius skill ini 18m.

Zaxia mencoba menyerang Anggelina dengan melemparkan tiga buah tiang tanah dari berbagai arah.

Tapi karena Anggelina masih berada dalam ruang lingkup gravitasi Keisha, serangan tersebut dengan mudahnya dibelokkan oleh Keisha. Ketiga tiang tanah tersebut berbalik dan melesat sangat cepat ke arah Zaxia.

Dalam kecepatan tersebut, Zaxia tidak mungkin dapat menghindarinya.

Oi oi bukankah itu curang!” gumam khawatir Zaxia dalam hatinya. Tapi.

DUARR!!!! BUARSHHHH!!!

Seketika, ketiga buah tiang tanah tersebut hancur karena sebuah ledakan api yang cukup besar.

Semua melihat darimana asal serangan itu datang, dan ternyata arah serangan tersebut berasal dari John. Dia telah berhasil mengeluarkan skill khususnya, yaitu Ignite Mode.

“Dengan begini akan adil kan, Keisha?” senyum John melihat Keisha.

“Yaa,” senyum khawatir Keisha membalas senyuman John.



***

Bagian Kedua:

Ignite Mode, merupakan satu-satunya skill khusus milik John. Skill ini membuat suhu tubuh pengguna menjadi naik secara signifikan, suhu tubuh pengguna menjadi 865.000 derajat celcius. Ya, dengan suhu seperti ini sudah dipastikan kalau tubuh sang pengguna akan terbakar, pengguna akan diselimuti api yang sangat panas.

Serangan api sang pengguna juga menjadi 865x lebih kuat dari sebelumnya, bahkan skill rendah seperti fireball pun dapat dengan mudahnya menembus benteng es yang setebal 8m.

“Anggelina dengarkan kakak, kemampuan crycokinesis-mu sudah tidak berguna lagi dihadapannya. Jika dia menyerangmu, lebih baik kamu menghindarinya, jangan ditahan dengan kemampuan crycokinesis-mu!” bisik Keisha sambil melihat John dengan tatapan yang tajam.

Zaxia kembali menyerang Anggelina dengan Weeping earth. Skill ini membuat sebuah gelombang bumi lurus kedepan. Panjang gelombangnya sekitar 5m. Jika target terkena serangan ini, target akan langsung terkubur dalam tanah, dan yang pada akhirnya terjebak.

DRUG DUG DUG DUGDUGDUG!!

Keisha kembali membuat adiknya melayang untuk menghindari serangan tersebut, tapi tiba-tiba datang John yang menghampiri Anggelina dengan sangat cepat.

“Ehh, sejak kapan –“ tanya Anggelina terkejut tapi perkataan terhentikan karena mendapatkan tendangan dari John yang cukup keras pada perutnya. Dengan sangat cepat Anggelina terpental sejauh 10m, Anggelina melayang sangat cepat hingga menerobos dinding bangunan tersebut.

DUAAK!!! WUINGGG!!! BRAKKKK!!!

Terlihat dari mukanya yang kesakitan karena mendapatkan serangan tersebut. Kaos bagian perutnya terbakar karena tendangan tersebut. Terlihat juga luka bakar yang cukup parah pada bagian perut Anggelina.

Sakit!!!” gumam Anggelina kesakitan sambil memegang perutnya. Dia terlihat hampir menangis karena rasa sakit hebat dari perutnya yang terbakar.

Karena serangan tersebut juga, Anggelina telah keluar dari ruang lingkup gravitasi milik Keisha.

“Akhirnya kamu keluar juga!” senyum mengerikan Zaxia, dia berjalan menghampiri Anggelina yang berada diluar bangunan.

“Anggelina! –“ teriak khawatir Keisha sambil mencoba melayang mendekati Anggelina, tapi dengan sangat cepat dia dihadang oleh John.

“Mau kemana?! Jangan coba-coba lari dari pertarungan kita!”

“Sialan kau, John!” geram kesal Keisha.

Sementara itu Zaxia hanya terus berjalan menghampiri Anggelina, dia memasang wajah yang seakan-akan sudah siap membunuh.

Si-sial, apa kemampuanku hanya segini?! Kenapa aku begitu lemah!” Anggelina terlihat frustasi memegang perutnya.

“Kenapa kamu hanya diam menunduk saja?! Apa kamu sudah menyerah?! Hahahaha,” Zaxia dengan tertawaannya yang meremehkan.

Tidak, aku tidak boleh kalah disini!! Aku akan membunuh gadis yang tertawa itu!! Aku harus bisa melindungi keluargaku!” batin Anggelina yang kesal, dia mulai berdiri dan berteriak.

Ice spears!! Ice spikes!!” teriak Anggelina sambil menempelkan tangan kirinya ke tanah, dan mengangkat tangan kanannya keatas.

WUZ WUZ WUZ!!

Seketika muncul sebuah paku es dari dalam tanah, paku es tersebut merambat kearah Zaxia dengan sangat cepat. Selain paku es ini, muncul juga sebuah tiga buah tombak es yang cukup besar di atas tangan kanan Anggelina.

Mu-mustahil?!” batin Zaxia terkejut sambil melompat menghindari paku es yang begerak kearahnya. Tapi saat dalam posisi bebas tersebut, Anggelina mulai melancarkan tiga buat tombak es-nya kearah Zaxia.

Si-sial!! Aku lupa dengan tombak esnya!!” batin Zaxia khawatir.

Dengan sangat cepat dia mengangkat tangan kanannya, dan munculah sebuah benteng tanah yang melindunginya.

WUINGG!! CRANKKK!!! SYATT!

Dua buah tombak es milik Anggelina tertahan oleh tembok tanah milik Zaxia. Tapi tombak es yang lainnya menggores tangan kanan Zaxia.

Zaxia terdiam kesakitan sambil memegang tangannya yang terluka, sedangkan Anggelina hanya terdiam bersiaga.

“JOHN!! Apa dia benar-benar bukan kineser tingkat atas?!!” teriak kesal Zaxia pada John.

“Ya dia bukan kineser tingkat atas!! Dia hanya tingkat empat!”

“Lalu kenapa dia bisa menggunakan dua skill sekaligus?!! Dan yang lebih parahnya lagi kenapa kecepatan serangan dan couldown-nya menjadi lebih cepat!!”

“Mungkin dia –“ teriak khawatir John.

“Jangan katakan kalau dia naik tingkat dalam kondisi ini?! Apa kamu sedang bercanda denganku?!” teriak Zaxia semakin kesal.

“Aku tidak bercanda. Jika dia benar-benar adik kandung dari sang bintang, kenaikan tingkat secepat ini bukan hal yang mengejutkan bagiku!” senyum John sambil melihat Anggelina.

“Anggelina ...!” senyum terkejut Keisha melihat adiknya.

“Apa maksudmu itu John?!” teriak kesal Zaxia sambil berbalik melihat John.

“Apa kamu lupa seperti apa sebenarnya keluarga sang bintang?!”

“Haah?! Apa maksudmu ..... –“ Zaxia tapi langsung terdiam terkejut, dia kembali berbalik melihat Anggelina.

“Sialan! Aku benar-benar lupa kalau sebenarnya mereka ini bukan manusia,” senyum kesal Zaxia sambil melihat Anggelina.

Eeehh.... apa maksudnya itu?!” gumam Anggelina terkejut dalam hatinya.

“Kamu harus merasa terhormat, Anggelina? Aku akan mulai bartarung serius sekarang!” senyum Zaxia lalu menyentuh tanah dengan kedua tangannya.

Hole Ground!” teriaknya dan seketika tanah yang menjadi tempat pijakan bagi Anggelina menghilang, tanah tersebut jatuh ke bawah.

BRAAAG!!!! GRSUUKKK!

“Aaaahhh!!” teriak Anggelina ketakutan karena terjatuh kedalam lubang tersebut.

Tiba-tiba saat Anggelina terjatuh karena gaya gravitasi bumi tersebut, tanah itu kembali muncul ke atas dan menabrak Anggelina. Anggelina terpental jauh keatas, dan tangan kanannya patah karena serangan tersebut.

DUAAKKK !! CRAK!! WUINGG!!

Tidak sampai disitu saja, saat Anggelina sedang terlontar di udara tersebut, Zaxia kembali melancarkan serangan berupa lima buah earth knife ke arah Anggelina. Empat menyayat kulitnya dan yang satunya menusuk perutnya yang terbakar.

SYATT!! SYATT! SYATT! SYATT!

JLEBBB!!

“KYAAA!!!” teriak Anggelina kesakitan lalu jatuh membentur tanah dengan sangat keras. Kedua kakinya patah karena gravitasi bumi tersebut.

DUAAKK!! KRAAKKK!!

Serangan beruntun tersebut terjadi sangat cepat, kakaknya seketika terlihat shock setelah melihat kejadian tersebut.

“An-Anggelina?!!” teriak Keisha melayang cepat mendekati adiknya, tapi kembali dihadang oleh John.

“Sudah kubilang –“

“MINGGIR!!” teriak Keisha amat murka sambil menggerakan gravitasi John. John dilemparkan ke sisi kanan tembok bangunan, tapi dengan cepat John kembali ke tempatnya semula. Dia mulai membuat serangan balasan ke arah Keisha, dia menembakkan dua buah fireball.

Dengan mudahnya Keisha menahan serangan John, dia membelokkan jalur serangannya dengan gravitasi miliknya.

“Hebat, seperti yang kuduga!”

“Lalu bagaimana dengan ini!!” lanjut John sambil menembakan Flame Phoniex ke arah Keisha.

Flame phoenix, skill ini menyerang musuh dengan api yang sangat panas hingga berbentuk seperti burung phoenix. Ukuran burung phoenix ini sekitar 4x8m.

Tiny Blackhole!” geram kesal Keisha sambil mengangkat tangan kanannya ke arah serangan John. Seketika muncul sebuah lubang hitam yang cukup kecil, serangan milik John pun langsung terhisap dan menghilang bersama blackhole tersebut.

Blackhole yang berdiameter 3m ini akan menghisap semua serangan yang besarnya kurang dari 20m. Serangan musuh yang terhisap tersebut akan menghilang bersama skill ini.

Blackhole!” teriak Keisha sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.

Seketika muncul lubang hitam yang lebih besar. Pada dasarnya skill ini merupakan skill lanjutan dari skill tiny blackhole. Skill ini juga merupakan salah satu kemampuan tingkat atas milik Keisha. Seluruh benda mati ataupun mahluk hidup akan terhisap ke dalam lubang hitam tersebut. Hanya sang pengguna, dan mahluk hidup yang di inginkan pengguna saja yang tidak terhisap dalam lubang hitam tersebut. Diameter blackhole ini sekitar 18m.

John dan Zaxia mulai terhisap kedalam lubang hitam tersebut. Sambil tertarik oleh lubang hitam tersebut, Zaxia menggerutu. “Yang benar saja! John, lakukan sesuatu untuk ini!”

“Berisik!! Aku juga tau!” teriak kesal John.

Furious flame phoenix!!” lanjutnya. John menggunakan skill lanjutan dari skill flame phoenix. skill ini memiliki ukuran yang lebih besar dari flame phoenix, yakni 14x28m. Semua dapat terbakar oleh skill ini.

Burung phoenix tersebut seketika melayang cepat ke arah skill blackhole milik Keisha. Blackhole milik Keisha langsung menghisap burung phoniex tersebut, dan yang pada akhirnya kedua skill tersebut menghilang tak berbekas.

BUARRR!! BLUSHHH!!

Sa-sakit! Tolong aku kak!” batin Anggelina menangis ketakutan. Dia terlihat kesakitan sambil memegang perutnya yang terus mengeluarkan darah.

“Masih hidup yah?!” kesal Zaxia menatap tajam Anggelna.

“Hey sudah cukup!! Dia sudah tidak berdaya!” teriak khawatir Keisha pada Zaxia.

“Berisik!! Inilah ganjarannya jika dia melukai kulitku!” teriak Zaxia berjalan pelan sambil membuat tombak yang terbuat dari tanah.

“Hentikan!! Aku bilang hentikan!” teriak Keisha panik sambil mencoba melewati John, tapi kembali John dapat menghadangnya.

“Baiklah, kita mulai dari kakinya!!” Zaxia sambil menusuk kaki kiri Anggelina dengan tombak tanahnya.

JLEB!!

“KYAA!!” teriak Anggelina kesakitan.

“Xi-Xia, bukankah kamu terlalu berlebihan!!” John dengan nada sedikit kesal sambil berbalik melihat Zaxia.

“Apa maksudmu? Apa kamu memihak mereka?!” Zaxia dengan tatapan kesal pada John.

“Bukan begitu, dia akan mati jika kamu terus menyiksanya seperti itu.” John dengan nada khawatir.

“Itu memang tujuanku! Dia harus mat –“

“KURANG AJAR!!” teriak Keisha sangat murka.

“Wah wah, kamu membuatnya marah! Sekarang apa yang akan kamu –“ John mulai khawatir.

Despaired Of The Horizon!!” teriak Keisha sambil mengangkat kepalanya, dia secara perlahan terus melayang ke atas. Atap bangunan tersebut secara perlahan hancur saat Keisha melewatinya. Ya, Keisha menggunakan salah satu skill terkuatnya.

“Ka-kamu pasti bercanda, kan?!” tanya John dengan sangat khawatir. Tangannya terlihat bergemetar saat Keisha mengucapkan kata tersebut. Wajahnya terlihat amat khawatir melihat Keisha yang melayang ke atas.



***

Bagian Ketiga:

Tanah mulai bergoncang cukup hebat, langit yang terlihat indah mulai terbelah menjadi dua. Lalu setelah langit terbelah tersebut, secara perlahan muncul sebuat lubang hitam yang sangat besar, lubang hitam itu seakan-akan sudah siap menghisap apa saja yang berada dibawahnya.

Semua orang yang melihat hal itu hanya terdiam ketakutan, tubuh mereka mengigil ketakutan melihat lubang hitam yang sudah siap menghancurkan daerah mereka.

“Keisha Putri Deviluck!! Sadarkah kamu dengan apa yang ingin kamu lakukan?!!! Kamu akan menghancurkan sebagian daerah Dealendra!!” teriak kesal John pada Keisha.

“Ap-apa yang sebenarnya terjadi?!” tanya khawatir Zaxia sambil melihat langit yang mulai terbelah.

Ka-kakak .....?!” gumam khawatir Anggelina lalu tidak sadarkan diri karena banyak mengeluarkan darah.

Despaired of The Horizon, skill tingkat akhir dan skill terkuat Keisha dalam Gravity mode. Skill ini membuat suatu lubang hitam atau blackhole raksasa. Lubang hitam ini berdiamater 5km, semua benda hidup dan mati dalam radius 50km akan terhisap dan musnah tak berbekas.

Hanya sang pengguna skill ini saja yang tidak akan terhisap, lubang hitam ini akan terus ada selama lima menit. Skill ini juga bisa jadi sangat merugikan karena akan melibatkan orang lain yang tidak bersalah.

“Keisha!! “ teriak John semakin kesal.

Keisha hanya terdiam tak memberi respon pada John, dia terus berkonsentrasi mengeluarkan skillnya.

“Dasar keras kepala!” geram kesal John.

Hellfire!!” teriak John sambil mengepalkan kedua tangannya bersamaan.

“John!! Apa kau serius?!! Apa kau ingin membuat lautan api di wilayah ini?!” tanya Zaxia memasang muka sangat terkejut.

“Aku juga terpaksa melakukan ini! Aku tidak mau mati di tempat seperti ini!!” teriak John pada Zaxia.

“Ka-kalian pasti bercanda kan?!” tanya Zaxia dengan nada ketakutan. Perlahan suhu bumi mulai naik. Dari tanah mulai muncul percikan api yang sangat panas.

Hellfire, skill ini juga merupakan skill terkuat milik John. John akan membuat sebuah lautan api yang sangat panas, skill ini layaknya sebuah ledakan dashyat dengan radius 50km. Lautan api ini juga akan berlangsung selama lima menit.

Semua akan terbakar tak berbekas kecuali sang pengguna yang menggunakan skill ini. Skill ini juga bisa mejadi sangat merugikan karena akan melibatkan orang lain yang tidak bersalah.

“Ak-aku tidak percaya ini! Mereka benar-benar tidak peduli dengan sekelilingnya!” khawatir Zaxia bukan main. Tapi.

SYUUUTT!!

Beberapa detik sebelum skill John dan Keisha aktif, tiba-tiba mereka berdua menghilang bersama skill mereka. Langit terlihat mulai kembali normal, suhu bumi juga mulai menurun. John dan Keisha tiba-tiba lenyap tidak berbekas.

“Eeh?! Ap-apa yang terjadi?!” tanya Zaxia keheranan.

“Cukup sampai disitu!!” teriak seorang gadis yang berjalan menghampiri Zaxia dan Anggelina.

Terlihat Alysha dengan tatapan yang sedikit kesal pada Zaxia, lalu secara perlahan dia berjalan menghampiri mereka sambil melihat kondisi sekitar.

Untung saja kami sampai tepat waktu!” batin Alysha yang khawatir.

“Si-siapa kamu hah?!”

“Aku tidak berkewajiban menjawab pertanyaanmu, tapi bisakah kamu kembalikan dia.” Alysha sambil melihat Anggelina yang terluka parah.

“Kalau kamu mau, coba saja rebut dariku!!” Zaxia lalu kembali menempelkan kedua tangannya di tanah. Dia melalukan serangan yang sama pada Anggelina, yaitu Hole Ground.

Tempat pijakan bagi Alysha telah menghilang, saat Alysha terjatuh pada lubang tersebut dia membuat sebuah tiang es secara horizontal.

Dia pikir aku bodoh!” senyum Alysha sambil bediri di atas tiang esnya.

Alysha membuat sebuah tiang es secara vertikal pada tiang es horizontalnya. Ya, dengan otomatis dia mendapatkan lopatan yang sangat tinggi untuk keluar dari lubang tersebut.

Hebatt! Sudah kuduga jika dia sangat kuat! Tapi bagaimana dengan ini ..., ” gumam Zaxia dalam hatinya lalu menembakkan delapan buah tombak tanah pada Alysha yang bergerak bebas.

Ice Barricades!” jelas Alysha menahan serangan Zaxia dengan sebuah benteng es. Lalu.

DUG DUG DUG !!!

Ice rains!!” teriak Alysha sambil mengankat tangan kanannya kearah Zaxia.

SRETTT!! WUSSHH!!

“Bo-bodoh! Jika kamu melakukan skill area seperti itu, dia juga akan –“ Zaxia tapi langsung terdiam terkejut karena melihat Anggelina yang sudah dilindungi oleh benteng es.

Se-sejak kapan?!” batin Zaxia sungguh terkejut.

“Sial!!” teriak Zaxia lalu membuat sebuah benteng tanah yang berfungsi untuk melindunginya.

CRANK CRANK CRANK CRANK!!

Apa-apaan orang ini?! Aku tidak bisa mengikuti jalan pikirannya!!” geram kesal Zaxia dalam hatinya.

“Baiklah –“ Zaxia sambil membatalkan pertahanan tanahnya, tapi langsung terdiam karena melihat Alysha yang sudah tepat berada didepannya. Tangan kanan Alysha tepat berada di depan muka Zaxia.

Frost Time!” Alysha dengan tatapan yang siap membunuh, dan saat itu juga hawa dingin mulai dirasakan oleh Zaxia.

Frost time, seperti halnya dengan ice time milik Anggelina. Tapi skill ini hanya mebekukan bagian musuh yang disentuhnya. Tidak hanya beku saja, tapi bagian musuh yang beku akan secara perlahan hancur berkeping-keping.

“Aku tanya sekali lagi, bisa kamu kembalikan temanku?” tanya Alysha dengan tatapan yang siap membunuh.

Ak-aku akan mati!!” gumam khawatir Zaxia dalam hatinya, dia terlihat sungguh ketakutan.

“Si-silahkan,” jawab Zaxia dengan nada gugup lalu tersungkur jatuh, dirinya sungguh terlihat ketakutan.

“Baguslah. Tapi tenang saja, aku bukan tipe orang yang gampang mengambil nyawa orang lain,” senyum Alysha membatalkan skill nya, dia berjalan pelan menghampiri Anggelina.

Di-dia mungkin setingkat denganku, tapi kemampuan bertarungnya benar-benar mengagumkan!!” gumam Zaxia sambil melihat Alysha yang sedang membekukan luka Anggelina.

Enam menit berlalu, kini Keisha dan John terlihat muncul kembali. Mereka kembali ke tempat semula. Terlihat mereka berdua sudah memiliki luka yang tidak terlalu parah. Mereka hanya terbaring lemah di atas tanah.

“Ap-apa yang sudah terjadi?” tanya John memasang wajah kebingungan.

Schyte room ya?! Milik Silca?!” batin Keisha, wajahnya terlihat kelelahan sambil terus mengambil nafas.

“Tolong hentikan pertarungan kalian sekarang juga!! John Starter dan Zaxia, kalian ditangkap karena kasus penculikan. Dan juga untuk Kak Keisha, Kakak harus buat penjelasan untuk tindakan Kakak tadi!!” teriak Alysha dengan nada sedikit kesal.

“Alysha?” tanya Keisha terkejut sambil melihat Alysha yang berjalan menghampirinya.

“Alysha Aeldra?!” tanya John terkejut melihat Alysha.

“John, kita gunakan skill gabungan kita!! Kita tidak boleh tertangkap!” teriak Zaxia sambil berlari menghampiri John.

“Ap-apa kamu bercanda?! Mustahil bagi kita untuk mengalahkannya!” teriak John sambil melihat Alysha.

“Kamu mengenal gadis itu?!”

“Ya, aku mengenalnya! Dia sangat kuat, dalam kondisi kita sekarang ini, mustahil bagi kita untuk mengalahkannya.”

“....!!” Zaxia hanya melirik khawatir Alysha yang tersenyum sombong.

Tidak kusangka Frost Queen akan datang,” batin khawatir John.

John dan Zaxia menyerah tanpa melakukan perlawanan, mereka tidak mempunyai tenaga yang cukup untuk melawan Alysha. Berkat kedatangan Alysha, para sandera akhirnya berhasil diselamatkan.

Karena kejadian tersebut, hampir seluruh anggota Adjoin mendapatkan luka yang serius. Mereka semua dirawat dirumah sakit pusat, rumah sakit tempat Anggela dirawat.

Saat Anggelina dirawat, saat itu juga Anggela keluar dari rumah sakit. Dia sangat terkejut ketika mendengar kondisi adik perempuannya dalam keadaan kritis.



***

Bagian Keempat:

Ak-aku tidak percaya ini?! Kenapa dia harus mengalami semua ini!! Ini semua salahku!” Anggela  terlihat frustasi memejamkan mata. Tangannya bergemetar karena adiknya sedang terbaring kritis dihadapannya.

“Berhenti menyalahkan dirimu sendiri!! Dia seperti ini karena kemauannya sendiri!!” geram kesal Alysha yang baru memasuki ruangan tempat Anggelina dirawat.

“Kamu ...! Kenapa saat itu kamu tidak membangunkanku?!” tanya Anggela sangat kesal.

“Bodohnya, saat kejadian itu berlangsung aku juga sedang berada di daerah Frosy. Mustahil bagiku untuk membangunkanmu,” senyum sedih Alysha memejamkan matanya.

“Tapi –“

“Berisik! Ikut aku sebentar, ada yang mau kita bicarakan denganmu!” jelas Alysha sambil berjalan keluar ruangan.

“Apa yang mau –“

“Ikut saja!! Ini keadaan darurat!” teriak Alysha dengan nada kesal.

“Y-ya.”

Alysha dan Anggela berjalan keluar dari rumah sakit, mereka terus berjalan ke arah tempat tinggal Anggela.

“Bu-bukankah ini rumahku?” tanya Anggela keheranan.

“Emh,” Alysha hanya menganggukan kepalanya.

“Ayo masuk,” lanjutnya sambil membuka pintu rumah Anggela.

In-ini sedikit aneh, kenapa aku harus malu saat memasuki rumahku sendiri?” gumam Anggela tersenyum dalam hatinya.

Mereka berdua berjalan pelan menuju ruang keluarga. Saat Anggela memasuki ruangan keluarga tersebut, terlihat Keisha dan seorang gadis duduk saling berhadapan.

Siapa?” batin Anggela sambil melihat gadis tersebut.

Gadis tersebut berambut lurus panjang, warna mata dan rambutnya berwarna yang sama, yaitu merah muda.

“Anggela,” jelas gadis tersebut sambil berdiri dari tempat duduknya.

“Si-siapa?!” tanya Anggela sambil memegang kepalanya, kepalanya mulai terasa sakit ketika Anggela melihat wajahnya.

“Benarkan Kak?! Saat pertama kali kita bertemu juga, dia bahkan tidak mengenalku, meski aku ini putri bungsu dari keluarga pahlawan! Bukankah itu sedikit kasar?!” tanya Alysha dengan nada sedikit kesal.

“Ahahahaha, apa boleh buat Alysha. Dia telah menghilangkan ingatan tentang keluarga kita padanya,” senyum gadis tersebut melihat Alysha.

“Kakakmu?” tanya Anggela melihat Alysha.

“Ya, kakakku,” senyum Alysha.

“Baiklah ...., mungkin ini sedikit aneh bagiku. Tapi sekali lagi perkenalkan namaku Heliasha Aeldra, putri sulung dari keluarga Aeldra,” senyum gadis itu pada Anggela.

“Be-begitu, lalu ada urusan apa kamu memanggilku kes –“

“He-Heli, apa kita benar-benar harus melakukan ini?! Anggela mungkin sudah cukup kuat untuk menghadapi mereka! Dia tidak perlu –“

“Keisha, apa kamu tidak merasa kasihan padanya?! Pada Anggela? Biarkan dia mengetahui semua kebenaran itu.” Heliasha dengan nada sedikit kesal.

“Tapi –“

“Sudah kuduga, kakak menyembunyikan sesuatu dariku! Cepat beritahu aku Kak, apa yang sudah terjadi di masa laluku!!”

“Kamu lihat kan? Dan juga bukankah hal ini akan membuat Halsy sedih?!” tanya Heliasha.

“Iya, Kak Halsy pasti sedih ketika orang yang paling berharga baginya tidak mengingat tentangnya!” Alysha sambil melihat Anggela.

“Hal- sy? Si-siapa, itu?” tanya Anggela pada Alysha dengan tatapan kosong.

“Baiklah, pertama-tama aku akan bertanya seperti ini ..... Anggela, apa kamu tau kalau kamu ini bukan manusia?” tanya Heliasha tersenyum.

“Ap-apa?! Apa yang kamu katakan, tentu saja aku ini manusia –“

“Kamu bukan manusia, keluarga kamu bukan manusia. Kalian berbeda dengan kami.” Heliasha terlihat serius.

“Bohongkan Kak? Kita ini manusi –“ Anggela tapi terdiam terkejut melihat Keisha yang memalingkan wajahnya.

“Ya-yang benar saja? Aku bukan manusia?!” tanya Anggela terkejut pada dirinya sendiri.

Arcdemons, itulah sebutan bagi ras kalian. Mungkin keluarga kalian adalah satu-satunya keturunan yang tersisa,” senyum Alysha melihat Anggela.

“Tap-tapi kami seperti manusia, makanan kami, prilaku kami, aktifitas kami, dan –“

“Hal yang membedakan kalian dengan kami adalah, emosi kalian, rasa dendam, dan amarah. Kalian tidak ragu membuang sisi kemanusiaan kalian demi orang yang kalian sayangi. Kamu pasti tau kan maksudku?!”

“Dan yang paling mengerikan dari ras kalian adalah kemampuan Overrun. Saat kalian kehilangan orang yang kalian sayangi, kemampuan ini akan bangkit. Semakin orang itu berharga, semakin besar pula kemampuan Overrun yang kalian dapatkan,” jelas Heliasha sambil memejamkan matanya.

“Eh? Jangan bilang kalau –“

“Iya, saat itu, saat tragedi itu, tanpa sadar kamu membangkitkan kemampuan ini.”

“Jadi yang dikatakan Hizkil itu benar? Aku telah kehilangan seseorang yang berharga?!!”

“Emmh ya,” jawab Keisha memalingkan wajahnya.

“Ja-jangan bilang kalau kemampuan tingkat Lord ini aku dapatkan dari –“

“Ya, tapi seharusnya saat ini kamu tingkat akhir. Tapi saat itu, tubuhmu masih belum cukup kuat menampung kekuatan tersebut. Kamu hanya akan mati jika terus menerima kekuatan sebesar itu. Maka dari itulah kami menghilangkan ingatanmu tentangnya dan yang besangkutan dengannya.”

“Kal-kalau begitu tolong kembalikan ingatan –“

“Heliasha, bagaimana kalau Anggela lepas kendali seperti waktu itu? Dia mungkin masih belum menerima kepergiannya.”

“Tapi Keisha, kita membutuhkan kekuatannya untuk menghentikan pemberontakan!” Heliasha.

“Tapi kita juga harus memikirkan perasaannya –“

“Tak apa kak! Tolonglah, aku ingin mengingatnya!” senyum sedih Anggela.

“Baiklah,” senyum Heliasha lalu mengeluarkan sebuah pil dari sakunya.

“Baiklah sebelum aku menjelaskan permasalahan yang lainnya, kamu harus mengingat tentangnya, janji yang kau buat dengannya, dan tragedi yang dialaminya. Telanlah pil ini, pil ini akan membantumu untuk kembali mengingatnya!” jelas Heliasha sambil memberikan sebuah pil pada Anggela.



***

Bagian Ekstra:

Dengan perasaan yang berdebar-debar, Anggela mulai menelan pil yang diberikan oleh Heliasha.

Lalu.

“ARGGHHH!!” teriak Anggela terlihat kesakitan sambil memegang kepalanya.

“Eh? Kenapa? Kamu kenapa Anggela?!” tanya Keisha panik.

“Tenang Kei, dia tidak apa-apa, ini hanya efek samping dari obatnya. Ras kalian pasti akan mengalami efek samping tersebut.”

“Eh jangan bilang kalau pil ini berasal dari –“

“Iya, pil itu berasal dari keluarga Skyline, tunangan Alysha yang memberikan pil –“ Heliasha.

“Siapa yang kakak panggil tunangan?! Aku tidak pernah setuju tentang rencana penjodohan itu!!” Alysha memasang muka cemberut.

“Udah udah, jangan marah gitu dong,” senyum manis Heliasha pada adiknya.

Skyline, salah satu dari tiga keluarga kelas S ya?” sedih Keisha.

“Ya, untuk sekarang kita lihat saja apa yang akan terjadi,” jelas Heliasha sambil melihat Anggela yang kesakitan.

Sakit!! Kepalaku rasanya mau meledak!!” batin Anggela kesakitan, dia terus memegang kepalanya yang terasa mau pecah.

Semakin lama, semakin kuat rasa sakit yang diterima oleh kepala Anggela. Perlahan ingatan Anggela tentang gadis yang bernama Halsy itu mulai kembali, dia juga mulai mengingat janji yang mereka buat.

Rasa sakit pada kepala Anggela menjadi tidak ada apa-apanya saat dia mulai mengingat tragedi yang menimpa orang yang paling berharga baginya. Rasa sakit di hatinya lebih dalam daripada rasa sakit dikepalanya.

Secara perlahan dia mulai melepaskan tangannya dari kepalanya, tangannya bergemetar ketakutan. Terlihat tatapan kosong pada wajah Anggela. Seolah-olah wajahnya itu mengatakan kalau dia masih belum mempercayai bahwa semua kejadian di masa lalu adalah kenyataan.

“Halsy ...? Kenapa saat itu kamu diam saja ....?” Anggela terlihat hancur menatap kosong ke depan, ia mulai mengeluarkan air mata.

“SI-SIAL!! Kenapa kamu harus mengalami semua itu!!” teriak Anggela menangis, dia sungguh terlihat frustasi.

“Anggela ....,” Keisha hanya menatap sedih adiknya tersebut..

“Kenapa? Kenapa? Kenapa kamu hanya diam saja saat mereka menyerangmu?!”

“......” Semua hanya terdiam, tertunduk sedih tak menjawab kemurkaan Anggela. Mereka hanya memberikan waktu untuk Anggela yang menangis frustasi.

Beberapa menit telah berlalu, kini Anggela hanya menundukkan kepalanya. Wajahnya terlihat berantakan, dia benar-benar terlihat shock ketika sudah mendapatkan ingatannya.

“Sepertinya kamu sudah benar-benar mengingat semuanya, terlihat jelas dari muka kamu,” senyum Heliasha.

“Iya Heli, aku sudah mengingat –“

“Panggil aku Kakak!! Sudah berapa kali aku bilang padamu, aku ini lebih tua darimu!!” jelas Heliasha sambil memukul kepala Anggela.

“Aww!” geram Anggela kesakitan sambil memegang kepalanya. Dia tersenyum kecil melihat Heliasha.

“Ehh Kak, kakak gak usah memukulnya jug –“ khawatir Alysha.

“Tak apa Alysha,” senyum Keisha melihat Alysha.

“Eh?” Alysha memasang muka kebingungan lalu mulai berpikir.

Oh Kakak hanya berusaha mencairkan suasana, jadi ini cara kakak agar Anggela tidak terlalu tertekan,” senyum Alysha dalam hatinya.

“Jika kamu memanggil Heli seperti itu, semua ingatanmu pasti sudah benar-benar kembali,” senyum Keisha melihat adiknya.

“Ya, aku sudah mengingat semuanya!” jawab Anggela sambil mengusap air matanya.

“Bagaimana perasaanmu setelah kamu mengingat semuanya?” Keisha.

“Tubuhku terasa lebih ringan, tapi hatiku juga masih terasa sakit setelah mengingat tragedi itu.”

“Kan? Apa aku bilang, dia pasti bisa mengontrol emosinya.”

“Ya iya, kamu benar, Heli.” Keisha sambil memalingkan wajahnya.

“Baiklah kalau begitu, aku ingin melakukan tes padamu, Anggela.” Heliasha.

“Tes? Tes apa?”

“Coba kamu kosongkan pikiranmu, lalu bayangkan sebuah ruangan dimensi yang baru. Dan saat kamu melihat dimensi tersebut, bayangkanlah orang-orang yang akan kamu masukan dalam dimensi tersebut.” Jelas Heliasha.

“Intinya kamu menyuruhku untuk membuat Scthyte room, kan?!”

“Ya coba kamu gunakan skill khusus itu.”

“Baiklah, Schyte Room,” jelas Anggela sambil menutup matanya. Dia terlhat berkonsetrasi tinggi .

Dengan sangat cepat Anggela, Keisha, Heliasha, dan Alysha berpindah ke ruang dimensi yang baru, dimensi yang dibuat oleh Anggela. Terlihat langit berwarna biru muda dengan empat matahari yang tidak bergerak sedikitpun. Matahari yang berwarna putih tersebut bersinar terang menyinari Anggela dan yang lainnya.

“Hebat, Kak Anggela berhasil dipercobaan pertama.” Alysha sambil melihat keadaan sekitar.

“Jadi seperti ini yah dimensi milik kamu. Mengesankan, ” senyum Heliasha sambil melihat daerah sekelilingnya.

“Tidak kusangka kamu akan mencapai tingkat akhir, Anggela, ” senyum Keisha.

“Dan juga dengan adanya kamu, di dunia ini akan menjadi dua orang yang mencapai tingkat akhir,” Lanjutnya.

“Dua? Maksudmu lima orang kan?” tanya Heliasha kebingungan.

“Li-lima?!” tanya Anggela, Keisha, dan Alsyha bersamaan

“Iya lima,” senyum Heliasha.

“Bukannya tiga orang Kak! Silca, Anggela dan Kak Heliasha sendiri?!”

“Ehh!! Kamu sudah mencapai tingkat akhir Heliasha?!” tanya Keisha terkejut bukan main.

“Hehehehe,” senyum Heliasha sombog melihat sahabatnya.

“Jadi selain yang disebutkan Alysha siapa lagi yang sudah mencapai tingkat tertinggi?”

“Ohh kalian belum tau yah? Si kembar dari keluarga Skyline juga sudah mencapai tingkat akhir!” senyum Heliasha.

“Kembar? Maksudm –“

“Eeehhh.... Ray sudah mencapai tingkat akhir?! Sejak kapan!!” teriak Alysha kaget pada kakaknya.

“Iy-iya, kenapa kamu harus berteriak seperti itu? Kamu membuat Kakak kaget saja.“ Heliasha sambil memegang dadanya.

“Maaf Kak, habisnya –“

“Aahhh....!!” teriak Anggela memasang muka terkejut tak percaya.

“Se-sekarang apa lagi?!” Heliasha dengan muka kaget yang ketakutan.

“Ke-kenapa Anggela?!” tanya kaget Keisha.

“Aku baru mengingatnya sekarang!! Kemungkinan besar Halsy masih hidup, beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengannya!” teriak Anggela sambil memegang kepalanya. Wajahnya sungguh terlihat terkejut bahagia.

“Apa yang kamu katakan?! Sudah jelas kalau Halsy itu –“

“Aku benar-benar melihatnya Kak. Gadis yang menyerangku waktu itu adalah Halsy!!”

"Be-benarkah? Kamu tidak salah lihat kan?"

"Tidak Kak! Aku yakin sekali kalau itu dia!"

“Jadi Kak Halsy masih hidup, ak-aku ingin bertemu dengan  –“ Alysha terlihat ingin menangis.

“Tu-tunggu! Apa maksudmu kalau adikku masih hidup?! Kapan kamu bertemu dengannya?!” tanya Heliasha memasang muka tidak percaya.

“Beberapa bulan yang lalu, tapi anehnya saat itu dia malah menyerangku!”

“Menyerangmu?” tanya Heliasha cukup terkejut.

“Ka-Kak, mungkin rumor itu benar.” Alysha dengan nada khawatir melihat kakaknya.

“Rumor? Rumor apa Heli?!” tanya Keisha sambil melihat sahabatnya.

“Emm, rumor kalau putri kedua dari keluarga kami masih hidup. Dia seringkali menampakkan dirinya di atap bangunan ...”

“Jika rumor itu benar, kenapa dia malah menyerangku?!” tanya Anggela kebingungan.

“Iya, jika Kak Halsy masih hidup kenapa dia tidak datang pada kita?!” Alysha memasang wajah yang sama seperti Anggela.

“Satu hal yang Kakak pikirkan alasan kenapa Halsy melakukan itu,” Keisha sambil melihat Anggela.

“Dia mungkin sedang mengalami masalah.” Heliasha memasang muka berpikir.

“Iya, kemungkinan besar itu.” Keisha.

“Ma-masalah apa?!” tanya Anggela khawatir bukan main.

“Entahlah, tapi apa yang akan kamu lakukan saat dia terjebak dalam kondisi tersebut?” tanya Heliasha sambil melihat Anggela.

“Bukankah sudah jelas, aku akan membantunya!”

“Bagaimana jika Halsy sendiri yang menolakmu untuk ikut campur, dia mungkin sengaja bersikap jahat demi keselamatanmu.” Senyum Heliasha.

“Aku akan tetap ikut campur! Lelaki bodoh macam apa yang membiarkan kekasihnya dalam keadaan seperti itu! Aku tidak peduli seperti apa masalah yang dia hadapi, aku akan membantunya, aku akan melindunginya!!” Anggela terlihat serius.

“Begitu,” senyum Heliasha memejamkan mata.

Kamu sudah berubah sedikit yah ...., Anggela!” gumam Heliasha dalam hatinya.



***


My Dearest Jilid 1 Chapter XX Rating: 4.5 Diposkan Oleh: [ Yuu ]

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.