02 Oktober 2015

Heavy Object Jilid 1 Epilog

HEAVY OBJECT JILID 1
BAB 3
EPILOG

Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.
Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yang terdiri dari para anggota monarki kerajaan dari berbagai macam budaya dan peradaban yang membuat kerajaan ini. Namun, sebelum membuat keputusan, anggota monarki ini akan mendengar para anggota dewan yang terdiri dari pejabat-pejabat. Konselor itu adalah para pejabat tinggi negara yang dipilih lewat pemilihan umum bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat. Dalam beberapa hal, mereka secara tidak langsung juga bisa menggantikan pandangan para monarki, jadi mereka sering dilihat sebagai seorang penguasa.

Salah satu penguasa itu adalah Konselor Flide, yang berkeringat karena posisinya berada di ujung tanduk.
Dia berada di dalam salah satu negara yang sangat maju dan sangat aman. Lebih tepatnya, dia berada di sebuah gedung pencakar langit yang mendapat pemotongan pajak karena terdaftar sebagai fasilitas militer dan juga sebagai kantor pribadinya.
“Ini adalah sebuah masalah yang cukup serius,” kata seorang prajurit bernama Froleytia dar dalam ruang yang sama.
Dia memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam militer dan memerintah bawahannya di medan perang, tapi bagi seorang Konselor seperti Flide, dia tidak berarti apa-apa. Atau seharusnya memang seperti itu. namun, Froleytia, tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya. Dan terlebih lagi, dia melihat pria itu dengan tatapan marah. Dia memainkan tusuk rambut panjang dan lancip yang memiliki model yang sama dengan sebuah kanzashi Jepang di rambut peraknya, dan dia memegang sebuah kiseru di mulutnya walau bangunan memasang peraturan dilarang merokok.
Beberapa dokumen ditaruh di atas meja Flide.
Itu menjelaskan rencana-rencananya yang dijalankan secara rahasia di Oseania.
“Sepertinya kau menginginkan sebuah dunia di mana negara-negara kuat ditentukan dengan jumlah dan kualitas Object, tapi aku tidak yakin kalau metode ini cukup benar. Transmisi yang kau kirimkan saat Object kami mengarah menuju Padang Gurun Tanami dari Great Sandy Desert menunjukkannya. Kau jelas-jelas berniat untuk membunuh Quenser dan Heivia, tapi memberikan perintah palsu untuk menyelamatkan Object Oseania dan membuat pasukan kita menjadi bingung. Saranku satu-satunya adalah jangan mengatakan ‘aku pikir informasi ini benar saat itu’ di dalam pengadilan militer.”
“Aku memiliki alasanku sendiri. Juga, aku memiliki kekuasaan untuk membawa sebuah operasi atas nama parlemen. Aku tidak akan mendengarkan kritik dari prajurit sepertimu. Ini tidak lain adalah operasi militer.
“Ya, kau bisa mengatakan itu, dan itu juga yang membuatmu berada di dalam kemiliteran. Namun, kau membuat kesalahan ketika kau mengirimkan perintah kepada pasukan koalisi dan mencoba memimpin mereka. Parlemen hanya memiliki otoritas di atas militer Kerajaan Legitimasi. Kau tidak memiliki otoritas di atas Aliansi Informasi dan pasukan koalisi yang lain. pasukan lain mungkin marah jika informasi itu benar palsu. Sekarang, apa yang akan dikatakan oleh parlemen? Mengatakan bahwa ini adalah operasi militer rahasia milik Kerajaan Legitimasi akan membuat Aliansi Informasi dan yang lain marah besar. Jika Kerajaan Legitimasi tidak memberikan pernyataan resmi tentang ini, aku pikir ini akan membuat sebuah percikan api dari pasukan koalisi yang lain.”
“Apa yang kau tahu soal ini?” kata Flide, terdengar seperti mau bersin. “Kita hanya bisa berperang secara cerdas dengan kekuatan yang dimiliki oleh sebuah Object. Dua orang itu menghancurkan keseimbangannya!! Dunia ini perlu pilar pendukung yang dibangun oleh Object! Aku bertindak untuk melindungi negaraku, bukan, melindungi dunia!!”
“Ya, dan aku yakin anggota konselor yang lain dan parlemen sendiri memiliki pendapat yang sama. Mereka melihat Object sebagai sebuah senjata yang membuat mereka bisa menjalankan perang dengan pintar. Jika Quenser dan Heivia dibunuh oleh Object Oseania, Object itu akan membantai semua penduduk. Tindakanmu itu akan dilihat sebagai sebuah pemimpin Kerajaan Legitimasi yang mendukung pembantaian demi kepentingan negerinya sendiri. Bagi mereka yang ingin menjaga gambaran sebuah negara yang menggunakan Object untuk menyelesaikan perang dengan bersih, itu akan sangat sangat sangat buruk. Faktanya, ini akan membawa kita ke dalam posisi politik yang sangat buruk semuanya berkat Quenser dan Heivia yang menghancurkan Object.
“Jadi kau ingin mengatakan kalau aku akan tamat? Untukku!? Semua yang aku lakukan untuk posisi Kerajaan Legitimasi di mata dunia ditentukan oleh sebuah Object yang aku kembangkan!!”
“Kau bisa mengeluh kalau kau mau,” kata Froleytia. Suaranya menurun dan pandangannya menjadi sangat dingin. “Tapi aku adalah tipe orang yang sangat menyayangi anak-anak dan keluarga di negara di bawah perlindunganku. Apapun situasi yang terjadi, aku rasa aku harus menyelesaikan ini bagi mereka. Jadi kita bisa menyelesaikan ini di pengadilan. Jangan kira kau bisa kabur dari ini.”
“Heh heh heh. Begitu ya. Kalau begitu, aku harus mengeluarkan kartu asku.”
“?”
“Apa kau tahu kenapa kau mengamibl alih kontrol divisi pelatihan para Elit? Dengan begitu, aku bisa melatih seorang Elit yang bisa kugunakan untuk tujuanku.”

Quenser dan Heivia telah kembali ke negara yang sangat kuat yang dikenal dengan negara aman. Itu adalah sebuah negara yang termasuk ke dalam Kerajaan Legitimasi dan yang sering juga disebut sebagai negara asal.
Setelah perang selesai di Oseania, mereka sangat ingin membalas dendam pada Konselor Flide, tapi mendekati salah satu pemimpin dewan bukanlah sebuah tugas yang mudah. Froleytia memiliki cara lain untuk menyerang, jadi dia memberitahu kalau biarkan dia yang menangani ini dan kemudian menghilang di dalam kantor Konselor Flide.
“Aku tidak percaya kalau semua penghargaan kita diambil dari tangan kita sebagai hukuman karena telah melawan perintah atasan karena bergerak menuju Padang Gurun Tanami. Kita menghentikan perang! Semua penghargaan dan medali seharusnya jatuh ke tangan kita. Rasanya itu seperti semua tabungan yang kau simpan seumur hidupmu hilang begitu saja.”
“Kau seharusnya senang kalau malah begini. Biasanya, kita akan dibawa ke Mahkamah Militer.”
“Walau kita mengakhiri perang? Kalau kita tidak bergerak ke Padang Gurun Tanami, Object itu akan menyerang para penduduk dan kemudian menghilang lagi. Kalau kita tidak melakukan ini perang mungkin masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun!”
“Tidak masalah. Kalau mereka mengakuinya, mereka akan menyatakan bahwa setiap penyerangan yang penduduk sekitar rasakan adalah efek dari perang. Mereka akan menyalahkan orang yang keluar dari militer dan mulai melancarkan aksi perlawanan mereka.”
“Kita ingin keluar dari kemiliteran setelah kepulangan kita dari Alaska. Merekalah yang menarik kita terus ke medan perang.”
“Mungkin mereka sejak awal ingin perang habis-habisan.”
Mereka berdua terdiam.
Di depan mereka adalah sebuah ruang pribadi milik Konselor Flide yang dimasuki Froleytia. Sebagai sebuah markas militer, bangunan besar itu berada di tengah-tengah wilayah luas di tengah kota.
“Oh, apa kau menerima surel dari putri lagi?”
“Yeah, tapi aku juga dapat dari Elit Aliansi Informasi, si ‘Oh ho ho’. Bagaimana caranya dia dapat alamat emailku? Apa aku dimatai-matai saat aku bertanya padanya soal Object?”
“Beruntunglah. Ini akan tercatat dalam sejarah sebuah cinta segitiga yang melibatkan dua buah Object.”
“?”
Quenser berdiri diam.
“Froleytia mungkin sedang menikmati waktunya. Dia sudah mematuhi panggilannya, jadi kenapa dia tidak menarik si brengsek Flide itu keluar dari kantornya?”
“Uh, oh. Aku merasakan perasaan buruk soal ini,” kata Heivia saat mukanya menegang.
Tiba-tiba, sebuah suara bergetar di sekeliling mereka.
Bagian depan gedung ini yang sangat luas itu tiba-tiba bergoncang dan sebuah Object muncul dari bawah.
Mereka berdua saling bertukar pandangan dan mereka menerima transmisi dari Froleytia dari radio yang tidak pernah mereka pikir akan dapatkan di negara aman.
“Brengsek! Quenser, Heivia, kalian punya pekerjaan baru!! Aku sudah penasaran kenapa si brengsek Flide itu memiliki kantor di gedung yang memiliki wilayah yang luas, tapi aku tidak pernah menduga soal ini!!”
“Kau tidak serius kan. Kita harus bertempur di tengah-tengah kota!?”
“Kita mengerti situasinya serang, tapi kita akan mendapat bantuan dari Object kan kali ini!?”
“Bodoh! Kalau kita memanggil sang Putri ke sini, setengah wilayah ibukota akan runtuh sebelum kita mengeluarkan alarm evakuasi!! Kalian berdua harus melakukan sesuatu sendirian! Kalian ingin melawan Flide sendirian, kan!?”
“Yah, benar.”
“Kita bisa membunuhnya, kan?”
“Ngomong-ngomong, dia hanya seorang penumpang di dalam Object. Elitnya seorang perempuan berumur 12 tahun. Jika mungkin, aku ingin kalian mengambil Elit tanpa membunuhnya. Aku bisa beralasan kalau kita akan mengambil risiko dengan menyelamatkan Elit Kerajaan Legitimasi sangatlah berharga, tapi alasan sebenarnya adalah aku lebih suka kalau kalian menyelamatkan gadis itu. Bisakah kalian melakukannya!?”
“Kenapa ini harus selalu rumit!?”
“Yah, kita tidak bisa mengatakan tidak kalau dia masih berumur 12 tahun. Sekarang dia menggunakan orang seperti pelindung, kita jelas harus membunuh keparat itu!!
“Hei, coba lihat apa kita bisa menggunakan perangkat pengamanan. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan anak itu tanpa melukainya!!”
Quenser dan Heivia lari menuju wilayah terbuka saat Object itu mengeluarkan kabut debu yang sangat tebal dan menyiapkan senjata untuk menghancurkan kota ini.
Saat dia masuk ke dalam medan perang ini, Quenser berkata, “Sepertinya kita kembali ke kebiasaan kita lagi. Aku sangat ingin mendapatkan kembali latar belakang akademisku dan otoritas sebagai tamtam antuk mengakhiri ini semua! Sebenarnya, apa kita akan mendapat penghargaan lagi untuk ini!?”
Heivia membalas, “Kita harus habis-habisan. Setelah ini semua selesai, ayo kita keluar dari kemiliteran. Aku sudah lelah bertarung dengan Object!! Aku akan mengambi jabatan kepala keluarga di keluargaku. Aku sudah berperang terlalu banyak dengan Object, jadi kalau keluargaku mengeluh, aku akan membawa perang ke dalam rumah!! Saat aku berpikir lagi, seharusnya aku segera pergi dari kemiliteran!! Apa yang sebenarnya aku lakukan selama ini!?”
“Kau sudah tahu kan. Aku pikir juga lebih mudah untuk mengambil jalan mengikuti ujian masuk nasional daripada harus masuk sebagai seorang tamtama di medan perang!!”
“Hei, jangan menangis!! Kita bisa menyelesaikan ini semua setelah kita menyelamatkan perempuan itu dan membunuh Flide!!”
Saat mereka berdua berbicara, dua orang itu masuk ke dalam medan perang.
Di depan mereka adalah sebuah Object setinggi 50 meter.
Mereka hanya memiliki peledakdan senapan.
Seharusnya hari ini adalah hari normal yang bisa mereka rasakan.
Kedua teknisi perang ini harus melawan satu monster lagi untuk selesai.

Heavy Object Jilid 1 Epilog Rating: 4.5 Diposkan Oleh: [ Yuu ]

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.