02 Oktober 2015

Heavy Object Jilid 1 Bab 3 Bagian 8 - 14

HEAVY OBJECT JILID 1
BAB 3

PERANG ANTARA SEMUT DAN BELALANG >> PERTEMPURAN UNTUK MENGALAHKAN NEGARA MILITER OCEANIA

Bagian 8
Quenser dan Heivia keluar dari gedung dan berjalan memutar untuk sampai ke bagian belakang gedung itu. Mereka duduk di atas tanah kering dan keras itu dan membuka petanya.
“Oseania itu besar,” keluh Heivia.
Quenser mengangguk dan berkata, “Yah, cukup luas untuk menampung Eropa Barat. Tempat ini tidak disebut sebagai benua tanpa alasan yang logis.”
“Jadi bagaimana kita bisa menemukan sebuah Object di tanah seluas ini?”
“Membutuhkan waktu setahun kalau kita mencari di seluruh tempat di Oseania, tapi sepertinya mereka memiliki area-area tertentu yang bisa mereka gunakan untuk bersembunyi.”
Saat ia berbicara, Quenser menggunakan pen merah dan menggambar sebuah lingkaran besar di peta itu.
Lingkaran itu berada di Oseania utara.
“Mereka pikir Object itu ada di wilayah utara antara distrik Kimberley dan padang gurun Tanami.”
“Jadi itu ada di mana?”
Bahkan setelah mengecilkan area pencarian mereka, wilayah yang dimaksudkan oleh Quenser itu masih seluas dengan pulau Honshu, salah satu kepulauan Jepang yang dimiliki oleh Korporasi Kapitalis. Itu bukanlah wilayah yang bisa mereka cari dengan berjalan kaki.
“Dua tahun yang lalu, saat Generasi 0.5 milik Oseania selesai dibuat, mereka mengadakan parade besar-besaran di sini. Setelah itu, mereka menyembunyikannya di antara tangki gas yang mereka sebar dengan perangkap di seluruh wilayah dan memasukkannya ke dalam markas. Namun, kita masih tidak mau yang mana yang asli.”
“Jadi itulah kenapa pasukan koalisi menghancurkan markas-markas itu walau mereka tahu kalau itu hanya umpan. Kalau mereka terus menghabisi seluruh markas di wilayah ini, mereka pasti akan mendapatkan yang asli jika mereka beruntung.”
“Jujur saja, mereka pasti akan menemukannya walau mereka tidak melakukan apapun, tapi siapa yang tahu berapa banyak desa yang dibakar ketika mereka menunggu.”
“Yah, kita tidak bisa meninggalkan ini begitu saja.”
“Tapi ini masalahnya. Ada 100 fasilitas militer yang bergerak sebagai umpan dan 40 diantaranya sudah diketahui sebagai sebuah tangki gas saja. Atasan tinggi tidak tahu sama sekali soal mana yang asli dan mana yang tidak.”
“Apakah ada markas yang benar-benar terutup sehingga bahkan atasan kita sama sekali tahu?”
“Bukan tidak mungkin, tapi aku ragu. Membuat satelit terus berjaga-jaga untuk mendeteksi gedung-gedung itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Dan bahkan ketika mereka menyembunyikannya di bawah tanah, mereka membutuhkan jalur dan jalan masuk untuk mengeluarkannya.”
“Jadi sudah hampir pasti kalau mereka pasti menyembunyikan salah satunya di sebuah bangunan yang sama sekali tidak diketahui oleh para atasan?” gumam Heivia.
Quenser memerhatikan wilayah yang telah ia tandai.
“Kalau saja ada tanda khusus di mana hanya dimiliki oleh Object yang asli.”
“Maksudmu seperti peralatan untuk perawatan sebuah Object? Kalau begitu, bukankah sebuah markas dengan jalan besar memiliki kemungkinan besar sebagai tempat persembunyian?”
“Markas yang kita serang tadi juga memiliki fasilitas yang sama.”
“Tapi tidak semuanya memiliki luas yang cukup untuk Object setinggi 50 meter. Bahkan Object yang tadi kita hancurkan tidak memiliki tanda-tanda telah dilalui oleh sebuah Object.”
“Sepertinya markas yang memiliki tempat yang cukup besar untuk menampung Object sudah dihancurkan semua. Itulah kenapa perintah kita adalah untuk mencari mana yang paling mungkin untuk tidak bisa dimasuki oleh Object.”
“Tapi ke mana lagi kita harus pergi? Kalau semua markas yang memiliki kemungkin paling tinggi tidak menghasilkan apa-apa, bukankah yang tinggal tersisa adalah menghancurkan semua markas yang tidak terlihat mencurigakan?” kata Heivia, tidak hati-hati.
Sepertinya, atasan mereka memiliki kesimpulan yang sama.
Namun....
“Bagaimana kalau kita berpikir sama seperti cara musuh kita berpikir?” kata Quenser.
“Hah?” kata Heivia dengan ekspresi bodoh di mukanya.
“Generasi 0.5 terakhir kali dilihat dua tahun yang lalu saat ia sudah selesai dibuat. Telah itu, ia disembunyikan di suatu tempat. Apakah mungkin kalau mereka sudah menumbukan berbagai macam pohon dan tanaman untuk menutup jalur yang bisa digunakan oleh Object?”
“Kenapa mereka melakukan itu? Kalau mereka menutup markas mereka dengan pepohonan, bukannya itu akan meninggalkan jejak ketika ia meninggalkan markas. Para atasan kita pasti dengan mudah menyadarinya.”
“Markasnya sendiri pasti sudah diamati oleh satelit, jadi semua pohon-pohon yang tumbang tidak akan jadi masalah. Setelah penyerangan, Object itu bisa bersembunyi di salah satu tangki gas dan bergerak menuju markas lain. Tentu saja kita akan menghancurkan segala kemungkinan yang ada kalau bergerak ke markas yang salah.”
“Itu berati markas yang paling mencurigakan adalah markas yang memiliki banyak pepohonan dan bebatuan disekelilingnya. Markas yang terlihat seperti sudah ditinggalkan memiliki kemungkinan terbesar sebagai markas yang paling mencurigakan.
“Sepertinya ada dua masalah,” kata Heivia ketika dia memperhatikan titik yang ditandai dengan pena merah. “Pertama, jarak di antara markas-markas ini terlalu jauh walau kita sudah menyempitkan daerah pencarian kita sampai tiga markas. Kita tidak bisa menebak mana dari tiga itu yang asli. Kalau kita mendapatkan markas yang salah, kita akan kehilangan sangat banyak waktu.” Dia menunjuk peta itu dengan cahaya kecil. “Kedua, setiap markas umpan pasti memiliki prajurit untuk menjaganya. Bahkan kalau kita bisa mengalahkan mereka semua, mereka masih memiliki waktu untuk menghubungi markas asli mereka. mereka pasti akan menyebar lebih banyak tangki gas yang lain dan Generasi 0.5 pasti sudah menghilang. Penyerangan mereka ke desa-desa hanya akan mundur sedikit.”
“Dan masalah ketiga adalah, kita tidak akan mendapatkan bantuan militer ataupun Object.”
“Apa kau yakin tentang itu? Walau kita tidak diperintahkan oleh Froleytia, pasti ia akan mengirimkan sang Putri untuk membantu kita mengalhakan Genera—....”
Tiba-tiba alarm berbunyi mengisi seluruh markas koalisi ini. Sirine yang menyala dengan warna redup menutupi langit malam. Semua lampu di seluruh markas segera dinyalakan seketika seperti malam pertandingan kasti.
“Apa yang terjadi? Kita belum meninggalkan markas sama sekali!”
“Bukan, bodoh. Object-object sudah diperintahkan untuk bergerak! Apakah para atasan sudah menemukan di mana posisi Generasi 0.5!?”
Quenser melipat petanya dan melihat ke sekeliling.
Sejumlah prajurit keluar dari dalam bangunan. Dia juga melihat sang Putri berlarian di wilayah perawatan. Para pekerja perawat Object yang masih bekerja segera membuka palka Object.
Quenser menghampiri seorang prajurit dan bertanya padanya.
“Apa yang terjadi!? Apa kita menemukan sebuah Object milik militer Oseania?”
“Ya, benar. Akhirnya aku bisa pulang ke rumahku! Bos terakhir sudah menunggu kita di ujung Great Sandy Desert. Object tentara Koalisi sudah mengarah ke sana dengan kecepatan tinggi, tapi kita harus segera ke sana dengan truk militer. Yang pertama yang dilayani, kau harus cepat kalau ingin naik ke dalam truk yang memiliki suspensi yang bagus. Kalau kau terlalu lama, punggungmu akan terasa sakit.”
“Great Sandy Desert?” gumam Quenser, ia merasa kosong saat melihat prajurit itu meninggalkannya.
“Hei, bukankah itu salah satu tempat yang sudah kita prediksi,” kata Heivia, menyadari sesuatu yang sama.
“Beruntung sekali. Apa yang dipikirkan oleh para atasan untuk berpikir kalau Generasi 0.5 ada di sana?”
Kali ini, Heivia menghentikan seorang prajurit yang lewat di depannya. Dia memiliki pakaian yang sama dengan Heivia dan kebetulan dia juga seorang analis Object sama seperti Heivia.
Setelah perbincangan singkat, Heivia kembali.
“Seperti yang aku duga, itu berasal dari satelit. Saat reaktor Object diaktifkan, sebuah sinyal energi redup akan terdeteksi. Sepertinya, satelit menangkapnya.”
“Tapi Oseania sudah berhasil menipu satelit kita selama ini! Kalau kita masih menggunakan cara lama untuk mencarinya, mereka hanya akan menipu kita lagi!”
“Itu karena wajah masam para atasan yang mengeluarkan senjata meteorologis terbaru mereka. Sebuah senjata baru sudah diluncurkan. Itu mirip seperti rudal sekam yang kita gunakan di Alaska. Itu mengumupkan partikel khusus di ketinggian tertentu dan mengubah awan menjadi sebuah sensor raksasa. Saat satelit menggunakan sensor awan itu untuk mencari di permukaan, satelit menerima sinyal redup dari sebuah Object. Kita tidak tahu kalau purwarupa Object itu mengeluarkan sebuah sinyal yang sana dan partikel tidak selalu bercampur dengan awan karena arah angin, kadar air di awan, dan banyak faktor lain, jadi pasti keberuntungan yang membawa kita menang.”
“Tapi,” kata Quenser, merasa belum puas. “Tapi kan reaktor Generasi 0.5 dimatikan?”
“Mereka pasti menyalakannya sedikit demi sedikit dan energi yang dihasilkan pasti sampai pada titik di mana satelit bisa mendeteksinya.”
“Benarkah?” tanya Quenser dengan terkejut.
Negara junta militer ini membangun markas-markas umpan di seluruh Oseania dan menggunakan tangki gas untuk menipu satelit, jadi kenapa mereka memberitahukan posisi mereka dengan begitu mudahnya? Ini seperti mereka meminta 20 Object pasukan Koalisi yang tersebar di seluruh Oseania untuk menggunakan seluruh kekuatannya untuk menembak mereka.
Setelah berpikir sebentar, Quenser mengangkat kepalanya.
Dia sepertinya panik.
“Bukan, itu adalah purwarupa reaktor Object!!”
“Apa!?”
“Dengan purwarupa reaktor, tidak akan ada yang tahu kalau itu akan bekerja atau tiba-tiba saja meledak. Tidak akan ada yang memasang itu di dalam Object mereka! Cara yang paling umum adalah membuat reaktor kedua yang sama persis dengan reaktor yang dipasang di dalam Object pertama milik Oseania. Oseania mungkin memiliki purwarupa reaktor juga. Mereka mencoba menyembunyikan di mana reaktor yang asli berada saat mereka menyalakannya dengan mengaktifkan seluruh purwarupa reaktor ini di saat yang sama!!”
“Apa kau tidak membaca terlalu banyak? Sensor yang ada di dalam awan memang belum dikeluarkan secara resmi. Tapi bagaimana bisa militer Oseanaia membangun sebuah trik di mana efek sebuah senjata tidak memiliki spesifikasi yang benar!?”
“Jika ini pertama kalinya purwarupa ini digunakan, kau pasti benar. Namun, ini sudah dua tahun sejak pasukan koalisi bertahan di Oseania. Mainan itu pasti sudah diujicoba beberapa kali. Dan kalau sudah, pasukan Oseania bisa mengumpulkan data dari banyaknya eksperimen yang gagal dan menebak apa yang akan terjadi. Masih ada kemungkinan kalau ini adalah sebuah jebakan!!”
“Kau pasti sedang bercanda! Putri dan yang lain sudah mau berangkat!!”
Kalau Quenser benar, maka sang Putri dan yang lain akan bergerak menuju markas yang salah lagi. Dan sementara perhatian mereka teralihkan, Object Generasi 0.5 milik Oseania akan menyerang desa-desa kecil di dekatnya.
Militer Oseania tahu kalau mereka tidak akan menang kalau melawan secara langsung dengan pasukan Koalisi. Itulah kenapa mereka menggunakan suku-suku pribumi yang menentang mereka sebagai sebuah sandera dari taktik diplomasi mereka. Mereka mengatakan bahwa akan ada lebih banyak lagi suku pedalaman yang akan terbunuh jika pasukan Koalisi tidak segera pergi meninggalkan tempat ini.
Quenser dan yang lain pasti akan melihat lebih banyak pembantaian atas nama penghijauan hutan tidak akan mengusir 20 Object yang ada dia ini, tapi akan ada banyak nyawa yang berada di ujung tanduk.
Jika sang Putri dan yang lain masih terus bergerak, rencana gila ini akan terus berlanjut.
“Brengsek!!”
Quenser dan Heivia dengan panik bergerak menuju gedung untuk menghentikan Object. Namun, Object itu terlalu cepat. Kerajaan Legitimasi dan Aliansi Informasi memotong jalan seperti sebuah kereta peluru. Mereka melintasi Quenser dan Heivia sebelum mereka bisa mendekati markas.
Hanya suara petir dari Object sang Putri yang tersisa.
“sial! Apakah kita bisa memanggil mereka lewat radio!?”
“Dua Object itu sudah dikirim, jadi mereka pasti memiliki perintah resmi. Dan yang memberi perintah pasti adalah orang yang memiliki otoritas yang paling tinggi. Komunikasi personal kita tidak akan bisa memanggil mereka kembali. Mereka pasti akan dihukum kalau mendengarkan kita!!”
Quenser dengan panik berpikir keras zat dia melihat truk-truk yang berisi prajurit mulai meninggalkan markas satu persatu.
Melihatnya seperti itu, Heivia berkata, “Apa yang akan kita lakukan? Memang mungkin kalau Object yang ada di Great Sandy Desert adalah benar-benar Object Oseania, tapi...”
“Itu dia!” jawab Quenser. “Kalau ini adalah reaktor purwarupa, pasti ini adalah kartu truf mereka yang tidak pernah mereka gunakan selama dua tahun sejak Object mereka selesai. Mereka tetap menyembunyikannya walau harus membiarkan prajuritnya sendiri harus terbunuh di markas umpan. Kenapa mereka baru menggunakannya sekarang? Kenapa mereka harus menipu kita sesusah ini? Itu pasti karena teknologi Object kita yang terlalu canggih telah keluar dari wilayah ini! Generasi 0.5 pasti berada di dekat sini! Mereka telah menyadari bahwa mereka akan menemukannya kalau mereka tidak melakukan sesuatu.
Sebuah ekspresi terkejut muncul di wajah Heivia.
“Lalu, fasilitas yang menyembunyikan Generasi 0.5 ada di...”
“Sepertinya, ini adalah markas paling dekat dari tiga yang kita curigai! Tapi ini tidak membuktikan apapun. Kita membutuhkan data dari data sinyal energi yang keluar dari dalam fasilitas itu!!”
Dua orang itu kemudian segera kembali ke dalam gedung.
Kalau mereka bisa melihat ke dalam database militer, mereka bisa dengan cepat memeriksanya. Namun, database itu sendiri berisi desain Object dan strategi perang yang sangat sensitif bagi militer. Kalau mereka melanggar perintah mereka dan mengaksesnya, bukan hal yang aneh jika mereka ditembak di tempat tanpa melewati sebuah persidangan.
“Duduk di sini saja tidak akan mengubah apapun. Data yang kita butuhkan ada di dalam salah satu gedung ini, jadi kita harus segera masuk ke dalam. Kita harus menemukan cara untuk bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan dari database...”
“Hei, Quenser. Apakah para atasan kita adalah tipe orang yang tidak menyukai barang-barang elektronik?”
“?”
“Kalau laporan pengarahan sebelum misi dicetak, maka data yang kita butuhkan ada di dalam selembar kertas. Dengan begitu kita tidak perlu membuka database militer.
Dan kemudian, Quenser dan Heivia masuk ke dalam fasilitas besar yang digunakan untuk pengarahan. Sebagian besar tentara sudah dikirim ke Great Sandy Desert, jadi hampir tidak ada orang di dalam sini.
Namun, dua orang itu melihat sesuatu yang membuat mereka kaget saat mereka sampai di ruang pengarahan dan melirik melalui celah pintu yang terbuka.
“(Kenapa Froleytia dan orang-orangnya masih ada di sini!?)”
“(Dia mungkin terlihat pamer dengan dada besarnya, tapi sebenarnya dia seorang pekerja yang handal.)”
Setelah melihat komandan dengan dada besar itu sedang mengoperasikan komputernya, Quenser berjalan mundur dari pintu. Walau data yang mereka inginkan ada di dalam ruangan, tapi mereka tidak akan bisa memeriksanya jika ada Froleytia di dalam ruangan. Kalau mereka membuat gerakan yang mencurigakan, dia pasti akan mengirim mereka ke dalam ruang penahan tanpa alasan.
“(Apa ada cara supaya kita bisa melihat laporan itu tanpa harus melewati Froleytia?)”
“(Bagiaman kalau kita menarik perhatian dari fanatik Jepang itu ke luar?)”
“(Kalau kita melakukan itu, kita pasti akan dikirim ke pengadilan militer setelah semuanya selesai.)”
Sementara keduanya berdiri tanpa tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka mendengar suara ketukan pintu.
Mereka berputar dan mendengar suara seorang pria.
“Aku tahu.”
Suara itu berasal dari ruangan sebelah, yaitu ruang interogasi.
Wartawan yang bernama Sewax itu berbicara kepada mereka.
“(Apa ini? Kenapa ruang interogasi tidak kedap suara!? Dia bisa mendengar semua intel militer dari situ!)”
“(Tempat ini hanya dibuat untuk merawat Object. Mereka mungkin tidak kepikiran untuk membawa seorang tahanan. Sepertinya mereka menggabungkan ruangan interogasi dengan ruangan yang ada.)”
“Aku tahu!!”
Sesuatu yang mengetuk pintu lebih keras dari sebelumnya.
Quenser dan Heivia khawatir soal Froelytia yang mungkin bisa mendengar suara yang berasal dari pintu lain, tapi Sewax melanjutkan katanya.
“Aku mendengar apa yang mereka katakan di sini. Atasan kalian sepertinya terbagi antara di mana sebenarnya Generasi 0.5 itu disembunyikan. Aku rasa mereka memiliki dua pilihan, tapi mereka akhirnya memilih yang memiliki sinyal yang paling besar. Itulah kenapa mereka memilih Great Sandy Desert.”
“Quenser dan Heivia bertukar pandang.
“(Apa yang harus kita lakukan, Quenser? Apa kita akan mendengarkannya? Dia mungkin saja mengada-ngada.)”
“(Dari yang dia lakukan sebelumnya, dia menang orang yang brengsek, tapi aku ragu kalau dia akan melakukan sesuatu yang akan menguntungkan Oseania. Ayo kita dengarkan apa yang ingin dia Katalan.)”
Setelah memantapkan pikiran mereka, Quenser berbicara kepada pintu yang terkunci itu.
“Di mana lokasi lainnya!?”
“Sebuat tempat bernama Padang Gurun Tanami.” Sewax sepertinya ingin mengatakan semua yang dia ketahui karena dia menjawab tanpa keraguan sedikitpun. “Beberapa atasan tinggi kalian sangat skeptis, tapi sinyal yang datang dari arah Padang Gurun Tanami terlalu lemah dan Great Sandy Desert memiliki sinyal yang lebih terlihat seperti sebuah Object, jadi mereka meninggalkan pilihan ini.”
“Seperti yang kita pikirkan,” kata Quenser.
Padang Gurun Tanami adalah sebuah tempat yang berada sangat dekat dari markas Quenser dan Heivia putuskan sebagia sebuah markas yang cukup mencurigakan. Jika Generasi 0.5 diaktifkan di situ, Object itu bisa menghancurkan desa terdekat di sini ataupun markas pasukan Koalisi itu sendiri.
“Tidak bagus. Butuh waktu yang cukup banyak untuk meminta putri dan yang lain untuk kembali.”
“Itu berarti kita harus melakukannya sendiri. Kita akan kembali ke neraka yang rindu pada kita!!”
Quenser dan Heivia mengecek lokasi di peta dan Heivia mengatakan kalau mereka butuh kendaraan. Namun, mereka dipotong oleh apa yang akan dikatakan oleh Sewax.
“Tunggu. Tolong bawa aku.”
“Ahhn? Tidak akan. Kita tidak bisa membawa seorang warga sipil ke dalam medan perang. Dan kita tidak memiliki waktu untuk membantumu kabur.”
“Bukan, bukan itu. Aku ingin mengganti akan apa yang telah aku lakukan. Aku membawa situasi ini pada kalian, bukan?” Suara Sewax terdengar agak tidak sebarang. Dia terdengar sangat berbedar dari saat mereka membawanya ke dalam markas ini. “Semua yang kita tahu soal perang adalah soal pertarungan antar dua Object, jadi kami tidak pernah melihat apa yang terjadi sebenarnya pada warga sipil. Aku datang ke sini karena aku tidak bisa memaafkannya. Tapi aku salah. Kalian membangun strategi dengan para ahli yang berpengalaman dan aku menghancurkannya dengan sikap amatirku. Aku pikir dengan membunuh orang-orang Oseania itu, aku dapat memberikan bantuan moril pada suku-suku pribumi di sini, tapi yang aku lakukan hanyalah memberikan kematian bagi warga pribumi seperti mereka. Dan banyak, banyak orang yang akan terbunuh! Aku tidak bisa menahan diriku. Pasti ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku!!”
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang secara sekilas.
“Kau bisa menggunakan senapan penembak jitu, bukan?”
“I-iya. Aku tidak memiliki pengalaman militer, tapi aku sering pergi ke tempat latihan menembak setiap akhir pekan.”
“Selama kau bisa menembak seseorang, itu cukup. Kita akan menyiapkan semuanya untukmu. Kita tidak bisa membiarkanmu pergi tanpa senjata.”
“Aku mengerti. Terima kasih. Terima kasih banyak! Aku akan menunggu!! Tolong biarkan aku bertarung bersama dengan kalian!!”
Dari suaranya, Sewax sepertinya menangis di salah satu sisi pintu.
Quenser berpindah sedikit dari pintu ruang interogasi itu dan berbisik pada Heivia.
“(Hei, ayo kita cari kendaraan. Akan lebih bagus kalau kita membiarkannya tidak ikut bertarung.)”
“(Aku punya perasaan ke mana arah pertempuran ini.)”
Heivia berbalik dan membelakangi pintu ruang interogasi.
Saat mereka menuju pintu keluar, Quenser berkata, “Kalau kita membawanya bersama dengan kita, dia pasti akan memilih mati dengan terhormat di medan perang. Dia memang membuatku marah, tapi aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau dia mati di depanku. Dan akan menjadi masalah besar jika anggota wartawan mati di tengah medan perang.”
“Pandangan yang bagus, pahlawan. Tapi ayo kita cari cara agar kita juga tidak mati sia-sia. Bangun lagi adalah hal yang sangat penting dari pada tidur pertama kali.”
Mereka berdua keluar dari gedung itu.
Heivia berlari ke suatu tempat dan saat dia kembali dia membawa sebuah kendaraan off-road militer. Quenser naik ke kursi penumpang dan Heivia segera menaikkan kecepatannya.
Saat dia keluar dari markas, Quenser bertanya kepada rekannya.
“Hei, apa kau memiliki izin? Kau seumuran denganku, jadi bukannya kau terlalu muda?”
“Di Kerajaan Legitimasi, kau bisa mendapatkan izin khusus militer. Tapi itu hanya berfungsi di medan perang saja. Kau tahu, kapan kita bisa melewati batas teknologi kendaraan beroda empat ini? Tidak banyak yang berubah sejak automobile diluncurkan pertama kali di muka bumi.”
“Semua teknologi terbaik dikembangkan bagi Object. Memangnya kenapa mereka harus repot-repot mengembangkan teknologi militer yang lain? Pertumbuhan memang tumbuh sedikit demi sedikit, tapi aku dengar kecepatan pertumbuhan peradaban kita semakin menurun. Sepertinya, barang-barang seperti senapan dan tank telah berkembang tiga generasi lebih cepat sejak Object ikut berperang pertama kali, tapi itu tidak terjadi...... sebenarnya, jika kau tidak mengetahui semua ini, kenapa kamu menyupir? Tunggu, apa model ini memiliki bantal udara untuk penumpang?”
“Oh, diamlah. Tidak ada kendaraan militer yang memiliki balon yang mengembang untuk melindungi penumpang saat mereka tertabrak. Lihat, kita bergerak maju. Bukankah ini bukti kalau aku bisa mengemudi?”
Sang pewaris tahta keluarga itu mengendarai kendaraan off-road ini maju seperti seseorang pengemudi pemula yang membuat instrukturnya ketakutan setengah mati.
“Hei,pahlawan. Apa kau memiliki bahan peledakmu? Generasi 0.5 tetap adalah sebuah Object, jadi seperti biasa, ini adalah sebuah pertarungan hidup atau mati.”
“Aku masih memiliki Hand Axe dan pemicu listrik. ...Tapi aku ragu kita bisa menghancurkannya dengan memasangnya di armornya.”
“Oh, benar, benar. Kapa yang akan kita lakukan dengan putri dan purwarupa reaktor itu? Kalau mereka hanya mendapatkan tipuan di sana, pasukan Oseania pasti menyiapkan sebuah jebakan di sana.”
“Kau benar. Ini pasti bisa menjadi buruk. Bisakah kau menghubungi mereka lewat radio kendaraan ini? Aku memiliki radioku sendiri, tapi aku ingin menggunakannya untuk memberikan sinyal peledakkan. Aku memang masih bisa menerima sinyal, tapi aku tidak memilih untuk menganggu frekuensi transmisinya. Semua cadangan frekuensiku sudah kuisi dengan kode peledakkan.”
“Tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan frekuensinya.”
Mengendarai kendaraan ini dengan satu tangan, Heivia menggunakan tangannya yang lain untuk meraih sebuah kabel mikrofon yang sama seperti dimiliki seorang supir taksi. Menggunakan frekuensi yang sama dengan digunakan pada jalur komunikasi pasukan koalisi, dia mulai berbicara.
“Umm, testing, Tsing. Bisakah seseorang mendengarkanku? Aku memiliki peringatan untuk kalian semua tentara Kerajaan Legitimasi di luar sana. Maaf mengecewakanmu, tapi apa yang kalian kejar itu hanyalah tipuan. Yang asli berada di padang gurun Tanami.”
Sebuah suara masuk ke dalam speaker radio itu.
Quense menghiraukannya dan berbicara lagi lewat mikrofon itu.
“Sepertinya, fasilitas yang ada di dalam markas Great Sandy Desert memiliki purwarupa reaktor Object dari pada Object. Juga, ada kemungkinan besar di sana ada jebakan yang menunggu kalian. Mereka bisa memasang reaktor itu untuk menggunakan tenaga maksimumnya agar melewati batasnya dan menghancurkan Object di dekatnya dengan ledakan itu.
Tidak peduli berapa banyak orang yang mendengarnya, tidak ada jawaban yang terdengar kemudian.
Semua orang pasti berpikir apakah informasi itu benar-benar kredibel atau tidak.
Akhirnya, seorang Elit Aliansi Informasi berbicara sebagai perwakiland dari semua orang.
“Apa kau memiliki bukti? Oh ho ho.”
“Tidak,” jawab Quenser. “Aku tidak memiliki waktu untuk memastikannya. Kita mendapat informasi dari seseorang, tapi itu berasal dari seseorang yang sulit kami percayai.”
“Lalu...”
“Itulah kenapa kami memperkirakan kalau dua target ini kemungkinan besar akanhancur. Satu hal yang kami tahu dari pembacaan energi reaktor yang terdeteksi, ada dua tempat yang berbeda. Oseania hanya memiliki satu Object, jadi yang satu pasti asli dan yang satu palsu. Tapi bagaimana kalau keduanya sama-sama hancur?”
“Kami rasa markas yang berada di dalam padang gurun Tanami lebih mencurigakan dari pada yang ada di Great Sandy Desert,” tambah Heivia.
Setelah beberapa saat hening, Quenser berbicara lagi.
“Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami yakin Great Sandy Desert adalah sebuah jebakan raksasa yang menggunakan purwarupa reaktor Object. Untuk amannya saja, sebuah Object harus mengambil jarak aman paling tidak 10 km dari tempat itu dan menghancurkan tempat itu dengan senjata utama kalian. Ini bukan sebuah target bergerak, jadi aku yakin Object sang Putri sudah lebih dari cukup untuk menghancurkannya jika membidik secara hati-hati.”
“Oh ho ho. Aku merasa iri jika kalian tidak mengharapkan apapun dariku,” kata Elit Aliansi Informasi.
Dalam keadaan itu, Quenser menjawab, “Senjatamu adalah sebuah Gatling Gun cahaya panas, bukan? Itu adalah senjata yang luar biasa untuk jarak dekat, tapi tidak akan bisa menembak cukup tepat jika musuh berada dalam jarak yang jauh. Ini adalah tugas untuk sang Putri.”
“....Aku akan melakukan sebisaku,” potong sang Putri dari Kerajaan Legitimasi.
Mendengar itu, Heivia berbisik kepada Quenser.
“(Putri kita akhirnya mendapat hadiahnya. Aku rasa keberanianmu menyentuh hatinya.)”
“?”
Quenser terlihat bingung, tapi dia memiliki waktu untuk bertanya-tanya apa yang dimaksudkan oleh Heivia. Ada sesuatu yang lebih penting untuk diselesaikan.
“Kami yakin Object yang asli berada di wilayah barat Padang Gurun Tanami. Jaraknya hanya 5 km dari markas kita dan sebuah sinyal energi reaktor juga datang dari arah sana.”
“Sebenarnya, kalau kalian tidak berniat untuk pergi ke Great Sandy Desert, kami berharap kau mau memberikan bantuanmu kepada kami.”
Tiba-tiba suara lain masuk ke dalam radio.
Itu adalah Froleytia.
Pemancar radionya pasti bekerja dengan baik karena suara statik ketukan di mikrofonnya juga terdengar.
“Tunggu sebentar. kalian mau mengatakan kalau kalian berdua mengarah menuju padang gurun Tanami!?” katanya.
“Oh, apa ini tentang pengadilan militer? Ayo taruhan. Kalau Object ternyata memang muncul di Great Sandy Desert, kau bisa melempar kami ke ruang tahanan, tapi kalau ternyata yang benar ada di padang gurun Tanami, kau harus melakukan apa yang kami inginkan tak peduli apapun itu. Ngomong-ngomong, ada hal yang aku sangat ingin lakukan pada seorang wanita cantik padaku dari bawah kaki!!” kata Heivia.
Dengan terkejut, Quenser berteriak, “Tunggu, kau meminta itu!? oh, aku hanya ingin seorang wanita cantik melakukan sesuatu dengan ketiaknya!!”
“Ap-apa....? Jangan meminta sesuatu yang aneh seperti itu dan paling tidak kalian seharusnya meminta sesuatu yang lebih normal!!” teriak Froleytia.
“Kita sudah mau memulainya! Masih ada lubang hidung atau telinga kalau kau mau!!” teriak dua orang itu bersama-sama.
“Kenapa kalian meminta itu kalau kalian tahu akut tidak akan pernah melakukan itu!?”
Teriakan terakhir dari Froleytia membawa Quenser dan Heivia kembali ke diri mereka kembali. Kenapa mereka begitu bersemangat saat mereka sedang bergerak untuk melawan Object?
“Masalahnya adalah kita akan menjadi pahlawan jika kita bisa mengalahkan Generasi 0.5 sendirian. Mungkin kita akan mendapatkan medali. Sebenarnya, kita mungkin akan melewati pangkat Froleytia jika kita terus seperti ini.”
“Tidak, Heivia. Apapun yang terjadi, kita tetap melawan perintah atasan. Kita mungkin tidak akan mendapat medali kali ini.”
“Bukan, kalian sangat bodoh! Setelah semua yang kalian lakukan, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi seperti ini!!” Sementara dua orang itu setengah bercanda, Froleytia benar-benar marah. “Generasi 0.5 masihlah sebuah Object!! Kalau itu benar-benar ada di Padang Gurun Tanami, kalian akan melawan Object sendirian! Apa kalian mengerti!? Paling tidak tunggu sampai satu Object sampai ke tempat kalian!!”
Quenser dan Heivia terdiam ketika mendengar atasan mereka begitu marah pada mereka dengan kata-kata yang begitu halus.
Untuk sesaat, mereka memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh Froleytia.
Namun, mereka tidak bisa menghentikan kendaraan ini.
Quenser dan Heivia kemudian berbicara lagi lewat radio.
“Tapi kami harus pergi. Kalau kami menunggu, Generasi 0.5 akan segera bergerak.”
“Kalau para penduduk dibantai karena kami tertipu oleh Oseania, reputasi pasukan koalisi akan jeblok. Kau juga mungkin akan dimutasi.”
Froleytia berteriak sesuatu, tapi Heivia mematikan radio.
Mereka terdiam sesaat, tapi Heivia kemudian berbicara.
“Melakukan sesuatu dengan ketiak, hm?”
“Aku rasa itu lebih normal dari pada bawah kaki.”
“(Hm, aku penasaran kalau sang Putri mau melakukan sesuatu padamu dengan ketiaknya?)”
“?”
Saat duo penghancur Object itu selesai mengobrol, kendaraan mereka masih tetap melaju kencang.

Bagian 9
Apalah arti sebuah nama. Hal itu juga berlaku bagi Padang Gurun Tanami.
Wilayah yang tersebar di depan mata Quenser dan Heivia adalah sebuah hujan tropis raksasa seperti yang ada di Amazon. Jumlahnya hewannya relatif sedikit dibandingkan tingkat varietas tumbuhannya karena pertumbuhan penghijauan di sini dibuat secara buatan oleh manusia dalam waktu yang singkat. Untuk meningkatkan pertumbuhan hewan yang berkembang biak memang membutuhkan waktu yang lebih lama.
“Lebih kita berjalan dari sini,” kata Heivia saat dia berhenti di depan jalan masuk ke dalam hutan. Ia meraih senapannya dan sebuah rudal misil anti-tank di punggungnya. “Lebih aku tidak memberikan posisi kita pada musuh dengan suara mesin kendaraan ini. Pasti ada sejumlah prajurit yang ditempatkan di markas umpan itu dan kemungkinan besar mereka semua berniat membunuh kita juga kalau ketahuan.”
“Dan juga, kalau kendaraan kita hancur, kita harus berjalan untuk pulang ke markas.”
“Ha ha. Buruk juga ya kalau sampai hancur. ....Sebenarnya itu memang buruk. Ayo kita sembunyikan kendaraan ini.”
Mereka berdua setuju untuk mengkamuflasekan kendaraan mereka dengan ranting-ranging dan batang pohon yang sudah roboh untuk menutupinya.
Setelah menyamarkannya, Quenser berjalan mundur satu langkah untuk melihatnya.
“Apa kita bisa menemukannya kalau kita kembali nanti?”
“Kalau kita tidak membuatnya seperti ini, tentara musuh pasti akan menyadarinya. Ayo kita bergerak. Tidak peduli apa yang harus kita lakukan, masih ada hal yang harus kita khawatirkan.”
Sangat jarang sekali di era dan zaman sekarang, di mana orang masih bertarung satu sama lain. Tapi di masa ketika Object belum menguasai perang, orang-orang masih sering menggunakan jebakan atau ranjau. Quenser dan Heivia melewati hutan dengan sangat hati-hati.
“Coba pikir, aku dengar pemimpin Oseania juga menghilang bersamaan dengan Objectnya.”
“Yah, sebagai seorang Elit. Selain itu, Oseania sudah lama sekali memerdekakan dirinya. Kau pikir, sudah berapa kali kita menyerang ibukota mereka dengan sebuah Object?”
“Bukannya itu lebih buruk dari pada menyerang desa-desa kecil?”
“Yang boleh tinggal di ibukota adalah para pejabat militer dan penyokong dana militer. Saat rezim militer mulai berkuasa, mereka mengambil sebuah rumah penduduk dan mengusir mereka ke alam liar. Tidak ada yang salah kalau kita juga mengusir mereka juga.”
“Shh. Lihat itu. Bukankah markas perawatan Object?”
Quenser dan Heivia berhenti bergerak dan merunduk. Mereka bersembunyi dibalik semak-semak yang tumbuh dari tanah dan melirik untuk melihat fasilitas itu dengan tanda tanya.
Itu sebuah gedung beton persegi panjang.
Itu cukup besar untuk menampung sebuah Object setinggi 50 meter. Bangunan yang lebih kecil mengelilingnya. Yang lebih kecil mungkin digunakan untuk fasilitas lain yang berhubungan dengan Object atau tempat pertahanan bagi para tentara.
Quenser melihat ke jam tangan di pergelangan tangannya.
“Oke, kita masih memiliki dua jam sampai reaktornya dinyalakan. Generasi 0.5 seharusnya masih belum bisa bergerak sekarang. Aku tidak tahu berapa banyak tentara yang disiapkan di sini, tapi karena kita sampai sebelum Object bergerak membuat pekerjaan ini lebih mudah.
Saat Quenser terfokus pada apa yang dia tuju saat ini, dia merasakan sebuah getaran di kakinya. Getarannya terus menguat sampai mencapai titik di mana pepohonan dan tanaman di sekitarnya juga ikut bergetar.
“Ini buruk! Aku yakin reaktornya cukup kuat!”
“Ayo kita berharap yang terbaik. Mungkin karena teknologi reaktor itu tidak terlalu tinggi makanya reaktor itu mencapai batas maksimalnya ketika dinyalakan untuk pertama kalinya sejak terakhir kali digunakan dua tahun yang lalu.”
“Kalau itu yang terjadi, itu akan meledakkan dan membunuh kita juga. Yah, aku hanya memikirkan bagian terburuknya saja. Mungkin mereka menggunakan semacam senjata rahasia untuk memerpendek waktu untuk mengaktifkan sebuah Object.,” jawab Quenser.
Setelah Quenser menjawabnya, sebuah suara mesin bergetar di udara.
Bagian depan dari dinding bangunan raksasa markas perawatan OBject itu sebenarnya adalah sebuah palka raksasa. Itu membuka bagian atasnya.
Di saat yang sama, sebuah kabut putih mengalir ke luar.
Sebuah makhluk raksasa yang bersembunyi di dalam gedung perawatanitu keluar diselimuti siluet asap keputihan itu.
“...Yah, mungkin dia sudah melewati batas minimumnya,” keluh Quenser.
Bahkan dari jarak 500 meter, dia bisa merasakan panas yang terpancar dari Object itu.
Tubuh bulat dari generasi 0.5 memiliki banyak konstruksi yang menempel padanya. Itu memiliki pendorong berbentuk X yang dipasang di bawahnya dan sebuah gedung raksasa ditempel di belakang tubuh bulatnya seperti sebuah sayap. Tentu saja, itu tidak bisa terbang. Itu sepertinya digunakan untuk mengeluarkan tenaga berlebih yang dibuat oleh reaktor yang kesulitan mengontrol dirinya sendiri dengan tingkat teknologi yang tidak bisa mendukungnya.
Sebuah senjata menempel di bagian kiri tubuh bola itu.
Itu beberapa puluh meter panjangnya dan dibantu dengan sejumlah tiang penyangga seperti kabel. Sepertinya senjata itu tidak akan mengalami masalah tanpa adanya bantuan penyangga kabel itu, tapi ada risiko di mana saat senjata itu menghancurkan dirinya sendiri karena beratnya dan panjangnya yang mengarah sangat horizontal. Object ini adalah sebuah Object dengan desain yang sangat buruk bagi sebuah Object itu sendiri.
Untuk meningkatkan keseimbangannya, memasang senjatanya seperti itu membuat senjatanya sendiri kehilangan kemampuannya untuk bergerak sesuka hatinya. Untuk membidik sebuah target, seluruh bagian Object itu mau tidak mau harus ikut bergerak.
Konstruksinya yang sangat buruk itu membuat Object ini kehilangan kebanggaannya sebagai sebuah senjata modern dan malah memberikan persepsi tentang senjata di era lama. Object ini tidak akan memberikanmu kematian yang damai. Tapi memberikan sebuah ketakutan yang membuat bulu kudukmu merinding.
Dari jarak jauh, Quenser memerhatikan Object Generasi 0.5 yang anehnya memiliki suhu yang tidak normal.
“Sepertinya, Object itu menggunakan peningkat daya listrik untuk menaikkan suhu reaktornya. Aliansi Informasi memiliki perangkat pengeluaran tenaga, ingat? Object ini kebalikannya. Aku rasa Object konsepnya sama dengan ruang pembakaran bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor. Dengan menggunakan tenaga listrik yang sangat banyak, Object memancarkan sebuah laser di dalam reaktor itu. Itulah kenapa mereka bisa mengontrol reaktornya...tapi ini gagal. Ada beberapa ledakan kecil di dalam fasilitas perawatan ini.
Dengan teknologi tingkat tinggi yang dimiliki oleh Aliansi Informasi, mereka sepertinya mampu mengatai hal itu. Namun, Object milik militer Oseania mengundang sebuah risiko untuk melelehkan seluruh bagian dalam reaktornya jika reaktor itu diaktifkan terlalu lama. Memaksa reaktornya untuk terus bekerja melewati batas normalnya akan menjadi sangat buruk.
“Para pekerja perawatan Object ini pasti sudah dihabisi semuanya. Sebenarnya, mungkin malah tidak ada tanda-tanda seorang tentara sama sekali di sini. Mungkin mereka semua merayakan pengaktifan Object ini tapi kemudian mereka terjebak di dalam sebuah ledakan yang menghabisi mereka semua.
Heivia menggunakan fungsi pengintai di senapannya untuk mendengarkan semua jenis suara yang ada di dalam markas ini tapi dia tidak menemukan suara manusia sedikitpun.
Hanya Quenser, Heivia, dan Generasi 0.5 yang ada di tempat ini.
Jika mereka bisa menghancurkannya, pertempuran di Oseania bisa segera mereka akhiri.

Bagian 10
Namun, Quenser dan Heivia tidak cukup bodoh untuk menghadapi Object itu langsung dari depan.
Generasi 0.5 belum menyadari keberadaan mereka di mana, jadi menghadang langsung sebuah Object dari depan akan membawa langsung kepada kematian atau sama saja dengan bunuh diri.
“(Ayo kita menyelinap untuk mendekati tanpa ketahuan. Kalau ledakan kecil terjadi di dalam gedung perawatan ini, maka wilayah ini semuanya sudah rusak. Kalau kita bisa menemukan yang mana yang rusak, mungkin kita bisa menemukan sesuatu.
“(Aku tidak masalah kalau kita menangani ini pelan-pelan, tapi bagaimana kalau Object ini langsung pergi dengan kecepatan tinggi dan menyerang penduduk desa demi nama ‘penghijauan hutan’? Aku tidak tahu berapa cepat Generasi 0.5 bisa bergerak, tapi tetap saja monster itu bisa bergerak lebih cepat dari langkah kaki kita.)”
“(Reaktornya baru dinyalakan untuk pertama kalinya setelah dua tahun. Aku yakin mereka membutuhkan beberapa sedikit penyesuaian jadi Elite-nya bisa menyesuaikan dirinya dengan kontrol Object itu. Aku yakin Object tidak akan ke mana-mana saat ini.)”
Tiba-tiba, Generasi 0.5 itu bergerak sejauh 500 meter dari mereka. Tujuh puluh senjata pendukungnya, besar dan kecil, bergeark terpisah untuk melakukan sedikit latihan. Akhirnya, semua senjata pendukung Object berhenti bergerak dan tubuh utamanya bergerak untuk membidik senjata utamanya. Sepertinya konsentrasi sang Elite ada pada latihan yang sedang ia jalani saat ini.
Lalu kemudian senjatanya itu menembak dan membentuk sebuah garis lurus yang menghancurkan semua yang ada di depannya.
Object milik militer Oseania ini sepertinya menggunakan coilgun dengan kaliber raksasa.
Sebuah kumparan raksasa yang dibentuk dari kabel konduksi listrik dilewati oleh sebuah selongsong logam. Dengan tenaga magnet, meriam itu menembakkan proyektilnya.
Senjata utama itu menembakkan pelurunya satu persatu seperti mesin pelembar bola.
Puluhan selongsong peluru ditembakkan dari kanan ke kiri seperti sebuah senapan mesin, menghancurkan semua pohon raksasa yang ada di depan mereka.
Quenser dan Heivia merunduk untuk menghindarinya.
Garis lurus tembakan coilgun itu melewati kepala mereka dan menghancurkan pohon-pohon besar di belakan mereka.
“(Sial! Apa dia tahu keberadaan kita!?)”
“(Tidak, tujuannya bukan itu. Mungkin ini masih bagian dari latihannya!! Object itu masih belum menyadari keberadaan kita sama sekali.
Jika terus seperti ini, akan sangat berbahaya bagi mereka jika mendekati Object dari depan. Quenser dan Heivia merangkak untuk memutari Object itu untuk mendapatkan bagian belakangnya.
“(Semak-semak ini sangat melindugi kita dari pada yang aku bayangkan.)”
“(Ya bisa juga digunakan untuk menyembunyikan ranjau juga, jangan turunkan kewaspadaanmu.)”
Semak-semak itu meninggalkan bekas sudah dilewati oleh seseorang, tapi kerusakan yang diakibatkan oleh Generasi 0.5, ia hampir tidak menyadari perubahan kecil di sekitarnya.
“(Sepertinya itu benar-benar model lama. Model Object ini tidak memiliki mekanisme yang dimiliki oleh Aliansi Informasi untuk meriam Gatling Gun cahaya panasnya. Dari yang aku lihat, selongsong coilgun itu akan meleleh jika terus menembak.)”
“(Yah mau model lama atau tidak, senjata itu masih terlalu kuat untuk kita tangani.)”
“(Menurutmu bagaimana caranya dia bisa membidik?)”
“(Sebuah kamera pasti caranya yang utama. Dugaanku adalah setiap senjata memiliki kamera jadi bisa diarahkan sesuka hatinya. Kalau mereka menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi musuh, semak-semak ini tidak akan memiliki arti.)”
“(Artinya?)”
“(Kamuflase sederhana akan bekerja. Ayo, tutupi pakaianmu dengan lumpur. Ini akan sangat membantu kita.)”
Namun, mereka tidak bisa berhenti dan menyiapkan penyerangan mereka dengan hati-hati. Tembakan Coilgun masih melayang di dekat mereka. Jadi mereka menutup tubuh mereka dengan lumpur dengan cara berguling-guling.
Sebenarnya, mereka bisa menjauh hanya sekitar 300 meter dari Generasi 0.5. Mereka mendekati pusat dari Object itu, jadi mereka merangkak lebih jauh lagi. Setelah mendapatkan posisi yang cukup baik, mereka akhirnya berhasil menghindari ancaman dari coilgun.
“(Oke, sekarang kita bisa mencari kelemahannya dengan tenang.)”
“(Hei, kita akan masuk ke bagian dalam markasnya.)”
Mungkin karena baru diaktifkan selama dua tahun, generasi 0.5 hanya terfokus pada pengecekkan sistem. Bisa dilihat dari percobaannya menembak tadi.
Quenser merangkak lebih jauh lagi dan melihat Object itu dengan teropongnya.
Jika reaktor Object dipaksa terus menerus dengan power supply dari luar, maka ia pasti memiliki semacam stopkontak. Dan jika mereka bisa meledakkannya dengan sebuah ledakan kecil, mereka bisa merusak inti bagian dalam reaktor.
(Benarkah begitu?)
Quenser melihat dengan teropongnya dan kemudian ia melihat sebuah titik.
Tepat di bagian belakang kanan tubuh bola itu, dia melihat sesuatu seperti jack yang rusak. Sebuah kabel tenaga setebal 50 sentimeter menggantung dengan ujung yang putus.
Sepertinya ia menggunakan peningkat tenaga listrik ke reaktor. Biasanya, aliran listriknya dipotong dengan sesuatu semacam sekering yang sangat kuat untuk menahan serangan yang sangat kuat.
(Atau apakah karena ini Object itu disebut sebagai Generasi 0.5 dan kemungkinan bisa dihancurkan dengan sebuah nuklir?)
Saat dia memikirkan itu, Quenser mendengar suara elektronik dengan nada tinggi.
Itu tidak berasal dari sensor Generasi 0.5. Dia tanpa sengaja menyentuh sistem keamanan laser inframerah yang mengelilingi markas perawatan ini.
“Oh, sial—...!?”
Generasi 0.5 tidak membutuhkan waktu lama untuk segera membalikkan tubuhnya.
Beberapa dari ke-70 senjata yang berada di sisi Quenser langsung membidik Quenser.
Namun, dia beruntung.
Sebelum senjata itu bisa membidiknya, sebagian roda Generasi 0.5 terjebak di dalam rawa. Object setinggi 50 meter itu tidak akan tenggelam di dalam kubngan air, tapi ini memberikan cukup waktu sekitar 10 detik bagi Quenser dan Heivia untuk kabur.
“Heivia! Berikan aku rudal itu!!” teriak Quenser saat dia menarik rudal anti tank milik Heivia yang menggantung di bahunya.
Dia tidak membidik Object itu.
Untuk sesaat, seorang tamtama seperti Quenser tidak tahu caranya membidik sebuah misil. Dia hanya menarik pelatuknya, dan mengirimkan rudal itu terbang ke arah rawa-rawa di depan Object itu. Rudal yang menancap di rawa-rawa itu kemudian meledak dan menyebarkan seluruh lumpur ke semua arah. Dengan suara ledkan itu, satu sisi Object itu berlumuran lumpur.
Segera setelah itu, Generasi 0.5 membidik senjatanya walau kameranya tertutupi oleh lumpur.
“Sial!”
Quenser melempar pelontar rudal itu ke tanah.
Dari pada merunduk, dia dan Heivia lebih memilih berlari secepat yang mereka bisa. Setelah mereka cukup jauh, tempat mereka tadi berada langsung meledak dan hancur karena proyektil yang ditembakkan oleh coilgun. Dua orang itu terjebak dalam gelombang ledakannya dan terlempar beberapa meter ke udara. Mereka tidak akan bisa lagi menghadang Generasi 0.5. mereka langsung berlari lurus untuk berlindung di balik fasilitas perawatan Object yang memiliki banyak peralatan yang mungkin bisa menyelamatkan mereka.
Generasi 0.5 dengan pelan-pelan berbalik arah agar senjata yang tidak terkena lumpur bisa diarahkan pada mereka. Namun, ia telah kehilangan mereka. Senjata yang dilengkapi dengan kamera ini langsung mencari mereka berdua ke seluruh penjuru arah.
Dengan punggung yang menempel di dinding fasilitas ini, Quenser berkata, “Sial, aku beruntung kalau Object memiliki teknologi yang rendah. Object standar bisa mendeteksi kita dengan cepat karena memiliki sensor yang lebih banyak.”
“Aky yakin sampah itu memiliki wiper, bukan? Aku tidak pernah mendengar seorang Elit menangis dan mengibarkan bendera putih karena kameranya terkena sedikit lumpur.”
Quenser melihat Hand Axe di tangannya.
Dia melirik dengan kepalanya yang terangkat di atas fasilitas ini dan berfokus pada kabel tebal yang menggantung di bawah zirah Object.
“(Itu pasti adalah kelemahannya, tapi apa kau kir aku bisa mendekatinya untuk menempelkan peledak?)”
“(Kalau kau bisa menolak terjangan peluru coilgun, aku rasa kau tidak akan apa-apa.)”
“Sial,” kutuk Quenser.
Dia memiliki sebuah rencana. Dia tahu di mana kelemahan dari Object ini. Dia memiliki semua senjata yang dia butuhkan. Namun, dia tidak bisa mengalahkan Object itu. Monster raksasa itu bukanlah sesuatu yang bisa dikalahkan oleh orang seperti dirinya. Tenaga penghancurnya adalah penghalang terbesar untuk mendapatkan kemenangan gemilang ini.
Quenser mengepalkan radio di tangannya.
Ini bisa digunakan untuk meledakkan sebuah Hand Axe, tapi ini bisa digunakan untuk tujuan lain.
Dia bisa menghubungi sekutunya.
“(Hei, apa aku bisa menghubungi seseorang dengan radio ini?)”
“(Aku yakin Generasi 0.5 akan segera menyadarinya, tapi aku ragu ia bisa mendeteksi lokasikita. Pertanyaannya adalah, apakah sang Putri dan Elit dari Aliansi Informasi ini dapat datang ke sini dalam waktu singkat. Great Sandy Desert berada cukup jauh dari sini.)”
“(Jadi apakah kita akan melarikan diri dari tempat ini sampai mereka datang kemari?)”
“(Itu adalah ide pengurusan badan terbaik yang pernah aku dengar. Masalahnya adalah kau akan mati 100 kali sebelum bisa menurunkan 5 kilogram berat badanmu.)”
Walau sudah tahu apa yang dikatakan oleh Heivia, Quenser menekan saklar di dalam radio itu.
Generasi 0.5 bukanlah lawan yang bisa dilawan dengan cara biasa.

Bagian 11
Suara petir yang berasal dari Object milik sang Putri mengisi seluruh malam Oseania.
Setelah sampai di dekat Great Sandy Desert, Object dari Kerajaan Legitimasi dan Aliansi Informasi akhirnya berhenti.
Putri memeriksa target yang akan ia hancurkan.
Proyek penghijauan buatan milik Oseania baru saja dimulai di wilayah ini, jadi masih banyak wilayah yang tertutupi oleh pasir. Di tengah-tengah wilayah itu ada beberapa bangunan beton. Itu terlihat seperti sebuah stasiun logistik bagi Object dan berada di tengah jalan berpasir yang sangat sangat panjang. Sebenarnya, secara resmi memang seperti itu. namun, bangunan yang terlihat seperti telah ditinggalkan itu adalah fasilitas militer milik militer Oseania.
Elit yang biasa dipanggil dengan “Putri” oleh rekan-rekannya membidik fasilitas itu dengan salah satu meriam utamanya. Dia berada pada jarak 10-13 km dari targetnya, jadi dia mencoba mengikuti instruksi dari rekannya.
Dengan suara ledakan yang luar biasa,  sebuah garis cahaya keluar dari meriam plasma berkeseimbangan rendah. Garis cahaya itu menusuk gedung beton itu, menyebarkan warna putih kebiruan. Jaraknya memang terlalu jauh untuk menembus zirah sebuah Object dengan teknologi tinggi karena energi plasma akan menghambur jika terlalu jauh, tapi ini sudah jauh lebih dari cukup untuk menghancurkan sebuah gedung beton atau zirah sebuah Generasi 0.5 yang tidak memiliki teknologi yang terlalu bagus.
Setelah dia menembak gedung itu beberapa kali, sebuah ledakan yang lebih besar terdengar. Purwarupa reaktor Object itu sudah hancur.
Skala ledakannya lebih kecil dari yang ia pikirkan.
Ledakannya hanya memiliki radius 300 km, jadi perpindahan tenaga untuk memaksa reaktor itu mengeluarkan tenaga sampai batasnya telah gagal. Ledakan kecil itu menunjukkan betapa teknologi yang dimiliki oleh militer Oseania sangatlah rendah.
Sang putri menerima laporan dari seorang prajurit Kerajaan Legitimasi.
“Menurut laporan dari divisi pengamatan satelit, tidak ada tanda-tanda bahwa sebuah Object ada di sisa-sisa reruntuhan bangunan ini. Sepertinya tempat ini juga adalah markas umpan yang menggunakan purwarupa reaktor sebagai jebakannya, tapi kita mendapat perintah dari atasan untuk memeriksa fasilitas itu hanya untuk menyakinkan saja.”
“Tapi bukankah itu tguasmu,bukan tugasku?” jawab sang Putri.
“Oh ho ho. Mereka meminta kita untuk berjaga di sini kalau-kalau ada sebuah Object muncul dari balik reruntuhan itu. Sepertinya kita mendapatkan pekerjaan yang mirip seperti penjaga pantai.”
Sang putri merasa kalau ini hanya buang-buang waktu.
Setelah itu, dia menerima transmisi dari seseorang yang sama sekali tidak ia duga.
“...Kssshhh... ini Quenser. Kami telah mengkonfirmasi Object negara militer Oseania berada di Padang Gurun Tanami. Aku ulangi, kami telah mengkonfirmasi keberadaan Object negara militer Oseania di Padang Gurun Tanami! Sesuai dengan prediksi simulasi elektronik, teknologinya hanyalah sebuah Generasi 0.5. Dengan Object yang kita miliki, kita bisa menghancurkannya dalam satu tembakan dan semua akan selesai! Kami butuh bantuan. Kita tidak peduli itu dari siapa! Cepat kirimkan Object kemari dan siapkan senjata kalian!!”
“Siapapun yang sampai ke sini duluan, dialah yang menang! Kalau kalian tidak cepat, kami akan mengambil semua kejayaan sendirian!!” potong suara Heivia.
Dia mendengar beberapa prajurit seakan tidak percaya kalau Object ebrada di sana.
Sang Putri memutar Objectnya, tapi transmisi yang lain masuk ke dalam salurannya.
“Tidak. Tidak akan ada pasukan bantuan untuk ke Padang Gurun Tanami. Ini adalah perintah langsung.”
Sang Putri tiba-tiba berhenti.
(Suara siapa ini?)
Dari frekuensinya, sepertinya ini berasal dari seseorang dari Kerajaan Legitimasi, tapi....
“Aku ulangi, transmisi dari Padang Gurun Tanami hanyalah sebuah jebakan. Tidak akan ada orang yang akan melakukannya. Quenser dan Heivia pergi ke sana sendirian dan seperitnya mereka kebingungan.”
(Tunggu, suara ini kan...)
Dia mengenal suara ini dan ini adalah suara Konselor Flide.
Konselor itu berasal dari Kerajaan Legitimasi dan dia adalah salah satu dari Ong yang bekerja sama dengan pasukan koalisi untuk mengalahkan Oseania demi pemilu yang akan datang. Namun, identitasnya membawa pengaruh lain bagi sang Putri.
“Dari data yang kami punya, Object Oseania emang berada di Great Sandy Desert. Purwarupa dan Objcetnya berada di tempat yang sama. Pasukan Oseania itu takut akan serangan kita dan dengan cepat melarikan Object itu keluar dan meninggalkan purwarupa reaktor itu sendirian di sana. Object yang asli pasti masih berada di suatu tempat di Great Sandy Desert. Kita tidak boleh melepasaknnya. Kalau kita mundur ke Padang Gurun Tanami sekarang, Generasi 0.5 akan melarikan diri lagi.” saat para prajurit mendengar suara kasar itu, Konselor Flide melanjutkan. “Quenser dan Heivia tahu hal ini, tapi mereka takut dengan Object, jadi mereka mencoba membuang waktu kita untuk melawan umpan yang lain di Padang Gurun Tanami. Mereka akan segera ditahan, tapi Generasi 0.5 harus kita lawan dulu. Jangan termakan kata-kata Quenser dan Heivia.”
Tak peduli apakah itu di Padang Gurun Tanami atau Great Sandy Desert, seharusnya keduanya sama-sama muncul di satelit sekarang.
Saat bergerak perlahan, sebuah Object dan sebuah tangki gas sulit dibedakan, tapi jika Quenser dan Heivia menghadapi sebuah Object sendirian dengan mempertaruhkan nyawa mereka, Object itu akan lebih cepat bergerak. Bahkan sebuah Generasi 0.5 akan dikatakan sebagai sebuah tangki gas jika dilihat di satelit.
(Ada sesuatu yang lebih gawat dari ini...)
Sang putri berbalik dengan Objectnya menuju padang gurun Tanami.
Berangkat dengan perintahnya sendiri, para prajurit mencoba menghentikannya, tapi tidak ada satupun senjata yang bisa melawan sebuah Object.
Sang putri tidak mempedulikan mereka dan bergerak maju, tapi kemudian Objectnya berhenti di tempat.
Hanya ada satu senjata di tempat itu yang memiliki kekuatan yang cukup untuk membuatnya berhenti.
“Oh ho ho. Apa kau berniat untuk tidak mengikuti perintah atasanmu?”
“Kau....”
Object milik Aliansi Informasi mengarahkan meriam Gatling Gun cahayanya ke arah putri saat sang Putri memerhatikannya lewat sensornya. Para prajurit pasti mengira bahwa dua Object ini akan berkonfontrasi karena mereka melanggar perintah.
“Sebuah Elit Object musuh tidak boleh dibiarkan lolos. Ini bukan kebiasaan kami sendiri. Ini adalah pedoman umum semua kekuatan militer yang menggunakan Object di seluruh dunia. Oh ho ho. Aksimu bisa menghantarkan kita kepada sebuah pembantaian masal. Aku tidak bisa membiarkan sebuah Object bertindak semaunya sendiri.
“Konselor Flide adalah pemimpin Kerajaan Legitimasi. Kau tidak memiliki alasan untuk mematuhinya.”
“Oh ho ho. Itu memang benar...”
Elit dari Aliansi Informasi tidak menunjukkan tanda bahwa ia akan memindahkan meriam Gatling Gun-nya.
Begitu juga dengan sang Elit yang membidik sang Elit dari Aliansfi Informasi dengan meriam utamanya.
Mereka berdua saling membidik reaktor satu sama lain.
Suara petir bergemuruh di bagian bawah Object milik sang Putri.
“...Tapi aku diperintahkan untuk merekam semua aksi yang aku dapat dari teknologi Object Kerejaan Legitimasi. Biasanya, aku akan mendapatkannya saat kita saling bertarung satu sama lain, tapi kalau kau ingin bertarung, aku dengan senang hati akan meladenimu. Oh ho ho.”

Bagian 12
Wajah Quenser menjadi pucat saat dia mendengar suara itu dari transmisinya.
“Tunggu, tunggu, tunggu. Apa yang sedang terjadi? Siapa yang bilang kalau kita kebingungan!? Kenapa kita bisa bingung soal sebuah Object di depan kita!?”
“Konselor Flide, hm? Kalau tidak salah dia memiliki industri senjata yang berhubungan erat dengan pengembangan Object. Dia berhasil menggunakan semua yang dia miliki untuk mengembangkan seorang Elit yang tangguh.”
Mereka berdua merenung sementara mereka berpikir kenapa dia menginterfensi mereka.
Dan mereka mendapatkan jawabannya dari radon.
“Kalian berdua sudah melewati ekspektasi kami,” kata Konselor Flide.
“?”
“Quenser dan Heivia bertukar pandangan.
Mereka tidak menyangka akan dihubungi seperti ini secara langsung.
“Transmisi ini dikirim hanya untuk kalian berdua yang telah melangkahi harapan kami.”
“Harapanmu? Apa kami melakukan sesuatu yang salah soal pemilihanmu?”
“Mengirimkan pasukan koalisi adalah rencanamu dari awal, benar?” tambah Heivia. “Apa kau ingin kami akan menghancurkan harapan orang-orang karena wajah kami yang muncul di televisi ruang keluarga dengan wajah berlumpur kami?”
“Malah sebaliknya. Kalian berdua terlalu bagus. Kalau saja kalian agak sedikit ceroboh,” Jawab Konselor Flide dengan suara halus. Dari suaranya, sepertinya dia sedang membaca sebuah skrip yang sudah ia siapkan. “Seorang prajurit manusia mengalahkan sebuah Object adalah sebuah cerita yang sangat bagus yang memberikan manusia harapan. Namun, para penduduk yang tinggal aman di rumah mereka bukan hanya orang yang mendapatkan harapan. Apa kau tidak berpikir bahwa para gerilyawan dan teroris melanjutkan aksi mereka di seluruh dunia sekarang ini?”
“....”
“Neraka di Oseania ini diciptakan oleh kalian berdua,” kata Konselor Flide.
Dua orang bocah itu mendengarkan kata-kata orang itu seperti seorang musuh.
“Memang benar kalau pasukan koalisi—termasuk pasukan Kerajaan Legitimasi—telah menghabiskan dua tahun kami untuk melakukan hal kecil, tapi perang seharusnya selesai sebulan yang lalu ketika puluhan Object datang ke tempat ini. Itu adalah saat yang sama ketika kalian mengalahkan Object di Alaska. Perang saat ini sebenarnya cukup sederhana. Yang mampu memenangi perang adalah mereka yang memiliki Object dalam jumlah dan kualitas yang lebih baik. Kalau kau memiliki satu Object dan musuh tiga Object, kau tidak memiliki alasan untuk bertarung lagi. dan kau Aan mundur untuk memperkecil kerusakan yang kau terima seminimal mungkin. Perang dibuat cukup sederhana agar yang kalah bisa segera menyarah tanpa perlu susah-susah berusaha.”
Itulah seharusnya perang yang akan terjadi di Oseania.
Negara militer ini memiliki Object Generasi 0.5 sementara pasukan koalisi memiliki 20 Object dengan teknologi mutakhir. Biasanya, ketika Object-object ini disebar di seluruh benua, Oseania akan mengibarkan bendera putih. Itu akan mengakhiri perang dengan cepat.
Tapi faktanya, ini adalah apa yang akan dilakukan oleh Oseania sekarang.
Namun yang bisa mereka lakukan hanyalah menyembunyikan Generasi 0.5.
Namun, mereka menyiapkan sebuah rencana untuk menggunakan Object Generasi 0.5. Mereka menggunakan sebuah purwarupa reaktor sebagai jebakan.
“Ya, dan ini semua berkat tindakan kalian berdua.” Suaranya seperti sangat marah. “Perang tidak lagi antara Object melawan Object. Para tentara manusiapun juga bisa menghancurkan sebuah Object. Apa yang kalian berdua buktikan di Alaska dilihat sebagai sebuah harapan bagi para gerilyawan, teroris, dan para diktator. Harapan yang kalian berikan ini membuat mereka terpacu semangatnya untuk tidak mengibarkan bendera putih. Ini membuat perang menjadi lebih lama dari yang kita pikirkan. Keuntungan yang seharusnya menjadi bagian dari kampanyeku ditutupi oleh berapa banyak biaya untuk perang. Kita tidak bisa mentolerir hal ini lagi. Apa perlu kita menemukan cara lain untuk membuat dunia ini melihat sebuah perang?”
“Jadi kau ingin kami mati di sini?”
“Sebenarnya kau yang ingin kami dibunuh oleh Object,bukan? Kalau berita tersebar bahwa seseorang yang telah menghancurkan Object mati dibunuh oleh Object, para tentara itu akan menyerah, dan kemenangan kami tidak akan lagi diingat.”
“Perang memerlukan sebuah alasan yang jelas untuk mempercepat berapa lama perang ini akan berakhir. Tidak ada orang yang mau memperpanjang masa konflik di wilayah perang. Yang kalian berdua lakukan hanyalah memperpanjang masa perang dan menambah jumlah orang yang akan mati.” Kata Konselor Flide tidak bergetar. “Sebenarnya, rencana aslinya adalah memecah belah pasukan koalisi dan membiarkan kalian berdua mati dalam pertarungan antar Object. Namun, sepertinya kalian sangat membantu kami dengan menemukan Object milik pasukan Oseania itu, jadi kami tidak akan menghentikan para Oseania itu untuk memainkan peran jahat mereka.”
Pada awalnya, argumen Konselor Flide terdengar adil.
Mungkin memang benar bahwa Quenser dan Heivia memainkan perang untuk memperpanjang masa perang di Oseania. Mungkin memang benar kalau perang seharusnya hanya diserahkan pada Object saja sementara meninggalkan para prajurit dan penduduk sipil sebagai sebuah karakter saja.
Namun....
“Kalau kau membiarkan Oseania membunuh kami di sini, Object musuh akan pergi ke desa terdekat dan membunuh semua orang. Apa kau tidak apa-apa dengan hal itu!?” teriak Quenser.
“Kami mencari Generasi 0.5 dengan satelit. Ini adalah pembantaian terakhir pasukan Oseania. Setelah itu, kami akan mengakhirinya dengan Object pasukan koalisi.”
Setelah mendengar betapa siapanya orang itu berbicara, Quenser telah memiliki bukti yang dia inginkan.
Konselor Flide tidak memikirkan apapun tentang perdamaian atau perang.
“Kalian berdua harus tahu kalau kalian telah menjadi sangat berbahaya dan rencana untuk membunuh kalian harus dipikirkan dengan sangat matang meskipun harus ada pengorbanan. Jika perang ini hanya berada di antara dua Object, perang bisa diakhiri dengan cepat. Dengan cara itu, tidak akan ada orang yang harus meninggal. Harapan kalian telah menghalangi hal ini.”
(Yeah, fucking right.)
Memang benar bahwa orang yang kalah dan yang menang ditentukan oleh sebuah Object di dalam perang. Namun, ia lupa bahwa Object juga membantai para tentara. Quenser dan yang lain juga akan mati jika mereka kehilangan Object mereka di Alaska. Di Selat Gibraltar, semua markas mereka telah hancur karena sang Putri sedikit terlambat. Di dalam perang, tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa kita harus membiarkan para prajurit itu ketika mereka kehilangan Object mereka.
Quenser menambahkan semua hal yang ia dapat dari argumen Konselor untuk pendapatnya yang kedua.
“Hanya orang yang tak pernah kalah yang dapat mengatakan hal itu.
“Kau hanya ingin melindungi kepentinganmu sendiri,” kata Heivia. “Kau hanya ingin dunia di mana negara yang memiliki Object paling banyaklah yang menguasai dunia. Negara yang tidak memiliki Object dan tentara biasa akan ditarget oleh Object, dan kemudian semua orang akan berpikir bahwa Object hanyalah alat untuk membantai orang seefektif mungkin.”
Anggapan bahwa perang telah selesai ketika baru saja dimulai tentu saja sangat salah.
Itu adalah manusia yang mengangkat senjata dan berjuang.
Tidak peduli betapa kecil mereka, mereka harus bertarung untuk menunjukkan apa yang mereka bisa.
Konselor Flide adalah salah satu orang yang menginvestasikan dana yang sangat banyak dalam pengembangan sebuah Object dan membuat banyak uang dari kemenangan perang. Pendapatnya hanyalah pendapat orang yang beranggapan bahwa posisi sangatlah penting dalam dunia ini.
“Katakan apa saja yang kau mau,” kata Konselor Flide dengan nada yang menunjukkan bahwa dia memiliki sangat banyak Object dan merasa sama sekali tidak tersentuh. “Kalian akan mati di sana. Kita akan mengawasi Generasi 0.5 saat dia mulai menyerang dan mengirimkan Object pasukan Koalisi untuk menghancurkannya. Dengan ini perang telah selesai dengan sendirinya dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Semua perang ini akan menunjukkan betapa kuat dan canggihnya Object yang kita miliki.”
“Baiklah. Kalau begitu ayo kita bertaruh.”
Quenser dan Heivia berbicara dengan nada seperti akan menantang petinggi militer Kerajaan Legitimasi.
“Kalau kami kalah dari Generasi 0.5, kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan.”
“Tapi kalau kami menang, semua akan berakhir untukmu.”
Quenser mematikan radionya dan mendecakkan lidahnya.
“Sial, ini berarti kita tidak akan mendapatkan bantuan sama sekali! Object mengelilingi seluruh Oseania, dan tidak akan ada satupun yang datang!!”
“Hei, Quenser, bagaimana dengan sang Putri?”
“Dia mungkin akan datang jika kita memintanya, tapi semua Object yang lain akan menjadi musuhnya. Juga, tidak akan mengejutkanku kalau Konselor memiliki perangkat pengaman untuk mencegah hal itu te
“Jadi aku rasa kita harus menanganinya sendiri lagi!”
“Yah, kita harus bertahan hidup cukup lama untuk memukup orang itu, si Konselor keparat!”
Sementara mereka bersembunyi dibalik gedung, dua orang memeriksa apa yang akan mereka hadapi.
Mereka tahu satu hal yang pasti.
Mereka bukanlah seorang prajurit yang cukup loyal untuk mati seperti yang diharapkan pemimpin mereka.

Bagian 13
Namun, Quenser dan Heivia bukanlah seorang manusia super yang mampu melawan monster sendirian seperti yang adi buku komik pahlawan.
“(Aku rasa aku seperti orang bodoh jika kita tertembak karena kita mendekati monster itu. Heivia, ayo kita cari jalan pintas melewati bangunan ini untuk mendekati Generasi 0.5.)”
“(Kita pasti menemukan cara untuk mendekatinya, tapi bagaimana caranya kita mendekatinya?)”
Quenser dan Heivia bergerak dengan bersembunyi di balik dinding fasilitas ini agar Object itu tidak melihat mereka. Akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam pintu yang tidak terkunci. Sebenarnya, pintunya sendiri terbuka karena terkena gelombang ledakan. Mungkin karena ada ledakan yang berasa dari luar.
Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat luas.
Mereka berada di dalam markas perawatan Object Generasi 0.5.
Semua yang dibutuhkan oleh sebuah Object ada di sini, tapi semuanya sudah rusak. Sebuah crane roboh ke tanah dan pendingin mesin industri juga meledak karena panas yang berlebih. Banyak mayat yang bertebaran di sini. Banyak sekali mayat bergelimpangan. Sekitar 40 orang dengan pakaian militer atau pekerja hampir semuanya terpanggang dalam api.
Kaki Quenser serasa akan berhenti saat dia masuk, tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain terus maju. Jika dia berhenti di sini, Generasi 0.5 akan lebih banyak menghasilkan mayat dari pada kemenangan.
“(Apa yang sedang kau cari, Quenser? Ayo pergi. Atau kau juga ingin menjadi mayat-mayat itu?)”
“(Bukan, kau tahu kan kalau ini adalah markas perawatan Object, jadi...)”
“(Jadi kau ingin mencari senjata atau sesuatu untuk mengalahkannya? Bahkan kalau kita menemukannya, kita tidak memiliki tenaga listrik untuk menggunakannya. Kita mungkin bisa mengalahkannya kalau kita memiliki satu reaktor saja.)”
“(Bukan, aku berpikir kalau strategi Object itu ada di suatu tempat di sekitar sini. Mungkin kita bisa mengalahkannya kalau memilikinya.)”
Mereka berdua berpisah, dan mencari di dalam tumpukan rongsokan terbakar di dalam fasilitas ini.
Saat mereka terjebak di dalam markas musuh di Alaska, mereka juga menemukan banyak sekali turbin listrik statis yang ternyata adalah sebuah kelemahan utama dari Water Strider. Sedikit mirip, mungkin mereka akan menemukan kelemahan dari Generation 0.5 jika mereka menemukan suku cadangnya atau rencananya.
“(Hei, apa yang dilakukan Object itu? Itu tidak bergerak untuk mencari kita ataupun pergi ke desa terdekat.)”
“(Tentu tidak. Aku rasa dia sedang membersihkan lumpur di kameranya. Dia sepertinya membiarkannya mengerti dan membersihkannya dengan energi listrik negatif. Aku pikir itu mirip dengan teknik yang digunakan pada masker gas yang tidak membiarkan debu untuk lewat.)”
Heivia melirik lewat palka raksasa di mana Object itu baru saja keluar. Sebuah Object dengan teknologi mutakhir dapat dengan mudah menemukan manusia di dalam gedung dengan sensornya, tapi generasi 0.5 tidak memiliki fungsi itu.
Sepertinya, Oseania sangat ingin memiliki sebuah Object agar bisa dipamerkan di masyarakat internasional sesegera mungkin, dan mungkin berfungsi secara baik dalam perang adalah tujuan kedua mereka.
“(Hei, apa kau pikir ini akan meledakkannya?)” tanya Quenser.
Heivia kembali melirik keluar dan menemukan Quenser menunjuk sebuah kontainer yang dempet dengan bangunan ini. Kontainer itu saling terhubung dengan sebuah kabel yang tebal.
“(Apa itu? Baterei?)”
“(Aku rasa itu adalah kapasitor raksasa. Mungkin itu adalah tenaga luar yang digunakan untuk menginterfensi reaktor di dalam Generasi 0.5. Itu menggunakan generator diesel untuk mengumpulkan tenaga, memperkuatnya, dan mengirimkannya kembali ke dalam Object.)”
Salah satu kontainer itu meledak dari dalam. Ledakan itu menutup setiap jalan keluar dan masuk di dalam fasilitas ini. Orang-orang yang ada di dalam tidak akan memiliki jalan untuk keluar.
Namun....
“(Hei, apa itu berarti yang tadi meledak adalah penguatnya dan bukan Object? Kalau begitu, Object itu sama sekali tidak rusak!!)”
“(Coba pikir, jika ledakan itu berasal dari pusat sebuah Object, zirah tebalnya pasti sudah melengkung. Yah, kita tahu kalau itu terjadi akan sangat mudah untuk mengalahkannya, jadi coba kita lihat komputer di sini.)”
“(Sial, aku harap komputernya tidak ikut meledak.)”
Mereka melihat area itu, tapi mereka tidak menemukan komputer di manapun.
Namun, mereka menyadari bahwa ada komputer di lantai dua. Untuk ke sana, mereka harus naik ke tangga yang hampir rusak karena ledakan. Untungnya, komputernya berada di tempat yang tidak bisa dilihat oleh Generasi 0.5.
“(Layar LCD-nya sudah meleleh. Tidak berguna.)”
“(Ini, gunakan monitornya. Tarik kabelnya.)”
Komputernya sendiri sepertinya masih berfungsi dan informasi mengenai Generasi 0.5 masih ada di dalam komputer itu saat mereka menyalakannya.
Quenser tercengan.
“(Huh? Tampilannya sangat aneh. Ini tidak bergeser?)”
“(Cih. Mereka menggunakan OS yang berbeda dari milik kita. Aku rasa mereka menggunakan versi lama OS Aliansi Informasi.)”
Quenser memiliki beberapa kesulitan untuk menggunakannya, tapi dia cukup bisa mengaturnya ketika dia menyadari perbedaannya. Keyboardnya berganti warna akibat panas, tapi masih bisa digunakan.
“(Hei, Quenser. Kita menyerang kaki ketika kita melawan Water Strider di Alaska dan Tri-Core di Gibraltar, benar? Apa kita bisa mencobanya lagi kali ini?)”
“(Dari yang bisa aku lihat, Generasi 0.5 menggunakan roda logam seperti kereta. Strukturnya cukup sederhana dan tidak terlihat ada kelemahan yang bisa kita serang.)”
“(Roda? Jadi itu tidak menggunakan pendorong udara sama sekali? Apa bisa roda itu menopang Object? Bahkan dengan roda logam, bukankah as rodanya akan rusak jika digunakan untuk bergerak?)”
“(Untuk membagi berat dari Generasi 0.5, itu memiliki 500 roda. Konsepnya mirip seperti kursi penyiksaan yang memiliki banyak jarum di atasnya. Jika kau duduk dengan tenang di situ, beratmu akan terbagi ke seluruh jarum dan kau tidak akan terluka sama sekali.)”
“(Yah, tapi tidak ada yang mau mencobanya, kan? Aku pikir itu cuman mitos.)”
“(Itu hanya contoh. Aku tidak menyuruhmu untuk mencobanya. Aku tidak bisa membayangkan kalau kau benar-benar mencobanya.)”
Pada teorinya, kalau mereka bisa menghancurkan dua pertiga dari roda logam itu, Object itu akan kehilangan keseimbangannya. Namun, seorang manusia seperti mereka tidak akan bisa melakukan itu.
“(Kita bisa melelehkan zirahnya dengan serangan nuklir, tapi sayangnya kita tidak punya itu.)”
“(Bahkan dengan Generasi 0.5, menyerangnya secara langsung sama saja dengan bunuh diri. Kita harus mencari celah kelemahannya. Oh...?)”
Jari Quenser tiba-tiba saja berhenti pada sesuatu di keyboardnya.
Layarnya menampilkan para pekerja yang memasang sebuah perangkat yang langsung menyalakan reaktor Object dengan suplai tenaga dari luar. Ini adalah teknik baru yang bahkan militer Kerajaan Legitimasi tidak akan tahu, tapi Object mereka bisa bergerak setiap saat, jadi ini tidak berguna bagi mereka.
“(Ini dia. Dengan cara inilah pemimpin Oseania yang bodoh itu mampu membunuh para pekerjanya.)”
“(Hei, kalau tenaga utamanya adalah untuk menyalakan rektor dengan baterei luar, sepertinya reaktornya juga menghasilkan tenaga yang berlebih. Sebuah perangkat untuk menangkap energi it sebagai tenaga listrik juga sudah dipasang.)”
“(Mungkin itu juga akan gagal. Meningkatkan energi putarannya memang bisa, tapi jika terlalu kuat akan sulit untuk dikontrol.)”
“(Artinya?)”
“(Artinya, kalau ada tenaga dalam jumlah besar dikirimkan ke dalam reaktornya lewat stopkontaknya, maka reaktornya kan berhenti bekerja.)”
Saat dia berbicara, Quenser beralih dari komputer itu. Dia melihat ke bawah dari lantai dua dan ia melihat kontainer yang ternyata adalah sebuah kapasitor raksasa.
Tiba-tiba, dinding yang ada di sebelahnya meledak oleh sebuah garis api.
Sepertinya itu berasal dari coilgun milik Generasi 0.5.
Lubang yang dibuat itu bergerak dari kanan ke kiri... menuju Quenser dan Heivia. Sudut penembakannya cukup unik. Object itu pasti telah memutari gedung ini sebagai bagian dari latihannya.
“Merunduk Quenser!!”
“Kau bodoh, kita akan terkena reruntuhannya! Lompat!!”
Mereka berdua lompat dari terali besi itu dan turun ke lantai pertama. Di saat yang begitu cepat, dinding di lantai dua mereka hancur dalam garis horizontal. Bunga api dari komputer besar itu muncul dan meledakkannya.
“Sial! Aku rasa kita tidak bisa mencari apa-apa lagi!”
“Kita hanya bisa mencoba untuk mencari tahu. Ayo kita pergi ke kapasitor itu dan lari!!”
Namun, mereka tidak memiliki waktu untuk melakukannya.
Dengan semua dinding yang hancur di lantai dua, fasilitas perawatan ini mulai miring. Namun, Generasi 0.5 masih sangat haus akan darah sehingga dia mulai menembaki gedung ini lagi.
Railgun, meriam laser, coilgun, dan meriam cahaya beruntun.
Semua tipe senjata itu mengubah fasilitas raksasa ini menjadi seperti keju swiss dalam waktu singkat. Quenser dan Heivia tidak lagi bisa bergerak.
Jika mereka mengangkat kepala mereka, mungkin mereka bisa terbunuh terkena selongsong raksasa itu.
Beruntungnya, mereka tidak terkena ledakan.
Nmaun, mereka mendengar suara retakan.
Dindingnya telah hancur dan atapnya tak lagi bisa menahan beratnya. Atap-atapnya runtuh, dan menghancurkan apa yang masih tersisa di dinding. Itu jatuh lurus ke bawah untuk menghantam Quenser dan Heivia yang ada di dalam.
“Kau pasti bercanda!!”
Mereka tidak memiliki waktu untuk menghindar.
Dengan suara erangan, Quenser kehilangan kesadarannya dan terbang beberapa meter dari situ.

Bagian 14
Quenser pikir jantungnya sudah berhenti, tapi sepertinya tidak.
“(Brengsek. Hei, Quenser! Bangun!!)”
“(Apa? Kita tidak remuk?)
“(Atapnya ditopang oleh pilar-pilar seperti yang ada di dalam gym dan kita berhasil sampai di salah satu celahnya.)”
Atapnya yang telah hancur itu membuat sebuah celah yang membuat mereka bisa merangkak keluar.
Namun, mereka tidak cukup bodoh untuk keluar tanpa berpikir.
Sampai pada akhirnya, sang Elit Generasi 0.5 berpikir bahwa Quenser dan Heivia sudah mati. Saat dia berpikir seperti itu, mereka masih memiliki kesempatan untuk membalas. Sekarang adalah kesempatan mereka untuk serangan balik.
“(Tapi apa yang akan kita lakukan? Kalau dia pikir kita sudah mati, itu bagus. Tapi dia akan menyerang desa-desa itu sebentar lagi!!)”
“(Kau lihat sendiri kan kekuatannya. Kita tidak bisa melawannya secara langsung. Satu-satunya cara untuk menang adalah dengan menghancurkan reaktornya lewat stopkontak itu.)”
“(Apa kau tidak menyadari kekuatannya!? Kita tidak akan memiliki cukup waktu untuk meraih stopkontaknya dan jangan pikir kita bekerja seperti seorang teknisi mobil listri!! Bagaimana cara kita mendekat!?)”
“(Yang kita harus lakukan hanyalah mendapatkan suplai listriknya tanpa mendekatinya. Ke sini.)”
Quenser menempelkan kepalanya atap yang telah hancur itu.
Dia bisa melihat Object raksasa itu di malam hari. Ke-70 senjatanya membuat beberapa pergerakan tapi sepertinya tidak berniat untuk mencari mereka.
“(Apa dia masih ingin latihan sedikit lagi sebelum dia menyerang desa-desa? Sial.)”
“(Masih mungkin reaktornya bermasalah sedikit karena baru pertama kali dinyalakan selama dua tahun. Ke sini.)”
“(Hei, kau tidak memberitahuku rencananya bagaimana!)”
Quenser memanjat atap yang telah runtuh itu dan merangkak. Dia ingin bergerak lebih cepat, tapi dia tidak boleh mengeluarkan banyak suara. Jika Object itu menyadari keberadaan mereka, semuanya akan tamat.
Untungnya, kamera adalah satu-satunya sensor yang dimiliki oleh Object. Kualitas pendengarannya sangat buruk. Walau jumlah kamera yang dimiliki oleh Object itu sedikit menjadi masalah, paling tidak mereka bisa bersembunyi dibalik gelapnya malam.
Quenser sampai pada bagian yang ingin dia incar.
Di situ, ada sebuah kontainer besar yang adalah sebuah kapasitor yang berjejer. Sebagian besar dari mereka hancur karena runtuhan atap, tapi masih ada yang bisa berfungsi.
Heivia merangkak segera setelah itu dan berbisik pada Quenser.
“(Apa kau serius untuk menarik kabel Generasi 0.5? Kau akanmati!!)”
“(Bukan itu rencanaku. Hei, apa di sana masih ada air? Mungkin tangki penyimpanan air atau hidran bisa berfungsi. Aku hanya butuh membuat kolam di tanah!!)
“(Apa yang kau pikir—... Tunggu, maksudmu...!?)”
“(Benar sekali. Ujung dari kabel yang terhubung itu masih terseret di tanah. Jika kita bisa membuat sebuah kolam berisi air dan mengalirinya dengan listrik, itu akan mengalir ke dalam kabel dan masuk ke dalam reaktor Generasi 0.5!!)”
Tiba-tiba saja, mereka mendengar suara yang berasal dari meriam utama Generasi 0.5.
“Dia menyadari kita!!”
“Quenser, sebelah sini!! Di sana ada tangki penyimpanan air!!”
Mungkin dia sangat ingin menghabisi mereka berdua karena Generasi 0.5 sedang ingin berputar sebentar.
Sementara itu, Quenser menancapkan pemicu elektriknya ke dalam Hand Axe dan melemparnya sekeras mungkin ke arah yang ditunjuk oleh Heivia.
Sebuah tangki air berada di arah itu. Tidak diarahkan ke arah atapnya tapi dilempar ke ujung paling tinggi menara itu.
Saat bom itu baru akan menyentuh tangkinya, Quenser mengirimkan sinyal peledakan.
Dengan suara yang besar, tangki itu hancur dan menara logam itu runtuh.
Namun...
“Itu kosong!! Apa ini juga bagian dari markas umpan!?”
“!!”
Sementara itu, Generasi 0.5 sudah selesai berbalik arah.
Dengan suara retakan logam, coilgunnya sudah selesai membidik.
Mereka tamat.
Di saat yang sama, menara logam itu menghantam tanah. Menara itu hanyalah dibuat untuk menipu satelit, tapi hantamannya ke tanah menusuk bumi cukup dalam. Debu beterbangan di udara dan di atas kepala Quenser dan Heivia.
Namun, itu belum semua.
Itu telah menghancurkan pipa air bawah tanah. Sebuah tiang air yang erupsi keluar dari tanah. Itu bukan pipa air biasa. Air yang muncrat itu membuat sebuah pilar setinggi beberapa meter di atas lagi dan menghujani seluruh area.
(Apa itu aliran air pipa industri? Apa mereka menggunakan air untuk bagian dari Object juga?)
Tentu saja, Quenser tidak peduli apa yang mereka gunakan saat ini.
Air yang sangat banyak menghujani tanah, menghubungkan kabel yang menggantung dari tubuh Generasi 0.5 dengan kapasitor raksasa yang berada di dalam gedung yang runtuh itu.
“Laaaarrrriiiii!!” teriak Quenser saat dia berbalik dari Object dan lari.
Heivia mengikutinya dari belakang.
Mereka tidak lari dari coilgun milik Generasi 0.5.
Itu bukanlah sesuatu yang bisa mereka hindari dengan langkah kaki.
Mereka lari dari air yang membuat sebuah kolam di situ.
Dan sebuah jalur tercipta di antara bangunan yang runtuh itu dengan Generasi 0.5.
Segera setelah itu, mereka mendengar sebuah suara ledakan.
Pertama, Quenser pikir tanah telah meledak dengan cahaya yang sangat luar basa.
Namun, bukan itu yang terjadi. Energi listrik dalam jumlah besar yang ditampung di dalam kapasitor menyebar di kolam air itu. Dengan cepat, aliran listrik bergerak sejauh 200 meter di tanah dan menuju Generasi 0.5.
Targetnya adalah sebuah kabel yang menggantung di atas tanah. Dua puluh atau tiga puluh persen dari voltasenya masuk ke dalam Object dan memaksa pemancar laser untuk memanaskan reaktornya.
Tubuh utama dan reaktornya sepertinya menyatu di dalam.
Namun, Quenser tidak memiliki waktu untuk melihat.
Heivia menyandungnya di bawah dan menutup matanya dengan tangannya.
“Kau bodoh!! Kau akan buta!!”
Sebelum Quenser mengerti apa yang dimaksudkan oleh Heivia, dia mendengar suar ledakan yang luar biasa.
Di saat yang sama, sebuah cahaya yang sangat terang menghantam retinanya walau Heivia sudah menutup matanya. Pandangannya menjadi sangat putih dan kesadarannya perlahan memudar. Rasa sakit yang luar biasa menusuk tubuhnya. Dia kemudian merasa akan muntah. Dia tidak tahu dimana lukanya itu, tapi yang jelas dia berdarah.
Dia tidak tahu kapan penglihatannya akan pulih.
Mungkin dia kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat.
Dia sendiri juga tidak yakin.
“Quenser! Buka matamu, Quenser!”
Saat Heivia menggoyangkan tubuhnya, Quenser membuka matanya.
Dia melihat dengan kabur wajah Heivia.
“Generasi 0.5? Apa yang terjadi padanya....?”
“Lihat sendiri, kata Heivia saat dia menunjukkannya dengan pipinya.
Quenser melihat bahwa Object milik militer Oseania itu hancur dari dalam. Tubuh bolanya terlipat seperti bunga yang mekar, dan ke-70 senjatanya tersebar di tanah. Karena ledakan dari dalam reaktornya, kolam air tadi kemudian menghilang. Semua airnya menguap. Erupsi air itu juga sudah berhenti. Mungkin karena pipa industri itu meleleh dan menutupnya kembali.
Tidak ada pertanyaan bodoh tentang bagaimana kabar dari pilot Object itu.
Bahkan kalau dia menggunakan peralatan untuk melarikan diri, dia mungkin sudah terpanggang di udara saat dia jatuh dengan parasut.
“Selesai.”
“Yah. Ini sudah bukan lagi masalah satu atau dua Object. Perang di Oseania sekarang sudah selesai.”
Dua orang itu duduk dengan pandangan kosong tapi mereka bisa berdiri lagi.
Lalu, bukan satu orang saja, dua orang itu berkata, “Sekarang, apa yang akan kita lakukan dengan Konselor brengsek itu?”

Heavy Object Jilid 1 Bab 3 Bagian 8 - 14 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: [ Yuu ]

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.