12 Oktober 2015

Date A Live Jilid 9 Bab 6 Bahasa Indonesia


BAB 6
MONSTER KECIL ANAK-ANAK


BAGIAN PERTAMA

Minggu 19 Oktober.

Saat ini terjadi keributan di kediaman Itsuka.

"Shido! aku lapar Shido!"

"Shidou aku ingin buang air. aku tidak bisa pergi sendirian. temani aku Shidou"

"Darling! darling!"

"E-eerr…….Shidou-san……….."

"Semuanya tenanglah! Tunggu, ah! Kaguya bukankah itu chupa chupku!"

"Shidou! aku ingin makan Shidou!"

"Kuku, kau bayi, Jangan terikat pada hal-hal yang sepele, kau akan dianggap sebagai orang kerdil kau tau?"

"Persetujuan. Satu saja tidak apa-apa"

"Tunggu kalian berdua! Kembalikan itu!"

"Uu………..ueeeeeee……………"

"Aaaaah, ini, tidak apa, tidak apa"

"Shidou, aku sudah tidak tahan"

"Ku-kukuku! aku tidak akan mengembalikkannya sesudah ini jatuh ke tanganku!"

"Lari. Tangkap aku bila kamu menginginkannya kembali."

"Darling! Darling!"

"………………."

Tentunya, Itsuka Shidou membawa kepalanya sambil membiarkan keringat jatuh ke pipinya.

Meskipun dia memiliki sakit kepala akibat dari kurang tidur, suara bernada tinggi yang terus menerus dan *bata**bata* langkah kaki yang tiada hentinya. Kebetulan, 4 sisi kemeja bawahnya nya ditarik dan tampaknya sudah meregang.

Di dalam ruang tamu rumah Itsuka saat ini, ada 7 yang terlihat seperti iblis………… dibandingkan, terlihat seperti anak perempuan.

Usia semuanya saat ini mungkin sekitar 10 tahun. Itu adalah usia yang menyebabkan banyak sekali masalah bahkan dibawah situasi normal. Selain itu, salah satu dari mereka akan menangis, berteriak, menarik Shidou, dan mengejar satu sama lain sesuka mereka.

Diminta menjaga anak-anak ini dari beberapa hari yang lalu, stamina Shidou dengan mudah di tebak.

Tapi itu normal. Ini tidak seperti anak-anak ini ingin seperti ini. Shidou menghela napas kecil sebelum mengangkat wajahnya, melihat monster kecil mengamuk di ruang tamu.



Salah satu yang terus memanggilnya karena di lapar, dan dia seorang gadis cantik dengan rambut hitam dan mata kristal.

Satu adalah gadis yang terus mencoba mengajak Shidou ke toilet, dan dia gadis tanpa ekspresi yang terlihat seperti boneka.

Satu adalah seorang gadis yang menggunakan sebuah boneka di tangan kirinya dan dia terlihat akan menangis kapan saja.

Salah satu gadis ini terlihat angkuh dan dengan rambutnya yang diikat ke kedua arah sambil memakan chupa chups.

Satu adalah gadis yang suka jahil yang saat ini sedang di kejar oleh gadis sebelumnya karena dia mencuri permennya.

Satu adalah gadis dengan ekspresi kosong dan memiliki wajah yang mirip dengan gadis yang senang jahil sebelumnya.

Satu adalah gadis dengan suara yang sangat cantik dan sedikit lebih tinggi dari semuanya.

Semuanya akan menjadi gadis yang cantik bila mereka tetap diam. Tapi-------yang lebih penting bukanlah itu. Shidou melihat kearah gadis-gadis itu sesuai urutan dan menelan ludah.



Shidou kenal dengan semua gadis ini.
Tohka, Origami, Yoshino, Kotori, Kaguya, Yuzuru, dan juga, Miku.

Ya. Gadis-gadis ini adalah teman-teman Shidou dan adiknya, dan sepenuhnya mempunyai karakteristik tubuh yang sama.
Bila orang lain yang tidak mengetahui situasinya melihat ini, mereka mungkin akan berpikir mereka adalah seseorang yang sangat ajaib terlihat seperti mereka.

Tapi, Shidou tahu. Gadis-gadis ini tidak salah lagi adalah orang itu sendiri.

Bila berpikir secara normal, ini adalah fenomena yang tidak bisa dipikirkan dengan logis. Biasanya tubuh makhluk hidup akan membesar atau bertambah tua seiring berjalannya waktu. Tapi Tohka dan yang lainnya berubah menjadi anak-anak seolah waktu mereka berputar balik kembali ke beberapa tahun yang lalu.

Tidak.......yang lebih spesifik, itu gambaran yang agak meragukan.

Shidou tidak tau apakah Tohka, Yoshino dan tubuh Roh lainnya tumbuh seperti manusia seiring berjalannya waktu. Dia tidak tau apakah tohka dan yang lainnya tampak seperti ini beberapa tahun yang lalu.

Lebih jelasnya, daripada berpikir waktu mereka berputar balik kembali, lebih baik berpikir tubuh mereka telah [Transformasi] menjadi tubuh anak-anak.

"Kenapa Natsumi.......... melakukan ini................"

Pikirankanku langsung mengingat sosok gadis yang terlihat seperti penyhir dan aku bergumam pada diriku sendiri.

Beberapa hari yang lalu dari sekarang. Shidou bertanding dengan Roh yang dipanggil Natsumi-------dan meraih kemenangan.
Namun setelah itu, Natsumi mengubah tubuh semua orang di tempat itu pada saat kejadian berlangsung sebelum menghilang entah kemana.

Sebagai hasilnya dari hari itu, situasi di rumah Itsuka telah berbuah menjadi penitipan anak.

"Shidou! Shidou!"

"Shidou, aku sudah tidak tahan lagi"

"U-uuu…………"

"Kenapa kau, berhentilah disana!"

"Fuhahaha! Datanglah kemari!"

“Cibiran. Apakah itu saja?"

"Darling! Darling!"

"aku mengerti! aku mengerti karena itulah semuanya mohonlah tenang untuk sementara waktu………….!"

Ditarik dari keempat sisi, meskipun tubuhnya tergoyang, dia berteriak. Namun semuanya tetap tidak diam.



Dan.

"……………maaf mengganggumu"

Ketika Shidou sedang kebingungan seperti wali kelas yang mengajar di kelas yang kacau, pintu ruang tamu tiba-tiba terbuka dan seorang wanita masuk.

Mempunyai rambut yang dirapihkan tidak teratur dan mata mengantuk yang dihiasi dengan bayangan mata yang indah. Di saku dadanya, disana ada boneka beruang dengan banyak sekali bekas luka disana. Dia adalah guru wakil wali kelas Shidou dan juga petugas analisis dari organisasi rahasia <Ratatoskr>, Murasame Reine.

"Reine-san!"

"…………kau terihat mempunyai masalah, Shin"

Setelah Reine mengatakan itu, dia melihat ke sekeliling ruang tamu dan mengerti situasinya, secara perlahan dia membentangankan tangannya kedepan secara perlahan. Dia kemudian menangkap tengkuk leher Yamai bersaudara yang berlarian di sekitar ruang tamu dan menghentikan gerakan mereka.

"Nowaah!?"

"Benturan. Kuhah"

Tiba-tiba karena gerakan mereka terhenti, Kaguya dan Yuzuru membuka mata mereka dengan kebingungan, setelah Reine duduk dengan cara yang dingin, dia dengan lembut membujuk mereka dengan melihat mata mereka.

"……………….Kaguya, Yuzuru. itu tidak baik mengambil sesuatu milik orang lain. Kalian juga tidak akan suka bila seseorang memakan permen kalian juga kan?"

Setelah Reine mengatakan itu, mereka berdua ragu-ragu.

"Gumu…………"

"Renungan. Maaf"

"…………….baiklah, kalian berdua minta maaflah kepada Kotori"

Reine *Pon* menepuk bahu Kaguya dan Yuzuru. Ketika dia melakukan itu, mereka menatap kembali ke arah Kotori dan menurunkan kepala mereka.

"Fuun………….Maafkan aku"

"Permintaan maaf. aku tidak akan melakukannya lagi."

".........Bagaimana kotori. aku akan menganti permen yang di ambil mereka nanti. Maukah kamu memaafkan mereka?"

Setelah mengatakan itu, Reine melihat ke arah Kotori, kemudian Kotori mendengus sambil melipat tangannya.

"A-aku tidak peduli lagi, sungguh..........aku juga minta maaf karena tidak berbagi"

"………….hnn, kalian bertiga adalah anak yang baik"

Reine mengelus kepala Kotori, Kaguya dan Yuzuru sesuai urutan. Mereka bertiga menghindari pandangannya ketika dia melakukan itu.

"……..Baiklah kalau begitu, aku penasaran juga apa yang terjadi disisi sana"

Selanjutnya, Reine berjalan ke arah Shidou dan melihat Tohka, Origami, Yoshino dan Miku, mereka berempat yang menempel ke Shidou. Dia kemudian mendengarkan apa yang mereka berempat katakan sebelum melanjutkan kata-katanya dengan perlahan.

"……..Tohka, Shin saat ini sedang sedikit sibuk. Bisakah kamu menunggu makananmu sebentar lagi? Sebagai gantinya, aku akan memberikanmu kue ini secara spesial.........Origami, Shin mengatakan dia lebih suka gadis yang bisa pergi ke toilet sendirian.......Yoshino, yakinlah, Shin tidak keberatan kamu tidak sengaja memecahkan peralatan makan di pagi hari........Miku, Shin bisa mendegar suaramu dengan jelas. Ini tidak seperti dia mengabaikanmu"

Dan seterusnya, dia berbicara kepada mereka satu per satu dan dengan mudah menenangkan semuanya yang membuat keributan. Itu adalah keterampilan menipu yang luar biasa

"Maafkan aku…………….kamu menyelamatkanku. aku tidak bisa melakukannya sendirian…………."

"…………tidak, aku merasa bersalah karena meninggalkan semuanya di bawah perawatanmu."

“Tidak, aku mengerti kamu menemukan sinyal Natsumi. Tapi meskipun begitu------"
Shidou menatap semuanya yang telah sangat tenang sambil membuat senyum kecut.

"Itu menakjubkan Reine-san. Ini seperti terlihat kau adalah seorang seorang ibu"

"……………."

Bahu Reine sedikit tersentak, ketika Shidou mengatakan itu dengan santai.

Pada saat itu, dia segera sadar. Ini tidak seperti dia punya niat lain tapi..........lebih tedengar kalau kata-kata itu murni dipenuhi dengan rasa hormat, berpikir kembali, itu mungkin sesuatu yang tidak cocok untuk di katakan kepada wanita yang masih belum menikah. Shidou mengayunkan tangannya dengan panik.

"M-maafkan aku. Itu salah. aku tidak bermaksud seperti itu…………."

"............Tidak, aku tidak terlalu memikirkannya......"

Namun, Reine mengatakan bahwa dia tidak peduli tentang hal itu............karena dia wanita yang ekspresinya tidak bisa di baca seperti biasanya, itu sulit bagi dia untuk mengetahui apakah dia benar-benar tidak peduli tentang hal itu.

"S-sekarang aku memikirkan hal itu, Reine-san. Apakah kamu berhasil menemukan Natsumi?"

Untuk mengalihkan permbicaraannya, Shidou mengeluarkan suaranya dan Reine langsung menurunkan matanya sebelum mengayunkan kepalanya.

"Dari yang dapat dilihat. Sepertinya Natsumi bisa Menyembunyikan Reiha-nya. Kami telah mengirimkan Robot observasi untuk pergi ke area yang lebih luas tapi, kami masih belum menemukan sinyalnya........ biasanya, ada kemungkinan dia sudah Menghilang ke dunia yang lain."

"Begitu……….ya"

Selama mereka tidak bisa menemukan alasan yang pasti dari Natsumi, tentu saja situasi ini tidak akan mungkin membaik. Shido sekali lagi , melihat kearah gadis-gadis yang telah berubah sebelum melihat kembali ke Reine.

"Tapi.......... aku penasaran kenapa Natsumi melakukan hal seperti ini."

"…………….Mari kita lihat, itu ada kemungkinan sebuah pilihan darurat untuk melarikan diri dari tempat itu, atau mungkin dia ingin menghindari kemungkinan terjadinya pertempuran dengan Roh lain dengan memotong aset pertempuran Roh. Dan---------"

"Dan?"

Shidou memiringkan kepalanya sebelum Reine mengacungkan satu jarinya.

"……………Hanya pelecehan yang sederhana kurasa."

"…………………"

Mendengar kata-kata Reine, Shidou mengejangkan pipinya. Meskipun itu terdengar seperti lelucon tapi, Shidou tidak punya pilihan lain selain percaya bahwa itu benar..



***




BAGIAN KEDUA

Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari bandara Heathrow Inggris untuk mencapai bandara Narita Jepang

Telah menyelesaikan bisnis singkat yang tersisa dalam jet pribadi, Isaac Westcott keluar dari pintu masuk VIP bandara dan menaiki mobil yang telah menunggunya sebelum menuju ke area penginapan di Jepang Tokyo metropolitan hotel kota Tenguu.

Dia adalah seorang yang memilik karakteristik tinggi dengan rambut abu gelap pirang, dan mata yang sangat tajam seperti pisau. Usianya sekitar pertengahan 30 tapi, atmosfir bahaya yang menutupi tubuhnya menggangu kesesuaian usianya. Setidaknya, dia terlihat sangat muda untuk menanggung beban dengan perusahaan kelas dunia yang dikenal sebagai industri DEM---------kesan seperti itu mungkin mustahil untuk seseorang kecuali mereka telah bertemu dengannya secara langsung.

"Namun, bila kita tetap melakukan kunjungan seperti ini dalam jangka pendek terus menerus, seperti yang di harapkan itu akan melelahkan. Bagaimana, Ellen. Kenapa tidak bangun saja kediaman di Jepang?"

Westcott memalingkan pundaknya sambil mengatakan itu sebelum menajamkan matanya kearah wanita pirang Nordic yang duduk di debelah dia.

"Sebetulnya, kunjungan ke Jepang kali ini seharusnya di tunda untuk nanti. Meskipun sesuatu seperti itu baru saja terjadi, aku merasa kagum anda bisa meninggalkan istanamu."

Wanita itu mengatakan dengan nada yang kuat. Ellen M Mather. Bawahan langung Westcott dan kapten divisi eksekutif nomor 2 dari tim eksekusi bayang di industri DEM.

"Jangan memuji ku seperti itu. aku merasa malu"

"aku tidak memuji"

Ellen mengatakan itu dengan datar. Westcott sedikit mengakat bahunya.

Meskipun demikian, ini tidak seperti dia tidak mengerti apa yang ia katakan. Sebetulnya beberapa hari yang lalu, ada sebuah permintaan untuk pemecatan Westcott di rapat dewan direksi yang diadakan di perusahaan utama industri DEM di Inggris.

Pada saat itu, masalah telah selesai tanpa menyebabkan masalah karena persuasif fisik Ellen tapi, bila kita meninggalkan markas utama sering sekali maka, kebencian direktur yang tidak merasa nyaman dengan Westcott akan di berikan sedikit waktu persiapan. Kemungkinan orang-orang itu membuat semacam bendera revolusi .

Itu wajar untuk Ellen menjadi gugup.

Namun, Westcott sedikit menyimpangkan sisi bibirnya.

"Tidak juga, bila itu perkaranya maka aku tidak peduli. aku lebih memilih manusia yang penuh dengan ambisi yang cukup untuk menggigit leherku ketika mereka mendapat kesempatan"

"Itu mungkin tidak apa-apa bagimu tapi, cobalah tempatkan dirimu sebagai seseorang yang harus membersihkannya setelah itu"

Ketika Westcott mengatakan itu, Ellen sedikit cemberut dengan tidak puas.

"Yang lebih penting, apakah kamu menginvestigasi persoalan itu"

"…………..ya, disini"

Ellen menghela nafas kecil dan mengambil tumpukan dokumen yang tertahan oleh jepitan. Westcott menerima itu sebelum menurunkan pandangannya ke foto yang dicetak dan baris literatur. Itu adalah sebuah dokumen investigasi tentang Itsuka Shidou dan semua yang di sekitarnya.

"……………..Begitu ya. Dia menjadi anak adopsi di rumah ini dari 10 tahun yang lalu, huh. Dan adik perempuannya dicurigai sebagai Roh <Efreet>…………. ini cukup menakjubkan kamu bisa mengumpulkan data sebanyak ini. Tidak...........aku seharusnya memlikinya lebih lengkap dari ini hah."

Westcott terkikik dan melipat dokumennya. Di kertas selanjutnya, ada beberapa foto perempuan yang dicetak diatasnya.

"<Princess>, <Hermit>, <Berserk>, <Diva>------dan <Efreet> baru saja dari sekarang. Dari yang sudah kau konfirmasi, disana tidak diragukan lagi ada 6 Roh yang berkumpul di sekitar dirinya. Ellen, Apa yang kau pikirkan tentang hal ini?"

"…………….Tidak salah lagi <Ratatoskr> dibalik semua ini"

Menjawab pertanyaan Westcott, Ellen sedikit tidak puas sambil membuka mulutnya.

"Sama sekali tidak diragukan lagi dari hal itu. Bocah yang bisa menyegel kekuatan Roh-------tidak salah lagi <Ratatoskr> menggunakannya. Tidak peduli sekalipun dia memiliki kekuatan itu, kecuali ada sebuah bantuan dari organisasi besar maka, menyegel Roh sebanyak ini..........tidak, sebelum itu, bahkan sangat tidak mungkin untuk dia melakukan komunikasi dengan Roh. Tapi---------"

Setelah Westcot memotong kata-katanya, *pin* ia menjentikan document dengan jarinya.

"Tapi, apakah benar-benar seperti itu?"

"Dan, dari hal itu apa maksudmu?"

Ellen bertanyan dengan ragu. Westcott mengangkat bahunya.

"Seperti yang aku maksud. Apakah musuh bebuyutan kita <Ratatoskr> , yang benar-benar menghasilkan situasi indah yang menyimpang seperti ini"

"..........apa yang kau maksud ada seseorang di balik semua ini mengendalikan benangnya?"

"aku juga penasaran. Tapi, meskipun itu benar, tidak ada perubahan di rencana yang harus kita lakukan.------------apakah aku benar? Ellen. Ellen M Mathers. Wizard terkuat umat manusia."

Ketika dia mengatakan itu, Ellen mengambil beberapa detik menatap wajah Westcott untuk menemukan motifnya , menurunkan kepalanya ke depan.

"Tentu saja"

Diwajahnya, keraguan dan bingung tidak dapat dilihat. Westcott mengangguk dengan puas.

"Itulah caranya.----- aku akan memindahkanmu dengan segera sesudah kamu selesai melakukan persiapan."

"--------roger. Jadi dengan siapa aku harus mulai.  Apa seperti biasanya, <Princess>?"

Ellen mengatakan itu sambil menurun pandangannya ke dokument di tangan Westcott. Tapi, Westcott menjawab [Tidak] dan mengayunkan kepalanya.

"aku berpikir untuk membiarkan Roh yang ada di dokumen ini bebas untuk sementara.------- tentu saja, bila ada kesempatan bagus maka tidak apa-apa untukmu menangkap mereka"

"Apa yang kamu maksud?"

Westcott menunjukkan foto <Princess> Yatogami Tohka ke Ellen yang bertanya-tanya.

"Membalikan <Princes> adalah hal yang baru bagi memorimu kan? Fakta bahwa [Raja Iblis] tercinta kita menunjukan dirinya di depan kita."

"Ya"

"Alasan untuk itu------tidak lain lagi karena bocah itu, Itsuka Shidou. Pada saat kau mencoba membunuh dia, <Princess> dikonsumsi oleh kolam keputusasaan dan kekuatan yang sangat dinginkannya melebihi kekuatan aslinya------sebagai hasilnya, dia mampu memegang Raja iblis <Nahema>"

Westcott meletakan dokumennya di pahanya dan melebarkan kedua tangannya.

"Sang [Raja Iblis] yang tidak bisa kita berhenti dambakan muncul dengan mudah, aku penasaran siapa yang telah membayangkan itu. Roh--------setidaknya <Princess>, nilai-nilai, kepercayaan dan mencintainya dari dalam lubuk hatinya. Bukankah itu luar biasa? Mereka mungkin akan lebih memperdalam rasa kepercayaan mereka lebih jauh lagi. Pada saat waktu itu datang………….neh"

Pada saat itu, sepertinya Ellen menebak intensi Westcott . Ekspresinya tidak berubah dan  aku mengerti, dia menurunkan wajahnya.

Semakin dalam hubungan Itsuka dengan Roh, semakin mereka bergantung pada Itsuka Shidou, rasa putus asa akan semakin dalam dan kemungkinan besar setelah mereka kehilangan dia.

Pada saat itu------mereka mungkin akan membentangankan tangan mereka ke arah tempat kekuatan yang tidak berasal dari kekuatan asli mereka.

"aku berencana menggunakan Itsuka Shidou sebagai [Kunci]"

"Sebuah [Kunci] huh. aku mengerti, itu cara yang bagus untuk mengatakannya"

Westcott membuat senyum kecil pada kata-kata Ellen.

"Ini ironis. Berpikir senjata rahasia anti-spirit <Ratatoskr>, akan menjadi joker kita juga."

"Hal itu tidak terlalu sulit dicari dari obat menjadi racun. Namun ------- "

Dia dapat menebak apa yang akan Ellen katakan sebelum menyelesai kata-katanya. Hal itu adalah, Roh yang mana harus Ellen tangkap.

Westcott membuat anggukan yang berlebihan sebelum melanjutkan.

"Aah tentang itu, aku sudah menetapkan sebuah target prioritas baru. Kemarin, secara sempurna, kita menerima laporan rahasia dari AST. Roh yang memiliki kekuatan mengubah sesuatu------<Witch> telah muncul di sekitar Kota Tenguu, dan masih belum di konfirmasi apakah dia menghilang.......seperti itulah"



***




BAGIAN KETIGA

"…………..Selamat pagi"

Pagi selanjutnya. Sambil menguap besar, Shidou masuk ke ruang tamu rumah Itsuka.

Pada akhirnya, semuan yang menjadi anak-anak tidak kembali ke apatermen di sebelah, dan telah tidur untuk dibuat berkelompok-kelompok teridiri dari kamar Shidou (Shidou, Tohka, Yoshino, Miku) dan yang lainnya di kamar Kotori (Kotori, Kaguya, Yuzuru) tapi......... pada saat malam Yoshino dan Miku menempel ke Shidou dan secara kebetulan, Tohka naik ke dada Shidou , dia tidak benar-benar tidur.

Meskipun begitu, tidak semuanya tidur di rumah Itsuka. Ada satu, yaitu Origami mengatakan [aku punya sesuatu yang harus di lakukan] dan kembali dengan sikap yang meragukan.

Berpikir kembali untuk beberapa alasan, celana dalam Shidou, sikat gigi, dan beberapa barang pribadinya tidak bisa ditemukan..............kapan dia kehilangan barang itu?

"Selamat pagi Shidou"

"Selamat pagi darling"

"Se-selamat…..pagi…….."

"U-n, sungguh pagi yang indah"

Kotori, Miku, Yoshino dan juga [Yoshinon] sudah berada di ruang tamu, menghadap kearah shidou dan menyapanya.

"Ou, semuanya bangun pagi"

Ketika shidou mengatakan itu, tiga di antaranya dan 1 objek membuat ekspresi seolah mereka senang.

"Ini adalah aturan untuk diri sendiri"

"Err, ini adalah jam normal bagiku untuk bangun.........karena itu"

"Tidur lebih cepat dan bangun lebih cepat adalah teman bagi kulit. Itu adalah hal yang normal bagi Idol"

Kotori melipat tangannya sambil membuka setengah matanya, Yoshino menyempitkan bahunya dengan malu, Miku mengatakan itu dengan bangga sambil menepuk pipinya. aku mengerti, sepertinya ritme kehidupan sehari-sehari mereka tidak berubah meskipun mereka menjadi anak-anak.

Shidou mengingat kembali wajah bahagia tidur Tohka ketika dia keluar dari kamarnya dan tanpa sengaja tersenyum. Karena mereka tidak disini, berarti Yamai bersaudara masih tidur di kamar Kotori. Bagaimana dia harus mengatakannya, itu anehnya sedikit menyenangkan.

"----baiklah kalau begitu. Tunggulah sebentar. aku akan membuat sarapan sebentar lagi"

Setelah Shidou mengatakan itu, dia mengikat celemek di sekitar tubuhnya dan mencuci tangannya sebelum memulai untuk memasak sarapan.

Setelah mencampurkan gula ke susu dan telur, dia mencelupkan beberapa potong roti yang mudah di makan dan potongan pada wajan dengan mentega meleleh di dalamnya. Sederhana dan lezat, itu adalah roti panggang Perancis yang sederhana. Biasanya, saat bumbu nya menyerap kedalam roti, dia tidak lupa untuk menyiapkan salad dan sup.



Tidak membutuhkan 20 menit, ruang tamu rumah Itsuka di penuhi dengan bau yang nikmat.

"Baiklah, aku akan selesai sebentar lagi jadi bersihkanlah mejanya"

""""Baiklah""""

Ketiga gadis yang di ruang tamu mulai bergerak ketika Shidou meminta mereka membersihkan meja. Yoshino merapihkan peralatan di meja, Kotori mengelap meja dengan taplak meja dan Miku membawa piring dengan makanan.

Ini bukanlah pemandangan aneh tapi, karena gadis-gadis yang membantu terlihat sangat muda, itu aneh rasanya seperti mereka [Membantu]

"Baiklah kalau begitu, mari makan. Selamat makan"

""""Selamat makan""""

Mereka bertiga mengikuti Shidou dan menggabungkan tangan mereka bersama sebelum menurunkan kepala mereka.

"! Ini......lezat"

"Hn, ini biasa-biasa saja"

Yoshino membuka matanya dengan lebar setelah memasukan roti perancis ke mulutnya sementara, Kotori *fufun* mendengus. Meskipun dia mengeluh, ia dengan jujur senang mereka menikmati masakannya.

Shidou menenangkan pipinya sambil menusuk roti perancis dengan garpu.

"Nee Nee, Darling, Darling"

Dan setelah itu, ketika Shidou hampir memakan rotinya, Miku yang duduk di samping dia menarik lengan bajunya.

"hnn, ada apa Miku?"

Setelah Shidou mengatakan itu, Miku menggabungkan kedua tangannya di samping dadanya sambil menutup matanya, kemudian dia [Ahhn] membuka mulutnya.

"Eh?"

"Hn Mouuu, suapi aku, Ahnnn"

Miku membuat postur marah sebelum membuka mulutnya lagi.

"A-ahh…….."

Setelah memotong roti ke ukuran mulut, dia memasukannya ke mulut Miku. Setelah dia melakukan itu, Miku menggunakan kedua tangannya dan menekan pipinya sambil memantulkan suaranya dengan senang.

"Uuun! Ini lezat. Ini bahkan menjadi sangat luar biasa ketika darling menyuapi ku."

"Haha………kurasa rasanya tidak berubah."

Ketika Shidou melihat kembali ketempatnya sambil membuat senyum kecut, dia tahu kalau Kotori duduk di depan dia, dan Yoshino duduk sudut menyudut dari dia dan membuat expresi syok.

"Kalian berdua juga?"

Setelah Shidou mengatakan itu Kotori dan Yoshino [Mumuu…….] mereka mengerutkan alis.

Dan, setelah itu.

"Tou!"

"Kya…………..!?"

Penasaran dengan apa yang dia pikirkan, [Yoshinon] dengan cepat memberi sedikit cubitan ke tangan kanan Yoshino dan membuat dia menjatuhkan garpu yang dia pegang.

"O-oi, Yoshinon?"

"Aaan! Maaf Shidou-kun. Yoshino menjatuhkan garpunya karena kesalahan Yoshinon, aku minta maaf tapi, bisakah kamu menyuapi Yoshino juga?"

"Huh…………? aku tidak keberatan tapi yang lebih penting, kamu bisa mendapatkan garpu yang baru…………."

"Maukah. Kamu. Menyuapi. Dia?"

[Yoshinon] mendekatkan wajahnya, dan mengatakan itu dengan nada mengancam. Shidou [O-ou…………..] mengangguk seperti dia dikalahkan.

"E-errr……………Shidou-san……….maaf"

"Tidak, itu bukanlah kesalahan Yoshino kan? Ini , Ahnn"

"A-ahnn………."

Setelah Shidou mengeluarkan garpu dengan roti yang di tusuk, Yoshino dengan ragu-ragu membuka mulutnya sebesar mungkin.

Yoshino kemudian memasukan roti panggang itu ke pipinya dan *amu**amu* mengunnyahnya sebelum membuat senyum dalam keadaan sedikit malu.

"Terima………kasih banyak. Ini sangat……..lezat"

"Begitu ya. Itu bagus"

Shidou tersenyum dan kemudian mengganti garpu yang Yoshino jatuhkan sebelum menghadap kearah piringnya. Tapi----

"…………muu………."

Pada saat itu, dia melihat Kotori yang duduk di depan dia dengan mata yang memerah seakan dia akan menangis kapan saja dan menghambat dia untuk makan lagi.

"………….errrr"

Seperti yang diduga, Shidou juga tau. Mungkin karena dia berubah menjadi anak kecil, dia merasa mudah membaca ekspresinya daripada biasanya. Seperti yang dia lakukan kepada Miku dan Yoshino, Shidou mengarahkan roti panggang seukuran mulut ke arah Kotori.

"Ini Kotori , Ahhn"

"…………! I-ini tidak seperti aku memintamu untuk ini. Jangan perlakukan aku seperti anak-anak."

"………Tidak, kamu memang seorang anak-anak."

"Uguh……….!"

Kotori *muu*........ menggerutu sebelum memasukan roti panggang ke dalam mulutnya.
Dan setelah menelannya, dia cemberut dan mengalihkan pandangannya sebelum mengeluarkan suara yang lembut.

"…………Terima kasih"

"Aiyo, sama-sama"

Setelah Shidou mengatakan itu, akhirnya dia memasukan roti panggang itu ke mulutnya.

Tapi, setelah itu, *chiari* pintu ruang tamu tiba-tiba terbuka-------- dan Tohka dengan wajah mengantuk masuk ke ruangan.

"..........mu, sepertinya ada bau yang enak sekali..........."

Setelah dia mengatakan itu, *fuaaaaa* dia menguap dengan besar

Melihat tingkah baru bangun Tohka. Setelah Shidou dan yang lainnya melihat ke satu sama lain, semuanya tertawa.



"--------Sekarang aku memikirkan sesuatu, apa yang akan kamu lakukan hari ini?"

Setelah beberapa waktu berlalu, mereka menghabiskan sarapan mereka dan Kotori yang telah mendapatkan kembali ketenangan melihat ke arah Shidou dan bertanya.

Secara kebetulan, setelah Tohka selesai menghabiskan roti bakar perancis nya, dia berbaring di sofa dengan puas dan sekali lagi pergi ke dunia mimpi.

"Aah, hari ini, aku berpikir akan pergi ke sekolah saat ini. aku akan mencari Natsumi dan aku merasa tidak enak meninggalkan Tohka dan yang lainnya sendirian, jadi aku berencana pulang sekolah lebih cepat..........aku merasa, aku juga khawatir dengan Tonomachi dan yang lainnya."

Shidou menggaruk pipinya sambil mengatakan itu. Ya. Sebetulnya bukan Tohka dan yang lainnya saja yang terlibat masalah pada beberapa hari yang lalu.

Itu karena teman sekelas shidou Tonomachi Hiroto, Yamabuki Ai, Hazakura Mai, Fujiaka Mii, dan juga guru wali kelas Okamine Tamae mereka berlima terjebak untuk sementara di dalam Malaikat <Haniel> karena Roh Natsumi

Beruntungnya, mereka tidak berubah menjadi anak-anak seperti Tohka dan yang lainnya tapi, itu tidak mengubah fakta bahwa Shidou melibatkan mereka kedalam sesuatu yang berbahaya.

Mengetahui mereka telah sadar, dia ingin menkonfirmasi keselamatan mereka dengan matanya sendiri.

"Begitu ya. aku mengerti. Tapi meskipun begitu, dari situasi saat ini, kita tidak tau dimana Natsumi saat ini. Jadi berhati-hatilah"

"Aah, aku mengerti.------aku akan pergi sekarang kalau begitu, setelah Kaguya dan Yuzuru bangun , panaskan lah sarapan untuk mereka. Sebetulnya itu akan terasa sangat enak bila sesuadah di buat, tapi aku khawatir membiarkanmu menggunakan api."

"Seperti yang aku bilang, berhentilah memperlakukan aku seperti.........."

Kotori menghentikan kata-katanya sampai disana dan mengerutkan mulutnya dengan tidak puas sambil menggangguk.

Shidou [Gadis yang baik gadis yang baik] mengelus kepala Kotori (Tentunya, Miku dan Yoshino merecoki dia juga) sebelum mengenakan jaketnya dan mengatur pakaian nya, dia kemudian memasang sepatunya dan menempatkan tangannya di ganggang pintu.

"Baiklah kalau begitu, aku serahkan padamu. aku akan menggunakan Incam untuk berjaga-jaga, panggilah aku bila sesuatu terjadi."

"Ya Ya, aku mengerti"

"Hati hati........ djialan."

"Darling, bagaimana dengan Chuu? Bagaimana dengan ciuman perpisahan?"

Kotori dan Yoshino melambaikan tangan mereka sementara, Miku mengeluarkan bibirnya dan merecoki nya untuk ciuman.

Shidou membuat senyum terpaksa sambil melambai balik kepada mereka, dia membuka pintu dan keluar.

Ini adalah cuaca yang cerah. Bertepatan dengan komplex Shidou dan yang lainnya di tempatkan saat ini, ini adalah hari yang nyaman dengan cuaca cerah musim gugur.

"Hnn……………"

Shidou mereganggkan tubuhnya seolah menampakkan tubuhnya ke matahari sebelum mulai berjalan ke arah sekolah.

"………….?"

Tapi, setelah beberapa langkah keluar dari gerbang rumahnya, Shidou tiba-tiba berhenti. Dia kemudian mengarahkan matanya ke kiri dan kanan……..dan memiringkan kepalanya.

"Tidak ada siappun……..kan?"

Untuk sesaat, aku merasa diperhatikan seseorang tapi........Itu mungkin hanya imajinasinya saja.

Dia mungkin masih gugup dengan masalah Natsumi yang masih belum dipecahkan saat ini.

Shidou menghela nafas yang besar untuk menenangkan detak jantungnya dan sekali lagi berjalan ke arah sekolahnya.



"Dengarkan aku Itsuka! aku benar-benar mengalami pengalaman tubuh aneh yang luar biasa!"

Shidou memasuki kelas 2 - 4 dan seorang laki-laki dengan rambut yang teracak-acak menggunakan minyak rambut mendekati Shidou dengan gembira.

Dari apa yang dia lihat, tidak ada yang salah dengan tubuhnya. Shidou menepuk dadanya setelah melihat dengan dekat sahabatnya sambil *demi kebaikan* membuka mulutnya

"Apa yang terjadi Tonomachi. Kamu mengingat kamu adalah keturunan dari Bigfoot?"

"Itu benar, bulu di tanganku tumbuh dengan cepat sekali baru-baru ini………tunggu bukan bukan bukan."

Tonomachi menerima reaksi berlebihan dari lelucon Shidou, *Vuun*Vuun* menggelengkan kepalanya.

"Bukan itu! Sebuah alien sebuah alien!"

"Alien? Begitu ya, aku kira kamu adalah UMA yang berada di bumi tapi, aku tidak mengira kau adalah alien........"

"Tunggu, salah salah! Bukan itu, Ketika aku berpikir aku tertidur pada malam tanggal 25, selanjutnya sewaktu aku bangun aku berada di tanggal 28!"

"Oi oi, bukankah kamu berpikir kamu telah tidur berlebihan?.

"Ya, Itu aneh bukan!? Sebetulnya itu sangat aneh! Beberapa hari berlalu setelah aku bangun dan lebihnya, ketika aku menanyakan keluargaku, pada saat itu, sepertinya aku telah menghilang entah kemana, setelah aku menyadari itu, polisi sedang mencariku keluar! aku sangat takut!"

"Jadi, sebuah alien?"

"Aah! Karena tidak ada penjelasan lain kan!?"

Shidou *pori pori* menggaruk pipinya, Tonomachi membicarakan waktu dia di sekap oleh Malaikat Natsumi.

Tapi, tidak mungkin dia memberi tahu itu [Tidak Tonommachi, itu adalah perbuatan Roh daripada alien. Kamu di tangkap oleh Malaikat Roh. secara tidak sengaja, Gempa luar angkasa juga perbuatan Roh. Dan sebetulnya aku juga mempunyai kekuatan untuk menyegel kekuatan Roh] meskipun dia terus terang dan jujur, Tonomachi akan [Ah, A-aku mengerti........, aku harus bersiap untuk pelajaran kelas maka......] mungkin akan menjauh dan mungkin akan berakhir dengan lari juga.

Shidou melihat ke arah Tonomachi dengan bingung. Bagus saja dia tidak apa-apa.
Mungkin mereka mendengar pembicaraan Tonomachi dengan tegang, 3 murid wanita memasuki pandangan shidou.

"Oou, hey tunggu tunggu"

"Itu tadi pembicaraan yang menarik"

"Jadi Tonomachi juga mengalami koma yang aneh"

Mereka adalah teman Tohka dan------seperti Tonomachi, trio ini juga terbawa ke insiden beberapa hari yang lalu dan, dari yang tertinggi mereka adalah Ai, Mai, Mii

"Oh?, Melihat dari perkataan kalian, kalian juga?"

Ketika tonomachi bertanya, Ai Mai Mii *un**un* mengganguk.

“Ya Ya, itu benar. Tidak akan ada yang percaya dengan kita"

"Kita juga tidak memiliki ingatan beberapa hari yang lalu"

"Apakah ini berarti memang alien? Atau mungkin pekerjaan dari sebuah organisasi misterius rahasia?"

Mereka bertiga mengatakan itu dan, *yanyanyan* menjadi gembira.

"Ngomong-ngomong juga, Tama-chan mengatakan dia juga mengalami koma"

"Eh, sungguh? Berarti ini bukanlah kebetulan lagi"

“Jadi ini orang yang kelima.........aku mencium semacam bau cerita fantasi......!"

"Jangan-jangan, memang benar kita diculik oleh organisasi misterius rahasia!?"

"Kita mempunyai kekuatan melebihi manusia melalui operasi rekonstruksi!?"

"Yang lebih ada 5 orang........cerita ini menjadi team hero sentai!"

Ai Mai Mi [Tou!] melakukan pose yang keren seakan-akan ini telah di atur sebelumnya.

“Ayo, Merah juga!"

"O-ou!?"

Tonomachi ditarik masuk. Dia kemudian melakukan pose keren di depan mereka bertiga.

"Baiklah, mari gabungkan kekuatan kita dan kalahkan monster jahat yang tersebar di dunia ini!"

"Monster jahat………?"

"Ya, ada satu saat ini di dekat kita, monster yang menyamar sebagai manusia yang melakukan sesuatu yang buruk!"

"Khususnya, yang tiba-tiba menggrepe dada wanita semaunya, melipat rok dan akan mencuri ciuman gadis!"

"Persiapkan dirimu! Monster asusila Itsuka Shidou!"

"aku!?"

Tiba-tiba di tunjuk, Shidou menghentakkan bahunya.

Sekarang berpikir soal itu, beberapa hari yang lalu Natsumi menyamar persis seperti Shidou dan memainkan beberapa cdanaan di sekolah. Mereka mungkin masih memiliki dendam dari waktu itu.

"J-jadi begitu ya Itsuka.........Tidak aneh aku berpikir kamu bertindak aneh baru-baru ini"

"Seperti yang aku duga, apa kamu teringat juga mengalami sesuatu Tonomachi-kun!?"

"A-aah…………hanya sedikit sebelum memoriku terpotong, aku penasaran tentang pandangan Itsuka.......aku dipanggil ke sauna, kemudian dia menyentuh tubuhku.........."

"Kya! Kya!"

"I-itsuka-kun, kamu dari sisi itu………..!?"

"Ogi-chan, ketua dari komite [Pasangan Fujoshi terbaik sekolah] Ogi-chan! keadaan untuk mengerjakan ulang peringkat telah terjadi!"

"Itsuka………..seperti yang aku duga, apakah benar-benar seperti itu………..?"

"Tidak, kenapa kau Tonomachi mengikuti mereka juga! Lupakan itu; ini hampir waktunya untuk pelajaran kelas”

Saat shidou sedang mengatakan itu, *Kin**Kon**Kan*………….sebuah lonceng berbunyi di dalam kelas.

"Lihat lihat, Sensei telah datang"

"Jangan bermain-main Itsuka, kamu sungguh-sungguh……….!"

Tonomachi mengabaikan loncengnya dan mengatakan itu dengan penuh antusias. tapi

"Ah, ini waktunya untuk pelajaran kelas"

"aku harus kembali ke kursiku"

"Apa periode hari ini"

Ai Mai Mii pergi dengan mudah. Mereka mungkin tidak menyadari ini tapi, itu adalah contoh yang menakjubkan dari berpura-pura menolong seseorang dan menarik tangga menjauh dari dia. Setelah beberapa saat keringat turun ke pipinya, Tonomachi mengatakan [B-baiklah, lanjutkan nanti,,,,,,,] dan kembali ke kursinya.

Tidak lama setelah itu, pintu ruang kelas terbuka dan wanita mungil mengenakan kacamata masuk. Dia adalah wali kelas shidou dan salah satu dari orang yang terbawa masuk ke insiden sebelumnya, Okamine Tamae, untuk pendeknya Tama-chan.

Sepertinya, Sensei baik-baik saja. Shidou mengeluarkan napas dengan lega dan------menaikan alis matanya.

Alasannya sederhana. Tama-chan terlihat aneh. Keringat keluar dari pipinya, matanya seperti berputar-putar di sekitarnya dan dari apa yang dia lihat, sepertinya dia sedang terkejut.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan dia?

Ketika Shidou melihat ke arahnya dengan curiga, Tama-chan kemudian mengarahkan pandangannya ke Shidou. Dia kemudian dengan ragu membuka mulutnya.

"Errr…….Itsuka-kun"

"A-ada apa?"

Setelah Shidou menjawab, Tama-chan-sensei membuat wajah bingung.

"Err,errrm, Ada tamu untuk Itsuka-kun tapi, err……….."

"aku mempunyai tamu………….?"

Shidou memiringkan kepalanya. Dia tidak memikirkan siapapun di pikirannya yang akan sengaja mengunjungi dia di sekolah.

Dia pertama berpikir itu adalah seseorang yang berhubungan dengan <Ratatoskr> tapi bila begitu, mereka mungkin akan menghubunginya dulu.

"………………!"

Dan pada saat itu, ada 2 kemungkinan melewat di pikiran Shidou.

Kemungkinan, industri DEM dan……..Roh-Natsumi.



"Dimana pengunjungnya?"

"Ah, ya, mereka saat ini ada di ruangan staf……………"

Tapi, Tama-chan mengatakan itu dengan cepat

"Shidou!"

Suara yang penuh keceriaan terdengar di pintu masuk ruangan kelas.

"Apa………….!?"

Shidou mengarahkan pandangannya kearah sana--------dan terkejut.

Disana bukanlah pembunuh dari industri DEM atau Natsumi.........itu adalah Tohka kecil yang seharusnya tidur di rumah.

Tama-chan-sensei dengan cepat menghentikan Tohka.

"Aah, kamu tidak bisa!, Bukankah kubilang untuk menunggu di ruangan staf!"

"Mu? Kenapa begitu Tama-chan-sensei, aku tidak bisa ke dalam ruangan kelas?"

"Errr tentang itu, ini adalah tempat untuk Onii-san dan Onee-san untuk belajar maka…………….."

"aku akan belajar juga dengan Shidou!"

"Errr, seperti yang aku bilang, kamu harus menunggu sampai kamu dewasa…………."

Tama-chan-sensei mencoba menenangkan Tohka sambil membuat wajah kesulitan.

Ketika dia melakukan itu, lebih banyak lagi bayangan hitam kecil muncul di belakang Tohka.

"Kuku, apa yang kamu lakukan.?"

"Bergumam. Kami akan hadir dikelas nanti."

"……………….."

Sama seperti Tohka, Kaguya dan Yuzuru yang seharusnya tidur di rumah Itsuka dan Origami yang pergi kerumahnya sendiri, memasuki ruangan kelas berkelompok dengan Tohka.

Ruang kelas mulai membuat sebuah keributan dari sebuah pengunjung yang tidak terduga.

Reaksinya terbagi menjadi 3 tipe. [Kenapa ada anak sekolah dasar disini………..?] orang-orang memiringkan kepalanya, [Yaaan, manis sekali!] orang-orang menaikan suaranya dengan gembira, dan juga [A-re? aku merasa merasa aku pernah melihat anak-anak ini disuatu tempat………]  orang-orang menaikan alis mereka.

Pada saat itu juga. Suara Kotori dapat di dengarnya dari Incam yang di pasang di telinganya.

"-----dou! Shidou, Bisa kamu mendengarku? Ini darurat, Tohka dan yang lainnya menghilang dari rumah!"

"……..aah, mereka datang kesini"

"Eh……..!?"

Pada saat itu, Tohka melihat kearah Shidou dan wajahnya menjadi cerah, *tetete* dia kemudian lari kearah Shidou dan melompat ke arah dia.

"Oo Shidou! Kamu disini seperti yang aku duga!"

Dan selanjutnya, Kaguya dan Yuzuru berlari ke arah Shidou

"Oi shidou, pergilah dan temui kepala wali kelas kami dari tahun kedua grup nomor 3.
Orang itu tidak percaya meskipun kita mengatakan bahwa kita adalah Yamai”.

“Mendesah. Orang dewasa itu menentukan segalanya dari penampilan."

Setelah mengatakan itu, mereka mendesah napas lelah. Ketika mereka melakukan itu ada, beberapa bisikan di sekitar Shidou.

Dia tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan tapi, [Lolicon] [Kriminal] [Mana mungkin] adalah kata-kata yang dapat dia dengar.

Jelas sekali itu adalah bisikan yang negatif tapi, saat itu bukanlah waktunya untuk terganggu akan hal itu. Dia melihat ke arah Tohka dan grup, dan mengeluarkan suaranya.

"……………kenapa kalian semua ada disini?"

"Mu? Kau menanyakan sesuatu yang aneh. Kita harus sekolah hari ini. Meskipun kita tidur bersama, aku terkejut saat aku menyadari Shidou menghilang!"

"………!?"

Semuanya di kelas membuat ekspresi syok dari kata-kata Tohka dan mengarahkan pandangan mereka ke arah shidou.

"Hey Itsuka-kun, siapa anak-anak ini……..?"

"Hubungan macam apa……….?"

"Lupakan itu, apa kalian tidur bersama…….?"

Ai, Mai, Mii, menaikian alis mereka dengan bingung dan melihat wajah Shidou dan Tohka. Shidou berlarian gelisah didalam pikirannya untuk memikirkan sebuah alasan dalam panik.

Tapi, lebih cepat dari suara Shidou, sebuah bayangan kecil *tsu**tsu**tsu*…………..mendekat ke arah Shidou, memeluk Shidou seperti Tohka.------itu adalah Origami

Dan,

"---Papa"

Dia mengatakan sesuatu seperti itu jadi, kelas menjadi ribut dengan instan

"Apa…………..!?"

"Papa? Dia baru saja mengatakan papa bukan!?"

"G-gadis kecil, siapa namamu……….?"

Ai sedikit berlutut, melihat ke arah Origami dan dengan lembut menanyakan padanya (Matanya kebingungan kekiri dan kekan akibat gugup). Ketika dia melakukan itu, Origami kemudian menunduk dengan hormat sebelum melanjutkan kata-katanya.

"aku Itsuka Chiyogami. Terima kasih telah menjaga ayahku sepanjang waktu"

"O-oi……….!?"

"Mamaku adalah Tobiichi Origami. aku buah dari cinta papa dan mama"

"……………eeh!!"

Sebuah gemuruh bergema melalui kelas. Suara terganggu seperti bisikan dan keributan membesar.

"Se-sekarang aku mengerti alasannya, kamu terlihat seperti Tobiichi-san…………!?"

"Eh, kamu bercanda, Tobiichi-san melahirkan di SMA…………!?"

"Tidak tapi, kamu bisa menikah ketika kamu sudah umur 16 tahun, dan itu legal…….."

"Harus 18 tahun untuk laki-laki! Itsuka belum termasuk!"

"Selain itu, bukankah anak ini terlihat seperti Yatogami Tohka-san? Dan yang satu ini terlihat seperti Yamai-san di kelas sebelah."

"Eh? Jangan-jangan satu suami dan banyak istri!?"

"T-tapi, bukankah itu aneh!? Anak-anak ini terlihat seperti 8 sampai 9 tahun bukan? Berarti mereka melahirkan anak saat semuanya berumur delapan tahun...? Itsuka-kun, kamu menghamili wanita pada umur 8 tahun………!?"

"Tidak, tapi rekor termuda untuk melahirkan adalah usia 5 tahun 7 bulan maka, ini bukan hal yang tidak mungkin."

"Tu-tunggu sebentar! Ini kesalahpahaman, sebuah kesalahpahaman!"

Dia menolak untuk mendengar rumor yang lebih aneh menyebar lebih dari ini. Shidou membesarkan suaranya dan berteriak dari dalam perutnya dan menghentikan topik yang tidak akan berujung.

"Anak ini adalah……..err, itu! aku telah diberi kepercayakan untuk mengasuh oleh saudara! Apa yang mereka maksud dari papa adalah kau tau, sebuah nama panggilan!"

"Ee—h……..?"

Pandangan curiga dihentikan kepada Itsuka Shidou ketika dia membuat alasan. Jujur saja, kukira membuat alasan itu sulit tapi berpikir dengan masuk akal, mereka mungkin tau itu tidak mungkin untuk Shidou, seorang murid SMA untuk mempunyai anak, meskipun semuanya di kelas membuat wajah seolah itu tidak masuk akal, mereka menunjukan rasa setuju.

"U---n…………Begitu ya".

"Hey--. Itu terdengar masuk akal"

"Tapi apakah benar kamu tidur dengan anak-anak ini? Kecurigaan lolicon mu masih belum menghilang"

"………oi"

Ketika dia setengah membuka matanya dari beberapa gumaman mencurigakan, semuanya di kelas *haahah* tertawa dengan sengaja. Dia kemudian membuat napas kelelahan

"Yang benar saja, mereka bicara apapun semau mereka .........semuanya, dengar. aku berencana pulang sekolah hari ini lebih cepat maka, mari pulang bersama-sama"

Ketika dia melihat kembali ke arah anak-anak dan mengatakan itu, Tohka membuka matanya dengan lebar dari ketidakdugaaan.

"Nu? sudah kembali lagi?"

"Aah, aku akan menyelesaikan urusanku. aku akan kembali setelah kelas berakhir maka, maukah kamu menungu di ruangan staff?"

"Muu………. aku mengerti, bila Shidou berkata seperti itu maka, aku akan menunggu"
Tohka mengatakan itu dan mengganguk dengan yakin.

"Maaf. Baiklah kalau begitu, untuk sementara------"

Ketika Shidou meletakan tangannya di bahu Tohka.

"Eh…………?"

Shidou mengerutkan alis matanya sesuai reflek. Dia merasa sesuatu bersinar di luar jendela ruang kelas.

Tapi, perasaan aneh itu tiba-tiba langsung menghilang.---------berkat suara Tohka yang bergema dan keributan dari teman sekelasnya yang memenuhi sekelilingnya.

"Apa………….!"

"? Ada apa, Tohka------"

Shidou mengalihkan kembali pandangannya dari jendela ke arah Tohka dan menghentikan kata-katanya.

Tapi itu normal. Karena, jahitan di baju yang Tohka kenakan, longgar dengan sendirinya dimulai dari bagian yang Shidou sentuh.  



"Ap-apa yang kamu lakukan Shidou!"

Wajah Tohka berubah menjadi merah dan berjongkok di tempat untuk menutupi pundaknya yang terbuka.

"Hey Itsuka-kun apa yang kamu lakukan!?"

"Kamu menunjukan dirimu yang sesungguhnya kamu lolicon bajingan."

"Eh………? Heh…………?"

Meskipun begitu, Shidou tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Ketika Shidou menyentuh Tohka, bajunya terlepas....? Tidak mungkin hal itu bisa terjadi----

Tapi saat itu, satu kemungkinan muncul dipikiran Shidou. Cahaya yang baru saja bersinar di luar jendela. Itu mungkin saja----

"Jangan-jangan, Natsumi……..!?"

Shidou mengatakan itu dengan suara berbisik yang tidak dapat didengar seseorang sebelum sekali lagi melihat ke arah jendela.

Ya. Roh-Natsumi mempunyai Malaikat yang bisa mengubah objek apapun sesuai keinginannya. Sangat memungkinkan bisa dilakukan oleh Natsumi. Yang berarti, daripada dikatakan melepaskan benang, itu mungkin lebih tepat bila dikatakan merubah [Kain] menjadi [Kain yang berserakan]

Ketika dia menyadari itu, Shidou mengarahkan kakinya ke arah jendela.



Tapi, sepertinya itu terlihat seperti tindakan pelarian seorang Kriminal dari semuanya di kelas. Ai, Mai, Mii membuat penghalang jalan dan menghentikan langkah Shidou.

"Tunggu kamu bajingaaaaan!"

"Kemana kamu akan pergi setelah mempermalukan gadis yang suci"

"Kami menangkap basah kamu! Kami tidak akan membiarkanmu pergi!"

"S……salah! Kumohon, jangan hentikan aku!"

Namun, tidak peduli apa yang Shidou katakan, sepertinya Ai, Mai, Mii tidak berencana untuk berhenti. Mereka menyambungkan bahu mereka dan berdiri di depan Shidou.

"Kuh-----!"

Shidou tidak punya pilihan selain mendorong mereka bertiga. Tapi ketika dia melakukan itu, sebuah cahaya muncul lagi di luar jendela, dan baju mereka bertiga tercerai-berai, membuat para gadis itu menunjukan kulit mereka yang lembut.

"K-kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa!?"

"Ap-apa iniiiiiiiiiiiiiiiiiii!"

"Sihiiiiiiiirrrr!?"

Mereka bertiga berteriak dan berjongkok di tempat. Terror menyebar ke ruangan kelas

"O-oi, itu sudah berlebihan Itsuka………….!"

Tonomachi kemudian meletakan tangannya di Shidou untuk menghentikan dia. Tapi, Shidou tidak bisa melakukan apapun meskipun dia mengatakan itu.

"Tidak, aku sungguh tidak-------"

Untuk yang ketiga kalinya, sebuah cahaya berkedip di luar jendela dan pakaian Tonomachi terlepas kali ini

"Iyaaaaaaaaaaaaaa!?"

Tonomachi berteriak dan membungkuk. Secara tidak sengaja, bagian dari pakaiannya yang terlepas dengan terampil menyembunyikan selangkangannya. Itu sebuah keajaiban

"O-oi, apa-apaan itu……….!"

"Bajunya dengan tiba-tiba……….!?"

"Orang-orang akan di telanjangi ketika mereka menyentuh Itsuka-kun!?"

"Tidak, seperti yang aku bilang aku-------"

Ketika Shidou mencoba membuat penjelasan untuk dirinya sendiri, Tama-chan-sensei yang berada di depan pandangan Shidou pakaiannya terlepas kali ini.

"Uwakyaaaaaaaaaaaaa!?"

Tama-chan menggunakan catatan kehadiran untuk menutupi dadanya sambil mengarahkan pandangan menyalahkan ke Shidou.

"Ap-apa yang kamu lakukan Itsuka-kun! aku tidak punya pilihan lain selain membuatmu menikahiku dan bertanggung jawab………!"

"Tidak, aku tidak menyentuhmu kan!?"

Meskipun dia berteriak itu adalah tuduhan palsu yang serius, sepertinya semuanya yang ada di kelas tidak mendengarkan.

"Jangan-jangan, hanya dengan pandangannya saja…………..!?"

"Astaga!, apakah dia seorang monster!?"

"Aaaah mou………..!"

Setelah Shidou menggaruk kepalanya , dia meletakan jaketnya di depan Tohka.

"Semuanya! Itu Natsumi! Kita akan kembali sekarang!"

""""…………!""""

Tohka, Origami, Kaguya, dan Yuzuru mereka berempat menebak segalanya hanya dari nama Natsumi. Mereka kemudian mengganguk dan meninggalkan ruangan kelas dengan Shidou

"Hey tunggu Itsuka, sialan kaaaaaaamu!"

"Ingatlah ini jika lain kali kamu kembaliiiiiiiiii"

"aku akan menelanjangi sepenuhnya dirimu!"

"……………Itu mengerikan"




Setelah berpisah dengan Origami melewati setengah perjalanan. Shidou berjalan ke arah rumahnya sambil membuat napas yang besar.

"Apa kamu tidak apa-apa, Shidou"

Tohka yang menutupi dirinya sendiri dengan jaketnya shidou melihat kearahnya dan khawatir. Shidou kemudian mengelus kepalanya dengan lembut sebelum, membuat senyum ke Tohka untuk membuatnya tenang

Tapi, itu tidak akan mengubah apapun untuk menyelesaikan situasi ini. Shidou seketika juga menghubungi Kotori, dan memintanya mencari petunjuk yang muncul di sebuah tempat tapi, sepertinya tidak setitikpun petunjuk ditemukan. Bila pelecehan licik ini terus berlanjut dari sekarang, Shidou mungkin akan dibunuh masyarakat.

Tentunya, meskipun hanya begitu, dia tidak bisa menghindari masalah yang memaksa Tohka dan lainnya menjadi tidak nyaman. Setelah Shidou melihat ke arah mereka bertiga, dia kemudian memperbarui tekadnya dengan menggenggam tanggannya dengan kuat.


"Kita harus…………..secepatnya menemukan Natsumi"

"Kuku, itu benar. Kita harus membuat nya membayar dengan nyawanya karena membuat kita seperti ini."

"Persetujuan. Kita akan mengalahkannya dengan brutal."

"Tidak, aku tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya kau tau……..?"

Shidou membuat senyuman aneh sambil berbelok dan sampai di depan rumah Itsuka. Tapi

"………hnn?"

Shidou memiringkan kepalanya. Rumahnya tidak lagi seperti tempat yang ada dalam ingatannya.

Tidak. jika dilihat dengan teliti, sebuah bangunan lain telah di bangun di tempat yang seharusnya rumah keluarga Itsuka berada disana; Bisa dikatan semua ini tidak lazim. Kalau bangunan Itu tidak begitu cocok untuk area perumahan dan itu mempunyai bentuk seperti kastil-------

"Ooou! Itu dream park!"

Tohka melambungkan suaranya. Ya, untuk beberapa alasan rumah Shidou telah berubah menjadi seperti hotel yang berada di pinggiran kota.

"In-ini…………."

Setelah beberapa detik, matanya berkedip dengan panik karena tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, dia kemudian menyadari.

Hanya ada satu Roh yang mungkin bisa melakukan ini.

"Natsumi…………"

Shidou mengatakan itu dengan keringat mengalir ke pipinya sebelum menyentuh Incam di telinganya.

"……..oi, Kotori, Kotori"

Setelah memanggil, suara Kotori bisa di dengar.

"Apa? ada apa. Bila ini tentang jejak Natsumi, maka kami masih------"

"Tidak, bukan tentang itu……………bisakah kau menunjukan wajahmu keluar lewat jendela?"

"Eh?"

Setelah beberapa detik kemudian. Kotori menunjukan wajahnya dari salah satu jendela yang terpasang di dinding hotel.

"Ap-apa-apaan ini………..!? Bentuk rumahnya…………!?"

Sepertinya dia tidak menyadarinya. Kotori mengeluarkan suara dengan syok. Sepertinya hanya penampilan rumahnya yang berubah.

"……….aah, ini kemungkinan pekerjaan Natsumi"

"*Tsk*…………itu kekuatan yang menggangu. Ngomong-ngomong, bagian didalam baik-baik saja jadi tidak apa-apa untuk kembali"

"A-aah………….."

Setelah Shidou menggangguk, dia membawa Tohka dan lainnya masuk ke dalam rumah yang terlihat seperti hotel.

Tapi pada saat itu, beberapa ibu rumah tangga di jalan mengeraskan suaranya.

"A-re Shido-kun dari kediaman Itsuka? Ada apa dengan anak-anak itu………….."

"Eh!? T-tidak, ini eerrrr………."

"Astaga, Apakah ada semacam bangunan yang di bangun disini sebelumnya………….?"

"Selain itu, Shidou kun……….? Apakah kamu mencoba membawa anak-anak itu masuk kedalam sana?"

"Eeeh! Ini buruk! Polisi! Polisi!"

"iih……………!?"

Dia tidak bisa membiarkan dirinya tertangkap. Shidou kemudian membawa Tohka dan lainnya lari dari tempat itu.



***


Date A Live Jilid 9 Bab 6 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ilham Rizki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.