03 Oktober 2015

Date A Live Jilid 8 Bab 5 LN Bahasa Indonesia



PEKERJAAN PENYIHIR

Bagian 1
Ada beberapa bangunan yang dimiliki Ratatoskr di pinggiran kota Tenguu.

Woodman mengunjunginya satu persatu dan berada di lantai bawah tanah ketiga.

“------Lewat sini, Tuan Woodman.”

Anggota muda organisasi meminta Woodman menghentikan langkah kakinya di ujung koridor yang panjang.

Disana, ada ruangan sempit yang dipisahkan dengan jeruji besi. Pada dasarnya, itu adalah penjara.

Ada seseorang di dalamnya. Dia adalah pria paruh baya yang memakai pakaian kerja biasa. Ada beberapa luka yang sepertinya dibiarkan di wajah, dan tubuhnya.

“Dia adalah anggota DEM yang ditangkap saat kejadian di Pulau Arubi sekitar 2 bulan yang lalu. Kita menduga kalau dia adalah kepala kolonel eksekutif kedua James A Paddington dari IDnya tapi, kita tidak tahu pentunjuk yang lain selain itu.

“Tidak ada apa-apa? Apakah itu artinya dia diam?”

“Daripada menyebutnya diam.........”

Wajah anggota organisasi terlihat menjadi kesulitan dan *gan**gan* memukul jeruji besi. Namun, Paddington yang berada di dalam penjara hanya berbaring dan tidak merespon sama sekali.

“Itu masalahnya. Kita beberapa kali mencoba menginterogasinya menggunakan Realizer tapi, sepertinya dia telah kehilangan ingatannya.”

“Begitu. Sepertinya tangan pria itu menggunakan dirinya.”

“Pria itu?”

Anggota organisasi memiringkan kepalanya. Woodman menjawab [Tidak].

“Bisakah aku sedikit berbicara dengannya”

“Haa.........aku tidak keberatan...........”

Anggota organisasi membuat ekspresi yang sangat meragukan disaat melangkah mundur. Saat Woodman menyuruh Karen, kursi rodanya diarahkan ke arah kurungan Paddington.

“-----Yaa, James. Bisakah kau berbicara sedikit denganku”

Dan. Saat dia memanggilnya.

“............!”

Karena terus menerus tidak merespon sampai sekarang, Paddington melompat dari tempatnya seolah-olah jika dia adalah boneka yang dipasangkan pegas di atasnya.

“Uooooo.....................!?”

Anggota organisasi mengejangkan pundaknya. Tapi, Paddington tidak menghiraukan hal itu dan setelah dia melangkah ke arah Woodman dengan langkah yang tidak stabil, *gashan* terdengar sebuah suara dan dia berbaring di jeruji besi. Setelah matanya menjadi tidak fokus, bibirnya yang terlapisi air lius dengan agak terpaksa menghadap ke arah Woodman dan kehadiran kelompoknya.

“A-a-aaaaaaaaaaAAAAAAAAaaaaa-WoooooOOOOOOD-Ma-Mamamann”

Suara Paddington terdengar rusak dan menggema dari dalam tenggorokannya dan kepalanya berguncang beberapa kali.

Namun, setelah beberapa detik. Suara aneh yang menggema dari tenggorokan Paddington berubah menjadi stabil dan dapat terdengar sebuah suara.

Dan lalu.

“----Yaa, Lama tidak jumpa, Elliot.”

Dia membuat suara yang berbeda dari biasanya.

Tidak...............menyebutnya “mengeluarkan suara” tentu sangatlah aneh. Wajah Paddington tidak berubah sampai sekarang. Walaupun suaranya keluar, bibir dan lidahnya tidak bergerak. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan, suara yang berbeda menggema keluar dari pengeras suara jenis-manusia yang ada dihadapannya.

“A-I-Ini....”

Anggota organisasi menaikkan suaranya dengan kaget. Yah, itu sangatlah wajar. Woodman sedikit mengangkat bahunya sebelum, berbicara pada Paddington-----tidak, lebih tepatnya, kepada pria yang membuat suara itu.

“Aah.......sudah 30 tahun berlalu. Apa kau baik-baik saja Ike?”

“Terima kasih padamu. Bagaimana denganmu, Elliot?”

“Aku tidak terlalu keyakinan. Mataku jadi semakin memburuk akhir-akhir ini.”

“Begitu yah”

Setelah suara yang tidak diketahui keluar dari pria seperti zombie itu, mereka mengobrol beberapa saat. Anggota organisasi melihatnya dengan pandangan yang menjijikkan.

“Omong-omong, Elliot. Kenapa kau tidak kembali pada kita. Kau pasti tahu ini juga tapi, kita membalikan Princess. Keinginan kami sudah dekat. Jika kau memberikan bantuan itu bisa membuatnya lebih jelas. Jika kau kembali, Ellen akan sangat senang.”

“Sayangnya, aku tidak berminat, Ike. Aku sudah bilang berkali-kali 30 tahun yang lalu.”

Saat Woodman mengatakannya, [Suara] itu pun mendesah dengan menyesal.

“Mengecewakan sekali. Bahkan setelah 30 tahun berlalu, sepertinya penyakitmu belum juga sembuh.”

Disaat dia mengatakannya, tubuh Paddington perlahan turun dari jeruji besi.

“--------kalau begitu, aku tidak akan enggan saat kita bertemu lagi. Aku akan menggunakan roh untuk keinginanku.”

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Itulah alasannya kenapa Ratatoskr dibangun.”

“Fu............”

Dan-------di saat yang sama, saat Paddington bersujud di tanah, dia mengeluarkan banyak sekali darah dari mulutnya.

“A............!?”

Anggota organisasi kehilangan ketenangannya sebelum mengoperasikan terminal, dan mulai melakukan komunikasi dengan lantai atas.

Selagi melihat situasi, Woodman sedikit mengerutkan alisnya.

“Kau tidak berubah, Ike.-------semuanya sama seperti 30 tahun yang lalu.”

Setelah itu, dia memanggil perempuan yang memegangi pegangan kursi rodanya tanpa mengubah arah wajahnya.

“Tidak lama lagi, kemungkinan ada pertarungan langsung dengan DEM..........tolong bersiap, Karen.”

“Tidak masalah. Aku mengerti saudariku dan aku tidak akan pernah mungkin memahami satu sama lain bahkan dari beberapa tahun yang lalu.”

Mendengar perkataan Woodman.

Karen N Mathers, membalas tanpa mengubah nada suaranya.



Di saat yang sama. Di dalam ruangan yang bertempat di bangunan Markas pusat DEM Industry, Kota Britania, Inggris, manager direktur perusahaan Isaac Westcott menghela nafas.

Dan, setelah dia mengoperasikan tombol di dekat tangannya, dia memanggil seseorang di luar.

Setelah beberapa saat, pintu ruangan diketuk.

“----Maaf atas ketidaksopananku.”

Setelah mengatakannya, Ellen memasuki ruangan.

“Ada sesuatu yang kau butuhkan, Ike?”

“Tidak........bukan masalah besar.”

Westcott mengatakannya selagi mengalihkan pandangannya pada Ellen.

“Aku baru saja berpikir pendapat Murdoch masuk akal, dalam pertemuan yang lalu.”

“Dan, apa itu?”

“Fakta jika kita kehilangan banyak sekali Wizard di pertarungan yang terakhir kali kita lakukan. Terutama, kehilangan Adeptus 2 Takamiya Mana dan Adeptus 3 Jessica Bailey akan menjadi masalah besar ke depannya.”

“...........maksudmu, anggota pengganti?”

Ellen mengangkat halisnya selagi mengatakannya. Tidak diragukan lagi ada sedkit ketidaksenangan pada ekspresinya. Westcott sedikit mengangkat bahunya.

“Sebenarnya, semua akan berjalan dengan baik jika aku memilikimu. Tapi, mereka itu hanyalah cadangan. Sebenarnya kau lebih mudah bergerak seperti itu kan?”

“..............”

Ellen menghela nafasnya sebelum kembali melihat Wetscott.

“-----Tapi jika begitu, siapa? Wizard yang memiliki kekuatan yang seimbang dengan DEM Adeptus. Jika itu SSS Artemisia, maka dengan menyesal dia------”

“Tidak”

Setelah Wetscott menghentikan perkataan Ellenn, dia mengangkat bibirnya.

“------hanya ada satu. Dia adalah Wizard luar biasa yang memberikan luka pada tubuhmu”

***

Bagian 2
---Di luar ruangan, *Chichihci* dia mendengar kicauan burung pipit.

“.............”

Shidou dengan terdiam melirik matahari pagi dari jendela kamarnya, sebelum melihat ke arah data pada layar komputernya dan sejumlah dokumen yang menakutkan tersebar di sekitarnya.

Di dalamnya, penjelasan tertentu dan respon terhadap Shidou dari salah satu dua belas orang yang digunakan Natsumi untuk penyamarannya tertulis sangat dekat. Beberapa informasi yang diselidiki Ratatoskr melanggar privasi mereka seperti kampung halaman, struktur keluarga, data tubuh seperti tinggi, berat, golongan darah, posisi tahi lalat, alamat rumah disekitar mereka sampai penjelasan hobi, penjelasan yang mendalam, tertulis disana. Sejak awal, data yang ada hubungannya dengan Roh benar-benar kosong.

Bukan itu saja. Shidou meminta sesuatu pada Reine dan melihat seluruh video yang merekam dua belas orang itu. Sementara ini, Ratatoskr sudah mengecek semuanya tapi, dia tidak akan puas sampai dia melihatnya dengan matanya sendiri.

“..............ini............sudah pagi huh”

Shidou menggaruk matanya yang buram selagi mengoperasikan komputernya untuk menunjukkan daftar orang yang tersisa.

---tak terasa sudah 2 hari setelah Tohka menghilang.

Saat itu, Shidou membuat kesalahan disaat memilih salah satu orang pelakunya dua kali dan total 4 orang yang hilang.

Keesokan harinya setelah Tohka menghilang, Tama-chan-sensei yang ditunjuk oleh Shidou menghilang bersamaan dengan Tonomachi.

Dan pada keesokan harinya lagi. Sama seperti Tama-chan-sensei, Shidou yang memikirkan kembali informasinya dari awal, menunjuk Hazakura Mai karena dia belum pernah berbicara kepada Shidou sebelumnya menurut informasi dan----Mai, dan Mii menghilang.

Saat ini yang tersisa hanyalah Kotori, Origami, Kaguya, dan Miku, empat orang saja.

Tapi-------tidak perduli berapa kali dia menyelidiki 4 orang ini, dia tidak menemukan jejak dari Natsumi.

“..................”

Namun, Shidou menyelam dalam pikirannya secara tidak sadar.

---Ada sesuatu yang menarik dalam pikirannya.

Mereka berempat benar-benar tidak memiliki sesuatu yang mencurigakan. Faktanya ada kemungkinan tertentu dalam pikiran Shidou.

Dia masih belum yakin. Dan juga, ini tidak seperti dia tahu siapakah salah satu orang yang Natsumi gunakan untuk penyamarannya dari 12 orang itu. Tapi, kemungkinan itu adalah pikiran yang penuh dengan racun yang mana mungkin merubah tindakan Shidou sampai sekarang menjadi terbalik.

“.........Mungkin, ini---”

Shidou meletakkan sikunya di atas meja dan menggerakkan tangannya ke mulutnya. Mungkin karena kekurangan tidur atau stres yang sangat berat; hanya dengan pergerakan seperti itu menyebabkan dia sedikit mual.

Dan, saat Shidou diam memikirkannya untuk beberapa saat, pintu tiba-tiba terbuka dari belakang dan Kotori memasuki ruangan.

“Shidou.......tunggu sebentar. Jangan bilang kau tidak tidur?”

Kotori mengangkat alisnya dan berjalan mendekati Shidou.

“.............Ou, Kotori.”

“Aku sudah bilang padamu sebelumnya, jangan memaksakan dirimu. Aku mengerti perasaanmu tapi, kita akan kehilangan semuanya jika kau menghancurkan kondisi badanmu.”

“Tak apa, jika hanya seperti ini. Hari ini..........hari untuk menyelidiki ulang. Err-----pertama Kaguya, kan?”

Setelah Shidou membalas dengan setengah mata terbuka, dia memanjangkan tangannya untuk mengambil dokumen yang jatuh ke lantai.

Tapi pada saat itu, dia tiba-tiba merasa pusing, dan jatuh menunduk.

“Uh.........”

“Aaaaah Mouu, seperti yang kubilang........!”

Kotori mengatakannya dengan kesal dan memegang tangan Shidou.

“Sudah kubilang........! Ya sudah, cepatlah dan istirahat! Kau tidak akan pernah bisa membuat keputusan jika keadaanmu seperti itu!”

“Aku tidak punya------waktu banyak.........aku akhirnya, mengerti sesuatu. Aku harus menemukan Natsumi secepat mungkin”

“Sudah cukup. Tidak masalah, aku sudah merencanakan untuk membatalkan penyelidikan pada siang dan sore hari untuk hari ini jadi, tolong tidurlah untuk sekarang!”

“.............!”

Mendengar kalimat itu dari Kotori, Shidou tiba-tiba menarik tangannya.

“Batal.......? Apa maksudmu? Bukankah itu artinya kita akan kehilangan petunjuk. Kenapa kau.......!”

“Tenanglah sedikit”

*Pisu* Kotori memukul kepala Shidou. Sebenarnya dia tidak memukulnya dengan penuh tenaga tapi, itu pukulan yang besar bagi Shidou untuk saat ini. Dia lalu jatuh ke lantai karena pukulannya.

“Guh...........”

“Tetaplah seperti itu dan lihat ini”

Setelah mengatakannya, Kotori menunjukkan kartu putih yang ada di tangannya.

Untuk sesaat, dia kira itu adalah kartu pesan yang disatukan dengan foto dari Natsumi tapi, sepertinya kalimat yang tertulis berbeda. Dia mengedipkan matanya dan membaca kalimat yang tertulis.

[Ayo akhiri permainan ini.

Malam ini, tangkap aku.

Jika tidak, semua akan hilang.

Natsumi]

“Apa.............”

Setelah Shidou tersentak, dia mengangkaat tubuhnya dan merebut kartunya dari tangan Kotori.

“Apa......ini”

“Itu ada di kotak pos, saat aku bangun tadi pagi. Surat tantangan dari Natsumi”

Shidou terteguk menelan ludahnya mendengar kalimat Kotori.

“Malam ini.........jika aku tidak menemukan Natsumi, 4 orang yang tersisa akan menghilang........itu saja?”

“Jika kita mengartikannya secara harfiah, kurang lebih seperti itu.”

Kotori mengatakannya selagi mengangkat bahunya. Shidou menggertakan giginya selagi meletakkan tangan pada dahinya.

Dia melakukan apa yang dia bisa. Dia mengecek semua yang bisa dia pikirkan. Tapi walau begitu, Shidou belum memilih siapa Natsumi dari keempat orang tersebut.

Tapi meskipun begitu..........batas waktu tiba-tiba saja muncul. Memberitahunya untuk sabar adalah hal yang tidak mungkin.

---Hari ini, jika Shidou membuat kesalahan, semua dari 12 orang itu akan menghilang.

Tekanan yang sangat kuat, menggenggam erat hati Shidou.

Tapi-------Shidou menggertakkan giginya.

“........Kotori. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu. Maukah kau mendengarnya?”

“Apa?  Aku akan melakukannya jika bisa kutangani.”

Wajah Kotori menjadi lemah lembut dan menjawab pertanyaan itu. Shidou menyimpulkan pemikirannya dan mulai mengatakannya perlahan.

Setelah beberapa detik. Setelah mendengarnya, Kotori *fuumu* mengehela nafas dan meletakkaan tangannya pada dagunya.

“Begitu. Baiklah. Aku akan menyiapkannya.”

“......kau penyelamat hidupku. Jujur saja, aku masih kekurangan bukti.”

“Sebagai gantinya, kau harus tidur sampai waktunya tiba. Itu kesepakatanku.”

“.........Aah, aku mengerti.”

Setelah Shidou mengangguk, dia berdiri dan sedikit menguap sembari membaringkan tubuhnya pada tempat tidurnya.

Dia kemudian perlahan mengangkat tangan kanannya dan membengkokkan jarinya satu persatu sebelum membuat sebuah tinju.

Bahkan sekarang, Shidou masih tidak yakin yang manakah Natsumi dari salah satu 12 orang itu. Jika ini disebut puzzle maka, ini akan menjadi kondisi dimana beberapa potongan terakhir hilang.

Itulah kenapa------terlepas apakah surat tantangan Natsumi ini sampai pada Shidou atau tidak, Shidou mungkin meminta hal yang sama pada Kotori.

“-----Natsumi”

Dia melihat ke sebuah ruang kosong dan bergumam.

“Malam ini........aku pasti akan----menemukanmu.”

***

Bagian 3
“Ufufu……………fufufu……………..”

Menyamar sebagai XXX, Natsumi tersenyum dalam keadaan hati yang bagus.

Dia mengingat wajah Shidou saat dia membuat Yuzuru menghilang pada hari pertama, Yoshino dan Ai pada hari kedua, Tohka pada hari ketiga, Tamae dan Tonomachi pada hari keempat, Mai dan Mii pada hari kelima.

Sebuah ekspresi yang tak bisa dikatakan dari campuran ketakutan, gelisah, kecemasan, dan keputus asaan. Setiap kali teringat dalam pikirannya, Natsumi bisa merasakan perasaan gembira di sekujur tubuhnya.

Namun, itu tidak bagus.

---Itu tidak cukup lagi untuknya.

Natsumi memiliki keinginan. Untuk ketakutan yang lebih besar dari sebelumnya. Agar ekspresi Shidou tersiksa dengan putus asa sampai batasnya. Itu kenapa-----satu lagi surat. Dia mengirim surat terakhir pada Shidou.

Agar bisa menghapus semua orang yang tersisa.

Agar bisa melihat ekspresi Shidou dengan mudah.

Dan setelah semua itu berakhir----agar bisa menyedot masuk Shidou juga setelah dia berlutut dengan putus asa.

“Aku tidak akan memaafkan.......mereka yang melihat rahasiaku. Aku tidak akan membiarkannya berakhir sampai menghapus mereka. Aku akan membuat mereka mati putus asa kehilangan kawan mereka.”

Setelah Natsumi bergumam, dia menggertakkan giginya.

“Lagipula........tidak ada yang bisa menemukanku.”





***

Bagian 4
Pada malam harinya.

Setelah cukup tidur (Bahkan, setengahnya diambil terpaksa) Shidou dan Kotori saat ini berada di ruangan yang redup.

Sepertinya tempat ini merupakan fasilitas yang dimiliki Ratatoskr tapi, penjelasan lebih lanjutnya tidak diketahui. Karena dia harus berjalan lumayan jauh dari pintu masuk, tempat ini jauh dari pemukiman.

Lebar ruangannya sekitar 20 tatami. Walau ada meja disini dan disana, tidak ada apa-apa lagi selain itu dan sisanya seperti aula dansa.

Sebenarnya, sepertinya lebih pas jika mereka menggunakan ruang pertemuan <Fraxinus> tapi, selama disana ada Origami dan Natsumi yang mana kekuatannya belum tersegel dan menjadi salah satu orang dari 12 orang itu, mereka tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.

Seperti itulah--------tak lama kemudian, perlahan terdengar suara pintu terbuka.

Dan dari sana, 3 perempuan perlahan memasuki ruangan.

“Kuku, ideal sekali. Ini adalah tempat yang pas bagi kita untuk memberikan hukuman pada raja jahat.”

Orang pertama adalah Kaguya.

“Luar biasa, rasanya seperti ada di markas rahasia---”

Orang kedua adalah Miku.

“...............................”

Dan yang terakhir-----Origami.

Termasuk Shidou dan Kotori yang mana sudah dari tadi ada didalam ruangan, sekarang menjadi 5 orang.

Sermua orang yang tersisa dalam situasi saat ini berkumpul didalam satu ruangan.

Ya. Itu yang Shidou minta pada Kotori.

Dia memintanya menyediakan tempat dimana dia bisa berbicara dengan semua orang yang tersisa, dengan cara mengumpulkan semuanya di satu tempat.

Dan untuk mendapatkan keyakinan yang terakhir, itu adalah faktor yang sangat dibutuhkan.

Dan----ada satu lagi. Ini sepenuhnya adalah pemikirannya untuk mendapatkan pendapat semua orang.

Semuanya pasti diberi penjelasan yang sulit tentang situasinya dari anggota organisasi Ratatoskr. Mungkin beruntung atau tidak beruntung--------ini satu-satunya metode yang bisa digunakan karena orang-orang yang tersisa tahu tentang keberadaan [Roh].

“----Senang kalian semua bisa datang.”

Setelah Kotori mengatakannya, ketiga perempuan melihat ke arahnya dengan sedikit bingung selagi berjalan ke arah Shidou dan Kotori.

*Suu* Shidou kemudian menarik nafas dan melihat mereka secara bergantian.

“........semuanya, aku pikir kalian semua harus mendengar ini. Pertama...........biarkan aku meminta maaf. Maaf. Semuanya menjadi terlibat ke dalam hal ini karena aku........aku benar-benar minta maaf”

Dia langsung membungkuk hormat. Saat dia melakukannya, dia bisa mendengar kegaduhan dari semuanya.

“Fuun, jangan dipikirkan. Daripada itu, aku lebih memilih kau meminta maaf karena terus diam tentang sesuatu yang penting.”

“U--n, jadi artinya kencan itu bagian dari penyelidikan. Itu sedikit mengecewakan”

“..................”

Semua berbicara. Shidou kembali membungkuk sebelum perlahan mengangkat kepalanya.

“Aku tahu ini egois. Tapi..........aku memohon pada kalian semua. Semuanya.........pinjamkanlah kekuatan kalian padaku..........!”

Dia mengatakannya dengan sangat memohon. Dan, semuanya mengangguk.----kecuali untuk satu orang.

“Shidou”

Mempertahakan keheningannya, Origami menatap Shidou selagi membuka mulutnya.

“Apa artinya ini”

“! Maaf, Origami. Tapi, aku memohon padamu. Aku membutuhkan kekuatanmu.”

Origami langsung memalingkan pandangan matanya ke bawah dan menggeleng-gelengkan kepalanya, saat Shidou mengatakannya dengan memohon.

“Aku tidak ingin kau salah paham. Memang sudah biasa aku meminjamkan kekuatanku pada Shidou. Bahkan jika ini mengenai roh-----ada yang ingin aku tanyakan”

“Eh? Apa maksudmu........”

“Dimana tempat ini? Siapa yang baru saja menjelaskan situasinya pada kita? Aku memikirkan tentang ini sebelumnya. Kau memiliki hubungan dengan siapa?”

“I-Itu........”

Shidou tiba-tiba saja bimbang dengan refleks. Memang benar, itu adalah pertanyaan yang wajar menurut pemikiran Origami.

“Keriputmu akan bertambah jika kau mencemaskan hal kecil itu.”

Berdiri di sebelah kiri Shidou, Kotori membalasnya. Pandangan Origami yang sangat tajam melihat pada Kotori.

“............Itsuka Kotori.”

“.............apa?”

Kotori merespon dengan setengah mata terbuka mendengar suara Origami. Mereka berdua saling menatap untuk sesaat.

Jika dipikirkan kembali, mereka bedua memiliki takdir yang sangat mendalam. Semenjak Origami yang meragukan Kotori sebagai pelampiasan balas dendam kedua orang tuanya dan berinisiatif untuk menyerang Kotori sebelumnya.

Pada akhirnya, memahami jika itu hanyalah sebuah kesalahpahaman; Shidou berhasil menghentikan mereka berdua dengan ikut campur tapi------hubungan aneh antara mereka berdua tidaklah hilang.

Tapi. Setelah Origami mengalihkan matanya ke bawah tanpa mengatakan apapun, dia sedikit menghela nafas dan menghindari pandangannya dari Kotori.

“-------Aku akan mendengarkan apa yang bisa kau katakan nanti. Bagaimanapun, aku tidak keberataan bekerja sama dengan Shidou.”

“A-aah.......Terima kasih, Origami”

“Aku tidak keberatan. Tapi”

“Tapi?”

“Karena kau memanggilku tiba-tiba, aku sedikit, berharap”

“........Itu.......bagaimana mengatakannya, maaf”

Dia hanya bisa berbicara seperti itu. Shidou sedikit menundukkan kepalanya.......kenyataannya, dimulai dari Origami, semuanya dibawa kesini bersama-sama oleh Reine dan dia tidak tahu metode apa yang Reine gunakan untuk memanggil mereka.

“Kuku, kalau begitu semuanya sudah siap”

Pada saat itu, Kaguya melebarkan kedua tangannya, dan mengeluarkan suara yang keras selagi membuat pose.

“Ayo kita mulai. Upacara seleksi untuk mengeluarkan dan menunjukan kekejaman dalam diri kita pada cahaya!”

“A-ra, kau terlihat yakin”

“Bukankah itu sangat jelas!”

Kaguya mengulurkan tangannya dengan berlebihan saat Kotori mengatakannya.

“Orang kurang ajar yang menculik Yuzuru ada di dalam sini kan!? Kalau begitu aku akan menemukan orang itu dan sampai dia membayar kompensasi yang sesuai-------aku tidak akan merasa puas............!”

Jika dilihat melalui setengah perkataannya, dirinya yang seperti biasanya muncul. Kaguya mungkin menyadarinya dan *Kohon* membuat sebuah suara batuk sebelum kembali berpose.

“Bagaimanapun! Aku pasti akan menemukan roh yang membuat Yuzuru dan yang lain menghilang!”

Setelah mengatakan itu, dia mencengkeram erat kepalan tangannya. Bahkan dari samping, terlihat banyak sekali kekuatan. Lebih jelasnya, dia ingin mengarahkan semua emosi yang dia simpan karena kehilangan Yuzuru secara mendadak pada sang kriminal.

“Ya ya, aku mengerti karena kau terlibat dalam hal ini juga jadi, tolong tenang untuk sekarang.”

Kotori mengangkat chupa chups yang ada di mulutnya dan menggerakkan bibirnya.

“Situasinya seperti yang sudah dijelaskan sebelum kalian memasuki ruangan ini. Ada satu roh yang memiliki kekuatan transformasi di dalam sini dan kita harus menemukannya apapun yang terjadi. Semua hasil penyelidikan ada di dokumen ini. Jika ada sesuatu yang mengganggumu atau pertanyaan, kita tidak keberatan sekecil apapun itu. Tolong lanjutkan dan katakanlah.”

Setelah mengatakannya, dia menunjukkan meja yang ada didekatnya. Ada beberapa dokumen yang disatukan dengan klip yang ada di atasnya.

Semuanya mengambil dokumen dan melihatnya untuk sesaat.

Dan setelah beberapa saat, Miku *fuuu* menghela nafasnya.

“Begitu--...........pertanyaan yang darling tanyakan waktu itu memiliki maksud.”

“..........Darling?”

Origami mengangkat kedua halisnya. Shidou dengan terburu-buru mengeluarkan suaranya.

“Y-Yah, kenapa kita tidak abaikan itu duku saja untuk nanti”

“...................”

Setelah Origami merasa tidak puas dan terus diam, dia sekali lagi mengalihkan pandangannya ke arah dokumen.

Dan seperti sebagai gantinya, *piin* Kaguya mengangkat jarinya.

“Jadi, Shidou. Seperti apa penampilan Natsumi itu?”

“Eh? Aah, itu----”

“-----menjijikkan, wajahnya benar-benar mengerikan.”

Kotori memotong perkataan Shidou dan mengatakannya.

“Sebagai contoh, dia memiliki wajah seperti kodok yang tertabrak mobil. Matanya menjuntai sangat jauh dan hidungnya mengarah ke atas seperti babi, kulitnya penuh dengan bopeng seperti kawah bulan. Tubuhnya gemuk; tubuh yang sangat buruk yang membuatku berpikir dada, pinggung, dan pinggalnya sama besar. Dan wajahnya benar-benar datar. Bahkan seperti 3 kepala yang menempel bersama. Entah kenapa daripada roh, dia lebih mirip monster.”

Dengan wajah yang serius, Kotori terus menjelaskan penampilan Natsumi. Tapi dari semuanya, tidak ada sedikitpun kemiripan dalam ingatan Shidou dan jelas sekali itu adalah informasi sampah.

“Oi, Kotori.................”

Saat Shidou ingin mengatakan sesuatu, Kotori [Shh] mengangkat satu jarinya.

Saat itu, dia menebaknya. Sepertinya, ini untuk memancing keluar reaksi Natsumi dari dalam diri mereka. Difitnah seperti itu, tidak banyak orang yang tidak menyadari hal itu. Bahkan jika tidak ditunjukkan pada ekspresi atau tindakannya, pasti ada semacam respon dari alat observasi terpasang di ruangan ini.

Tapi------------

“...........tidak ada respon seperti itu.”

Suara Reine terdengar dari telinga kanan Shidou.

Kotori mungkin mendapatkan pemberitahuan yang sama. *Tsk* dia menggigit lidahnya dan mengoperasikan terminal kecil yang ada di atas meja.

“............Tadi itu bercanda. Tolong lihat ini”

Diwaktu yang sama disaat Kotori mengatakan itu, penampilan Natsumi terpampang di layar terminal. Dia adalah perempuan yang cantik.

“Eeh...........Benar-benar berbeda dari yang kau katakan tadi. Kotori-chan kau anak yang menyeramkan.”

Keringat turun dari pipi Miku selagi dia membuat halisnya saling berdekatan. Namun, Kotori tidak terlalu menghiraukan hal itu dan mendesak yang lainnya dengan bertanya [apa masih ada lagi].

“Bagaimanapun, aku sedikit penasaran, cara apakah yang digunakan Shidou dan Kotori mengatasi masalah ini hingga membuat kalian tidak bisa menangkapnya bahkan ekornya sedikitpun sampai saat ini.”

Orang selanjutnya yang berbicara adalah Kaguya.

“Pertama-tama, apa benar Natsumi benar-benar ada di dalam sini? Bukankah kemungkinan dia berbohong dan sebenarnya menyamar sebagai orang lain, dan menikmati semua ini disaat melihat Shidou panik?”

Setelah mengatakannya, Kaguya memiringkan kepalanya.

“..............tentu saja, kemungkinan itu bukanlah nol. Tapi----------”

Kotori melipat tangannya selagi membuat sinyal mata pada Shidou. Shidou sedikit memiringkan kepalanya ke depan untuk meresponnya.

“Aah. Walaupun aku tidak berbicara dengannya untuk waktu yang lama..........aku pikir dia tidak berbohong.”

“Houu? Bagaimana kau bisa mengatakannya? Lawan kita adalah roh yang membuat Yuzuru dan yang lain menghilang, kau tahu? Aku pikir sulit untuk mempercayainya.”

“Hnn, bagaimana mengatakannya.........Aku rasa Natsumi sangat yakin dengan kemampuannya. Dan juga, Natsumi jelas mengatakan [Aku di dalam salah satu dari mereka]. Mengesampingkan caranya mempersingkat waktu, aku pikir dia tidak akan melanggar aturan.”

“Fumu.................”

Kaguya membuat geraman yang agak keberatan sebelum mengangguk untuk menunjukkan rasa setuju.

“Aku mengerti, kaulah yang secara langsung berbicara dengan Natsumi. Aku akan percaya.”

Setelah mengatakan itu, Kaguya kembali melihat dokumen.

Dan setelah sesaat, Origami mengangkat wajahnya setelah dia selesai membaca semua dokumennya.

“Shidou. Apa kau bisa menunjukkan foto dan kartu yang dikirim oleh Roh Penyihir padaku?”

“Aah, tentu saja.”

Setelah Shidou mengangguk, dia mengambil surat putih dari tasnya dan memberikannya pada Origami.

“...............”

Setelah menerima dokumennya, Origami mengambil foto dan kartu dari dalam dan menjajarkannya di atas meja. Dari samping, Kaguya dan Miku sedikit mengintip.

“Fuun.......begitu. Jadi artinya ini diambil secara sembunyi-sembunyi.”

“Tunggu! Mataku setengah terbuka--!”

Kaguya mendengus dan Miku *puri**puri* menjadi marah. Namun, Origami tidak berhenti untuk menghiraukan mereka dan mengangkat pandangannya pada foto dan kartu satu per satu.

Dan, setelah diam beberapa saat dan menaruh tangannya pada dagunya, dia mengangkat wajahnya.

“--------ada satu lagi hal yang ingin aku konfirmasi.”

“Aah, apa itu?”

“Apakah mungkin kalau kemampuan transformasi Roh Penyihir bisa berubah ke sesuatu yang lain selain roh dan manusia?”

“Eh............?”

Diberitahu seperti itu. Mata Shidou terbuka lebar.

“Selain roh dan manusia.....?”

“Ya. Untuk lebih jelasnya, apa sangat memungkinkan untuknya berubah menjadi benda mati, atau, menjadi keberadaan yang bentuknya jelas berbeda dari bentuk aslinya, itu yang kumaksud. Contohnya, berubah menjadi sesuatu yang bisa dikumpulkan dengan telapak tangan atau sesuatu yang tipis seperti kertas.”

Shidou sedikit mengangguk mendengar perkataan Origami.

Sekarang dia mengingat kembali, disaat pertama kali Shidou bertemu dengannya, Natsumi mengubah anggota AST menjadi karakter komik. Jika itu mungkin dari orang ketiga, maka tidaklah aneh untuknya mengubah tubuhnya menjadi sesuatu selain manusia.

“Mungkin saja. Tapi, untuk bisa mengubah tubuhnya menjadi ukuran yang lebih kecil................aku tidak terlalu yakin akan hal itu.”

“Kau tidak bisa bilang jika itu bukanlah tidak mungkin, kan?”

“Aah............mungkin saja.”

“Ya”

Origami mengangguk. Lalu duduk di sebelahnya, Miku *pon* memukul tangannya seperti dia terpikirkan sesuatu.

“Eh, mungkinkah--................”

Selagi mengatakannya, dia menunjuk ke arah foto yang berjajar di meja.

“Roh-san mungkin menyamar sebagai salah satu orang dari dua belas foto itu.........sesuatu seperti itu adalah yang kau maksud, kan?”

“Foto..........”

Shidou meletakkan tangan pada dagunya. Itu benar.........dia tidak bisa menyangkalnya.

“Aku salah satu dari mereka. Bisakah kau tebak yang manakah diriku?”

Ya. Dilihat dari kata-katanya, menurut perkataan [Di dalam mereka]---------Natsumi mungkin di dalam salah satu orang dari 12 foto tersebut.

“Ya”

Setelah Origami menatap Miku, dia mengangguk.

“Biasanya, jika kau diberitahu [Aku salah satu dari mereka] setelah diberikan fotonya maka, kau akan berpikir kalau rohnya akan menjadi salah satu orang yang ada di foto.------namun kali ini, sepertinya tidak seharusnya seperti itu.”

Dia menatap foto yang berjajar di meja dan melanjutkannya.

“Awalnya, aku punya perasaan yang aneh pada peraturannya. Seiring waktu berlalu, setiap orang akan berkurang. Memang benar itu cara yang efektif untuk memberikan rasa tidak nyaman pada Shidou. Namun, disaat yang bersamaan, dia akan beresiko membuat dirinya sendiri lebih mudah ditemukan.-------jika dia sangat yakin dia tidak akan ditemukan, tidak mungkin dia memilih rute ini.”

Shidou mengangguk mendengar perkataan Origami. Itu adalah perasaan aneh yang dialami Shidou selama ini.

Mendengar perkataan itu, Kaguya *fuuun* membuang nafasnya selagi melipat tangannya.

“--------Begitu. Tapi, jika memang itu masalahnya, apa yang harus kita lakukan? Ada 12 foto kau tahu? Jangan bilang kau akan menunjuk kami satu per satu?”

“Itu tidak perlu”

Setelah Origami mengatakannya, dia menumpuk foto yang tersebar di atas meja.

“Origami?”

“Lihat”

Dan, sesaat kemudian.

Saat dia melihat Origami meletakkan tangan ke dalam kantungnya, *Kaa* terdengar sebuah suara dan pisau menusuk tumpukan foto itu. Pisaunya benar-benar menembus sampai ke permukaan meja.

“Iiiih.............!?”

“Ini adalah metode terpendek dan tercepat untuk mengkonfirmasinya”

Setelah Origami mengatakannya tanpa menggerakkan alisnya, dia memutar pisau yang menusuk dan mencungkilnya.

---tapi, fotonya tidak menunjukkan respon apapun.

“..........sepertinya, salah.”

Origami mengatakannya dengan kecewa selagi meletakkan pisaunya ke dalam kantungnya. Shidou menghapus keringat yang tidak dia ketahui kapan munculnya dengan tangannya...........selagi berpikir jika Natsumi benar-benar menyamar sebagai foto, apa yang akan terjadi.

“Fuun, kembali ke titik awal lagi huh”

“Tapiiiiii, aku pikir apa yang Origami-san katakan itu benar. Tapi, sepertinya dia tidak ingin menikmati sensasinya. Aku pikir dia menyerang dengan aturan waktu, jadi dia tidak akan bisa ditemukan. Itu karena, hanya ada 4 orang yang tersisa saat ini kau tahu--? Bukankah itu ditingkat memungkinkan untuk kita menebak siapa dia, bahkan jika itu secara acak.”

Miku mengatakannya selagi meletakkan jarinya pada dagunya. Shidu setuju dengannya. Dia sedikit mengangguk.

Namun. Wajah Kaguya kebingungan dan menatap Miku.

“Jadi apa yang kau katakan? Apa kau bilang Natsumi tidak ada di dalam 12 orang itu? Bukankah Shidou baru saja menyangkalnya”

“A-Aku mengatakannya tapi..........”

“Jangan bilang, kau mencoba membuat kita berpikir Natsumi tidak ada disini dari salah satu diantara kita”

Kaguya mengatakannya dengan mata setengah terbuka. Saat dia mengatakannya, Miku *muu* kembali merajuk dan mulutnya membentuk huruf .

“Apa maksudmu---. Aku akan marah walaupun itu Kaguya-chan”

“Fuun, apa kau panik karena aku tepat sasaran? Itu bahkan lebih mencurigakan. Ada ombak hitam muncul dari punggungmu.”

“Tunggu, tolong tenang kalian berdua.......”

Kotori dengan terburu-buru memotong permbicaraan Kaguya dan Miku. Mereka saling menatap untuk sementara.

“Sekarang bukan waktunya untuk bertengkar. Shidou, tolong katakan sesuatu”

“...............”

Namun, Shidou terdiam menekan mulutnya sembari mengamati perilaku semua orang.

“Shidou.............? Ada apa”

“...............Aah, seperti yang kukira, mungkin---------”

Setelah Shidou bergumam sendiri, *Gari**Gari* dia menggaruk kepalanya.

“Origami, bisakah kau menunjukkan fotonya sedikit?”

“Ini”

Origami menyerahkan tumpukan foto padanya.

Shidou membariskan foto dengan lubang karena pisau di tangannya, dan mulai melihatnya.

“Orang yang tersisa adalah 4 orang...........tapi, tidak peduli seberapa banyak aku menyelidiki, aku tidak bisa menemukan seseorang seperti Natsumi didalamnya..........menyerang dengan aturan waktu, jadi dia tidak akan bisa ditemukan..........[Aku ada di dalam salah satu dari mereka. Bisakah kau menebak siapa aku?].............”

Itu adalah satu-satunya kemungkinan yang bisa ditemukan Shidou setelah terus berpikir dan menutup penyelidikan dengan beberapa informasi entah itu siang atau malam hari.

Dia *butsu**butsu* bergumam seperti sedang memberikan mantra dan menarik nafasnya.

Dan selagi mengangkat pandangannya ke semua orang, Shidou mengeluarkan suaranya.

“------Mungkin, Natsumi bukanlah kalian semua.”

“””“…………huh………….?””””

Semuanya membuka mata dengan lebar setelah mendengar perkataan Shidou.

Itu wajar saja. Walaupun dia bertujuan mengumpulkan mereka semua untuk menemukan Natsumi, dia bilang bahwa Natsumi mungkin bukan salah satu dari mereka. Lebih baik menaruh gerobaknya sebelum kudanya.

“Tunggu sebentar, apa yang kau katakan Shidou?”

“Itu benar. Bukankah itu berbeda dari apa yang baru saja kau katakan”

Kotori dan Kaguya mengatakannya selagi mengangkat alisnya. Tapi, Shidou mengayunkan kepalanya ke samping.

“Tidak, apa yang aku katakan bukanlah tentang Natsumi tidak berada didalam salah satu dari 12 foto tersebut. Akhirnya, aku bilang dia bukanlah 4 orang yang tersisa saat ini.

Dan, saat Shidou mengatakannya.

“......................!”

Mungkin dia menebak apa maksud perkataannya, terlambat sedikit, Kotori mengangkat alisnya.

Dia lalu mulai membalikkan dokumen di kepalanya dengan kecepatan yang luar biasa. Kaguya dan Miku terdiam melihatnya.

“Begitu.................tidak mungkin...............tapi jika itu masalahnya maka.........”

“Ehh? Eh? Tunggu sebentar, aku masih belum setuju jadi jelaskan padaku”

Saat Miku bertanya seperti hama, Kotori setuju selagi keringat turun dari jidatnya.

“..............ya. Mungkin, ini--------”

Dan---------saat Kotori akan mengatakan sesuatu.

Tengah ruangan menjadi langsung berantakan, dan sebuah kilauan yang pucat muncul dari tempat itu----

Angel Haniel muncul.

“””””A…………..!?”””””

Kecemasan semua orang menggema di seluruh ruangan.

Shidou melihat ke arah jam dengan panik. 11.30------masih ada 30 menit lagi sebelum jam 12.

“Apa maksudnya ini? Hari ini masih belum selesai!”

Saat Shidou berteriak, seperti sebagai jawabannya, ujung Haniel terbuka dan figur Natsumi melayang di cermin.

“------Ufufu, jangan panik seperti itu. Karena ini malam terakhir jadi, ayo bersenang-senang lagi, ya?”

Natsumi melanjutkannya dengan senyuman.

“Ini aturan spesial untuk malam terakhir. Batas waktu hari ini, 10 kali lebih cepat dari biasanya, 10 menit. Jika kau tidak bisa menebak siapa aku dalam 10 menit, atau kau tidak menunjuk siapapun, aku akan memberikanmu 10 menit lagi. Akhirnya, akan menjadi kekalahanmu jika kau tidak bisa menebak siapa aku sampai ke orang terakhir. Maka aku akan mengambil [Keberadaan] semua yang ada disini.”

“Kuh..............!”

Kotori membunyikan lidahnya sampai bisa didengar, ketika Shidou mengerutkan keningnya selagi mengatakannya.

“30 menit.........huh. Kau memikirkan sesuatu yang menjijikkan lagi.”

“Apa.......maksudmu?”

“-------ada 4 orang tersisa.”

Origami lah yang menjawab pertanyaan Shidou, bukan Kotori. Selagi menatap Natsumi, dia melanjutkannya dengan nada yang tenang.

“Mulai sekarang, jika kita gagal menunjuk kriminalnya sampai batas waktu dan saat sudah jam 12, hanya ada satu orang yang tersisa. Artinya, Penyihir merencanakan untuk mengakhiri permainan bersamaan dengan berubahnya hari.”

“...........guh”

Setelah Shidou mencengkeram kepalan tangannya, dia sekali lagi melihat pada perempuan yang ada di ruangan ini.

Kotori, Origami, Kaguya, Miku.

Ekspresi semuanya dipenuhi dengan kecemasan, kemarahan dan ketidaknyamanan. Sekilas, sepertinya tidak ada Roh yang mencuri [Keberadaan] semua orang disini.

Tapi, seperti menghentikan pikiran Shidou, Natsumi melanjutkan perkataannya.

“Aah, oh ya oh ya. Karena semuanya sedang berkumpul, aku tidak keberatan jika orang selain Shidou yang menunjuk hari ini. Tapi tentu saja, hanya ada 10 menit setiap putaran, jadi pikirkan baik-baik sebelum menunjuk. Jika ada suara yang seimbang, maka aku akan membatalkannya.”

“................kau yakin, lakukan yang kau inginkan”

Shidou tidak sengaja mengangkat alisnya mendengar aturan tambahan yang membingungkan.

Tapi, dia tidak bisa terus berselisih terlalu lama. Hanya ada 30 menit tersisa. Dan, hanya ada 3 kesempatan lagi untuk menunjuk Natsumi.

Jika dia membiarkannya------semua akan dihapus oleh Haniel. Gagal jelas bukanlah pilihan.

Dan, saat itu, Kotori melihat ke arah Natsumi yang ada di kaca Haniel.

“------waktunya sempurna. Ada sesuatu yang ingin aku pastikan dengan bintang permainan.”

“A-ra, apa itu?”

“Peraturannya mengatakan kau ada di dalam foto. Satu orang akan menghilang tiap harinya jika kesempatannya gagal. Jika nama yang ditunjuk salah, orang itu juga akan menghilang..........apa aku benar?”

Saat Kotori mengatakannya, Natsumi mengangkat bahunya untuk membodohinya.

“Ohhh, Aku penasaran................ada yang ingin aku katakan tapi, yah, aku akan menjawabnya.-----Kau salah”

“..........Begitu”

Setelah Natsumi mengatakannya, Kotori sedikit mendengus selagi mengalihkan pandangannya ke arah Shidou.

Dia membalasnya dengan anggukan. Pertanyaannya tadi persis seperti yang Shidou akan lakukan.

“A-Apa maksudnya? Hei Kotori, bisa kau jelaskan?”

Kaguya mendekatkan kedua halisnya selagi mengatakannya.

Saat dia melakukannya, Kotori melempar dokumen ke meja dan membiarkan dia mendengar suaranya.

“.................mungkin, kita sudah membuat kesalahpahaman yang besar.”

“Apa..............?”

Kaguya memiringkan kepalanya mendengar perkataan Kotori. Kotori memilih foto yang berbaris di meja selagi melanjutkannya.

“Kita mencoba mencari Natsumi di dalam orang yang ada di foto.”

“Umu........tapi itu peraturannya kan?”

“Ya. Memang benar seperti itu. Tapi-------jika dipikirkan setelahnya, kita benar-benar sudah diarahkan.”

Selagi mengatakannya, Kotori memisahkan foto di meja menjadi 2 bagian.

Penataannya Origami, Kotori, Kaguya, dan Miku di sebelah kiri. Dan, di sebelah kanan, 8 orang tersisa.

Pada dasarnya, orang yang masih tersisa, dan semua yang sudah menghilang dibagi menjadi kelompok.

“A-Apa maksud.............mu?”

“Apa yang Tobiichi Origami dan Miku katakan terus menggangguku. 4 orang disini sudah menerima inpseksi paling detil dan analisis tentang 12 orang. Tentu saja, lawannya adalah roh. Tidaklah aneh jika dia memiliki kekuatan yang melintasi pikiran kami. Tapi, kebetulan------------jika Natsumi sudah menghilang dari kita, maka semuanya akan masuk akal.”

“A.............!?”

“Eeeeh!?”

“.................!”

Disaat yang bersamaan dengan teriakan Kaguya dan Miku, Origami membuka lebar matanya dan mulai mencari di dokumen yang dia pegang.

Dan setelah matanya terus melihat kalimat, dia perlahan mengangkat wajahnya.

“-------Begitu. Itu benar, tidak ada apapun yang tertulis disini”

“Tu-tunggu sebentar, itu artinya............”

Miku menekan jidatnya untuk menenangkan dirinya. Shidou mengangguk.

“............Ya. Jika dipikirkan dengan baik-baik, kriminalnya ada bersama dengan orang yang tersisa.------tapi, ini bukan novel detektif. Walau mereka menghilang, bukan berarti mereka mati. Tidak ada peraturan yang menyatakan kalau Natsumi tidak akan menjadi orang yang menghilang di akhir nanti.”

””……….!?””

Saat Shidou mengatakannya, Kaguya dan Miku tersentak dan mata mereka menjadi bulat dan terbuka lebar.

Ya. Itu--------salah satu kemungkinan yang sudah diraih Shidou.

4 orang yang tersisa tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan bagaimanapun dia mengeceknya.

Aturan permainan menjadi merugikan untuk Natsumi seiring berjalannya waktu.

Jika hipotesisnya benar maka........semuanya akan tersambung.

“Shidou, Kotori. Apa maksudmu Natsumi sudah bersama dengan orang yang menghilang sebelum dia bersama kita disini?”

Kaguya bertanya dengan keringat bercucuran ke pipinya. Saat dia melakukannya, wajah Kotori menjadi kebingungan dan meletakkan tangannya pada dagunya.

“Lebih spesifik---------bahkan dengan jumlah orang yang sudah menghilang, itu adalah orang lain selain orang yang menghilang saat Shidou menunjuk mereka. Seperti yang diharapkan akan melanggar aturan jika dia bertindak tidak bersalah saat dia ditunjuk oleh Shidou.”

Setelah mengatakannya, Kotori menyingkirkan foto Yoshino, Tama-chan-sensei dan Mai dari foto yang ada di sebelah kanan.

Sisanya adalah Yuzuru, Ai, Tohka, Tonomachi, dan Mii, kelima foto ini. Mereka adalah orang yang dihapus Natsumi di pengujung hari.

“Tu-tunggu sebentar----. Bukankah itu akan lebih sulit untuk dibandingkan sekarang----? Bukankah kau hanya menambah jumlah orangnya!”

Miku mengeluarkan teriakannya. Memang benar, ada 4 orang tersisa disini. Dengan tambahan hanya ada 3 kesempatan tersisa, pilihannya harus diperluas.

Namun. Origami menggelengkan kepalanya untuk menyangkalnya.

“-----Memang benar itu yang akan terjadi jika kita hanya melihat angka. Tapi, sebenarnya tidak. Dari yang aku lihat di dokumen, hanya ada satu orang yang hampir pasti berada di zona aman.”

“Eh..........?”

Shidou mengangkat alisnya mendengar perkataan Origami. Shidou baru mengetahui siapakah orangnya sampai akhir dan belum mendapatkan hasil yang pasti.

Tapi, Kotori mengangguk seolah setuju dengan perkataan Origami.

“Ya. Memang benar jika orang itu menghilang setelah ditunjuk, jika salah satu orang yang dianggap sebagai Natsumi juga menghilang dari pikiran kita. Jika itu yang terjadi, maka itu sama saja dengan berlari ke zona aman.”

Kotori melanjutkan selagi menggerakkan alisnya.

“Tapi, walau itu yang terjadi, kondisi pertama sangatlah sama untuk semua orang. Tidak peduli walau kemungkinannya rendah, jika orang itu ditunjuk oleh Shidou sebelum menghilang maka, Natsumi yang akan kalah.------Shidou, pikirkan baik-baik. Hanya ada satu orang. Walau berdasarkan kebetulan, hanya ada satu orang yang lolos dari penunjukkan.”

Diberitahu seperti itu. Shidou tenggelam dalam pikirannya.

Dan, langsung menyimpulkan orang yang Kotori dan Origami bicarakan.

Ya. Itu---------

“Jangan bilang..............Yuzuru........?”

Shidou menyebut nama perempuan yang menghilang di malam pertama dan menelan ludahnya. Saat dia melakukannya, Kotori dan Origami mengalihkan matanya kebawah menunjukkan kalau mereka setuju.

Tapi, disaat dia mendengarnya, wajah saudari Yuzuru, Kaguya menjadi tidak senang.

“Apa kau bilang? Shidou, apa kau bilang Yuzuru adalah pelakunya?”

Setelah mengatakannya, dia langsung mendekatkan wajahnya. Shidou mengayunkan kepalanya dengan panik.

“Tunggu sebentar. Aku tidak-----”

Tapi, Kotori melanjutkannya seolah menyela perkataan Shidou.

“Ini juga ada di dokumen tapi..............itu dimulai dari hari kedua dimana Haniel datang ke rumah kami untuk mendesak kami menunjuk kriminalnya.”

Seperti yang Kotori katakan; Haniel tidak muncul di hari pertama.

Yang artinya---------Shidou tidak dimaksud untuk menunjuk kriminalnyya.

Malam itu, Yuzuru menghilang karena Haniel. Saat itu dia terguncang dari fakta bahwa tersangka menghilang tapi---------sekarang dia memikirkannya, dia tidak tahu kenapa Haniel tidak muncul di hari pertama.

“Malam pada hari pertama. Yuzuru menghilang, Tapi, dengan kata lain, bukankah itu berarti tidak mungkin untuk menunjuknya sebagai pelaku?”

Kotori kembali menambahkan. Rasanya seperti Kaguya merasa kesal tentang fakta bahwa Yuzuru sedang diragukan tapi, karena tidak ada bahan yang bisa digunakan, dia tetap menutup mulutnya.

Kotori menghela nafas dan melihat ke arah Natsumi.

“.............Itu salah satu pemikiran yang buruk. Tapi hasilnya, tindakan pencegahannya malah menangkap ekornya.---------orang itu adalah, Yuzuru.”

Kotori mengatakannya dengan yakin.

“..................”

Tapi, Shidou masih berpikir.

Memang benar logikanya sudah tersambung. Namun, untuk beberapa alasan. Dia merasa masih ada sesuatu yang kurang.

“Fuuun..........itu saja?”

Natsumi membalasnya dengan santai.

“Sudah pas 10 menit. Mereka yang setuju mendengar pendapat Kotori-chan tolong angkat tangannya.”

Saat Natsumi mengatakannya, Kotori, juga Origami, Miku, dan Kaguya dengan ragu-ragu, semua mengangkat tangannya.

“.............Shidou?”

Kotori menoleh ke arahnya dengan curiga. Tapi, bahkan setelah itu, Shidou tidak mengangkat tangannya.

Natsumi *Nii* tersenyum.

“Oke, waktu habis. Karena banyaknya angka persetujuan, Yamai Yuzuru-chan akan ditunjuk.”

Setelah mengatakannya, Natsumi yang ada di kaca Haniel, menjentakkan jarinya. Saat dia melakukannya------

“A--------”

Berdiri disana, saat mereka berpikir tubuh Origami menjadi pucat, dia disedot ke dalam kaca Haniel.

“O-Origami..........!?”

“-------Fufu, Sa.la.h. Konsepnya menarik tapi, sayang sekali~”

Natsumi tertawa terbahak-bahak, dan membuat lingkaran dengan jarinya untuk memprovokasi Shidou dan yang lain.

“Yah, karena yang ditunjuk Yuzuru-chan sudah menghilang, jadi sedikit kecewa karena hanya satu orang yang bisa dihapus.------baiklah, waktu diulang kembali. Tolong pilih orang selanjutnya. Fufu, hanya ada 2 kesempatan lagi. Bisa kau tebak siapa aku?”

“Ti-tidak mungkin..........”

Wajah Kotori menjadi merasa ketakutan.

“Apa kau bilang Yuzuru bukan orangnya......!? La-lalu siapa.........!”

Setelah mengatakannya, dia menempatkan sikunya di atas meja dengan wajahnya yang terkejut.

Tapi itu normal saja.------semuanya kembali ke situasi awal. Tidak ada waktu lagi sampai penunjukkan berikutnya. Detak jantung semua orang semakin cepat tapi, mereka mengetahuinya seolah ada di tangan mereka.

“Kuh.............”

Dia mengangkat wajahnya selagi menghadap ke arah dokumen lagi.

Yuzuru bukanlah Natsumi. Maka itu salah satu dari Tohka, Ai, Tonomachi, dan Mii. Tapi bahkan jika itu yang terjadi, tidak ada orang lagi yang bisa Shidou pikirkan telah kabur dari penunjukkan selain Yuzuru. Tidak mungkin, apa Natsumi membahayakan dirinya hanya untuk menikmati pertandingan ini.....?

Namun, jika dia berpikir seperti itu, kondisinya akan jadi tidak berarti. Jika Natsumi menikmati pertandingannya maka, dia mungkin ada di dalam 3 perempuan ini sekarang juga--------

Shidou terus berpikir berputar di kepalanya, Shidou memukul dahinya dengan jarinya untuk menenangkan kekacauan di kepalanya.

“Fufu, Ahahahahaha!”

Dan, bertanya berapa banyak waktu telah berlalu, Natsumi memegangi perutnya selagi tertawa menikmati kekecewaan semua orang.

“Wah, wah, betapa buruknya. Penjelasan detektif terkenal sudah berakhir? Jika kau tidak cepat-cepat dan temukan aku, maka semuanya akan bergabung dengan yang lain di dunia cermin kau tahu? Fufu, tapi tenanglah. Onee-san akan menggunakan keberadaanmu dengan benar.”

“Kau..............sialan.”

Kaguya menendang ke tanah dan ke arah Haniel.

“Beraninya kau melakukan ini pada Yuzuru.........! Kepada Tohka! Kepada Yoshino! Kepada Origami! Kepada Tama-chan! Kepada Ai, Mai, Mii! Dan teman Shidou.........! Kembalikan mereka! Kembalikan mereka.................!”

Tapi, tidak mungkin serangannya berefek pada Angel. Haniel mengeluarkan radiasi pucat, dan Kaguya dengan mudahnya tertiup angin.

“Guah.............!”

Punggungnya menghantam dinding, dan Kaguya mengerang kesakitan.

“Kaguya!”

“.............tidak berguna, hentikan! Bahkan jika kau menggunakan batasan Reiryokumu, saat ini kau tidak punya kekuatan apapun untuk melakukan sesuatu pada Angel.”

Kotori mengatakannya dengan mengerang dan ekspresi tegas.

“Ta-tapi walau begitu, jika ini berlanjut.....!”

Dan, di saat Kaguya akan memukul Haniel setelah mengeraskan tinjuannya, Natsumi sekali lagi mengeluarkan suaranya.

“----Baiklah, saat kau melakukan ini dan itu, sudah waktunya. Sepertinya kalian semua belum menunjuk jadi, apa yang akan kalian semua lakukan?”

Sepertinya 10 menit telah berlalu tanpa ada satupun yang menyadarinya. Natsumi mengangkat pandangannya untuk melihat semuanya.

“Sepertinya kalian semua tidak menunjuk. Maka............”

“----Tohka!”

Saat Natsumi akan mengatakan sesuatu, Kotori berteriak.

“Ko-Kotori? Apakah Tohka itu Natsumi?”

“...........sejujurnya, itu hanya tebakan acak. Tapi, kita tida bisa membiarkan kesempatan berharga untuk menunjuk pelaku lepas begitu saja”

“Tohka-chan, bukan?”

Natsumi bertanya balik. Shidou tidak memiliki siapapun dalam pikirannya. Dia mengangguk terpaksa.

Saat dia melakukannya, kali ini tubuh Kaguya yang bersinar pucat----dan tersedot ke dalam Haniel.

“U-uwah..........!”

“Kaguya!”

“Sayang sekali. Tohka-chan juga salah.-------baiklah, hanya ada 10 menit lagi sebelu jam 12. Penunjukkan berikutnya adalah kesempatan terakhir. Fufu, yah, apa kau bisa menebak siapa aku?”

Dan, keheningan kembali mengunjungi ruangan tersebut.

Tapi, itu juga tidak berlangsung lama. Miku mengayunkan kepalanya sembari berteriak.

“A-A-A-Apa apaan ini...........! Aku tidak tahan lagi! Biarkan aku kembali.....!”

“Tenang! Tenanglah Miku! Ini akan menjadi yang Natsumi inginkan jika kau memberontak!”

“Da-darling..........itu karena, karena..........!”

Miku menghentikan tetesan air matanya dan mulai membuat cegukan.

Shidou menenangkan Miku selagi menggertakkan giginya.

--Sesuatu. Ada sesuatu yang pasti masih menghilang. Natsumi ada bersama orang-orang yang dihapus Haniel........jelas tidak ada kesalahan. Tapi, dia tidak tahu siapa itu.

“Itu benar.......sesuatu-------pasti ada sesuatu. Tidak mungkin perempuan berbisa ini akan menantang kita tanpa persiapan apapun. Sesuatu yang jelas menempatkannya pada zona aman, pasti ada sesuatu....!”

Keringat bercucuran pada dahi Kotori selagi membalikkan kertas dokumen dengan kasar.

Shidou melihat ke arah foto yang berbaris di meja.

Dihapus oleh Natsumi, ada 3 orang yang belum ditunjuk.

Tapi, apa Natsumi ada diantara mereka. Walau dia sudah tidak mengerti sama sekali. Shidou meletakkan tangannya pada dadanya untuk menenangkan debaran jantungnya yang semakin cepat karena situasi selagi memandang dokumen dan foto secara bergantian.

Namun, jawabannya tidak bisa keluar tidak peduli berapa kali dia berpikir.

“-----Baiklah, maaf mengganggu saat kalian dalam masalah, tapi sisa 5 menit lagi.”

Dan, Natsumi lalu *kusu**kusu* tertawa selagi menaikkan suaranya.

Shidou tersentak. Saat dia melihat jam, memang benar 5 menit sudah lewat. Jelas sekali, waktu tubuh mereka menjadi lebih pendek dibandingkan dengan tadi. Ketidaksabaran mengeluarkan kekecewaan, dan kekecewaan membuat keputusan mereka hancur. Shidou menghela nafas sembari menggaruk kepalanya.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaah! Tidak lagi! Aku tidak tahan lagiiiiiiiiiiiiiii!”

Mungkin dia sudah tidak tahan untuk mengumpulkan kegugupannya sampai batasnya, Miku mengacaukan rambutnya dan berteriak.

“Darling.....a-a-a..........!”

Setelah giginya *Gachi**gachi* berdentang dengan kecewa, Miku cepat-cepat melepas ornamen rambutnya dan memberikannya pada Shidou.

“Mi-Miku? Apa yang kau-----”

“Wa-walaupun aku menghilang, tolong jangan lupakan aku.........., ingatlah aku, saat, ka-kau melihat ornamen rambut ini.....”

“Kenapa kau mengatakannya seperti sedang dalam kekacauan besar? Aku tidak akan membiarkanmu menghilang! Aku pasti............akan menemukan Natsumi!”

Setelah berteriak, dia kembali memberikan ornamen rambut Miku. Tapi Miku, tidak mencoba menerimanya.

“Miku...............?”

“I-Itu karena...........jika aku memakainya, bukankah itu akan menghilang bersama denganku saat aku menghilang.........! Sesuatu seperti tidak meninggalkan sesuatu pada darling..........aku tidak ingin seperti itu!”

“Apa yang kau-----”

Dan.

Saat itu.

“-------------------”

Shidou merasakan suatu getaran mengalir dalam tubuhnya.

Origami menghilang, Kaguya menghilang---dan orang yang tersisa Miku dan Kotori, mereka berdua meninggalkan Shidou tanpa kesamaran. Dan juga, hitungan mundur masih terus berlanjut dan setelah beberapa menit, orang terakhir akan dihapus Haniel.

Situasi putus asa bak melukis. Biasanya, tidak aneh jika terlihat wajah menyerahnya. Tapi---------Shidou menggigil dari kemungkinan yang terlintas pada pikirannya.

Lubang yang Shidou temukan. Natsumi tidak terbatas pada orang yang sudah menghilang.

Mengingat kemungkinan apa yang Origami katakan. Natsumi bisa berubah bentuk selain menjadi manusia.

Dan, juga tadi, kalimat yang Miku katakan.

---itu akan menghilang bersama, jika aku pakai pada tubuhku.

Itu menyambungkan semua perasaan aneh yang ada di pikiran Shidou menjadi satu.

“Jangan bilang............”

“Shidou..............?”

“Da-darling?”

Saat Shidou mengeluarkan suara setengah tercengang, Kotori dan Miku melihat ke arahnya dengan ragu.

Tapi saat ini, Shidou tidak bisa bersantai untuk membalas keduanya. Dia hanya berdiri disana, dan menyambungkan informasi yang ada di kepalanya.

---Pikir kembali.

Permainan ini sudah aneh sejak awal.

Pertama-tama hanya diberikan beberapa kata. Tapi setelah hari demi hari berlalu, beberapa faktor ditambahkan.

Memang itu menambah secara dasar, Shidou, Kotori, dan Reine menyulap aturan yang dibuat Natsumi.

Itu dia. Jika itu yang ditargetkan Natsumi.

Sekilas, aturan tambahan hanya bisa dipikirkan sebagai aksi yang egois tapi, ini digunakan untuk menyembunyikan suatu hal.

“[Aku salah satu diantara mereka. Bisa kau tebak siapa aku?]....”

Selagi bergumam tentang peraturannya berkali-kali; Shidou mengalihkan pandangannya pada salah satu foro yang berbaris.

Ada satu hal yang sama sekali tidak mengganggunya sampai sekarang.

Satu foto, yang jelas berbeda dari 11 foto yang lain.

“..........Natsumi. Ada satu hal yang ingin kupastikan.”

Dia mengalihkan pandangannya pada Natsumi dan bertanya.

“Fuun? Apa itu? Aku tidak akan mendengarkan jika kau minta ampun.”

Natsumi membalasnya dengan sikap tenang. Namun, Shidou tidak meminjamkan telinganya untuk memprovokasinya dan kembali melanjutkannya.

“-----------ada 12 foto yang kau kirim. Tapi, benarkah........hanya ada 12 orang?”

“Fufu, yah, aku juga penasaran.”

Walau Shidou mengatakannya, Natsumi membalasnya dengan tidak panik.

Tapi----------itu cukup membuat Shidou yakin.

Itu karena, Natsumi sudah membalas sekali.------pada pertanyaan Kotori sebelumnya.

Tapi walau begitu, dia tidak menjawab pertanyaan Shidou dan menghindarinya.

Yang artinya, itu berfungsi untuk mendukung spekulasi Shidou.

Dia mengingat kembali percakapannya beberapa hari lalu.

“Ah...............”

Saat dia melakukannya, hal kecil yang tidak mengganggunya saat itu, bangkit kembali dalam pikirannya.

Tidak ada---kesalahan.

Shidou membasahi tenggorokannya dengan air liurnya dan perlahan mengangkat wajahnya.

“------Aku mengerti, Kotori, Miku.”

“””..................!?”””

Saat Shidou mengatakannya dengan tenang, Kotori dan Miku tersentak------Natsumi mengangkat alisnya.

“Ka-kau tahu.........maksudmu Natsumi menyamar sebagai siapa?”

“I-Itu benar, Darling?”

“Aah. Terima kasih pada semuanya. Jika hanya aku sendirian.......aku pasti tidak akan bisa menemukannya.”

“........Siapa itu?”

Wajah Kotori menjadi ragu dan bertanya. Shidou mengambil nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan.

“Kita membuat kesalahan di kondisi pertama. Natsumi tidak membuat dirinya pindah ke zona aman. Dari awal.......dia sudah ada di zona aman.”

“..........apa maksudmu?”

“Aku menjadi yakin dari balasan Natsumi tadi. Natsumi-------tidak pernah sekalipun mengatakan hanya ada 12 orang.”

“Eh..............?”

Miku membuka lebar matanya dan mulai menghitung foto yang berbaris. Tapi tentu saja, hanya ada 12 foto disana.

Shidou perlahan mengayunkan kepalanya.

“Ya. Hanya ada 12 foto. Tapi, yang menentukan jumlah orangnya adalah kita, bukan Natsumi. Jumlah Orang yang sebenarnya ada 13 orang------tidak, lebih jelasnya lagi, ada 12 orang dan 1 objek..........!”

“............!”

Wajah Kotori terkejut mendengar perkataan Shidou.

Dia kemudian melihat ke arah sebuah foto.

“Tidak mungkin...........tapi, itu benar jika itu yang terjadi--------”

“Darling, tidak ada waktu lagi, hanya ada 30 detik lagi!”

Suara Miku melengking. Setelah Shidou mengambil nafas dalam-dalam, dia perlahan mengangkat tangan kanannya dan--------*pin* mengangkat jari telunjuknya dan mengarahkannya ke arah Haniel.

Dan lalu,

“Kau adalah-------Yoshino”

Dia menunjuk ke arah Haniel dan melanjutkannya.

“Apa aku benar, Yoshinon.........!”

Setelah mengatakannya, wajah Natsumi yang ada di Haniel menjadi serius sangat berbeda dari senyum tanpa takutnya tadi dan kembali melihat ke arah Shidou.

“...........Yoshinon, huh. Itu boneka yang Yoshino-chan pakai, kan?”

“Aah, itu benar. Kau menyamar sebagai Yoshinon, beberapa hari ini.”

“...........Bolehkah aku tahu alasannya?”

Natsumi mengelus dagunya selagi bertanya. Shidou memandang matanya selagi melanjutkan perkataannya.

“------Berkat Origami dan Miku, aku bisa menyadarinya. Kemungkinan Natsumi menyamar menjadi sesuatu selain manusia.....dan, fakta benda yang dipakai orang tersebut akan menghilang bersama dengan pemiliknya. Saat aku menggabungkan keduanya dan berpikir, satu-satunya hal yang terpikirkan adalah Yoshinon.”

“.............”

Wajah Natsumi tak menunjukkan ekspresi apapun selagi melipat tangannya. Shidou tidak memikirkannya dan melanjutkannya.

“Dan, aku menyadari kemungkinan itu.............aku mengingat sesuatu yang aneh”

“Sesuatu yang aneh?”

Kotori bertanya. Shidou tidak mengalihkan pandangannya dari Natsumi dan sedikit mengangguk.

“Aah. Hari pertama penyelidikan, saat Yoshino dan Yoshinon memakai kostum dan datang ke rumah kita-------aku terkejut karena Yoshino muncul dari celah pintu dan tidak sengaja aku melempar ponselku.”

“Sekarang aku memikirkannya.........aku pikir aku pernah melihatnya di video.”

“Tapi, Yoshinon berhasil menghindarinya. Seolah dia melihat ponselnya terbang ke arahnya.-------Mata Yoshino jelas-jelas ada di arah yang berlawanan dengan pintu.”

“Ah..........!”

Kotori membuka lebar matanya.

Ya. Hal ini terlupakan karena dia selalu berbicara seperti itu biasanya tapi, semua kepribadian itu hanya akan muncul pada boneka ini, saat Yoshino memakai boneka Yoshinon pada tangan kirinya. Semua ini bergantung pada Yoshino.

Jika dipikirkan baik-baik---------itu seharusnya tidak bisa dihindari.

“Juga...........ada satu lagi. Ketika aku melemparkan percakapan tentang suatu kejadian sebelum mengkonfirmasi, Yoshinon bilang dia ada di rumah Origami. Memang benar, saat Yoshino kehilangan Yoshinon, aku menemukan Yoshinon di dalam ruangan Origami. Tapi-------tidak mungkin dia bisa tahu. Yoshinon hanyalah boneka, saat terpisah dari Yoshino.”

Ya. Tidak mungkin Yoshinon akan tahu. Sesuatu seperti tempat dimana dia disimpan.

Tapi, Natsumi mengetahuinya. Mungkin dia melacak kembali ingatan saat dia berubah menjadi Shidou......atau mungkin, saat dia akan menilai dia akan berubah menjadi siapa, dia mungkin mengetahui tentang Yoshinon dari ingatan Origami tapi, dia tidak tahu jika Yoshinon tidak mengetahuinya.

“Kau tidak sengaja mengeluarkan suaramu. Pergerakan dan suaramu, kau harusnya membiarkannya pada Yoshino.........! Mungkin kau mencoba menghapus kecurigaan untuk melengkapi informasinya, atau mungkin kau berencana memberikan petunjuk dengan berpura-pura tenang, aku tidak tahu tentang itu tapi, hanya satu kata, kau tidak sengaja mengeluarkan suaramu.........!”

Setelah mengatakannya, dia menunjuk Haniel.

“Yah, bagaimana, Natsumi! Apa kau menyamar sebagai Yoshinon atau tidak!?”

“.........Itu--------”

Seperti diperlihatkan di Haniel, Natsumi tersandung pada kata-katanya dan keringat mengalir ke pipinya.

---dalam sekejap.

Ditunjuk oleh Shidou, Haniel mulai menggeliat.

Berikutnya, disaat yang bersamaan munculnya getaran, ada pecahan yang mulai muncul pada ujung kaca Haniel. Dan, kacanya mengeluarkan radiasi yang kuat yang berbeda dari cahaya pucat sebelumnya.

Cahaya yang terlihat seperti beberapa raksasa mencari cahaya berkumpul bersama, mengisi ruangan. Shidou spontan menutupi wajahnya.

“Kuh--------”

“A-Apa ini.........!”

“Kyaaaa!”

Radiasinya mulai mengecil setelah sesaat matanya yang sedikit terbakar akhirnya terbiasa dengan cahayanya.

Dan saat itu, Shidou menyadarinya. Didalam ruangan, ada beberapa orang yang tadi tidak ada disana, terbaring di lantai.

Ya. Mereka semua------kawannya yang sudah dihapus oleh Haniel.

“! Semuanya!”

Setelah Shidou berteriak, beberapa dari mereka menekan kepalanya selagi perlahan mengangkat tubuhnya.

“Di-dimana........ini........”

“! Apa aku.......kembali?”

“.........uh”

Tohka, Kaguya, dan Origami, mereka semua mengedipkan matanya bergantian. Beberapa saat kemudian, mungkin Kaguya mengerti situasinya; dia melihat sekitar dan berlari ke arah Yuzuru.

“Yuzuru! Yuzuru!”

Kaguya mengguncangkan tubuh Yuzuru. Dan langsung saja, Yuzuru sedikit terbatuk.

“Samar. Kagu........ya. Kau berisik........seperti biasanya.”

“! Yuzuru.........!”

Wajah Kaguya penuh dengan air mata selagi memeluk Yuzuru. Yuzuru terkejut untuk sesaat tapi, dia langsung memeluk balik Kaguya dengan lembut.

Tama-chan-sensei, Tonomachi, Ai Mai Mii masih belum sadar. Jika dilihat dari Tohka, Yuzuru dan yang lain bangun, beberapa orang pingsan saat ditangkap Haniel, mungkin karena perbedaan daya tahan tubuh terhadap Reiryokuu.

“Terima kasih........semuanya.......selamat.......”

Setelah Shidou menghela nafasnya, dia jatuh ke tanah dengan lemas.

Walau dia menunjuk kriminalnya dengan menakjubkan, jujur saja, jantungnya berdetak sangat kencang seperti akan meledak.

“Shidou!”

Tohka berlari ke arah Shidou.

“A-Apa yang terjadi? Dimana tempat ini?”

“.............ou”

Namun, karena kegugupannya sangat nyaring, Shidou tidak memiliki energi yang tersisa untuk menjawab pertanyaan Tohka dengan lengkap. Dia tersenyum dan mengelus kepalanya.

“Nu.........., ada apa Shidou.........mu---............”

Wajah Tohka mencurigakan awalnya tapi, tak lama kemudian, dia mulai menderingkan tenggorokannya dengan nyaman.

Entah kenapa semua ini menjadi sangat membahagiakan, mulut Shidou menjadi santai.

Tapi-----pada saat itu.

Dalam penglihatan Shidou, dia melhat suatu bayangan hitam.

“! Itu.....!”

Seperti semua orang, ada perempuan yang duduk di lantai-------perempuan yang memakai topi penyihir yang besar.

“Natsumi...............!”

Setelah tubuh Shidou kembali menjadi tegang, dia memegang tangan Tohka selagi mencoba tuk berdiri. Dia kemudian perlahan berjalan menuju perempuan itu.

Sepertinya, semua yang ada di sekitarnya menyadari tujuan Shidou. Origami, Kotori, Miku, Yamai bersaudara berjalan ke arah Natsumi seolah mengepungnya.

“------ini kemenanganku. Menyerahlah.”

“............uh”

Saat Shidou mengatakannya, Natsumi mengangkat bahunya dan perlahan mengangkat wajahnya.

Dan, saat dia melihat Natsumi yang tertutup oleh topi penyihirnya,

“.......eh?”

Shidou, melupakan kegugupannya tadi dan membuat suara yang bodoh.

Alasannya sangat sederhana. Karena perempuan yang duduk di lantai saat ini didepannya, berbeda dari Natsumi yang ada di ingatannya.

Tubuhnya sangat kecil. Kulit pucatnya nampak tak sehat dan bahkan tinggi badannya lebih kecil karena dia sedang membungkuk. Alisnya merendah dan matanya terlihat suram, tidak ada bekas kepercayaan diri pada ekspresinya. Secara sempit, rambutnya memiliki warna yang sama seperti Natsumi pada ingatan Shidou tapi, ini bukan rambut panjang yang halus tapi sebaliknya, cenderung gaya rambut yang berantakan.

Disana ada perempuan kecil yag tidak terlihat se-seksi Natsumi.

“Apa.......kau........Natsumi?”

Natsumi langsung menyentuh wajahnya dan terkejut saat Shidou mengatakannya selagi mengangkat alisnya.

“A-a-aaaaaaaaah........!?”

Dia kemudian meninggikan suaranya dengan putus asa dan kembali membungkukkan pinggangnya untuk menyembunyikan badannya dengan topinya.

“Apa.........yang terjadi.......”

“............Begitu”

Saat Shidou memiringkan kepalanya, Kotori sedikit mendengus.

“---------yang Shidou temui sebelumnya adalah bentuk perubahannya menggunakan reiryoku.”

“Ah.............”

Shidou membuka lebar matanya, dan *pon* memukul tangannya.

“----------------!”

Natsumi kemudian berteriak selagi menyembunyikan dirinya dengan topi, dia mengangkat tangan kanannya.

“Haniel...........!”

Merespon suara Natsumi, Haniel mengambang di tengah meja yang berkumpul di tangan Natsumi. Saat kejadian itu, bagian kaca yang rusak mulai kembali utuh.

Saat berikutnya, tubuh Natsumi bersinar dan figurnya berubah menjadi Onee-san yang Shidou lhat sebelumnya.

Natsumi penuh kebencian, menatap Shidou dan yang lainnya, melepaskan suara serak dari tenggorokannya.

“Kau mengetahuinya...........huh. Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinya Kau mengetahuinyaaaaaaaaaa---------!”

Dia kemudian memutar tubuhnya dengan marah sambil melanjutkannya.

“Tidak hanya sekali tapi dua kali..........kau melihat rahasiaku.....! A-Aku tidak akan memaafkanmu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Kalian semua, aku tidak akan melepaskan kalian semuaaaaaa!!”

Setelah Natsumi berteriak, dia mengangkat Haniel yang dipegang oleh tangannya.

“Haniel--------!!”

“A.......!?”

Saat Natsumi berteriak, ujung Haniel sekali lagi bersinar dan------dan ruangannya dipenuhi cahaya yang menyilaukan.

“Kuh-----”

Dia langsung menutup matanya dan mengerutkan wajahnya.

Walaupun cahayanya sudah berkurang beberapa saat kemudian. Matanya langsung terbiasa dan ruangannya kembali semula.

Tapi.

“Shidou! Shidou!”

Suara yang bernada lebih tinggi dari biasanya bergema dari Tohka.



Shidou melihat ke arahnya dan-------tubuhnya membeku.

"Shidou, apa ini. Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku dengan benar.........!?”

Selagi mengatakannya, dia menyeret piyamanya yang longgar dan Tohka dengan penampilan seperti anak kelas 3 SD, mengepakkan tangan dan kakinya.

“A-A...........!”

Tapi, keanehannya tidak sampai situ.

Saat dia mencoba melihat semuanya, selain mereka yang belum sadar, semua berubah menjadi lebih muda seperti Tohka.

“Apa..........ini..........”

“Fufu-fufufufufufufu...........”

Setelah Shidou mengangkat alisnya, Natsumi yang memegangi Haniel di tengah ruangan tertawa jahat.

“Rasakan...........! Kalian semua, teruslah menjadi anak-anak selamanya........!”

Setelah Natsumi tertawa, dia duduk di atas Haniel dan membuat celah di langit-langit sebelum terbang ke langit.

“Tu-tunggu! Natsumi! Natsumiiiiii!”

Walau dia berteriak, suara tingginya itu hanya bergema di dalam ruangan.


Bersambung.



Date A Live Jilid 8 Bab 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: [ Yuu ]

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.