25 Oktober 2015

Clockwork Planet Jilid 1 Bab 3 LN Bahasa Indonesia

Date a RyuZU dimulai. RyuZU is love, RyuZU is life. Udah itu aja, oh iya mohon kritik dan sarannya supaya terjemahannya lebih baik lagi. (DarksLight21)


-----------------------------------------------------------------------------------

CLOCKWORK PLANET
JILID 1 BAB 3
CONFLICT (11:45)


Bagian Pertama 
“Bagaimana bisa situasinya berakhir seperti ini?”

Pada suatu siang di akhir pekan, pasangan itu duduk di dalam sebuah toko hamburger.

RyuZU berkata pada Naoto, yang terlihat sangat amat lemas, sedang tengkurap di meja.

“Tuan Naoto, apa anda tahu maksud dari pepatah ‘pakaian menunjukkan identitas pria’?”

“Ya, aku tahu. Aku hanya merasa kalau kau punya beberapa maksud jahat mengatakan hal ini padaku.”

Naoto merintih; pakaiannya benar-benar berbeda dari sebelumnya..

Seragam yang selalu dia pakai ditukar dengan sebuah celana pendek denim dan kemeja hitam kotak-kotak, dengan sepatu kets murah dan usangnya ditukar dengan sepatu kulit warna hitam. Sederhana, tapi modis.

Rambut berantakannya sekarang menjadi rambut pendek menyegarkan dengan ujung yang sedikit melengkung.

Dia saat ini mirip dengan salah satu dari ‘orang-orang populer itu’, seseorang yang bisa berbaur dengan orang-orang papan atas.

…Setidaknya dia terlihat seperti itu.

“Kukira sesuatu telah terjadi karena kau bilang agar aku bangun lebih cepat pagi ini…kau menyeretku ke tukang cukur, dan kemana-mana selama setengah hari. Sekarang aku benar-benar kelelahan…”

“Tuan Naoto, itu adalah salon kecantikan, bukan tukang cukur.”

Apa perbedaannya? Naoto mengangkat kepalanya.

RyuZU, duduk di hadapannya, menarik banyak perhatian dari orang-orang sekitar.

Yah, ini sudah kuduga. Naoto berpikir begitu.

Kecantikan RyuZU memang sangat ‘tidak manusiawi’.

Rambut peraknya yang berkilau dan bersih sedikit berayun, sepasang mata keemasan yang mengkilat di wajahnya yang seperti salju tanpa noda, dan tubuh lembutnya yang sefana seorang bidadari.

Namun, RyuZU tidak menghiraukan tatapan-tatapan kagum itu sambil berkata,

“Tolong maafkan diriku, Tuan Naoto, tapi itu hanya etika dasar belaka. Aku benar-benar tidak bisa menilai anda saat penampilan lusuh dan susah payah anda digabung dengan seragam yang tidak pernah terganti itu.”

“Darimana bagian susah payah itu datang…?”

Naoto menghela napas.

"Yah, ini cukup beralasan. Tidak baik kalau aku berkeliaran di malam hari mengenakan seragam …dan ini bukanlah hal yang buruk jika kita berpikir untuk pergi ke Shimamura dan Unilock yang selalu kukunjungi–”

“Tuan Naoto, jika anda berharap untuk mengenakan pakaian Shimumara atau Unilock, anda harus memiliki wajah dan keberadaan.”

“Ja-Jangan bicarakan wajahku…”

RyuZU mengabaikan Naoto yang menggigil sambil melanjutkan,

“Jika orang dengan penampilan yang mengecewakan hanya memilih dan menggabungkan pakaiannya,  penampilan, selera dan bahkan keuangannya akan diragukan, dan apa yang tidak bisa dia sembunyikan akan semakin sulit disembunyikan. Tapi aku memang harus berkata kalau tantangan spele seperti itu sangatlah busuk.”

“…RyuZU, bagaimana kau bisa tahu semua ini bahkan setelah 200 tahun dalam keadaan mati? Apa kau menyelidiki itu di kafe manga atau semacamnya?”

“Ya, itu sebagian alasannya. Namun, mereka adalah merek yang sudah ada sejak 1000 tahun lalu, dan operasional mereka tidak terlalu berbeda saat aku dalam keadaan mati.”

“Eh…jadi mereka sudah terkenal sejak 1000 tahun lalu?”

Naoto mengangguk, tapi mendadak memiringkan kepalanya.

“Ngomong-ngomong, mungkin ini sedikit terlambat, tapi kita cukup banyak menghabiskan uang untuk pakaian dan penataan rambut. Bagaimana kau menangani masalah uangnya?”

“Aku menghasilkan sejumlah uang.”

RyuZU menjawab dengan kaku, dan Naoto mengerutkan keningnya, kemudian bertanya,

“–lebih jelasnya?”

RyuZU hanya menjawab dengan sebuah senyuman memikat yang jelas, dan menyerahkan buku tabungan Naoto.

…Ngomong-ngomong, aku tidak pernah memintanya kembali.

Naoto mengingat buku tabungannya, yang sudah ia lupakan selama beberapa waktu, dan membukanya.

“–”

Dan kemudian, dia terpaku.

Ada 1, 2, 3…banyak nol disana.

“No-No-No-No-No-No-No-No-Nona, RyuZU?”

“Tuan Naoto, tidak peduli seberapa terkejutnya anda pada kemampuan automata tertinggi ini, anda tidak perlu memuji diriku dengan nada musik seperti itu.”

“Bukan begitu! Ngomong-ngomong, eh, tunggu, apa ini sungguhan? Eh? Mengapa…?”

Naoto sedang dalam keadaan kikuk sampai-sampai dia tidak bisa berbicara dengan jelas.

RyuZU menatapnya dengan simpati, dan berkata,

“Tenang saja, Tuan Naoto. Polisi tidak akan mengejar kita.”

“Tidak, penjelasan ini membuat keadaan menjadi lebih menegangkan.”

Naoto menyipitkan matanya, dan bertanya,

“Sejujurnya, bagaimana kau melakukannya?”

“Aku melakukannya tanpa izin anda, Tuan Naoto, tapi aku menggunakan sisa aset sepele yang anda miliki.”

“Menggunakan…dan kau mendapat uang sebanyak ini?”

“Ekonomi kredit, mengatakannya dalam istilah radikal, adalah pembuatan kekayaan dari kehampaan. Jika orang memiliki pengetahuan dan kebijakan untuk menggunakan pengetahuan ini, jumlah sekecil ini itu mudah.”

–Itu pasti tidak mungkin.

Naoto berpikir begitu, tapi jika dia terus membahas masalah ini lebih lanjut, dia akan mendapat beberapa kebenaran yang tidak ingin dia ketahui, dan dia memutuskan untuk tetap diam.

RyuZU menunjukkan senyuman bidadari sambil berkata,

“Seperti yang anda lihat, semua kekhawatiran finansial sudah ditangani. Di masa depan, semua konsumsi makanan, fashion, dan pengeluaran minimal yang berhubungan dengan budaya anda akan dibayar olehku, jadi anda hanya perlu menikmati kehidupan seorang benalu–maafkan aku, kehidupan yang elegan.”

“…Apa kau baru saja bilang benalu?”

“Bukan begitu. Walaupun tabungannya meningkat sebanyak seratus kali lipat, uang itu semuanya milik anda, Tuan Naoto, jadi semua itu adalah rezeki anda. Anda hanya akan menghabiskan rezeki anda, jadi tidak perlu memanggil diri anda sebagai benalu.”

Naoto menundukkan kepalanya dengan sedih.

…Benalu. Apa aku ini benalu?

…Dan benalu ini tidak diurus oleh wanita yang dirayu olehnya, tapi oleh sebuah automata.

RyuZU, menatap rendah dari atasnya, terus menyerangnya secara verbal,

“Barangkali jika anda tidak jatuh dalam keadaan buruk seperti ini, Tuan Naoto, atau lebih tepatnya, jika anda setidaknya memiliki surat keuangan yang bisa digunakan di dalam dompet anda, aku tidak perlu menggunakan metode seperti itu.”

“Bukan begitu! aku memang punya sedikit uang! Aku hanya perlu menarik sejumlah uang!”

“Jika anda melakukan hal itu, tabungan anda akan habis sesaat setelah anda melangkah ke dalam salon.”

“Itu aneh kalau aku harus menghabiskan uang sebanyak itu di salon, kan!? Rambutku akan tumbuh panjang lagi!”

“Ini adalah pengeluaran yang diperlukan.”

RyuZU berkata begitu.

“–Meskipun anda miskin, kecil, pendek, seorang kapitalis yang terjebak dalam kemiskinan, dan martir demokrasi, jika anda tidak bisa memelihara mutu dasar, Tuan, standar aku sebagai pelayan anda akan diragukan.”

…Begitu, Naoto mengangguk.

Memang benar selama ini RyuZU, tatapan tak terhitung akan mengarah padanya di jalanan maupun di toko-toko.

–Mereka akan bertanya-tanya, mengapa dia?

“Begitu ya. Benar, aku mengerti sekarang. Aku akan mengingat hal ini supaya kau tidak merasa malu, RyuZU.”

“–Ini juga hadiah untuk apa yang terjadi sebelumnya.”

“Hadiah? Apa aku melakukan sesuatu yang perlu membuatmu merasa berterima kasih?”

“Jika anda tidak ingat, tolong lupakan apa yang baru saja aku katakan.”

Begitulah, keduanya meninggalkan toko hamburger dan pergi menuju stasiun kereta api. Di jalanan, Naoto menemukan sebuah toko pakaian yang dihias indah untuk gadis-gadis muda, dan berhenti berjalan.

Dia menatap ke arah toko gaun tertentu yang ditampilkan di belakang etalase.

“RyuZU, tunggu sebentar.”

“…Tuan Naoto, jika anda punya ketertarikan pada pakaian wanita, tolong beritahu aku sebelumnya. Saat memilih pakaian–”

“Bukan begitu!!? Sudah cukup, kemarilah.”

Naoto menyeret Ryuzu yang berlidah tajam ke dalam toko.



“Selamat datang–wow!”

Pegawai di dalam toko, setelah melihat RyuZU, merasa terkejut.
Naoto sudah terbiasa melihat reaksi seperti itu, dan tidak menghiraukannya saat dia pergi menuju boneka di etalase untuk memeriksa harganya.”

“…RyuZU, apa kau mau mencoba pakaian ini?”

“Anda berharap aku membuka pakaian disini? Baiklah, tidak ada masalah. Sudah tugasku untuk mengikuti permintaan–”

“Jangan bengkokkan apa yang kukatakan seperti itu! Pergi ke ruang ganti! Maaf, kami ingin mencoba gaun ini.”

“Eh!? Ah, i-iya! Tolong tunggu sebentar.”

Pegawai toko itu, terpikat sepenuhnya oleh RyuZU, tersadar setelah mendengar kata-kata Naoto dan bereaksi.

RyuZU terus menyaksikan, merasa curiga sambil berkata,

“…Apa yang anda maksud?”

“Bukan apa-apa. Cepat. Pakai pakaian ini.”

“Apa anda bilang kalau anda tidak puas dengan pakaianku yang biasanya?”

RyuZU berkata sambil merentangkan kedua lengannya.

Benar –saat ini RyuZU mengenakan seragam, tapi pada awalnya dia mengenakan gaun lain.

Pakaiannya adalah sebuah gaun klasik dengan renda dan jumbai-jumbai, seperti gaun itu sedang menenun langit malam.

Dia mungin tidak keberatan dengan pakaiannya sendiri–

Naoto melihat pegawai itu kembali dengan membawa pakaian tersebut, dan tertawa,

“Kupikir pakaiaan itu juga bagus. Jangan terlalu banyak berpikir dan coba pakaian itu.”

“…Aku mengerti.”

RyuZU terlihat enggan saat dia memasuki ruang ganti.



Sesaat kemudian,

“–Apa ini bagus?”

Tirainya terbuka.

Pegawai itu, yang datang mengintip, merasa terkesima oleh pakaian RyuZU.




Kamisol putih yang berkilau dan halus itu dipasangkan dengan sebuah rok mini merah muda berlapis dan sebuah syal merah muda. Setiap bagian pakaian itu tipis dan lembut, seperti sebuah cemilan gula dengan bungkus yang rumit.

“Ya, pakaian itu benar-benar cocok denganmu!”

Ekspresi Naoto pecah menjadi seringai yang mengganggu, dan RyuZU hanya bisa berkata dengan wajah terganggu,

“…Begitu ya? Aku berasumsi kalau pakaian ini tidak cocok untuk seorang pengikut.”

“Itu tidak benar sama sekali. Anda adalah yang terbaik, Nona RyuZU!”

“Tapi jika aku berjalan disamping anda dengan pakaian ini, Tuan Naoto, daripada seorang pengikut…tidak, bukan apa-apa. Pokoknya, aku ingin anda menjelaskan ini pada aku.”

“Menjelaskan apa? Mengenai mengapa aku menyuruhmu memakai pakaian ini?”

“Jika aku meminta anda menjelaskan masalah lain, Tuan Naoto, kemampuan berpikir aku akan setara dengan kemampuan berpikir anda.”

“Karena aku merasa senang. Ini seperti sebuah kencan.”

Karena jawaban serius Naoto, RyuZU mengerutkan dahinya dengan pahit.

“……Tuan Naoto, apa anda biasanya berpikir kalau membawa sebuah jam kemana-mana itu seperti ‘berkencan dengan sebuah jam’? Ini adalah pernyataan yang sungguh menyegarkan dan sangat mendalam.”

“Hm? Kaulah yang aneh karena mengatakan hal itu, RyuZU. Kau juga bukan sebuah jam.”

“Kalau begitu, apa aku ini?”

RyuZU sedikit memiringkan kepalanya, dan menghela napasnya  secara singkat.

“Anda mengganggap aku ini apa, Tuan Naoto?”

“Seorang gadis automata yang super imut.”

RyuZU membelalakkan matanya mendengar jawaban langsung Naoto.

“…Imut, ya?”

“Ya! Aku tidak punya selera fashion apapun mengenai diriku sendiri, tapi aku punya cukup bakat dalam menilai automata! Aku bisa bilang kalau kau adalah automata paling imut di alam semesta, RyuZU!”

“…Bagaimana anda bisa bilang kalau aku adalah nomor 1 saat tidak ada yang bisa dijadikan perbandingan–”

“Itu sudah jelas!”

Naoto menyimpulkan tanpa keraguan,

“Ah, tapi aku benar-benar ingin bermain-main dengan rambut ini. Rambut ini memang sangat indah.”

Dan kemudian, Naoto terlihat menyadari sesuatu karena dia mengulurkan tangannya ke arah rambut RyuZU, karena dia terlihat tertarik pada rambut RyuZU.

“Ah!”

Karena perbedaaan tinggi badan mereka, Naoto tersandung di anak tangga ruang ganti saat dia meraih rambut RyuZU.

Naoto mencoba memegang tirai ruang ganti, tapi dia membiarkan tirai itu lepas dari genggamannya, akhirnya dia jatuh ke arah dada RyuZU di dalam ruang ganti.

RyuZU, yang mana terdorong jatuh dan dadanya ditimbun oleh wajah Naoto, berbicara dengan acuh tak acuh,

“…Jadi begitu. Anda sudah merencanakannya sampai sejauh ini. Aku sangat menghargai hal itu, karena aku harus mengakui kalau rencana cermat anda untuk pelecehan seksual melebihi perkiraanku.”

“Apa!? Ini bukan apa yang kurencanakan!”

RyuZU terus mengirimkan tatapan dingin ke arah Naoto, yang mengangkat kepalanya dengan panik.

“Jadi makhluk yang bernama manusia hanya bisa melampaui batasan mereka saat mencari hal-hal biadab seperti hal mesum?”

“Tidak, itu…ah–uu–tapi aku tidak bisa menyangkalnya …”

“–Kalau begitu, apa yang ingin anda lakukan selanjutnya?”

“Eh? Apa yang kau maksud?”

“Sengaja menarik jatuh tirainya, mendorong aku ke dalam ruangan tertutup, dan menonton bagian dadaku dengan kenikmatan seperti itu sampai terengah-engah begitu. Apa anda hanya akan menyebut ini sebagai ‘kebetulan’?”

“Yah, apa kau berkata kalau aku tidak boleh melakukan hal itu?”

“Ya anda tidak boleh.”

RyuZU menghela napas.

“…Yah, tidak usah dipikirkan. Karena anda menyia-nyiakan semua kecerdasan anda yang sepele itu untuk mengambil inisiatif padaku, aku sebagai pengikut diharuskan untuk menunjukkan rasa hormatku pada hal itu–katakanlah, apa permintaan anda?”

“Eh? Aku boleh membuat satu permintaan?”

Di momen itu, kemampuan untuk melampaui batasan umat manusia itu, yang baru saja RyuZU katakan, sedang tancap gas di dalam dirinya, kesulitan tanpa akhir masih tersisa di pikirannya.
Hanya ada satu pilihan terbaik diantara semua harapan itu.

–Sejujurnya, semua laki-laki itu benar-benar tidak berdaya.

“Ka-Kalau begitu…bagaimana kalau kau membiarkanku melepaskan pakaianmu?”

Jari-jari Naoto bergerak-gerak saat dia mendekati RyuZU.

***

Bagian Kedua

Gadis itu sedang merasa kesulitan.

Dia sedang bekerja di toko pakaian untuk gadis muda.

Walaupun teman-temannya bilang kalau dia mirip dengan mahasiswi, dia disini bukan sebagai pekerja paruh waktu. Dia sebenarnya adalah pemilik toko ini, dan semua produk yang ditampilkan di toko ini dipilih olehnya dengan banyak pertimbangan, setiap produk adalah sesuatu yang dibanggakan olehnya.

Produk-produk di toko ini pada dasarnya artistik, mulai dari loli manis, loli putih, gothic loli, ditutupi dengan renda dan jumbai-jumbai, sangat kontras dengan pakaian-pakaian cosplay tiruan dan murahan itu.

Benda-benda itu adalah semua produk yang dia selidiki dan dipilih secara pribadi sesuai kesukaannya.

Pakaian gaya loli awalnya adalah sebuah imajinasi fanatik mengenai menunjukkan keimutan dan kemurnian seseorang sampai titik tergila-gila–dan saat berbicara mengenai hal ini, dia tidak akan menahan diri karena dia sudah mencurahkan semua cintanya dan barang-barang terbaik yang mungkin dimasukkan  kedalam toko ini.

Baru saja, sebuah pasangan memasuki toko yang sangat dia banggakan ini. Satu dari mereka adalah seorang gadis yang super cantik yang bahkan seorang model akan merasa memiliki banyak kekurangan bila dibandingkan dengannya, dan satu lagi adalah seorang anak laki-laki yang bisa dianggap imut walaupun sedikit berdandan.

Atas perintah anak laki-laki itu, dia mengambil pakaian yang ingin dicoba, dan setelah gadis cantik itu menunjukkan gaya sempurna seperti itu, bahkan dia merasa takjub, menghela napasnya seperti orang yang tidak professional. Dia sedang bertanya-tanya, ah, iya, aku mencari pakaian untuk gadis ini, benar–

…Namun.

Duo itu bertingkah aneh, dan saat dia penasaran mengapa ada keributan di ruang ganti, dia melihat anak laki-laki itu memasuki ruangan yang dimasuki gadis itu, dan setelah itu mereka tidak pernah keluar.

Dia merasa sangat khawatir, dan mencoba mendekat, hanya untuk mendengar napas tidak teratur gadis itu!

“–Aku tidak bisa melepaskan bagian lain lagi.”

“Tidak, kau masih bisa. Baiklah, aku akan melepaskan bagian terakhir.”

“Ah–”

“Wow…seperti ini ya…kurasa ini benar-benar berbeda dari tempat gelap, dan aku hanya melihat sedikit…ini menakjubkan…”

“Tuan…Naoto. Tolong jangan membuka–”

“Ah, kau merasa sensitif disini. Kalau begitu, sebelah sini…”

“Tolong…jangan sentuh bagian sana.”

Dia terkesima, merasa bingung, dan limbung.

–Apa yang harus kulakukan dalam situasi seperti ini!?

Selama tiga tahun ini, dia menjadi semakin mahir dalam menjalankan bisnis ini, tapi ini adalah pertama kalinya dia berakhir di situasi seperti ini.

Semua pelanggan yang dia punyai sampai saat ini adalah gadis remaja, dan walaupun ada beberapa yang membawa pacarnya bersama mereka, tidak ada yang cukup berani untuk melakukan hal itu di ruang ganti.

Dia meletakkan tangannya di wajahnya yang terasa sangat panas, merasa gelisah saat dia merenungkan hal ini, mengingat kembali pacarnya yang dia putuskan saat kuliah karena sebuah alasan. Dia mengejar mimpinya dan berusaha keras, tidak pernah merasa tidak senang mengenai kehidupannya yang sekarang. Namun, dia memang merasa kesepian hidup melajang seperti ini–.

“Ahn–!”

“Baiklah…bendanya sudah masuk. Wow…hebat, di dalam ini sangat rumit.”

–Dia mendidih.

Apa-apaan! Ini adalah tokoku, toko yang bertujuan agar Alice-Alice imut untuk mengenakan gaun-gaun berenda dan menunjukkan senyuman berseri-seri! Hal cabul apa yang kalian lakukan di tokoku!? Matilah!

Dia menarik tirai ruang ganti itu.

“APA YANG KALIAN BERDUA–!! Ap-ap-apa?”

Teriakannya mengecil, dan akhirnya menghilang.

Situasi di dalam ruang ganti itu lebih kacau daripada yang dia kira.

Pakaian gadis setengah telanjang itu dilepaskan –hanya saja, apa-apaan dengan gear-gear yang terlihat dari punggungnya yang terbuka? Sedangkan anak laki-laki itu, dia sedang memegang sebuah obeng yang tipis dan panjang yang dimasukkan ke dalam tubuh gadis itu, memeriksa bagian dalamnya dengan sebuah kaca pembesar seperti monokel.

“Ah…n!”

Setiap kali si anak laki-laki itu memutar obengnya dengan hati-hati, si gadis cantik–sebuah automata, akan mengeluarkan erangan memikat dan merasa gelisah.

Penjaga toko itu terus menonton, tercengang, dan anak laki-laki itu akhirnya menyadari kehadirannya saat dia menggaruk kepalanya dengan malu, sambil berkata,

“Erm…maaf mengenai hal ini, cuma perawatan sederhana. Ah, aku akan membeli pakaian ini. berapa harganya?”

“Pergi saja, dasar anak laki-laki mesum.”

***


Bagian Ketiga

…Sudah berapa kali terjadi?

Marie menghela napas dengan keras dalam ruang pertemuan sementara yang awalnya adalah ruang penyimpanan.

Semua personil dikerahkan ke lantai 24, bekerja lembur, tapi masalahnya belum terpecahkan.

Di titik ini, mereka sudah melakukan pertemuan strategi dan laporan kelima dengan memperhitungkan perbaikan.

Dengan dipimpin Marie, ketua tim pengamatan, analisis, mekanik, komunikasi, dan informasi dikumpulkan bersama dengan personil kargo, semuanya tidak bisa menyembunyikan rasa lelah dari wajah mereka.

Ketua tim pengamatan Hannes dengan cepat berbicara.

“–Masalahnya adalah kami tidak bisa menentukan penyebab malfungsi ini. Kami yakin kalau instalasi pengendali tekanan udara berfungsi tidak normal, tapi nilai yang diamati tidak menunjukkan anomali apapun. Kami tidak bisa berasumsi kalau penyebabnya adalah depresiasi sistem atau malfungsi.”

–Efek kupu-kupu.

Sebuah perubahan kecil dan sepele yang tidak bernilai untuk disebutkan akan memicu sebuah perubahan besar.

“Clockwork Planet” sudah mereplikasi penuh konstruksi sebuah planet.

Konstruksi yang rumit, sebuah enigma, penampilan seluruhnya tidak mungkin dipahami.

Walaupun ada sebuah malfungsi sistem yang sepele, mengubah sistem itu sendiri jarang sekali menyelesaikan masalahnya. Akar masalah ini mungkin saja sebuah bagian yang tidak berhubungan sama sekali dengan sistem yang bermasalah itu sendiri.

Barangkali itu hanya sebuah baut yang longgar atau gigi roda yang miring saja.

Saat kesalahan-kesalahan seperti itu terus bertumpuk, hal ini kadang kala menghasilkan sebuah kecelakaan yang fatal.

Inilah yang digambarkan oleh ketua tim pengamatan Hannes.

“Sistem konstruksi kota Kyoto adalah sistem dimana tiap lantainya independen. Tentu saja, ini berarti ada sebuah anomali di lantai ke-24 ini, dan semua tim pengamatan bisa menyimpulkan seperti itu. Namun…”

Ketua tim analisis Massimo melanjutkan.

“Menurut hasil yang dihitung dari pengamatan, ada 563.499.352 penyebab yang mungkin terjadi. Ini membutuhkan setidaknya sebulan…tidak, minimal 2 pekan untuk memastikan sumber masalahnya…”

Saat ini, ‘cetak biru’ planet ini hilang, dan mencoba mencari sumber anomali ini seperti mencari sebuah jarum di tumpukan jerami.

Mereka harus menyusun sebuah peta penuh tanpa pola yang tumpang tindih–memeriksa apa yang kelihatan sebagai sumber anomali, dan kemudian mengetes apakah hal itu benar atau tidak.

Akan bagus kalau penyebabnya hanya ada satu. Kalau penyebabnya ada 3 atau 4, kemungkinannya menjadi tidak terhingga.

Jika orang berpikir mengenai hal ini, rentang waktu 2 pekan yang diproyeksikan oleh ketua tim Massimo menunjukkan kecepatan yang luar biasa. Namun, Marie menggelengkan kepalanya dengan sedih.

“Kita tidak punya waktu sebanyak itu.”

“Tapi Profesor Marie, kita tidak punya waktu bagaimanapun cara kita memikirkan hal ini.”

Ketua tim komunikasi berkata hal itu dengan wajah pucat.

“Jika kita bisa menggunakan materi analisis saat ini sebagai alat negosiasi dan memaksa penangguhan penghapusan melalui beberapa metode politik–”

“Itu bisa dicoba, tapi kemungkinan besar tidak berhasil. Bagaimana situasi saat ini?”

Marie bertanya, dan ketua tim mekanik Conrad menjawab,

“Kami berpikir untuk membatasi jumlah kemungkinannya menjadi 35,034 jenis untuk mempercepat pekerjaannya. Saat ini, kami mengontak tim mekanik dan komunikasi untuk bekerja bersama.”

“Apa basis seleksinya?”

“Hanya dengan intuisi.”

Selain ketua tim analisis, semuanya memutar mata mereka ke arah ketua tim mekanik.

Namun, dia hanya mengangkat bahunya dan berkata,

“Aku akan mengatakan ini dengan baik-baik, kami menyingkirkan kemungkinan dalam jenis yang sama dan memilih rekor yang mirip dengan insiden seperti ini sampai sekarang. Walaupun kami bisa menggunakan jalan mudah dengan mengetes melalui mobilitas dari kemungkinan tersebut, pada akhirnya kami hanya akan mengandalkan intuisi kami.”

Marie bertanya,

“Apa ada harapan?”

“Tidak ada sama sekali.”

“…”

“Tapi jika kami tidak melakukan hal itu, kami tidak akan bisa menyelesaikan semua tugas konfirmasi. Melihat situasi saat ini, masalahnya adalah iya atau tidaknya kami bisa selesai memeriksa semua 35.000 metode.

“Apa ada jalan lain yang bisa kita gunakan?”

“Mempertimbangkan perlengkapan dan teknologi kita, itu adalah batasan yang bisa kita gunakan.”
Ketua tim mekanik mengangguk, dan staff yang bertanggung jawab mengenai transportasi berdiri dengan keringat dingin.

“Profesor Marie, jika kita tidak bisa menghindari penghapusan, kupikir kita harus mempertimbangkan metode untuk meloloskan diri.”

Ketua tim pengamatan Hannes, berdiri, ekspresinya berubah.

“Apa kau berkata kalau kita harus membiarkan penghapusan terjadi begitu saja!? Ini tidak ada bedanya dengan apa yang sedang ‘militer’ lakukan!”

“Aku juga siap untuk membentuk tugas perbaikan sampai akhir! Tapi di hadapan masalah saat ini, kita harus memikirkan rencana terbaik selanjutnya jika tidak ada harapan untuk berhasil.”

Marie mengerutkan dahinya, dan bertanya,

“Apa kau bilang kalau kita harus mengumumkan evakuasi pada masyarakat?”

“Ya. Itu masih mungkin jika kita memulainya sekarang! Bukannya kita harus mengungkapkan informasi ini secara terbuka untuk memastikan keamanan warga?”

“Kita tidak punya wewenang sepeti itu, dan yang lebih penting, bagaimana kita bisa memastikan evakuasi 20 juta orang sendirian?”

Analisis tenang Marie membuat staf transportasi menggertakkan giginya.

–Kota yang kalian tinggali akan dihapus.

Setelah informasi seperti itu diungkapkan, kekacauan yang akan terjadi tidak bisa dibayangkan.

Tidak ada yang bisa memastikan evakuasi dengan sukses sendirian. Bentuk transportasi yang akan memfasilitasi pelolosan diri mereka akan lumpuh di saat itu, dan akan ada warga yang tidak bisa bergerak bebas.

Pertama, kemana mereka harus berevakuasi? Lalu?

Namun, dia tidak menyerah dan tetap bersikeras.

“Tentu saja, akan ada bahaya dan kekacauan, tapi kita harus mempertimbangkan cara untuk mengurangi jumlah korban daripada menggunakan material untuk mencoba dan memperbaiki tanpa harapan.

“Barangkali ‘militer’ mungkin akan memulai penghapusan lebih cepat untuk menyembunyikan kebenarannya?”

Ketua tim mekanik Conrad bergumam, seolah-olah ditujukan pada dirinya sendiri.

Di saat itu, ruang pertemuan jatuh ke dalam kesunyian yang mencekam. Dimulai dari Marie, semua ketua tim tidak bisa bicara, dan staff transportasi itu bergemetar, suaranya bergetar saat dia terengah-engah,

“…Itu tidak mungkin.”

“Alasan seperti apa yang mereka butuhkan untuk merasa ragu? Orang-orang itu sudah menyerah. Masalahnya hanyalah kapan mereka ingin melakukannya.”

“Ini adalah kota dengan 20 juta orang di dalamnya!”

“Lalu? Bukannya memang begitu?”

Ketua tim mekanik mendengus sambil melanjutkan.

“Apa kau mengerti? Bagi kita, situasi paling buruk adalah kotanya ambruk, dan 20 juta jiwa akan dikorbankan. Berbeda dengan mereka; orang-orang itu paling khawatir mengenai pengungkapan kepada publik mengenai fakta kalau ‘militer’ menghapus kota ini.”

“Bagaimana itu–”

“Kau masih terlalu muda. Saat ini, ‘militer’ tidak mengganggu kita karena ini menguntungkan mereka.”

“Apa yang kau maksud, ketua mekanik?”

Marie bertanya, dan ketua tim mekanik mengelus janggut putihnya, menghela napas dengan keras.

Ketua tim mekanik Conrad adalah Meister tertua di ruangan ini, seorang teknisi yang sangat berpengalaman yang beranjak dari umur primanya menuju umur lanjut. Dia biasa aktif di garis depan sejak dia menjadi seorang Meister di umur muda, dan pengalaman serta keahliannya dikenal luas. Dia sebenarnya punya bakat untuk mengambil alih pimpinan seluruh tim dari Marie, tapi dia tidak melakukannya, karena dia lebih memilih peran membimbing generasi muda melalui kata-kata dan tips.

Dia memasang wajah menegur pada setiap orang muda yang hadir, dan menyatakan dengan tenang,

“Apa kalian mengerti? Pertama, apa yang harus kita terima adalah kita tidak mungkin memperbaiki kota ini dalam 10 jam. Inilah yang mereka pikirkan, setidaknya, dan secara objektif, faktanya memang begitu.”

“Tapi ketua mekanik!”

“Baiklah, tenanglah, Hannes. Aku tidak berniat untuk menyerah sama sekali, tapi itu tidak berlaku untuk ‘militer’. Orang-orang itu sudah memutuskan untuk menghapus kota ini, apa yang akan orang-orang itu lakukan?”

“Apa maksudnya…?”

“Mereka akan sangat dikritik, kan? Dan mereka akan dicemooh habis-habisan. Orang mati tidak bisa bicara, tapi karena kita sedang membicarakan tentang pengambrukan seluruh kota dengan semua penduduknya, akan sangat sulit untuk menutupi fakta ini. Kepala para atasan mungkin bisa melayang, tapi mengingat tingkat kerugiannya, itu cukup ringan–bagaimana dengan kita?”

Ketua tim mekanik menatap semuanya yang hadir.

Di tengah-tengah kesunyian ini, Marie berbicara.

“Pokoknya, ini sebuah naskah berupa ‘kami meminta Guild untuk membantu, tapi mereka tidak bisa menyelamatkan nyawa orang-orang meski sudah memperbaiki mati-matian’, kan?”

Ketua tim mekanik tersenyum, dan berkata,

“Profesor Marie, anda benar-benar gadis yang manis.”

“Fuehh?”

Marie berseru, benar-benar lupa untuk mempertahankan imejnya.

Dengan senyum lembut di wajahnya, Conrad menatap Marie, dan menggelengkan kepalanya,

“Sayangnya, dunia ini sudah kotor hingga sudah sampai ke titik yang mana tidak bisa diubah lagi. Apa kalian mengerti? Orang-orang itu kemungkinan besar akan keluar dengan naskah itu–”

Dia menghela napas, dan berkata,

“–Mereka akan bilang, “saat kami sedang melakukan perbaikan mati-matian, ‘Guild’ mengganggu pekerjaan kami dengan paksa, menghasilkan sebuah kegagalan, dan kami tidak bisa mengevakuasi tepat waktu karena kotanya tiba-tiba ambruk. Ini benar-benar mengecewakan”.”

——-



Di saat itu, suara gedebuk yang keras terdengar saat pintu menuju ruang pertemuan dibuka.

Seorang pria botak dengan jas hitam berjalan masuk–itu adalah Halter.

Dikelilingi oleh tatapan sedih, dia mengangkat tangannya dengan kikuk saat dia masuk.

“Maafkan saya–kita baru saja menerima kontak dari markas besar ‘Guild’.”

“Apa yang mereka katakan?”

Halter tidak menjawab sambil mendekati Marie, dan menyerahkan sebuah dokumen.

Marie menerima laporan ini, dan dengan cepat membacanya.

Apa yang tertulis di dalamnya–

“–!!”

*Crumples*

Marie menunjukkan ekspresi iblis saat dia menghancurkan kertas itu.

***

Bagian Keempat 
“Apa yang sedang terjadi?”

Marie berteriak sambil menghantamkan tangannya ke atas meja.

Tapi meskipun dia dalam kehebohan seperti itu, kemarahan ini terus menuang teh merah dengan acuh tak acuh.

Pria yang menyebut dirinya dengan nama Limonz.

Rambut hitamnya disisir rapi, dan dia berpakaian dalam jas bergaris hitam, seorang pria berkacamata yang kelihatan ramah. Dia adalah kontak yang dikirim dari markas besar ‘Guild”, dan dia adalah orang yang memerintah Marie untuk pergi dari pilar utama menuju hotel pusat ini.

…kami tidak bisa kehilangan satu detik pun! Marie semakin tidak sabar.

“Seperti yang kukatakan, itu adalah perintah untuk mundur.”

Limonz berkata dengan wajah terus terang.

“Seperti yang bisa anda lihat dari laporan anda sendiri, sang klien, ‘militer’ mendalangi siasat ini untuk melepas tanggungjawab–dan juga, tidak ada harapan untuk menyelesaikan perbaikan dalam situasi ini.”

“Namun!”

“Dengan demikian, tetap di kota ini bukanlah prioritas. Inilah yang diputuskan markas besar.”

“…Apa kau bilang kalau kita harus membuang kota ini?”

Limonz tersenyum sambil mengangkat bahunya dan berkata pada Marie, yang bahunya sedang bergemetar,

“Tolong tenanglah, Profesor Breguet. Markas besar sudah mengendalikan situasinya.”

“…Itu berarti mereka akan menangani ini melalui metode politik?”

“Ya, tentu saja. Kegagalan ini tidak akan merusak karir anda”

“–Apa yang kau katakan?”

Ada muak di dalam kata-kata Marie,

“Siapa yang bicara mengenai karirku! Kota ini dalam situasi kritis dimana orang-orang tidak tahu kalau kota ini akan dihapus.”

“Kota ini memang akan dihapus.”

Limonz menyatakan dengan tenang.

Dia pelan-pelan berdiri, membalikkan badannya membelakangi Marie yang tidak bisa berkata-kata, mendekati jendela sambil menatap jalanan di bawah melalui jendela yang tidak bernoda, melanjutkan,

“Sudah menjadi fakta yang pasti kalau Kyoto akan diabaikan.”

“…Apa yang sedang kau coba katakan?”

Marie terjerat rasa takut saat dia bertanya, tapi Limonz tidak menawab, dia menatap jalanan, mengarahkan telunjuknya, dan mendorong kacamatanya.

“Saat ini, ‘militer’ tidak akan melibatkan diri, Profesor Breguet. Karena kita sudah tahu hal itu, faktanya akan tetap begitu, mereka mencoba membantai warga jika kita berhenti melakukan perbaikan sekarang.”

“Itu sama saja dengan melakukan pembantaian itu sendiri, kan?”

“Penjelasan apapun akan cukup selama masalahnya selesai. Markas besar ‘Guild’ sudah mengakui hal ini.”

Marie tidak sengaja menghembuskan napasnya.

“–Apa yang kau maksud?”

“Jika kita mengungkapkan kebenaran seperti itu, ‘militer’ akan kehilangan kepercayaan, dan masyarakat akan terguncang. Itu bukan perkembangan ideal bagi kita juga, dan kita harus menjadi kambing hitam sementara untuk saat ini agar mencegah situasi berkembang menjadi seperti itu–inilah yang sudah diputuskan oleh markas besar.”

“Omong kosong apa yang kau katakan!?”

Marie mengamuk, tapi Limonz tidak merespons, seakan dia tidak pernah mendengar kata-kata Marie.

Dia bahkan tidak menoleh ke belakang.

“Maukah kau menenangkan diri dan berpikir baik-baik, Profesor Breguet? Setelah kita mengungkap niat ‘militer’, apa yang akan tersisa setelahnya? Kita memang memiliki populasi dunia sebesar 4,5 milyar, lebih dari 20 ribu pilar pusat dan lingkar kota, dan memasukkan menara jam pusat, menjadi lebih dari 6 juta wilayah, kau tahu? Jika ‘militer’ dibubarkan, siapa yang akan mengambil alih tugas perawatan yang seharusnya mereka lakukan?”

“Itu hanya argumen tidak masuk akal! Itu karena kita tidak bisa membiarkan hal seperti itu terjadi sehingga kita harus menghentikan rencana mereka.”

“Anda meminta ‘militer’ untuk berterus terang? Itu tidak mungkin.”

Limonz menoleh sambil berkata.

“Insiden ini terjadi karena ‘militer’ yang tidak kompeten, dan mereka memilih menyerah untuk menutupi situasi yang tidak bisa mereka tangani ini. Bukannya mereka bisa meminta ‘Guild’? tapi kita tidak punya kemampuan untuk menangani situasi seperti ini sama sekali. Kita tentunya tidak punya sumber daya alam, apalagi kemampuan.”

“…Apa yang coba kau katakan?”

“Ini adalah kodependensi bersama.”

Limonz menunjukkan sebuah seringai.

“Baik ‘militer’ maupun ‘Guild’ , dua hal itu harus tetap ada. Kita memang harus merasa bersalah pada mereka karena telah mengambil personil-personil yang luar biasa, jadi tidak apa-apa bagi kita untuk menjadi kambing hitam, kan?”

“…Kau bersedia untuk membantai 20 juta orang hanya untuk itu?”

“Ini sungguh pengorbanan yang patut disesali.”

Limonz mengangguk, tapi ekspresinya tidak menunjukkan tanda-tanda berduka.

“–Aku mengerti apa yang kau maksud sekarang!”

Marie melempar tumpukan dokumennya ---dokumen dengan perintah mundur ke atas meja, dan berbalik untuk pergi.

“Oh? Profesor Breguet, kemana anda akan pergi?”

“Kembali ke tempat untuk bekerja. Kami pasti tidak akan menyerah apapun yang markas besar katakan.”

“Ini tentunya menyusahkan. Anda adalah orang yang cukup nekat.”

“Aku tahu itu –ayo pergi.”

Marie memerintah Halter, yang sedang berdiri di sudut ruangan seperti sebuah patung, dan pergi ke pintu. Namun, saat Marie meletakkan tangannya di pintu dan akan pergi keluar, Limonz berbicara.

Dia bicara dengan suara yang sangat jelas,

“–Kalau memang begitu, aku akan mencopot wewenang anda.”

Dan Marie tiba-tiba berhenti.

Dia menoleh ke belakang.

Limonz sedang berdiri di depan tempat yang sedang ditatap Marie, memegang sekumpulan dokumen yang diikat dengan benang biru. Dia melepaskan benang itu dan membuka dokumen itu, kacamata tak berbingkainya memantulkan cahaya putih terhadap cahaya matahari di belakangnya.

“Marie Bell Breguet ditugaskan di divisi pertama, ketua tim kedua dari ‘Meister Guild’ saat Pertemuan Umum Tahunan ke-992 pada tanggal 4 Oktober, Tahun Cincin 1013. Namun, ada bukti nyata bahwa beliau sudah menentang perintah langsung dari markas besar, dan keputusan yang sudah ditentukan adalah beliau akan dicopot dari posisinya dan wewenangnya saat ini.”

Limonz selesai membaca dokumen itu, dan menyerahkannya.

“Dokumen ini sudah diformalkan. Apa anda mau mengkonfirmasinya?”

Marie berjalan menuju Limonz tanpa berkata-kata, dan menyambar dokumen itu dari tangannya, menatap kata-kata itu dengan mata memerah. Halter kemudian melangkah maju dari samping Marie, sambil berkata,

“Tolong maafkan saya, Tuan Limonz. Saya meminta maaf sudah mengganggu, tapi biarkan saya bertanya –mengapa anda sudah menyiapkan dokumen itu?”

“Untuk berjaga-jaga. Faktanya kalau  dokumen itu berguna untuk kesempatan seperti ini, kan?”

Limonz memasang senyum yang memuakkan dan menjijikan sambil melanjutkan,

“Aku mencoba sebisa mungkin untuk tidak melakukannya, tapi aku tidak bisa mengabaikan fakta kalau anda mencoba menggunakan 100 teknisi berharga kami berdasarkan opini anda sendiri.”
Marie melipat dokumen itu dengan serius, meletakkannya di sakunya, dan mengangkat kepalanya secara bertahap, menatap Limonz dengan wajah suram.

Limonz menghadapi tatapan tajam itu, dan melebarkan tangannya, tertawa kecil,

“Oh, jangan berpikir untuk menyingkirkanku disini dan bertingkah seakan tidak ada yang terjadi.”

“…”

“Aku sudah menyerahkan dokumen yang sama pada ‘militer’ di kota ini. mulai saat ini, anda sudah dicopot dari posisi dan wewenang anda. Anda tidak lagi menikmati hak istimewa seorang Meister, hanya orang biasa saja. Anda tidak boleh memasuki menara inti tanpa izin ‘militer’.”

Suara gigi yang sedang digertakkan bisa didengar.

Marie menatap Limonz, terlihat seperti dia bisa mencekik pria itu beberapa kali dengan bergairah jika dia diperbolehkan melakukan hal itu–tiba-tiba, ekspresi ini terhenti karena rasa terkejut.
Dia menolehkan kepalanya ke samping, menggerakkan pandangannya ke atas, dan membelalakkan matanya.

Aku ingat sekarang. Marie berkata hal ini dengan tenang kepada pria yang tersenyum jahat,

“…Kau memanggil dirimu sendiri dengan nama Limonz, kan?”

“Ya. Ada apa?”

“Aku ingat sekarang. Kita sudah bertemu saat pertemuan 5 Perusahaan. Kau dari keluarga Vachron, kan?”

Senyuman itu menghilang dari wajah Limonz, dan dengan cepat berubah menjadi sebuah seringai.

“–Aku merasa terhormat telah diingat oleh anda, Nona Breguet. Kita juga ada di tahun akademik yang sama; aku penasaran apakah anda ingat itu.”

“Tidak, tidak sama sekali.”

“…Kurasa memang begitu. Sangat disayangkan, karena aku tidak memiliki bakat seperti itu sama sekali. Karena itulah aku menjadi bagian dari departemen administrasi di markas besar.”

Vachron.

Itu adalah salah satu dari 5 Perusahaan bersama dengan perusahaan Breguet yang merupakan tempat Marie berasal–salah satu sponsor ‘Meister Guild’.

Tidak peduli bagaimana ‘Guild’ memproklamirkan diri sebagai organisasi non-profit, mereka tidak bisa mengabaikan kehendak para sponsor, karena ‘Guild” adalah organisasi yang dikemudikan oleh sumber daya manusia, material dan uang.

Sebenarnya, operasi ‘Guild’ berhubungan dengan kehendak 5 Perusahaan–Breguet, Vachron dan lain-lain.

Marie sudah tahu itu, dan bahkan memanfaatkan hal itu.

Tapi–

“Apa ini rencana Vachron?”

Marie menatap tajam Limonz sambil berdesis.

Walaupun dikatakan kalau karirnya tidak akan terpengaruh, itu tidak mungkin.

Jika mereka melakukan ‘penghapusan’. ‘militer’ akan mendorong tanggung jawab kepada ‘Guild”, bahwa ‘Guild’ datang untuk melempar lumpur kepada mereka. Faktanya, mereka akan mendorong tanggung jawabnya kepada Marie–dan bahkan keluarga Breguet.

4 keluarga besar lainnya tidak akan gagal untuk menggunakan kesempatan ini untuk melemahkan Breguet.

–Pokoknya, ini adalah konspirasi bersama antara ‘militer dan ‘Guild’.

Sebuah plot oleh Vachron untuk melemahkan pengaruh Breguet.

Tapi Limonz hanya mengangkat bahu mendengar interogasi Marie, menunjukkan senyum licin dan menjijikan,

“–Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti sama sekali?”

Ekspresi ini melebihi semua usaha untuk berdalih, diam-diam menguatkan hipotesis Marie.

“K-Kalian, ini…!”

Wajahnya suram karena rasa murka, kemarahan membara di dalam dirinya.

Marie tidak bisa mengerti.

Jika mereka melakukan hal itu, ‘Guild’ akan berakhir mengalami kerugian besar.

Kepercayaan dan kebanggaan yang sudah dibangun leluhur mereka sejak seribu tahuan lalu akan dinodai tanpa bisa dihapus–demi alasan yang bodoh seperti itu.

Dia mengingat kembali apa yang sudah dikatakan Halter sebelumnya,

“Apa orang-orang tidak kompeten itu bisa melakukan apapun?”

Di titik ini, dia bisa mengerti senyuman yang membuat nyaman dan ketakutan dari para orang tidak kompeten–apa dia bisa mengerti? Tidak, bagaimana bisa dia mengerti? Bagaimana caranya dia melakukan itu?

Sebuah benda yang berharga. Sebuah warisan penting yang harusnya mereka jaga. Kehendak, kebanggaan, cita-cita, nyawa mereka, dan kesucian sebuah jiwa!

Tapi mereka sudah membuang hal-hal seperti itu semudah itu–karena alasan-alasan keji berupa iri hati, dengki, bahkan hal kecil yang tidak bisa digambarkan oleh kata-kata itu, seperti kepicikan, mentalitas kelas teri, kejelekan dan kekotoran.

Marie tidak bisa mengerti.

“–Marie!”

Marie mendadak tersadar karena raungan ini.

Halter berkata dengan kaku.

Marie ingin balas berteriak secara naluriah, tapi dia tetap diam.

Dia mengepalkan tinjunya yang bergemetar, mengatur napasnya, dan mengangguk,

“…Ya, ayo pergi.”

Baik Marie maupun Halter meninggalkan ruangan itu tanpa berkata-kata.

Limonz menonton mereka pergi dengan sebuah senyuman tipis sampai saat terakhir, dan benar-benar membutuhkan sejumlah besar pengendalian diri untuk menghentikan impuls untuk menghancurkan pria itu.

Keduanya berjalan mealui koridor yang lebar tanpa berkata-kata, dan akhirnya sampai di depan elevator.

Keduanya menunggu elevator tersebut datang setelah menekan tombolnya tanpa berkata-kata. Mereka menunggu hanya 2 menit saja ,tapi bagi Marie, terasa seperti 1 atau 2 jam.

Elevatornya tiba sesaat kemudian. Keduanya memasuki elevator tersebut, dan tombol lantai 1 ditekan.

Itulah batasnya.

“AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH–!!”

Marie berteriak kencang, menghantam dinding elevator dengan sekuat tenaga.

Elevator itu bergetar hebat sampai-sampai berhenti mendadak.

“Tenanglah, Marie.”

“DIAM!”

Marie memukulkan lengannya saat dia membuat keributan, tinjunya menghantam tangan Halter saat Halter mencoba menghentikannya. Namun, Halter tetap tidak bergeming, dan tingkahnya ini membuat Marie semakin kesal, kemarahannya meledak.

Dia berteriak, meraung, dan menghantamkan tinjunya, rambut pirang mudanya rontok, napasnya tidak teratur saat dia terus menendang dan menginjak kaki Halter yang mirip tunggul pohon.

Halter tidak melawan dan hanya menahan kemarahan gadis itu tanpa berkata-kata.




Tentu saja, rasa sakit setingkat ini bukan apa-apa baginya, yang telah diubah menjadi seorang cyborg.

Marie mencengkram jas Halter, membenamkan kepalanya ke perut Halter yang kekar, dan guncangan hebat menggema melalui tubuh Halter.

“–Kau mengerti!?”

Marie membenamkan kepalanya sambil berteriak.
Suara parau itu bergetar.

“Hei, kau mengerti? Mengapa mereka memfitnahku!? Demi alasan yang bodoh! Kota ini! 20 juta orang disini! Mereka akan terlibat dan dikorbankan disini!?”

“Bukan begitu.”

Halter menyimpulkan dengan nada berat,

“Kau salah, Marie. Jangan terlalu memikirkan ini. ‘Militer’ akan tetap melakukan ‘penghapusan’ baik kau ada disini maupun tidak. Para orang-orang brengsek di ‘Guild’ lah yang hanya menggunakan hal ini untuk memfitnahmu.”

“Apa yang membuatmu berpikir begitu!”

Marie kembali bergejolak saat dia mengamuk.

Dia membenamkan kepalanya ke tubuh Halter dan menghantamkan tinju kecilnya ke dada Halter.

“Jika aku tidak ada disini, mungkin ‘Guild’ bisa memberi tekanan pada ‘militer’! Mungkin mereka akan mengirim bala bantuan! Mungkin penghapusan bisa dihindari!”

“Walaupun begitu, ini bukan kesalahanmu.”

“Diamlah!!!”

Marie berteriak lagi sambil memukuli Halter.

Halter tetap tidak bergeming saat dia menerima teriakan dan pukulan Marie tanpa berkata-kata. Mudah baginya untuk menahan seorang gadis yang tidak bersenjata, dan dia mampu untuk memeluk dan menghibur gadis kecil itu, tapi dia memilih tidak melakukannya.

–Karena dia tahu Marie Bell Breguet tidak membutuhkan hal-hal seperti itu.

Sesaat kemudian, kemarahan Marie berakhir saat dia membenamkan dirinya di perut Halter, tidak bergerak sama sekali. Sesaat kemudian, bahu Marie sedikit bergetar.

“…huhu…huhuhuhu…hahahahaha!!”

Ekspresi Marie mendadak berubah saat dia mulai tertawa, matanya sedikit bengkak dan merah. Halter mencoba sebisanya untuk mengabaikan noda di jasnya saat dia menghela napas dan berkata,

“…Kau sudah merasa tenang?”

“Apa yang kau maksud dengan itu? Apa yang kau bicarakan, Halter? Aku selalu tenang. Kepalaku mungkin sejernih sebelumnya.”

“Aku benar-benar tidak bisa mengetahuinya.”

“Ahh, ahh! Maaf Halter! Apa kau marah aku sudah sedikit memukulmu? Aku benar-benar minta maaf mengenai itu, tapi sekarang aku merasa sangat segar!”

“Itu bagus.”

Halter menggerutu sambil merapihkan pakaiannya yang kusut dengan lemas.

Dia menekan tombol di panel elevator lagi, menyalakan kembali elevator yang sudah berhenti darurat.

Marie memandang sekilas ke arah Halter, dan bergumam sebelum tertawa,

“Tidak apa-apa. Ayo, dasar politisi tidak berguna…! Cobalah jatuhkan satu sama lain sebanyak yang kalian mau. Sangat disayangkan kalau makhluk setragis itu hanya bisa melakukan hal ini sampai mereka berakhir saling menyakiti!”

“…Tidak ada harapan.”

Marie mengabaikan Halter yang menghela napas, dan mengerutkan dahinya,

“–Berpikirlah baik-baik, Marie. Pasti ada semacam jalan untuk memecahkan kebuntuan ini.”

Marie menyentuh dagunya dan menggigit bibirnya saat dia merenung.

‘Militer’ tidak akan berhenti, dan ‘Guild’ tidak bisa diandalkan, jadi mereka tidak bisa berharap untuk menyelesaikan masalah ini melalui metode politis. Mereka tidak bisa memulai evakuasi masyarakat di titik ini. Opsi yang tersisa bagi mereka hanyalah menyelesaikan perbaikan sebelum kotanya dihapus.

Dalam hal ini, apa masalahnya?

Masalahnya adalah mereka tidak punya waktu. Oke, inilah hal yang tidak bisa mereka pecahkan.

Sekarang, jika dipikirkan dengan jernih. Apa ada cara untuk menyelesaikan perbaikan dalam 8 jam ini?

Jawabannya negatif. Tidak ada cara untuk melakukannya bagaimanapun aku memikirkannya secara realistis. Bagaimana kalau aku mengubah metodenya? Bisakah kami menyelesaikan perbaikan dalam 8 jam jika kami bisa mendeteksi anomali itu? Tentu saja kami bisa. Tapi untuk melakukannya–cara untuk memastikan anomali ini–

“Pikirkan kembali, Marie. Pasti ada! Pasti ada jalan!”

…Tentu saja, Marie tidak bisa memikirkannya berapa kalipun dia mencoba.

Walaupun dia mengumpulkan semua talenta dan perlengkapan luar biasa di dunia, dia bukanlah seorang penyihir.

Dia harus mengakui kalau itu tidak mungkin–namun, tapi, terlepas dari itu,

“Bagaimana bisa aku membiarkan ‘ketidakmungkinan’ ini terjadi karena gangguan orang-orang tidak kompeten itu?

Elevator itu mencapai lantai pertama, dan pintunya pelan-pelan terbuka.

Ayo pikirkan lagi di mobil. Marie berpikir dan mengangkat kepalanya. Di saat itu,

Sebuah wajah yang sangat familiar tiba-tiba muncul di depannya.



“–!”

“Hei RyuZU, apa tidak apa-apa untuk tinggal di tempat seperti ini?”

“Tuan Naoto. Tolong maafkan kejujuranku untuk mengatakan kalau sikap hemat anda yang mirip kutu ini mungkin sifat yang baik, tapi sebagai tuanku, tolong bisakah anda memiliki semacam kehormatan dan martabat yang cocok dengan hal itu?”

Mereka berdua adalah seorang anak laki-laki remaja yang mengenakan seperangkat headphone dan seorang gadis cantik berambut perak.

Marie tidak pernah bertemu dengan anak laki-laki itu; masalahnya ada pada gadis itu.

Dia sangat familiar dengan wajah gadis itu, telah melihat wajah itu beberapa kali sejak dia masih muda.

Tapi untuk lebih tepatnya, wajah tidurnya yang sering dia lihat saat dia terbaring di perbendaharaan rumahnya.

Setelah menjadi seorang Meister, Marie bahkan membawa serta gadis itu ke tempat kerjanya, berpikir untuk menerima tantangan untuk memperbaiki gadis itu jika dia punya waktu luang, dan menyalakannya–

“Ah, ah, ah…”

“Hm?”

“Ada masalah apa, Tuan Naoto?”

Gadis itu menolehkan wajah terkejutnya ke arah mereka.

Kecantikan yang bukan berasal dari dunia ini—automata itu jelas beroperasi.

–YD-01, seri Initial-Y, model 1, RyuZU.

Marie terperangah sambil memiringkan keapalanya dengan terkejut, menyembunyikan sebuah harapan kecil untuk memecah kebuntuan ini.

***

Bagian Kelima 
Lobi lantai pertama Hotel Pusat sedikit mirip dengan sebuah mall belanja.

Ada toko-toko besar di dekat pintu masuk, restoran mewah di sisi kanan, dan toko-toko yang menjulan barang-barang bermerek serta butik di kiri.

Mereka pergi menuju salah satu ruang santai kafe yang bisa dilihat di halaman hotel, dan Marie berbicara,

“Bisakah kau membantuku, RyuZU?”

Tangan Marie ada di atas meja saat dia tiba-tiba berbicara ke arah RyuZU di sisi lain. Mata keemasan RyuZU mengandung teka-teki saat dia menunjukkan wajah tidak bersahabat.

Naoto, duduk di sebelah RyuZU, mengangkat tangannya, berkata,

“Erm—permisi? Memangnya siapa kalian ini?”

“Kau tidak mengenaliku?”

Marie terdengar skeptis, dan Naoto mengangkat bahunya.

“Tidak sama sekali. Aku tidak menonton TV. Apa kau seorang artis atau semacamnya?”

Halter, duduk di sebelah Marie, menepuk kepala botaknya, dan tertawa kecil,

“Artis? Terdengar bagus.”

“Halter, sekarang bukan waktunya lelucon, kan?”

“Tidak tidak, sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu, kan? Bukannya anda itu model sampul beberapa edisi ‘Automata Fan’ dan ‘Technical Weekly’?”

“Itu karena Kakak membatalkan hal itu, dan aku dipaksa untuk menangani situasinya.”

“’Automata Fan’? Aku harusnya sudah melihatnya.”

Naoto bergumam sambil merenung.

Majalah itu adalah bacaan favoritnya, dan dia membeli setiap edisi majalah itu mulai usia muda. Namun, dia tidak bisa mengingat pernah melihat wajah gadis pirang di depannya ini.

Naoto kemudian mengangkat bahunya.

“Aku tidak mungkin mengingat semua model sampul—memangnya siapa kau ini”

“Itulah yang ingin kutanyakan padamu.”

Marie menatap tajam Naoto dengan tidak senang dan berkata,

“Aku Marie Bell Breguet, seorang Meister dari “Meister Guild’. YD-01 RyuZU ini adalah barang pribadi keluarga kami.”

“Barang pribadi…?”

Naoto memiringkan kepalnya dengan bingung, “Ah!” dan kemudian, dia berteriak dan berdiri.

“Jadi kalian!? Kalian orang-orang bodoh yang menjatuhkan kontainer itu ke rumah seseorang dari ketinggian!”

“Ko-Kontainer!?”

Ekspresi Naoto benar-benar berubah saat dia mendekatkan dirinya kepada Marie yang kelihatan gentar dan tergagap.

“Berkat dirimu, aku kehilangan rumah dan semua peralatan yang ditinggalkan orang tuaku, aku tidak punya uang, seorang tuna wisma di umur 16 tahun, bertemu RyuZU dan membuat kontrak dengannya. Bagaimana kau mau mengganti rugi padaku!? Terima kasih banyak juga!”

Anak laki-laki pendek itu meneriakkan semua itu dan membungkukkan badannya. Marie menatapnya jijik, dan berkata pada Halter,

“Halter, apa yang idiot ini katakan sekarang? Apa dia sebenarnya berterimakasih pada kita?”

“Siapa yang tahu? Bukannya mereka berdua bertingkah aneh…?”

“Po-kok-nya! Sebagai ganti dari kehilangan rumah dan harta serta berbagai macam ganti rugi, RyuZU adalah milikku! Sudah diputuskan! Aku baru saja memutuskannya, jadi kalian bisa kembali sekarang, dasar lempengan protein!”

“Gurauan macam apa itu, dasar bodoh?”

Marie mengecam balik, dan tidak sengaja tersengal.

Dia menekan pelipisnya, menahan rasa sakit yang berdenyut, mengatur napasnya, dan mencoba membujuk Naoto dengan suara tenang.

“…Dengar, aku berempati pada nasib burukmu. Kesalahan pihak bandara telah menyebabkan kontainer itu terjatuh, dan aku meminta maaf mengenai hal itu sebagai wakil mereka. Namun, RyuZU adalah aset tak tergantikan keluargaku, dan aku memintamu untuk mengembalikannya padaku. Dengan namaku, aku bisa memberimu sejumlah kompensasi yang sepadan–”

“Tidak, aku menolak. RyuZU milikku.”

Naoto menampik Marie dengan kekanak-kanakan.

Semua macam emosi kemudian menghilang dari wajah Marie saat dia menoleh ke arah Halter,

“Bunuh dan kubur dia. Semuanya akan selesai.”

Tapi Halter mengecilkan suaranya sambil menggelengkan tangannya,

“…Hentikan, Milady.”

“Apa? Ini darurat. Aku tidak punya waktu berurusan dengan orang bodoh ini–”

“AKU BILANG HENTIKAN, MARIE!”

Marie merasa terkejut setelah mendengar semburan mendadak Halter, dan tetap diam.
Dan selanjutnya, dia menyadari sesuatu.

“Apa…!?”

Tanpa disadari,

Dua ‘sabit hitam’ diarahkan ke leher Marie dari bawah meja.

RyuZU menyiapkan kedua sabit itu dari bawah roknya tampaknya tanpa gerakan apapun, dan mata misteriusnya masih memantulkan ekspresi kaku Marie.

–Marie sudah pernah membedah tubuh RyuZU sebelumnya, dan dia tahu sabit itu adalah satu-satunya senjata yang dimiliki RyuZU—spesifikasi sabit itu sangat kuat sampai-sampai sabit itu bisa membelah armor alloy militer dengan mudah, apalagi seorang manusia.

Keringat dingin menetes dari Marie.

Gadis bidadari itu sepertinya telah bertemu dengan seekor harimau kanibal di hutan, dan dia tahu walaupun bilah yang terlihat halus itu menempel dengan lembut, benda setajam cakar seekor binatang itu, mengapit lehernya.

Dia merasa ragu–mengapa aku masih hidup?

“…ah, ah.”

Dia terdiam, tubuhnya tidak bisa bergerak. Meskipun begitu, dia mencoba menggerakkan bola matanya ke arah Halter, dan melihatnya mengarahkan pistolnya dengan wajah tegang.

Namun, pistol itu tidak diarahkan pada sang automata.

Pistol itu–diarahkan pada anak laki-laki yang terlihat kaget.

RyuZU ingin membunuh Marie, dan Halter ingin membunuh Naoto. Kedua niat membunuh bertemu, dan setetes keringat menetes dari Halter saat dia berkata dengan damai,

“Baiklah, apakah anda sudah merasa tenang sekarang, Milady?”

“–Pistol itu sebenarnya kau arahkan pada siapa?”

Meskipun mata keemasan itu memperhatikannya, Halter terus tersenyum,

“Rekanku ini hanya kepeleset bicara, dan aku meminta maaf mengenai hal itu. Ini adalah momen histeria baginya karena beberapa situasi menyedihkan yang dia lalui, jadi dia sedikit gelisah. Dia tidak bermaksud begitu, jadi tolong lepaskan dia.”

“Jika kau tidak punya kemampuan komprehensif yang cukup, aku akan mengulanginya lagi. Manusia sudah jauh lebih inferior dari kutu, tapi karena barang rongsok sepertimu yang lebih inferior dari mereka mempunyai keberanian untuk mengarahkan mainan itu kepada Tuan Naoto, kau tidak keberatan jika aku mengiris kalian berdua kecil-kecil, kan?”

RyuZU mendesis, suaranya sangat dingin sampai-sampai iblis pun akan menangis ketakutan.

Wajah tanpa emosinya menunjukkan niat membunuh yang jelas,

“Dimengerti. Aku akan menurunkan pistolku disini. aku tidak serius. Lihat? Pengamannya masih menyala disini.”

Halter pelan-pelan memutar pistolnya untuk menunjukkan pengamannya, dan menurunkan pistolnya.

“Jadi tolong, jangan sembelih kepala Milady ini disini.”

Sepertinya RyuZU menerima kata-kata itu, karena dia melipat kembali sabit hitamnya di balik rok dalam sekejap tanpa bersuara. Dia tetap diam di titik itu.

“–Ha…haa…”

Sudah dilepaskan dari niat membunuh mekanis yang dingin, Marie terus menyentuh lehernya dan terduduk kembali di kursinya. Sepertinya dia sulit percaya kalau dia masih hidup, kelopak matanya bergemetar, mata zamrudnya tidak bisa fokus.

“A-Apa…?”

“Anda baik-baik saja, Milady?”

Halter meraih bahu Marie dan berkata begitu untuk menghiburnya,

“Aku juga merasa gelisah, tapi mereka berdua tidak terlibat dengan masalah kita, jadi jaga perkataan anda lain kali, atau anda harus mengucapkan selamat tinggal pada kepala anda.”

Karena kata-kata itu, Marie membelalakkan matanya dan berteriak,

“Halter! Aku hampir mati tadi!?”

“Ya. Bagus kalau anda mengerti dengan cepat.”

“Mengapa automata non-militer bisa membunuh!?”

“Automata ini tidak punya larangan etika.”

Halter bicara beberapa kata yang terdengar tidak masuk akal dengan santai, dan menoleh ke arah automata yang kelihatan formal,

“Missy disini tidak pernah berpaling dari anda sejak anda menunjukkan niat membunuh anda pada bos muda ini. Karena itu selama ini aku sudah mewaspadainya, namun–bahkan akupun tidak bisa bereaksi terhadap aksi barusan…anda mengerti apa yang kumaksud?”

“…Itu…”

Dengan kata lain, bahkan Halter, yang sudah diperkuat dengan sibernetik terbaru, tidak bisa membaca tindakan automata ini untuk melawan meskipun menggunakan refleksnya.

Dia sudah waspada selama ini, tapi dia sudah merasa lelah setelah mengambil sandera ‘setelah itu terjadi’.

“–Sejujurnya, aku tidak akan bisa melakukan hal itu jika dia benar-benar ingin membunuh anda.”

Dengan kata lain, barusan itu hanya sebuah peringatan. Jika dia benar-benar ingin membunuh, ancaman ini bukanlah halangan; Marie dan Halter akan diiris-iris kecil tanpa mereka sadari.

Dan juga, tidak mungkin mereka dapat bertahan melawan serangan itu.

Halter menunggu Marie mengerti hal itu, dan melanjutkan,

“…Anda mengerti? Pokoknya, tenanglah dulu. Lupakan hal mengenai Missy adalah barang pribadi Breguet untuk saat ini, dan bersabar apapun yang terjadi. Inilah peraturannya sekarang.”

RyuZU menunjukkan senyum tulus, dan berkata,

“Tolong izinkan aku untuk menarik kembali anggapanku kalau kau hanyalah barang rongsok. Pemahamanmu kelihatan lumayan bagi seorang manusia.”

“Terimakasih sudah memahami hal ini.”

Halter mengangkat tangannya dan berkata,

“Aku meminta maaf untuk kelakuan buruk kami, tapi dibalik itu, aku ingin kalian mendengarkan kami. Masalah penting ini bukan hanya melibatkanku, tapi juga nyawa 20 juta orang di kota ini.”

Dan kemudian, Halter mulai menjelaskan peristiwa yang terjadi.

Anomali gravitasi Kyoto, penempatan yang terlalu mendesak, konspirasi dan motif dibalik itu semua, niat ‘militer’ untuk membuang semuanya dan menutupi kebenarannya, faksi internal ‘Guild’ yang menggunakan kesempatan ini untuk merebut kekuasaan, dan waktu sangat sedikit yang mereka punya–

Naoto mendengar semua penjelasan Halter, dan menangkupkan kepalanya dengan terkejut.

Dia akhirnya dapat tersadar, dan terkesiap,

“Tu-tu-tu-tun-tunggu dulu! ‘Militer’ akan membuang kota ini? Meninggalkan orang-orang dan menonton mereka mati–kau serius?”

“Kami tidak bisa bercanda mengenai hal itu.”

Marie menyerah untuk mencoba bertingkah sopan dan melanjutkan dengan sikap yang lelah.

“Bagaimana…tidak ada yang bisa kalian lakukan?”

“Sejujurnya, kami tidak bisa melakukan apapun.”

Marie menurunkan pandangannya sambil mengepalkan tinjunya, dia terlihat kecewa.

“Pokoknya, kami tidak punya waktu. Aku dicopot dari jabatanku, dan aku tidak bisa kembali ke menara inti. Kami perlu menerobos halangan ‘militer’, dan bahkan jika kami sampai disana, tidak ada harapan untuk memperbaiki anomali itu.”

“Bagaimana mung…”

“Alasan fatalnya adalah kami tidak bisa menentukan penyebabnya secara spesifik, dan tim pengamatanku memperkirakan kalau kami membutuhkan 2 minggu untuk selesai. Tentu saja, sudah jelas kalau kami tidak mungkin berhasil, tapi…”

Di titik ini, Marie menoleh ke arah RyuZU, yang tetap tidak goyah meskipun mendengar kata-kata yang dipenuhi keputusasaan itu, dan bertanya lembut,

“Kau kurang lebih bisa menangani ini jika itu kau, kan?”

RyuZU tetap diam.

“Hei, tunggu. Mendengar kalian berkata begitu, itu berarti kalian adalah sebuah organisasi yang terdiri dari Meister-Meister, kan? Jika kalian membutuhkan 2 minggu untuk melakukannya dengan semua sumber daya manusia kalian, bagaimana RyuZU akan melakukannya?”

Marie tidak menjawab kata-kata tadi sambil menoleh ke arah mata keemasan RyuZU dan berkata,

“Aku mendengar mengenai legenda kalian. Seri Initial-Y. Kau adalah salah satu dari automata terbaik yang diwariskan oleh teknisi jam legendaries ‘Y’, yang menciptakan ‘Clockwork Planet’ ini. walaupun tidak ada tanda-tanda kerusakan pada tubuhmu, gadis automata misterius ini tetap tidak bergerak…”

RyuZU menatap balik Marie tanpa bersuara. Karena tatapan ini, Marie mengingat kembali perasaaan hampir mati yang dia rasakan, dan tidak sengaja membeku saat dia melanjutkan dengan cara berbisik,

“300 tahun lalu, fungsimu tiba-tiba berhenti. Ribuan teknisi, termasuk diriku, mencoba memperbaikimu, hanya untuk gagal melawan permata ‘Y’ ini–model pertama dari seri Initial-Y. Dikatakan kalau orang yang mengumpulkan seluruh seri bisa menguasai dunia dan menerima warisan ‘Y’…namun itu hanya rumor belaka. Breguet yang menyimpanmu memiliki beberapa  informasi mengenai dirimu.”

RyuZU tidak merespons, dan Marie menjilat bibirnya yang kering sebelum melanjutkan,

“Mereka yang termasuk dalam seri Initial-Y dibebani dengan fungsi unik. Dikatakan kalau unit pertama, kau, memiliki fungsi yang disebut ‘Akselerasi’–sebuah automata yang mengkhususkan diri dalam bergerak dengan kecepatan tinggi.”

Naoto, yang sedang mendengarkan di samping, membelalakkan matanya.

–Begitu ya. Itu menjelaskan semua keraguan yang kupunya.

RyuZU membawa Naoto pergi dari bahaya sesaat setelah dia diaktifkan, bergerak dengan kecepatan tinggi untuk menelanjangi pria-pria perayu dalam sesaat, dan bergerak sangat cepat sampai-sampai Halter tidak bisa bereaksi.

Itu mungkin fungsi yang dibicarakan Marie.

Unit militer saat ini tidak bisa menahan fungsi hebat seperti itu, tapi jika penciptanya adalah si ‘Y’ itu–itu bisa dijelaskan.

Marie berkata,

“Inilah caraku menjelaskan keberadaan kalian, seri Initial-Y. Bukannya kalian adalah mesin perawatan bagi ‘Clockwork Planet’ yang diwariskan oleh ‘Y’?”

Kan? Marie bertanya dengan sikap memohon.

‘Clockwork Planet’, sebuah replika sempurna dari planet itu sendiri, memiliki struktur yang intrinsik.

Di kalangan orang biasa—tidak, bahkan di kalangan mereka yang sudah meneliti aspek ini selama ribuan tahun belakangan, tidak ada yang bisa menyaingi ‘Y’ sendiri. Tidak ada yang bisa memahami teknologi yang dia wariskan. Mereka akhirnya berhasil mereplikasi suku cadang tertentu setelah menirunya, tapi walaupun begitu, hasilnya tidaklah sempurna.

–Demi kepentingan mereka yang hidup setelah kematiannya,

Untuk mencegah dunia ini hancur kembali.

Dia menciptakan pewaris yang tidak akan menua maupun mati–

“Saat ini, kalian semua adalah anak-anak ‘Y’, mewarisi keterampilan yang telah hilang. Warisan itu didasarkan pada rumor seperti itu. Saat kota ini hampir ambruk, aktifnya dirimu–”

Adalah bukti terbaik. Marie menatap RyuZU dengan penuh harap.

Ohh…! Halter membelalakkan matanya, terlihat kagum.

Naoto juga tidak bisa menyembunyikan kehebohannya sambil menatap RyuZU.

Jika apa yang Marie katakan itu benar, gadis berambut perak ini pastinya adalah bidadari yang menyelamatkan kota ini dari kehancuran.

Namun,

Di hadapan tatapan kagum dan heboh seperti itu, automata legendaris ini hanya tertawa kecil seperti sebuah respons terhadap lelucon yang gagal, kemudian memasang ekspresi meragukan sambil berbicara,

“–Aku tidak mengerti apa yang kau katakan sama sekali. Tolong maafkan aku, api pikiranmu—benar-benar sangat berbahaya.”

*** 

Bagian Keenam
Ada kesunyian yang canggung.

Senyuman Marie membeku di tempat, Halter membersihkan telinganya, memasang wajah yang tidak bisa dipahami, dan Naoto terus menatap RyuZU dan Marie bergantian, dia terlihat bingung.

“……Ah–tolong maafkan aku, Missy.”

Diantara mereka, Halter lah yang pertama bereaksi sambil sedikit memiringkan kepalanya dan bertanya dengan tenang,

“Aku ingin memastikannya; dengan kata lain, apa yang Milady katakan itu semuanya salah?”

“Ya.”

RyuZU mengangguk kepada Halter.

“Aku benar-benar kesulitan untuk menyangkal perkataan angkuhmu dengan wajah percaya diri seperti itu–tapi tebakanmu benar-benar salah, sangat jauh sampai-sampai itu terdengar konyol.”

*Bam*. Kepala Marie jatuh ke meja dengan suara gedebuk, mungkin terbaring lemah di meja karena rasa malu yang ekstrim saat tubuhnya menggigil ketakutan.

RyuZU melanjutkan dengan tenang,

“Apa yang kau katakan memang benar, kalau aku dibuat oleh ‘Y’, kalau aku punya fungsi unik yang hanya dimiliki olehku, kalau aku adalah automata terkuat di dunia. Itu tidak bisa disangkal.”

Marie mendadak mengangkat kepalanya, bicara dengan nada penuh harap,

“Ka-kalau begitu…!”

“Namun, fungsi utamaku bukanlah untuk merawat konstruksi dunia ini, aku tidak punya pengetahuan maupun kemampuan untuk itu, dan aku tidak diberi perintah untuk ‘melindungi kota’.”

Saat Marie membeku di tempat lagi, Halter kembali melanjutkan,

“Jadi, apa kau ini?”

“– ‘Your slave’.”

RyuZU mengatakan kata-kata itu sambil menurunkan pandangannya ke arah tangannya yang diletakkan di dadanya. Makna yang tidak dikatakan dibalik sikap itu adalah hal yang paling penting.

“Inilah misi terpenting yang ditanamkan di dalam diriku–untuk melayani tuanku, Tuan Naoto dengan semua kemampuanku. Inilah satu-satunya alasan keberadaanku.”

Halter terlihat tidak bisa mengatakan apapun karena dia tetap diam.

RyuZU kemudian menoleh ke arah Marie, yang kelihatan sesak napas, dan menyindir,

“Selain itu, aku harus menegaskan sesuatu. Tolong jangan membandingkan fungsi inherenku dengan fungsi kelas rendahan seperti ‘akselerasi’. Walaupun memang begitu, aku tidak punya fungsi untuk menemukan sebuah malfungsi, dan mengenai masalah yang sedang kalian hadapi—terus terang, aku tidak tertarik sama sekali.”

RyuZU mengatakan kata-kata itu dengan senyum manis di wajahnya, dan kesunyian berlanjut.

Marie meletakkan tangannya di wajahnya sambil mendongak, sedangkan Halter kelihatan sangat lesu. Di hadapan pemandangan ini, yang orang bisa beri judul ‘keputusasaan’, Naoto tidak bisa berkata apapun, dan hanya bisa diam bersama mereka—namun,

“…Tapi ada seseorang…”

RyuZU berbisik, dan Halter pelan-pelan mengangkat wajahnya.

“Seseorang yang mungkin bisa menjawab semua harapan kalian.”

‘! Siapa!?”

Marie bisa dibilang meloncat saat dia mengigit umpan RyuZU.

Dengan keduanya menonton, RyuZU pelan-pelan menunjuk ke arah anak laki-laki yang kelihatan terkejut, dan menyatakan dengan tenang,

“Tuan Naoto.”

“–Hah?”

Menjadi topik pembicaraan secara mendadak, Naoto dengan terkejut menunjuk kedirinya sendiri.

RyuZU mengangguk ke arahnya, dan berkata pada Marie.

“Seperti yang kau dengar, aku percaya kalau Tuan Naoto, yang berhasil memperbaikiku, mungkin dapat menyelamatkan kota ini.”

“Tunggu sebentar–dia memperbaikimu!?”

Marie berseru dengan terkejut.

“Omong kosong apa itu!? Kau tidak rusak sama sekali!”

Dia seharusnya adalah automata misterius yang baik dan tidak rusak yang tidak bisa diaktifkan.

“Itu hanya membuktikan kalau kau lebih tidak kompeten dari Tuan Naoto.”

“Ah, aku dimasukkan dalam kategori tidak berguna lagi, walaupun itu tidak masalah.”

Marie mengabaikan Naoto, yang mengeluhkan hal itu dengan lirih, dan berteriak,

“Ka-Kau bilang kalau aku ini tidak kompeten…!? Kau bilang kalau Breguet, yang sudah melahirkan ratusan tak terhingga Meister, tidak bisa menyaingi orang ini?”

RyuZU melengkungkan bibirnya dengan nada mengejek.

Senyumnya jelas menunjukkan kemarahan, tidak seperti senyum yang dia gunakan saat menghadapi Naoto, dan dia melanjutkan,

“–Ya. ‘Orang ini’ yang kau bicarakan memperbaiki anomali yang tidak bisa dideteksi oleh keluarga besarmu walaupun kalian sudah memeras otak kalian yang seperti kutu itu selama 200 tahun belakangan –dalam 3 jam saja.”

Setelah mendengar kata-kata ringan itu, pikiran Marie berhenti saat itu juga.

Dia menatap Naoto dengan kosong, dan bertanya,

“…O-orang yang tidak mengesankan ini?”

RyuZU mengangkat roknya tanpa bersuara, dan Marie dengan kasar menggelengkan kepalanya sambil berteriak,

“A-Aku mengerti aku mengerti aku menarik kata-kataku kembali! …tidak, tapi memang benar kalau RyuZU sekarang aktif…mengapa teknisi seperti itu tersembunyi di jalanan…?”

Marie bergumam pada dirinya sendiri sambil menjatuhkan dirinya ke kursi.

Di sisi lain, Naoto, yang mendadak disebutkan namanya, sedang berkeringat dingin sambil berkata pada RyuZU,

“Tidak, erm, Nona RyuZU? Aku sungguh benar-benar senang kalau kau memujiku, tapi jika bahkan seratus Meister tidak bisa melakukan ini, bagaimana mungkin aku bis–”

“Anda bisa.”

RyuZU menyimpulkan.

“Tuan Naoto yang memperbaiki aku tak diragukan lagi adalah teknisi terhebat di kalangan umat manusia saat ini.”

“Tidak, aku benar-benar terhormat disebut begitu olehmu, RyuZU…tapi.”

–Itu tidak akan berhasil.

Tidak mungkin. aku ini seorang amatir yang bahkan bukan seorang murid teknisi, tahu?

Kata-kata penyangkalan dengan segera muncul di pikiran Naoto, tapi dia kesulitan untuk mengatakannya karena ekspresi serius RyuZU.

Dia merasa frustasi dan bingung, tapi dia harus menjawab sesuatu. Tapi, saat dia hampir bicara,

“–!!”


Kotanya mulai bergetar dengan hebat karena sebuah guncangan dengan skala yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.

Clockwork Planet Jilid 1 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.