26 September 2015

My Dearest Jilid 1 Chapter XVIX

JILID 1 CHAPTER XVIX
PENYERGAPAN

Bagian Pertama:

BRAAAKK!!!

“Apa-apaan ini?! Ini bukan kasus penculikan lagi namanya, ini jelas-jelas kalau mereka mau mengajak perang!” geram Keisha sangat kesal sambil menggebrak meja.


“Tenang kak! Kendalikan dirimu!” Fie mencoba menenangkan Keisha.

“Bagaimana aku bisa tenang jika adikku sendiri terluka seperti itu?!!” tanya Keisha kesal sambil menunjuk Anggelina yang kepalanya sudah dibalut perban.

“Ak-aku enggak apa-apa kak. Maafkan aku karena sudah lengah, ” Anggelina terlihat menyesal karena dikalahkan dengan mudah.

“Iya kamu harus minta maaf sama kakak!! Kamu seharusnya hubungi kakak segera, jangan bertarung sendirian!“

"Maaf, Kak," Anggelina memejamkan mata terlihat ketakutan.

“……..” Keisha hanya tersenyum sedih melihat adiknya.

“Tapi ya sudah tak apa. Yang terpenting kamu selamat,” lanjutnya melihat Anggelina.

“…….”Anggelina membuka mata, dia tersenyum bahagia melihat kakanya, Keisha.

“Tapi ini sungguh disayangkan yah. Dua puluh delapan murid sudah diculik, dan dua orang terluka dalam insiden ini,” khawatir sang kepala sekolah HoK yang bernama Thomas.

“Kalau saja kita tidak terlambat datang kesini!” Keisha dengan nada menyesal.

“Kamu Anggelina, kan? Apa kamu masih mengingat wajah dari penculik tersebut?!” tanya Fie melihat Anggelina.

“Penculiknya berjumlah dua orang, mereka laki-laki dan perempuan. Tapi entah kenapa wajah mereka terasa buram saat aku mengingatnya.”

“Sudah kuduga, itu mungkin akibat dari benturan yang keras pada kepalamu. Satu-satunya informasi yang kita punya sekarang adalah mereka bergerak secara berkelompok, bukan berdasarkan individu,” Fie memasang muka serius yang berpikir.

“Umm, an-anu kamu siapa?” tanya Anggelina penasaran.

“Ohhh dia ini mantan perampok –“

“Kak Keisha!! Berhenti mengungkit masa laluku! Lagipula saat ini aku sedang mencoba menebus dosaku dengan mambantu Adjoin, kan? Seharusnya kakak bersyukur mendapatkan bantuan dari kineser tingkat atas sepertiku!” kesal Fie.

“Baik baik,” senyum Keisha.

“Ta-tapi kak, aku tidak menyangka kalau kondisi Kak Hizkil bisa separah itu. Sebenarnya apa yang sudah terjadi setelah aku tidak sadarkan diri ?!” tanya Anggelina cemas pada kakaknya.

“Kita tidak tau, ketika kami datang, keadaan HoK sudah terlihat kosong. Beberapa guru juga terlihat pingsan sepertimu. Dan yang membuat kami terkejut adalah ketika kami melihat kondisi orang yang bernama Hizkil itu, jika kita terlambat sedikit saja, dia pasti sudah mati,” sedih Fie pada Anggelina.

“Shina dan Eliza juga diculik yah, sepertinya mereka benar-benar mulai begerak. Kita tidak bisa menganggap remeh masalah ini! Kita harus menggunakan kekuatan penuh kita untuk menghancurkan mereka!” geram kesal Keisha.

“Menghancurkan? Ma-maksudmu menangkap kan, Kak? Lagipula satu-satunya petunjuk kita saat ini adalah laki-laki bernama Hizkil itu,” khawatir Fie.

“Tapi sayangnya untuk saat ini dia tidak akan terbangun karena kondisinya yang kritis.” Thomas dengan nada sedih.

“Baiklah Fie …., kumpulkan seluruh anggota Adjoin tingkat 3 keatas. Kita akan membentuk tim khusus untuk mencari dan menangkap mereka!” jelas Keisha dengan tegas.

“Ya Kak, saya akan mengumpulkan –“ Fie tapi langsung terdiam terkejut, secara perlahan dia mulai memegang telinganya, dan menutup telinganya tersebut. Dia terlihat sedang mendengarkan sesuatu.

“Ada ap –“  Keisha.

“Sstt ……!” Fie memasang muka serius. Dan suasana hening pun datang.

“………..”

Setelah beberapa menit kemudian, suasana tersebut pun hilang. Dengan senyuman yang memecahkan keheningan tersebut, Fie berkata.

“Baik! Terima kasih Kak!”

Telepaty?!” tanya Keisha penasaran.

“Bukan bukan, itu skill mind sound  milik Kakakku.”

“Kakakmu? Apa kamu punya Kakak?!” tanya Keisha terkejut.

“Mungkin lebih tepatnya kakak angkatku, Kak Keisha pasti mengenalnya kan? Julukannya adalah Fuaim órga, ” senyum Fie.

Fuaim órga?... Si-silca? Kineser tingkat akhir itu?” Gumam Keisha terkejut dalam hatinya.

“Kak, kenapa muka kakak terkejut seperti itu?” tanya Anggelina penasaran.

“Eng-enggak, bukan apa-apa.”

“Ka-kamu serius? Apa dia benar-benar kakak angkat kamu?!” tanya Keisha ke arah Fie.

“Iya Kak! Yang lebih penting sekarang, akhirnya kita dapat mengetahui markas musuh.”

“Be-benarkah?!” Tanya Anggelina terkejut.

“Ya sepertinya Dewi Utopia berpihak pada kita, aku dapat informasi ini dari Kakakku! Dengan kata lain ini merupakan informasi yang terpercaya,” Fie tersenyum.

“Bagus, Ayo kita kembali ke markas dan bersiap melakukan penyergapan!” Keisha dengan nada yang bersemangat.

“Ak-aku ikut kak!” Anggelina sambil berdiri dari tempat duduknya.

“Haah?! Kamu diam saja, kamu ini sedang terluka!!” Keisha dengan nada sangat marah.

“Tapi –“ Anggelina.

“Tapi Kak, kemampuan Anggelina bisa menguntungkan untuk kita. Dia kineser tingkat 4 dengan tipe kinesis element. Bukankah tipe kinesis element merupakan tipe yang cukup langka,” saran Fie.

“Tapi kan –“ Keisha.

“Lagipula bukankah Kakak sendiri yang mengijinkan Anggelina untuk membantu kita,” Fie dengan nada sedikit mengejek.

“Haah? Aku tidak pernah –“

“Disini ada saksinya kak, iya kan pak?” tanya Fie sambil melihat Thomas.

“Sangat disayangkan aku menjawab seperti ini, tapi itu benar. Anda sendirilah yang mengijinkan Anggelina untuk membantu organisasi Adjoin,” Thomas dengan nada sedih.

“Ba-baiklah, tapi sebagai gantinya kamu tidak boleh jauh-jauh dari kakak!” kesal Keisha melihat Anggelina.

“Iy-iya, terima kasih kak!” senyum bahagia Anggelina.



***

Bagian Kedua:

“Baiklah, kalian masih ingat rencana kita kan?!” tanya Fie sambil melihat rekan-rekannya.

“Ya, kita langsung hancurkan markas musuh itu, kan?!” semangat Keisha sambil menunjuk bangunan kosong.

“Ehh bukan Kak, rencana kita bukan seperti itu!” Anggelina dengan nada khawatir sambil melihat Fie.

“Astagaa, biar aku jelaskan sekali lagi Kak!” Fie dengan nada sedikit kesal.

Saat ini Keisha dan yang lainnya telah sampai di markas musuh, mungkin lebih tepatnya dekat dengan markas musuh. Markas musuh terletak di area 98 daerah Dealendra. Ya area ini sangat dekat dengan pantai dan cukup jauh dari pemukiman penduduk.

Terlihat bangunan kosong yang cukup besar yang sudah lama ditinggalkan. Menurut informasi dari Silca, bangunan tersebut merupakan tempat persembunyian musuh, dan kemungkinan besar para sandera berada didalam bangunan tersebut.

Beberapa jam sebelum mereka sampai ditempat tersebut, Keisha dan seluruh anggota Adjoin melakukan perancangan rencana terlebih dahulu. Musuh akan langsung disergap oleh Tim penyerang yaitu Keisha, Anggelina, Fie, dan dua kineser tingkat veteran. Misi utama tim penyerang adalah menyelamatkan para sandera, dan jika memungkinkan mereka harus menangkap atau bahkan mengeksekusi para penculik.

Lalu tim lainnya yaitu tim pendukung, bertugas untuk memberi bantuan jika tim penyerang dalam kesulitan.

“Mengerti Kak?”

“Eh kenapa?” Keisha terlihat tidak memperhatikan Fie.

“Rencananya Kak!”

“Aku tau! Kenapa aku bisa lupa sama rencanaku sendiri? Tadi aku hanya bercanda.” senyum Keisha.

“…….” Anggelina dan Fie hanya menatap datar Keisha.

“Oh iya, jika kalian melawan musuh dengan kemungkinan persentase menang yang kecil, maka sebaiknya kalian mundur saja! Mengerti?!” lanjut Keisha.

“Ya Kapten!!” jelas seluruh anggota tim termasuk Fie dan Anggelina.

“Khususnya kamu Anggelina! Kakak serius!! Jika situasi memburuk kamu harus kabur dan jangan pedulikan yang lainnya. Selain keselamatan sandera, keselamatan kamu juga sama pentingnya!!” Keisha dengan nada sangat serius.

Eeehhh... bu-bukankah itu sangat egois?” gumam keheranan Anggelina dan Fie dalam hatinya.

“Ok ayo kita maju!” Keisha sambil berjalan ke arah bangunan kosong tersebut, dan operasi penyelamatan pun dimulai.

Malam semakin larut dan suhu udara pun semakin menurun. Selain itu, saat Keisha dan yang lainnya menghampiri gedung tersebut, suasana mulai berubah menjadi sangat hening. Hanya terdengar suara ombak dari kejauhan.

Meskipun laut didaerah itu cukup jauh dari tempat Keisha dan yang lainnya, suara ombak dari laut itu malah terdengar cukup keras. Suara ombak tersebut seolah memberi peringatan pada Keisha dan yang lainnya untuk tidak melangkah lebih jauh lagi.

“Bu-bukankah ini sedikit aneh? Disini tidak ada tanda-tanda musuh?!” tanya salah satu kineser tingkat veteran, dia mulai membuka pintu bangunan kosong tersebut, tapi.

“Ja-jangan dibuka!! –“ Keisha perkataanya terhentikan karena timnya mendapatkan serangan berupa ratusan, tidak ribuan jarum kaca yang sangat tajam.

SWUSSHHHHH!!! JLEB JLEB JLEB!! CRANKS CRANKS CRANKS!!

Dua orang dalam tim Keisha terkena serangan tersebut, mereka mendapati luka yang sangat parah sehingga membuat mereka tidak dapat bergerak.

“Si-sial, aku ceroboh! Tidak kusangka mereka akan menggunakan serangan dadakan seperti ini!” Fie dengan nada khawatir sambil terus mempertahankan skill pertahanan anginnya.

“Thanks Fie, kamu sudah menyelamatkan kami berdua!” senyum Keisha melihat Fie.

“Ya sama-sama.”

“Aku juga beterima kas –“ Anggelina terpotong oleh teriakan seorang gadis yang menyerang HoK sebelumnya. Ya gadis itu adalah Lear, dia berjalan pelan menghampiri Keisha dan yang lainnya.

“Eeeeh... sekali serang sudah dua orang yang gugur?! Jangan bercanda, apa kalian benar-benar berniat menangkap kami ?” kecewa Lear sambil menghentikan langkahnya.

Setelah perkataan kesal Lear tersebut, tiba-tiba muncul seorang gadis cantik yang berpakaian rapih layaknya pelayan kerajaan. Rambutnya berwarna hitam dengan warna mata berwarna coklat. Gadis tersebut berjalan pelan menghampiri Lear. Lalu dengan nada khawatir dia berkata.

“Ya ampun ... tolong jangan berlebihan seperti itu Putri Schwzere.”

“Aku tidak berlebihan kok, Lily!” Lear berbalik melihat Lily yang berada tepat dibelakangnya.

Li-Lily? Mungkinkah ?!” Keisha memasang muka terkejut sambil melihat maid yang bernama Lily.

“Li-Lily Lisyanthus?” tanya Keisha dengan nada sedikit gugup.

“Araah, tidak kusangka Sang Bintang bisa mengenaliku. Apa aku cukup terken –“ senyum Lily.

“Mu-mustahil?!! Ke-kenapa salah satu dari kineser terkuat bisa terlibat dalam masalah ini?!” kaget Fie berjalan mundur satu langkah.

Ak-aku terlalu naif! Tidak kusangka dia juga terlibat dalam penculikan ini!” gumam khawatir Keisha dalam hatinya.

“Kaak, aku ingat sekarang!! Gadis yang bernama Schwzere itu adalah orang yang menyerangku!!” teriak Anggelina sambil menunjuk Lear.

“Benarkah?” tanya Keisha terkejut.

“Iya benar, dan kalau tidak salah saat penyerangan itu, dia bersama dengan lelaki bernama Gram!” Anggelina memasang muka berpikir sambil memegang kepalanya.

“Gram?!!” teriak Fie memasang muka sangat terkejut pada Anggelina.

“Iy-iya !”

Oi oi, ini bukan lelucon lagi namanya! Kenapa dua kineser terkuat bisa terlibat dalam hal ini?!! Apa yang sebenarnya sudah terjadi?!!” gumam Fie dalam hatinya, wajahnya terlihat khawatir ketakutan.

Ke-Ketua?!! Kenapa dia bisa terlibat dalam masalah ini?!! Bukankah tiga tahun yang lalu dia sudah dikabarkan menghilang?!” Keisha sambil memasang muka yang berpikir keras.

“Arghh masa bodoh! Kak Keisha biar aku yang melawan gadis kaca itu, kamu tolong atasi Lily!” Fie sambil melihat Lear.

“Ya kamu benar, kita harus mengalahkan mereka berdua sebelum Gramior datang kesi –“

“Umm Keisha.... maaf aku tidak ikut bertarung,” senyum Lily melihat Keisha, dia memiringkan kepalanya.

“Be-benarkah?!” tanya Keisha terkejut.

“Iya, dia tidak mau terlibat dalam misi ini katanya, dan lagipula Gramior juga sedang di daerah Frosy karena ada urusan. Ya kan Lily?” Lear.

“Iya, jadi kalian jangan terlalu terkejut seperti itu.”

“Ka-kalau begitu bagus! Ini kesempatan kita –“ Anggelina.

“Tunggu Anggelina, mungkin ini hanya jebakan! Kita tidak bisa langsung mempercainya, iya kan Kak?” Tanya Fie sambil melihat Keisha.

“Tidak, sepertinya ini bukan jebakan. Lily terkenal dengan kejujuran dan spotifitasnya yang tinggi. Dia tidak mungkin melakukan hal kotor seperti itu!” Keisha sambil melihat Lily.

“Be-benarkah itu?! Tap-tapi saat ini dia itu musuh kita –“ Fie.

“Fie, kamu lawan putri Schwzere. Kita akan menunggumu disini.”

“Kak Keisha, ke-kenapa kita tidak membantu Fie saja? Bukankah hal itu akan mempermudah kita?” Anggelina sambil melihat Keisha.

“Aku juga ingin seperti itu, tapi sepertinya itu tidak akan mungkin. Benarkah Lily?!” tanya keisha dengan nada sedikit kesal.

“Yaaa ..., tentu saja, bukankah tiga lawan satu itu sangat tidak adil? Jika kamu ingin mengeroyok tuanku. Dengan turut menyesal aku juga akan bergabung dalam pertempuran,” senyum Lily.

“Jangan menungguku Kak! Pergi saja duluan, utamakan misi kita –“ Fie.

“Ohh itu juga maaf tidak bisa, aku tidak akan membiarkan kalian lewat sampai pertarungan ini selesai.”

“Ayolah! Berhenti berbicara dan cepat saja mulai pertarungannya! Aku sudah mulai bosan.” Lear dengan nada sangat kesal.

“Cerewet! Lihat saja aku akan menghabisimu!” Fie sambil menembakkan air shoot kearah Lear.

“Heee... coba kita lihat seberapa besar kamu bisa menghibur aku,” senyum Lear sambil menghindari serangan Fie dangan sangat mudah.

“Fie hati-hati, dia kineser tingkat atas yang cukup kuat!”

“Putri, tolong jangan terlalu memaksakan diri!”

Jelas Keisha dan Lily bersamaan.

“Yaaa !” teriak Fie dan Lear bersamaan.



***

Bagian Ketiga:


Fie menggunakan mode floating air, dalam sekejap dia langsung melayang diudara. Bangunan tempat mereka bertarung sangat besar, sehingga Fie masih memiliki ruang untuk bergerak bebas di udara.

WUSSSHH!!

Lalu dalam mode Floating air tersebut dia mulai menyerang Lear dengan Air cut.

SYUUUTTT!!

Berbeda dengan air shoot yang mendorong lawan. Skill air cut ini mengeluarkan angin yang sangat cepat dan tajam ke arah target. Bahkan ketajaman anginnya dapat dengan mudah membelah musuh menjadi dua bagian.

Lear hanya tersenyum sambil mengangkat tangan kanannya ke arah Fie. Seketika muncul sebuah benteng kaca yang menutupi seluruh tubuh Lear. Ya, dia menggunakan skill fotress glass untuk menahan serangan Fie, benteng kaca tersebut sangat kuat bahkan peluru biasa saja tidak dapat menembus benteng tersebut.

CLINK!! BOASSHHH!!

Setelah mengeluarkan skill tersebut, Lear langsung melakukan serangan balasan.

Thousand Needles Glass Stalker!!” teriak Lear sambil mengangkat kedua tanganya ke arah Fie.

CLINK!! WUINGGG!!! WUINGG!!

Skill tersebut merupakan salah satu skill tingkat tinggi milik Lear. Skill ini menembakan ribuan jarum kaca yang sangat tajam. Ribuan kaca ini akan terus mengikuti target, dan hanya akan berhenti apabila target terkena atau ribuan kaca ini dihancurkan.

Si-sial!!” Fie melayang cepat menghindari jarum yang terus mengikutinya. Dia bergerak kesana kemari dengan sangat cepat, tapi jarum kaca yang dibuat oleh Lear terus mengikutinya.

“Sejauh mana kamu bisa menghindari skill miliku itu!” teriak Lear dengan nada meremehkan.

SYAATT!!

Arghh!” Fie dengan nada kesakitan karena kaki kanannya terkena salah satu jarum kaca milik Lear.

Si-sialan, kalau seperti ini terus.... aku akan terkena serangannya !!” batin Fie khawatir.

Furious Wind !!” teriak Fie dengan nada kesal sambil mengankat kedua tangannya ke arah sekumpulan jarum kaca yang mengejarnya.

WUASHUASH!!!

Fie membuat angin ribut disekitarnya, skill Furious wind ini memiliki radius 3m dan efektif digunakan menyerang maupun bertahan. Ya tentu saja, dalam sekejap semua jarum kaca milik Lear dihancurkan oleh skill Furious wind milik Fie. 

Tapi.

“Binggo!” teriak Lear sambil mengankat kedua tangannya ke atas.

Di atas tangannya Lear terlihat Tombak kaca yang sangat besar. Saat Fie mencoba menghindari kejaran jarum kaca tersebut, saat itu juga Lear berkonsentrasi mengeluarkan skill tingkat tingginya, yaitu Glass Great Lance.

CLINKKKK!! WUINGGG!

Skill ini memiliki daya rusak yang sangat besar. Manusia biasa mustahil masih bisa bertahan hidup jika mendapatkan serangan seperti ini, bahkan tombak kaca ini juga dapat dengan mudahnya menghancurkan rumah bahkan bangunan bertingkat dua.

Oi oi yang benar saja?! Tolong beri aku istirahat!” batin Fie sangat khawatir.

“Bagaimana sekarang?! Apa kamu bisa menghindari ini?!” teriak Lear ke arah Fie yang kebingungan.

Sudah dipastikan aku akan mati jika terkena serangan seperti itu, aku tidak punya banyak waktu, satu-satunya cara menghindari serangan itu adalah –“ batin Fie sambil melihat tombak kaca yang melayang dengan cepat kearahnya.

Airshoot !” teriak Fie.

WUASSHH BOARSHH!!! JLEBB!!!

Dia menembakan tembakan angin yang berfungsi memperlambat kecepatan laju tombak kaca tersebut, tapi tetap saja dia mendapatkan luka yang cukup serius pada perutnya. Perutnya banyak mengeluarkan darah.

Arghh!! Tidak kusangka, ini lebih sakit daripada saat Kak Silca menyerangku!” Fie yang kesakitan sambil mulai memegang perutnya.

Fie tidak dapat mempertahankan skill floating air nya. Konsentrasinya mulai pecah dikarenakan mendapatkan serangan dari Lear. Dia perlahan turun dari udara, lebih tepatnya dia turun di daratan yang letaknya 2m didepan Keisha dan Anggelina.

“Fie, kamu tidak apa-apa –“ Anggelina dengan nada khawatir.

“Kak Keisha! Bawa Anggelina dan pergi dariku sekarang juga!” Teriak Fie kearah Keisha.

Di-dia mau melakukannya?!” batin Keisha khawatir.

“Baik! Ayo Anggelina!” Keisha lalu memegang tangan adiknya dan berlari menjauhi Fie.

“Ka-Kak? Kenapa kita lari?! Bagaimana bisa kita meninggalkan Fie begitu saja?!” Anggelina dengan nada sedikit kesal.

“Wah wah, apa kamu sudah putus asa sampai menyuruh teman-temanmu pergi?!” Lear tersenyum mengerikan sambil berjalan menghampiri Fie yang kesakitan.

Lebih, lebih dekat, lebih dekat lagi! Ayolah monster kaca lebih dekat lagi!!” Fie bergumam dalam hatinya sambil melihat Lear dengan tatapan tajam.

“Mengerikannya tatapanmu itu! –“ Lear dengan nada kesal sambil terus berjalan menghampiri Fie, tapi saat 5m tepat dihadapan Fie.

Fie mulai berteriak.

Winds Ragging !!”

“Put-Putri segera menjauh dari san –“ Lily dengan nada sangat khawatir, tapi sudah terlambat.

WUSSSHHHH WOASHOASHAOAHS!!!!!!

SYAT SYAT SYAT SYAT SYAT!!!

“Kyaaaa!! ”  teriak Lear kesakitan karena mendapatkan serangan dari Fie. Secara bertahap kulitnya mulai terkoyak-koyak karena munculnya angin ribut yang sangat tajam.

Winds Ragging, skill tingkat atas milik Fie. Skill ini juga merupakan skill lanjutan dari Furious wind. Seperti halnya dengan Furious wind, skill Winds ragging juga membuat angin ribut tapi dalam area yang lebih luas yaitu dalam radius 12m.

Berbeda dengan skill Furious wind yang hanya mencabik-cabik kulit, skill ini bisa lebih parah, skill ini bisa mencabik-cabik kulit manusia sampai kedagingnya hingga sang target tidak sadarkan diri karena mengeluarkan darah yang sangat banyak.

Winds ragging kah? Jadi dia yah, adik dari kineser terkuat saat ini, Fie La Faras dengan julukan The Tempest,” batin Lily khawatir, dia berjalan cepat menghampiri Lear yang sudah tidak sadarkan diri.

“Tidak kusangka, putri yang mendapatkan julukan Glassadistisch bisa dikalahkan seperti ini! Tempest ya? Aku akan mengingat nama panggilan itu!” senyum Lily sambil mengangkat Lear yang tidak sadarkan diri.

“Fie! Kamu tidak apa-apa?!” seriak Anggelina khawatir sambil berlari menghampiri Fie yang jatuh.

“Jika aku menjawab tidak apa-apa, pasti kamu tidak akan percay –“ senyum Fie tetapi langsung terdiam kesakitan karena lukanya. “Arghh...”

“Selamat ini kemenangan kalian. Kalau begitu aku permisi dulu –“ Lily sambil membalikkan badannya. Tapi.

“Mau kemana kamu?! Aku tidak akan membiarkanmu kabur!” teriak Anggelina lalu mengeluarkan skill ice ball  ke arah Lily yang terus berjalan menjauhi mereka berdua.

SYUNGGG!! WUINGGG BUARSH!

Tapi tiba-tiba bola es tersebut malah berbelok arah dan tidak mengenai Lily, seolah-olah jalur pergerakkannya sudah dibelokkan. Lily hanya terus melangkahkan kakinya dan pergi menjauhi Anggelina dan Fie.

Eh kenapa? Perasaanku aku sudah tepat sasaran menyeranganya! Tapi kenapa?!” Anggelina sungguh kebingungan dalam hatinya.

“Hei kubilang tunggu! Aku tidak akan –“

“Hentikan Anggelina!” teriak Keisha khawatir sambil berjalan menghampiri Anggelina dan Fie.

“Biarkan dia pergi,” lanjutnya sambil melihat Lily yang terus berjalan.

“Tapi kak –“ Anggelina.

“Ohh ya Keisha, aku hanya ingin membantumu. Para sandera terletak di kamar 18 di lantai 2. Tapi kamu harus hati-hati karena disana sudah dipasang jebakan,” Lily sambil berbalik melihat Keisha.

“Y-ya terimakasih.” Keisha dengan nada sedikit gugup.

“Ke-kenapa kakak malah berterima kasih pada musuh?!” Anggelina dengan nada sangat kesal.

“…….” Keisha hanya terdiam khawatir memejamkan mata.

“Dan lagipula, kenapa kita hanya membiarkan dia pergi begitu saja?! Kita harus menangkapnya Kak!!” lanjutnya.

“Kita tidak bisa apa-apa Anggelina. Dia, maksudku Lily merupakan kineser yang mungkin lebih kuat dari Kakak.”

“Mu-mustahil?! Dia lebih kuat dari Kakak? Tapi Kakak ini kan tingkat master, jadi –“

“Dia juga!” sedih Keisha sambil melirik Anggelina.

“Eh? Ak-aku tidak percaya kak, tidak mung –“ Anggelina

“Percayalah Anggelina! Semua yang dikatakan oleh kakakmu itu adalah benar. Dia adalah kineser terkuat keempat di era ini, Lily Lisyanthus dengan julukan Replacement Directions.” Fie sambil melihat Lily dengan tatapan yang hampir pingsan.



***

Bagian Keempat:

“Jadi dia sama seperti Kakak?! Dia juga termasuk Kineser terkuat?” tanya Anggelina terkejut.

“Iya, dia ……–“ jawab Fie tapi langsung tidak sadarkan diri karena perutnya mengeluarkan banyak darah.

“Fie? Kamu tidak mati kan?!” tanya Anggelina khawatir.

“Dia tidak apa-apa.” Keisha sambil berjalan menghampiri dua kineser tingkat veteran yang terluka.

“Be-benarkah?!”

“Iya, kamu tolong bekukan bagian luka yang diterima oleh Fie,” senyum Keisha sambil memeriksa dua kineser tingkat veteran.

“Mereka juga yah, ” lanjutnya bergumam sendiri dengan nada khawatir.

“Ke-kenapa kak?!” tanya Anggelina sambil membekukan luka Fie.

“Anggelina, tolong bekukan luka mereka juga.” Keisha sambil melihat kedua anggotanya yang tidak sadarkan diri.

“Iy-iya kak!” jelas Anggelina lalu berjalan menghampiri dua kineser tingkat veteran tersebut.

Selagi Anggelina mengobati luka mereka, Keisha mulai berpikir.

Ini akan gawat jika kita kedatangan musuh baru!” gumam khawatir Keisha dalam hatinya.

“Ak-aku sudah selesai Kak! Lalu bagaimana sekarang?! Apa kita tinggalkan mereka disini?” tanya Anggelina.

“Tunggu Anggelina, akan terlalu beresiko jika kita bergerak hanya berdua saja.”

“Lalu bagaimana Kak?”

“Tunggu sebentar, Kakak akan menelepon markas untuk meminta bantuan.”

“Iya betul Kak, tolong sekalian panggil tim medis untuk Fie dan yang lainya!” senyum Anggelina.

“Emh, iya.” Keisha sambil menganggukan kepalanya.

Setelah itu Keisha lekas mengeluarkan handphonenya dan berniat menghubungi markas untuk meminta bantuan.

“Hallo?! Ini saya Keisha, cepat kirimkan bantuan –“

“Ha-hallo?!! Gawat kapten!! Markas kita diserang!” teriak penerima telepon dengan nada ketakutan.

“Haah?! Apa maksudmu?! Ap –“

“Arghhh!!” teriak sang penerima telepon kesakitan.

“Ha-hallo?! Hallo! Hey Siapa saja jawab telepon ini?! Apa yang terjadi disana?!” teriak Keisha dengan nada sangat khawatir.

“Ap-apa yang terjadi Kak?!” tanya Anggelina yang ikut khawatir.

“Kakak juga tidak tau, tapi sepertinya telah terjadi sesuatu dimarkas,” Keisha terlihat sangat khawatir.

“Mungkinkah markas kita diserang?” lanjutnya bertanya sendiri.

“Eeh?! Be-benarkah?!” tanya Anggelina terkejut.

“Iya seper –“ Keisha tapi langsung terdiam karena mendapat balasan panggilan dari handphonenya.

“Hallo?!”

“Hallo?! Siapa ini?! Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi disana –“

“Keisha?! Woah ini Keisha kan?!” tanya sang penerima baru.

“Su-suara ini?! John Starter?!” Keisha amat sangat terkejut.

“Yaa ini aku ... sudah tiga tahun yah kita tidak bertemu.”

“Jangan katakan kamu juga terlibat dalam kasus ini?!“

“Ya tentu saja, aku juga terlibat dalam kasus penculikan ini. Jadi bagaimana tawaranku tiga tahun yang lalu?! Apa kamu sudah berubah pikiran?! –“

“Jangan bercanda?! Aku menolak keras tentang rencana –“ Keisha langsung terdiam berpikir dan mulai menyadari tujuan sebenarnya dari kasus penculikan ini.

Gramior, Lily, Putri Schwzere, dan sekarang John. Mereka semua menghilang dan muncul pada waktu yang sama!! Jangan katakan pemberontakan sudah dimulai?!!” Gumam terkejut Keisha dalam hatinya.

“John! Jangan bilang –“

“Aku akan kesana. Tunggu yah,” John dengan nada gembira.

“Hey tunggu!!” teriak Keisha sangat khawatir.

“Ad-ada apa Kak?! Kenapa wajah kakak terlihat ketakutan seperti itu,” tanya Anggelina khawatir melihat kakanya.

Keisha tidak menjawab pertanyaan Anggelina, dia hanya terdiam dengan tatapan kosong pada Anggelina.

Bodohnya aku! Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?! Seperti yang sudah dikatakan oleh Alysha, mereka sudah mulai bergerak!! Dan yang lebih parahnya lagi, sekarang aku sudah melibatkan Anggelina dalam masalah seserius ini!” batin Keisha khawatir sambil terus melihat Anggelina.

“Kak! Kak Keisha?!” tanya Anggelina pada Kakaknya dengan nada sedikit kesal.

“Mi-misi kita selesai, kamu harus pergi dari sini sekarang juga!” jelas Keisha sambil memegang pundak Anggelina dengan kedua tangannya.

“Eeh? Ap-apa maksud Kakak?! Aku tidak mengerti.”

“Dengarkan Kakak baik-baik, situasi sekarang sudah menjadi sangat berbahaya buat kamu. Lupakanlah misi ini dan cepat pergi dari sini Anggelina,” Keisha dengan nada sangat khawatir.

“Ehh?! Aku tidak bisa Kak?! Kita harus menyelamatkan para sandera! Kenapa kakak menjadi bersikap aneh seperti ini?!” tanya Anggelina penasaran.

“Lagipula jika aku mundur, bagaimana dengan Kakak dan yang lainnya?” Lanjutnya dengan nada khawatir.

“Sudah Kakak bilang jangan mengkhawatirkan orang lain! Yang terpenting sekarang adalah …., kamu harus selamat!” Jelas Keisha dengan nada kesal.

“Hah?! Mana bisa aku bersikap egois seperti it –“

“Eehh?! Mau pergi? Pesta sebenarnya kan baru mau dimulai,” senyum John berjalan dari arah pintu keluar menghampiri Keisha dan Anggelina.

“Si-siapa?!” tanya Anggelina terkejut.

“Starter!!” geram kesal Keisha sambil bersiaga melindungi Anggelina yang berada dibelakangnya.

“John, kamu bisa mengatasi mereka berdua, kan? Aku mau mencari Lily, aku ada urusan sama dia,” jelas seorang gadis yang berjalan dibelakang John.

“Jangan meremehkan gadis berambut hitam itu, Xia. Dia adalah kineser terkuat keenam di era ini, Keisha Putri dengan julukan Sang Bintang,” senyum John melihat Keisha.

“Keenam? Bukankah dia masih dibawahmu?! Kalau tidak salah kamu ini keempat kan?!” tanya gadis yang dipanggil Xia.

“Aku kelima, yang keempat itu Lily.” John dengan nada datar.

“Tapi jangan meremehkannya, aku juga bahkan pernah kalah saat melawannya,” lanjutnya tersenyum.

“Hoo ... Bukankah kurang sopan jika aku tidak memperkenalkan diri padanya.” Xia tersenyum mengerikan.

“Perkenalkan namaku Zaxia, “ lanjut Xia memperkenalkan diri pada Keisha dan Anggelina.

Keisha tidak menjawab perkataan Zaxia, dia hanya terus bersiaga melindungi adiknya. Sedangkan Anggelina hanya bisa terdiam terkejut karena mulai memahami situasi yang sebenarnya terjadi.



***


My Dearest Jilid 1 Chapter XVIX Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.