26 September 2015

Mondaiji-tachi Jilid 3 Bab 3 Bahasa Indonesia

JILID 3 BAB 3
Bagian 1

—Malam itu, [No Name] mengadakan pesta kecil.

Meja tersebut penuh dengan hidangan khusus yang tidak biasa dan anak-anak dari grup Senior juga bergabung dengan orang-orang yang bersulang, merayakannya dengan gembira.


Kuro Usagi menyiapkan ikan yang ditangkap di sungai. Setelah memangganggnya sedikit dan menggorengnya, dia mengentalkan dan melumuri ikannya dengan saus sebelum disajikan. Kelihatannya dia memakan waktu cukup lama untuk menyiapkan masakan tersebut dan cukup puas dengan hasil kerjanya juga. Tidak perlu dikatakan lagi, semua dari pemain utama hingga anak-anak memuji hidangan tersebut, tapi Izayoi…

“Kuro Usagi. Kurasa kalau kau menggunakan saus berbahan dasar cuka sebagai ganti saus kental ini, ikannya akan terasa lebih enak.”

—Dan dengan begitu, dia dengan cepat membunuh suasananya.



Saat pestanya selesai, Kasukabe Yõ dan kucing Caliconya pergi ke kamar untuk beristirahat.

Sekarang sudah larut malam dan Yõ duduk di sebelah jendela di mana udara sejuk dapat terasa menyapu dari luar.

“Hu.” Yõ mendesah saat angin malam berhembus melewati pipinya.

“Kucing calico, aku hanya dapat berpatisipasi setelah dimulainya Festival Panen sekarang. Sekalipun itu hal yang disayangkan, tapi aku tidak akan bisa pergi untuk Malam Festival Panen bagaimanapun juga.”

“…Begitukah. Sayang sekali, Nona.”

“Un. Tapi mau bagaimana lagi. Izayoi–san benar-benar hebat. Dia telah menyelesaikan masalah kekurangan air dan menyelamatkan Leticia dari perbudakan. Sama seperti waktu lainnya, dia juga mendapatkan rasa hormatku setelah menyelesaikan teka-teki Raja Iblis sebelumnya dan saat itulah aku merasa dia benar-benar orang yang mengagumkan.”

Karena itulah—mau bagaimana lagi.

Seakan telah meyakinkan dirinya sendiri Yõ menyunggingkan senyum tipis sambil menatap langit berbintang.

Akan, tetapi dia dengan segera mengalihkan tatapannya ke bawah, sepertinya menyadari sesuatu.

………Ironis. Awalnya ingin mencari kenyamanan sambil menatap bintang……Tapi yang paling terang adalah bulan purnama di malam keenam-belas1.

“……Tapi, bukan hanya Izayoi yang mengagumkan. Asuka juga sama, dapat mengubah tanah tandus dan gersang menjadi tanah yang subur dalam waktu satu bulan itu adalah hal yang benar-benar luar biasa.”

“Hmph. Hal semacam itu belum apa-apa. Kita hidup di masa di mana hal-hal semacam itu bukanlah sesuatu yang hebat.”

“Itu karena kemajuan teknologi kita. Jika kita bergantung pada kekuatan manusia untuk mengubah sebidang tanah menjadi lahan pertanian…itu akan memakan waktu setidaknya beberapa generasi untuk mencapai pemulihan semacam itu.”

Tapi Asuka dapat selesai mengolah tanah tersebut dalam waktu sebulan, itu benar-benar sebuah keajaiban yang dapat disebut [Gift].

Meskipun Yõ juga bangga dengan hasil luar biasa yang teman-temannya raih, senyum di wajahnya terlihat kesepian.

Menyadarinya, kucing calico mendengkur.

“Ada yang salah, Nona?”

“…Tidak, bukan apa-apa.”

Hanya saja—Yõ berhenti sesaat sebelum melemparkan pandangannya ke arah lahan pertanian.

“…Kucing calico, pertanian itu……Izayoi-san menyediakan airnya sementara Asuka menyediakan lahannya. Jadi aku berpikir seandainya aku dapat menyiapkan bibit untuk langkah akhir……Aku bisa mengangkat kepalaku dan mengatakan sesuatu seperti, “Horeee! Kita bertiga membuat pertanian ini bersama!” atau semacamnya…Jadi untuk akhir seperti itu, aku bekerja keras kali ini untuk mendapatkan hak berpatisipasi dan Festival Panen untuk lebih lama beberapa hari.”

Tapi itu tidak cukup. Meskipun mendapatkan hadiah besar dari Gift Game yang dia yakini akan menang, kekalahan tetaplah jelas.

Temannya, yang merupakan yang terkuat dari antara mereka semua, bahkan dengan hambatan pada permulaannya, dengan mudah mendapatkan hasil yang melampaui miliknya.

Dan ini bukanlah yang pertama kali. Yõ tidak bisa mendapatkan perolehan yang paling penting di Gift Game. Bahkan di Gift Game dengan Raja Iblis sebelumnya, itu adalah kekalahan menyedihkan, bahkan sebelum ia memulai pertempuran.

Demi tujuan untuk bertempur bersama dengan yang lainnya yang bercita-cita untuk [Mengalahkan Raja-raja Iblis], Yõ ingin memilki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan Eudemon yang menghuni Sisi Selatan dan berteman sebanyak mungkin dengan mereka.

Selain Gift Game yang normal, Yõ benar-benar mengerti dari pengalaman bahwa untuk menantang seorang Raja Iblis di dalam sebuah game, dia masih belum memadai dengan keadaannya saat ini.

“Kucing calico.”

“Hmm?”

“Izayoi dan Asuka. Mereka berdua hebat.”

“Aku mengerti.”

Kucing calico membalas pendek.

Yõ kemudian memandang bulan yang terang pada malam keenam belas.

“Tapi aku………tidak sama kuatnya.”

“………”

“Sudah jelas, perasaan yang setengah-setengah ketika bergabung dengan Komunitas tidak akan berjalan dengan baik. Sebuah kebetulan aku bertemu teman-teman yang hebat……tapi aku tidak dapat mempertahankan dan menopang hubungan ini.”

“……Nona……”

Tidak mampu untuk menemukan kata-kata yang tepat, si kucing calico hanya dapat diam menyundul tangan Yõ.

Menganggapi tindakannya, Yõ memberikan kucing calico sebuah garukan ringan di bawah dagu sebelum menggendongnya di lengannya dan bergelung menjadi seperti bola sambil memeluk lututnya.


Bagian 2

—Beberapa saat kemudian kucing Calico menyelinap keluar kamar.

Penerangan telah dipadamkan ketika si kucing calico perlahan-lahan menuruni tangga dengan bantuan dari cahaya bintang dan bulan yang sinarnya menembus jendela.

Ini adalah kali pertama kalinya bagi Yõ untuk berteman dengan manusia, dan kucing Calico tadinya yang paling merasa lega melihatnya. Dilahirkan pada hari yang sama dengan Yõ dan bersama-sama selama 14 tahun……dia yakin bahwa dia tidak punya sisa waktu yang lama di dunia ini. Bukan karena penyakit, tapi karena kenyataan bahwa umurnya sudah mendekati batas. Awalnya, kucing Calico berpikir bahwa dia dapat hidup damai di Little Garden…..tapi sepertinya dia masih punya tugas besar untuk dilakukan sebelum itu.

(Dasar bocah…sampai membuat Nona sedih…tidak bisa dimaafkan!)

Berjingkat-jingkat dengan cakar kucingnya, kucing Calico berhati-hati menjelajah dengan waspada.

Meskipun kucing dapat dengan bergerak diam-diam melewati koridor-koridor, tapi si “bocah” itu adalah Sakamaki Izayoi. Jadi lebih baik jika dia melakukannya dengan hati-hati.

Kucing Calico mengambil metode menarik yang tidak biasa untuk kucing bergerak dengan meluncur menuruni anak-anak tangga mengikuti tangga.

Menguping dari percakapan grup anak-anak senior yang bertanggung jawab untuk memadamkan lilin-lilin di bangunan utama, dia mendapat informasi bahwa Izayoi sekarang berada di pemandian. Biasanya, dia akan berada di perpustakaan untuk membaca buku, tapi mungkin karena pesta dengan Kuro Usagi dan yang lainnya sehingga hal tersebut ditunda.

(Pemandian, eh? Aku mungkin sebaiknya meninggalkan beberapa rambut kucing di pakaiannya……tapi itu akan terlalu ringan sebagai hukuman kalau kau mau menebus dosamu…)

Ketika mendekati area pemandian, kucing Calico memutuskan untuk menganalisa situasinya terlebih dahulu. Awalnya, dia berpikir bahwa hanya ada Izayoi di tempat ini……akan tetapi, ada dua keranjang lagi yang sepertinya berisi pakaian wanita di ruang ganti.

(Ohh…Ternyata satu laki-laki dengan dua perempuan lainnya, berani benar kau bocah…!)

Juga sepertinya ada percakapa menyenangkan yang terdengar dari pemandian ke telinganya.

Bagi kucing Calico, ini menjadi semakin sulit baginya untuk memaafkan Izayoi dan dengan marah melompat ke keranjang pakaian Izayoi dan memulai pencariannya.

Di bawah seragam sekolah, kucing Calico senang melihat sebuah benda keras. Sambil membuat rencana, matanya berkilauan di tengah kegelapan.

(Bocah itu selalu memakai ini di kepalanya… Bagus. Akan kugunakan ini.)

Kucing Calico mengangkat benda itu dengan mulutnya dan melarikan diri diam-diam.



Bagian 3

Eayaaa —— Bersamaan dengan seruan pemuda ini, Izayoi mengeramasi rambut Lily.

Walaupun aku mengikuti Izayoi masuk dengan niat untuk menyikat punggungnya, kenapa ini menjadi situasi di mana malah dia yang membantu mengeramasi rambutku? Meskipun Lily memiliki rentetan pertanyaan ini di kepalanya, tapi melihat bagaimana senangnya Izayoi, dia memutuskan untuk dengan patuh membiarkan dia untuk mengeramasi rambutnya.

Lagipula, tidak ada yang lebih nikmat dibanding ketika digaruk dan dibelai belakang telinga rubahnya dengan lembut oleh jari-jemari yang mengeluarkan sejumlah tenaga yang tepat untuk memijat.

Lily begitu menikmatinya dan mengerang lemah. Suara lain kemudian muncul dari belakang.

“Hei, aku sudah selesai.”

“Y-ya. Terima kasih!”

 
“Bukan apa-apa. Kalau aku hanya memberikan Leticia perlakuan khusus tersebut (keramas), akan jadi tidak adil buatmu, ‘kan?”

Izayoi tertawa “Ahaha” sambil menuju ke kolam pemandian.

Di kolam pemandian tersebut, Leticia yang memasukinya duluan, tersenyum simpul pada mereka berdua. Karena dia melepaskan pita yang dibuat khusus untuknya, dia tidak dalam penampilannya yang seperti biasa, namun terlihat layaknya seorang wanita bertubuh ramping.

“Wah, Izayoi-sama, kelihatannya anda bisa melakukan apapun.”

“Jangan mengatakannya seakan aku hanyalah seorang yang genit. Aku hanya ingin melihat penampilan Leticia ketika rambutmu digerai saat masuk ke pemandian. Bagaimanapun juga, Kuro Usagi berjanji bahwa itu adalah pemandangan yang [Sepadan untuk diintip!]”

“Muu……begitukah? Fufu, kalau begitu apa yang anda pikirkan?”

Leticia bangkit dan duduk di pinggiran kolam pemandian.

Di bawah cahaya bintang-bintang dan bulan, rambutnya emasnya yang basah bercahaya berkilauan dengan indahnya. Penampilannya terasa sangat berbeda ketika dibandingkan dengan saat di bawah cahaya matahari. Ini adalah jenis kecantikan yang berbeda dan membuat Lily yang tadinya hanya datang untuk menemani jadi menarik napas terpesona.

“Cantiknya……”

“Hoho, meskipun sudah jelas bahwa wanita biasanya mempunyai daya tarik baru ketika rambut mereka basah, tapi untukmu, Leticia, ini sepertinya adalah sebuah perubahan yang dramatis.”

“ Fu fu. Terima kasih atas pujiannya, Tuan Besar.”

“Akan tetapi, menurut garis keturunan para vampir, mereka seharusnya biasanya memiliki kebencian terhadap air. Selain itu, Leticia, kau adalah anggota dari “Draculair Demon Lord” ‘kan? Ngomong-ngomong soal si tua Dracula, apakah kau sebenarnya adalah dia?”

Leticia terlihat terkejut.

Dia mungkin tidak menduga bahwa diskusi ini akan jadi mengarah pada dirinya.

—Count Dracula yang Izayoi maksudkan adalah Vlad III, Pangeran Wallachia pada tahun 1400-an. Dikatakan bahwa dia telah memerintahkan banyak petani dan bangsawan untuk disulakan sebagai hukuman dan banyak rumor aneh dan tak masuk akal yang mengelilinginya sampai akhirnya kisah itu menjadi vampir saat ini.

Sementara Izayoi penasaran, Leticia cemberut tidak senang.

“Tidak, Tuan Besar…..itu……Meskipun aku tidak begitu yakin dengan rinciannya…tapi Count Dracula yang anda maksudkan adalah seorang pria bukan? Apakah saya terlihat seperti seorang pria menurut anda?”

“Ya, mirip sekali. Jadi sebaiknya kau melepaskan handukmu untuk pemeriksaan lebih lanjut!”

“…………jika Tuan Besar berkata begitu…”

“Tidak...Jangan! Jangan! Berhenti melepaskan handuknya!”

Lily, yang wajahnya merah padam menghentikan Leticia.

Leticia menampakkan ekspresi acuh tak acuh seakan dia sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi sementara melanjutkan kembali topik sebelumnya.

“Baiklah, bagaimana sebaikanya saya menjelaskannya……Meskipun ini sama sekali tidak berkaitan, tapi menurut sistem2, dia dan saya berasal dari garis keturunan yang berbeda.”

“Begitukah?”

“Nn, alasan kenapa saya dipanggil seorang Draculair adalah karena akar bahasa. Draculea juga memiliki arti yang sama dengan [Anak Naga] bukan? Saya adalah kelahiran naga dan kami para vampir memiliki darah naga murni yang mengalir di pembuluh darah kami.”

“……………Heh?”

Mata Izayoi berkilat karena rasa ingin tahunya. Ini kemungkinan besar karena mendengar kata “naga”.

“Darah naga murni, eh……lumayan, aku selalu tertarik dengan topik darah naga murni. Karena itu sangat berbeda dengan para dewa dan makhluk-makhluk langit, sebuah ras misterius yang tidak begitu kupahami.”

“Benarkah?”

“Benar. Menurut informasi yang kudengar, para naga sepertinya adalah [Eudemon3 yang tidak ada dalam Pohon Filogenetik], tapi hal itu sendiri secara mendasar adalah kontradiksi. Bukankah Eudemon adalah sebuah spesies yang lahir ketika level roh mereka telah meningkat hingga ke titik di mana Pohon Filogenetik mencatatkannya sebagai sebuah perubahan mendadak dalam sesuatu seperti ‘ledakan’ evolusi? Jika dia tidak berevolusi dari Pohon Filogenetik, bukankah ini akan menjadi kasus [Kehidupan. Muncul. Dari. Ketiadaan]?”

“Anda mengerti?”

Leticia menelengkan kepalanya seperti mengatakan dengan sikap tubuhnya kata-kata “Tentu saja benar, apa anda masih perlu menanyakannya?”

Izayoi kehilangan kata-kata selama beberapa saat.

--------------------Oh? Bisakah aku memintamu untuk menjelaskannya padaku dengan cara yang berbeda?”

“Seperti yang anda katakan……naga berdarah murni [terjadi] begitu saja dan bukannya [dilahirkan]. Suatu hari, tanpa penjelasan dan tanda-tanda peringatan, sebuah energi yang begitu besar kemudian membentuk mereka—itu adalah para naga berdarah murni. Di generasi-generasi berikutnya, para naga dari kelahiran tunggal tersebut yang kemudian diklasifikasikan sebagai naga berdarah murni dan keturunan dari mereka dengan spesies lain diklasifikasikan sebagai naga yang lebih rendah.”

“Jika direproduksi lewat kelahiran tunggal, bukankah seharusnya ukurannya kecil?”

“Tidak. Seekor naga murni memiliki ukuran yang besarnya tidak terbayangkan. Terutama naga yang menciptakan ras Vampir, dia begitu besar hingga dicatat sebagai [Naga yang membawa dunia] menurut legenda-legenda.”

(Ha?) Izayoi kehilangan kata-kata.

—[Naga yang membawa dunia], itu adalah sebuah mitos yang diciptakan untuk menjelaskan bagaimana Bumi muncul. Ada juga variasi yang sama di seluruh dunia. Terkadang dia dianggap sebagai dewa terbesar di berbagai mitologi dan kosmologi agama. Di Mesir kuno, ada legenda “Bumi adalah dewa yang diselimuti dengan tumbuh-tumbuhan sementara tubuh dewi langit melengkung di atasnya menahan lapisan angkasa.”

Seperti itulah, ada banyak keyakinan yang percaya dengan pandangan bahwa cosmos adalah [Dunia = Dewa]. Akan tetapi, menurut perkataan Leticia, itu bisa berarti bahwa makhluk-makhluk yang disebutkan dalam teori penciptaan itu ada dalam kenyataan.

(Tidak…Karena aku masih belum bisa menentukan tingkat peradaban dari Ras Vampir sebelum kedatangan mereka di Little Garden, aku tidak akan bisa mengkonfirmasi keberadaan para naga. Lagipula semua teori penciptaan ini dikemukakan sebelum era kemajuan peradaban dan budaya saat ini…Tapi…)

Jika naga dalam mitologi itu ada……

Aku ingin melihatnya sendiri, bagaimanapun caranya. Memikirkan hal itu, Izayoi mau tidak mau merasakan darahnya mendidih bersemangat.

“…Apakah tidak ada catatan mengenai makhluk tersebut?”

“Sepertinya tidak catatan terperinci mengenai hal itu. Kami para vampir diciptakan dari naga, sebuah ras yang mencegah Pohon Filogenetik untuk jatuh dalam ketidakteraturan dan kekacauan. Atau begitulah yang dikatakan oleh generasi-generasi kami yang lebih tua. Dengan menghisap darah, kami dapat berevolusi untuk beradaptasi menjadi beragam spesies, karena itulah, kami disebut sebagai penjaga Pohon Filogenetik. Hanya itu yang saya tahu,” kata Leticia.

Oh~………Izayoi menghela nafas kecewa dan terkejut ketika mendengarnya.

Dipikir-pikir kembali, ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Karena sebuah dunia segila Little Garden ada, seharusnya tidak mengejutkan jika ada hal yang amat sangat tidak dapat dipercaya di sekitarnya juga.

Meskipun dia masih memiliki segunung pertanyaan…Izayoi memutuskan untuk menemukan jawabannya sendiri.

“……Hmm? Jadi bisa dibilang, para hantu mendekati Eudemon?”

“Tidak juga. Hantu-hantu seluruhnya adalah keberadaan yang terpisah tidak berhubungan dengan yang lainnya, beragam berdasarkan tipe tubuhnya karena ada yang sepenuhnya berbentuk makhluk halus dan mereka yang adalah tipe makhluk buas di Pohon Filogenetik. Sedangkan kami para vampir, kami adalah setengah dari tiap tipe.”

“Begitukah,” sahut Izayoi.

“Apa masih ada pertanyaan lain? Jika tidak, saya yakin ini adalah waktunya saya bertanya.”

“Eh?”

“Izayoi-kun, seperti apa kehidupan anda di dunia anda?”

Kali ini, Izayoi-lah yang berekspresi terkejut.

Leticia perlahan mendekati Izayoi sambil menyunggikan seulas senyum lembut yang langka, memohonnya untuk bercerita.

“Saya penasaran ketika anda menyebutkanya sebelumnya. Meskipun saya tertarik dengan Yõ dan Asuka juga, saya sedikit lebih tertarik dengan Izayoi-kun. Tidak hanya memiliki gift yang kuat namun juga berwawasan luas mengenai hal-hal di Little Garden. Apakah anda menyelidiki pengetahuan sedalam ini dunia anda sebelumnya?”

“Tidak. Aku hanya mempelajarinya karena penasaran. Malahan, tidak ada hal khusus yang ingin kulakukan.”

“Benarkah? Anda belajar sendiri tanpa alasan?”

“Eh…Ah…Tidak juga…”

Sebenarnya, tidak sendirian……memikirkan hal tersebut membuat Izayoi menyunggingkan senyum pahit.

Leticia mungkin menyadari perubahan tidak kentara dan sesaat di ekspresi wajah tersebut dan memutuskan untuk mendesaknya lebih jauh.

“Anda tidak mempelajari ini semua seorang diri bukan? Pasti ada seorang teman belajar ‘kan?”

“Mana mungkin itu terjadi? Kalau aku memiliki teman seperti itu, aku tidak akan datang ke Little Garden untuk menghabiskan waktu, ‘kan? Hahahahaha!”

Izayoi tertawa sambil bangkit dari pemandian. Meskipun ini bukanlah karena dia membenci orang yang ingin tahu atau terlalu menyelidik, tapi karena pada dasarnya tidak menikmati untuk ditanya-tanyai seperti itu.

Merasakan dua orang lainnya mengikutinya di belakang, Izayoi menuju ke keranjangnya untuk mengambil pakaiannya.

Saat berikutnya, Izayoi menemukan bahwa headphone-nya telah menghilang.



Bagian 4

—Pagi berikutnya, sepanjang waktu hingga saat waktunya keberangkatan, Izayoi tidak pernah muncul di tempat pertemuan.

Asuka yang mendapatkan hak untuk berpatisipasi sejak hari pertama memegang sebuah payung dengan koper untuk perjalanan panjang berada di sampingnya. Gaun formal merah menyalanya menarik perhatian seperti biasa dan sangat menonjolkan sosoknya yang elegan lebih lagi.

Menyesuaikan pegangannya pada payung, Asuka menyentuhkan tangannya ke pipi dengan nada khawatir:

“Izayoi-kun masih mencarinya? Bukankah kita sudah memeriksanya secara menyeluruh semalam dan tidak mendapatkan apa-apa?”

YES! Semuanya, bahkan anak-anak yag belum terdaftar mencarinya…Uuu, kita akan terlambat jika tidak berangkat secepatnya…”

Kuro Usagi mengenakan pakaiannya yang biasa dengan garter belt dan kaus kaki tinggi sambil menunggu Izayoi dengan cemas dan Jin di sebelahnya merasakan hal yang sama.

“Ah! Itu dia!”

Jin berseru, tapi Izayoi tidak memakai headphone-nya. Dia mengenakan sebuah bando untuk menggantikannya.

Kuro Usagi melebarkan matanya dan bertanya.

“Kau…tidak apa-apa?”

“Kalau aku tidak memakai apapun di kepalaku, rambutku akan mencuat mengerikan, tapi kesampingkan itu, aku punya sesuatu yang penting untuk dikatakan.”

Izayoi minggir ke samping. Di belakangnya, Yõ dan kucing Calico ada di sana dengan sebuah koper ditarik di samping mereka.

“……Apa kau yakin?”

“Tidak ada pilihan. Tanpa benda tersebut di kepalaku, rambutku tidak akan menurut dan membuatku mau tidak mau harus tinggal. Meskipun headphone-ku hanyalah barang bekas dan tua, tapi itu menyusahkanku karena tidak menemukannya.”

Izayoi mendongakkan kepalanya sambil tertawa riang. Sedangkan anggota No Name lainnya, mereka saling menatap satu sama lain. Dengan kata lain, Izayoi lebih memilih tinggal untuk mencari headphone-nya daripada pergi ke Underwood.

Yõ yang berekspresi hampa mengedipkan matanya ketika dia mengangkat kepalanya untuk melihat Izayoi—dan tidak lama kemudian dia tiba-tiba menampakkan senyum bahagia dan indah bagaikan bunga yang mekar sambil mengekspresikan rasa terima kasihnya pada Izayoi.

“Terima kasih. Aku akan bekerja keras menggantikanmu.”

“Ah, kuserahkan padamu. Jadi sebaiknya kau menepati janjimu dan membuat setidaknya 100 teman, oke? Bagaimanapun juga, daerah Utara memiliki banyak Eudemon dan aku tadinya menantikan perjalanan ini, kau tahu?”

“Un. Aku mengerti.”

Yõ melambaikan tangan selamat berpisah dengan bersemangat pada Izayoi sebelum membawa kucing Calico di lengannya lalu berlari menuju Asuka dan yang lainnya.

Dengan demikian, Kasukabe Yõ, Kudou Asuka, Kuro Usagi, Jin Russel dan kucing Calico pergi ke Underwood.

Leticia dan Izayoi melambaikan tangan selamat jalan pada mereka sambil melihat mereka pergi. Ketika kelompok tersebut tidak terlihat lagi, Leticia melihat Izayoi dengan khawatir.

“Izayoi-sama……anda yakin tentang hal ini? Anda memberi kami hibah hak pengusahaan dan telah mendapatkan prioritas. Anda yang paling layak atas hadiah ini. Jika ini tentang headphone, kami dapat-“

“Kau tidak akan menemukannya. Si pelaku pastinya telah menyembunyikannya di suatu tempat dan hanya penjahatnya yang dapat menemukannya.”

Wajah Leticia menegang.

Sekalipun dia tidak mengatakannya, tapi dia seharusnya memiliki dugaan yang sama dengan Izayoi juga.

Izayoi kemudian mengangkat bahunya dan tersenyum simpul

“Pada saat itu, aku sedang mandi, jadi headphonenya tidak mungkin secara sihir menumbuhkan sepasang kaki untuk kabur, bukan begitu? Atau mungkin aku diserang oleh binbogami4? Kalau begitu itu akan menjadi koleksi unik yang dicari.”

“Kalau begitu…siapa?”

“Yah, dengan menggunakan proses eliminasi, Yõ seharusnya menjadi yang paling mencurigakan……Akan tetapi, Yõ bukanlah orang yang bisa melakukan hal semacam ini. Melihatnya dari sisi lain, ini seharusnya adalah orang yang dekat dengannya.”

“Kalau begitu siapa?”

Leticia terus mendesak masalah ini tapi Izayoi hanya melambaikan tangannya.

“Lupakan, lupakan. Dia mungkin akan muncul dalam beberapa hari. Selain itu, ini hanyalah headphone yang dibuat seorang amatiran, jadi benda tersebut sama sekali tidak berharga lagipula.”

“…Dibuat. Oleh. Seorang. Amatiran? Mungkinkah barang tersebut dibuat oleh seseorang yang anda kenal?”

*Uu* Izayoi mengerutkan dahi. Dan mereka berdua teringat tentang percakapan mereka di pemandian semalam.

Meskipun Izayoi ingin mengganti topik karena dia merasa ini terlalu merepotkan untuk dibicarakan…Tapi dipikir-pikir lagi, tidak ada yang benar-benar harus disembunyikan dan karena itulah, Izayoi memutuskan untuk menyingkirkan pemikiran tersebut.

“……Ingin mendengar tentang dunia asalku?”

“Ya. Pasti.”

“Yah, tolong buatkan sarapan kalau begitu, aku sangat lapar. Untuk tehnya, tolong buatkan teh hijau, dan camilan Jepang juga. Karena itulah harga dari percakapannya.”

Izayoi tertawa terbahak-bahak ketika Leticia mengangkat lipatan roknya sebelum menjawab sambil tersenyum:

“Ya, tuanku, sarapan hari ini akan disiapkan untuk anda dengan segenap kemampuan demi kegembiraan anda.”

Berkata demikian, Leticia dengan bercanda memberi hormat dengan sikap dramatis. Mungkin Izayoi merasa bahwa seorang Leticia yang melakukan sikap semacam itu untuk bercanda terlihat menggelikan, sehingga dia tertawa terbahak-bahak sambil berjalan menuju ruang makan.


Bagian 5

—Gerbang Luar Nomor 2105380, sebelum Alun-alun Air Mancur

[Astral Gate] selalu diaktifkan pada waktu tertentu, selain saat darurat, orang-orang yang tidak berhak tidak dapat menggunakannya. Karena itu ketika mendekati waktu aktivasi, orang-orang akan berkumpul di depan Gate, terutama Komunitas yang memerlukan fungsi tersebut untuk melakukan perdagangan mereka. Meskipun untuk Komunitas level lebih rendah, biaya sebanyak satu koin emas yang diterbitkan dari pencetakan uang [Thousan Eyes] itu cukup besar, itu tidak mengurangi permintaan karena ini akan selalu menjadi Gift tipe Transportation yang sangat diperlukan oleh kota-kota Little Garden.

Dengan segera, sosok-sosok mereka yang mungkin menunggu untuk aktivasinya mulai bermunculan di sekitar portal dalam grup-grup dua dan tiga orang.

Asuka melihat patung macan yang dipahatkan pada tonggak portal dan menghela nafas.

“Hal pertama yang harus kulakukan begitu aku kembali dari Festival Panen adalah menghancurkan patung ini.”

“Yah……tidak perlu terburu-buru, kita bisa menunggu sampai simpanan Komunitas stabil sebelum…”

Ara ara, tidak bisa, Kuro Usagi. Gerbang ini sangat penting untuk Jin-kun. Lihatlah sebagai investasi awal dan mulai dengan memahat patung seluruh tubuh dan lukisannya……”

“Tolong jangan!”

Jin sekarang memucat. Tidak peduli bagaimanapun, itu akan sangat memalukan baginya.

“Yah…kalau begitu kurasa kita akan menggunakan Kuro Usagi untuk promosi massal.”

“KENAPA KALIAN HARUS MENGGUNAKAN KURO USAGI UNTUK PROMOSI?!”

*Pak!* Kuro Usagi memukul kepala Asuka dengan sebuah kipas kertas diikuti Asuka yang cemberut.

Yõ menelengkan kepalanya dan berkata.

“Hm…Kalau begitu kita akan promosikan saja Kuro Usagi.”

“ITU SAMA SAJA! DAN KENAPA SELALU MEMPROMOSIKAN KURO USAGI?!”

Pak! Pak! Kuro Usagi dengan marah mengayunkan kipas kertasnya pada anak-anak bermasalah itu.

Bahkan tanpa Izayoi, kedua orang ini tetaplah anak-anak bermasalah. Melihat bagaimana mereka selalu seirama satu sama lain dalam cara berpikirnya, Kuro Usagi hanya dapat menghela nafas sambil mengeluarkan dua surat undangan.

“Kita akan pergi ke area Selatan Gerbang Luar 7759175 Draco Greif yang saat ini mengadakan Festival Panen. Akan tetapi, selain dari undangan [Draco Greif], tuan rumah utama dari acara ini— yang adalah para peri dan roh yang diam di Great Sacred Woods [Underwood], juga memberikan undangan mereka pada kita. Jadi kita akan mengunjungi kedua Komunitas ini ketika Malam Festival Panen dan tolong kalian berdua perhatikan ini.”

“Un.”

“Aku mengerti.”

Setelah Kuro Usagi berbicara, Astral Gate mulai menggerakkan rangkaian aktivasinya.

Cahaya kebiru-biruan mulai berpendar dari gerbang dan mereka yang tadinya berkeliaran menunggu aktivasi mulai membuat barisan. Sedangkan Kuro Usagi dan yang lainnya, mereka berada di tempat [Region Master] yang berdiri terpisah dari barisan yang menunggu selesainya rangkaian aktivasi.

“Semuanya, ingat untuk memegang plat Nomor Gerbang Luar ketika kalian memasukinya nanti.”

“Tidak masalah.”

Asuka menunjukkan pada Kuro Usagi plat metal abu-abu untuk mengkonfirmasi. Nomor yang tertera di atasnya adalah nomor plat yang akan bertindak sebagai konektor yang menghubungkan jalan ke tujuan [Astral Gate].

Yõ juga, mengulurkan tangannya dan menunjukkan nomor platnya. Tapi dia melemparkan pandangannya ke Area Komunitas di mana Izayoi dan yang lainnya berada.

“……”

“Ada masalah apa, Kasukabe-san? Apa kau melupakan sesuatu?”

“Tidak juga…Aku hanya memikirkan tentang Izayoi-kun.”

Apakah dia sudah menemukan headphonenya? Yõ memiringkan kepalanya sedikit sambil berpikir penasaran.

Asuka dan Kuro Usagi sama-sama mengkhawatirkannya dan mereka juga, melihat ke arah di mana Area Komunitas mereka berada.

“Yah…Aku tidak mengira bahwa Izayoi-kun akan melepaskan haknya untuk ini demi headphonenya.”

YES. Dia juga menanti-nantikan ini…”

“Headphone tersebut pasti sangat penting untuk Izayoi-kun.”

Izayoi yang menyebut dirinya sendiri sebagai “remaja hedonis” dengan ikhlas menyerahkan haknya untuk “bersenang-senang” dan tinggal di mansion untuk mencari headphonenya.

Headphone tersebut pasti sangat ekstra spesial dengan arti tertentu yang signifikan pada benda tersebut di mana terdapat perasaan yang begitu mendalam bagi penerimanya.

“…Semoga dia menemukannya.”

Asuka dan Kuro Usagi juga mengganggukan kepala mereka menyetujui. Setelah itu, rangkaian aktiasi dari [Astral Gate] akhirnya selesai dan siap untuk digunakan.











Catatan Kaki
1.  Malam Keenam-belas : Ini adalah permainan kata dari nama Izayoi (十六夜), yang secara harfiah diterjemahkan menjadi “Malam keenam-belas”.
2. Sistem : ‘Sistem’ di sini berkaitan dengan sistem yang diukirkan pada liontin Yõ. Sistem Genetik.
3. Eudemon : roh-roh yang ramah dan bersahabat.

4. Binbogami : Dewa kesialan

Mondaiji-tachi Jilid 3 Bab 3 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.