26 September 2015

Mondaiji-tachi Jilid 3 Bab 2 Bahasa Indonesia

Jilid 3 Bab 2

Bagian 1

“Sial, sejak aku datang ke Little Garden, ada sangat banyak kejadian yang berurusan dengan air.”

Air menetes dari seragam sekolah Izayoi ketika ia meremas untuk mengeringkannya sementara berjalan menuju tempat pertemuan. Sejak dia datang ke Little Garden, dia telah membuat dirinya basah berkali-kali. Karena itu jelaslah kenapa pergerakannya bisa dikatakan jadi jauh semakin terampil.


Berjalan di sepanjang lintasan terlantar yang belum diperbaiki, Izayoi mencapai sebuah area terbengkalai yang tak berpenghuni saat itu, tapi dengan segera waspada oleh suara keras melengking dari rumah yang hancur.

Menepuk-nepuk debu dan pasir yang menutupi tubuhnya, dia mengangkat alisnya dengan terkejut.

(Suara apa itu…)

KABOOM! Menembus melewati pintu yang sudah melapuk dengan kerasnya, dia mempercepat langkah menuju arah keributan tersebut. Karena ini adalah tempat yang ditinggalkan, seharusnya tidak ada seorang pun yang tinggal atau datang ke sini.

Reruntuhan ini diakibatkan oleh Bencana Terbesar Little Garden—jejak-jejak melintasnya Demon Lord dapat dilihat di mana-mana, dan keadaannya begitu parah sampai-sampai perampok yang suka mengincar korbannya yang sedang berada dalam masa sulit, bahkan tidak akan berpikir untuk datang ke sini. Komunitas yang tadinya besar dan kuat, sekarang bukanlah apa-apa selain kulit dari kejayaannya di masa lalu dengan hanya reruntuhan dan pepohonan layu yang masih tersisa.

(Suara apa itu tadi?) Izayoi diam-dian berjalan susah payah melewati jalan tersebut ketika suara tersebut berlanjut.

Baiklah, itu adalah sosok yang sangat tinggi untuk seorang perampok, Izayoi tertawa.

—DDDDEEEEEEENNNNNNN!!!!!

Si pelaku akhirnya menampakkan dirinya sendiri. Selain itu, otak pelakunya memberi perintah tegas.

“Deen, aku sudah berkali-kali bilang kalau kau hanya bisa berteriak kalau kau sedang bertarung.”

“…Deen.”

Automaton raksasa itu membalas dengan lembut.

Hebatnya, bersamaan dengan suara Deen yang melembut, tubuhnya juga menyusut menyesuaikan.

Izayoi menurunkan bahunya dan berjalan menuju Asuka, kecewa.

Ara…Izayoi-kun, apa yang sedang kaulakukan di sini?”

“Harusnya aku yang berkata begitu, Nona Besar. Apa yang sedang kaulakukan di tempat terbengkalai ini?”

“Kami sedang menghancurkan dan membangun rumah-rumah kembali. Meskipun prioritas utama adalah pertanian, kita tidak bisa sepenuhnya mengabaikan kawasan pemukiman, ‘kan?”

Izayoi mengangguk dengan pandangan “Ah, aku mengerti.”

“Tapi Nona Besar, bukankah kau sedikit menyiksa si raksasa? Maksudku, kau telah mempekerjakan Deen dari pagi hingga malam hari tanpa istirahat, ‘kan? Karena pekerjaan di ladang telah berakhir, bukankah sebaiknya kau membiarkannya beristirahat sedikit?”

Asuka kelihatan sedikit malu ketika Izayoi menegurnya.

“Itu…Lupakan, kau benar. Baiklah, kita selesai hari ini.”

“Deen.”

Deen menganggukkan kepalanya yang hanya memiliki satu mata dan mengulurkan tangan raksasanya ke arah Asuka. Dengan gerakan yang elegan, Asuka dengan anggun mengangkat gaunnya sedikit ketika dia membungkuk untuk mendudukkan dirinya di tangan tersebut dan dibawa untuk beristirahat di atas bahu Deen.

Melihat hal itu, Izayoi melompat untuk berdiri di sisi lain bahu Deen.

“Maaf tidak sopan.”

“Kalau kau merasa begitu, turun.”

“Yah, kalau begitu aku tidak minta maaf.”

“Kalau begitu, terserahlah…Tapi, ngomong-ngomong mengenai hal itu, apakah kau sudah mendapatkan hadiah yang bagus?”

“Hm, kau bisa memperhitungkannya begitu setelah beberapa perjuangan yang dilewati.”

Mengikuti getaran dan goyangan langkah-langkah berat Deen, mereka berdua mengobrol ramah.

Tidak lama kemudian, sebuah hembusan kencang angin bertiup dari atas dan pada saat bersamaan, suara Kasukabe Yõ dapat terdengar.

“Apa kalian berdua dalam perjalanan pulang?”

“Mhn. Kasukabe juga?”

“Mhn. Aku juga…… Deen, bolehkah aku duduk di atas kepalanya?”

“Tentu, tidak masalah.”

“Oi, oi, itu tidak adil, Nona Besar.”

Izayoi memprotes saat Asuka dengan sengaja memalingkan wajahnya dengan tampang angkuh.

Membentangkan tangan dan kakinya seperti huruf [], Yõ mendekatkan dirinya ke kepala Deen sebelum mendarat dan ketika sudah selesai, dia menghela nafas.

“Izayoi, kau sudah mendapatkan pencapaian apapun?”

“Oh tentu, itu hebat. Tunggu saja. Ahahahhahha!”

Izayoi mendekap dadanya sambil tertawa keras.

“Begitukah…” Yõ terlihat lebih murung daripada biasanya ketika dia berbaring di atas kepala Deen.

Izayoi dan Asuka juga merasakan ada hal yang aneh tapi mereka menganggapnya itu hanyalah karena kelelahan setelah bekerja keras seharian dan karena itu membiarkan dia beristirahat dengan tenang.

Deen akhirnya berjalan ke waduk. Meskipun ada jalan lain untuk mencapai blok utama, tapi Deen dapa menghancurkan jalan dan bangunan yang dalam kondisi baik sehingga ini adalah satu-satunya jalan yang cukup lebar untuknya. Trio ini awalnya ingin langsung menuju bangunan utama, tapi sebuah teriakan dari jalur yang menuju ke pertanian menghentikan mereka di tengah-tengah.

Di sana, gadis rubah bercelemek, Lily, muncul.

“Ahh, Tuan dan nona, selamat datang kembali!”

“Kami pulang, Lily. Apakah ladang baik-baik saja?”

“Ya, selain menanam dan menabur benih, yang lain sudah selesai. Saya baru saja pergi untuk memeriksa saluran air yang mengalirkan air dari waduk ke area pertanian dan tadinya berencana untuk melakukan beberapa penyesuaian sebelum lahannya siap.”

Dilihat dengan cermat, tangan Lily ditutupi lumpur.

Mungkin karena dia telah bekerja di bawah matahari siang yang panas di ladang, keringat di dahinya memantulkan cahaya dari matahari terbenam. Dan meskipun dia bekerja di tengah udara panas, Lily tetap menyunggingkan senyum bersemangatnya yang biasa dengan kedua ekornya, yang panjangnya setengah dari badannya, mengibas tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

“Kau kelihatan senang.”

“Benar! Dapat berkontribusi dalam Komunitas dengan pekerjaan semacam ini adalah kebahagiaan terbesarku! Karena makan siang akan terasa lebih enak!”

Lily tersenyum sambil menaikkan telinga rubahnya. Melirik ke arah barisan pohon yang merupakan rute yang mengarah ke ladang, dia mengepalkan tangannya yang berlumpur sebelum kembali melihat kepada Izayoi dan lainnya.

“Selain itu, keluarga saya tadinya selalu bertugas untuk mengawasi lahan pertanian dari komunitas kami. Dulu, saya terbiasa untuk melihat tanah yang tandus dan terbuang…… Saya selalu berada dalam kondisi putus asa, karena saya pikir bahwa generasi saya tidak akan bisa mendapatkan kesempatan mengurus ladang lagi.”

Lily mengepalkan tangan berlumpurnya lagi dengan manis. Menjadi yang paling serius dalam pekerjaan dibanding yang lainnya, Lily sepertinya menjalani hidup yang memuaskan setiap harinya.

Pada saat inilah…

Guuuuu~~~~!

Empat perut mulai berkeroncongan dan mereka berempat (terutama Asuka dan Lily) wajahnya memerah.

“……Uhhh…itu…”

“……Asuka. Itu tidak sopan.”

“..Tu-tunggu sebentar, Kasukabe?”

“Ya ampun. Karena itulah kubilang kau adalah seorang Nona Besar yang hidup dengan nyaman……”

Cih! Asuka melirik tajam pada Izayoi. “Biasanya, bukankah ini waktunya untuk para laki-laki yang menjadi pusat perhatian?” —Meskipun berada di bawah tatapan beracun dan teguran, Izayoi hanya mengabaikan baik komentar dan tatapan tersebut.

Lily yang panik kemudian teringat untuk membahas mengenai makan siang ketika dia berkata.

“Y-yah, kami akan mempersiapkan makan siang di blok utama sekarang. Walaupun kami hanya membuat beberapa nasi kepal sederhana, kalau kalian mau menunggu sebentar, kami bisa mempersiapkan lebih banyak variasi hidangan. Apa ada permintaan khusus……?”

“Benarkah? Kalau begitu Umehachin1 dengan kecap.”

“Kalau punyaku hanya perlu Kombu2.”

“Hmmm…Ayam laut dengan mayonaise3.”

“Eh?” Asuka dan Lily bingung. Yõ ingin menjelaskannya tapi dia tidak tahu bagaimana caranya.

Izayoi, berusaha mati-matian untuk menahan tawanya, melompat turun ke samping Lily dan menggendongnya ke atas.

“Tu-tuan Izayoi! A-apa yang…”

“Lily, sebaiknya kau duduk di sini, jika kau tidak cepat, perut Nona Besar akan membuat keributan lagi.”

Ara, siapa bilang kalau kau boleh duduk?”

“Heh? Aku tidak boleh?”

“Bukankah kau bilang sebelumnya? Kalau kau tidak sopan, tolong pergilah. Jadi hanya Lily yang diundang untuk naik ke sini dan kita akan membiarkan berandalan ini berjalan sendiri.”

Hmph. Asuka memalingkan wajahnya. Sambil tersenyum simpul, Izayoi menempatkan Lily di tangan Deen dan berjalan sendiri.

Ketika grup tersebut sampai di ujung jalan yang mengarah ke blok utama waduk, waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 siang.


Bagian 2

Setelah menyelesaikan makan mereka, Lily tinggal untuk membersihkan meja sementara anak-anak bermasalah pergi ke aula besar. Untuk menentukan jumlah hari di mana mereka diperbolehkan untuk berpatisipasi di festival, Asuk dan Yõ harus menunjukkan hasil Game mereka masing-masing pada Jin dan Leticia yang bertugas dalam penjurian.

“Hei, di mana Kuro Usagi?”

“Dia baru saja pergi ke toko [Thousand Eyes] beberapa saat yang lalu.”

“Karena kita sudah tahu dasar-dasarnya, Leticia dan aku akan cukup. Ngomong-ngomong, hanya laporan Izayoi-san yang belum kita dengar.”

“Aku mengerti.” Izayoi menganggukan kepalanya.

Ahem.” Jin berpura-pura batuk dan memulai pengumumannya secara berurutan.

“Mengesampingkan kemenangan kecil, ayo kita mulai dengan yang lebih besar dulu. Dimulai dari Asuka, dia berhasil untuk mengubah dan membuat tanah sehingga menjadi lebih sesuai untuk keperluan pertanian dan juga berhasil memenangkan 10 kambing. Sudah dijanjikan bahwa begitu kandang dan lahan dipersiapkan untuk mereka, kambing-kambing tersebut akan dibawa ke tanah kita.”

Fufu. Anak-anak semuanya berkata “Kambingnya datang”, “Kita bisa punya susu sekarang” atau “Kita akhirnya bisa membuat keju!” dan semuanya bersemangat. Meskipun ini tidak mencolok atau luar biasa, tapi dalam aspek ekonomi, aku harus bilang ini pencapaian yang hebat.”

Asuka melemparkan rambutnya. Meskipun memang benar ini bukanlah sesuatu yang mencolok atau luar biasa, adalah hal penting untuk memiliki ternak yang menopang keseimbangan kebutuhan hidup, jadi dengan pemikiran itu, bisa dikatakan bahwa ini adalah sebuah prestasi yang bagus. Leticia kemudian mengambil laporan tersebut dan melanjutkannya.

“Sekarang adalah pencapaian Yõ… Oh, ini cukup mengagumkan. Ini berasal dari grup [Will-O'-Wisp] yang sama dengan yang kita temui pada saat perayaan Kelahiran Naga Api. Kelihatannya Yõ mendapat pertandingan ulang dengan mereka.”

Izayoi memperhatikan dan menggerakkan alisnya sedikit. Kelihatannya ini adalah salah satu dari tiga surat undangan yang mereka bahas sebelumnya.

—[Will-O'-Wisp] adalah Komunitas Utara.

Sang roh yang memiliki Blazing Purgatory Flames; Jack-O'-Lantern.

Sang Gnome yang mengenakan pakaian Gothic Lolita, Ayesha Ignis Fatuus.

Mereka adalah anggota dari komunitas [Will-O'-Wisp] dan merupakan komunitas yang dikenal karena pembuatan kerajinan kaca-tiup dan lilin.

“Nona Yõ telah memenangkan sebuah Game dari [Will-O'-Wisp] dan mendapatkan pesanan gratis dari Jack sendiri, sebuah tangkai tempat lilin raksasa yang menyimpan api.”

“Jika kau meletakkannya di salah satu ruang kerja bawah tanah dan mengatur ritualnya, dia akan menyalakan semua produk yang dibuat oleh [Will-O'-Wisp]. Dan sebagai tambahan, kita dapat menggunakan kesempatan supaya [Will-O'-Wisp] membuat beragam rak lilin, lampu dan keperluan harian lainnya. Meskipun itu cukup mahal……tapi setelah beberapa pertimbangan, kami rasa itu bukanlah investasi yang buruk. Dengan begitu, Komunitas akan selalu mempunyai pasokan panas dan api yang tak akan padam.”

“……Oh? Itu sangat mengesankan.”

Nada suara Izayoi terdengar senang dan kagum. Di matanya, ini benar-benar sebuah prestasi besar. Karena dapur saat ini menggunakan oven kayu bakar model lama, ini akan cukup banyak menghemat waktu memasak. Dan karena lilin tidak lagi padam, membaca di perpustakaan utama akan menjadi lebih mudah juga. Untuk seorang kutu buku seperti Izayoi, ini fantastis.

“Memperkuat wilayah domestik kita saat aku tidak menyadarinya. Kerja bagus, Kasukabe.”

“Un. Kali ini, aku telah melakukan yang terbaik.”

Yõ menunjukkan seulas senyum puas yang sangat jarang terlihat. Bila dipikir-pikir, berkaitan dengan Kompetisi antara anak-anak bermasalah ini, dia menunjukkan semangat juang yang tidak biasa dan pastinya telah menetapkan tekad untuk turut serta dalam kompetisi ini. Begitu bersemangat sehingga tidak mengejutkan jika senyum percaya dirinya adalah caranya untuk mengekspresikan pikiran ini: [Tidak akan ada siapapun yang bisa mendapatkan prestasi lebih baik dari ini].

Izayoi bersandar pada punggung kursi sambil mengamati semua wajah yang ada di ruangan itu sebelum tersenyum nakal.

“Ya ampun~ Kalian berdua hebat. Bisa memenangkan prestasi besar di game level kecil seperti itu yang biasanya melibatkan pertaruhan untuk komunitas-komunitas 7-digit, itu memang hebat.”

“Terima kasih untuk pujiannya yang tinggi……jadi, apa yang Izayoi dapatkan?”

Asuka melirik Izayoi dengan tajam.

Izayoi hanya menyunggingkan senyuman tanpa takut dan meminta semua orang untuk berdiri dari kursi mereka.

“Baiklah, ayo semuanya pergi dan mengambil hadiahnya.”

“……Mengambil hadiah? Di mana?”

“Ke toko [Thousand Eyes]. Karena Kuro Usagi sudah ada di sana, itu pas. Karena aku ingin supaya semua anggota inti untuk mendengarnya juga.”

Karena respon Izayoi yang kurang jelas, yang lainnya merasa semakin bingung. Walau begitu, grup itu meninggalkan ruang konferensi dan pergi ke Thousand Eyes.



Bagian 3

Melewati Fountain Square dan menyeberangi jembatan yang menuju saluran air kota, grup tersebut berjalan menuju Thousand Eyes. Kelopak bunga berwarna persik telah bertebaran di jalanan ketika pohon-pohon mulai menumbuhkan tunas hijau kecil. Ketika mereka pertama kali ke Kota Little Garden, Asuka pernah berkata bahwa pohon-pohon ini terlihat sangat mirip dengan bunga sakura, tapi setelah 2 bulan, kelopak bunganya sepertinya akhirnya layu. Meskipun mereka memiliki keinginan untuk berhenti dan menikmati pemandangan dari kelopak bunga merah muda yang bertebaran di tengah angin, grup tersebut memutuskan untuk menahan godaan tersebut dengan menjadikan pergi ke Thousand Eyes sebagai prioritas utama.

Ketika mereka mendekati toko, asisten toko tersebut terlihat sedang menggunakan sapu bergagang batang bambunya untuk menyapu kelopak-kelopak bunga dari pintu masuk toko. Biasanya sibuk dengan tugasnya, dia dengan cepat menampilkan ekspresi tidak menyenangkan di wajahnya ketika melihat Izayoi dan yang lainnya.

“…Kalian lagi.”

“Ngomong-ngomong, bukankah kau selalu menyapu jalanan? Kau tidak pernah bosan dengan hal itu, ya?”

Hmph. Hanya orang-orang yang manja yang akan berkata seperti [Aku bosan dengan tugas ini]. Terlebih lagi, meskipun aku adalah anggota baru, aku tetap saja bertanggung jawab untuk mengurus toko cabang Gerbang Luar 2105380 ini. Aku hanya melakukan pemilihan ketat pelangganku sambil menunjukkan pada mereka yang mungkin akan masuk dengan kekerasan karena hanya orang kaya yang memiliki hak untuk memasuki toko ini! Bukan berarti aku selalu menyapu dedaunan setiap hari!”

Hai~~? Aku mengerti. Pekerjaan yang mengesankan, kau mendapatkan rasa kagumku. Hebat, baiklah, maaf atas gangguan kami.”

“KELUAR!”

Izayoi mencoba mengacuhkan si asisten toko seperti biasanya dan menerobos masuk, tapi dengan dirinya yang memamerkan taring serta dengan liar mengibas-ngibaskan sapu bergagang batang bambunya, Izayoi hanya dapat menangkap ujung sapunya sambil menurunkan bahunya dengan rasa tidak sabar. Meskipun Shiroyasha seharusnya sudah memberitahukan padanya tentang Izayoi dan yang lainnya, tapi kelihatannya, si asisten toko adalah orang yang keras kepala. Mungkin menarik untuk menerobos masuk dengan paksa dan membuatnya menangis, ya ‘kan? Izayoi memikirkan ide jahat ini di kepalanya. Tapi sebelum ada kesempatan untuk membuat keributan, suara Shiroyasha terdengar.

“Ah Ah, maaf, maaf, aku lupa untuk memberitahumu tentang kedatangan mereka. Karena sesuatu yang penting saat ini… Cepat biarkan mereka masuk sekarang.”

Suara Shiroyasha terdengar tapi dia tidak muncul di hadapan mereka dan meskipun dia sangat membenci Izayoi dan yang lainnya sepenuh hati, si asisten toko tidak menentang perintah tuannya.

Menghela nafas dan minggir ke samping.

“………………………..Silakan masuk. Selamat datang.”

Menyibak tirai ambang pintu, Izayoi dan yang lainnya memasuki toko [Thousand Eyes] setelah dipersilahkan.

Grup tersebut, mengikuti rute yang biasa, berjalan melewati pekarangan menuju ruang pribadi eksklusif Shiroyasha.

“H-H-H Hentikan Shiroyasha-sama Bukannya Kuro Usagi sudah bilang bahwa dia adalah bangsawan Little Garden?! Untuk menjaga penampilan, Kuro Usagi tidak akan setuju untuk mengenakan pakaian semacam ini‼‼

“S-Seperti yang Kuro Usagi katakan! Aku adalah seorang dewi yang semurni salju,…Aku…Aku tidak akan setuju untuk muncul di hadapan yang lainnya dalam penampilan yang memalukan seperti itu juga…!”

Dari teriakan menyedihkan Kuro Usagi dan Shirayuki-hime, grup tersebut kehilangan kata-kata.

Walau begitu, bayangan Shiroyasha dari balik shoji4 terlihat mendekati kedua orang itu.

“Guhuhuu…kalian benar-benar gadis-gadis yang sangat suci dan polos. Tapi karena kalian begitu suci dan polos, itu membuatku semakin ingin mengotori kalian, terutama para gadis berkelas tinggi! Dengan tubuh yang montok, matang dan nikmat itu, setiap orang akan ingin untuk melakukan ****** yang akan menyebabkan ***** yang harus dilakukan ****** dan menyebabkan kami untuk membuat pakaian semacam itu sehingga kau dapat melakukan berbagai gerakan ******. Itu benar! Seperti yang kulakukan sekarang!”

“DIAM KAU DEWA MESUM!”

“DIAM KAU DEWA MESUM!”

Pada saat itu, sebuah banjir air yang besar dan kilatan petir menembus pintu shoji.

Shiroyasha kemudian melayang keluar dan memutar tiga setengah putaran ketika dia terbang menuju Izayoi karena serangan tersebut, sebelum ditangkap dengan kaki Izayoi seperti biasa.

Tei.

Goba! Su…Suda kubilang, apakah kau masih kurang mengerti maksudnya! Bukankah aku sudah bilang sebelumnya untuk jangan menggunakan kakimu saat menangkapku?!”

“Kalau begitu jangan terbang. Yah, karena Kuro Usagi menggunakan Vajra-nya, apa yang kaulakukan terhadapnya sampai-“

Begitu marah…— Kalimat tersebut tidak sempat selesai.

Karena Izayoi kebingungan melihat Kuro Usagi dan yang lain ketika kabut yang terbentuk dari uap airnya mulai menghilang.

“Kuro Usagi? Ada apa ini?”

*AUuu!* Dari dalam kabut, terdengar sebuah erangan lemah.

“K-Kacau…kenapa Izayoi dan yang lainnya di sini?”

“Tidak, kurasa itu kalimatku…sigh.”

Izayoi mengibaskan tangannya di sekitar untuk menghapus kabut tersebut.

Pada saat yang sama, Kuro Usagi dan Shirayuki-hime sedang memeluk tubuh mereka sendiri sambil meringkuk malu.

Ketika kabutnya menghilang dan pandangan mereka jelas, semuanya yang di belakang juga melihat penampilan Kuro Usagi dan Shirayuki-hime.

Dua anak bermasalah terdiam sementara Asuka memecahkan suasana dengan pertanyaannya.

“……Kimono?”

“Itu…umm…sebuah kimono super pendek?”

“Bukan, itu adalah kimono rok-super-pendek-seinci dengan garter belt.”

Shiroyasha berkata sambil membusungkan dada kecilnya dengan puas.

Kuro Usagi dan Shirayuki-hime telah dipaksa untuk mengenakan kimono yang sangat ketat yang dengan jelas menonjolkan bentuk tubuh padat mereka sementara kimono modifikasi tersebut terbelah terbuka dari paha ke bawah. Dari dari bahu ke belahan dadanya, ada bagian yang terbuka lebar yang menunjukkan diri mereka yang sedang dalam masa-masa puncaknya, ditambah dengan sepasang stoking berenda dan garter belt, sebuah pemandangan yang mengagumkan. Untuk melihat dua gadis cantik dalam pakaian ketat semacam itu akan membuat senang hampir setiap orang. Walaupun ini bukanlah keinginan mereka, mereka tetap saja menjadi pusat perhatian semua orang.

Dan stoking berenda itu membuat kesan seluruh penampilan pakaian mereka sedikit berbeda.

Haa” Leticia menghela nafas lega sambil berjalan ke arah Kuro Usagi.

“Kalian berdua sebaiknya berganti pakaian. Terutama Kuro Usagi. Pakaianmu basah kuyup.”

“Apaaaaaa?! Tubuh Kuro Usagi basah kuyup?!”

Voom!~~ Shiroyasha segera melesat mendekat.

—*Kaboom!* Sebuah tegangan tinggi menyerang Shiroyasha!



Bagian 4

“Yah, yah, desainnya cukup bagus, tapi kali berikutnya, Shiroyasha, kau harus mengikutsertakan aku juga dalam membuat desain bajunya……”

“Ini akan jadi tak ada habis-habisnya jika kalian meneruskan topik ini.”

*Plak!* Kuro Usagi yang telah selesai berganti baju memukul kepala Izayoi dengan ringan.

Tapi Shiroyasha menggelengkan kepalanya yang sedikit terbakar saat dia menjawab dengan serius.

“Tidak, pakaian itu ada kaitannya dengan topik pembicaraan hari ini. Pakaian tersebut tidak benar-benar dimaksudkan untuk dipakai Kuro Usagi tapi sedang dibuat di tempat lain dan ditujukan bagi para staff di fasilitas baru.”

“Fa……fasilitas baru?! Membuat kimono echi semacam itu?! Orang bodoh macam apa yang membuat desain ini!?!?!”

“Tenang dulu, kubilang ini adalah fasilitas yang legal. Lagipula, seperti yang kujelaskan, meskipun topiknya sedikit menyimpang, tapi mengingat niatku hari ini, sebenarnya ini mengenai hal yang ingin kulakukan sebagai [Floor Master]. Aku bermaksud untuk mengembangkan bagian bawah dari Bagian Timur  setelah kita ditinggalkan sendirian oleh Raja Iblis selama beberap waktu dan selain itu, belum ada seorang Raja Iblis yang muncul yang bisa disebut Raja Iblis. Tapi tepat ketika aku memeras otakku karena tidak tahu harus memulainya dari mana, Izayoi muncul dan mengajukan sebuah solusi. “Untuk mengembangkan suatu tempat, kau harus memastikan persediaan air yang bagus”.”

“Hm, bukannya belum lama ini kekeringan melanda tanah di daerah ini? Dari situ, aku menduga bahwa memiliki suplai air yang tetap dan segar akan menjadi prioritas utama bagi komunitas mana pun.”

“Walaupun ada banyak saluran air di sini, tapi saluran air ini hanya untuk komunitas-komunitas tingkat atas. Komunitas 7 digit selalu mendapatkan air dari luar kota. Meskipun ada hujan yang turun secara berkala, hanya ada segelintir komunitas yang dapat mengumpulkan cukup persediaan air…”

Melihat Izayoi dan Shiroyasha yang berbicara dengan nada yang sangat serius, Kuro Usagi merasa bingung sedikit, tapi dia mengangguk setuju:

“Hm, yah, kita tidak seperti Bagian Utara yang memiliki banyak salju atau Bagian Selatan di mana ada sungai yang mengalir langsung dari kota. Mengenai masalah itu, hal tersebut dapat dikatakan sebagai karakteristik unik dari iklim kawasan itu dan menerimanya sebagai bagian dari hidup.”

Unhm. Dan karena itulah aku berpikir untuk menggunakan wewenang sebagai [Floor Master] untuk mengembangkan konstruksi saluran air dalam skala besar. Memikirkan hal itu, aku telah menugaskan Izayoi untuk mendapatkan Gift dari Shirayuki agar mendapatkan sumber air…apa yang tidak kuperkirakan adalah dia ternyata menjadikannya pelayan dengan kontrak…Shirayuki, aku takut bahwa kau masih harus berlatih lebih lagi?”

Shiroyasha tersenyum nakal pada Shirayuki-hime.

Shiroyasha yang telah berganti baju dengan kimono putihnya sendiri, memalingkan wajahnya dengan tidak senang.

“Aku mengerti apa yang sudah terjadi di antara kalian berdua. Tapi jika begitu, kau bisa mengatakannya langsung padaku…………tidak perlu bagiku untuk mendapat pesannya lewat bocah ini. Yang kau perlukan hanyalah mengatakannya padaku dan aku akan dengan senang hati membantu.”

Shirayuki-hime menggerutu.

Akan tetapi, Shiroyasha mulai berbicara dengan nada serius pada keluhannya.

“Tidak, tidak akan ada gunanya jika itu masalahnya. Jika [Floor Master] yang bertanggung jawab pada setiap proses dan membuatnya selesai, itu akan menjadi tindakan memanjakan berlebihan dan akan menjadi penurunan pada standar bagian rendah. Meskipun aku menyiapkan fasilitasnya, tapi akhir dari peletakan batu pertama tetap harus dilakukan oleh tangan seorang warga yang akan menguntungkan di wilayah ini. Kali ini, ada alasan lain di balik permintaan agar Izayoi melaksanakan rencana yang diajukan tersebut. Itu adalah cara untuk mengumumkan bahwa ada Komunitas dengan kekuatan yang besar muncul di level terendah dan menggunakannya untuk meningkatkan semangat bersaing di antara yang lainnya.”

Yah, karena komunitas tanpa lambang seperti No Name dapat melakukannya, beberapa komunitas mungkin akan menjadi angkuh [Mungkin aku bisa melakukannya juga!] dan mulai berusaha mencapai tujuan tersebut.

Mendengar detail seluruhnya dari rencana Shiroyasha, Shirayuki-hime dengan wajah cemberut melirik Izayoi sebelum menghela nafas.

“Uuuuu……terserah. Tidak mungkin untuk mengubah rincian kontrak game meskipun aku keberatan. Baiklah, aku akan mempercayakan Air Terjun Tritonis dan komunitas naiad-ku pada bocah ini.”

“Terima kasih. Yah, kau tidak perlu khawatir karena aku tidak akan memberimu perintah apapun untuk beberapa waktu. Lagipula, di dalam kontrak aku akan meminjamkanmu pada Shiroyasha sampai pembangunan selesai—Kalau begitu…”

Begitu percakapan antara Izayoi dan Shirayuki-hime pada topik mengenai fasilitas tersebut selesai, Izayoi melihat pada Shiroyasha.

Dia tidak berencana untuk meminjamkan Shirayuki-hime dengan gratis.

Itu karena Game yang Shiroyasha usulkan sehingga Izayoi dengan senang hati meminjamkan Shirayuki-hime untuk menyelesaikan game tersebut adalah : [Dapatkan Gift yang dapat digunakan sebagai sumber air].

Sebuah kilatan angkuh terlihat di mata Izayoi ketika dia mengulurkan lengannya untuk meminta kompensasinya.

“Nah, sekarang setelah syaratnya terpenuhi, game-nya juga seharusnya selesai. Kurasa ini waktunya untuk memberikanku apa yang sudah disetujui sebelumnya.”

Fufu, tentu saja. Pengambilalihan [No Name] tidak pernah terdengar……Tapi untuk pengembangan wilayah, karena dirimu begitu bersedia untuk meminjamkan seseorang yang memiliki [Divinity], itu akan dianggap sebagai pencapaian besar dan seharusnya tidak Komunitas lain yang mau memprotes hal itu, ya ‘kan?”

Mendengar percakapan mereka sampai saat ini, anggota [No Name] lainnya menegang dalam antisipasi. Bagaimanapun, pemenangnya dapat berpatisipasi secara penuh dalam festival Panen dan semuanya ditentukan oleh hadiah ini yang akan diterimanya sekarang.

Shiroyasha kemudian mengulurkan tangannya dan menepukkan tangan.

Kemudian, ruangan tersebut dengan segera dipenuhi cahaya dan sebuah perkamen dari kulit kambing muncul ketika cahaya tersebut mulai menghilang.

Mencabut sebuah pena bulu dari udara tipis, Shiroyasha membubuhkan pada bagian bawah perkamen tanda tangannya sebelum menoleh pada Jin yang merupakan Pemimpin Komunitas.

“Baiklah kalau begitu, Jin Russel, kuserahkan ini padamu.”

“Eh? A-Aku?”

Yeah, ini adalah sesuatu yang hanya pemimpin komunitas yang bisa lakukan dan kelola, jadi ini seharusnya diterima olehmu.”

Jin duduk dalam posisi seiza dan membaca dengan cepat isi dari perkamen kulit kambing. Setelah itu, ia langsung membeku total karena dampak dari isi perkamen tersebut.

“Ini…Ini…jangan bilang…adalah itu?!”

“Ada apa, tuan muda Jin?”

*Doing* Kuro Usagi melompat ke belakang Jin untuk melihat.

Dia juga, saat ini tidak bergerak setelah melihat isinya.

Isi dari gulungan perkamen tersebut adalah sebagai berikut:

<<2105380 gerbang="" hak="" hibah="" luar="" pengusahaan="">>
*Floor Master mengkonfirmasi bahwa dokumen ini adalah Hibah Hak Pengusahaan untuk sebuah Gerbang Luar .
*Dengan dikeluarkannya Hibah Hak Pengusahaan, Komunitas dapat menyesuaikan tampilan Gerbang Luar untuk mempromosikan dirinya sendiri.
*Pemilik Komunitas dengan Hibah Hak Pengusahaan mendapatkan 80%5 dari biaya penggunaan “Astral Gate” yang dibahas sebelumnya.
*Pemilik Komunitas dengan Hibah Hak Pengusahaan diijinkan untuk dengan bebas menggunakan “Astral Gate” yang dibahas sebelumnya.
*Dengan Hibah Hak Pengusahaan ini, Komunitas yang bernama “ “ diakui sebagai seorang Region Master (Penguasa Wilayah).

Cap “Thousand Eyes”

“Ini…Ini adalah…Hibah Hak Pengusahaan…Astral Gate Gerbang Luar……! Kita juga adalah [Region Master]?!”

“Ah, hibah hak pengusahaan selalu diberikan pada Komunitas yang paling menonjol di wilayah dan setelah pembubaran Fores Garo, selama itu berada di bawah pengamanan [Thousand Eyes]…… Mengembalikannya pada ‘dirimu’ saat ini, seharusnya tidak ada masalah, ya ‘kan?”

Huhuhu” Shiroyasha tertawa.

—Yang disebut Hibah Hak Pengusahaan Astral Gate adalah sebuah [Geass Roll] spesial yang memungkinkan seseorang untuk menerima berbagai macam Authority dan keuntungan yang berkaitan dengan Gerbang Luar dari Kota-kota Little Garden. Sebagai contoh, ini memperbolehkan aktivasi [Astral Gate] untuk berhubungan dengan Astral Gate lainnya, atau tanggung jawab arsitektur atau dekorasi ulang Gerbang Luar secara keseluruhan untuk mempromosikan Komunitas milik seseorang. Oleh karena itu, adalah fakta bahwa Hibah Hak Pengusahaan adalah Authority yang sangat penting karena hal itu memungkinkan Komunitas tersebut untuk mempengaruhi kebangkitan sebuah wilayah lewat dekorasi6.”

Ketika berkaitan dengan kompetisi antar Komunitas dalam kelas yang sama, penampilan dari Gerbang Luar juga menjadi sebuah penentu level Wilayah.

Dan karena wilayah pengaruh yang lebih besar, Komunitas yang memiliki Authority ini akan disebut sebagai [Region Master].

“T-tapi, kita bahkan tidak mempunyai lambang yang layak untuk komunitas kita. Melihat Gerbang Luar tanpa sebuah lambang, komunitas lain akan mempermasalahkannya…”

“Oi, O-chibi-sama, gunakan otakmu sedikit. Kita hanya perlu memberi mereka suplai air gratis ke komunitas lain untuk mendiamkan mereka. Bahkan yang paling sinis dari mereka akan tetap diam.”

Jin menelan ludahnya dan kata-kata yang akan keluar dari mulutnya. Izayoi bahkan telah memperhitungkan hal ini ketika dia mengambil tindakan.

Jin melihat Kuro Usagi dan bertanya dengan bertanya dengan pasrah sambil menarik napas.

“Kuro Usagi…”

“--……………”

Kuro Usagi hanya gemetar tanpa menjawab.

Sambil gemetar, Kuro Usagi berjalan perlahan menuju Izayoi.

“Apa? Kalau kau merasa ada yang tidak memuaskan, katakan saja terus terang.”

“……—“

*Dong* Kuro Usagi tiba-tiba melompat ke pelukan Izayoi.

“HEBAT! HEBAT! HEBAT! KAU MENGAGUMKAN! IZAYOI-SAN! KAU SUDAH MEMBUAT KITA MELANGKAH SEJAUH INI HANYA DALAM DUA BULAN! SANGAT, sangat, sangat, terima kasih atas usahamu‼‼‼

Woo~Ga~? Kuro Usagi memeluk Izayoi dengan erat sambil berputar-putar dan berseru-seru dengan suara aneh.

Izayoi, meskipun dia kewalahan dengan ledakan emosi tiba-tiba Kuro Usagi, dia dengan cepat menjadi tenang setelah merasakan sensasi dada Kuro Usagi.

“Wah, wah, kurasa aku mendapat servis ekstra, nih.”

Izayoi mulai menikmati tubuh Kuro Usagi. Bagaimana bisa tubuh selembut ini memiliki tekstur seperti ini? Meskipun sedikit kaget, karena rasanya nyaman, dia memutuskan untuk mengabaikan detail ekstra karena gadis itu mungkin tidak keberatan sekalipun Izayoi melakukan sedikit pelecehan seksual padanya.

Sementara kedua anak bermasalah lainnya, mereka bertukar tatap dengan kecewa.

“…Sudah kuduga. Kelihatannya kita kalah.”

“Yep. Maaf tentang hal itu, Asuka.”

“Aku tidak masalah. Kasukabe-san, kau keberatan?”

“Nn. Mau bagaimana lagi. Kau bisa melihat bagaimana Kuro Usagi dan Jin…..begitu senang.”

“Begitukah.”

Asuka kemudian melihar Kuro Usagi dan yang lainnya.

Izayoi tertawa di tengah-tengah si duo sorak, sementara dua dari mereka sedang menatapnya seakan menatap sesuatu yang jauh.



Catatan Kaki
1.    Umehachin : pada dasarnya adalah acar plum Jepang (Umeboshi) yang diasinkan dengan serutan ikan (bonito) dan daun Shisho. Rasanya sedikit kurang asin daripada Umeboshi tradisional.
2.  Kombu : pada dasarnya ganggang/rumput laut yang bisa dimakan.
3.  Sea Chicken (Ayam Laut) : makanan kalengan terkenal di Jepang. Makanan ini dibuat dari ikan tuna dan ikan lainnya, rasanya mirip seperti daging ayam, karena itulah dinamai begitu.
4.   Shoji : pintu geser/pembatas ruangan tradisional Jepang yang terbuat dari kertas.
5.  …80% dari biaya penggunaan “Astral Gate”… : 20% dari biaya tersebut menjadi milik Floor Master.
6.  kebangkitan sebuah wilayah lewat dekorasi. : mengacu pada penciptaan lingkungan yang kondusif dan menarik yang dapat memancing lebih banyak Komunitas untuk membuat  markas mereka di sini, dll.

Mondaiji-tachi Jilid 3 Bab 2 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.