20 September 2015

Clockwork Planet Jilid 1 Prolog Bahasa Indonesia

JILID 1 PROLOG
Re-Construction (-:-)

—Tik tok, tik tok.

Persneling itu terus berputar.

Dengan teratur, mekanis, tidak berhenti sama sekali.

Dan juga, mereka melanjutkan menghitung waktu yang terus ada.

Bahkan jika jam berhenti, itu tidak berarti apa-apa.

Bahkan ketika rusak atau bengkok, roda waktu akan terus berputar.

Dengan Teratur, mekanis, tidak berhenti sama sekali.


Tik tok, tik tok—



Ini Terjadi dengan tiba-tiba.

Tapi dunia sudah lama hancur.

Hantaman Meteor, Penyerang dari Luar Angkasa, Wabah Penyakit, atau Hari Kiamat—

Sepanjang sejarah, umat manusia sudah membayangkan berbagai macam cara bagaimana ‘dunia akan berakhir’.
Dan setiap kali, mereka akan diliputi oleh histeria mirip delusi ini, tapi pada akhirnya, tidak ada yang terjadi. Dan kemudian, mereka akan merasa khawatir karena tidak ada yang terjadi, dan situasi yang sama akan terulang kembali, seperti seekor anjing yang mengejar ekornya sendiri dengan berputar-putar.

Tapi kenyataan tidaklah sefiksi drama.

Tidak ada meteor besar yang menabrak Bumi.

Tidak ada alien yang datang dari ujung Galaksi Bima Sakti untuk menguasai dunia.

Tidak peduli wabah penyakit seperti apapun, penyakit itu dikalahkan di hadapan obat-obatan manusia.
Dan juga, umat manusia tidak terlalu bodoh seperti menyebabkan kehancuran mereka sendiri dengan menggunakan misil nuklir

‘Akhir dunia’ yang sebenarnya tidak memerlukan fantasi apapun, maupun katarsis  atau romansa.
Kebenaran yang membosankan tapi tidak terbantahkan ini menunjukkan kalau emosi seperti itu tidak perlu dilibatkan di bagian akhir ini.

Mari kita berbicara mengenai bagian akhirnya disini.

Suatu hari, Bumi tiba-tiba mati.

Tidak ada keanehan, perubahan ataupun peringatan terlebih dahulu saat hal itu diumumkan.

Para ilmuwan menyimpulkan kalau ‘masa hidup’nya sudah habis.

Masa hidup Bumi diperkirakan masih tersisa 5 milyar tahun lagi, tapi sebenarnya mereka salah menghitung .

Itu benar-benar bodoh.

Semua orang hanya terdiam, tidak bisa berkata apapun, tapi tidak ada hal apapun yang bisa mereka lakukan.

Disisi lain, tidak perduli apakah mereka menghitungnya dengan benar atau salah, jarum jam tidak akan berputar balik, dan masa hidup Bumi tidak bisa diperpanjang.

Bumi bukanlah sebuah bintang yang akan bertahan selamanya, dan juga tidak akan memiliki akhir yang spektakuler seperti  ledakan supernova. Bencana yang disebabkan oleh pergerakan tektonik ini tidak akan membuat umat manusia punah, tetapi dalam mengantisipasi hal ini mereka menjadi panik. Sumber daya yang terkumpul dalam planet ini sudah habis dan sumber daya itu habis dengan perlahan-lahan kurang lebih selama seratus tahun, sampai planet ini menjadi sebuah Planet Mati…
Tidak ada yang berubah selama masa ini.

Kenyataan yang membosankan ini terus berlanjut.

Sejarah umat manusia berakhir di titik itu.

—sekarang, mari kita berbicara mengenai perkembangan akhir yang sangat buruk selanjutnya.

Orang-orang yang menjadi putus asa karena Bumi yang hampir menjadi planet mati, membuat pesawat luar angkasa migrasi yang besar untuk mencari dunia baru, dan pergi dari Tata Surya.
Dan seperti film fiksi sains yang sebelumnya sudah ada belum lama, cerita romantis penjelajahan luar angkasa, mencari planet yang mirip dengan Bumi, dimulai.

Mereka tidak tahu kemana mereka pergi, dan tidak ada jaminan kalau mereka dapat mencapai tujuan mereka. Teknologi luar angkasa mereka tidak sempurna, dan mereka memiliki kemungkinan besar jika mereka akan menjadi debu luar angkasa lebih dulu sebelum mencapai tujuan mereka.
Tidak ada yang tahu akhir seperti apa yang akan mereka temui di tengah-tengah perjalanan berbahaya ini.

Bon voyage

Namun, tidak seperti orang-orang yang pergi ke luar angkasa, sebagian besar umat manusia memilih tinggal di Bumi.

Ada beberapa peneliti yang terus bekerja, menunjukkan semangat umat manusia, tapi mereka semua gagal.

Dan sama seperti manusia mati yang tidak bisa hidup kembali, planet ini pun tidak bisa lahir kembali.

Masih ada seratus tahun sampai Bumi menjadi planet mati, dan di planet yang sekarat ini, umat manusia menerima keputusasaan ini yang singkatnya adalah jeratan tali di leher mereka.
Bagi orang-orang, waktu ini terlalu singkat bagi mereka untuk memikirkan jalan keluarnya, tapi terlalu lama juga untuk terus merasa panik.

Sumber daya alam dan energi yang habis bahkan mencegah umat manusia dari memicu sebuah perang akhir.
Di tahap ini, kenyataan tidak menunjukkan tanda plot fiksi apapun.

—Namun, 30 tahun setelah planet telah mati.

Kenyataan yang terlalu kasar ini memberikan kesempatan bagi seorang pria.

Dia bukanlah ilmuwan, juga bukan politisi, bukan juga pemimpin agama. Tentu saja, dia juga bukan penyihir yang bisa menunjukkan keajaiban sesuai keinginannya.

Alasan mengapa orang-orang mau mendengarkan pada orang asing itu mungkin karena keputusasaan mereka—atau mungkin mereka sudah tidak berharap apa-apa lagi.

Tapi setelah itu, karena kalimat-kalimat yang telah dikatakan pria itu, orang-orang yang berada dalam keputusasaan menjadi terperangah oleh kata-kata yang tidak masuk akal tersebut.

“Aku merancang sebuah gambaran gear yang dapat menggerakkan semua fungsi dunia ini.”

Dia adalah seorang teknisi jam.

Pria itu, yang menyebut dirinya “Y”, memiliki sejumlah besar data yang tidak dipahami oleh orang lain, dan menyatakan hal itu pada seluruh dunia.

“Lihat aku sekarang. Aku akan membangun kembali seluruh dunia dengan gear—”

Pada hari itu, kenyataan melampaui imajinasi untuk pertama kalinya.

gambaran yang dipenuhi gear tak terhitung itu, ia beri nama.

—“Clockwork Planet



Dia tiba-tiba tersadar.

Hei, apa kau merasa waras sekarang? Apa kau benar-benar yakin mengenai apa yang kau rencanakan di masa depan? Oke, tenanglah dan pikirkan sekali lagi. Saat ini, masih ada waktu untuk kembali dan berpikir; jangan lakukan semua hal in hanyai karena satu kejadian yang membabi-buta. Disamping itu, apa keuntungannya bagimu?

(Keuntungan…?)

Dalam kata lain, imbalan.

Dan 1000 tahun kemudian…

Keinginan Naoto Miura, yang mana setara dengan resiko yang dia ambil.

Naoto menahan napasnya saat dia membaringkan dirinya diantara penampung air dan instalasi AC di atas gedung yang tinggi, menahan hatinya yang hampir jatuh dalam amukan, dan mengatur napasnya.

(Ini—)

Apa perlu dikatakan? Ini semua karena dia.

Karena orang yang amat sangat imut itu menginginkannya. Tidak, dia tidak tahu bagaimana penampilan gadis itu, tapi kemungkinan besar gadis itu pasti imut. Karena itu tidak ada masalah; dia benar-benar harus mendapatkan gadis itu, untuk memeluk erat gadis itu, untuk membiarkan kepala gadis itu bersandar di lututnya disaat dia mengelus kepala gadis itu, untuk mengacak-acak rambut gadis itu, untuk mencintai gadis itu tanpa menahan diri.
Benar, dia sudah memutuskan hal itu. Dia tidak boleh panik, gunakan kepalanya, menjadi sedikit keren, dan tidak menahan diri.

Jika siapapun berniat untuk menghentikannya, dia akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya, bahkan kalau itu seorang presiden sekalipun.

Dia menepuk pipinya untuk memotivasi dirinya sendiri.

Dia memastikan situasinya.

Sekarang sudah hampir tengah malam, yang mana tidak lama akan menjadi hari esok.

Ujung atap bangunan itu tidak bisa menghalangi pemandangan cahaya yang terpancar di jalanan, seolah-olah semburan cahaya yang telah memurnikan kegelapan.

Mereka adalah gear yang mengubah energi menjadi cahaya, cahaya dari gear cahaya.

Dibawah selimut cahaya itu, langit berbintang tidak bisa terlihat.

Apa yang bisa dilihat oleh mata telanjang adalah bulan perak dan ‘Equatorial Coil’ yang beroperasi dalam pengaruh gravitasi.

“Baiklah kalau begitu…”

Naoto menyandarkan punggungnya di dinding dalam kegelapan, dan memandang tajam ke arah jalanan.

Apa yang bisa dilihat di bawah adalah ‘Kota Mesin Jam’—Akihabara.

Dahulu kala, tempat ini adalah area padat yang terkenal sebagai distrik untuk elektronik, dan saat ini, masih bertahan sebagai ibukota dari lingkungan yang paling maju.

Ada anime, manga, game, dan juga gear, suku cadang mesin dan suku cadang otomatis. Akihabara adalah kota hiburan, dengan toko besar maupun kecil, sebuah sarang aktivitas.

Sebuah ingatan terlintas di pikirannya, mengingatkannya kalau dia pernah datang ke tempat ini untuk “Berziarah di Tanah Suci”, dan menghabiskan banyak uang di tempat ini.

Tapi, di saat ini, dia tidak punya sentimen terhadap tempat ini.

Karena dia sudah mendapatkan sesuatu yang lebih mengagumkan—dan mulai sekarang, dia akan terus mencari hal itu.

“Baiklah, sudah waktunya.”

Setelah berkata seperti itu, Naoto menundukan kepalanya.

Dia mengambil kabel yang berserakan di lantai, dan menyambungkannya ke headphone hijau neon murahan di kepalanya.

Kabel-kabel itu tersambung pada sebuah mixer penguat, sebuah unit efek, sebuah pengontrol gangguan, dan segala jenis perlengkapan audio. Selain itu, ada beberapa mikrofon yang tersambung ke dalam benda-benda tersebut.

Naoto menyalakan mesinnya, dan duduk bersila.

Dengan suara dengungan yang dalam, mesin itu mulai menyala. Dia menarik napas dalam-dalam, dan dadanya berdetak dengan liar, thump thump, memompa darah panasnya ke seluruh tubuh.

Telinganya bebas dari hal yang mengganggu.

Dan dia memanggil.

“—Marie, apa kau siap?”

“—Tentu saja, memangnya kau pikir aku ini siapa?”

Jawaban itu datang dalam bentuk suara dari seorang gadis elegan, dan suara mirip bangsawan yang angkuh dan sombong itu tidak terasa menyakitkan saat suara itu memasuki telinga Naoto.

“Semuanya bergantung padamu, Meister.”

“Tentu saja. Tolong fokus saja pada tugasmu.”

Baiklah, Naoto mengangguk.

Dan kemudian, dia mengurusi perlengkapannya, mengganti jalur mikrofonnya, dan berkata,

“—Halter, bagaimana denganmu?”

“—Aku sudah tidak sabar disini. Siap pergi kapan saja.”

Suara yang dalam tapi mempesona menjawab pertanyaannya.

“Tapi apa kau baik-baik saja di sana? Bagaimana perasaanmu? Kau adalah inti rencana ini, Naoto. Semuanya bergantung padamu.”

“Ini hanya hal kecil. Tidak masalah.”

“Kalau begitu cepatlah selesaikan hal ini. Saat kita kembali, pak tua ini akan mentraktirmu makan siang.”

Naoto mendengar nada bicara Halter yang terdengar penuh semangat, bersamaan dengan semacam siulan, dan sedikit tersenyum masam. Ketegangan yang dialami tubuhnya sedikit mengendur karena hal ini.

Kemudian, Naoto mengganti jalurnya lagi, dan memanggil ke orang terakhir.

“—RyuZU, kau siap?”

“—Master Naoto, tolong izinkan hamba untuk memberikan sebuah nasihat bagus. Bila anda bertanya tentang hal yang sudah anda yakini, anda itu bodoh. Tingkat intelektual anda sudah rendah secara mengejutkan, jadi jika hamba boleh meminta, tolong setidaknya berlagak sedikit bijak saat anda bertingkah.”

Jawaban yang dia dapat adalah sindiran pedas.

Kata-kata yang akan menghancurkan hati pendengarnya itu datang dari seorang gadis yang tenang—suara lincah itu hampir sama seperti sejenis suara kotak musik.

Naoto tersenyum dan menutup matanya.

“Kau tahu, RyuZU.”

“Ya, ada apa?”

“Aku mencintaimu.”

“—Kupikir, sebagai seekor babi, akan lebih baik jika anda mati saja.”

“Phii~”

Bahu Naoto bergemetar sambil tertawa kecil; omelan imut itu terasa enak.

Ta ta ta, dia menepuk pelan pengendali perlengkapan di sana, dan berdiri.

“Oke, mari mainkan sebuah lagu untuk beberapa saat.”

Naoto menghadap mikrofon-mikrofon yang berjejer di kakinya,

Kita mulai hitung mundurnya, oke? Tiga, dua, satu—”

Sambil menghitung mundur, dia mengangkat tangannya ke langit.

Dia menatap ke arah Akihabara, yang berada di bawahnya, dan seperti seorang konduktor yang memimpin sebuah orkestra, mendengarkan ritme yang dia buat dalam telinganya, dan mengayunkan turun tangan kanannya dengan kuat.

Naoto tetap tersenyum.

“—Mulai!”



Kemudian,

Ada gempa yang luar biasa dengan radius 30 km, dengan Distrik Akihabara sebagai pusatnya.

Semua komunikasi terputus, dan “Gear Resonansi” di dalamnya mulai berfungsi melebihi spesifikasi mereka.

Menara inti yang tersusun oleh gear, yang mengatur fungsi-fungsi di kota ini, mulai bergerak dengan cara yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Ini bukanlah malfungsi biasa, dan juga bukan tanda-tanda kerusakan setelah bertahun-tahun aus dan koyak. Sistemnya berjalan normal, tapi entah mengapa, sistemnya tidak berjalan sesuai instruksi manajernya.
Dan 5 menit setelah itu terjadi.

Fungsi komunikasi, yang terputus selama beberapa saat, mendadak mulai bekerja kembali.

Orang-orang, yang tidak bisa berbuat apa-apa dan menonton perkembangannya dalam sunyi, mendengar sebuah ‘pernyataan kriminal’ melalui televisi dan radio, dari seorang kriminal yang terdengar gelisah dan menggelikan.

“Selamat malam, nyonya—dan—tuan-tuan!! Dan semua penduduk bodoh, yang hanya berkecukupan dan orang-orang biasa yang tidak cocok dengan kategori tadi!! Maafkan aku telah mengganggu kenyamanan kalian di malam akhir pekan ini!!”

Suara yang disiarkan ini disamarkan.

Tidak mungkin untuk menebak umur dan jenis kelamin suara ini, yang menghentikan sebentar pikiran para pendengarnya.

“Mengenai siapa aku ini—yah, itu terlalu memalukan, jadi lupakan saja! Orang brengsek ini sebenarnya merasa malu! Mari coba lagi setelah meningkatkan level kasih sayangnya, oke? Yah, sebenarnya, aku sudah mengantuk untuk waktu yang cukup lama, aku hanya ingin meminum secangkir besar kokoa malam yang enak dan tidur, tapi aku tidak bisa! Dengarkanlah!!”

Akan tetapi, suara itu mengabaikan reaksi penonton dan suara itu terus melanjutkan percakapan satu arahnya seperti seorang DJ yang mabuk.

“Ah, ah, apa semuanya tahu hal ini? Sejak 1000 tahun lalu, kita telah mereplikasi atmosfer, gravitasi, energi geotermal dan segala macam fenomena lainnya melalui penggunaan gear—dan kemudian? Jika pikiran semuanya tidak dipenuhi oleh kotoran anjing, kupikir kalian mungkin telah memikirkan mengenai satu hal yang pasti setidaknya sekali—kan!?”

—Tidak mungkin.
Diantara kerumunan yang menghentikan proses berpikirnya, beberapa orang  yang memiliki perspektif dan sebagian kecil lagi yang telah memahami situasi ini secara tidak sadar menelan ludah mereka secara berturut-turut.

Sebuah imajinasi yang tidak bisa dipercaya dan mengerikan muncul di pikiran mereka.

—Mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah? Bagaimana hal sebodoh ini bisa terjadi!?
Dan kemudian, suara itu menjadi lebih kesal, seakan mengkhianati doa yang tidak berarti dari orang-orang.

“I—YA!! Bagi mereka yang berpikir ‘tidak mungkin’ disini! DING DING DING! Anda benar-benar tepat!! ITULAH JAWABAN AKHIR YANG TIDAK BISA DIPERCAYA!!!”

—Hal itu tidak mungkin

Tapi jika itu benar, fenomena aneh ini bisa dihentikan.

Fungsi komunikasi yang terputus di saat yang sama, gear resonansi yang melaporkan niat sang kriminal, fungsi-fungsi kota yang ada di luar kendali Manajemen; semua ini menunjuk ke satu kesimpulan.
Pemilik suara itu mengindikasikan sebuah afirmasi dengan bangga dan senang.

“PADA HARI INI! SAAT INI! MULAI SAAT INI! DIRIKU INI TELAH MENGUASAI KONTROL DARI SEMUA GEAR DI DISTRIK AKIHABARA.YEAAHHHH—!”

—Saat ini, planet ini adalah replika yang terbuat dari gear.

Gear yang jumlahnya sebanyak bintang yang berada di alam semesta, menyusun sebuah mekanisme yang sangat rumit yang mengambil energi dari tarikan gravitasi bulan, dan berjalan berdasarkan gravitasi Bumi.
Tapi di era ini, karena gambaran blueprint-nya sudah hilang, tidak ada orang yang bisa memahami struktur ini sedikitpun. Ratusan pemimpin terdepan teknisi jam berkumpul bersama, dan hanya bisa merawat struktur tersebut.

Namun.

Sang desainer—yang  umumnya dipanggil “Y”, memiliki kendali sempurna terhadap struktur itu.
“Y” adalah orang jenius terhebat dalam sejarah umat manusia.

Tapi di saat yang sama, dia hanyalah seorang manusia, bukan Dewa maupun iblis, dan juga bukan penyihir yang ingin melakukan segalanya sesuai keinginannya. Sehingga, secara teori, kemungkinan akan ada seseorang yang dapat melakukan hal yang sama seperti itu.

Sehingga, siapapun yang memiliki kendali pada gear-gear ini dapat mengendalikan lingkungan planet ini dengan bebas, dan dapat menggunakan kekuatan besar ini.

Di dunia ini yang sepenuhnya dibuat ulang oleh gear, sebuah gear besar akan menjadi kekuatan terhebat.
Sebuah kekuatan yang setingkat dengan Dewa.

“Oke! Untuk merayakan keberhasilan gemilang hari ini, aku sudah menyiapkan sebuah hadiah yang mengagumkan untuk semuanya! Jangan sampai terlalu senang sampai-sampai kencing di celana, ya!?”

Mereka yang mengerti apa yang sedang terjadi merasa darah mereka membeku, dan mereka yang tiak menyadarinya mulai merasa gelisah dan merasakan firasat buruk.

Tolong, tolong jangan biarkan hal ini terjadi.

Suara radio itu bagaimanapun juga terus melingkupi  mereka dengan senang, mengabaikan doa dari orang-orang itu.

“Eh—Waktu saat ini adalah 8 Februari, 00.12, 32 derajat Celsius. Tapi apa semuanya tahu? Biasanya, di waktu seperti ini, suhu rata-rata disini itu hanya      sekitar 5 derajat Celsius. Karena sebuah malfungsi saat membuat kembali lingkungan ini, semuanya disini mengalami malam panas dan kurang tidur!”

Suatu suara yang mengejek dan bercanda bergema,

Tapi makna yang terkandung di dalamnya menyampaikan sesuatu yang fatal bagi semua orang yang ada disini.

“Aku akan mengakhiri musim panas yang sulit ini sekarang juga. Itu berarti, 72 jam dari sekarang, aku hanya akan menurunkan temperatur di sekitar Distrik Akihabara menjadi Minus 150 derajat Celsius.”

Semuanya tidak bisa berkata apa-apa.

Apa yang baru saja pemilik suara idiot itu katakan? Mengakhiri sesuatu? Minus 150 derajat Celsius? Tentu saja, itu bukanlah kondisi dimana manusia bisa hidup.

Kata-kata mereka tidak berhenti karena mereka ketakutan.

Tapi Akihabara akan membeku secara fisik.

“Ahh, tidak tidak, jangan berterimakasih padaku. Kalian tidak perlu berlutut dan bersujud padaku. Aku sangat senang melihat bagaimana penampilan semua orang saat mereka menjerit dan membeku sampai mati.”

—Kegilaan.
Hanya ekspresi itu yang mungkin dapat menggambarkan nada bicara yang sedikit senang itu.
Orang gila itu memiliki kendali penuh terhadap temperatur.

Setiap orang merasakan rasa dingin saat menghadapi kenyataan mengerikan ini.

“Oh, sial! Aku lupa! Aku harus membuktikan kalau ini bukan gertakan atau lelucon!!”

Suara itu terdengar santai seperti suara saat seseorang lupa mematikan daya mesinnya, dan suara itu terus berlanjut seperti seorang pemandu bus.

“Kalau begitu semuanya, tolong lihatlah Menara Tokyo dari jendela di dekatmu.”

Dan karena kata-kata itu, semuanya mengarahkan mata mereka ke arah jendela.

Menara Tokyo.

Menara radio tua, yang terbuat dari tiang baja berwarna merah dan putih.

Setelah meninggalkan listrik, bangunan bersejarah daerah Tokyo ini menjadi tidak terpakai, dan dirawat sebagai barang peninggalan bersejarah selama lebih dari 1000 tahun.

Dan kemudian—

Perubahannya hanya terjadi dalam sekejap.

Saat semua orang menatap gedung tua itu, menara besi merah itu retak dalam malam, dan membeku putih. Ini sangat cepat dan sepenuhnya seperti merendam bunga mawar dalam nitrogen cair.

“Ahh—!!”

Setelah itu terjadi, Menara itu hancur karena beratnya sendiri, menjadi bagian-bagian kecil dari pecahan, dan roboh tanpa bekas.

Semuanya tidak bisa berkata apa-apa, dan hanya bisa menatap kosong saat kepingan menara itu berterbangan.

—Apa yang mereka baru saja lihat itu adalah kenyataan?
Mereka sudah menyaksikannya sendiri, tapi pikiran mereka menolak untuk mengakuinya.

Pemandangan itu sungguh memang nyata, pemandangan yang seharusnya tidak mungkin terjadi.

…Tapi kenyataan ada di depan mata mereka.

Menara itu, yang sudah berdiri selama lebih dari 1000 tahun, tidak ada lagi disana.

Menara itu menghilang seperti sebuah ilusi dalam beberapa detik.

“Aku penasaran apakah semuanya sudah menikmati pemandangan ini? Cukup sekian untuk pertunjukan malam ini! Tolong ingatlah jangan sampai terkena demam, dan nikmati malam dengan hangat. Selamat malam! Terimakasih sudah mendengarkan! Sampai jumpa lagi! Adios Amigo!”

—Deklarasi yang dibuat oleh kriminal itu telah berakhir setelah 10 menit berlalu.

40 juta penduduk yang tinggal di area metropolitan itu dilanda kepanikan, dan dalam beberapa menit, fungsi kota ini sepenuhnya lumpuh.



Berlokasi di Atap gedung, Naoto sedang kesulitan bernapas akibat pidato hebat yang baru saja dia lakukan.

Di saat itu, sebuah suara datang dari belakang.

“—Yo, ini berat buatmu ya.”

Naoto berbalik.

Halter sedang berdiri disana.

Dia adalah pria besar berkepala botak, dan istilah orang aneh berotot akan cocok untuknya, dan caranya berjalan ke arah Naoto tanpa suara dengan seringai di wajahnya membuatnya mirip dengan seekor Panthera karnivora.

“Sekarang kau sudah menjadi seorang teroris hebat yang dicari dunia internasional—seorang superstar, iya kan? Bagaimana rasanya tertulis di buku sejarah SMA?”

“Lumayan.”

Naoto sedikit tersenyum merespon kata-kata Halter yang tidak karuan.

Dia tidak merasa kesal setelah melakukan kejahatan yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya, dan tidak merasa takut telah menjadi musuh seluruh dunia. Apa yang dia rasakan hanyalah rasa bebas setelah menyelesaikan suatu pekerjaan.

Tiba-tiba, sebuah cahaya berkilau menyinarinya.

“—Mengkonfirmasi target. Semua personel mulailah terjun dan tangkap target itu.”

3 helikopter ada di ujung lain cahaya tersebut.

Helikopter bersenjata itu seperti pterodactyl saat mereka melayang tanpa suara, dan mengarahkan cahaya dengan senapan mesin mereka ke arah dua orang di atap gedung itu.

Kemudian, 6 grup— jumlahnya 18 bayangan, melompat keluar dari dalam helikopter itu. Siluet-siluet mirip gorilla itu memiliki lengan gemuk dan perut kokoh, dan satu per satu, mereka mendarat di lantai beton yang retak.
Halter menepuk kepala botaknya, dan bergumam,

“3 helikopter siluman  dan Automaton tipe penyerang yang bersenjata penuh. Kupikir ini wajar bagi seorang superstar; kau punya fans yang tak sabaran sampai-sampai mereka mengambil inisiatif untuk mendekatimu, ya?”

"Kalau mereka ingin tanda tangan, mereka harus mengantri.”

Merespon duo yang sedang mengobrol tak karuan seperti itu, pengeras suara helikopter mulai terdengar.

“Peringatan! Letakkan tangan kalian di kepala dan menunduk! Kalian akan ditembak jika kalian melawan!”

18 Automaton disana mengarahkan senapan mereka bersamaan dengan peringatan tadi.

Dalam tekanan tanpa kata-kata ini, Halter, yang mana mengeluarkan keringat dari pipinya, berbisik,

“Baiklah, apa yang akan kita lakukan? Bukankah memalukan? Tidak kusangka mereka akan secepat ini.”

“Apa yang kau maksud…ini sudah berakhir, iya kan?

Namun, Naoto tetap tidak bergerak, dan tidak punya keinginan untuk bangun.

Dia hanya menghela napas saja.

Karena—situasinya sudah mencapai klimaks.

Tidak ada hal lain lagi yang bisa mereka lakukan, atau apapun yang harus mereka lakukan.

Naoto mengerti hal ini dengan jelas.

“Benar kan, RyuZU?”

“—Benar, situasi saat ini adalah akhirnya.”

Tetapi disaat itu.

GTCH, udara terkompres, dan baling-baling ketiga helikopter terlempar di saat yang bersamaan. Ketiga helikopter itu berputar-putar karena rotor ekor mereka saat mereka terjatuh.

Di saat yang sama, semua 18 Automaton berhenti bergerak. Kepala mereka jatuh, lengan mereka patah, dan kaki mereka terpotong—mereka dengan seketika berubah menjadi logam sampah, dan setelah jatuh terpotong-potong, mereka meledak.

Naoto menutupi wajahnya untuk menahan angin dan tumbukan yang datang saat dia menyadari sesuatu.
Sebelum dia menyadarinya,

Seorang gadis berdiri di depannya.

Dia adalah gadis cantik berpakaian gaun hitam kuno.
Rambut peraknya berkibar di tengah-tengah badai itu saat dia mengangkat keliman rok pendeknya dengan lembut.



Kulit seputih saljunya menarik perhatian bahkan di malam hari, dia memiliki bibir yang lembab, merah dan indah, dan mata menyalanya seperti batu permata emas, memantulkan pemandangan itu.

Setelah badai itu mereda, gadis itu membungkuk pada Naoto dengan elegan, dan berkata,

“Maaf sudah membuatmu menunggu, Master Naoto—selain itu, apa anda belum menyiapkan kata-kata terimakasih anda? Hamba bertanya-tanya apakah anda mengerti, tapi sudah menjadi tugas seorang master untuk melakukan sesuatu dengan cepat dan efektif sebelum hamba membuat permintaan.”

Naoto tersenyum dan mengangguk,

“Terimakasih sudah menyelamatkanku.”

“Hanya itu saja?”


“Aku senang berada di dekatmu, RyuZU. Kau adalah Automaton terbaik, RyuZU. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika kau tidak ada disini, RyuZU. Seperti yang kuharapkan darimu, RyuZU.”

“…Hamba bisa mendengar seberapa berlebihannya kata-kata anda, Master Naoto. Selera dingin dan pembawaan vulgar anda bisa dengan jelas dilihat semuanya, dan walaupun kata-kata anda hanyalah retorik kotor—tidak ada pilihan. Hamba akan menerimanya dengan enggan.”

“Kau benar-benar seorang tsundere, RyuZU.”

Momen selanjutnya, Naoto dibanting ke arah beton oleh pukulan RyuZU.

Dan sambil melirik pemandangan ini, Halter bertanya,

“Ngomong-ngomong, Missy, aku ingat kalau rencana aslinya adalah memberimu tugas untuk membawa kembali Milady. Apa yang terjadi pada Milady?”

“Aku meninggalkannya.”

“Meninggalkan…?”

“Musuh menyerang 2 menit dan 37 detik lebih awal dari perkiraan, jadi aku memajukan rencananya dan memastikan keselamatan Master Naoto terlebih dahulu. Akan menyulitkan kalau aku harus menyelamatkannya setelah dia tertangkap.”

"Terimakasih banyak untuk hal itu, tapi bagaimana dengan Tuan Putri?”

“Tidak ada masalah.”

—Dan kemudian,

RyuZU melangkah mundur.

Suara senapan berat terdengar, dan sebuah peluru melewati tempat dimana RyuZU sedang berdiri tadi.

Penembaknya—adalah seorang gadis muda berkulit putih yang sedang berdiri di atap, di depan tangga darurat.
Marie Bell Breguet.

“…Itu berbahaya, Tuan Putri.”

“Halter.”

Gadis itu dengan cepat mendekat seakan-akan dia menyambut Halter, yang mana sedang berkeringat dingin.

Jika dia tersenyum berseri-seri dan berjalan di jalanan, pria yang tak terhitung jumlahnya pasti akan tergila-gila padanya. Wajah mungilnya, batang hidungnya yang panjang dan rambut pirangnya yang terkipas-kipas serasi dengan tingkah tinggi hatinya.

Tapi mata hijau zamrudnya dibakar amarah.

“Pergi tangkap benda kuno disana. Aku harus membongkarnya dan membuat struktur sifatnya hari ini.

Halter mengangkat bahunya dan menghela napas,

“Tolong jangan menyuruhku melakukan hal yang sangat tidak mungkin, Milady. Bagaimana anda berharap saya dapat melakukan hal itu?”

“Bagaimana lagi kau akan menunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya? Pergi tangkap benda kuno itu dengan ketrampilan bertarung jarak dekat gaya angkatan lautmu atau semacamnya—tidak masalah kalau kau merusaknya.

“Aku memang bagian dari angkatan bersenjata. Lagipula, apa yang terjadi?”

Marie tidak menjawab saat dia mengayunkan pedang senapan kecilnya—Coil Spear di tangan kanannya ke tanah, mengubahnya menjadi bentuk pedang.

“BENDA KUNO SIALAN INI—MENINGGALKANKU DAN KABUR TEPAT DISAAT KAMI DIKEPUNG OLEH AUTOMATON PENJAGA KEAMANAN!”

Marie meraung dengan sekuat tenaga sambil mengayunkan pedangnya ke arah RyuZU.

Ayunan tajam Marie, digabungkan dengan momentum dari tubuh atasnya, sayangnya dihindari oleh RyuZU dengan mudah saat RyuZU meloncat ringan untuk menghindari serangan itu.

“Ya ampun, lapisan luarnya sudah memudar.

“BERISIK!”

“Kalau itu adalah Nona Marie, yang selalu mendeklarasikan diri sebagai seorang gadis jenius yang bisa melakukan segalanya, Automaton rendahan seperti itu harusnya tidak menjadi masalah, walaupun jumlahnya 10 atau 20, saya benar kan?”

“BAGAIMANA  MUNGKIN HAL ITU BISA TERJADI!? AKU HAMPIR BERPIKIR KALAU AKU AKAN MATI TADI!!”

“Begitu, ya—”

Mata RyuZU terbuka lebar karena terkjeut.

“…Saya minta maaf. Walaupun saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk meremehkan Nona Marie sebanyak yang saya bisa. Saya tidak pernah mengira kalau anda adalah lalat kecil sesempurna itu…tolong izinkan saya untuk menyatakan maaf yang sedalam-dalamnya.”

“…Aku akan membongkarmu! Aku pasti akan membongkarmu...!”

Coil Spear Marie berubah bentuk, dan tepat saat dia hampir menghunuskan pedangnya.
“Diamlah—”

Naoto yang masih terkapar di lantai beton, bergumam dengan suara kecil.

Ketiganya bereaksi karena mendengar suara itu,  menghentikan tindakan mereka, dan memalingkan pandangan mereka ke arah Naoto.

Naoto meletakkan telinganya di permukaan beton, dan berkata,

Orang-orang itu—sedang menuju “Biro Aktivasi”, seperti yang kita rencanakan.”

Jauh, sangat jauh sekali—

Dia hanya menajamkan pendengarannya,

Dan bisa mendengar langkah kaki yang datang dengan sempurna—dari bawah tanah 5387m di bawah mereka.

“3021 Automaton, dan 1765 tentara.

“…Kurasa pasukan yang bisa mereka kirimkan hanya sebanyak itu.”

Halter menggaruk kepalanya, dan tersenyum pada kesempatan ini.

Marie menyimpan Coil Spear-nya, dan berkata,

“Tapi lokasi kita sudah dikonfirmasi, kan?”

“Dari yang bisa kudengar disini, ada 7 helikopter yang datang—tapi bukan helikopter siluman. Mereka adalah helikopter penyerang dengan Gatling sungguhan—tanpa Automaton di dalamnya.”

“Mereka adalah helikopter besenjata berat yang dimiliki Jepang dan bisa dimobilisasi…PTK-A74, ya?”

RyuZU bertanya,

“Apa mereka cukup berbahaya?”

“Itu adalah helikopter penyerang independen dan tak berawak dengan 2 Meriam Resonansi…secara sederhana, 7 helikopter itu dapat memborbardir hangus area ini tanpa perlu mengisi kembali.

“Baiklah, ayo pergi. Hei, Naoto, berapa banyak waktu yang kita punya?”

Halter bertanya.

Naoto dengan cepat berdiri.

“Mereka akan tiba dalam—372 detik lagi.”

“Ayo mundur sebelum kita bertemu musuh lagi. Aku akan membawa barang-barangnya.”

RyuZU menumpukkan peralatan Naoto dan mengangkatnya dengan mudah.

Naoto Miura, 16 tahun, Laki-laki, Orang Jepang.

Seorang siswa SMA yang sangat normal—tapi dia, yang telah menjadi teroris terburuk dalam sejarah, memiliki talenta unik.

Talentanya adalah—

Naoto melepaskan kabel yang tidak diperlukan dari headphonenya, dan memakai headphone-nya lagi.

Dia kemudian menyalakan Pengontrol Kebisingannya.

…Ahh.

Dia mengambil napas dalam-dalam.

…Akhirnya tenang juga.

Setelah melihat Naoto seperti itu, Marie bertanya dengan lembut,

“Hei, Naoto, apa kau baik-baik saja?”

“…Hm, sedikit.”

“Kau merasakan beban yang berat karena hal itu, ya…”

“Tidak. Ini kesalahanku…maaf.”

Kemudian. Naoto mengangkat jempolnya ke arah belakang.

“Sepertinya ada rumah pelac*ran di gedung sebelah sana.”

“………………………………Hah??”

“Mereka selalu—membicarakan hal yang tidak penting dan disana, membuat keributan tanpa melihat keada-”

Sebelum Naoto menyelesaikan kalimatnya, dia dipukul oleh Marie yang memerah tepat di dagunya.



Kemampuan uniknya.

“Pendengaran yang Luar Biasa.”

Dia dapat mendengar semuanya dengan akurat.

Baik itu adalah kejadian yang terjadi di gedung yang jauh.

Baik itu adalah ribuan langkah kaki yang datang dari jarak 5 kilometer lebih.

Ataupun suara gear yang saling menggigit satu sama lain.

Dalam dunia yang dibangun ulang sepenuhnya oleh gear, kemampuan itu adalah—



Halter memandang ke arah Marie, yang sedang menginjak bagian belakang kepala Naoto tanpa suara, selagi yang dibelakangnya terjatuh.

“Lupakan saja, Milady. Otak itu akan mempengaruhi masa depan dunia ini.”

“Jalan dunia ini sudah terlalu gila.”

“…Yah, bagaimana aku mengatakannya, mungkin kata-kata itu terdengar tidak mungkin datang darimu”

Halter kemudian menatap ke arah Naoto, yang sedang mengerang di bawah kaki Marie, dan menghela napas.

“Ayo cepat. Bukan waktunya untuk bermain-main.”

“…Ah, jangan khawatir, Halter.”

Naoto berkata seperti itu saat mencoba berdiri, membersihkan debu di pakaiannya, dan mengatur headphonenya.

“Selama kita bekerjasama, sebuah metropolis dengan populasi 40 juta orang ini akan ada di tangan kita.”

“…Akan menyenangkan kalau itu terjadi.”

Pria separuh baya itu, yang memiliki sifat mudah khawatir yang tidak cocok dengan fisiknya, menggaruk kepalanya sambil berkata seperti itu.



Kelompok Naoto berlari menuruni tangga yang berada di belakang pintu darurat, dan keluar dari gedung itu dengan selamat.

Mereka melewati helikopter yang meledak saat mendarat, dan berlari menuju bundaran di depan stasiun.

Monitor besar di depan stasiun sedang menayangkan siaran darurat. Melaporkan serangan teroris yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan jelas.

Murid SMA, Naoto Miura.

Teknisi jam yang jenius, Marie Bell Breguet.

Mantan prajurit bodyguard, Vainney Halter.

Dan—Automaton misterius, RyuZU.

Mereka memiliki kewarganegaraan dan umur yang berbeda, dan salah satu diantara mereka bukanlah manusia.

Pertemuan seperti apa yang dialami oleh geng ini, yang mana tidak memiliki kesamaan diantara mereka, apakah sebuah kebetulan belaka?

Mengapa mereka berakhir menjadi teroris paling berbahaya dalam sejarah?

Motif di balik tindakan ini.

Cita-cita tak terbatas dan hasrat arogan.

Terus menyelimuti gear-gear yang saling bertautan, menutup misteri tersembunyi dunia ini.

Benar, ini semua dimulai dari satu bulan yang lalu—

Clockwork Planet Jilid 1 Prolog Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.