23 Agustus 2015

1/2 Prince Jilid 1 Bab Ekstra LN Bahasa Indonesia


Yu Lian VS Ugly Wolf
“Wolf-dàgē, menurutmu waktu perapalan mantera barusan sudah oke? Apa ada hal lain yang harus ditingkatkan?” Yu Lian bertanya malu-malu.
“Tidak juga, kurasa itu sudah sangat bagus. Waktu, arah, dan kekuatan sihirnya semuanya sempurna,” jawab Ugly Wolf dengan senyum lembut.
“Benarkah?”
Ya, itu sangat bagus, tapi kurasa dia bisa melakukan yang lebih baik jika dia tidak berhenti untuk meminta pendapat Wolf-dàgē – dan berakhir dengan bercakap-cakap selama sepuluh menit – setiap kali dia selesai melancarkan mantera, pikirku jengkel. Aku melanjutkan menghadapi monster demi monster, bahkan sambil memutar mataku untuk kesekian kalinya pada pasangan itu, yang ngobrol dengan senangnya.
“Ini sudah cukup lama dan mereka masih berada di dunia kecil pribadi mereka, dan mereka bahkan tidak memberi perhatian pada kita. Kelakuan mereka…akan membuatku mati karena iri,” gerutuku sambil melontarkan pandangan sedih pada mereka berdua.
“Apa yang membuatmu iri, Prince?” Lolidragon menegur sengit. “Kau harusnya menyadari bahwa kau sudah mempunyai seorang super-ultra cantik di sisimu, salah satu wanita paling cantik di dunia—“ dia menunjuk dirinya sendiri. “—Juga ada super-ultra tampan, yang sepertinya tidak ada saingannya di semesta ini,” tambahnya, menunjuk pada Gui. “Ditambah, jika kau bosan, kau selalu bisa mengagumi penampilanmu yang tampan tiada bandingannya…” Lolidragon bergumam sambil mendesah.
Baik! Coba lihat: Jadi aku bisa baik menjadi seorang lesbian dan jatuh cinta pada Lolidragon atau aku bisa jatuh cinta dengan Gui, yang kebetulan adalah seorang homo! Dan jika aku terlalu banyak waktu senggang, aku selalu bisa menurutkan hati dalam narsisme…
Bagus, bagus sekali! Pikirku, dengan dingin mencemooh keberuntunganku yang mengagumkan dalam memikat orang. Waaah! Begitulah kepercayaan diriku…
“Haah, aku benar-benar ingin Prince dan aku bisa seperti mereka suatu hari nanti.” Ekspresi Gui juga terlihat iri.
“Doll juga benar-benar berharap untuk bertemu seorang pangeran di atas seekor kuda putih.” Ekspresi Doll dengan jelas memperlihatkan bahwa dia sedang terhanyut dalam imajinasinya sendiri.
Kau…bisa saja membelikanku seekor kuda putih untuk ditunggangi?
“Haaah…aku sangat iri!” Kami berempat berkata serempak, mengarahkan pandangan marah pada si cantik dan si buruk rupa, yang masih terlibat dalam percakapan akrab.

Dengan sebuah senyum tipis di wajahnya, Yu Lian berjalan  menghampiri kami. Akan tetapi, begitu punggungnya menghadap Wolf-dàgē, senyumnya langsung menghilang dan alisnya berkerut. Dengan nada yang sedih, dia berkata, “Semuanya, aku ingin bertanya pada kalian tentang sesuatu… Apakah Wolf-dàgē mempunyai seseorang yang dia suka?”
“Kurasa tidak. Aku tidak pernah mendengar dia berkata tentang hal itu!” Aku ragu-ragu, berpikir bahwa sesuatu seperti itu tidak mungkin terjadi. “Apakah ada sesuatu yang terjadi yang membuatmu berpikir seperti itu?”
Pandangan Yu-lian penuh dengan rasa tertekan. Air mata muncul di matanya, membuat kami berempat panik. “Lalu kenapa Wolf-dàgē tidak merespon, tidak peduli berapa kali aku memberi tanda bahwa aku menyukainya.”
“Um… Apa kau mengatakannya sejelas mungkin?” Lolidragon bertanya dengan hati-hati.
“Aku sudah mengatakan padanya, jika orang sehebat dia menginginkan seorang istri, aku pasti akan menikahinya…Apakah itu tidak cukup jelas?” Yu Lian bertanya dengan cemas.
Lolidragon memberinya tatapan tak berdaya. “Untuk sebagian besar orang, itu sudah cukup jelas, tapi Odd Squad memiliki dua anggota yang sangat lamban berkaitan tentang perasaan dan salah satunya adalah Wolf-gē.”
“Siapa yang lain?” tanyaku, penasaran. Itu Doll, kan?
Ehem, itu tidak penting. Yang terpenting saat ini adalah kita harus menolong Yu Lian dan Wolf-gē. Bagaimanapun, ini bukan hal yang biasanya terjadi ketika seorang gadis cantik seperti ini jatuh cinta pada Wolf-gē. Bagaimana mungkin kita hanya  berdiam diri dan melihat ketika ketidaktahuan Wolf-gē yang mungkin akan mempertaruhkan cintanya seumur hidup?” Lolidragon berkata dengan sopan. “Nah teman-teman, kita akan membantu mereka?”
“Ya!” kami berseru dengan semangat.
“Ya untuk apa?” suara Wolf-dàgē tiba-tiba datang dari belakang.
Kami berbalik dengan perlahan, senyum tak bersalah tersungging di wajah kami.
“Ya untuk berlatih keras, Wolf-dàgē.” Senyumanku begitu becahaya dan alamiah.
“Ya, ayo semuanya berusaha keras!” Wajah Wolf-dàgē tersenyum jelek. Yu lian memandanginya, mabuk dengan kebahagiaan dalam tatapannya.
Kami berdiri berbaris, menunggu Wolf-dàgē dan Yu Lian untuk pergi, sibuk berdiskusi tentang sihir. Begitu mereka di luar jarak dengar, kami mulai berunding di antara kami sendiri…
“Bagaimana kita membantu mereka?” tanyaku.
“Tulis surat pernyataan cinta atas nama Yu Lian,” saran Gui.
“Siapkan makan malam romantis dengan diterangi lilin untuk Wolf-dàgē dan Yu Lian-jiějie,” Doll mengusulkan.
“Masukkan Viagra (perangsang…) ke dalam minuman Wolf-dàgē,” kata Lolidragon. Ketika kami bertiga memelototinya, dia berkata dengan tenang, “Itu jauh lebih langsung dan sederhana. Kita hanya akan menggunakannya sebagai jalan terakhir.”
Misi “Bantu Yu Lian untuk Menangkap Seorang Suami” : Dimulai!
Gui segera mulai menulis surat pernyataan. Sedangkan Doll dan Lolidragon… Setelah mengacaukan lima hidangan yang telah kucoba siapkan, mereka diantar keluar dari dapur di bawah tatapan membunuhku dan ancaman Black Dao-ku. Setelah itu, mereka sibuk menyibukkan diri mereka dengan menata meja sebagai gantinya.

Gui bergegas dengan semangat menuju Wolf-dàgē, surat yang selesai di tangannya. Kami yang tersisa mengikutinya dan dengan sembunyi-sembunyi mengawasi dari belakang. “Wolf-dàgē, aku menemukan surat ini di atas tanah di perjalananku ke sini dan ini dialamatkan kepadamu!”
“Benarkah?” ujar Wolf-dàgē, sebuah ekspresi ragu-ragu ada di wajahnya ketika dia mengambil surat tersebut dari Gui, dan mulai membaca isinya dengan bersuara keras. “Hujan yang hangat turun; hembusan angin yang lembut menghancurkan dingin yang membeku. Mata pohon willow dan pipi pohon prem – di sini musim semi, muncul. Namun siapa di sini yang berbagi secangkir arak atau membincangkan puisi denganku? Air mata meluruhhkan bedak saat hiasan rambut berbentuk bunga di kepalaku menjadi berat. Pakaian dengan benang emas, aku mencobanya; jurang di bantalku, menghancurkan tatanan rambutku. Sendiri, hanya dengan kesedihan yang sangat untuk ditemani, tanpa mimpi yang indah; aku menyalakan sebuah lampu berbentuk bunga dalam keheningan malam. Yu Lian…
Wajah kami bertiga memucat seperti abu. Aku segera menangkap Gui dan menyeretnya mundur. “Apa yang telah kautulis di surat itu?” desakku.
“”Bunga dari Kupu-kupu Cinta”-nya Li Qing Zhao. Itu adalah puisi yang sangat menyentuh,” jawab Gui dengan nada terharu. Dia bahkan mengusap air mata dari sudut matanya. “Aku yakin bahwa setelah membaca puisi itu, Wolf-dàgē pasti akan mengerti hati Yu Lian.”
Benarkah? Aku melihat ke arah Wolf-dàgē dengan ekspresi ragu-ragu. Akankah dia mengerti?
Lalu kemudian, Wolf-dàgē memberi isyarat padaku untuk mendekati.
“Prince, apakah kau mengerti apa yang dimaksudkannya?” Wolf-dàgē bertanya dengan lembut, malu.
“Aku tahu! Itu artinya aku akan memberinya pelajaran,” jawabku sambil meregangkan leherku untuk melemaskan otot-ototku dan mengepalkan tinjuku erat-erat, mengkeretakkan tinjuku.

Aku meletakkan hidangan terakhir di atas meja dan melihat lilin-lilin, bunga-bunga segar, taplak meja yang putih, piring putih, dan mangkuk-mangkuk yang berisi masakan yang dimasak dengan usaha yang sungguh-sungguh, begitu pula dengan langit yang bertabur bintang-bintang. Ah, romantisnya! Tidak sia-sia aku menyuruh Lolidragon untuk ‘meminjam’ barang-barang tersebut dari restoran sekitar…
Dengan cepat, Doll, Gui, Lolidragon, dan aku menyembunyikan diri di semak-semak dekat candle-lit dinner dan menunggu. Setelah menerima catatan kami, Wolf-dàgē dan Yu Lian akan datang kemari dan kemudian menikmati candlelight dinner romantis ini… Hehe! Dengan begitu, perasaan mereka pasti akan berkembang!
“Prince, sedang apa kalian semua? Kenapa kau meninggalkan sebuah catatan bukannya menggunakan team channel?” suara curiga Wolf-dàgē datang dari team channel. Panik, kami berempat mulai menyalahkan, mengutuk dalam hati: Online game bodoh, kenapa harus ada team channel!
“Teman-teman, jangan membuat suara di team channel,” Lolidragon berkata pada kami. “Ketika Wolf-dàgē tidak mendapat balasan dari kita, dia pasti akan datang kemari dengan Yu Lian.” Kami mengangguk.
“Sudahlah. Aku tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Yu Lian, kau lapar? Ayo pergi makan di kota sebelum kita mencari mereka,” Ugly Wolf berkata lewat team channel pada Yu Lian, yang ada di sebelahnya.
Aku duduk dengan muram di meja, menonton sajian yang susah payah kubuat diganyang oleh tiga orang rakus. Waaah! Aku memasak itu semua untuk Wolf-dàgē dan Yu Lian, jadi bisakah kalian tidak melahapnya semua dengan tanpa penghayatan?!
“Hmph, sudah kubilang bahwa metode kalian tidak bagus. Apa pentingnya bersikap begitu berhati-hati?” Lolidragon menelan sesuap penuh kaki angsa terakhir yang dia renggut dari yang lain sebelum dia melanjutkan pidatonya pada kami. “Menggunakan Viagra lebih sederhana dan cepat. Begitu tindakan dilakukan, semuanya akan baik-baik saja. Lagipula, kita semua tahu bahwa Wolf-dàgē bukan tipe laki-laki yang akan menolak bertanggung jawab untuk perbuatannya!”
“Mau bagaimana lagi, kurasa. Karena semua rencana kita yang lain gagal, kelihatannya kita tidak punya pilihan lain.” Aku berdiri, menguatkan tekadku. “Lolidragon, katakan padaku di mana mereka yang menjual Viagra. Aku akan pergi dan membeli beberapa.”
“Uhh… Kenapa tidak kau cek dan lihat mungkin saja Watson’s menjualnya?” jawab Lolidragon, ekspresinya ragu-ragu.
“Aku ragu mereka menjualnya… Di samping itu, sejak kapan Watson’s membuka toko di Second Life?” tanya Gui, melihat Lolidragon dengan curiga.
Aku memberikan Lolidragon sebuah jitakan ganas di kepalanya.
“Sekumpulan ide yang menyedihkan! Gah, kalian semua tidak berguna! Kelihatannya kita harus menyelesaikannya dengan cara ini,” kataku. Aku menatap tinjuku dengan kilatan jahat di mataku.
Benar-benar jengkel, aku segera bergegas ke kota dan membeli sebuah pentungan, seuntai rantai, sebuah pisau kecil, sebotol krim rambut, dan sebuah sangkar burung yang berisi seekor burung dara putih. Lalu aku pergi mencari Yu Lian dan Wolf-dàgē.
Begitu menemukan mereka, aku mengendap-endap diam-diam di belakang Wolf-dàgē dengan pentungan di tangan. Yu Lian memperhatika dengan mata selebar tatakan cangkir ketika aku membuat Wolf-dàgē tidak sadarkan diri dengan sebuah serangan ke kepalanya. Saat semuanya menonton dengan mematung, aku – seorang elf ramping – mengikat seorang wolf yang secara fisik mengesankan dengan tinggi dua meter itu dengan rantai dan menyeretnya menjauh!
“Lolidragon, Doll, kalian bawa Yu Lian untuk membeli gaun pengantin dan rias dia. Kita akan bertemu di gereja dalam satu jam. Gui, ikut denganku.”
“Baik, Pak,” jawab mereka serempak.
Aku mengeluarkan pisau kecil tersebut dan krim rambut, memberikannya pada Gui sambil berkata, “Buat Wolf-dàgē terlihat lebih rapi dan seperti pria gentleman yang pantas. Dia akan menikah dalam sejam.”
“Pria gentleman yang pantas?” Gui melihat pada wajah serigala Wolf-gē. “Aku takut itu…mustahil!”
“…Gentlewolf yang pantas, kalau begitu.”
Dengan wolfman setinggi dua meter bergantung di bahuku, aku berjalan menuju gereja, mengabaikan ekspresi terkejut di wajah-wajah orang yang lewat. Dengan cara yang kasar ini, Gui dan aku berdiri menunggu sang pengantin cantik di depan pintu masuk gereja, Yu Lian.
Seperti yang kuperkirakan, mereka belum datang bahkan setelah satu setengah jam, dan aku pun mengubah ke team channel dan memberitahukan peringatan akhir. “Nona-nona, kuberi kalian sepuluh menit lagi. Setelah itu, aku akan melelang wolf jantan di bahuku ini.” Lalu, aku bisa mendengar suara mereka yang panik.
“Aku di sini, jangan jual wolf-ku!” Yu Lian datang dengan berlari, mengenakan gaun pengantin seputih salju, wajahnya terlihat gugup.
Melihat semuanya sudah siap, aku melemparkan Wolf-dàgē ke atas lantai. Seperti yang diperkirakan, kesadaran Wolf-dàgē telah kembali. Dengan nada galak, aku menggeram, “Yu Lian ingin menikahimu. Apakah kau akan menerimanya sebagai istrimu atau tidak?”
Ugly Wolf memandang Yu Lian dengan keheranan, sementara Yu Lian menurunkan kepalanya malu-malu. dengan suara pelan, dia berkata, “Apakah kau benar-benar ingin menikah denganku? Aku hanyalah seorang priest, dan tidak mungkin bisa melindungimu dari monster-monster. Aku adalah seorang wolf yang jelek, tanpa ketampanan yang bisa dibanggakan. Aku juga bukanlah seorang yang kaya dan tidak bisa menyediakanmu equipment. Mengetahui semuanya itu, apa kau benar-benar ingin menikah denganku?”
Dengan wajah yang bersinar dengan kelembutan dan kepastian, Yu Lian membalas, “Kau adalah seorang priest, jadi kau berdiri di sisiku dan menolong teman-teman kita denganku. Kau mungkin tidak memiliki ketampanan, tapi kebaikan hatimu lebih berharga daripada itu. Kau tidak kaya, tapi kau memiliki hati yang hangat dan sangat menghargai teman-temanmu. Untukku, kau sempurna tiada bandingannya.” Yu Lian menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Ya, aku ingin menikah denganmu.”
Doll mengeluarkan secarik sapu tangan dan menyeka air matanya. “Ini sangat mengharukan; Doll akan menangis.”
Lolidragon dan aku sudah sejak lama saling berangkulan dan menangis. Dan Gui? Orang itu yang tadinya mencoba terang-terangan untuk memelukku telah ditendang jauh sampai ke jalan sebelah.
Wajah Wolf-dàgē merah padam. “Yu Lian…”
Aku melihat dengan tidak sabar pada kedua orang yang merah padam tak keruan tanpa kata-kata tersebut. Lalu aku menangkap Yu Lian dengan lengan kananku dan Wolf-dàgē dengan lengan kiriku (adalah hal yang bagus mempunyai banyak strength! Jika kau bosan, kau bisa menyeret orang ke altar…) dan menendang pintu gereja hingga terbuka. Dengan satu orang di setiap lengan, aku berjalan menuju pastur dan berkata, “ Pastur! Pernikahan!” Dengan perkataan itu, aku melempar mereka berdua ke lantai.
Sang pastur mulai membawakan kalimat-kalimat yang biasa untuk upacara pernikahan. (Maafkan aku, aku sedang sibuk menyiapkan burung daranya, karena aku telah merencanakan untuk melepaskannya nanti, jadi aku tidak memperhatikan apa yang pastur tersebut katakan.) Yang kudengar hanyalah beberapa kalimat terakhir: “…Lalu, Yu Lian, apakah kau bersedia mengambil pria ini, Ugly Wolf, untuk menjadi suamimu, untuk menghibur jiwanya di saat kesusahan, untuk merawatnya di saat sakit, untuk berada di sisinya sejak hari ini dan selanjutnya, dan tidak pernah meninggalkan atau mengabaikan dia?”
Yu Lian melihat ke Ugly Wolf dengan singkat dan dengan suara mantap menjawab, “Ya, saya bersedia.”
“Ugly Wolf, apakah kau juga bersedia mengambil wanita ini, Yu Lian, untuk menjadi istrimu, untuk menghibur jiwanya di saat kesusahan, untuk merawatnya di saat sakit, untuk berada di sisinya sejak hari ini dan selanjutnya, dan tidak pernah meninggalkan atau mengabaikan dia?”
“Ya, saya bersedia,” Ugly Wolf berkata tanpa ragu-ragu.
Wooooo! Lepaskan burung daranya, lepaskan burung daranya! Dengan sorak-sorai kebahagiaan, aku melepaskan burung dara tersebut – sebuah lambang kebahagiaan – dan berseru, “Tiga sorakan untuk Yu Lian-dàsăo!”

[½ Prince Volume 1 Extra Chapter End]

Footnotes
“Bunga dari Kupu-kupu Cinta” Li Qing Zhao: Kalimat yang Gui tuliskan di surat sebenarnya adalah kalimat dari sebuah puisi oleh penyair terkenal di sejarah Cina (sekitar 1084-1155 M). Puisi tersebut ditulis dalam bentuk “wén yán wén”, sebuah gaya menulis yang sering digunakan dalam puisi dan bahkan dalam tulis-menulis umumnya di masa lalu. Setiap kalimat dari puisinya sebenarnya sarat dengan makna, tapi ini hampir seperti membaca sebuah puisi yang hanya ada kata benda dan kata sifat di dalamnya karena penyingkatakan dari banyak kata menjadi hanya beberapa kata. Karena itulah kenapa Wolf (dan yang lainnya, kecuali Gui) sama sekali kebingungan setelah membaca puisi tersebut – karena hanya sedikit orang-orang masa kini yang tahu bagaimana membaca tulisan dalam gaya “wén yán wén”.
Isi dari puisi ini adalah seorang wanita, yang menunggu di tepi jendela, mengagumi pemandangan di luar saat musim semi tiba. Pohon willow dan bunga prem mengingatkannya akan mata dan pipi, dan dia terkenang pula akan saat-saat bahagia di awal pernikahannya. Melihat pemandangan yang indah, perasaannya bangkit – perasaan sedih yang dalam. Suaminya sedang pergi, dan dia mengingat saat suaminya masih berada di sisinya, dan merindukan kepulangannya.
Kesedihannya menguasainya; air matanya merusakkan riasannya dan bahkan jepit rambut di kepalanya terasa berat. Karena itu, dia tinggal di dalam rumah daripada pergi keluar rumah, walaupun dia sudah mencoba pakaian baru untuk musim semi. Dia berbaring di ranjangnya (dengan begitu bantalnya menjadi cekung – yang dimaksudkan dengan ‘jurang’) dan merusakkan tatanan rambutnya. Dia mencoba mencari ketenangan dalam mimpi, tapi dia bahkan tidak memasuki alam mimpi. Akhirnya, malam pun tiba, dan dalam keheningan dia menyalakan lampu untuk mengurangi kesepiannya.
Watson’s: Toko serba ada yang terkenal. Di toko ini dijual shampoo, cemilan, alat rias, dan bahkan obat-obatan.

1/2 Prince Jilid 1 Bab Ekstra LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.