Sabtu, 01 Agustus 2015

1/2 Prince Jilid 1 Bab 6 Bahasa Indonesia

Seorang Mage Normal?

Sekembalinya ke Star City, aku langsung menuju penginapan dimana timku sepakat untuk berkumpul. Begitu aku memasukinya, aku mendapati suasana yang amat sangat suram. Anggota lain dari Odd Squad sedang duduk mengelilingi sebuah meja bundar dan mereka semua memasang ekspresi kaku yang mengesankan mereka dalam keadaan mendidih dalam hati.
Begitu mereka melihatku tiba, semuanya memberiku anggukan singkat, dan Wolf-dàgē memberi tanda padaku untuk duduk. Aku segera menarik sebuah kursi, tidak berani bertingkah macam-macam.
“Semuanya, bagaimana menurut kalian tentang surat tantangan yang dikirim pada kita oleh Dark Emperor?” kata Wolf-dàgē, pertama-tama menanyakan pendapat anggota tim mengenai masalah tersebut.
“…?” Kebingungan tertulis jelas di wajahku. Surat tantangan apa?
“Prince baru saja kembali. Jadi dia masih belum tahu apa yang terjadi, ‘kan?” Lolidragon menyadari kebingunganku dan menjelaskan secara cepat. “Kami baru saja bertemu dengan empat anggota Dark Emperor di rebirth point dan mereka… Si Ming Huang lebih tepatnya benar-benar pantas untuk dilabrak dengan omongan…”
“Tidak, dengan labrakan FISIK, karena berani menyebutku mesum.”
Maksudmu kau tidak begitu? Aku bertanya diam-diam dalam kepalaku. Ekspresi dingin Gui mengejutkanku walau begitu.  Dia sebenarnya terlihat sangat keren…
“Ya, dan mereka bahwa berkata bahwa Doll seorang necromancer yang aneh…huwaaa!” ujar Doll, dengan mata berlinang.
Itu…kelihatannya yang sebenarnya juga, pikirku.
“…Kami mulai berkelahi dengan mereka lagi di rebirth point, tapi kali ini, NPC penjaga kota bergegas datang. Kami harus berhenti dan melarikan diri,” kata Wolf-dàgē, menghantamkan tinjunya ke atas meja dalam kemarahan.
“Hmph! Jika bukan karena para penjaga, kami sudah menghabisi mereka semua hingga kembali level satu,” Gui mengepalkan tinjunya begitu erat hingga tinjunya terdengar begemeretak.
“Setelah itu, Dark Emperor mem-PM Gui, mengiriminya sebuah surat tantangan. Mereka menentukan tanggal untuk berhadapan pada Adventurer’s Tournament bulan depan.” Begitu selesai bicara, Lolidragon juga menghantam meja beberapa kali dengan tinjunya.
Sepertinya sementara Wicked dan aku tidak ada, konflik antara kedua tim kami semakin memanas! Seperti yang Wicked katakan – kami telah menjadi musuh bebuyutan. Hah! Ini semua salah kata “cewek”…(Ini bukan salahKU!)
Aku berpikir membagikan apa yang Wicked katakan padaku tadi. Apa akan membantu mengurangi permusuhan terhadap Dark Emperor? Aku penasaran. Lagipula, ini semua kesalahpahaman…
Hah! Semua kerja keras yang kita lakukan dalam menghadapi naga-naga itu jadi sia-sia sekarang – kita bahkan tidak berhasil mendapatakan XX naga! Pertempuran tadi setidaknya menghabiskan lima puluh koin gold,” Wolf-dàgē menyesali, menghela nafas berat. Dia berpikir, mempertimbangkan setelah semua orang bertarung begitu berat hingga mati-matian, sesuatu seperti ini malah terjadi dan hanya menyisakan paling banyak setengah dari hasil seluruhnya….
XX nagaku…Kita tidak berhasil mengumpulkannya? Pikirku. Pikiranku kosong selama tiga detik. Kemudian, aku bangkit berdiri. Dengan dua suara debum keras, aku membuat dua lubang di meja dengan tinjuku.
DAAARK EMPEROOOOOR, SEKALIPUN ITU BERARTI MEMBUNUHKU, AKAN KUHANCURKAN KALIAN SEMUA!” raungku, murka.
“…Baiklah kalau begitu, kita akan menerima tantangan mereka dan berlatih ekstra keras bulan ini. Dengan begitu, pada Adventurer’s Tournament bulan depan, mereka akan dapat melihat dengan mata kepala mereka sendiri seberapa kuat kita – Odd Squad – yang sebenarnya,” sahut Wolf-dàgē.
“Apa itu Adventurer’s Tournament?” tanyaku, melihat Lolidragon dengan tidak paham.
Seperti biasa, Lolidragon memutar matanya dan mulai menjelaskan. “Dua kali setahun, Second Life akan mengadakan Adventurer’s Tournament. Lewat pertarungan PVP, tim yang paling hebat akan muncul. Setiap tim harus memiliki enam anggota dan hadiahnya adalah sebuah lahan.”
“Kita tidak hanya harus mengalahkan Dark Emperor, kita juga harus muncul sebagai pemenang. Maka seluruh Second Life akan tahu siapa itu Odd Squad,” Wolf-dàgē menambahkan dengan suara berwibawa.
“Prince, apa kau masih ingat janji kita? Kita akan menciptakan legenda!” Lolidragon mem-PMku. “Ini adalah kesempatan bagus. Selain itu, menciptakan legenda, aku tidak hanya bermaksud menjadi top player, tapi…”
“Aku tahu. Lagipula, jika hanya menjadi top player, maka aku tidak mengambil metode latihan saat ini, Lolidragon, aku tidak lagi ingin hanya menciptakan legenda dari “Prince” saja. Aku ingin berusaha bersama setiap anggot Odd Squad dan bersama menciptakan legenda,” kataku, meyakinkannya dengan tatapan pasti.
“Benar!” Lolidragon membalas dengan senyuman.
“Ayo berusaha semuanya, ciptakan legenda kita sendiri di Secon Life.” Kataku sambil mengulurkan tangan kananku.
Lolidragon dengan segera meletakkan tangan kanannya di atas tanganku. Kemudian Wolf-dàgē mengulurkan tapak kanannya yang besar, yang diikuti tangan kecil Doll, dan tangan Gui yang panjdang dan ramping.
“Ciptakan legenda!” seru kami.
Tidak lama kemudian, Doll tiba-tiba mengangkat tangan kecilnya. Menghitung jarinya, dia berkata, “Prince-gēge satu, Lolidragon-jiějie dua, Wolf-dàgē tiga, Gui-gēge empat, dan Doll yang terakhir. Semuanya lima! Kurasa tim kita kita tidak cukup untuk ikut serta dalam kompetisi itu.”
…!
“Ayo temukan seorang mage!” Wolf-dàgē menyarankan. “Jika bukan karena mage Dark Emperor, Ming Huang, kita seharusnya menang mutlak melawan mereka tadi. Sayangnya, Wrath of Nine Heaven-nya menghajar kita semua habis-habisan. Karena itu, aku sangat menyarankan supaya kita semua menemukan seorang mage.”
“Setuju!” Semuanya menyetujui ide tersebut, tapi aku berpikir kelam,  Kali terakhir kami mencari seorang mage, kami menemukan seorang necromancer seperti Doll. Lalu, saat kami mencari seorang archer, kami mendapatkan Gui, si bard… Kali ini, apa yang akan kami dapatkan dari pencarian mage? Kombinasi aneh class/race apa yang belum kami punya?
“Ayo mencari di Adventurers’ Guild kalau begitu?” Gui menyarankan.
“Ditolak!” Empat anggota lainnya menolak bersamaan.
Gui mengetukkan hidungnya dengan jarinya. “Lalu, bagaimana caranya kita menemukannya?”
“Hmm…” Semuanya kelihatan bingung. Hanya sebulan yang tersisa, akan lebih baik untuk menemukan seorang mage secepatnya, untuk membentuk kekompakkan antar anggota.
Tepat saat anggota Odd Squad mengerutkan alisnya begitu kuat hingga dapat meremukkan seekor nyamuk…
“Permisi, tapi apakah kalian mencari seorang mage? Aku berdiri di dekat sini, jadi aku mendengarnya…” Sebuah suara lembut mencapai telinga kami.
Kami memalingkan kepala kami bersamaan dan seorang wanita muda cantik segera memasuki jarak pandang kami. Dia memerah tanpa sadar di bawah tatapan cermat kami berlima. Sedikit gagap, dia berkata, “Um… Biar kuperkenalkan diriku. Aku dipanggil Yu Lian dan aku adalah seorang human mage. Elemen utamaku adalah api, elemen keduaku adalah tanah…dan aku level tiga puluh delapan.”
Kami semua terpana. Seorang human mage? Class dan race yang umum? Itu tidak mungkin.
“Kau seorang wanita?” desak Lolidragon, tatapannya tertuju pada dada gadis itu. Yep! Dan cukup besar juga.
“Ya…”
“Kau suka laki-laki?” tanyaku tegang.
“…Ya.”
“Kau suka cinta dan keadilan?” Doll menambahkan, wajahnya bersinar dengan cinta dan keadilan.
“…?”
“Kau tidak diijinkan untuk merampas Prince-ku yang tampan dan mulia dariku!” Gui berseru, ekspresinya cemas. Sebuah tendangan melayang dariku mengirimnya terbang keluar dari pintu. Kukira dia akan jadi keren, tapi kelihatannya kepribadiannya yang brengsek sama sekali tidak berubah sedikit pun.”
“Kenapa kau mau bergabung dengan kami?” Wolf-dàgē bertanya dengan nada bicara yang amat serius.
Ekspresi Yu Lian menampilkan kekagumannya. Dia membalas, “Setelah mendengar percakapan kalian, aku sangat iri dengan kekompakkan kalian dan berharap dapat menjadi bagian dari tim kalian.”
Untuk alasan normal seperti itu? Anggota-anggota Odd Squad keheranan, Mungkinkah…?
“Apakah kita…menemukan seorang rekan…yang normal?” tanyaku, tergagap.
“Mantera apa yang kau tahu?” Wolf-dàgē bertanya dengan cara bijak, tidak terbawa suasana begitu saja.
“Aku thu Flame Arrow, Fireball, Pillar of Fire, Wall of Flames, Flame Surge, dan Meteor Shower. Aku tidak tahu terlalu banyak mantera tanah, hanya Jaws of Hell, Earthquake, dan Armor of Earth.”
Wolf-dàgē dengan segera berdiri. “Senang bertemu denganmu, Nona Yu Lian. Kami Odd Squad, dengan lima anggota, Prince, warrior; Lolidragon, thief; Ugly Wolf, priest; Doll, necromancer; Guiliastes, bard – tapi panggil saja dia Gui. Kami menyambutmu ke dalam tim kami.”
Tanpa menunda, kami membawa Yu Lian ke lembah untuk latihan, dan melihat sendiri seberapa besar keuntungan dari memiliki seorang mage…

Aku melompat mundur, ketika sebuah pilar api menghanguskan seekor centaur. Aku dengan hati-hati menahan centaur tersebut dari anggota tim lainnya, untuk menghindari monster mengamuk dan menyerang mage kami, Yu Lian. Dalam waktu singkat, ada sebaris flame-seared centaur terbaring tewas di tanah. Itu semua memakan waktu tidak lebih dari lima menit bagi kami untuk mengalahkan seekor centaur, yang bahkan lebih kuat dari seekor naga kecil. Asal kau tahu, memerlukan waktu sepuluh menit bagiku untuk membunuh seekor naga kecil. Memiliki seorang mage ternyata sangat bagus!
“Pasti berat buatmu, Yu Lian,” kata Wolf-dàgē. Dia menepuk mage tersebut di punggung.
“Sama sekali tidak, inilah yang seharusnya Yu Lian lakukan bagaimanapun,” dia menjawab dengan basa-basi, bersemu merah.
“Kita akhirnya mendapatkan seorang anggota yang normal. Aku tersentuh!” Aku sangat gembira. Bagaimanapun, pada akhirnya ada seseorang yang NORMAL di Odd Squad. Bagaimana mungkin aku tidak gembira?
“Paduka yang mulia dan tampan, kau juga sangat normal.” Gui yang telah memulihkan kepribadiannya yang menyebalkan, sekali lagi memanggilku dengan semua panggilan sayang yang menjengkelkan.
“Dialah orang yang paling abnormal di antara kita semua, karena dialah satu-satunya banci di seluruh Second Life,” gumam Lolidragon diam-diam dan aku memelototinya.
“Doll juga sangat normal!” Doll berkata dengan ekspresi polos dan tidak mengerti.
…Itu sebenarnya bisa diperdebatkan.
“Tapi bagaimanapun, Prince, kau salah paham,” Lolidragon berkata padaku.
“Aku salah paham? Bagaimana?”
“Pada dasarnya, jika seseorang tidak terpengaruh oleh penampilanmu atau Gui, maka orang tersebut tidak bisa dikatakan normal!” Lolidragon membalas dengan kritis. “Aku awalnya berpikir mungkin dia bergabung karena kau atau Gui. Akan tetapi, semenjak kita meninggalkan kota, dia menghabiskan waktunya lebih banyak untuk berbicara dengan Wolf-gē daripada melihat kalian.”
Kami berempat memutar kepala kami bersamaan untuk melihat Wolf-dàgē dan Yu Lian, yang sedang mengobrol akrab.
Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, kelihatannya Yu Lian…bersemu merah? Dan sedikit malu-malu? Dan ekspresinya ketika mengobrol dengan Wolf-dàgē terlihat lebih feminin… Itu tidak benar, ‘kan?
Kami berempat saling bertatapan. Lalu, dengan ekspresi yang mengatakan bahwa dia sudah memutuskan untuk mengetahui kebenarannya, Lolidragon berderap ke sana dan menyeret Yu Lian kembali. Dengan alasan bahwa ini adalah percakapan khusus antar perempuan, dia melarang Wolf-dàgē untuk ikut mendengarkan. Dia kemudian menarik wajahku dengan tangan kananku dan wajah gui dengan tangan kirinya, dan mendorong wajah kami ke depan Yu Lian.
“Yu Lian, bagaimana pendapatmu mengenai penampilan Gui?”
“…?” Yu Lian sangat terkejut, kebingungannya terlihat jelas di wajahnya.
“Katakan saja apa yang kaupikirkan,” Lolidragon membalas dengan tegas.
“Penampilan Gui…sangat rapi!” Yu Lian ragu-ragu, seakan dia mencoba mencari kata yang tepat untuk dikatakan tanpa menyinggung siapa pun.
…Sangat rapi? Deskripsi macam apa itu?
Lolidragon kemudian bertanya, “Dan bagaimana menurutmu penampilan Prince?”
Yu Lian tersenyum dengan riang dan menepuk kepalaku. “Prince sangat menggemaskan!”
Menggemaskan… Itu adalah pertama kalinya aku mendengar seseorang menggambarkanku seperti itu. Kau menggambarkan ketampanan tak tertandingi ini – yang hampir membuatku menjadi seorang narsis – sebagai “menggemaskan”?
“Lalu apa yang kau pikirkan tentang penampilan Wolf-gē?” tanya Lolidragon, terdengar waspada.
Saat mendengar nama Wolf-gē, Yu Lian ternyata memerah dan tergagap, “Wolf-dàgē penampilannya sa-sangat unik, dan juga dewasa, dan tenang.” Berkata begitu, dia terlihat seperti terbawa dalam sebuah fantasi… “Bahkan bulunya berwarna perak indah, warna kesukaanku.”
Perak? Kami menoleh melihat pada bulu abu-abu Wolf-dàgē yang berantakan…
“…Dia adalah orang yang tertampan, yang paling jantan yang pernah kutemui,” kata Yu Lian, wajahnya dipenuhi dengan kekaguman cinta ketika dia melihat Wolf-dàgē. Dia kemudian menoleh kembali pada Gui dan aku lalu berbicara dengan nada memohon maaf. “Jangan khawatir, penampilan kalian sangat bagus. Beberapa gadis pasti akan menyukai penampilan kalian, jadi jangan menyerah!” Dia berkata menyemangati dengan suaranya yang lembut.
“Selera akan keindahan yang menakjubkan!” kataku, menyadarinya.
“Seperti yang diduga, mustahil bagi Odd Squad untuk mempunyai anggota yang normal,” Lolidragon menarik kesimpulan dengan tenang.

[½ Prince Volume 1 Chapter 6 End]

Footnote
PVP: Ini adalah singkatan dari “Player versus Player” dan digunakan untuk menjelaskan aktivitas dalam game di mana para pemain ada dalam kompetisi langsung antar pemain lainnya (Adventurer’s Tournament adalah contoh utamanya). Di sisi lain, PvE (“Player versus Environment”) berkaitan dengan kompetisi melawan monster yang dikendalikan oleh AI (Artificial Intelligence = kecerdasan buatan) atau elemen lainnya yang dibuat di dalam game itu sendiri.





1/2 Prince Jilid 1 Bab 6 Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

1 komentar:

  1. hhahaha
    kukira bakal ada yg normal eh ternyata...
    next!
    Thanks kak

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.