Sabtu, 01 Agustus 2015

1/2 Prince Jilid 1 Bab 5 LN Bahasa Indonesia


Musuh Bebuyutan
Aku menebas, aku menyayat, aku memotong sebanyak N kali. Dengan geram aku melampiaskan seluruh amarahku pada monster-monster, bahkan ketika aku sedang berpikir sendiri,Apa-apan itu! Bukan hanya Lolidragon meninggalkanku, bahkan Wolf-dàgē mengalihkan punggungnya padaku, dan Doll! Ternyata berkata tentang bagaimana lebih menyenangkannya dengan lebih banyak orang…!
Gui sialan, Gui bodoh, Gui bau! Menatapku dengan tatapan mesum seperti itu dari siang hingga malam! Punggungku seakan ada sebuah lubang yang terbakar karenanya!
Aku berbalik dan melotot garang pada si homo brengsek itu.
Cukup tidak bisa dipercaya, Gui, melihat aku berbalik dan memelototinya, ternyata mulai melambai padaku dengan antusias, dan…
Dan bahkan melemparkanku sebuah kecupan! Aku mengelak! Cepat-cepat aku berbalik dan kembali bertarung dengan para monster, untuk menghindari menerima lebih banyak lagi kiriman ciuman jarak jauh dengan maksud Gui yang dipertanyakan.
Ahh! Tuanku Yang Mulia yang tampan benar-benar malu-malu,” Gui berkata, melihat pada Prince – yang mencari lebih banyak monster untuk melampiaskan rasa frustrasinya – dengan ekspresi tergila-gila di wajahnya yang tampan.
Apa kau yakin bahwa dia MALU-MALU?! pikir yang lain.
Setelah menyelesaikan monster terakhir yang telah dipancing Lolidragon, kami berdua menerima sebuah PM dari Wolf-dàgē. Kami bergabung kembali dengan yang lain dan mendengarkan dengan seksama ketika Wolf-dàgē memberi kami pengarahan.
“Kurasa dengan kondisi tim kita saat ini – seorang priest level empat puluh, warrior level empat puluh, thief level tiga puluh sembilan, necromancer level tiga puluh tujuh, dan bard level empat puluh – kita seharusnya sudah bisa berlatih di area dengan monster yang lebih tangguh,” Wolf-dàgē berkata serius. “Aku yakin Raging Dragon’s Valley akan sangat cocok dengan tujuan kita. Di situ, kita akan dapat menemukan naga-naga kecil dengan bermacam-macam tipe serangan elemental. Di situ juga ada makhluk-makhluk buas tingkat tinggi. Monster-monster ini memiliki cukup banyak experience dan sering menjatuhkan barang langka, yang nantinya dapat meningkatkan dalam jumlah besar kekuatan tempur kita keseluruhan.
“Sebagai tambahan, Adventurers’ Guild menawarkan misi yang meminta player untuk mengumpulkan kulit naga, tulang naga, dan urat naga. Hadiahnya termasuk peningkatan reputasi, uang dan bahkan poin ekstra experience
“Tapi itu semua belum apa-apa. Hal terpenting adalah …” ekspresi Wolf-dàgē menjadi begitu serius.
“Adalah … apa?” tanya kami, dan setiap kami menelan ludah dengan gugup.
“Kudengar bahwa XX naga sangat mengagumkan…”
“Wolf-dàgē…?” aku sulit mempercayai telingaku, mendengar Wolf-dàgē yang berpendirian lurus mengatakan sesuatu seperti itu.
“… Dan dapat dijual untuk satu gold per satu buahnya.”
“Baiklah kalau begitu!” Ayo bunuh naga!” Terbakar dengan antusias, aku mencoba bereksperimen dengan ayunan pedangku, mataku telah berubah menjadi tanda uang.
Kami memutuskan untuk menuju Adventurers’ Guild pertama-tama untuk mendaftarkan kelompok kami dan mengambil semua misi yang berkaitan dengan naga. Pada titik ini, bagaimanapun, kami bertemu dengan masalah besar
“Untuk nama kelompok kita, kurasa kita sebaiknya menamainya ‘Dragon Slayers’ (Penebas Naga). Kedengarannya sangat mengesankan,” kata Wolf-dàgē.
“Itu tidak bagus, kedengarannya terlalu kasar. ‘Wild Rose Team’ (Tim Mawar Liar) terdengar lebih baik.” Lolidragon jadi terhanyut dalam fantasi bunga mawar liar…
Doll berseru dengan bersemangat, “Ayo panggil diri kita ‘Sailor Team’(Tim Sailor)!”
… Aku tiba-tiba berhadapan dengan gambaran Wolf-dàgē yang menyatakan dirinya berasal dari Sailor Team…
“Kita seharusnya dipanggil ‘Noble Prince Team’(Tim Yang Mulia Prince).”
Aku meluncurkan tinju tangan kananku, langsung menyerang si bard bertubuh ringkih itu dan mengirimnya ke tanah. Dia terbaring di sana dengan bintang-bintang berputar di sekitar kepalanya.
“Bagaimana dengan, ‘The Legend of Wild Wolf Team’(Tim Legenda Serigala Liar) ?” tanya Wolf-dàgē, alisnya berkerut karena berpikir.
“Jangan, ‘Alluringly Aromatic Herbs Team’ (Tim Herba Aromatic Pemikat)!” Lolidragon tidak berniat untuk menyerah.
“’Love and Justice Fighters’ (Petarung Cinta dan Keadilan)!” Doll berteriak.
“’The Wildcats’ (Kucing Liar)…”
“’The Lillies’ (Bunga Lili)…”
“’Cute Doll Team’ (Tim Doll Imut)…”
Menonton mereka bertiga berdebat, aku menggaruk wajahku dan bergumam, “Kelihatannya satu-satunya yang bisa kita disebut adalah ‘aneh’…”
Mereka bertiga segera menoleh memelototiku. Dengan kompak, mereka menuntut, “Apa yang baru saja kaukatakan?”
Setitik keringat menuruni leher belakangku. “Aku…”
Pada akhirnya, kami memutuskan sebuah nama untuk kelompok kami – Odd Squad (Pasukan Aneh) Ini mungkin terlihat seperti nama yang konyol awalnya, tapi ini sebenarnya masuk akal jika kau membacanya sebagai ‘Fēi, Cháng Duì’ dan bukannya ‘Fēi Cháng, Duì’.
Begitu kami mencapai Raging Dragons’ Valley, kami menghabiskan waktu untuk mengobservasi kecepatan dari para naga kecil. Setelah mengetahui bahwa mereka cukup sedikit lambat daripada Lolidragon, terutama dengan skill speed debuff Gui pada mereka, kemudian diputuskan bahwa kami akan menggunakan strategi yang biasa untuk menghadapi mereka.
Meatbun, Aroma Release.” Aku benar-benar mengagumi kemampuan Meatbun ini. Tidak tahu berapa banyak waktu yang telah kami hemat untuk mencari monster. Dan cakupannya telah meningkat menjadi 250 meter!
Setelah beberapa saat, tanah mulai bergetar di bawah kaki kami. Awan debu dapat terlihat muncul di kejauhan, seakan sesuatu sedang mengentak-entak menuju kami… Tiba-tiba, kami menemukan diri kami memandang pada pemandangan yang amat sangat aneh: Lusinan naga, dengan setiap dari mereka kira-kira setinggi 3 meter, mengerumuni sebuah bakpau daging.Itu aneh; kurasa seseorang tidak pernah mengatakan padaku bahwa naga menyukai bakpau daging.
Mataku melebar. “L-Lolidragon, kau bisa menanganinya? Sepertinya…ada terlalu banyak monster!”
Nampak begitu terkejut, Lolidragon menelan ludah… dan lalu tiba-tiba tertawa lepas. “Jangan khawatir! Aku bersumpah, pada reputasi thief terhebat sedunia, aku bisa mengatasinya.”
Thief terhebat sedunia? Apa gunanya bersumpah pada reputasi orang lain?
“Doll, panggil Flame-armored Skeleton-mu, Gui, gunakan Sheng-ge Entrancement Technique-mu dan bersiaplah dengan Supersonic Soul-chasing Arrow milikmu, untuk berjaga-jaga. Juga, gunakan Flurry of Musical Notes kapanpun kau bisa, untuk membantu Prince. Prince…Hunuslah pedangmu dan berikan padaku sarung pedangnya,” Wof-dàgē memberi instruksi, sambil memberikan buff pada Lolidragon dan aku.
Semuanya telah siap. “Hati-hatilah, Lolidragon.”
Kami melepas Lolidragon pergi dengan ekspresi yang seakan berkata, “Sang pahlawan pergi dan tidak pernah kembali!” Ah, angin yang tajam menusuk…
Aku mengawasi ketika Lolidragon mendekat perlahan pada seekor naga dengan tanpa suara dan lalu, seakan bergulat dengan maut, dengan kejam menusuk naga tersebut di pantatnya.
Di sini perlu kujelaskan alasan kenapa Lolidragon menusuk naga itu di pantatnya, karena dia begitu pendek sehingga tempat tertinggi yang bisa dicapainya adalah bagian belakang si naga. Hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketertarikan pribadinya.
Lalu Lolidragon mulai berlari ketakutan, dia bahkan menjadi lebih cepat daripada sebelumnya.
“Wow, dia cepat sekali seakan seperti sedang terbang,” komentarku, menghela nafas kagum. Lolidragon begitu cepat sehingga saat Wolf-dàgē membawa kembali Meatbun, dia benar-benar di luar jangkauan dan tidak dapat mendaratkan serangan menggunakan Double Kill.
Supersonic Soul-chasing Arrow.” Memetik guqin, Gui menembakkan berturut-turut dua anak panah. Dia memancing dua ekor naga kembali sebelum melanjutkan memainkan Sheng-ge Entrancement Technique-nya.
Menyerang bersamaan dengan Flame-armored Skeletons, aku mulai menghadapi seekor naga sedangkan para skeleton menahan yang lain.
Ketika aku bertarung, aku terus menerus mencari tanda-tanda titik kelemahan lawanku. Walaupun naga terlihat seakan tidak memiliki titik kelemahan, aku segera menyadari bahwa meskipun attack power-nya kuat, defense yang besar, dan kecepatan yang lumayan, naga memiliki kekurangan besar. Itu adalah … cakar mereka terlalu pendek.
Karena naga tersebut jarang dapat mengenaiku dengan cakarnya, aku hanya perlu waspada dengan ekornya, dan menghindar kapanpun ekor tersebut mengarah kepadaku. Dengan begitu aku dapat perlahan-lahan mengurangi sedikit demi sedikit healthnya. Sekalipun aku mendapat beberapa serangan, Wolf-dàgē ada untuk menyembuhkanku, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.
Doll mendapat sedikit kesulitan dengan Flame-armored Skeleton-nya. Karena Flame-armored Skeleton tidak memiliki akal sama sekali, kemampuan mereka untuk menghindar dan mengelak sama sekali berada di bawahku, sehingga mereka mendapat cukup banyak serangan. Untungnya bagi kami, mereka adalah bawahan Rank-4 dengan defense dan health yang tinggi, begitu pula kekuatan serangan mereka. Karena itu, mereka dapat melaluinya dengan Black Restoration Spell Doll.
Sebagai tambahan, ada serangan jarak jauh Wolf-dàgē dan Double Kill milik Meatbun, yang cukup banyak menurunkan health para naga…
Bagus! Gui juga sering menggunakan Flurry of Musical Notes untuk membantuku, jadi dia sama sekali tidak sia-sia…
Pada akhirnya, naga di hadapanku ambruk. Aku girang gembira, XX naga berharga satu gold satu buahnya…wahahaha! Sebelum Gui memancing kembali naga lain, kuputuskan untuk mengambil kesempatan tersebut untuk memuaskan keingintahuanku dengan memeriksa apakah XX naga terlihat berharga satu gold koin.
…Tidak ada! Tidak ada! Kenapa tidak ada XX di naga ini? Oh, koin emasku, di mana kau?
“Wolf-dàgē, kenapa tidak ada XX di naga ini? Kau bilang mereka punya…” aku bertanya pada Wolf-dàgē dengan nada memelas.
“Prince, kau benar-benar…” Kau benar-benar ingin memakannya? Ya ampun, setidaknya jangan terlihat begitu jelas tentang itu! Wolf berpikir sambil memeriksa bangkai naga itu. “Prince, yang ini adalah betina, jadi tidak punya.” Wolf-dàgē menepuk punggungku. “Jangan khawatir; kami pasti akan memberikan padamu jika kami mendapatkannya.”
Itu benar, lihat betapa kurusnya Prince. Kita benar-benar harus memberinya ramuan… Selain itu, ha itu dari kehidupan seorang pria sangat penting – jangan sampai membuat masalah apapun! Hmm, mungkin akan membantu jika kita memberikan sebuah XX naga kalau begitu, pikir Ugly Wolf dan perenungannya terbawa menjadi bagaimana cara menyajikannya. Tumis XX naga, XX naga dengan anggur, sop XX naga…
“Benarkah? Bagus sekali!” Koin emasku, hohoho! Aku ingin pergi menikmati jamuan teh sore! Aku berpikir senang.
“Tuanku Yang Mulia, tolong akuuuuu!” Gui sedang berlari terbirit-birit seperti ayam yang kepalanya dipotong, dan ada seekor naga – yang baru saja dipancingnya dengan Supersonic Soul-chasing Arrow – yang bergemuruh di sampingnya. Walaupun aku dengan jengkel tergoda untuk mengabaikan permintaan tolongnya… Haah! Pada akhirnya, aku tetap mengangkat Black Dao-ku dan menumbangkan naga tersebut.
Dengan kombinasi usaha kami, kami berhasil untuk secara bertahap mengurangi jumlah naga-naga tersebut dari lusinan menjadi nol. Seperti yang diduga, karena naga adalah monster yang tangguh, jumlah poin experience yang mereka hasilkan sangat tinggi. Wolf-dàgē yang levelnya tertinggi di grup kami, naik level sekali, sedangkan Doll yang merupakan level terendah, naik level dua kali. Akan tetapi…
“Huff…huff…”Lolidragon berbaring telentang di tanah dengan gaya yang sama sekali tidak selayaknya seorang perempuan. Dia bernapas dengan berat dan tidak mampu berbicara sepatah kata pun.
Aku tidak lebih baik. Aku kelelahan hingga ke tulang setelah menghadapi semua naga-naga tersebut satu demi satu tanpa istirahat. Setiap otot di lengan kananku nyeri, memprotes bahkan untuk gerakan sekecil apapun. Kaki-kakiku selemas agar-agar.
Wolf-dàgē begitu kecapaian karena “bermain” baseball di mana dia sebagai pelemparnya dan berbaring di atas tanah. Mulut Doll begitu kering seperti dari negara yang dilanda kekeringan karena merapal mantra Black Restoration Spell-nya. Sedangkan Gui, jemarinya kram berlebihan sampai berubah bentuk posisi. Kelihatannya dia akan harus makan langsung dari piringnya seperti seekor anjing malam ini!
Dalam kondisi ini, para anggota Odd Squad berbaring tergeletak di atas tanah. Kami tidak mempunyai energi untuk menyortir bangkai-bangkai naga, seperti mengulitinya atau memisahkan urat dan tulang… Walau begitu, aku terus terbayang dengan XX nagaku dan koin-koin emas. Dan itu, memanggil sisa dari kekuatanku, aku merangkak, dan merangkak ke bangkai naga terdekat…
Waaah! Kenapa yang ini lagi-lagi betina? Air mata menggenang di sudut kedua mataku. Jamuan teh soreku…
“Apakah Yang Mulia Prince benar-benar begitu menyukai XX naga?” tanya Gui, melihatku dengan bersemangat. “Ayo, Gui akan melayanimu!” Dia kemudian berlari menuju seekor naga dan mulai membersihkannya.
Gui… Ini adalah pertama kalinya aku merasa berterima kasih padanya – kali pertama dia tidak mengatakan sesuatu yang membuat kami ingin menghajarnya. Aku mengawasi, dengan mata melebar, ketika Gui memotong sesuatu dari naga tersebut sebelum dengan cepatnya mengambil sebuah panic dan menyalakan api. Dia kemudian melemparkan barang tersebut kedalam panci, dan mulai menambahkan bermacam-macam rempah.
“…Gui, apa yang kaulakukan?” tanyaku, suara gemetar.
“Yang Mulia, sebentar lagi sup XX naganya akan selesai!” sahut Gui, bahkan mencicipi sup tersebut untuk memeriksa apakah sudah cukup asin.
“…”
Ketika seseorang begitu marah sampai titik puncaknya, mereka memiliki tenaga tanpa batas. Sebelumnya, aku tidak pernah membayangkan diriku mampu secepat aku berlari kencang menuju Gui. Begitu aku menjangkaunya, aku merobohkannya dengan tendangan terbang. Dengan jari-jari yang gemetar, aku mengambil panci berisi sup XX naga.
“Ko-koin e-emasku! Jamuan teh soreku!” ratapku.
Aku menginjak, injak dan injak di atas Gui Si Keset, kadang-kadang menambahkan sebuah Exploding Punch juga…
“HAHAHA…hosh…hosh…HAHA!” Lolidragon tertawa terbahak-bahak sambil terengah-engah. Prince? Minum sup XX naga? Hahahahaha!
“Apa maksudnya cambuk naga? Apakah naga menggunakan cambuk?” Doll bertanya tidak paham. Dengan tatapan prihatin pada Gui – yang sedang dihajar olehku – dia menambahkan, “Apakah Gui-gēge akan tewas?”
“Tidak, dia tidak akan mati. Jangan khawatir, aku akan menyembuhkannya nanti,” Wolf-dàgē menghibur. Diam-diam, dia berpikir, Mungkin akan sedikit lebih baik bila Gui tewas dan kembali ke rebirth point…
Setelah cukup lama, aku akhirnya kelelahan karena menghajar Gui. Menyuruhnya membersihkan semua bangkai-bangkai naga, aku memperhatikan XX-XX tersebut…
Malu? Yang ada di hadapanku adalah koin-koin emas dan wangi teh. Apa ada hal yang membuat malu? Wahahahaha!
“Tunggu di situ, kalian semua.” Itu adalah suara seorang perempuan; nadanya terkesan sombong.
Aku  merasakan sebuah sengatan panik. Jangan bilang padaku ini adalah bandit wanita dengan “Jalan ini adalah milikku untuk dipotong…dengan si tampan kau harus berpisah! yang lain!Melirik pada Gui, aku berpikir, Mungkin aku sebaiknya menjual dia ke bandit wanita tersebut?!
Sedangkan Gui … Walaupun ekspresinya tetap memabukkan seperti biasa, sebuah getaran menjalar menuruni punggungnya. Aneh, apakah cuaca tiba-tiba menjadi dingin? Dia melirik ke langit.
Aku berbalik dan melihat, seorang gadis ras human yang tampak sangat keren berdiri tidak jauh dari kami. Di belakangnya berdiri empat player lain dari ras dan kelas yang berbeda – jelas mereka adalah satu tim.
Sekelompok bandit? Itu tidak mungkin, ‘kan!?
Dengan posisi berjaga-jaga, aku menatap dengan dingin pada gadis human bertampang dingin yang‘gagah’, kuputuskan untuk menakut-nakutinya – atau setidaknya membuat dia menculik Gui alih-alih aku. Dengan sengaja aku berpose dengan kaki mengangkang, punggung membungkuk, dan kedua tanganku di pinggang. Mengetuk-ngetukkan kaki kiriku dengan tidak sabar, aku berbicara dengan nada sekurang ajar mungkin yang aku bisa.
“Apa lagi sekarang! Apa maumu, cewek?”
“Prince, apa yang sedang kaulakukan?” Lolidragon bertanya padaku lewat chat party. Dia terdengar sangat terkejut.
“Aku sedang berpura-pura menjadi seorang preman! Bagaimana kelihatannya?”
“…Kau TIDAK terlihat seperti preman.”
Walaupun reaksi Lolidragon mengecewakan, si gadis bertampang keren itu menatapku jelas-jelas murka. Kenyataannya, dia begitu marah hingga kau hampir dapat melihatnya terbakar oleh api. Waaah! Menakutkan! Kelihatannya aku sebaiknya tidak berpura-pura menjadi seorang preman lagi.
“Apa. Yang. Baru. Saja. Kau. Katakan?” dia bertanya sambil menggertakkan gigi.
Aku begitu ketakutan sampai menegakkan tubuhku dan berdiri dengan sepatutnya. Sambil menahan nafas gugup, aku membalas, “Ti-dak apa-apa. Aku hanya ingin bertanya padamu ada masalah apa, nona.”
“APA yang tadi kaukatakan?!”
Waaah! Kenapa api kemarahannya semakin memanas dan terang dari sebelumnya???
Tanda tanya bergantung di udara di atas kepalaku. Kuputuskan – demi keselamatan – aku sebaiknya menggunakan penampilan pangeran “barang kelas satu”. Menyunggingkan senyumku yang paling menawan dan menarik, aku bertanya, “Nona cantik, apa yang kau ingin aku lakukan?”
Akan tetapi, si “nona cantik” tanpa dinyana malah menyerapah. ( dia berseru F*** YOU ). Lalu, dengan cepat dia menendangku…menggunakan jurus kaki yang dikenal sebagai “tendangan pemecah kacang”.
Anggota party-ku yang lain mematung. Ternyata ada juga seorang gadis yang tega menendang XX Si Ultra Tampan Prince! Lolidragon yang paling terheran-heran sampai rahangnya hampir jatuh lepas.
“Ugh!” Dalam kelengahan, aku telah ditendang tepat di tengah-tengah selangkanganku. SAKIT SEKALI! Aku benar-benar ingin menggunakan kedua tanganku untuk melindungi XX-ku lalu melompat-lompat di tempat untuk mengurangi rasa sakit. Akan tetapi, hal itu tidak pada tempatnya. Sisi kewanitaanku menahan dengan berkata bahwa seorang gadis tidak bisa begitu saja melindungi XX-nya dengan tangannya di depan orang asing. Selain itu, apakah gadis-gadis bahkan mempunyai XX untuk dilindungi?
Tetap saja, sakit! Tidak bisa menahannya, aku meringkuk kesakitan, berlutut di tanah dengan kepalaku bergantung rendah. Aku dapat merasakan air mataku mengalir menuruni wajahku…
“Prince…” Gui melihatku tanpa daya, jelas-jelas tidak tahu harus berbuat apa. Lalu, dia berdiri dan menghadapi si gadis bertampang dingin. Tatapannya tanpa ampun dan sedingin es, dan seluruh keberadaannya memancarkan hawa dingin membeku. Bahkan Lolidragon dan Ugly Wolf – yang bermaksud merespon cepat ke garis depan – terperangah. Pernahkah mereka melihat Gui terlihat sedingin ini?
Plak! Gui memberikan gadis bertampang keren itu sebuah tamparan keras, membuatnya terjatuh ke tanah. Dia kemudian mengunci gadis itu sekuat mungkin ke tanah dengan kaki kanannya, dan berbicara dengan nada dingin menggigit. “Aku tidak tahu bagaimana Prince telah menyinggungmu, tapi tidak ada seorangpun boleh memperlakukan dia seperti itu.”
Segera, anggota tim gadis itu mendekati. Dark elf yang berdiri di barisan depan grup menarik keluar pedangnya dan menghunuskannya di depan Gui. “Lepaskan dia.”
Melihat situasinya, Lolidragon mengeluarkan belati-belatinya. Wolf-dàgē mengangkat Meatbun dari lantai, menggenggam erat tongkat Light of Glory-nya. Doll memanggil Flame-armored Skeleton-nya dan bergegas ke sampingku. “Prince-gēge, kau tidak apa-apa?” Dia bertanya dengan suara penuh keprihatinan.
Pada saat itu, kedua party segera mengeluarkan senjata mereka dan mengarahkannya pada lawan mereka. Situasinya menjadi gawat dan karena aku adalah satu-satunya warrior di party kami, aku cepat-cepat menyeka air mataku. Berdiri dengan mata yang memerah, aku mengeluarkan Black Dao level 20, yang sekarang telah memiliki 65 attack power.
Aku menatap pada gadis tersebut, yang masih dikunci ke tanah oleh Gui, dengan kebencian dan hasrat untuk balas dendam. Beraninya dia membuatku merasakan rasa sakit terburuk yang pernah dialami seorang laki-laki…Sialan!
Tetap saja, ada satu hal yang membingungkanku. “Kenapa kau menendangku? Apa aku berkata salah?”
Gadis itu menatapku, murka. “F*** you! Dasar si kepala kosong yang tidak bisa membedakan laki-laki dengan perempuan! Kau bahkan tidak bisa mengenaliku sebagai laki-laki?! Memanggilku “cewek,cewek” seperti orang bodoh…!” Dia lalu berpaling untuk memelototi Gui, dan mulai menyumpah lagi. “Lepaskan aku!”
Akan tetapi, Gui malah menambah tekanan pada kakinya, dan berkata dengan nada yang menyeramkan. “Beraninya kau menyebut Prince dengan kepala kosong? Kenapa kau tidak melihat dirimu sendiri pertama-tama – laki-laki macam apa yang menendang kemaluan laki-laki lain? Untuk melepaskanmu…Ketika kau berubah pilar cahaya putih, aku akan melepaskanmu.”
…Laki-laki? Aku begitu terkejut. Aku kemudian memperhatikan dengan seksama “gadis” yang terbaring di tanah tersebut. Tidak peduli bagaimana aku memandangnya, aku benar-benar tidak dapat melihat yang membuatnya terlihat lelaki, pengecualian untuk alisnya yang tebal. Wajahnya bahkan berbentuk hati, matanya dibingkai bulu mata yang panjag, dan fisiknya ramping. Ditambah, dia berpakaian jubah mage, jadi aku tidak bisa mengetahui apakah dia mempunyai dada atau tidak…
“Lepaskan Ming Huang.” Kali ini, si dark elf menerjang maju. Dengan seruan “Sword of the Flawless Circle”, pedang panjang di tangannya menusuk Gui tanpa ampun dari lima arah yang berbeda.
<Gui HP -500, 1000/1500>
“Ugh!” Gui berseru tertahan kesakitan ketika dia melayang jatuh di punggungnya karena serangan.
Tidak mengira bahwa lawan akan menyerang ketika berbicara, aku sama sekali tidak siap untuk menangkap Gui ketika dia jatuh. Aku berlutut cepat-cepat untuk memeriksa lukanya. Wolf-dàgē juga bergegas mendekat, merapal mantra penyembuhan membantu pemulihan Gui.
Dengan kaki Gui yang tidak lagi menahannya, Ming Huang cepat-cepat berdiri. Melemparkan tatapan beracun pada Gui, dia mulai merapal sebuah mantra. “Elf of lightning…
Mendengar rangkaian kata mantra, Lolidragon berseru, “Prince, hentikan dia, cepat! Lightning magic sangat kuat. Kalau begini, Gui bisa terbunuh!”
Begitu mendengar peringatan Lolidragon, kuangkat pedangku dan menerjang Ming Huang, berpikir untuk langsung menyerangnya untuk mencegahnya merapal lebih jauh. Akan tetapi, si dark elf pengguna pedang panjang segera memblokir jalanku.
Kuayunkan dao-ku ke dark elf, jantungku dicengkeram kegelisahan. Dia tidak mundur sedikit pun, malah menghadapiku dengan sebuah serangan. Kami berdua bertukar serangan demi serangan, menyerang dan bertahan bergantian, tapi aku sebenarnya dibuat kalut.
“A-argh…ughh,” Gui memekik, suaranya penuh dengan kesakitan. Sementara itu, Wolf-dàgē terus melancarkan sihir penyembuhnya tanpa henti, berharap untuk memulihkan cukup HP Gui tepat waktu.
<Guiliastes HP 350/1500>
Setidaknya dia masih tetap hidup, pikirku.
Ketika aku menolehkan kepalaku untuk meluangkan waktu melirik cemas pada Gui, pedang panjang dark elf tersebut menusukku dua kali. Cukup membuatku kesal, aku berkesimpulan untuk tidak teralihkan lagi dan mulai memfokuskan perhatianku pada pertarunganku dengan si dark elf.
Twin Shot!” Elf archer musuh ternyata berani untuk mengambil kesempatan memanah Gui yang sudah terluka. Aku mengabaikan pedang si dark elf dan mulai bergegas menuju Gui.Tetap saja, bagaimana seseorang bisa berharap lebih cepat daripada anak panah?
“Skeleton, lindungi Gui-gēge.” Untungnya, Doll berada tepat di samping Gui, dan dia langsung mengarahkan skeletonnya untuk berdiri di depan Gui, menahan semua serangan yang datang.
Melihat keadaan itu, aku benar-benar lega – sampai aku lupa bahwa ada seorang musuh di belakangku. Si dark elf berseru, “Sword of the Flawless Circle,” dan mengarahkan pedangnya ke punggungku.
<Prince HP 2350/3000>
“Ugh…” aku mengernyit.
Prince!” anggota timku berteriak, jelas cemas. Doll bahkan mengarahkan tiga skeletonnya untuk datang dan membantuku. Mundur ketika Flame-armored Skeleton melindungiku, aku bergabung dengan Odd Squad dan membiarkan Wolf-dàgē menyembuhkanku.
Luka-lukaku tidak parah, jadi Wolf-dàgē hanya perlu menggunakan penyembuhan tingkat menengah untuk memulihkan HP secara maksimal. Akan tetapi, ketika aku melihat Gui – ekspresinya tegang berjuang menahan rasa sakit – keinginan membunuh bangkit dalam hatiku. Aku berdiri perlahan, dan ketika aku berbicara pada Ming Huang, suaraku melembut – tenang seperti keteduhan sebelum badai.
“Kuakui aku salah karena keliru mengira kau sebagai seorang perempuan, tapi kau juga salah telah melukaiku sebelum menjelaskan masalahnya. Gui memang menamparmu, tapi dia tidak ada maksud untuk membunuhmu. Sekarang kau mau mengambil nyawanya? Apa kau tidak berlebihan?”
“Berlebihan? Karena dia telah menginjakku, aku hanya meminta nyawanya yang tidak berarti,” Ming Huang membalas dengan dingin.
Aku mengambil nafas dalam-dalam, berjuang menahan kemarahanku yang memuncak. Menggunakan obrolan party, aku bertanya pada anggota tim yang lain, “Teman-teman, apa yang harus kita lakukan?”
“Yo! Party lain telah begitu sopan; masa kita tidak membalasnya?” Lolidragon menjawab masam.
GR-A-AO! Mereka yang telah menyakiti anggota timku, harus mati!” Wolf-dàgē melenguh.
“Mereka keterlaluan! Pertama Gui-gēge, dan sekarang mereka telah menyakiti Prince-gēge juga! Demi cinta dan keadilan, Doll akan menghukum mereka!” Doll membalas, nada bicaranya menunjukkan kejengkelannya.
“Dàgē, cepat sembuhkan aku! Aku akan membalas perbuatan mereka karena telah menyakiti Prince,” Gui berkata, wajahnya masih sepucat seprai putih.
Aku tersenyum samar.
“Odd Squad, lima anggota tim, Prince, warrior. Lolidragon, thief. Ugly Wolf, priest. Doll, necromancer. Guiliastes, bard. Tolong sebutkan nama kalian,” kataku dingin.
Dengan sebuah “Hmph!”, Ming Huang membalas, “Dark Emperor, lima anggota tim. Ming Huang, mage (human). Wicked, warrior (dark elf). Ambusher, archer (elf). Black Lily, priest (angel), Playboy Lord, thief (human).”
Sebuah tim dengan komposisi yang seimbang…ehem! Menyingkirkan rasa salut, aku diam-diam mendengarkan ketika Wolf-dàgē memberikan instruksinya lewat obrolan party.
“Yah… Tidak ada banyak untuk dikatakan. Prince melawan Wicked, Lolidragon melawan Playboy Lord. Gui, tugasmu adalah untuk menghalangi Ambusher. Pastikan dia tidak mendapat kesempatan untuk menembak siapapun di sisi kita! Kau harus melindungi Doll dan Lolidragon khususnya…
“Doll, tugasmu sangat penting. Pastikan bahwa mage musuh tidak mendapat kesempatan untuk mencelakakan siapapun dari tim kita. Bila tidak, situasi akan menjadi sulit. Jangan khawatir; aku akan menolongmu.”
Kedua party semua berdiri saling berhadapan dalam diam, kecuali untuk para priest, yang sibuk untuk mem-buff anggota timnya.
Situasi dengan cepat berubah ketika api pertempuran kami  menyala. Akhirnya, aku bergerak, mengangkat Black Dao-ku dan mengarahkannya untuk menantang Wicked, yang berhasil mencetak skor padaku dua kali sebelumnya. Wicked juga, menggenggam pedang panjangnya dalam posisi siap.
Nine-headed Dragon Strike,” seruku sambil merangsek maju.
Flawless Frenzied Blade-Dance,” Wicked juga, datang menyerang.
Dao-ku dan pedang panjangnya bertemu dan ada suara dentang logam bertabrakan dengan logam ketika Nine-headed Dragon Strike­-ku dan Flawless Frenzied Blade-Dance Wicked saling memblokir. Dengan tanpa satu serangan yang berhasil dilancarkan, kami berdua dengan cepat saling menyadari bahwa satu sama lain juga adalah warrior yang berpengalaman dalam serangan cepat namun kuat.
Pedang kami bergerak cepat ketika kami melanjutkan pertarungan kami, akan tetapi tidak ada seorang pun di antara kami yang mengungguli satu sama lain.
Ketika Wicked dan aku melancarkan serangan kami, yang lain juga mulai memasuki pertempuran. Lolidragon menghadapi Playboy Lord. Dia mencoba satu serangan demi serangan lain pada Lolidragon, tapi tidak ada satu pun yang mendarat. Kecepatan Lolidragon jelas-jelas di atas Playboy Lord. Aku cemas bagaimanapun, karena kemungkinan kekuatannya ada di atas Lolidragon.
Untungnya, Lolidragon kelihatan sampai pada kesimpulan yang sama. Menyadari bahwa Playboy Lord telah meningkatkan poin skill-nya di strength, dia menghindari melawan secara langsung. Sebagai gantinya, dia memilih untuk menghindar dan mengelak dari serangannya, menunggu kesempatan untuk menyerang.
Doll telah mengarahkan dua dari Flame-armored Skeleton-nya untuk mengganggu Ming Huang merapal mantera, sementara menjaga dua skeleton lagi bersiap untuk melindunginya, Ugly Wolf, dan Gui. Aku telah berhadapan dengan Wicked, satu-satunya warrior mereka dalam pertempuran. Dengan begitu, mage mereka – dengan tanpa warrior untuk melindungi – hanya dapat merapa mantera lemah untuk bertahan menghadapi para skeleton. Kesempatan berada di sisi kami.
Sementara Doll mengontrol para skeleton, archer mereka – Ambusher – berpikir untuk melumpuhkannya. Awalnya, dia menembakkan panah seperti mengamuk, tapi Doll dilindungi oleh skeletonnya. Namun, Gui hanya berdiam diri selama ini. Teramat sangat jengkel, Gui memutuskan untuk meminum MP potion seperti minum air putih dan melancarkan Supersonic Soul-chasing Arrow lagi dan lagi orang gila, menghajar Ming Huang habis-habisan.
Ming Huang sendiri, begitu ketakutan sehingga dia hanya dapat bersembunyi di belakang Ambusher dan mengguakan mantera pertahanan, walaupun Ambusher telah mendapat perlindungan dari mantera pertahanan Ming Huang dari serangan Gui, skeleton Doll juga mengincarnya dengan lapar dari samping. Menghadapi dua Flame-armored Skeleton, Ambusher hanya dapat menembakkan Twin Shot seperti orang kerasukan untuk memblokir serangan.
Karena serangan Gui diblokir oleh mantera Impenetrable Wall Ming Huang, dia segera berganti dengan memainkan Sheng-ge Entrancement Technique untuk membantu Lolidragon dan aku. Begitu Ming Huang menurunkan Impenetrable Wall-nya untuk merapal mantera penyerangan, Gui langsung menyerang Ming Huang dan Ambusher, melancarkan Flurry of Musical Notes terus menerus.
Sedangkan Wolf-dàgē, peranannya adalah sama seperti dengan priest musuh; berdiri di satu sisi dan menyembuhkan anggota tim yang terluka.
Dengan Sheng-ge Entrancement Technique yang kadang dimainkan Gui, kecepatanku dengan segera melampaui Wicked. Dia mulai terdorong mundur selangkah demi selangkah, tubuhnya ditutupi luka-luka tak terhitung, membuat priest mereka, Black Lily, kebingungan ketika berusaha untuk menyembuhkannya. Lolidragon juga, diuntungkan oleh Sheng-ge Entrancement Technique Gui. Hal itu memberinya kelebihan besar dari Playboy Lord dalam kecepatan, bahkan memungkinkan dia untuk kadang-kadang menyerangnya tanpa melukai dirinya sendiri.
Kita berada di atas angin sekarang! Tim kami sudah pasti menang. Hanya perlu waktu sebelum Dark Emperor dikalahkan, selama tidak ada perubahan mendadak…
“Lily, sembuhkan aku! Wicked, Playboy Lord, kemari dan bantu Ambusher untuk melindungiku,” Ming Huang menginstruksikan anggota timnya.
“Serang! Jangan biarkan dia merapal mantera apapun,” Wolf-dàgē berseru dengan nada terdesak.
Aku segera merangsek maju, tapi si brengsek Wicked terus memblokirku. Dengan Wicked yang total bertahan, aku tidak dapat dengan cepat mengunggulinya. Sementara kami berdua terkunci dalam kebuntuan, sisa dari party kami sibuk menyerang. HP dari anggota Dark Emperor menurun dengan cepat bahkan Black Lily tidak dapat cukup cepat memulihkan HP mereka.
Tetap saja, mage mereka terus merapal mantera. Dengan lamanya rapalan, kekuatan manteranya… Kami bahkan tidak berani membayangkannya.
Pada akhirnya, aku berhasil menembus pertahanan Wicked. Aku mengayunkan dao-ku pada Ming Huang –
“… Wrath of Nine Heavens!
Ming Huang mengangkat kedua tangannya. Dia merapalkan kalimat terakhir dari mantera, bahkan ketika dia berubah menjadi pilar cahay putih oleh seranganku. Pada titik itu, anggota timnya, Black Lily, Playboy Lord dan Ambusher telah menumpang pesawat gratis kembali ke kota juga.
Manteranya, bagaimanapun, masih aktif. Langit yang seharusnya cerah berubah, menjadi gelap pekat dan mengeluarkan halilintar dari antara awannya yang gelap. Tiba-tiba, petir yang pertama menyambar daratan, mengenai Doll. Sebelum kami bahkan dapat berteriak, lebih dari sepuluh petir berkilat, hampir menjadi sebuah pilar petir besar ketika mereka datang menyambar di atas kepala kami.
“Prince…” Bahkan di tengah-tengah lautan petir itu, Wolf-dàgē masih tetap merapalkan mantera penyembuhan padaku.
Begitu petir yang bercahaya terang menusuk tersebut menghilang, aku menemukan diriku sebagai satu-satunya yang tinggal berdiri dengan 450/3000 HP. Mantera penyembuhan tingkat tinggi dari Wolf-dàgē pasti telah menyelamatkan nyawaku.
Aku kehilangan kata-kata. Mataku dipenuhi oleh air mata ketika aku berpikir, Aku lebih baik mengalami tewas yang mengenaskan dengan semuanya daripada selamat seorang diri…
“Kembali ke akal sehatmu dan minumlah,” suara dingin Wicked datang dari belakangku.
Aku diperingatkan bahwa Wicked masih tetap hidup, tapi juga ada keheranan. Wicked tidak mencoba menyerangku ketika aku sedang lengah dan sekarang dia bahkan mengingatkanku untuk minum? Aku menatapnya dengan ekspresi bertanya-tanya.
“Kalian adalah lawan yang sangat berharga yang pernah kujumpai. Tim kalian mungkin kelihatan aneh, tapi kau sesungguhnya benar-benar kuat,” Wicked mengatakannya dengan seserpih rasa hormat di matanya yang dingin. “Aku akan menganggapmu dan timmu sebagai musuh bebuyutan kami. Kuharap kau tidak mengecewakanku.”
“Kau ingin melanjutkan bertarung?” Aku sudah muak bertarung.
“Tidak, ayo kita hentikan untuk hari ini,” Wicked menjawab dengan letihnya sambil menyarungkan pedang panjangnya. “Aku harus kembali dan menghibur Ming Huang.”
“Apakah Ming Huang benar-benar seorang laki-laki?” tanyaku, penasaran.
“…Ya, itu benar. Dia adalah adik laki-lakiku di dunia nyata,” Wicked menjelaskan, nada terdengar sedikit malu.
“…” Aku menatap si dark elf dingin itu dan berpikir, Mereka sama sekali tidak terlihat sebagai pasangan saudara – tapi, aku tidak sendiri tidak mirip dengan saudaraku…
Kemudian, aku terpikir oleh sebuah pertanyaan mendesak. Karena Ming Huang adalah seorang laki-laki…
“Kenapa kalian tadi menahan kami sebelumnya?” …Dan mengakibatkan perseteruan besar.
Itu adalah pemandangan langka dari ekspresi Wicked yang mengisyaratkan malu-malu. “Kami hanya ingin bertanya metode macam apa yang kalian gunakan untuk memancing begitu banyak naga dan mungkin meminta kalian mengajari kami.”
“…” Aku menatap pada Wicked dengan ekspresi tercengang.
“…Jika tidak ada hal lain, aku akan pergi duluan.”
“Tunggu, Wicked, jangan pergi.” Aku meraih ujung kaus Wicked dan melihatnya dengan tatapanku yang paling memelas dan tanpa daya.
“Ada masalah?” Wicked melihatku dengan tanda tanya, sebuah perasaan aneh bergerak di hatinya.
“Kau tidak boleh meninggalkanku,” aku berkata mendesak, di ambang air mata.
“…?”
“A-aku tidak ingat jalan pulang ke Star City…” dengan satu tangan memegang bagian belakang kepalaku, aku tersenyum polos padanya. Bagaimanapun, Wolf-dàgē yang memimpin jalan ke sini…
“…Ikuti aku kalau begitu.”

[½ Prince Volume 1 Chapter 5 End]

Footnotes
Odd Squad : Tertulis dalam bahasa Cina sebagai fēi cháng duì.
Fēi, Cháng Duì’ … ‘Fēi Cháng, Duì’ : Keduanya ditulis dan dibaca sebagai fēi cháng duì, tapi arti mereka sangat berbeda, dengan arti awalnya adalah “Tidak, Normal (Pasukan)” dan yang berikutnya berarti “Sangat, Pasukan” (yang sebenarnya tidak masuk akal). Alasan perbedaannya adalah huruf Cina yang sama, ketika dikelompokkan secara berbeda, memiliki arti yang berbeda pula.
Debuff : Debuff adalah kebalikan dari buff – ketika berlangsung, hal itu akan merintangi target dengan beberapa cara, seperti menurunkan agility-nya atau kekuatan (kebalikan dari menaikkannya).
“Sang pahlawan pergi dan tidak pernah kembali!” Ah, angin yang tajam menusuk… : Kalimat ini berasal dari puisi lama yang mengungkapkan perpisahan antara Jing Ke (seorang pembunuh pada Periode Perang) dengan temannya di tepi sungai Yi. Jadi dengan kata lain, Prince dan yang lain mengucapkan selamat tinggal (secara melodramatic) pada Lolidragon.
XX Naga : Ketika berkaitan dengan herba dan ramuan, ada di resep-resep aneh di obat Cina yang melibatkan bahan-bahan aneh, seperti otak monyet. Dalam kasus ini, XX naga pada dasarnya untuk mengobati impotensi (game developer di Second Life pasti sedang sangat bosan). Hal yang cukup menarik, huruf yang digunakan di sini untuk “XX” sebenarnya bermakna “cambuk (whip)”.



1/2 Prince Jilid 1 Bab 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.