Sabtu, 06 Juni 2015

Oregairu Jilid 10 Bab 9

BAB 9
TAPI, YUKINOSHITA HARUNO BERKATA SEPERTI ITU.
Aku menutup buku yang belum selesai kubaca, menandainya, melemparkannya ke meja, dan mengangkat wajahku. Pemandangan lalu-lalang orang-orang yang menikmati harinya bisa terlihat dengan jelas dari cafe terbuka dekat Stasiun Chiba.
Dari berbagai tempat, kenapa harus di cafe terbuka di ujung bulan dan waktu cuaca berawan dan dingin begini? Aku memakai lagi jaketku dan menatap menyalahkan. Di depan mataku, orang yang dari tadi kutunggu sedang berjalan ke arahku sambil melambaikan tangannya. Setelah memesan kopi pada pelayan, orang itu duduk di depanku.
“Maaf sudah membuatmu menunggu!”
Orang yang aku temui adalah Yukinoshita Haruno dan dia berkata padaku dengan nada bahagia yang sama seperti saat dia meneleponku semalam.
Biasanya aku akan mengabaikan panggilan dari nomor tak dikenal, tapi setelah beberapa panggilan beruntun, aku menyerah. Aku mengangkatnya karena aku pikir mungkin itu sesuatu yang penting, tapi hanya setelah memberitahuku tempat dan waktu untuk bertemu, dia menutup telfonnya, dan beginilah nasibku. Aku berulang kali mencoba menelfonnya untuk menolak, tapi dia sama sekali tidak mau mengangkatnya .…
“... Um, kenapa kamu bisa tahu nomorku?”
“Aku mendapatkannya dari Hayato,” kata Haruno-san, tanpa sedikitpun malu dan berkedip. Oh ya, aku pernah memberitahukan nomorku pada Hayama, kan? Si berengsek itu .… Dia memberitahukannya pada orang yang paling tidak boleh mengetahuinya ….
Tapi mau bagaimana lagi, dia sudah mengetahuinya. Aku menguatkan mentalku untuk memblokir semua komunikasiku dengannya setelah ini dan memutuskan untuk bertanya tentang urusan apa dia memanggilku hari ini. “Ada perlu apa denganku?”
Sepertinya kurang suka jika langsung membahas masalah utama, pipi Haruno-san menggembung dan menatapku. “Akhirnya kita bisa kencan berdua, jangan jadi perusak suasana seperti itu. Sikapmu itu sangaaaat jauh berbeda dari saat kamu bersama Gahama-chan.”
“Ke... Bukan, itu bukanlah kencan, begitu pula kali ini.” Aku menjawabnya dengan gugup.
Haruno-san tersenyum dengan tenang dan menunjuk pada dirinya sendiri. “Hikigaya-kun, apa kamu tidak suka pada onee-san cantik sepertiku?”
“Aku kira wajar membenci seorang wanita cantik yang bisa mengatakan hal seperti itu tentang dirinya sendiri,” jawabku.
Setelah Haruno-san mengangguk, dia menatapku dan berkata. “Tapi kamu lebih benci pada gadis yang tidak bersikap sebagai dirinya sendiri, kan?”
“... Benar.”
Sial, dia benar sekali .... Meski sebenarnya, aku rasa gadis seperti itu sedikit diluar jangkauanku.
Yaah, jika aku harus jujur ... aku jelas jauh lebih suka onee-san yang cantik!
Tapi berkaitan dengan Yukinoshita Haruno, aku punya perasaan lain yang jauh lebih kuat.
Orang ini membuatku takut. Bukan cuma karena topeng sempurnanya, tapi wajah aslinya yang tidak repot-repot ia sembunyikan bahkan setelah seseorang melihatnya. Terakhir, matanya yang menunjukan kalau ada banyak hal yang disembunyikan di dalamnya. Itulah kenapa aku mengalihkan tatapanku lagi dan bertanya, “Tapi serius, karena kau sudah repot-repot memanggilku kesini, apa ada perlu denganku?”
“Ah, benar, benar. Aku pikir aku ingin memeriksa jawabanmu seperti yang kujanjikan. Apa kamu bertanya pada Yukino-chan tentang program jurusannya?”
“... Kurang lebih, aku tahu apa pilihannya, tapi itu takkan adil jika aku memberitahukannya padamu.”
“Oh, orang yang sangat patuh. Tapi, begitu ya. Jadi jika Hikigaya-kun yang bertanya, dia baru mau mengatakannya. Mmhmm... Sepertinya Yukino-chan cukup mempercayaimu, ya?” kata Haruno-san, tersenyum seolah menunjukkan betapa bahagianya dia.
Mendengar seseorang menganggapnya seperti itu rasanya membuatku sedikit malu. Karena pembicaraan kami saat di ruang UKS juga ikut teringat, tanpa kusadari aku mengipasi pipiku.
“... Kau tidak bisa menyebut hal itu sebagai kepercayaan, kan?”
“Oh, wow. Jadi kamu memahaminya.”
Aku tak mampu berkata apa-apa. Meskipun aku mencoba menjawabnya dengan normal, kata yang diucapkan Yukinoshita Haruno dengan acuh dan tanpa senyuman itu menggema di telingaku.
Setelah meminum kopinya, Haruno-san mengelus pinggiran cangkirnya dan menatap muram padaku.
“Benar. Itu bukan sekedar kepercayaan... Itu sesuatu yang lebih kejam.” Dia tersenyum, hanya bibirnya yang terlihat lembut. Tapi suara dinginnya membuatnya terkesan seperti orang yang jauh berbeda dari dirinya yang tadi. “Tak ada yang berubah dan dia berpikir hal itu tidak apa-apa. Maksudku, hal itu juga yang membuatnya lucu, tapi ... aku sangat tidak menyukainya.
Paras cantiknya berubah secara signifikan. meskipun matanya terlihat sedang menatapku, sebenarnya, mereka sama sekali tidak sedang memperhatikanku. Aku ingin menarik lagi perhatiannya dan aku mengatakan apa yang kupikirkan dengan terpatah.
“Jika itu bukan kepercayaan ... lalu apa itu?”
“Entahlah? Tapi setidaknya .…” Haruno-san perlahan mengangkat bahunya, tersenyum sekilas dan menatapku. “Kamu tidak bisa menyebutnya sebagai sesuatu yang asli ... itu adalah perkataanmu kan?”
Tidak salah lagi aku memang mengatakan hal itu, hanya saja tanpa pemahaman yang cukup tentang arti dan maknanya, itu semua hanyalah perkataan tanpa dasar dari apa yang aku percaya.
Sesuatu yang asli. Semacam itu, kebenaran, atau mungkin ketulusan. Sebenarnya yang mana yang bisa kita sebut sebagai sesuatu yang asli, aku masih belum bisa memahaminya.
“Aku penasaran apakah sesuatu yang asli benar-benar ada …,” gumam Haruno-san sambil menatap ke langit musim dingin yang tertutup awan. Ke manakah pertanyaan yang dihiasi dengan kesan kesepian itu ditujukan?
Tiba-tiba, aku teringat. Seseorang mengatakan bahwa itu juga termasuk kebahagiaan. Seseorang bertanya jika aku tidak menyadarinya. Dan terakhir, Yukinoshita Haruno yang ada dihadapanku sedang meragu, meragu apakah kebenaran ataupun ketulusan itu benar-benar ada.
Aku mengambil buku yang kuletakkan di meja dengan tanganku yang gemetar dan menyentuhnya dengan lembut.

Bukunya sudah menjadi dingin karena terus menerus terkena angin dan aku menjadi ragu untuk melanjutkan lebih jauh lagi dan untuk mengetahui bagaimana semua ini akan berakhir.

Oregairu Jilid 10 Bab 9 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: h kim

2 komentar:

  1. Wew . . . Haruna-san ternyata cari sesuatu yg asli jg XD (jd ikutan pngen cari ane lol)

    Setelah vol ini udah selesai , di tunggu vol selanjutnya h-kim sensei

    Terima kasih atas terjemahannya

    BalasHapus
  2. Wow haruno emang sesuatu .. hiki tetap best chara ... keep spirite buat admin yg ngerjain terjemahan semoga sehat selalu ..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.