Selasa, 16 Juni 2015

Mushoku Tensei Jilid 1 Prolog

PROLOG
Aku adalah seorang gelandangan dan pengangguran berumur 34 tahun.
Aku gemuk dan jelek, seorang pria baik yang menyesali caranya menjalani hidup.
Tiga jam yang lalu aku bukanlah gelandangan; Aku adalah seorang NEET veteran yang belum pernah keluar dari ruanganku selama beberapa tahun terakhir.
Bagaimanapun, tanpa kusadari orang tuaku sudah meninggal.
Sebagai seorang NEET, aku tidak pernah menghadiri pertemuan keluarga, begitu juga pemakaman.
Dan pada akhirnya, aku diusir dari rumah.

Aku menggedor keras dinding dan pintu, memukul-mukulnya seakan tidak ada orang di rumah, karena tidak ada seorang pun yang berbicara denganku.
Aku sedang onani di kamarku pada hari pemakaman dan tiba-tiba saudara-saudaraku menerobos masuk, dengan pakaian berkabung, dan menyatakan bahwa mereka memutus semua hubungan denganku.
Aku mengabaikan mereka, namun kemudian adik laki-lakiku mengambil tongkat kayu dan menghancurkan komputer yang bagiku lebih berharga dari nyawaku sendiri.
Aku pun menggila dan menerjang mereka, tapi kakak laki-lakiku mempunyai rangking dalam karate, dan akupun dihajarnya tanpa ampun.
Aku pun merengek meminta ampun dengan cara yang tak enak dilihat, tapi aku langsung diusir keluar pintu, tanpa sempat mengganti bajuku.
Aku menahan rasa sakit yang berdenyut di dadaku (sebagian besar tulang rusukku  mungkin patah) dan berjalan terhuyung di jalanan.
Cercaan saudara-saudaraku ketika aku meninggalkan rumah bergema di telingaku.
Semua hinaan itu sangat menyakitkan dan sulit untuk diterima.
Hatiku benar-benar hancur.
Kesalahan apa yang sudah kulakukan?
Yang kulakukan hanyalah onani pada video porno tanpa sensor saat pemakaman orang tuaku......

Apa yang harus kulakukan selanjutnya?
Tidak, pikiranku sebenarnya sudah tahu.
Mencari pekerjaan atau pekerjaan paruh waktu, lalu tempat tinggal, dan membeli beberapa makanan.
Tapi bagaimana caranya?
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk mendapat pekerjaan.
Hmm, Aku bisa saja pergi ke Hello 1
Meski begitu aku tidak mungkin memberi tahu kalau aku memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun tinggal di dalam ruangan, dan bagaimana caranya aku tahu di mana Hello berada? Bahkan, jika aku pergi ke Hello, dari yang kudengar mereka hanya mencarikan lowongan.
Aku harus membawa lamaran, pergi ke tempat yang direkomendasikan, lalu diwawancarai. Dan aku harus pergi wawancara dengan setelan olahraga kotor yang penuh keringat dan darah.
Mustahil aku bisa diterima. Bahkan aku pun tidak akan mempekerjakan orang yang mengenakan sesuatu yang gila seperti ini. Mungkin aku akan merasa kasihan padanya, tapi aku pasti tidak akan mempekerjakannya.
Apa ada toko yang menjual kertas untuk membuat lamaran?
Toko alat tulis? Toko serba ada?
Mungkin ada jika aku pergi ke toko serba ada, tapi aku tidak punya uang sama sekali.
Lalu, apa yang akan kulakukan jika sudah mendapatkannya?
Anggap saja aku beruntung, dan berhasil meminjam uang dari lembaga keuangan, mendapat pakaian ganti, dan membeli alat tulis dan kertas untuk membuat lamaran .

Tapi kudengar kau tidak bisa membuat surat lamaran kerja tanpa menuliskan alamat tinggalmu.

Sudah berakhir. Tepat pada saat ini, aku sadar kalau hidupku sudah mencapai akhir.
.....Hah.
Hujan mulai turun.
Sekarang adalah akhir musim panas, periode di mana cuacanya mulai mendingin. Hujan sedingin es menembus bajuku yang sudah kupakai entah sudah berapa tahun, dengan kejam mencuri panas tubuhku pergi.



Hujan sedingin es menembus bajuku yang sudah kupakai entah sudah berapa tahun, dengan kejam mencuri panas tubuhku pergi.

...... Jika aku bisa memulai semuanya dari awal.
Mau tidak mau diriku berkata demikian.
Aku tidak dilahirkan sebagai manusia yang busuk.
Aku terlahir sebagai anak laki-laki ketiga dari keluarga yang cukup kaya. Dua kakak laki-laki, satu kakak perempuan, dan satu adik laki-laki. Anak keempat dari lima bersaudara. Di SD, aku tadinya dipuji sebagai anak yang pintar meskipun masih muda.
Meskipun aku tidak dianggap hebat dalam belajar, aku bagus dalam game, seorang bocah yang cukup jago dalam olahraga. Aku bahkan pernah menjadi pusat perhatian di kelasku.
Kemudian di SMP aku memasuki klub komputer, belajar lewat majalah dan menabung cukup uang untuk merakit komputer. Aku menonjol di antara keluargaku, di mana tak satu pun dari mereka yang bisa menulis satu baris kode.
Titik balik dalam kehidupanku adalah saat SMA…… bukan, itu dimulai saat tahun ketiga SMP. Aku begitu sibuk mengutak-atik komputerku hingga aku mengabaikan pelajaran. Jika dipikir-pikir, dari sanalah semuanya dimulai.
Aku berpikir bahwa pelajaran sekolah tidak akan berguna di masa depan. Aku merasa itu tidak akan berguna di kehidupan nyata.
Pada akhirnya, aku masuk ke SMA yang paling idiot, bahkan dianggap yang paling buruk di perfektur.
Meski begitu, bagiku itu tidak masalah.
Aku merasa bisa sukses jika aku serius, dan aku berbeda dari para idiot disini. Itulah yang dulu aku pikirkan.

Aku masih ingat kejadian itu.
Saat sedang mengantri untuk membeli makan siang di kantin, ada seseorang yang memotong antrian.
Aku mengoceh beberapa kalimat seakan-akan aku sedang melakukan tindakan yang benar. Ini disebabkan karena harga diriku yang aneh dan kepribadian chuunibyou 2 yang kumiliki.
Sialnya, dia adalah seniorku, dan salah satu dari dua orang paling berbahaya di sekolah.
Pada akhirnya wajahku dipukuli sampai bengkak, ditelanjangi, dan diikat di depan sekolah.
Dia mengambil banyak foto, dan dengan mudah menyebarkannya ke seluruh sekolah.
Aku langsung merasa sangat terpuruk, ditertawai semua orang, dan bahkan dipanggil "bocah kulit penis".
Aku tidak masuk sekolah selama sebulan, dan menjadi seorang hikikomori 3. Ketika melihatku seperti ini, ayah dan kakakku mengatakan hal yang tak bertanggung jawab padaku seperti, 'Beranilah, lakukan yang terbaik'.
Itu bukan salahku.
Tak seorangpun yang mengalami situasi seperti itu mau melanjutkan bersekolah. Sangat mustahil.
Jadi, tidak peduli apa yang orang lain katakan, aku akan terus menjalani kehidupan tertutup.
Aku merasa semua orang yang kukenal sudah melihat fotoku, dan mengejekku.
Sekalipun aku tidak pergi keluar, selama aku mempunyai komputer dan internet, aku dapat menghabiskan waktuku. Karena pengaruh internet, aku tertarik dengan banyak hal, dan melakukan banyak hal. Merakit model plastik, mewarnai figurine, membuat weblog. Ibuku selalu bersedia untuk menyokongku dan kelihatannya dia akan selalu menyediakan uang kapanpun aku memintanya.
Tapi setelah kurang dari setahun aku muak dengan semua itu.
Tapi aku kehilangan motivasi setiap melihat ada orang yang lebih hebat dariku.
Bagi orang lain, yang kulakukan hanyalah bermain-main. Tapi sebagai orang yang menghabiskan waktunya di cangkang gelap sendirian, tak ada lagi yang bisa kulakukan.
Tidak, jika kupikir lagi itu hanyalah alasan.
Setidaknya, pasti akan lebih baik jika aku memilih menjadi mangaka dan mulai menerbitkan web komik yang jelek, atau menjadi novelis web dan mulai menerbitkan novel.
Banyak orang dengan kondisi yang serupa denganku melakukan hal itu.
Aku meledek dan meremehkan orang-orang seperti itu.
Menghina kreasi mereka, menganggap diriku seorang kritikus, mengatakan hal-hal seperti "Ini lebih buruk dari kotoran", mengkritik mereka.
Meskipun aku tidak melakukan apapun......

Aku ingin kembali.
Kalau bisa, aku ingin kembali ke sekolah dasar, titik tertinggi hidupku, atau kembali ke SMP. Tidak, bahkan jika hanya satu atau dua tahun yang lalu. Bahkan hanya sedikit waktu, aku bisa melakukan sesuatu tentang itu. Bahkan jika aku menyerah di tengah jalan, aku tak peduli asalkan aku bisa mengulang dari awal.
Kalau aku berusaha dengan benar, bahkan jika aku tidak menjadi yang terbaik, setidaknya aku bisa menjadi seorang ahli.
"......"
Kenapa sampai sekarang aku belum melakukan apapun?
Aku pernah punya banyak waktu. Meskipun saat itu aku tidak meninggalkan kamarku, aku masih bisa melakukan banyak hal selama di depan komputer. Bahkan jika tidak bisa menjadi yang teratas, aku bisa tetap berada ditengah dan melanjutkan usahaku.
Manga, novel, game, bahkan coding. Jika aku berusaha, aku pasti sudah bisa membuat keberhasilan kecil. Tak perlu dipikirkan apakah keberhasilan itu bisa menghasilkan uang atau tidak......
Ahhh, lupakan saja. Ini tidak beguna.
Aku belum pernah bekerja sebelumnya. Bahkan jika aku kembali ke masa lalu, aku mungkin akan tersandung di tempat yang sama, dan berhenti di tempat yang sama. Aku berakhir seperti ini karena aku tidak pernah bisa melewati rintangan yang  manusia biasa bisa lalui.
"Hm?"
Suatu tempat di derasnya hujan, aku mendengar orang sedang berdebat.
Ribut-ribut apa itu?
Mengganggu sekali. Aku tidak ingin terlibat. Meskipun aku berpikir begitu, kakiku ingin pergi menuju mereka.
"---- Itulah kenapa, kau----"
"Kaulah yang-----"
Pandanganku sepertinya melihat tiga anak SMA yang sedang bertikai masalah percintaan.
Dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka memakai seragamsekolah yang sudah jarang digunakan di jaman sekarang.
Tampaknya ada semacam perang harem sedang terjadi. Anak laki-laki yang lebih tinggi sedang bertengkar dengan si gadis, dan anak laki-laki yang lebih pendek mencoba menengahi, tapi pihak yang bertengkar tidak mendengarkan sama sekali.
(Hmm, Aku pernah mengalami hal seperti ini)
Saat SMP aku pernah punya teman masa kecil yang lumayan imut. Sepertinya dia bisa dianggap imut, mungkin 4 dari skala 1-5. Dia bergabung dengan klub lari dan mempunyai rambut pendek. Dia mempunyai penampilan yang membuat dua, tiga dari sepuluh orang berbalik untuk memandanginya. Akan tetapi, aku merasa antusias pada suatu anime dan merasa bahwa anggota klub lari seharusnya berambut kuncir kuda, jadi aku pikir dia adalah gadis jelek.
Bagaimanapun, rumahnya dekat dengan rumahku dan kami sering sekelas saat SD, jadi kami sudah pulang sekolah bersama lebih dari sekali. Kami punya banyak kesempatan mengobrol, dan kadang kami bertengkar. Ini sangat disayangkan. Karena dengan kondisiku sekarang, hanya dengan mendengar kata "SMP", "teman masa kecil", dan "klub lari", sudah cukup untuk membuatku orgasme 3 kali.
Ngomong-ngomong, kudengar teman masa kecilku sudah menikah tujuh tahun yang lalu.
Aku mendengar rumor ini dari ruang tamu, saat saudaraku mengobrol.
Hubungan kami tidak seburuk itu. Kami bisa berbicara tanpa canggung karena kami sudah saling kenal sejak kecil.
Aku tidak berpikir dia menyukaiku, tapi jika aku belajar dengan giat dan masuk ke SMA yang sama, atau jika aku masuk ke klub lari dan masuk sekolah yang sama dengan rekomendasi, Aku mungkin sudah menaikan flag 4. Dan jika aku menembaknya dengan serius, kami mungkin akan berpacaran..
Aku mungkin bisa merayu dan bertengkar dengannya seperti trio itu, dan bahkan kami mungkin melakukan hal mesum di kelas kosong sepulang sekolah.
Hah, eroge macam apa ini?
(Kalau dipikir-pikir, mereka ini benar-benar riaju 5. Meledak saja kalian.... Hm?)
Tiba-tiba, dalam sekejap, Aku sadar.
Ada sebuah truk berkecepatan tinggi yang sedang menuju mereka bertiga.
Dan juga, si supir truk hanya menatap setirnya.

Dia mengemudi dalam keadaan setengah tidur.
Dan mereka bertiga masih belum menyadarinya.
"Ba-ba-Bahaya!!"
Aku mencoba berteriak memperingatkan mereka, tapi aku belum pernah menggunakan pita suaraku sepenuhnya selama lebih dari 10 tahun, dan dinginnya hujan dan rasa sakit di tulang rusukku membuatnya tambah menyusut; Membuat suaraku yang amat kecil menghilang dalam hujan.
Aku harus menyelamatkan mereka, aku harus. Di saat yang sama, aku berpikir, kenapa aku harus menyelamatkan mereka?
Aku punya firasat jika aku tidak menyelamatkan mereka, aku akan menyesalinya lima detik kemudian. Aku pasti akan sangat menyesalinya jika melihat ketiga orang itu hancur di hantam truk.
Menyesal tidak menyelamatkan mereka.
Karena itu, aku harus menyelamatkan mereka.
Bagaimanapun, kupikir cepat atau lambat aku akan mati kelaparan dipinggir jalan. Setidaknya sampai saat itu, aku ingin memiliki sedikit kepuasan.
Aku tidak ingin terus menyesal sampai akhir.

--Aku berlari tertatih-tatih ke arah mereka.

Kakiku tidak bergerak sesuai keinginanku, karena aku tidak pernah menggerakkan mereka selama 10 tahun terakhir. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku berharap lebih sering olahraga. Rasa sakit yang berdenyut di tulang rusukku, menghalangi setiap langkahku. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku berharap lebih sering minum susu.
Rasanya sakit. Rasanya sakit sekali sampai aku tidak bisa berlari.
Tapi aku tetap berlari. berlari.
Dan tetap berlari.
Anak laki-laki yang berdebat memeluk si gadis saat melihat truk yang mendekat di depan matanya. Anak laki-laki yang lain membelakangi truk dan belum sadar, dia hanya terkejut saat melihat reaksi temannya yang tiba-tiba. Aku meraih kerahnya tanpa ragu dan menggunakan semua tenagaku untuk menariknya. Dia tertarik mundur dan jatuh ke sisi jalan, keluar dari jalur si truk.
Bagus. Tinggal dua lagi.
Saat aku berpikir begitu, truknya sudah ada di depanku. Aku berencana untuk menarik mereka dari jarak yang aman, tapi saat aku menarik mereka, gaya tariknya membuatku terdorong ke depan.
Memang sudah seharusnya, tak peduli jika beratku lebih dari 100kg. Itu adalah hasil dari berlari kencang dengan kaki gemetar, aku terseret maju karena momentumnya.

Aku merasakan cahaya di belakangku saat aku tertabrak truk.
Apakah itu adalah kilas balik sebelum mati yang sering dibicarakan? Aku tidak bisa melihat apapun pada saat yang singkat itu. Itu terlalu cepat..
Apa itu berarti aku sangat sedikit melakukan sesuatu dalam hidupku?
Aku diterbangkan menuju tembok beton oleh truk yang 50 kali lebih berat dariku.
"Puhh.....!"
Udara di paru-paruku dipaksa keluar. Paru-paruku mengejang, karena membutuhkan udara setelah berlari kencang.
Aku tidak bisa bersuara. Tapi aku belum mati. Lemak yang berlipat menyelamatkanku......
Tapi saat aku berpikir begitu, truk itu muncul lagi di depan mataku.
Akupun diratakan seperti tomat diantara lantai beton dan truk.

Catatan kaki :
1 . Hello = Hello Work adalah agensi jepang untuk menyediakan pekerjaan.
2 . Chuunibyou = "Sindrom kelas dua SMP" ketika seseorang meyakini dia memiliki kekuatan spesial.
3 . Hikikomori = Penyakit menutup diri dari lingkungan sekitar.
4 . Flag = Route dalam game eroge.

5 .  Riajuu adalah orang-orang yang diberkahi oleh 'sempurna'nya masa remaja mereka. Kebalikan hikkikomori dan otaku.

Mushoku Tensei Jilid 1 Prolog Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.