13 Juni 2015

Mondaiji Jilid 3 Bab 1

BAB 1




Bagian 1

“Ujung Dunia”, Air Terjun Tritonis

Splash, splash! Air memercik ke semua arah ketika Izayoi berjalan ke tepi sungai.

Sambil memegang tunas kecil berwarna kuning muda di tangannya, ia pergi untuk mengambil headphone dan seragam sekolah yang ia lepaskan sebelum menyelam ke dalam sungai, lalu mengenakannya dengan sempurna. Izayoi kemudian menggelengkan kepalanya untuk menyingkirkan air yang menempel di rambutnya, berbalik dan duduk di tepi sungai sambil bertanya kepada Kuro Usagi.

“Kuro Usagi, apa kau yakin ini adalah Aqua Fran?”

Yes! Itu sudah pasti adalah Aqua Fran!”

Kuro Usagi mengarahkan jari telunjuknya dan membalas dengan imut saat Izayoi mengangguk.

“Begitukah? Sepertinya memusatkan pada daerah sungai yang paling subur dan lebat adalah pilihan yang tepat. Jadi, tinggal membuat benda ini mekar dan game-nya akan selesai…… tapi game ini sama sekali tidak memiliki metode tertentu untuk syarat kemenangannya?”

Tampang kesulitan (yang jarang) muncul di wajah Izayoi ketika dia duduk di atas sebuah batu besar sambil melemparkan kuncup bunga sewarna rumput ke atas kepalanya dengan ringan.

Apa yang dia maksud adalah metode untuk syarat kemenangan, berkaitan dengan Gift Game saat ini yang sedang dia ikuti.


<<GIFT GAME: “BUNGA DI ATAS DANAU”>>
Peserta: Sakamaki Izayoi dari “No Names”


Game Master: “Penguasa Air Terjun Tritonis”, Shirayuki-hime


Syarat Kemenangan:
*Dapatkan Aqua Dran dan buat dia mekar.


Kondisi Kekalahan:
*Pemain tidak dapat memenuhi syarat kemenangan hingga tengah hari.
*Pemain tidak lagi memiliki syarat untuk menyelesaikan game.


Detail Stage:
*Pemain tidak boleh melewati radius satu kilometer dari Air Terjun Tritonis.
*Host telah memastikan bahwa Aqua Fran dapat dimekarkan di area Game.


Sumpah: Berdasarkan peraturan, peserta dari Gift Game bersedia mempertaruhkan harga diri mereka dan bendera dari komunitas yang bersangkutan.

Membaca sekilas isi dari [Geass Roll] sekali lagi, Izayoi memiringkan kepalanya.

“Memintaku untuk membuat Aqua Fran mekar……Karena Aqua Fran adalah bunga eksklusif di Little Garden, aku tidak bisa bilang bahwa aku memiliki pengetahuan yang cukup tentang ini.”

“Ah……meskipun Kuro Usagi datang bersama Izayoi-san ke Game, tapi dia tidak bisa memberitahumu mengenai detailnya sebagai wasit ……tapi Kuro Usagi dapat menjamin bahwa Game ini sudah pasti sah. Jadi, sisanya tergantung padamu, Izayoi-san!”

“Berusahalah‼!” —Mengabaikan teriakan penyemangat dari Kuro Usagi yang ia anggap hanya angin lalu yang melewati telinganya, Izayoi menyisir rambutnya ke belakang dan berbaring di atas batu besar.

Secara perlahan, air merembes ke dalam jaket sekolah yang Izayoi pakai. Rembesan itu mengalir dari kausnya yang sudah basah kuyup ketika dia menyandarkan punggungnya ke permukaan batu, dan itu adalah perasaan mengerikan yang tak terlukiskan bagi Izayoi. Hal tersebut sangat buruk hingga berendam dalam sungai jauh lebih nyaman daripada ini.

Terlebih lagi, cuaca cerah hari ini sempurna untuk berenang.

Meskipun arus saat ini kuat, keadaan itu menyenangkan dalam beberapa artian.

Di bagian berawa sungai di mana aliran airnya jauh lebih lambat, Izayoi telah melihat banyak tanaman dan makhluk aneh selain Aqua Fran yang berkembang pesat di area tersebut, yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Dan hal tersebut membuatnya penasaran karena rasa haus akan pengetahuannya serasa tergelitik. Jika bukan karena Gift Game, melewati hari dengan mendengarkan suara tenang aliran air sambil memeriksa spesimen yang dia ambil dari sungai mungkin dapat membuat perasaan menjadi santai dan menyenangkan.

(………Kalau Ojou-sama dan Kasukabe melihatnya, mereka pasti akan berkata “Seperti orang tua saja.”)

Terus melihat ke langit, dia mengeluarkan tawa serak yang singkat. Di mata orang lain, ini mungkin hobi orang yang sudah tua, tapi Izayoi tidak menyetujui cara berpikir yang seperti itu.

Akan selalu menjadi kesenangan untuk menyelidiki hal-hal yang belum diketahui, tidak peduli bidang apa yang akan dituju.

Untuk dapat merasakan pengalaman yang belum pernah kau alami sebelumnya, hal itu merupakan daya tarik khusus.

Izayoi selalu merasa orang-orang yang tidak tertarik dengan keindahan semacam itu, mungkin saja malah mereka yang menua.

Tapi rasa ingin tahunya saat ini telah difokuskan pada tunas kuning muda Aqua Fran yang ada di tangannya.

(Menurut O-Chibi-sama, bunga ini dapat memurnikan dan membersihkan air. Melihat air yang ada di jalan-jalan sampai ke air mancur, semuanya mengalir terus menerus. Dari hal ini, aku bisa segera menebak tempat yang rimbun akan berada di sisi sungai, tapi…)

Pikirannya terputus.

—Berada dalam Gift Game yang dibuat oleh Raja Iblis, bukanlah sebuah persyaratan untuk memikirkan apakah pesertanya cukup berpengetahuan pada subjek yang ada atau tidak.

—Gift Game adalah permainan yang dibuat untuk para Dewa dan Iblis sehingga pengetahuan atau kekuatan peserta tidak pernah menjadi faktor pertimbangan ketika menciptakan permainan. Selain itu, asal-usul dari Gift Game adalah [Berbagai Ujian yang Diberikan kepada Ras Manusia oleh Dewa-dewa Asura] yang telah dimodifikasi. Dengan kata lain, sekalipun kemampuan atau pengetahuan peserta tidak berada dalam level yang cukup, itu hanya akan diperhitungkan sebagai kekalahan peserta karena tidak berpengalaman dan tidak melewati pelatihan yang cukup.

Karena alasan di atas, merupakan hal yang masuk akal jika menggunakan tanaman unik dari dunia Little Garden untuk dipakai sebagai ujian bagi Sakamaki Izayoi yang datang dari dunia lain. Dan Izayoi dengan mudah menyimpulkan bahwa dia tidak cukup berpengetahuan mengenai dunia ini.

(Bahkan, untuk membuat bunga ini mekar dalam waktu yang singkat…itu bahkan tidak mungkin.)

Memang, di sinilah masalah muncul.

Aturannya secara jelas menyatakan bahwa Aqua Fran harus dimekarkan dalam batas waktu yang telah ditentukan. Untuk memenangkan permainan, seseorang harus memekarkan bunganya dalam batas waktu tersebut.

Meskipun sebuah tanaman secara individual memiliki waktu dan tempat yang unik untuk mekar berdasarkan perubahan musim, tapi kebanyakan kuncup bunga akan membutuhkan setidaknya tiga sampai empat jam untuk mekar dan total waktu yang tersedia adalah sejam, berharap supaya bunganya mekar adalah hal yang mustahil.

(Hmmm, ini akan menjadi pelanggaran dalam game, tapi Kuro Usagi meyakinkan bahwa tidak ada masalah. Jadi itu berarti akan ada cara khusus untuk membuat bunganya mekar.)

Namun, jika diperlukan metode yang unik untuk memekarkannya adalah kebiasaan dari bunga ini, Izayoi kekurangan pengetahuan tentang bagaimana menyelesaikan game ini.

Oke, jadi apa yang harus kulakukan? Izayoi terus menatap langit sambil berbaring di atas batu dan memeras otaknya.

Kuro Usagi melompat dengan *Doing* dan membungkuk di atas wajah Izayoi ketika dia berkata: “Ada apa? Apa kau menyerah?”

“Jangan bercanda, jika aku menyerah, itu berarti aku mengaku kalah pada Nona dan Kasukabe. Dan ini adalah sesuatu yang tidak akan kubiarkan terjadi.”

Izayoi menanggapi tanpa ragu dengan sebuah dengusan.

“Ya, sepertinya tidak mungkin baik-baik saja~” Kuro Usagi hanya bisa tersenyum kecut.

Ngomong-ngomong, kenapa Izayoi berpatisipasi dalam Gift Game ini?

Alasannya, itu terjadi beberapa hari yang lalu.




Bagian 2

— Itu terjadi sebulan setelah menghadapi Black Percher (Pest).

Izayoi dan yang lainnya berada di komunitas mereka dan sedang mendiskusikan rencana ke depan di Aula Konferensi [No Name].

Sebuah meja panjang berada di tengah-tengah aula, dan dimulai berurutan dari ujung meja duduk Jin Russel, Sakamaki Izayoi, Kudou Asuka, Kasukabe Yō, Kuro Usagi, si pelayan, Leticia, dan ‘ibu’ (di bawah umur) kelompok dan si gadis rubah, Lily.

Penyusunan duduk ini dilakukan atas dasar formalitas di No Name.

Duduk di posisi komando kedua tak lain adalah Sakamaki Izayoi, karena berbagai tindakan seperti mengamankan sumber air dan juga mengambil kembali rekan yang hilang, dll. Duduk di sebelahnya adalah Kudou Asuka yang meskipun tampak sedikit jengkel, tapi dia tidak mengatakan keberatan akan hal itu.

Adapun orang yang menjadi pemimpin mereka, yaitu Jin yang mewakili Komunitas, sedang duduk dengan ekspresi kaku dan gugup di wajahnya.

Melihat sikap Jin, Izayoi tertawa pendek dan keras sebelum mengomentarinya:

“Ada apa? Walaupun kau sedang duduk di kursi yang lebih tinggi dariku, kenapa kau terlihat sangat tidak nyaman?”

“Ka-karena ini adalah kursi pemimpin? Jadi tegang itu sudah jelas…”

Jin mencengkeram jubahnya erat-erat sambil menyahut, tapi bukan itu satu-satunya alasan.

Menurut kebiasaan umum di dunia Little Garden, untuk seseorang duduk di posisi teratas, itu harus ditentukan atas dasar [Mampu berpatisipasi pada Ujian bagi Komunitas]. Selain itu, ada juga jumlah [Kontribusi], [Dedikasi], dan [Pengaruh], dll yang harus dimiliki juga.

Dan karena Jin belum mencapai apapun yang dapat dihitung sebagai kemenangan dalam pertempuran atau semacamnya, sudah jelas dia akan merasa minder pada yang lain.

Mendengar perkataan Jin yang jelas ditutup-tutupi dan tidak sungguh-sungguh, bahu Izayoi terkulai, tampak kesal dengan tingkah laku Jin.

“Sudah kubilang, O-chibi-sama, aku sudah mengatakannya berkali-kali bahwa sekarang kau adalah pemimpin “No Name”, artinya sekarang kau layak menanggungnya. Semua kemenangan kita telah berada di bawah bendera dan namamu ketika kita menyebarkan beritanya ke luar sana. Jika kau yang sudah dikenal luas di luar sana bahkan tidak bisa duduk dengan benar di kursi pemimpin, maka itu akan jadi sangat aneh.”

“Yes! Seperti yang Izayoi-san katakan! Malahan, hadiah permainan bulan ini semuanya telah dikirim dengan nama Tuan Jin sebagai penerimanya!”

Ta Da! Kuro Usagi mengeluarkan tiga surat tertutup dengan segel lilin lambang komunitas yang berbeda untuk ditunjukkan kepada semua orang. Yang mengejutkan, dua dari mereka tidak dikirimkan kepada Peserta tapi merupakan undangan bagi mereka untuk hadir sebagai “tamu kehormatan”. Dan perlakuan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya pada komunitas seperti No Name karena mereka bahkan tidak memiliki bendera.

Kuro Usagi terlihat bahagia ketika dia tersenyum dan dengan hati-hati memeluk ketiga surat undangan itu ke dadanya.

“Ini telah menjadi tiga tahun yang pahit…dan akhirnya Komunitas kita mulai menerima surat undangan dan itu dialamatkan kepada nama Tuan Jin! Jadi angkatlah kepalamu dan busungkan dada ketika kau duduk di posisi teratas, ya?!” Kuro Usagi menjadi lebih bersemangat daripada biasanya.

Tapi Jin kelihatan jauh lebih tertekan sebagaimana dia menundukkan kepalanya lebih rendah.

“Tapi itu…”

(…Bukanlah usahaku.)

Jin akan menyelesaikan kalimatnya, tapi disela oleh Asuka.

“Jadi apa? Kenapa kita berkumpul di sini hari ini? Untuk membahas surat undangan tersebut?”

“Y...Ya, tidak perlu dikatakan lagi. Tapi sebelum kita membahas tentang surat undangan itu, aku ingin semuanya tahu tentang situasi Komunitas kita saat ini, dan karena itulah memanggil semua orang hari ini…… Lily, Kuro Usagi, silakan berikan laporan kalian.”

“Mengerti.”

“Um…um, saya akan mencoba yang terbaik.”

Jin menanggalkan ekspresi muramnya ketika ia melihat ke arah Lily dan Kuro Usagi, mendesak mereka dengan tatapan matanya.

Merapikan pakaian kerja ala Jepangnya, Lilly menegakkan tubuh ketika dia mulai membacakan laporan.

“Nah…… jika kita melihat jumlah tabungan, kita saat ini berada dalam keadaan baik-baik saja untuk jangka pendek. Saya rasa jika kita mempertahankan gaya hidup kita dengan standar sederhana yang paling minimal, kita akan baik-baik saja untuk sekitar setahun, bahkan ketika terjadi hal yang terburuk.”

“Eh? Kenapa tiba-tiba masalahnya menghilang.?

“Karena menurut evaluasi Raja Iblis bulan lalu, «Black Percher» yang Izayoi-sama dan yang lainnya berhasil kalahkan, berada di peringkat 5-digit. Selain itu, pertempuran tersebut ditugaskan oleh [Floor Master] sendiri pada kita, sehingga jumlah imbalannya juga berkembang jauh. Dan itulah yang Shiroyasha-sama informasikan kepada kita. Untuk itu, untuk beberapa waktu ke depan, kita semua akan makan kenyang, kenyang!”

Lily dengan riang mengatakan itu sambil mengibas-ngibaskan ekornya.

Namun, Leticia yang duduk di sebelahnya mengerutkan kening dan menegurnya ringan:

“Lily, jangan bicara seperti itu.”

“Oh…Ah! Ma…maaf!”

Lily yang menyadari cara bicaranya terlalu santai, menundukkan kepala saat telinganya memerah dan ekor kebanggaannya mengibas kebingungan.

Yō tersenyum simpul ketika dia mendorong Lily untuk melanjutkan:

“Lima Digit… Apakah itu mungkin dari komunitas [Grim Grimoire Hamelin] yang tanpa Markas Besar?”

“Um. Biasanya, hal itu tidak mungkin untuk mendapatkan angka jika hanya terdiri dari tiga anggota. Tapi dikatakan bahwa evaluasinya didasarkan pada kenyataan bahwa [Black Death Demon Lord] adalah Dewa kelas roh dan level dari Gift Game ini cukup sulit sehingga membuat komunitasnya diakui sebagai 5-digit.”

Mendengar ini untuk pertama kalinya, Izayoi menjadi penasaran.

“Oh? Kesulitan dari Gift Game ini juga berkaitan dengan angka?”

“Yes! Apa yang kita sebut sebagai Gift Game awalnya adalah ujian yang ditetapkan oleh para Dewa dan Buddha untuk mengaruniakan berkat mereka kepada para penantang. Sementara di dunia Little Garden, ujian yang disederhanakan tersebut telah dimodifikasi oleh formalitas yang disebut Gift Game, sedangkan tingkat kesulitan dari Game secara langsung diwakili oleh level kekuatan sang Host.”

*MhmMhm* Izayoi menganggukkan kepalanya sambil mendengarkan penjelasan Kuro Usagi.

— Dikatakan bahwa di Little Garden, ranking dari Komunitas tidak meningkat hanya karena memiliki banyak anggota yang kuat.

Selain dari 7-digit yang merupakan yang terendah dari lantai bawah, setiap lantai memiliki aturannya sendiri untuk dipenuhi.

“Meskipun ada banyak cara untuk dipromosikan, tapi ayo  kita berikan contoh untuk menyederhanakannya — [Jika kita ingin naik ke level 6-digit, kita harus memenuhi ujian yang diberikan oleh Floor Master.],

[Jika kita kita ingin naik ke level 5-digit, kita harus memiliki 3 komunitas dari 6-digit d bawah kita, menggantung bendera kita pada semua Gerbang Luar dan dapat menjadi host dari Gift Game di mana seratus atau lebih komunitas atau peserta berada di bawah sumpah pada bendera kita]…umm, kupikir ini seharusnya sudah cukup.”

Jadi pada dasarnya,

Komunitas 6-digit, mengharuskan kemampuan untuk berpatisipasi sebagai pemain, sementara Komunitas 5-digit, mengharuskan Komunitas untuk memiliki kemampuan menjadi host Game.

Dan itu juga berarti—[Kewenangan dari Host Master] yang Raja Iblis 6-digit gunakan akan sangat berbeda dalam skala dan kualitasnya dari yang Raja Iblis 5-digit gunakan.

Kuro Usagi menempatkan jarinya dan menambahkan dengan serius:

“Perbedaan antara seorang Raja Iblis 6-digit dan seorang Raja Iblis 5-digit adalah seperti langit dan bumi. Jika kau menghadapi Raja Iblis ranking 6-digit, masih ada kemungkinan untuk mengalahkannya dengan sekelompok grup yang terdiri dari anggota-anggota kuat atau sebuah organisasi. Akan tetapi, kita tidak punya kesempatan jika kau menghadapi seorang Raja Iblis ranking 5-digit dengan menggunakan konsep yang sama. Raja Iblis dari lima digit juga diakui oleh orang-orang yang memiliki kekuatan seorang [Host] sebagai kekuatan besar yang harus diperhitungkan. Sebagai contoh, meskipun [Black Demon Lord] yang kalian hadapi adalah wajah baru di tingkatan Raja-raja Iblis, Gift Game-nya merupakan ujian yang cukup jahat hingga dapat menutupi seluruh dunia dalam kegelapan, dengan mengunci Roh Bintang kelas Matahari.”

Setelah Kuro usagi menyelesaikan penjelasannya, Izayoi menyetujui keterangan itu dengan menggunakan nada yang serius dalam perkataannya:

“Yah…kalau Pest lebih mampu, maka kita sudah pasti akan mendapatkan akhir permainan ketika Ujian Yuridiksi digunakan untuk menunda permainan… Kalau dia telah memperkirakan Kuro Usagi memicu Ujian Yuridiksi, maka itu akan menjadi sebuah prestasi yang patut dipuji… tapi kemampuannya di meja negoisasi benar-benar parah.”

Izayoi mendengus tertawa karena itu.

Lily mengangkat kepalanya sambil membimbing perbincangan kembali ke jalurnya:

“Yah…baiklah. Berkat usaha semuanya yang telah mengalahkan Raja Iblis dari 5-digit, kita telah mendapatkan hadiah dari permintaan tersebut, dan karena itu Izayoi-sama dan yang lainnya, akan diberikan Gift lain selain kompensasi materi.”

“Ah? Benarkah?”

“YES! Mengenai hal itu kita akan segera diberi tahu, jadi silakan tunggu!”

“Oh?” Izayoi membalas dengan nada gembira dan dua orang lainnya juga memiliki reaksi yang sama.

Meskipun tidak diketahui Gift apakah itu, tapi mengingat bahwa perlu menundukkan seorang Raja Iblis untuk mendapatkannya, itu pastilah sesuatu yang “menarik”. Jin juga menganggukan kepalanya dengan senang, meminta Lily untuk melanjutkan laporannya.

“Baiklah, Lily, bisa kau informasikan pada kami situasi dari pemulihan kembali pertanian kita?”

Begitu Jin menyelesaikan kalimatnya, wajah Lily semakin cerah dan tampak bersinar saat ia memulai laporannya dengan semangat yang sangat berbeda:

“Y……Ya! Ini luar biasa! Berkat usaha setiap hari Deen dan Mel, pertanian kita sudah terbentuk ulang 25% menjadi tanah yang baik untuk ditanami! Jika ini berlanjut, produksi persediaan makanan dari lahan kita akan menjadi lebih dari cukup! Meskipun kita perlu sedikit waktu lagi untuk merapikan seluruh lahan pertanian dan area perkebunan, tapi jika kita memprioritaskan pada sayur-sayuran, umbi-umbian dan buah, saya pikir kita akan dapat memanen hasilnya dalam waktu beberapa bulan!”

Telinga Lily menegak senang karena merupakan suatu keajaiban bahwa tanah No Name yang tadinya tandus dan seperti gurun sekarang pulih dengan kecepatan tinggi.

Melihat ekspresi bahagia Lily, Asuka juga menepuk-nepuk rambutnya dengan bangga.

“Tentu saja, Deen dan Mel bekerja keras tanpa henti, jadi sudah jelas proses pembangunan ulang lahan pertaniannya memberi hasil yang sangat baik.”

“Fufufu.” Asuka tertawa ringan.

— Mel dan Deen yang dia maksudkan adalah rekan baru Asuka yang membuat kontrak dengannya; Peri dengan topi lancip dan sehelai gaun, Mel yang memiliki level roh dari penyelesaian perkembangan lahan; dan golem logam yang terbuat dari logam-dewa yang langka, Deen yang dapat bergerak selamanya.

Alasan mengapa Asuka duduk di sebelah Izayoi sudah jelas karena dia juga telah berhasil mencapai prestasi yang besar dalam hal pertanian.

Meskipun air yang tersedia merupakan hasil dari Gift yang Izayoi dapatkan, penyuburannya sukses karena kehadiran Asuka yang berperan dengan bantuan Gift Earth Fairy dan kekuatan besar bertenaga kuda yang membajak lahan.

“Mereka sangat bekerja keras, terutama Deen. Setiap malam, selain saat Asuka-sama pergi untuk berpatisipasi dalam Gift Game, dia selalu berada di ladang untuk membersihkannya! Dan bekerja tanpa lelah untuk mencampur bibit dan material bangunan lama yang dibusukkan oleh Mel, itu bantuan yang sangat besar!”

“Fufu, dapat merasakan kebahagiaan dari orang lain itu menyenangkan.”

“Hati-hati jangan sampai membuat bawahanmu bekerja berlebihan, Nona.”

Izayoi menanggapi Asuka dengan sinis.

Mengambil kesempatan sebelum suasananya memburuk, Kuro Usagi cepat-cepat mendesak agar diskusinya segera dilanjutkan.

“Bi-bisakah kita kembali ke topik utama? Pertanian berjalan dengan baik, jadi aku berpikir untuk membuat sektor khusus untuk tanaman khusus.”

“Sektor khusus?”

“Yes! Itu adalah area di mana kita dapat mengembangkan pohon-pohon roh atau tanaman roh seperti…”



“Tumbuhan Mandragora?”

“Tumbuhan Mandrake?”

“Tumbuhan Pemakan Manusia?”

“Yes♪ Tu-tunggu sebentar, yang terakhir itu aneh‼? Kita tidak bisa membiarkan anak-anak merawat sesuatu yang berbahaya seperti “tumbuhan Pemakan Manusia”! Mandragore dan Mandrake adalah spesies berbahaya yang dapat membunuh seketika, jadi itu tidak boleh sama sekali!”

“Oh, benarkah? Jadi kita hanya punya satu kesepakatan. Bagaimana kalau Pemakan Kelinci?”

“Apakah pelecehan itu diarahkan ke Kuro Usagi?”

“Kenapa kalian harus memprovokasi Kuro Usagi?”

UuRiaaa! Telinga Kuro Usagi sekarang setengah menegak karena marah.

Bahu Leticia merosot putus asa saat ia mencatat hasil diskusi yang tidak akan membuat kemajuan jika dibiarkan seperti ini. Jadi, dia menoleh pada Izayoi dan yang lainnya lalu memberikan petunjuk langsung:

“Pada dasarnya, Tuan (para Nona dan Tuan) perlu mendapatkan tanaman dan ternak yang tepat.”

“Ternak? Seperti domba dan sapi?”

“Tepat. Kebetulan, Aliansi [Draco Greif] dari Sisi Selatan baru saja mengirimkan surat undangan ke Festival Panen. Karena ini Perayaan yang diadakan oleh sebuah Aliansi, maka pasti akan ada cukup banyak kumpulan produk pertanian seperti ternak dan akan ada banyak Gift Game dalam waktu yang sama. Beberapa dari permainan itu memilki hadiah seperti bibit langka dan ternak. Dan itu akan menjadi kesempatan bagus untuk meningkatkan produktivitas kita.”

“Jadi begitu!” Dengan itu, anak-anak bermasalah tersebut mengangguk.

Membuka segel di surat undangan Aliansi [Draco Greif], Kuro Usagi memberi ringkasan singkat dari isi surat tersebut setelah membacanya dengan cepat.

“Surat undangan kali ini adalah harapan bagi kita untuk berpatisipasi dalam perayaan Malam Festival Panen dan biaya perjalanan serta akomodasinya akan ditanggung oleh Host. Melihat dari sudut pandang bahwa kita adalah [Komunitas No Name], ini bisa dianggap sebagai perlakuan VIP yang jauh melebihi perkiraan! Lokasinya adalah salah satu tempat dengan pemandangan terbaik di Selatan: [Air Terjun Underworld]! Daya tariknya tidak kalah dengan [Ujung Dunia] dengan Pohon Besar dan sungai jernih yang akan dipakai sebagai stage! Kuro Usagi jamin kalian semua pasti akan bersenang-senang!”

Kuro Usagi mengatakan hal tersebut sambil membusungkan dadanya. Hal yang langka baginya untuk sangat merekomendasikan dan memuji sebuah tempat seperti itu.

Izayoi dan yang lainnya saling bertukar pandang sebelum akhirnya menoleh pada Kuro Usagi yang bersemangat, lalu berkata dengan sinis:

“Oh……Sampai mendapat jaminan dan pujian tinggi dari [Bangsawan Little Garden], itu pasti sangat bagus. Kurasa itu pasti sebuah stage yang cukup hebat, ya ‘kan?...... Bagaimana menurutmu, Nona?”

“Araa, pasti! Bagaimanapun, ini amat direkomendasikan oleh [Bangsawan Little Garden]! Pasti mempesona dan penuh dengan mistis……ya ‘kan, Kasukabe-san?”

“Un. Tapi jika rekomendasi Kuro Usagi tidak memuaskan…kita hanya perlu memanggilnya [Bangsawan Little Garden(lol)] mulai saat itu.”

“Huh?! [Bangsawan Little Garden(lol)]??! Apa-apaan dengan nama konyol yang terdengar seperti sesuatu yang dibuat untuk beberapa orang dari garis keturunan Bangsawan bodoh itu? Kami [Kelinci Bulan] adalah bangsawan berdarah murni yang memiliki integritas moral, hati yang mulia, murni dan suci, yang rela berkorban demi dedikasi kami!”

“Bangsawan yang mempertaruhkan hidup demi dedikasi mereka sangat terdengar mencurigakan untukku.”

Izayoi tertawa keras ketika dia meledek Kuro Usagi dan gadis itu menggembungkan pipinya dengan kesal, memalingkan kepalanya tampak marah.

Jin tersenyum khawatir pada pemandangan di hadapannya sebelum terbatuk sedikit agar mendapatkan kembali perhatian.

“Ngomong-ngomong, berkaitan dengan gambaran besar arah Komunitas kita, kita telah menyelesaikan sebagian besarnya……tapi ada satu masalah yang tersisa.”

“Masalah?”

“Ya, festival tersebut berlangsung selama 20 hari dan termasuk dengan malam festival, totalnya menjadi 25 hari dan hampir sebulan. Permainan dalam skala ini langka dan jika mungkin, aku ingin kalian semua untuk berpatisipasi, tapi aku tidak bisa mengambil resiko membiarkan kekuatan utama kita meninggalkan Komunitas tanpa pertahanan, jadi aku berharap ada seseorang yang akan tinggal bersama Leticia di sini……”

“Bukan aku.”

“Bukan aku.”

“Bukan aku.”

Anak-anak bermasalah itu segera menjawab tanpa sedikit pun keraguan.

Mau tidak mau, Jin menelan sisa kata-kata yang tidak berhasil keluar dari mulutnya tepat waktu dan sementara itu ketiga anak bermasalah, mereka menatapnya dengan acuh tak acuh seakan jawaban mereka memang sudah jelas.

Akan tetapi, ini adalah masalah di mana ia tidak boleh menyerah. Jelas karena Komunitas mereka telah mulai mengumpulkan kekuatan yang sebenarnya sehingga bagian pertahanan adalah area yang penting untuk diperkuat. Bagaimana pun, ada kemungkinan komunitas-komunitas jahat seperti [Fores Garo] akan menculik anak-anak; atau Raja Iblis yang memunculkan bencana alam di Little Garden muncul.

Jin mencondongkan tubuhnya ke depan saat ia memberikan saran pada Izayoi dan yang lainnya:

“Kalau begitu, bisakah aku meminta semuanya agar setidaknya bersepakat untuk beberapa hari ketika kita semua bersama?”

“Apa maksudmu?”

“Kita akan mengirimkan dua orang dari kalian ke malam festival, dan ketika festival dimulai, yang lain akan bergabung dengan kalian berdua dan setelah menghabiskan seminggu bersama, hanya dua orang yang tetap tinggal sementara yang satu harus kembali……… Bagaimana?”

Para anak bermasalah memberikan suara *Uu* ketika mereka melihat satu sama lain.

“Itu berarti satu orang akan dapat menikmati semua acara, ‘kan? Lalu bagaimana caranya kita memutuskannya?”

“Yah…”

Tentu saja itu akan ditentukan oleh orang yang berpengaruh di Komunitas — itu adalah apa yang Jin ingin katakan tapi dia memutuskan menolaknya karena meskipun itu adalah hal yang umum bagi masyarakat Little Garden, tapi mungkin tidak begitu halnya bagi anak-anak bermasalah.

Tepat ketika Jin dalam keadaan terdesak, mencoba menemukan jalan untuk membujuk mereka, giliran Izayoi yang mencondongkan tubuhnya untuk mengusulkan rencananya:

“Baiklah, bagaimana kalau kita melakukan kompetisi kecil untuk memutuskan siapa yang akan pergi ke festival untuk hari yang terpanjang?”

“Kompetisi?”

“Araa. Sebuah kompetisi kedengarannya menarik. Kompetisi seperti apa?”

“Bagaimana kalau begini?.....Kita akan lihat siapa yang mendapatkan paling banyak hadiah dan atau bantuan untuk komunitas sebelum malam festival? Begitu waktunya habis, kita akan membandingkan pencapaian kita dan orang dengan hasil terbanyak dan kemungkinan tertinggi untuk mendapatkan lebih dari 10 hadiah di Festival Panen akan bisa di sana lebih lama……Bagaimana? Adil dan sederhana ‘kan?”

Asuka dan Yō saling menatap setelah mendengar ide Izayoi. Dengan syarat seperti itu bisa dikatakan kemungkinannya adalah 50-50.

Dan mereka berdua mengangguk.

“Baiklah. Aku setuju.”

“Un. Aku tidak akan kalah.”

Asuka menyunggingkan senyum tanpa rasa takut sementara Yō menunjukkan semangat juang saat dia berbicara.

Dan anak-anak bermasalah memulai kompetisi di antara mereka sendiri untuk pergi ke festival panen [Draco Greif].



Bagian 3

………Dan dengan demikan, kita kembali ke Izayoi yang sedang melakukan Gift Game dari Shirayuki Hime.

Anehnya, prestasi Izayoi tidak begitu bagus.

Menendang air dengan kaki telanjangnya, Kuro Usagi menghela napas sambil duduk di tepi sungai, menunggu.

“Tidak disangka, berita dari hasil pertempuran Izayoi-san telah menyebar bersama dengan evaluasi dari Tuan Muda Jin……Karena pengalaman tempur yang sudah didengar orang lain saat ini, mau tidak mau mereka akan menolak untuk mengajakmu dalam permainan, meskipun kau juga dapat menyalahkan situasi yang tidak tepat. Untungnya, Shiroyasha-sama telah mempersiapkan permainan untukmu kali ini, tapi untuk permainan mendatang yang akan mengijinkanmu untuk berpatisipasi, mungkin tidak akan sering datang…”

“………”

—Itu benar, karena nama Izayoi juga sudah tersebar luas dengan berita tentang evaluasi terbaru dari Komunitas [No Name]. Sebagai hasilnya, hak Izayoi untuk berpatisipasi dalam permainan telah dibatasi dan hanya dapat mengandalkan [Thousand Eyes] Shiroyasha untuk memperkenalkan Game padanya.

Lagi, tidak ingin menghadapi Izayoi dalam Gift Game itu dapat dimengerti karena kemampuan tempurnya yang hebat dan catatan mengenai pertempurannya dengan lawan-lawan sebelumnya itu mengejutkan.

Dewi Ular hebat yang tinggal di “Ujung Dunia”. Algol, salah satu dari mantan raja iblis kelas Bintang yang terkuat.

Weser, anak buah yang dipercaya Black Percher, iblis yang memiliki Gift [Divinity].

Setelah mengalahkan musuh-musuh berkekuatan luar biasa seorang diri, kekuatan Izayoi sudah jelas bukanlah milik seseorang yang berada di tingkat rendah.

Bagaimanapun juga, host adalah orang yang ingin mencari penghasilan, jika mereka tahu mereka akan kalah, mereka tidak akan membiarkan dia untuk ikut. Dan selain itu, Izayoi hanya sedikit berminat pada Gift Game mereka yang biasa saja dan membosankan.

Izayoi meregang sedikit, mengangkat bahu dan melihat ke arah Kuro Usagi.

“Lupakan. Bagaimanapun juga, mengerjai orang lain bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan, terutama ketika itu mengenai memaksa orang lain agar melakukan sesuatu untukmu. Tidak ada gunanya merusak reputasi yang sudah didapat ‘kan? Apalagi, Komunitas kita adalah grup yang menjunjung tinggi keadilan sementara berjuang untuk tujuan [Mengalahkan Raja Iblis], jadi untuk menghindari pertempuran yang pastinya akan dimenangkan juga menunjukkan bahwa kita sangat pengertian dan sebuah situasi yang dapat kita gunakan untuk keuntungan kita.”

“Kau benar mengenai itu. Tapi apakah Gift yang didapat dari Game ini dapat membalikkan keadaan pada hasil peringkat saat ini?”

“Tentang itu? Yah, ini bisa dikatakan bagian menyenangkan setelah aku menyelesaikan game.”

Izayoi tertawa terbahak-bahak dengan senangnya.

*Splash Splash* Akan tetapi Kuro Usagi merasa tidak senang dan terus menendang air.

Baginya, Kuro Usagi dapat melihat bahwa Izayoi memiliki kekuatan, dan baginya yang tidak dapat melakukan game yang setara dengan Izayoi, hal itu sangatlah menjengkelkan. Karena Kuro Usagi sangat percaya bahwa Izayoi adalah seseorang yang pasti dapat membangun namanya sendiri lewat kemenangan di tahap yang jauh lebih besar dari ini dan mendapatkan hadiah yang sangat langka pada saat yang sama.

Kuro Usagi mengerutkan bibirnya dan menendang air dengan lebih keras.

“Meskipun kali ini Shiroyasha-sama mengenalkan game ini padamu dan membantu menyelesaikan masalah…Kuro Usagi masih tidak puas. Jika kita kalah dalam game di mana kita berpatisipasi, Kuro Usagi akan dapat menerima kekalahan. Tapi untuk menghapus hak berpatisipasi dalam game yang akan datang…Ini…Ini seperti—“

“-selalu bergantung pada orang lain.” Meskipun dia ingin berkata begitu, Kuro Usagi menahan dirinya.

“Ya, ya.” Izayoi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal karena sesuatu yang mengganggu saat dia menggaruk kepalanya sebelum menatap mata Kuro Usagi.

“Kuro Usagi.”

“Y…Ya?”

“Aku suka sikapmu yang rendah hati, tapi kau terlalu pesimis dan itu tidak bagus. Situasi saat ini sangat tidak menarik, tapi aku sudah bilang, tidak ada yang sia-sia dan hal ini masih dalam perhitunganku. Jadi bisakah kau berhenti merendahkan diri secara konyol? Itu menyebalkan.”

*Ah Uu* Telinga Kuro Usagi terkulai saat ia tidak berani bersuara lagi.

Bagaimanapun, Izayoi sibuk menyelesaikan Game dan untuk mendengarkan seseorang menggerutu di sampingnya, hal itu benar-benar mengganggu karena menghalangi proses berpikirnya. Kesampingkan masalah tentang rasa pesimis, masalah terbesarnya adalah kurangnya pengetahuan.

Tidak ingin mengganggu Izayoi lebih jauh, Kuro Usagi yang depresi mulai berdiri dan berniat untuk bersembunyi di hutan sementara waktu.

Melihat Kuro Usagi yang depresi, Izayoi menghela napas sedikit sebelum memanggilnya.

“Hei, Kuro Usagi.”

“Huh…ya?”

“Ayo makan ikan untuk menu malam ini.”

“Hah?” Kuro Usagi menolehkan kepala dan mencondongkan telinga kelincinya.

Izayoi menunjuk ke tengah sungai.

“Di sana, kalau kau menangkap ikan di situ dan membakarnya, rasanya pasti enak. Kalau aku tidak salah, itu adalah ikan air tawar Horse-Mackerel. Aku ingin mencobanya…ya?”

Setelah mendengar perkataan Izayoi, Kuro Usagi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Yes! Mengerti! Malam ini, Kuro Usagi akan mengabulkan keinginan makan malam Izayoi-san dan bertanggung jawab untuk memasaknya sendiri!”

“Un. Aku akan menunggu.”

Izayoi tertawa melihat Kuro Usagi melompat bersemangat ketika dia menuju ke dalam hutan. Kelihatannya, telinganya dapat mendengar dalam situasi apapun dari manapun, dan itu tidak membuat suatu perbedaan ketika kelinci itu meninggalkan lokasi.

Ngomong-ngomong, telinga kelinci itu sama seperti biasanya, menunjukkan perasaannya dengan begitu jelas dari gerakannya, meskipun melihat perubahannya yang tiba-tiba membuat Izayoi bingung sejenak, namun, Izayoi dapat berkonsentrasi sepenuhnya sekarang.

Ketika matahari perlahan naik ke langit dan intensitas sinar matahari yag menyinari hutan kini mulai meningkat, jelas bahwa matahari akan segera mencapai puncaknya. Berdasarkan perkiraannya, Izayoi menyimpulkan bahwa sisa waktu yang dimilikinya adalah sekitar 30 menit.

[Jika aku tidak segera memulainya, waktuku akan habis… Walau begitu, dia tidak punya cukup petunjuk yang dapat disebut petunjuk sejak awal.]

Beristirahat sejenak lebih lama, Izayoi menghela napas dan membaca ulang geass roll. Ketika dia mulai dapat menghubungkan potongan-potongan informasi yang beberapa kali dia lewatkan, dia menemukan titik kuncinya. Detail penting yang akhirnya muncul dan Izayoi mulai memiliki beberapa pertanyaan mengenai isi dari [Geass Roll].

(Dinilai dari peraturannya, bagian ini akan menjadi permainan kepintaran. Jadi aku seharusnya bisa mendapatkan jawabannya kalau aku menempatkan semua potongan informasinya bersamaan dan membandingkannya dengan referensi silang.)

Bagian pertama yang Izayoi sadari sepenuhnya adalah nama dari permainan, “Bunga di Atas Danau”.

Apa yang dapat dikonfirmasi adalah Aqua Fran adalah tanaman yang hanya tumbuh di atas tepi sugai. Tapi permainan ini menandai “Bunga di Atas Danau”. Ini berarti adalah perbedaan antara “danau” dan “sungai” yang menunjukkan pada lingkungan khusus yang terlibat.

Hal kedua adalah kondisi keberhasilan. Di sini hanya dituliskan sebagai “Dapatkan Aqua Fran dan buat dia mekar”, tidak ada yang lain. Ini sudah jelas ada arti tersembunyi di dalamnya.

Setelah itu, ada perbedaan antara bagian “kuncup” dan “mekar”.

Oleh karena itu, “kuncup di atas danau” akan mekar menjadi “bunga di atas danau”.

Dengan kata lain, Aqua Fran akan mekar jika ditempatkan di atas air.

Masalah yang paling utama adalah tiga hal ini. Jadi kalau aku menghubungkan semuanya…”

·          Apa yang danau miliki yang sungai tidak miliki?

·          Kuncup bunga tidak tenggelam tapi jenis yang mekar di atas permukaan air

·          Tidak ada batasan di mana tempat untuk bunga tersebut mekar

Menyatukan semua informasi bersama-sama, solusinya menjadi jelas bagi Izayoi.

“Metode untuk memekarkan bunga ini adalah… [Perubahan kedalaman air], itu berarti aku perlu mengubah lingkungannya. Aqua Fran hanya hidup di sungai, tapi kalau terjadi gelombang air mendadak seperti turun hujan, lingkungan akan berubah karena peningkatan kedalaman sungai; atau bisa juga karena situasi dimana kuncupnya tersapu ke area yang lebih dalam dan karena insting untuk bertahan hidup yang ada pada bunga, itu akan mengakibatkan kuncupnya mekar di permukaan air…Pasti begitu.”

“Tepat.”

“………Hmm?” Izayoi menoleh. Itu adalah suara yang tak asing baginya tapi dia tidak dapat mengingatnya di mana.

Tapi orang itu adalah seseorang yang belum pernah dilihatnya.

Rambut hitamnya yang mengilap indah ditahan oleh jepit bunga tiga warna. Wanita itu mengenakan sebuah kimono putih elegan berpola bunga, dan ketika dia berjalan dengan langkah agak melankolis, lengan kimononya bergoyang mengikuti gerakannya. Menatap acuh tak acuh sambil mengamati Izayoi, dia berjalan mendekat dan berhenti di dekat pemuda itu, di mana poni dan napasnya dapat menyentuhnya. Wanita itu menatapnya sambil menyunggingkan senyum yang sangat nakal dan kurang ajar.

“Wah wah, kau benar-benar anak yang aneh. Tidak hanya memiliki kemampuan untuk membuatku tidak sadarkan diri, tapi kau juga cerdas. Pantas saja Shiroyasha menunjukkan minat yang besar padamu dan terus-menerus memujimu.”

“…………”

Izayoi mengedipkan matanya tiga kali untuk menilai ulang wanita cantik yang sedang berdiri begitu dekat dengannya sampai-sampai mereka dapat merasakan napas satu sama lain pada wajah mereka.

……tapi sejujurnya dia tidak tahu siapa wanita itu. Memiliki fitur wajah yang indah dan walaupun mengenakan kimono, wanita itu masih dapat menunjukkan bentuk tubuhnya yang sempurna, dan meskipun sebagian besar tubuhnya ditutupi pakaian tebal, itu tetap memberikan sebuah pesona tersendiri.

Laki-laki biasa akan mabuk oleh kecantikan semacam itu pada jarak dekat dan akan kehilangan akal mereka.

Tapi sekarang Izayoi hanya penasaran dan ingin tahu saja, sehingga dapat mengatasi pikirannya yang lain.

“……Siapa kau?”

“Orang yang tidak sopan. Apa kau sudah lupa pada wanita yang dengan kasar perutnya kau tendang? Atau apakah kau menendang semua wanita yang kau temukan setelah tiba di dunia Little Garden?”

Setelah mendengar sindirannya, Izayoi akhirnya ingat. Tidak peduli seberapa lambatnya seseorang berpikir, mereka seharusnya sudah dapat mengingat kejadian seperti itu saat ini.

Izayoi menatap wanita tersebut seraya melebarkan matanya.

“Kau ular itu? Tapi itu tidak benar, barusan kau masih ular!”

“Hah. Yah, tidak ada alasan untuk berubah ke wujud manusiaku. Dibanding hal itu, “ular ular ular ular ular” itu menyebalkan, seseorang harusnya setidaknya mengingat nama dari Host permainan yang diikutinya bukan?! Bodoh!”

Mendengarnya, Izayoi melihat ke geass roll. Gulungan tersebut menyatakan bahwa host-nya adalah Shirayuki-hime.

Izayoi melebarkan matanya.

“Shirayuki-hime… Maksudmu seseorang yang tadinya adalah kurban hidup di kolam Yasha… ah tunggu, tunggu. Kau adalah orang yang Shiroyasha berikan kedewaan? Jadi seharusnya ada kuil di sana…?”

“Tentang itu…memangnya kenapa? Sia-sia saja kau bertanya seperti itu. Kau sudah memecahkan permainannya? Cepatlah dan selesaikan sebelum kau kalah. Masih ada kurang dari lima belas menit untukmu, kau tahu?”

Walau mengatakan hal seperti itu, Shirayuki-hime menutup mulutnya saat dia terkikik, sikapnya sama sekali tidak gugup karena masih percaya akan kemenangannya.

Mudahnya, kuncup Aqua Fran memerlukan sebuah danau untuk mekar, tapi meskpun kedalamannya tepat di Air Terjun Tritonis, kecepatan alirannya terlalu kuat dan tidak ada danau alami di sini. Sebagai tambahan, semua sungainya mengalir ke “Ujung Dunia”. Meskipun itu adalah Izayoi, tidak mungkin dia akan selamat jika sampai terjatuh.

Kemudian, Shirayuki-hime berbicara dengan lembut di samping telinga Izayoi.

Kau tahu? Kelihatannya hal ini tidak baik, Masih mungkin untuk menyerah sekarang. Kalau kau adalah anak yang baik dan mau meminta maaf atas ketidaksopananmu, aku bisa memberimu setangkai bunga. Dengan begitu, kau akan tetap bisa bersikap angkuh di depan Shiroyasha dan gadis-gadis itu, ‘kan?”

“Tidak mungkin. Jika aku berani menyerah pada gadis-ular sepertimu dan kembali dengan setangkai bunga yang kau berikan karena kasihan, itu akan membuat Nona tertawa. Lalu dia akan menggantung bunga tersebut dengan sebuah plakat yang berbunyi ‘Bukti bahwa Sakamaki Izayoi telah mempermalukan dirinya sendiri ada di sini’ dipasang di ruang konferensi.”

Izayoi bercanda sambil mengangkat bahunya.

Tentu saja Asuka tidak sekasar itu.

…Tapi jika Asuka mendengar ini…

“Kau menginginkan ini? Kau benar-benar menginginkan ini? Kalau begitu, kita akan mengambil foto kenang-kenangan lalu membingkainya!”

Meskipun ia mungkin memiliki beberapa syaraf yang muncul dekat pelipisnya, dia akan menjawabnya dengan senyuman.

Merasa sedikit sedih karena kehilangan kesempatan agar mereka diledek bersama di tempat ini, Izayoi melompat turun dari batu besar tersebut, ketika dia tertawa terbahak-bahak dengan keras.

“Ngomong-ngomong, aku tidak pernah berpikir bahwa ular tersebut adalah seorang bishoujou (wanita cantik).”

“Terkejut?

Tentu saja, tapi ini adalah bonus yang bagus…… Apa kau masih ingat kontraknya kalau aku menang?” Izayoi tertawa tanpa takut.

“Hmph.” Shirayuki-hime mengejek. “Tentu saja…Bahkan, jika kau bisa memenangkan ini……… Aku, Shirayuki-hime, akan berada di bawah kekuasaanmu dan akan menjadi pelayanmu.”

“Benarkah? Kau akan melakukan apapun yang kukatakan?”

“Tentu saja. Kau bisa membelah perutku dan makan hatiku atau kau dapat merobek pakaianku dan mengikatku dengan rantai. Kau juga bisa menodai kesucianku dan menikmati air mataku…… Selama kau adalah majikanku, aku akan memuaskan keinginanmu.”

Shirayuki-hime menggunakan kedua tangan dan menekan dadanya sambil tersenyum menantang, yakin bahwa Izayoi akan kalah.

Izayoi mengangguk, puas dengan jawaban tersebut dan melihat ke hutan. Kemudian, dia mengulurkan tangannya, seakan sedang mengukur jaraknya.

“Yah, kurasa aku hanya harus menyelesaikan masalah mustahil ini……selangkah demi selangkah. Di depan matamu sendiri.”

“Apa?”

“Ah, benar, sebelum aku menyelesaikannya untukmu… Apa kau tahu mengenai “Kesepuluh Tugas Heracles (Hercules)”? Kudengar itu adalah sebuah Gift Game yang benar-benar ada di Sisi Selatan.”

“Tentu saja. Sepuluh tugas itu sangat terkenal.”

Sekalipun mitologinya berbeda, masih dapat dimengerti bahwa Shirayuki-hime pasti telah mendengarnya.

“Kesepuluh Tugas” dilakukan oleh pahlawan legendaris, Heracles. Untuk dapat menebus kesalahannya karena membunuh keluarganya. Dia harus mengalahkan dan menaklukkan lawan-lawan seperti Lernaen hydra, mares dari Diomedes, Cerberus dan banyak lagi tugas yang mustahil, sebuah Gift Game yang didasarkan pada mitologi Yunani dan salah satu permainan tersulit di Little Garden.

“Dan meskipun telah melakukan sepuluh tugas, Heracles juga diharuskan untuk melakukan dua lagi, karena dua dari dari sepuluh tugas tersebut dituduh melanggar aturan, jadi totalnya ada dua belas tugas. Dan tugas kelima adalah “kandang Augean”, yang dianggap sebagai ujian kecerdasan dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan situasi.

—Persyaratannya adalah [untuk membersihkan kandang yang memuat 3.000 ternak dalam sehari yang kelihatannya tidak pernah dibersihkan selama lebih dari 30 tahun].

Dan itu adalah pekerjaan yang menjijikkan dan memalukan. Jadi apa yang Heracles lakukan? Menggunakan kekuatannya yang luar biasa besar – Dia . me . mutar . balik . sungai . dan . mem . biarkan . airnya . mengalir . masuk . dan . mem . buatnya . mem . bersihkan . kandang . untuk . nya . apa . kau . mengerti?

Karena Shirayuki-hime telah mengerti, wajahnya dengan segera memucat ketika Izayoi menampakkan senyum licik.

“Oi…oi, apa kau serius?”

“Ya, aku selalu serius.”

Izayoi pergi ke dekat sungai dan mengangkat kaki kanannya lalu menjatuhkannya keras-keras.

Seketika itu juga, sebuah gelombang kejut yang besar menyapu tepi sungai dan membentuk lubang. Lubang tersebut terus bergerak dalam garis lurus, terlihat seperti ranjau darat yang telah ditanam sebelumnya, pecahan-pecahan batu dan tanah terlempar keluar dari daratan ketika lubang itu terus maju. Kekuatan besar yang terlihat seperti menembus seluruh hutan berlanjut lebih jauh dan sungai mulai mengalir ke lubang yang terbentuk oleh benturan juga.

Seolah-olah sebuah kanal tercipta saat itu juga.

“AHAHAHAHAHAHAHAHAHA” Izayoi tertawa keras dan melompat ke depan seakan-akan dia ingin berdiri di depan air keruh yang mengalir deras ke dalam kanal air sambil meretangkan lengannya dan dengan bangga menyatakan:

“Kalau tidak ada danau di sini, aku hanya perlu membuat jalur sungai berubah untuk membuatnya ada♪”

Shirayuki-hime terkejut hingga ke titik di mana kakinya bahkan gemetar.

“Itu benar! Heracles menggunakan kekuatannya untuk mengubah jalur sungai dan menggunakannya untuk membersihkan kandang dan ternak Augean‼!”

Jika Izayoi meniru metode yang digunakan pada “kadang Augean” dan secara harfiah menghancurkan formasi sungai—tidak diragukan lagi, setidaknya setengah dari wilayah Shirayuki akan hancur.

Shirayuki-hime bangkit dari rasa terkejutnya dan menjerit.

“HEI! HENTIKAN ITU ANAK GILA‼!”

Tapi itu sudah sanga terlambat. Izayoi selalu serius.

Serius hingga dia sangat bersemangat akan hal itu.

Lagipula, salah satu mottonya adalah “Tidak peduli apapun yang kaulakukan, apakah itu keisengan atau bukan, tetaplah serius akan hal itu”. Seserius inilah Izayoi.

Ketika Izayoi membuat sebuah putaran sebelum menghubungkan tinjunya ke tanah—Pukulan yang akan memuntahkan keluar sungai dan gunung telah membuat lubang di hutan. Lubang yang terlihat seperti sebuah kawah gunung berapi. Ketika keributan yang dapat membuat orang-orang yakin bahwa sebuah gempa sedang terjadi saat ini mulai menyebar ke sekitar, air yang menyembur dari sungai mulai mengalir seperti air terjun saat mengisi kawah.

—Penguasa Air Terjun Tritonis sekali lagi meremehkan dirinya. Atau lebih tepatnya, dia tidak bisa memahami Sakamaki Izayoi dengan baik.


Sakamaki Izayoi…… Anak yang paling bermasalah di dunia.

Mondaiji Jilid 3 Bab 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.