Kamis, 11 Juni 2015

Date a Live Jilid 8 Bab 1 LN Bahasa Indonesia


PENYIHIR OKTOBER

Bagian 1
“Ufufu---- Hei, sayang. Tidak apa kok kalau kamu mendekat. Ke sini.”

“Tidak…………. Dengarkan aku, Miku.”

“Ada apa--? Ah, iya. Baru-baru ini aku menemukan restoran Italia yang enak. Apa kau punya rencana sore ini? Ayo kita pergi kalau kau tidak keberatan.”

“Ah, tidak, aku harus buat makan malam untuk Tohka dan yang lain………..”

“Begitu----, kalau begitu kita pergi dengan Tohka-chan dan yang lain. Aku bukan perempuan yang berpikiran sempit kau tahu? Tentu saja aku yang traktir, tidak usah khawatir.”

“Bukan itu, Miku……………”

Melihat kepada perempuan yang terus menempeli tubuhnya selagi tersenyum dengan polos, Itsuka Shidou membuat wajah yang kewalahan.

Dengan rambut cantik seperti benang berwarna biru keunguan dan kulit yang halus yang selalu dirawat. Tidak diragukan lagi dia adalah gadis yang cantik.

Perempuan itu bernama Izayoi Miku, satu tahun diatas Shidou di sekolah, tapi tidak seperti senior seharusnya, dia sekarang sedang melihat anak yang kekanak-kanakan.

Tapi walau begitu, tubuhnya benar-benar tinggi dan dadanya yang menonjol terus menekan tubuh Shidou setiap kali dia bergerak, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Keringat terus bercucuran di sekitar wajah Shidou dan dia tidak punya pilihan untuk tidak menatap matanya.

Namun, Miku yang begitu polos bukan satu-satunya yang membuatnya kaku.

“…………………….”

*Menatap--* sebuah helaan melilit sekujur tubuh Shidou.

………Ya. Adik Shidou, Itsuka Kotori duduk di depan Shidou dan Miku.

Dia adalah perempuan yang berkarakter dengan rambut yang diikat dua dengan tali hitam, mata bulatnya terlihat sebuah biji pohon ek, dan sebuah Chupa Chup di dalam mulutnya. Saat ini dia sedang memakai jaket merah di pundaknya selagi dia mengistirahatkan dagunya pada satu tangannya dan menatap terus Shidou dan Miku dengan mood yang jelek.

Sekarang ini Shidou dan yang lain sedang berada di suatu ruangan di Fraxinus.

Ini adalah ruangan yang remang yang seolah sedang mengucilkan cahaya. Kursi yuang diduduki Shidou dan Miku berada tepat di tengah, dan meja yang panjang berbaris di sekitarnya. Ini seperti ruangan untuk wawancara yang menegangkan atau mungkin gedung pengadilan………. Yah, Miku sepertinya tidak keberatan.

“……………..apakah tidak apa kapanpun, Miku.”

“Eh? Apa maksudmu kapanpun?”

Saat Miku mengatakannya dengan wajahnya yang polos, Kotori menggigit giginya dan membanting meja.

“Itulah kenapa!! Aku berbicara tentang pengumpulan informasi! Bukankah kau bilang [Aku tidak mau jika tidak bersama sayang] jadi kami memperbolehkanmu duduk dengannya!”

“Aah, iya juga.”

*ahaha* Miku tertawa dan kembali melihat Kotori. Tapi, tangannya tetap memeluk tangan Shidou.

*Haa* Kotori membuat helaan yang besar sebelum mengambil dokumen yang berada di dekat tangannya.

“……………….kalau begitu aku akan mulai bertanya.”

“Baik baik, lanjutkan.”

Kata Miku dengan nada yang tenang. Kotori mengeluarkan satu lagi helaan sebelum melanjutkan perkataannya.

“Mengenai kemampuanmu, malaikatmu, aku mempunyai banyak hal untuk ditanyakan………. Aku akan tanyakan itu nanti. Pertama, ada hal yang ingin aku pastikan yang tak lain adalah----“

Setelah mengatakan itu, Kotori menunjuk jarinya pada Miku.

“--------Kehadiran yang membuatmu menjadi roh.”

“………………….!”

Saat Kotori mengatakan itu, Miku mengendurkan pipinya.

“Kau bukanlah roh, tapi manusia sejati--------tidak ada kesalahan kan?”

“………………..”

Mendengar perkataan Kotori, Miku mengangkat alisnya sedikit dan membuat ekspresi sakit hati. Dan entah kenapa, Shidou merasakan nafasnya semakin berat.

Sesaat, dia pikir……………. Ada beberapa keadaan mengapa dia tidak bisa menjawab pertanyaan Kotori, tapi dia langsung berpikir kembali.

Saat Miku menjadi roh. Itu adalah saat Miku kecewa terhadap manusia dan putus asa pada dunia. Kemungkinan dia ragu-ragu untuk menceritakan kembali hal yang terjadi saat itu dari mulutnya.

“Kau tak apa, Miku? Jika ini sulit bagimu, kau bisa istirahat sebelum----“

“Tidak, aku tak apa.”

Saat Shidou mengatakannya, Miku menggerakkan kepalanya ke samping.

“Aku memiliki sayang. Termasuk semua yang terjadi di masa lalu, aku memutuskan untuk maju ke depan.”

“Miku…………….”

Setelah Shidou menepuk punggungnya dengan halus seolah mendorongnya ke depan, Miku mengangguk.

“……………..ya. Itu benar. Beberapa bulan yang lalu……….. Aku dikhianati semua orang. Aku kehilangan suaraku karena Aphonia tipe pisikogenis dan di depanku yang kehilangan harapannya untuk hidup------[Tuhan] muncul.”

Setelah Miku mengatakannya, dia merasa pandangan Kotori mulai menajam. Shidou juga mengangkat kedua alisnya.

Tapi Miku, seolah tidak menyadari pernyataan Kotori dan Shidou, Miku melanjutkan.

“[Hei, apa kau ingin kekuatan? Apa kau ingin kekuatan yang besar untuk mengubah dunia?]. [Tuhan] mengatakan itu padaku, dengan sebuah cahaya dia memberikan sesuatu seperti batu permata berwarna violet padaku. Dan setelahnya, saat aku mengulurkan tanganku untuk menerimanya, permata itu seperti meleleh ke dalam tubuhku……. Dan saat itu juga, aku mendapatkan [Suara] jahat yang bisa membuat semua orang melakukan apa yang kukatakan---“

“Begitu.”

Kotori mengerang dengan wajahnya, dan membuat batang Chupa Chups berdiri dari mulutnya.

“Tolong beritahukan semua hal tentang [Tuhan] atau apapun itu.”

“Walau kau bilang, semua……….”

Dalam sekejap, alis Miku terlihat seperti huruf kanji angka delapan ().

“Aku entah kenapa merasa itu sebuah misteri. Benar itu ada disana, tapi aku mengenali bayangan tempatnya dengan suara tempat itu. Memang benar aku mendengar suara itu, tapi walaupun aku mengerti perkataanya, aku benar-benar tidak tahu jenis suara apa itu.-------Entah kenapa, aku merasa tempat itu memiliki semacam mosaic……..”

“…………Begitu.”

Kotori membuat helaan kecil saat mengatakannya. Namun, dia tidak terlihat terlalu kecewa. Bahkan, dia entah kenapa seperti sudah memprediksi reaksi Miku.

“Kalau begitu, aku akan mengganti pertanyaan. Setelah mendapatkan kekuatan roh, adakah saat kau diserang oleh dorongan yang merusakmu atau egomu terlalu besar?”

“Dorongan yang merusak………….. katamu. Tidak, hal itu tidak terjadi seingatku….”

“Fuuh.”

Kotori mengangkat alisnya selagi menulis sesuatu pada dokumen di dekat tangannya.

“Kotori, itu……..”

Saat Shidou mengatakannya, Kotori memperlihatkan tanda setuju.

“Aku pikir, mungkin hal yang terjadi pada kita juga terjadi pada Miku-----tapi, aku bingung. Mungkin sifatnya berbeda dari tipe Reiryoku, atau mungkin masalahnya pada kemampuan individual………… atau mungkin <Phantom> dapat menguasai Reiryoku dan memberikannya pada manusia seperti yang terjadi padaku? Hah, jika memang kebetulan sama, itu bukan sesuatu yang bisa kita tahan, dimanfaatkan sebagai bahan uji coba.”

Dengan mengangkat bahunya, dia mengatakannya dengan jijik. Shidou juga menggertak giginya dan mengepal tangannya.

<Phantom>. Sebuah keberadaan Reiryoku pada Miku dan Kotori, and mengubah mereka menjadi roh.

Apakah itu roh, manusia, atau spesies lainnya. Kenapa itu bisa mengubah manusia menjadi roh, apa alasannya----------sesuatu seperti <Phantom> dan semuanya terbungkus dalam misteri.

“Mu---“

Dan, saat Shidou larut dalam pikirannya, tangannya tiba-tiba terdorong. Saat dia menengok, Miku *puu* sedang meniup pipinya.

“Tolong berhenti mengacuhkanku dan terus berpikir dengan hanya ada kalian berdua.”

“Aah……… Maaf, maaf.”

Setelah Shidou tersenyum kecut, Kotori mebuat suara batuk untuk berpikir ulang.

“Maafkan aku. Tapi tak perlu khawatir. Pengumpulan informasi baru saja dimulai. Aku akan mendengarkan dengan baik penjelasan detilnya mulai sekarang. Kita tidak bisa membuang kesempatan ingatanmu dimanipulasi oleh <Phantom> jadi, mari kita pasang elektroda pada kepalamu untuk melihat otakmu sedikit, oke--?”

Kotori tersenyum. Berlawanan dengan Kotori, Miku membuat wajah yang tidak menyenangkan dan keringatnya turun ke pipinya.
xxXXxx
---Akhirnya, itu selesai sekitar sore hari saat matahari turun disekitar Miku saat dia dilepaskan oleh Kotori.

Saat diteleportasi di depan rumah keluarga Itsuka oleh teleporter Fraxinus, Miku sangatlah lelah dan didukung oleh Shidou.

“O-oioi, kau tak apa?”

“Uh, aku capek………”

Setelah mengatakan itu, Miku menghela nafas.

“……………Entah kenapa, aku rasanya ingin terjun ke futonku setelah pulang ke rumah hari ini…………… Sayang, aku minta maaf, soal restorannya, bisakah kita lakukan lain waktu?”

“Eh? Aah, aku tidak keberatan……”

Setelah Shidou mengatakan itu, Miku memeluk dada Shidou dengan tangannya dan *Paa* wajahnya kembali ceria.

“Hnn, Mou, sayang terlalu baik.”

Mempertahankan posturnya, dia memeluk tubuhnya lebih erat.

“O-oi, kau itu seorang idol, bukankah hal ini buruk…………..”

Saat wajah Shidou memerah saat melihat ke arah lain, Miku langsung membuat wajah terkejut.

Ya. Perempuan polos yang sedang memeluk Shidou, Izayoi Miku adalah seorang idol yang memiliki suara ajaib dan orang yang cukup terkenal.

Karena dia aktif sebagai penyanyi dan menutupi identitas untuk waktu yang lama, wajahnya tidak terlalu dikenal tapi…………. Terima kasih larangan tampil di TV dicabut beberapa bulan lalu, saat wajahnya sedang disiarkan diseluruh Jepang. Jika hal seperti ini terekspos, foto skandal akan ada dengan cepat.

Tapi Miku *Nii* mengangkat sebelah bibirnya seperti dia membaca pikiran Shidou.

“Fufu, hal itu tidak apa. Jika ada paparazzi yang sembunyi, aku akan memberikan mereka sedikit pelayanan. Mau itu Jumat atau Minggu, lakukan saja---“

“……Tidak, aku pikir Minggu tidak apa……….”

Saat Shidou tersenyum kecut, Miku [Fufu] tersenyum.

“Sayang, kau mengatakan ini, kan? Walau tidak ada seorang pun yang mendengar laguku, sayang akan menjadi satu-satunya penggemarku. Itulah kenapa………….. tak apa. Jika sayang ada di sisiku, aku tidak keberatan apapun yang terjadi.”

“Aah…… Itu benar.”

Setelah Shidou kembali menatap Miku, dia merendahkan kepalanya kedepan.

Mungkin dilihat dari reaksi Shidou, Miku tersenyum puas, dan melepaskan tubuh Shidou.

“Yah, sepertinya ini saatnya aku pamit. Aku tak sabar bertemu denganmu lagi, sayang.”

“Aah, begitu.”

“Ya---, lalu……….”

Tiba-tiba, Miku memeluk leher Shidou dengan kedua tangannya, dan [Hnn-] memajukan bibirnya.

“A…….!? A-A-A-A-A-Apa yang kau lakukan, Miku……..!?”

“Eeh? Apa……… Ini hanya ciuman selamat tinggal……..”

“T-Tidak, hanya karena kau tidak takut pada skandal, bukankah ini aneh?”

“Uun, mou, kau orangnya pemalu. Tidak apa--. Kemarilah.”

“O-oi, tunggu dulu……….”

Miku mengeluarkan kekuatan pada kedua tangannya. Wajah Shidou terdorong ke depan dengan kekuatannya-----

“Ah! Apa yang kau lakukan!”

Dari suara keras yang keluar dari sebelah kanan, dia menarik bahunya.

Kedua wajah Shidou dan Miku melihat kea rah datangnya suara di saat yang bersamaan. Di sana, ada perempuan dengan tangan yang bergemetaran saat melihat mereka dengan mata yang terbuka lebar.

Dia memliki rambut panjang bernuansa malam di belakang pundaknya, dan mata Kristal yang indah. Seseorang tak akan pernah lupa tentangnya setelah mereka melihatnya karena dia adalah keindahan yang nyata.

Yatogami Tohka. Teman sekelas dan tetangga Shidou. Dan juga---- seperti Miku, roh dengan kekuatan Reiryoku yang tersegel oleh Shidou. Karena sudah hamper waktu makan malam, dia mungkin datang ke rumah keluarga Itsuka.

“To-Tohka!”

“Oh, Tohka-san. Lama tidak bertemu.”

Miku mengatakannya dengan nada yang ceria. Saat dia melakukannya, Tohka berjalan dengan berat dan menarik Shidou dari Miku. Dan juga, seperti melindungi Shidou, dia menyebarkan tangannya dan berdiri diantara mereka.

“Kau tak apa, Shidou! Sialan kau Miku. Aku dengar kau mengkoreksi diri sendiri, tapi apa yang kau rencanakan!?”

Setelah Tohka membuat tatapan yang tajam, 3 langkah kaki baru terdengar dari arah Tohka datang.

“Fuuu, keberanian yang bagus untuk memperlihatkan taringmu pada Shidou yang adalah propertiku dan Yuzuru. Dimengerti, kenapa kita tidak tunjukkan kekuatan Yamai!”

“Peringatan. Saat kegiatan mendekati Shidou, tolong berikan dokumen dengan penjelasan tertulis pada Yuzuru dan Kaguya yang memiliki hak kepemilikannya.”

Setelah mengatakan itu, kembar identik itu, maju ke arah Miku.

Kaguya dengan wajah berkarakter pantang menyerah dan rambutnya diikat, dan Yuzuru dengan rambut 3 kepang panjang dan dia memberikan ekspresi kosong. Satu-satunya cara untuk membedakan mereka adalah gaya rambut dan ekspresinya……….yah, jika penglihatannya diturunkan kebawah sedikit, perbedaan tubuh mereka dapat dikenali.

Suara yang lembut dapat didengar dari belakang.

“Se-sesuatu seperti itu di tengah jalan…………….itu buruk aku pikir……………”

Mengatakan itu, pipi gadis mungil itu dengan topii yang menutupi matanya-------memerah. Disaat yang bersamaan, Yoshinon, boneka tangan kelinci yang dipakai di tangan kiri, *Paku**Paku* membuka mulutnya dan berbicara.

“Nee---tidak baik kau tahu--, Yoshino belum mencoba pola itu--, Menyambar seperti itu---“

“Yo-Yoshinon…………….!”

Yoshino menutup mulut Yoshinon dengan tergesa-gesa. Yoshinon mengayunkan tangannya seperti sedang kesakitan.

Selain itu, sejak Yoshino, yang tinggal di dalam ruang karantina Fraxinus, sudah terbiasa pada kehidupan normal, dia juga pindah ke kamar di sebuah mansion beberapa hari yang lalu.

Yamai bersaudara dan Yoshino. Mereka adalah roh seperti Tohka-------dan sedikit berhubungan dengan Miku.

Ya. Bulan lalu, mereka mengalami tubuh mereka dan pikiran mereka dikendalikan oleh Miku. Mungkin karena itu, mereka masih waspada pada Miku.

Namun, Miku sendiri tidak memikirkannya dan matanya berkilauan.

“Lama tidak bertemu, Yoshino-chan, Kaguya-chan, dan Yuzuru-chan. Aku minta maaf soal waktu itu. Aku ingin minta maaf pada kalian semua.”

Setelah mengatakan itu, dia merendahkan kepalanya. Mungkin karena mereka bingung dengan reaksinya, ketiga perempuan itu melihat satu sama lain.

Tapi, Tohka tidak melepaskan kewaspadaannya walau dia melihat yang dilakukan Miku dan tetap berdiri di depan Shidou.

“Jadi, apa maksudmu? Apa yang akan kau lakukan pada Shidou!”

“Eh? Hanya ciuman selamat tinggal? Bukankah Tohka-san selalu melakukannya?”

“Ci-Ciuman……. Selamat tinggal?”

Tohka mengangkat alisnya dengan perasaan bingung dan berbalik ke arah Shidou.

“………..Apa itu sesuatu yang normal?”

Tohka bertanya dengan ragu. Dia tidak tahan itu menjadi salah paham. Shidou menggerakkan kepalanya ke samping.

“I-Itu bohong! Ciuman saat mengatakan selamat tinggal, hal itu sedikit------“

“Eeh, bukankah itu impian? Bagaimana kalau Tohka-chan coba?”

“Apa………!?”

Shidou, Tohka dan juga Yoshino serta Yamai bersaudara tersentak saat mendengar perkataan Miku ketika dia kembali.

Tapi, wajah Miku terkejut dari reaksi yang tak terduga dan langsung *pon* memukul tangannya bersama seperti dia sedang memikirkan sesuatu.

“Aku tahu! Aku memikirkan sesuatu yang bagus! Aku akan mencium sayang dulu. Dari situ, aku yang mencium sayang akan mencium Tohka-san. Bagaimana? Mengenai dua burung dengan satu batu! Bukankah itu hebat!?”

“Ke-Kenapa aku harus menciumnya!?”

“Eh? Itu karena, bukankah aku akan mencium sayang sebelummu?”

“Mu………umu”

“Artinya, bukankah sama saja Tohka-san mencium sayang?”

“Muu…….Be-begitu……….”

“Tidak, bukan ‘begitu’”

Setelah dia mengatakan itu setelah menghentikan Tohka yang hampir diyakinkan, Tohka langsung mengguncang pundaknya.

“Si-Sial kau Miku! Kau mengerjaiku, kan!”

“Aku tidak pernah berpikir seperti itu……………. Ah! Kalau begitu, begini saja. Pertama aku dan Tohka-san akan berciuman, lalu aku akan mencium sayang--, perasaan hangat Tohka, aku akan mengirimkannya pada sayang.”

“A…..!?”

“Hnn---“

Miku meletakkan tangannya pada dadanya seolah sedang berdoa dan memajukan bibirnya ke arah Tohka setelah menutup matanya. Tohka menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan dengan bingung, dan lari dari tempat itu.

“Aan, kenapa kau lari. Tolong tunggu aku.”

“Ja-Jangan mengikuti ku!”

Setelah mengatakannya dengan berteriak, Tohka berlari ke arah Yoshino dan yang lain.

“Kya………..”

“Ka-Kau bodoh! Jangan datang kesini!”

“Gemetar. Ayo lari, Kaguya.”

Setiap mulut mengatakannya, dan semuanya lari dari Miku.

“Aah, Mou, kalau begitu, biarkan aku lakukan semuanya!”

“”””Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”””””

“Ha-haha…………………………..”

Melihat Miku yang terlihat bahagia dari lubuk hatinya mengejar semua orang, Shidou tak tahan untuk tersenyum.

Bagaimana kau mengatakannya---- rasanya seperti dia pergi ke antagonism dan memiliki hubungan padanya, dan bergabung pada semuanya dengan cara yang relative mudah.”

***

Bagian 2
“Fumu…………”

Setelah Shidou dan Miku kembali ke tanah. Kotori menyentuh dagunya dengan tangannya selagi dia menyusun hasil percakapan dengan Miku di kantor Fraxinus tadi.

Sebuah layar di depan menampilkan hasil dari data rekaman suara Miku. Dia memeriksanya berkali-kali selagi menyusun dalam sebuah daftar dan membuat dokumen untuk diberikan ke [Rounds].

Sebenarnya, pekerjaan ini dilakukan oleh anggota yang lain. Tapi, karena Kotori pernah bertemu dengan <Phantom>, dia sendiri yang mengerjakan misteri tentang <Phantom>.

Miku adalah satu-satunya selain Shidou dan Kotori yang pernah menghadapi <Phantom>. Selama setiap kata-katanya memiliki kemungkinan tentang informasi tersembunyi yang bisa membawa mereka semakin mendekati identitas <Phantom>, dia tidak bisa memberikannya pada anggota yang lain.

“Batu safir ungu yang diberikan pada Miku…………., berapa banya safir yang dimiliki <Phantom>…………. Jika dia bisa membuatnya sampai tak terhingga maka------“

Saat dia membaca dengan matanya dan merusak peralatannya, dia bergumam pada dirinya sendiri.

Dan, saat itu.

“Hyaa!?”

Tiba-tiba sesuatu yang dingin menyentuh pipinya dan Kotori mengeluarkan suara tingginya.

“A-Apa ini…………….!”

Saat dia bangun karena terkejut, datang entah darimana, dia melihat perempuan seusianya berdiri menawarkan kopi padanya.

Rambutnya yang diikat satu, dia perempuan yang hebat dengan tahi lalat di bawah mata kirinya. Entah kenapa dia memiliki atmosfir yang serupa dengan Shidou.

“Menjadi antusias itu bagus, tapi bukankah kau terlalu berlebihan?”

Setelah mengatakan itu, perempuan itu------------Takamiya Mana tersenyum.

“…………..Aku tahu itu.”

Dia membalas dengan nada kecewa, dan menerima kopi yang diberinya. Dia membuka kaleng dingin, dan saat dia menuangkan cairan ke dalam mulutnya rasa haus mulai berkurang, rasa pahit masuk melewati mulutnya.

“Jadi, apa yang salah? Ada kemajuan?”

“…………….Sayangnya tidak. Kita hanya tahu <Phantom> muncul di depan kami 5 tahun lalu, dan sesuatu yang berinteraksi dengan Miku, sepertinya sama dengan-------“

Di tengah perkataannya, Kotori mengangkat alisnya.

“…………….tunggu, kenapa kau ada di tempat ini?”

“Heh?”

Saat Kotori mengatakannya dengan mata yang terbuka setengah, Mana memiringkan kepalanya dengan bingung.

“Apa maksudmu dengan kenapa, aku masuk dengan cara biasa. Hoora, jika kau tidak menyadarinya, itu bukti kau kelelahan. Berisitirahatlah sedikit-------“

“Bukan itu! Kau! Aku menyuruhmu istirahat! Walaupun dalam keadaan ini, tubuhmu masih tidak bertenaga, kau terlalu gegabah………..!”

Kotori membanting meja dan berteriak.

Ya. Walaupun Takamiya Mana saat ini dibawah perlindungan Ratatoskr, dia adalah penyihir milik grup eksekutif DEM Industries 2nd. Selama itu, seluruh tubuhnya diberikan sihir ke dalam tubuhnya dan gantinya dia mendapatkan kekuatan yang lebih kuat, tubuhnya diukir dengan pengorbanan yang serius.

“Aku sudah beri tahu. Jika kau langsung menerima pengobatan ahli Ratatoskr, kau mungkin dapat memperpanjang hidupmu sedikit! Tapi walau begitu………………!”

“Ti-Tidak, itu benar. A-ahahaha…………. Kalau begitu, aku akan pergi…………”

Mana tersenyum seperti dia dihukum dan bersiap untuk kabur. Setelah Kotori berdiri, dia mendorong tubuhnya untuk menghentikan Mana.

---Dengan kata-kata yang tepat, dia membenamkan wajahnya ke punggung Mana dan memeluknya dengan erat.

“Ko-Kotori-san?”

“……..Terima kasih. Jika kau tidak ada di Fraxinus saat itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi.”

“…………………”

Setelah Mana melihat ke belakang, *Pon**Pon* dia dengan lembut menepuk kepala Kotori.

“Itu untuk kita berdua. -----bahkan aku diselamatkanmu. Membalas budimu secepat mungkin akan membuatku lega.”

Setelah mengatakannya, Mana mengangkat bibirnya.

Kotori kemudian menyeka air matanya yang keluar, dan *fufu* mengangkat bahunya.

“…………..bagaimana ya, kau benar-benar adik Shidou. Aku sedikit iri.”

“Heh?”

“Bukan apa-apa. --------------tapi..”

Setelah Kotori mengangkat kedua alisnya, *tightly* dia menambah kekuatan kedua tangannya dan memeluk erat tubuh Mana.

“Aku berterima kasih pada tindakanmu. Tapi, ini dan itu berbeda. Aku ingin kau pergi ke ahli dan menerima perawatan.”

“Ti-tidak tapi lihat, aku harus mengejar <Nightmare>. Tidak ada yang bisa melawannya selain aku…..”

“Memang benar investigasi tentang Kurumi itu penting, tapi bukankah kau lebih bermasalah dari itu……….!”

“E-err, Kotori-san? Wajah lucumu berubah menjadi sesuatu yang sangat menyeramkan…….”

Mana tersenyum kaku selagi menggerakkan tubuhnya sedikit. Kotori menambahkan lebih banyak tenaga agar Mana tidak pergi.

Dan, saat itu. Saat sesuatu muncul di layar di atas meja kantor Kotori, sebuah suara keluar dari speaker.

“------Komandan Itsuka. Ada transmisi datang dari mar-kkass……!?”

Muncul ke dalam jendela, kru Fraxinus, Shiizaki mengangkat bahunya. Seperti dia melihat hal yang harusnya tidak dia lihat

Setelah itu, Kotori [Ah] membuat suara itu. Seperti mereka bisa melihat wajah Shiizaki, Shiizaki juga bisa melihat situasi itu. Dan saat ini, Kotori dan Mana tengah berada di pelukan yang bersemangat. Jika dia tiba-tiba melihat situasi itu, maka itu akan menyebabkan banyak kesalahpahaman.

Setelah Kotori melepaskan Mana dalam keadaan panik, dia kembali melihat monitor.

“Jangan salah paham! Aku melakukannya agar Mana tidak kabur-“

Setelah lepas dari pelukan Kotori, Mana lari secepat kilat. Walaupun Kotori berusaha meraih lehernya sekali lagi--- tapi sudah terlambat. Mana melewati tangan Kotori dengan keahlian tubuh yang hebat dan keluar dari kantor.

“Ah, kau……………! Aku akan membawamu ke perawatan setelah kau kembali!”

“Aku akan memikirkannya!”

Mana mengatakannya selagi mengayunkan tangannya. Dan pada saat yang sama, terdengar suara pintu kantor tertutup otomatis.

“Bener deh, perempuan itu……..”

Setelah Kotori menggaruk kepalanya, dia duduk di kursinya dan kembali melihat monitor.

“…………jadi, ada apa? Dari markas?”

“Ah, i-iya. Ada transmisi untuk komandan dengan jaringan tersembunyi. Haruskah kusambungkan?”

“Ya, aku mengandalkanmu.”

“Roger.”

Setelah mengatakannya, Shiizaki mengoperasikan peralatannya. Saat dia melakukannya, wajah Shiizaki menghilang dari layar dan muncul wajah orang lain. Dia adalah orang yang pernah ditemui beberapa kali; salah satu sekretaris ketua Elliot Woodman.

“Maaf aku memanggilmu saat kau sibuk, Komandan Itsuka.”

“Aku tidak keberatan. Ada apa, tiba-tiba……..”

“Err, sebenarnya, tuan Woodman---“


Sekretaris itu membuat wajah yang tidak enak dan melanjutkannya.


***

Bagian 3
Minggu, 15 Oktober. Ini waktunya kota dihiasi perhiasan bertema Halloween. Shidou dan Tohka pergi ke daerah pertokoan untuk membeli bahan-bahan makan malam.

“Ooh….. Shidou, apa itu?”

Saat mengatakan itu, Tohka menunjuk dekorasi hantu labu raksasa di depan sebuah toko.

“Aah, itu Jack O’ lantern. Itu terbuat dari kulit labu. Yah, itu bukan labu sungguhan tapi plastik.

“Labu? Bukankah hantu itu berwarna oranye? Bukankah labu itu hijau?”

“Aah, di Jepang memang hijau, ini tipe di luar negeri.”

“Apa………………… Jika sebesar itu, sepertinya ada sisa walaupun sudah dipakai untuk membuat tempura, sup dan rebusan.”

Tohka membuka lebar matanya sembari kagum dan menganggukkan kepalanya.

Yah, dia pikir dia mendengar tipe labu yang digunakan untuk Jack O’ lantern tidak bisa dimakan dan biasanya digunakan sebagai hiasan tapi………….. tidak ada alasan untuk menghancurkan mimpi Tohka.

“Hn--, karena kita ada disini, ayo beli labu dalam perjalanan pulang untuk makan malam. Sepertinya ada daging cincang yang tersisa kalau tidak salah, jadi aku akan buat cincang lalu rebus atau dibuat kroket.”

“Oooh!”

Mata Tohka berkilauan selagi *Pun**Pun* dia mengayunkan tangannya.

“Umu, aku pikir itu hebat! Tapi, aku mengerti kalau dicincang dan direbus tapi, kroket………..? Bukannya kroket dibuat dari kentang?”

“Biasanya begitu. Akan jadi manis dan enak jika dibuat dari labu.”

Setelah mengatakan itu, Tohka menutup matanya untuk beberapa saat dan dia membayangkan rasanya dan *Gulp* dia menelan ludahnya.

“…..umu, aku ingin kroket hari ini! Oke sekarang sudah ditentukan, ayo Shidou!”

Setelah mengatakannya, Tohka berlari ke arah rak buah dan sayur dan berjalan dengan cepat.

“O-oi, bahaya jika kau berjalan tanpa melihat ke depan----“

Dan, sesaat setelah Shidou mengatakannya, Tohka bertabrakan dengan bayangan manusia yang datang dari sisi jalan dan jatuh.

“Unuu!”

“Ooto…..”

“Aaahmou, sudah kubilang. Hoora, kau tak apa?”

“Mu………….umu.”

Setelah membantu Tohka berdiri, dia berbalik ke bayangan manusia yang bertabrakan dengan Tohka.

Di situ ada pria berusia 50 tahun duduk di kursi roda dan yang satunya mendorong adalah perempuan berkacamata berusia sekitar 20-an.

“Aku sangat minta maaf karena tidak memerhatikan. Apa kau terluka? Hoora, Tohka juga.”

“Mu…….. maaf. Aku tidak melihat ke depan.”

Tohka merendahkan kepalanya untuk meminta maaf. Saat dia melakukannya, pria itu menggerakkan kepalanya dan tersenyum lembut serta berbicara bahasa Jepang yang fasih yang tak sesuai dengan wajahnya.

“Tidak, aku minta maaf juga. Kau tak apa, Tuan Putri?”

“Umu, aku tak apa.”

“Bagus sekali. Jika seorang perempuan manis seperti anda terluka, aku mungkin akan jatuh ke neraka.”

Pria itu mengatakannya dengan nada humor. Berbicara seperti itu dengan lancar, dia tak diragukan lagi seorang playboy saat masih muda. Shidou diam-diam berpikir, aku harus belajar dari itu…………. Yah, Tohka sendiri pipinya tidak memerah malahan dia menatap dengan kosong.

Dan saat Shidou berpikir tentang itu, pria itu memukul tangannya seperti dia mengingat sesuatu.

“Sekarang aku berpikir tentang itu, ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Kalian berdua, tahu dimana letak Rumah Sakit umum?”



“Rumah Sakit………….? Aah, kalau begitu, anda harusnya bisa melihat setelah lurus melewati daerah pertokoan. Setelah keluar dari jalan, belok kiri, lalu belok kanan setelah lampu merah ketiga dan lurus saja.”

Setelah Shidou mengatakannya, pria itu *umu* memeras kepalanya.

“Aku tak terlalu mengerti……. Maaf tapi, bisakah kau mengantarku kesana?”

Shidou menggaruk pipinya. Dia dan Tohka masih harus membeli beberapa bahan tapi…………… Yah, tempatnya tak terlalu jauh dan dia tidak keberatan.

“Tak apa. Lewat sini.”

Setelah mengatakannya, dia berjalan melewati daerah pertokoan.

“Maaf tentang hal ini. Orang Jepang benar-benar orang baik. Saya berterima kasih.”

“Tidak, ini tidak seberapa. Err----“

“Aah, panggil aku Baldwin. Dia Karen.”

Saat mengatakannya, pria itu--- Baldwin menunjuk jempolnya ke arah perempuan yang mendorong kursi roda. Lalu, perempuan yang bernama Karen [Senang bertemu dengan anda] membalasnya dan kembali diam.

Dia adalah perempuan berambut pirang Skandinavia dan mata biru. Entah kenapa----- ini seharusnya jadi pertemuan pertama dengannya, tapi Shidou merasa pernah melihat perempuan bernama Karen itu sebelumnya.

“Ada yang salah?”

“Ah, tidak……….. Aku Itsuka Shidou.”

“Aku Yatogami Tohka.”

Saat Shidou dan Tohka mengatakannya, Baldwin mengangguk.

“Umu, aku benar-benar harus berterima kasih pada Tuhan karena dipertemukan dengan pasangan yang luar biasa di Negara lain.”

“Buu………….!”

“Nu…………?”

Dari perkataan itu, Shidou tidak sengaja memuncratkan air liurnya. Mungkin dia tidak mengerti kata-kata Baldwin, atau dia merasa curiga dengan reaksi Shidou, Tohka memiringkan kepalanya.

“Ada yang salah, Shidou?”

“Ki-Kita bukanlah pasangan……..”

“Oyaa, apa aku salah? Maafkan aku.”

Baldwin mengangkat pundaknya dan Shidou menyeka keringat yang keluar dari jidatnya.

Tapi, dari belakang Shidou, Tohka mencolek punggungnya.

“Shidou. Apa itu pasangan?”

“Eh…….!? Bukan, itu…………”

Saat Shidou bermasalah, Baldwin melihat ke arah Tohka dengan bersemangat.

“Tohka-san. Sudah berapa lama sejak kau bertemu dengan Shidou-kun?”

“Mu? Hmm……….. sekitar setengah tahun.”

“Begitu. Artinya sekitar bulan April. Itu saat upacara pembukaan di Jepang. Kau bertemunya disana?”

“Tidak. Aku bertemu Shidou saat gempa angkasa----“

“Waah!”

Shidou mengeraskan suaranya untuk memotong kata-kata jujur Tohka.

Tohka menyadarinya. Dia langsung membuka lebar matanya dan melanjutkan kata-katanya untuk mengkelabuinya.

“I-Itu salah. Gempa angkasa memang gempa angkasa tapi, itu, bukan aku penyebabnya tapi, err…..”

“Kuh, saat gempa angkasa, kita bertemu di shelter!”

“U-umu! Itu dia!”

Saat Shidou mengatakannya, Tohka menyetujuinya.

Terlihat sedikit dilakukan dengan sengaja tapi, sejauh sepertinya alasannya bisa diterima. Dengan ketakutan, Shidou melihat ke arah Baldwin.

Tanpa merasa curiga, Baldwin melihat percakapan mereka berdua dengan senyum. Sepertinya mereka berhasil mengelabuinya. Shidou mengelus dadanya.

Tapi, bagaimana yah, dari ekspresi Baldwin, ada kecanggungan seperti dia sudah menduga semuanya kecuali situasi ini.

“Begitu. Seperti sebuah takdir.”

Setelah Baldwin bergerak perlahan, dia membuat helaan emosional sebelum melanjutkan kata-katanya.

“----Tohka-san. Saat ini, apakah kau bahagia?”

“Nu?”

Karena ditanya tiba-tiba, Tohka membuka lebar matanya. Namun, Tohka tidak membuat wajah ragu-ragu sedikitpun dan mengangguk di depannya.

“Umu, aku sangat bahagia sekarang!”

“Begitu?”

Baldwin mengatakannya, dan tersenyum lembut.

Dan----pada saat itu.

---UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU-----

Tiba-tiba.

Dari speaker jalanan yang terpasang di daerah pertokoan, mengeluarkan alarm yang sangat keras.

“Alarm……..!”

Di saat yang bersamaan dengan teriakan Shidou, pengumuan evakuasi keluar dari speaker dan orang-orang yang sedang berbelanja pun langsung pergi ke shelter terdekat.

Tapi, Shidou tidak bisa pergi ke shelter dengan semuanya.

Alarm gempa angkasa artinya------roh akan muncul. Dia langsung menghubungi Fraxinus, dan berteleportasi.

“E-err! Baldwin-san! Disini berbahaya. Tolong pergi secepatnya!”

“Aah, aku memang akan melakukannya. Bagaimana denganmu?”

“Eh? A-A, err, Aku harus melakukan sesuatu………..”

Saat Shidou gugup menjawabnya, Baldwin mengangkat pundaknya dan tersenyum.

“Yah, sepertinya tadi itu pertanyaan yang berbahaya. Aku berharap keberuntungan untuk bisa bertemu lagi. -------Lakukan yang terbaik. Aku serahkan rohnya padamu.”

“Eh…….?”

Dari perkataan Baldwin, Shidou mengangkat alisnya dan menggaruk tenggorokannya.

Namun dia tidak membalas apapun dan setelah memberi perintah pada Karen, mereka kembali ke jalan yang mereka datangi sebelumnya.

“Shidou, apa yang kau lakukan?”

“A-aah……..”

Setelah diberitahu Tohka, Shidou melepaskan pandangannya dari Baldwin dan Karen. dia mengeluarkan Incam yang ada di kantungnya dan memasangnya di telinga kanannya untuk menghubungi Fraxinus.

“Apa yang akan kau lakukan sekarang.------sepertinya ada beberapa panggilan dari Komandan Itsuka.”

Tepat setelah berpisah dari Itsuka Shidou dan Yatogami Tohka, Karen yang mendorong kursi roda bertanya pada Baldwin.

“Haha, aku membuat mereka khawatir. Tapi Fraxinus akan sibuk karena adanya gempa angkasa. Kita mengevakuasikan diri sendiri dulu. -----aah, dan, jika aku benar ada anggota DEM yang ditangkap saat adanya <Berserk>. Karena sudah ada di Jepang, ayo berbicara dengannya sedikit.”

“Dimengerti. Aku akan mengaturnya.”

Karen mengatakannya dengan nada yang tak biasa. Baldwin mengangguk sedikit.

“------Jadi, apa ada masalah dengan mereka?”

“Dari yang kulihat, sepertinya tak ada masalah untuk sekarang. Mereka sangat stabil.”

“Begitu. Bagus.”

Setelah mengatakannya, *Fuu* dia menghela napasnya.

Bulan lalu. Roh yang memiliki [Inverse] dan anak yang mewujudkan beberapa malaikat, Itsuka Shidou.

Biasanya, dia menerima laporan hasil analisis, tapi seperti yang diduga dia harus menemui mereka langsung untuk menghapus kecemasannya.

Tapi, kecemasan itu hanyalah kecemasan yang tak diperlukan. Suara yang didengarnya dari Tohka beberapa saat yang lalu membuatnya teringat seolah itu memantul dan dia mengendurkan bibirnya.

“----Aku benar-benar senang datang ke Jepang. Dia terlihat sangat bahagia.”

Setelah mengatakannya, pria itu----------- Elliot Baldwin Woodman sedikit tersenyum.

***

Bagian 4
“Ini………….. bagaimana mengatakannya, ini tidak menyenangkan…………”

Setelah Shidou diteleportasi ke tempat terjadinya gempa angkasa oleh Fraxinus, Shidou melihat ke pemandangan sekitar dan keringatnya langsung keluar dari pipinya.

Dalam radius 1 kilometer dalam diameter, sebuah lubang berbentuk bulat yang seolah disiapkan untuk memasang pemandangan indah. Gempa angkasa. Namanya diambil dari gangguan gempa di angkasa dan membuatnya membentuk sebuah karakteristik.

Tapi, Shidou sedang melihat efek dari bencana itu saat ini.

Di sebelah selatan tanda bekas gempa angkasa. Di sana, ada struktur aneh yang terjejer.

Jetcoaster berhenti setengah jalan di udara dan komidi putar dengan kuda tanpa kepala. Cangkir Kopi dengan pecahan dan sebagian menghancurkan rumah kaca.

Beberapa saat lalu penuh karat dan ini adalah sesuatu yang bukan disebabkan oleh gempa angkasa.

Ya. Tempat Shidou dikirim dengan teleporter dan taman hiburan yang telah dihancurkan diluar kota Tenguu.

Nama resminya tak diketahui. Bahkan saat penduduk sekitar ditanya, hanya akan dijawab Ghost Land (Pulau Hantu). Itu sepertinya fasilitas yang berhasil selamat dari langit Kantou selatan 30 tahun lalu, tapi setelah bencana itu jumlah pengunjung menurun dengan cepat-------bahkan, tempat itu tertutup untuk siapapun dan jadi terbengkalai dalam sekejap mata.

Selain itu, karena tidak terkena langsung gempa angkasa, pembayaran subsidi untuk dibangun kembali tak diberikan dan tetap ada disini selagi melihat kota Tenguu terus dikembangkan; tempat yang menyedihkan.

Walaupun saat ini terjadi gempa angkasa, radius kerusakan hanya tertumpuk di atas taman hiburan dan atraksi yang berkarat tersisa disana.

Saat ini sekitar sore hari dan membuat pemandangan yang sangat mengerikan. Seperti taman hiburan itu tidak lebih dari peran kecil dan keseluruhan fasilitas telah dirambah oleh rumah hantu untuk memperluas wilayah.

“Atmosfir yang keluar agak………”

“Jangan komplen terus.”

Dan saat wajah Shidou tak enak selagi bergumam, suara Kotori terdengar dari Incam yang dipakai di telinga kanannya.

“Roh yang muncul bergerak ke arah barat dari pusat gempa. AST akan sampai sebentar lagi. Tolonglah berbicara dengannya sebelum gangguan yang tak diinginkan terjadi.”

“Aku mengerti………..”

Setelah Shidou mengangguk, dia menggerakkan kakinya ke arah selatan------taman hiburan yang menjadi reruntuhan.

Sebenarnya, dia tidak terlalu siap untuk ini tapi sekarang bukan saatnya mengatakan itu. Meskipun dia terpukul saat langkah pertama, AST------Anti-Spirit Team mungkin langsung pergi ke tempat itu. Sebelum itu terjadi, dia harus berbicara pada roh itu secepatnya.

Tapi----------Shidou yang sedang berlari di reruntuhan, tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“………….huh?”

Dia tercengang dan diam seperti batu.

“Hey? Apa yang kau lakukan? Rohnya masih------“

Setelah mengatakannya dengan curiga, Kotori juga menghentikan perkataannya di tengah-tengah. Kemungkinan dia juga melihat pemandangan yang dilihat Shidou dengan kamera otomatis.

Ya. Dalam titik tertentu, taman hiburan yang menjadi reruntuhan tersusun dengan struktur gothic tak teratur dan kuburan salib yang berubah menjadi tempat yang mengganggu.

“A-Apa…..ini?”

Dari perasaan aneh terjebak dalam film komedi horror dibuat dengan efek CG atau sebuah PV visual-key. Shidou menjepit pipinya. Lalu, rasa sakit yang tajam mengalir di wajah Shidou.

“Atraksi taman hiburan yang kembali hidup………. Tidak mungkin itu benar……………”

“-------Ya. Selagi masih lemah, ada reiha disekitar. Aku tak yakin detilnya, tapi sepertinya terhubung dengan kemampuan roh.”

Setelah kembali tenang, Kotori mengatakannya. Shidou menatap pemandangan aneh di sekitar dan menelan ludahnya.

------------dan.

“Ara?”

Saat Shidou terdiam kebingungan, ada suara terdengar dari atas.

Dia mengangkat kepalanya ke atas. Saat dia melakukannya, di puncak loteng gereja yang bersinar di depan matanya, dia melihat siluet aneh.

Ada perempuan duduk di seberang situ selagi melihat kebelakang ke arah matahari sore.

Dia tidak bisa melihat dengan detil karena karena cahaya dibelakangnya tapi------dia dapat melihat dengan jelas dia memakai topi berkarakter.

Topi itu memiliki visor yang luas dan kerucut pada tengahnya.

Ya. Seperti----------penyihir dalam cerita.

“Ufufu, ini langka, aku bertemu manusia lain selain AST saat aku kesini.”

Roh itu tertawa dan *Pyon* melompat ke seberang.

Dan melayang di udara sebentar, dia mendarat tepat di depan Shidou.

Dia perempuan bertubuh ramping dengan pakaian astral berwarna hitam malam dan matahari oranye terbenam. Dari yang dia lihat, usianya sekitar 20-an. Dia memiliki kaki yang panjang dan ramping serta payudara yang seksi. Dia memiliki proporsi yang sempurna, cukup untuk membuat model gravure pergi dengan telanjang kaki.

Dia tampak seperti perempuan cantik buatan manusia-------karena dia seperti koleksi semua perempuan ideal di dunia. Rambut panjang dan mengkilap itu keluar dari topinya, dan diantaranya, sepasang matanya yang bisa salah kira dengan batu zamrud saat menatap Shidou penuh semangat.

“Fuun…………?”

Roh itu memajukan wajahnya dengan Shidou untuk menilainya. Karena tiba-tiba dicolek, Shidou menggerakkan tubuhnya secara refleks.

Karena pikirnya reaksi Shidou menarik, roh itu tertawa sekali lagi.

“Fufu, kau tak harus takut. Aku tidak akan memakanmu.”

“E-errrrrr, aku…………”

Saat Shidou akan membalasnya, roh itu memberikan tangannya dan mengangkat dagu Shidou.

“Heeh…………kau lumayan lucu. Kenapa kau disini? Kalau tidak salah, saat aku datang ke dunia ini, bukankah harusnya ada alarm berbunyi?”

“I-Itu…………”

Dan, saat Shidou akan membalasnya setelah terlalu lambat, suara Kotori terdengar dari telinga kanannya.

“Shidou, pilihannya!”

Di monitor utama Fraxinus menunjukan Shidou dan roh penyihir itu di layar.

Al yang digunakan di Fraxinus merespon situasi itu dan menampilkan pilihannya.

(1)”Hanya ada satu alasan. Aku ingin menemuimu.”
(2)”A-Aku tidak tahu apapun……… aku telat untuk kabur dan saat aku menyadarinya, aku ada disini…………”
(3)”Untuk sekarang, bolehkah aku mengusap dadamu?”

“Semuanya--------pilihlah!”

Saat Kotori meneriakinya, kru yang ada di dek bawah mulai megoperasikan peralatan di dekat tangannya.

Seketika, hasil total langsung muncul di layar.

1 dan 2 terus bertarung dan----------tidak ada pilihan untuk 3.

“Yah………………… memang benar.”

Kotori mengatakannya sambil menggerakkan Chupa chups di mulutnya, Nakatsugawa di dek bawah menjentikkan jarinya.

“Pilihannya nomor 1. Selama kita tidak punya petunjuk tentang sifatnya, bertingkah aneh akan berbahaya.”

Namun, kebalikannya, kali ini Minowa meninggikan suaranya.

“Tidak, pilihannya nomor 2. Nakatsugawa itu pria jadi dia tidak tahu ini, tapi Shidou-kun secara tak terduga adalah tipe yang bisa menggelitik naluri keibuannya! Dari yang bisa kita lihat, roh kali ini adalah onee-san! Waktunya membuat senjata terbaik menjadi Maximum!”

Saat Minowa mengatakannya dengan penuh semangat, Shiizaki [Ah--…………….] mengeluarkan suara lembut menyetujui perkataan Minowa.

“Begitu, bukannya aku tidak mengerti…………… tapi ini tak terduga, untuk nomor 3 tidak ada satupun yang memilih. Kupikir orang seperti Kannazuki akan melakukan hal bodoh lagi.”

Kotori mengatur kakinya selagi membaikkan badannya dan melihat kebelakang kursi kapten. Saat dia melakukannya, pria berbadan tinggi dengan hidungnya yang bagus membuat wajah yang sangat serius berdiri bisa terlihat.

“Tidak mungkin. Aku selalu serius.”

“Alasannya?”

“Dadanya menonjol terlalu tinggi, aku tidak suka jenis dada yang tidak rapi seperti itu.”

“…………………..”

“Jika pilihannya [Tolong jilat bagian lain kaki], mungkin aku akan agak bermasalah.”

“…………………”

*choi**choi* Kotori menundukkan jarinya, dan saat Kannazuki melipat kakinya, dia melempar Chup chups pada matanya.

“Nwwwwwooooooooooooo!?”

Kannazuki menekan matanya dan jatuh.

Kotori mengeluarkan Chupa chups yang baru dari tempat permennya dan menyalakan mic dan menyambungkannya ke Incam Shidou.

“--------Shidou, nomor 2. Basahi matamu sebanyak mungkin selagi melihatnya dengan mata menengadah.”

“………eh, eehhhh………..”

Mendengar instruksi dari telinga kanannya, Shidou enggan mengangkat alisnya. Shidou sudah jadi murid SMA.

Dalam situasi apapun, dia tidak ingin bertingkah seperti anak kecil.

“Apa sesuatu terjadi?”

Tapi, mungkin menurutnya aneh saat Shidou membuat wajah malas-malasan, roh itu memiringkan kepalanya. Dia ingin menghindari kecurigaan tapi jaraknya terlalu terbuka lebar. Tanpa pilihan lain, dia mengikuti instruksi Kotori dan membuka mulutnya selagi melihatnya dengan menengadah.

“E-err……………Aku……..tak tahu apapun. Aku telat untuk melarikan diri dan saat sadar, aku ada disini……….”

“………….!”

Setelah Shidou mengatakannya dengan mata berair, Roh itu langsung membuka lebar matanya.

Dan selagi pipinya memerah, *Nii* dia mengangkat bibirnya.

“Fuun………. Begitu. Siapa namamu?”

“E-errrr…….. Itsuka Shidou.”

“Shidou-kun huh. Ufufu, nama yang lucu.”

“E-err, bagaimana denganmu?”

Saat Shidou mengatakannya, roh itu *Fufu* tertawa.

“Namaku Natsumi. Yah-----------sepertinya aku disebut Penyihir oleh kalian.”

“Natsumi………..san.”

“Fufu, Natsumi saja. Aku tak perlu dihormati. Aku tidak suka terlalu formal.”

“E-errr…….. kalau begitu Natsumi.”

Saat Shidou menggaruk pipinya selagi menyebut namanya, roh itu----------Natsumi mengangguk dengan puas.

Dan, [aah], *pon* dia memukul kedua tangannya seperti dia ingat sesuatu.

“Oh iya. Fufufu, aku berpikir untuk menanyai ini jika bertemu manusia saat ini.”

Dan ketika dia berpikir dia berputar di tempat itu, selagi *Katsu* membuat suara dengan sepatu haknya dan berpose, dia sekali lagi memandangi Shidou.

“Hei, Shidou-kun. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan, tapi tak apa jika aku bertanya?”

“Eh? Ha-haaaaa………silahkan.”

Sulit, setelah Shidou mengangguk, Natsumi menggunakan satu tangan dan menggerakkan bibirnya dengan erotis selagi tersenyum.

“Shidou-kun, menurutmu…………..apa aku cantik?”

“Heh?”

Shidou membuka lebar matanya dengan terkejut karena pertanyaan yang tak terduga.

Yah, jika dia ditanya apakah dia cantik atau tidak, dia akan setuju tanpa keraguan. Tak perlu diragukan lagi.

Tapi, alasan Natsumi menanyakannya…….dia tidak tahu. Mungkin ada maksud tertentu? Saat dia berpikir seperti itu, dia mulai kesulitan untuk membalasnya.

“Shidou, apa yang kau lakukan? Jika terlalu lama, Natsumi akan tidak senang.”

Datang dari telinga Shidou, terdengar suara cemas Kotori.

Memang benar apa yang Kotori katakan. Setelah Shidou memantapkan tekadnya, dia membuka mulutnya.

“A-aah……. Aku pikir kau cantik.”

“Seperti yang kuduga!”

Ekspresi Natsumi tiba-tiba ceria, dan dengan senang memutar tubuhnya dan menaruh tangannya di kedua pipinya.

“Hei, hei, Shidou-kun. Lebih spesifik? Bagian mana yang cantik?”

“Eh? Err……. Jarak matamu panjang, dan hidungmu juga bagus….”

“Un un!”

“Dan, kau tinggi juga ramping, dan gayamu bagus……”

“Apa lagi apa lagi!?”

“Dan, rambutmu juga indah dan bergelombang……….”

“Ya! Kau mengerti! Shidou-kun mengerti!!”

Setelah Natsumi meneriakinya, dia memeluk erat Shidou. Dia mendorong tubuhnya dengan dada yang besar dan pipi yang memerah.

Natsumi tidak sadar dan terus memeluk Shidou dan bersenandung dengan bahagia.

Tapi--------tiba-tiba, saat dia pikir kebahagiannya berakhir, dia bingung kenapa wajah Natsumi kesepian, dan dia membuka mulutnya perlahan.

“…………..memang, ini aku…………..cantik………”

“Eh?”

Shidou membuat kedua alisnya mendekat. Apa maksudnya itu?

Tapi, sebelum Shidou bertanya, Natsumi berbalik.

“A-raa…………….?”

“……………….?”

Shidou mengikuti Natsumi dan mengangkat wajahnya--------dan langsung menyadarinya.

Langit merah karena matahari terbenam. Disana, ada banyak bayangan yang menggunakan mesin.

“AST……….!”

Ya. Tim anti roh JGDSF. Bertujuan mengalahkan roh, mereka adalah organisasi yang berlawanan dengan Ratatoskr.

Tapi alis Shidou sedikit mengkerut. AST membentu formasi V. Disana, Origami tak terlihat di baris depan.

“Shidou-kun, kau tahu AST?”

“! Ah---“

Ditanya oleh Natsumi, Shidou pun tersentak. Mungkin, dia telah mengatakan hal yang tak perlu.

Tapi Natsumi tak terlalu memikirkannya dan mengelus kepala Shidou seperti anak kecil

“Kau berpengetahuan luas. Anak baik, anak baik.”

“Ha-haa…..terima kasih.”

Dia roh yang agak gila. Shidou tersenyum kecut dan membalasnya.

Namun, dia tidak bisa terlalu lama. AST datang berarti-------

“Shidou! Lari!”

“…………!”

Di saat yang sama teriakan Kotori membuat telinganya berdengung, saat dia pikir ada petir di langit, banyak sekali misil jatuh ke arah Shidou dan Natsumi.

“U-uwah…….!”

Tiba-tiba berteriak, diapun melindungi tubuhnya. Tapi, tidak seperti Shidou, Natsumi tenang dan *fufu* tersenyum sebelum mengangkat tangan kanannya dan menggerakkan lehernya.

“-----Yah, waktunya kerja, Haniel.”

Saat Natsumi mengatakannya, sebuah sapu datang dari angkasa dan mendarat di tangan Natsumi. Walaupun berbentuk sapu, ada logam dan permata di ujungnya, terlihat sangat bersinar.

Kemungkinan besar------itu adalah malaikat. Senjata milik roh.

Natsumi menggunakan sapunya dan berputar sekali sebelum menancapkannya pada tanah. Saat dia melakukannya, ujung sapu itu terbuka dan mengeluarkan cahaya seperti matahari sore.

Dan selanjutnya----------

*Pon* terdengar suara yang lucu dan semua misil yang mendekati Shidou dan Natsumi berubah menjadi wortel.

“Huh………?”

Gagal memahami apa yang terjadi, setelah mata Shidou berubah menjadi titik, misil wortel itu mendarat di tanah dan *BOMB*! Suara ledakan yang lucu seperti komik gag.

“Ba-barusan, a-apa yang……..”

“Tunggu sebentar, Shidou-kun.”

Setelah Natsumi mengatakannya, dia duduk di sapunya di depan Shidou yang tercengang, dan selagi membuat jejak akrobatik, dia terbang ke langit.

“……..! Dia datang! Tembak!”

Pemimpin AST memberikan instruksi setelah merespon Natsumi. Penyihir dikerahkan di langit menekan pemicu sekaligus dan peluru dalam jumlah besar berserakan menuju Natsumi.

Namun, Natsumi tidak panik. Setelah terus berputar, dia sekali lagi mengaktifkan ujung sapunya dan mengeluarkan kilauan. Cahaya memancar di sekitar misil dan anggota AST.

Saat dia melakukannya, selanjutnya------

“A……. Apa ini……..!?”

Kali ini, bukan hanya misil tapi juga anggota AST yang ada di dalam cahaya berubah menjadi sesuatu. Kelinci, anjing dan panda, mereka semua berubah menjadi sesuatu yang lucu.

“Ufufu, semuanya jadi lebih lucu, kan?”

Setelah Natsumi mengatakannya dengan tersenyum, dia berputar di langit dan kembali pada Shidou. Langit masih penuh dengan anggota AST yang berbentuk lucu, tapi mereka semua kebingungan karena situasi yang tiba-tiba dan tidak bisa bergerak tuk sementara.

“Oke, beres. Sepertinya ini kesempatan untuk lari ke tempat orang tidak bisa mencariku tapi………….. Shidou-kun, maukah kau ikut denganku?”

“Eh……… apa tidak masalah?”

“Tentu.---------jika kamu memuji Onee-san lagi.”

Setelah mengatakannya, Natsumi membuat gesture yang lucu dan mengkedip padanya.

Tapi-------saat itu. Jauh diatas langit, seseorang mengeluarkan misil berbentuk wortel dan mengarah kepada mereka berdua, suara yang lucu terdengar kembali.

“Uwah…..!”

Misil itu memiliki kekuatan yang berbeda dari yang lain. Mungkin karena meledak di jarak yang dekat, awan penuh debu keluar sebagai dampaknya. Debu masuk ke mata Shidou dan membutakannya sesaat.

Dan.

“Fu……………..fu, fueekushoon!”

Mungkin hidungnya menghirup beberapa debu, Natsumi bersin dengan keras.

Saat dia melakukannya, Shidou merasa ada cahaya berkilauan di depannya melewati kelopak matanya yang tertutup. Ya-------sepertinya, Natsumilah yang memancarkan cahayanya.

Dan saat dia pikir cahayanya sudah menghilang, penglihatannya melalui kelopak matanya kembali cerah.

“Hn…………”

Shidou menggosok matanya, dan berhasil membuka matanya.

Disaat yang bersamaan, datang dari Incam di telinga kanannya, terdengar suara alarm mengumumkan keadaan darurat.

“Shidou! Hati-hati! Level mood Natsumi turun drastis!”

“---------eh?”

Shidou mengangkat alisnya karena perkataan Kotori. Saat dia melakukannya, awan debu yang mengelilingi mereka terangkat dan Natsumi kembali terlihat.

---untuk beberapa alasan, wajah Natsumi memerah dan dia menatap Shidou dengan jijik.

“……………Apa kau melihatnya?”

Natsumi menatap Shido dengan tajam selagi mengatakannya seperti dia sedang merintih dengan suara pelan, berbeda dari sebelumnya. Perubahan tiba-tiba dari Natsumi yang selalu ceria, kedua alis Shidou mendekat dalam kebingungan.

“Li-lihat, apa…………….”

“Jangan bercanda! Baru saja aku------------aku………….!”

Setelah Natsumi menggigit giginya di tengah perkataannya, dia menaiki sapu yang dia pegang dan terbang ke langit.

“Sekarang kau sudah melihatnya, aku tak bisa membiarkannya berakhir seperti ini……..! Ingat ini. Aku akan mengakhiri hidupmu……..!”

Setelah itu, dia menunjuk jarinya pada Shidou------------dan Natsumi menghilang ke langit dengan kecepatan yang sangat dahsyat.

“Dia kabur! Kejar dia!”

Suara kapten AST menggema di langit. Saat dia melihatnya, anggota AST kembali ke bentuk normal. Mereka melebarkan mesin sayapnya, mengatur formasi mereka dan mengejar Natsumi yang menghilang di langit.

“A………… Apa itu………….”

Ditinggal sendiri, Shidou menatap langit dengan tatapan kosong.



***

Date a Live Jilid 8 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

6 komentar:

  1. sumpah gue ngekek m`baca cerita anime ini :D

    BalasHapus
  2. Njjay, gw habis 50m buat bacanya, sekalian berimajinasi

    BalasHapus
  3. karena S3nya masih lama jadi terpaksa baca LNnya dan ternyata setelah LNnya sangat seru :v

    BalasHapus
  4. Jdi penasaran gw bentuk si Natsumi di Anime Date A Live S3 di tahun 2018 mendatang.

    BalasHapus
  5. Sebenar nya apa sih yg di lihat shido????

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.