14 Juni 2015

1/2 Prince Jilid 1 Bab 2 LN Bahasa Indonesia


Legenda, Dimulai

“Hei, Lolidragon, apa class-mu?” tanyaku sambil menyingkirkan tangannya dari pantatku untuk kesekian kalinya. “Mage? Priest?”
Lolidragon tertawa tak menyenangkan. Atau mungkin dia adalah seorang penyihir!
“Bagaimana mungkin aku memilih class yang membosankan seperti itu? Aku memilih class dengan masa depan tercerah di game!
Hal itu membuat jengkel rasa ingin tahuku. “Yaitu…?”
Menutup mulutnya dengan bagian belakang tangannya, dia terkekeh lagi, “Wohohohohohoooo! Apakah perlu untukku mengatakannya? Sudah pasti…seorang thief!”
“Benar juga, kelihatannya memiliki masa depan “cerah”, tapi kita hanya punya seorang warrior dan seorang thief dalam party kita. Sama sekali tidak cocok.”
“Tenang! Tunggu saja dan aku akan mengajarkanmu cara sebenarnya untuk bertarung – tanpa dibutuhkan keringat, darah, atau uang,” jawabnya percaya diri.
Perjalanan menuju tepi sungai para serigala seharusnya hanya memakan waktu lima belas menit, tapi pada akhirnya menghabiskan sejam untuk kami berdua sampai di sana. Tentu saja, Lolidragon adalah alasan keterlambatan tersebut. Dengan dalih tidak ada seorang pun di sekitar kami, dia memaksaku untuk melepaskan topengku dan matanya segera menjadi dua hati.
Lolidragon memberiku sebuah cermin setelah dia kelihatannya puas, dan aku berakhir menatap diriku sendiri dengan mata berbentuk hati, seperti dia.
Waahh! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa aku begitu tampan? Ya ampun!
Dalam seluruh hidupku, aku hanya pernah melihat dua laki-laki yang begitu tampan sampai aku mau tak mau menghela nafas karenanya. Yang pertama adalah adikku sendiri (bahkan aku harus mengakui bahwa penampilannya sangat menawan, meskipun kepribadiannya adalah yang terburuk). Yang kedua adalah diriku sendiri.
Ya Tuhan, jangan bilang kalau aku hanya bisa memilih antara hubungan antar saudara kandung atau narsis?! Menghela nafas panjang, kukembalikan cermin tersebut pada Lolidragon.Waktunya kita pergi latihan!
Tepat ketika aku akan menghampiri serigala terdekat dan melepaskan rasa frustrasiku, tiba-tiba, Lolidragon menghentikanku dengan sebuah teriakan. “Diam di situ dan perhatikan bagaimana aku menghadapi serigala! Pelajari.” Dia mengeluarkan sebuah belati dan mendekati sasarannya.
Second Life benar game realistis; damage-nya bervariasi tergantung bagian mana dari monster yang kau serang. Karena itulah kita harus menemukan titik kelemahan monster sebelum menyerang,” dia menjelaskan sambil tetap bergerak.
Itu adalah berita lama untukku. Secara keseluruhan, ini sama saja dengan mempersiapkan unggas, ikan, atau daging. Untuk ayam, kau harus menggorok lehernya; untuk ikan, kau harus membelah perutnya… seperti yang kudemonstrasikan ketika bertarung melawan para serigala sebelumnya.
Seperti yang diperkirakan untuk seorang thief, Lolidragon menyelinap tanpa suara ke belakang seekor serigala tanpa memancing perhatiannya. Dengan sayatan penuh tenaga, dia memotong salah satu kaki belakang serigala tersebut.
<Wolf HP -30>
Serigala itu serta-merta berputar dan mencoba mendaratkan sebuah gigitan, tapi tidak mungkin untuk menyakiti seorang thief yang gesit – dan siap menghadapi. Dengan sangat ringan, dia berlari mengelilinginya. Si Serigala, sebagai gantinya, tidak dapat menangkap dengan kaki yang putung, dan Lolidragon secara bertahap akan berbalik haluan dan menyayatnya. Setelah lima sampai enam kali serangan, serigala itu mengumumkan bahwa dia akan berhenti bermain, dan akhirnya pergi ke surga.
<Lolidragon telah membunuh Wolf, experience Lolidragon meningkat menjadi XXX/XXXX, experience Prince meningkat menjadi XXX/XXXX>
“Wew, bagaimana menurutmu? Aku tidak menumpahkan setetes darah pun!” Dia mengangkat dagunya dan berkata dengan bangga, “Kau bisa mengenali seorang player pro dari sejauh satu mil. Ketika kau melihat salah satunya, sebaiknya kau perhatikan dan pelajari!”
Aku menggaruk wajahku dan menarik keluar Black Dao-ku. Memberikan sebuah tendangan ke atas pada serigala terdekat, kuikuti dengan ayunan pedang dari bawah. Aku lupa untuk memeriksa attack power yang dimilik Black Dao, tapi sudah pasti lebih tinggi dari pisau yang sudah kupakai sebelumnya, menilai dari ampuhnya membuat serigala malang itu menjadi dua. Istirahatlah dalam damai!
“Ka-kau menendang…” Lolidragon membelalak melihat adegan itu, tak bisa berkata-kata dan terpaku sepenuhnya. Gaya bertarung apa itu? pikirnya.  Ini gila… Aku bahkan tidak pernah mempertimbangkan pendekatan semacam itu…!
Merasa begitu bersemangat, aku mengejar serigala berikutnya. Kelihatannya aku akhirnya bisa mencoba jurus-jurus yang sudah kupelajari di Street Fighter!
Kulontarkan serigala tersebut ke udara dengan sebuah tendangan, diikuti dengan tendangan kedua ke atas. Lalu, meluruskan tinjuku dengan tubuhku, aku menghantam serigala di atasku (dan hanya berhenti sejenak untuk melakukan “Rising Dragon Fist!”). Masih melayang di udara, aku menendang serigala tersebut kembali ke tanah.
“…” Lolidragon mengawasi, masih kehilangan kata-kata.
Bagaimanapun, ketika aku mencoba jurus Chun Li yang paling terkenal – kepala di bawah, kaki ke atas, berputar di udara seperti manusia helikopter – aku menyadari bahwa hal itu menentang hukum fisiologi manusia dan benar-benar murni hanya untuk pertunjukkan. Aku dihadiahi dengan pinggang yang keseleo, benjol di kepalaku, dan sebuah gigitan dari serigala.
Waaah, liur! Setiap orang pasti tahu sekarang bahwa ketika aku menghadapi liur, aku akan … mengamuk!
Serigala sialan, benar-benar berliur sampai melumuri tanganku dengan liurmu! Mati kau, aaaah! Tendangan, Swaying Sword Style, Nine Swords of Du Gu, Toast to the Eight, Quick Sword Technique, Head Slam, “Ten” Strike, Shoulder Throw, Women’s Self-Defense!
“Ya ampun…! Prince, gaya bertarung gila macam apa ini?” tuntu Lolidragon, tidak dapat melanjutkan menonton dalam diam. Dia tidak bisa mengatakan apakah dia bermain MMORPG atau fighting game lagi… Atau apakah jurus yang dia saksikan berasal dari novel karangan Jin Yong atau dari komik.
Aku terhenti, merasa sedikit bingung. “Aku tidak boleh bertarung seperti ini?”
KRAUK!
GRRR! Berani mencuri gigitan dariku ketika aku lengah, serigala sialan! Kulanjutkan amukanku.
Dia gemetar hebat, “Itu tidak…melanggar aturan,” jawabnya parau. Tapi untuk seseorang benar-benar bisa bermain seperti ini di MMO, dan seorang warrior yang sama sekali tidak tahu apa-apa, dengan begitu…
“Atau mungkin karena dia tidak tahu apa-apa?” renung Lolidragon ketika pemahaman mulai muncul padanya. Ini tepatnya karena dia tidak terbiasa dengan metode jalannya game yang konvensional, maka aksinya menjadi unik. Tindakannya tidak menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang ada sama sekali. Dia tidak memiliki batasan atau halangan. Malah, dia memiliki potensi dan inovasi tanpa batas. Ini cara yang sebenarnya untuk memainkan game dengan tingkat realisme 99%!
Lolidragon hanya bisa menonton sambil tersenyum ketika aku membuat keributan dengan para serigala.
“Dia benar-benar seorang pemain pro yang tidak tahu apa-apa.”
Samar-samar aku bisa mendengar Lolidragon mengatakan sesuatu. Aku menebas untuk yang terakhir kali dan menoleh untuk bertanya apakah dia mengatakan sesuatu seperti “seorang pembunuh yang tidak tahu apa-apa”, hanya untuk melihat…
“Lolidragon, LARI! Di belakang ---“ Sebelum aku selesai bicara, seekor serigala yang tiga kali lebih besar dari normal berbulu putih bersih tiba-tiba menyerbu ke arahnya dari belakang, menggigitnya dengan ganas di bahu.
<Wolf King telah berhasil menyerang Lolidragon, Lolidragon HP -150, 100/250>
“Ugh…” Berusaha untuk mengabaikan rasa sakit yang sangat di bahunya, Lolidragon berlari cepat ke arahku.
Melindunginya dengan tubuhku, kupegang dao-ku dalam keadaan siap menghadapi Wolf King. Indah sekali bulu putihnya… Kelihatannya aku akan bisa mendapat sebuah mantel putih akhirnya!
Ketika aku berangan-angan, Wolf King tersebut tiba-tiba menerjang ke arahku. Cepatnya! Dengan susah payah aku berhasil menahan serangan, dan segera mundur beberapa langkah. Sekali lagi, monster itu datang menyerbu dan kuputuskan untuk menggunakan tendangan berputar. Tidak mengherankan, bagaimanapun, ketahanan fisik makhluk itu sangat kuat. Walaupun aku menggunakan seluruh kekuatanku dalam tendangan itu, Wolf King itu hanya terhuyung-huyung dua langkah ke kiri. Dia langsung bergerak untuk serang lainnya. Tidak dapat bereaksi tepat waktu, aku hanya bisa melihat ketika rahangnya menjepit tangan kiriku.
<Prince HP -80, 320/450>
“Aduhhh…” Kuangkat dao-ku dan menyabetkannya ke perutnya. Ya Tuhan, kulitnya benar-benar tebal; susah payah aku berusaha untuk menorehnya!
<Wolf King HP -30>
Mendengar system notice, aku hampir pingsan. Hanya tiga puluh health? Hanya satu gigitan darinya membuatku kehilangan delapan puluh health, ditambah health Wolf King ini mungkin sebanyak milikku… Kita dalam masalah! Pikirku, meratap diam-diam dalam hati.
“Prince, semoga beruntung! Jika menjadi terlalu sulit, datanglah ke atas sini.” Mendengarnya, aku melihat sekilas ke belakang. Wah! Lolidragon, kau benar-benar cepat, menyelamatkan diri dengan memanjat pohon dalam sekejap mata…
Aku tidak punya pilihan selain memaksa diriku untuk tenang. Aku membayangkan diriku sebagai Chun Li – dengan HP-nya yang rending dan attack power yang lemah – berhadapan melawan si luar biasa kuat Iori Yagami, yang dikontrol oleh adikku. Ugh¸ ini buruk! Aku tidak berpikir aku bahkan bisa menang dengan kondisi seperti itu di King of Fighters… Bagaimanapun, prinsip dasarnya adalah untuk menghindari pertarungan langsung.
Argh, serigala itu datang ke arah sini lagi! Sial, pikirku, menendang ke atas. Terlalu berat untuk diangkat ke udara sama sekali, Wolf King tersebut hanya sedikit terdorong mundur…
<Wolf King HP -15>
Memanggil seluruh kekuatanku yang terakhir, kuangkat pedangku dan menikamkan ke perutnya. Tikam, tikam, tikam! Sial, aku tidak dapat menembus kulitnya!
<Wolf King Hp -50>
Waah! Wolf King tersebut melayangkan pukulan kepadaku. Tidaaak, jangan lukai wajahku… Waaah!
<Prince HP -100, 220/450>
“Prince, sebaiknya kau kemari,” saran Lolidragon, wajahnya memucat.
Aku berlari secepatnya menuju pohon tempat dia bertengger. Namun, kecepatanku sepertinya lebih rendah daripada Wolf King, jadi aku dibabat dua kali dengan cakarnya.
<Prince HP -80, HP 60/450>
Aku akan mati tidak lama lagi, pikirku, Jika kucoba memanjat pohon itu, aku tidak akan bisa menghindar dianiaya…
Di atas pohon, Lolidragon menonton pemandangan tersebut dengan sangat panik. Tiba-tiba, sebuah kalimat muncul di pikirannya. Tanpa batasan atau halangan…
Lolidragon langsung mengambil  tindakan. Menyangkutkan kedua kakinya di dahan pohon, dia bergelantung terbalik dari pohon dan merentangkan kedua tangannya ke bawah.
“Prince, trapeze!” Prince pasti mengerti, pikirnya.
Melihat situasi, kugunakan momentumku dan melompat, menangkap lengannya. Aku berayun maju melengkung dan berhasil naik ke atas pohon. Melihat Wolf King mencakari akar pohon di bawah, pikirku, Baguslah aku pernah melihat pertunjukkan sirkus sebelumnya.
Waw! Aku capek setengah mati. Aku tersengal-sengal hebat. Di dekatku, Lolidragon menekankan tangannya ke dadanya sambil megap-megap, seluruh syarafnya tegang. Kami menoleh dan saling menatap satu sama lain.
Hahahaha…hehehe,” kami mulai tertawa.
“Cepat minum health potion-mu. Kita masih harus membuat rencana untuk membunuh Wolf King sialan itu,” kata Lolidragon.
“Mm.” Syukurlah aku masih punya sepuluh health potion dari yang sebelumnya, pikirku, menengak satu demi satu health potion.
Pada akhirnya perlu lima health potion untuk benar-benar memulihkan health-ku. Menyentuh wajahku, aku merasa lega mengetahui bahwa lukanya telah menghilang. Syukurlah, tapi sekarang aku hanya tinggal mempunyai lima health potion. Merepotkan.
“Kulit serigala ini terlalu tebal; aku tidak dapat menembusnya sama sekali. Ditambah, monster ini berat, jadi tidak ada cara untuk menendangnya ke udara,” gerutuku. Bagaimana caranya aku menghadapinya?
“Mau bagaimana lagi, karena level kita masih terlalu rendah,” balas Lolidragon, alisnya mengernyit berpikir keras. Aku tidak punya ide bagaimana caranya membunuh bos Wolf King ini, tapi bos monster sangat sulit ditemui, rasanya sayang untuk melarikan diri tanpa bertarung melawannya… “Kita akan mencari titik kelemahannya. Dia pasti punya satu. Selama kita menyerang titik tersebut kita seharusnya masih bisa memberikan banyak damage, meskipun attack power kita tidak cukup tinggi untuk membunuhnya.”
Mungkinkah serigala ini, dengan kulit yang begitu keras bagaikan besi, sebenarnya mempunyai kelemahan? Pikirku. Lalu, aku tiba-tiba teringat dengan sebuah ungkapan yang sering kubaca di novel-novel silat: Tidak peduli betapa hebatnya kau berlatih, kau tidak dapat melatih matamu menjadi sekeras besi!
“Mata,” kataku parau.
Lolidragon mengangguk. Setelah dengan cepat memikirkan sebuah rencana di kepalanya, dia mengeluarkan seutas panjang tali dari kantungnya. “Prince, pernahkah kau menonton film koboi Barat?”
“…Ya?”
Lolidragon tersenyum percaya diri. “Kalau begitu tidak ada masalah. Kita hanya mengganti kudanya dengan serigala, jadi kau seharusnya bisa mengatasinya.”
“…Kau benar-benar mempunyai banyak kepercayaan padaku,” balasku. Aku tahu aku ketakutan… hidupku dipertaruhkan di sini, dan kau mau aku untuk menjerat seekor Wolf King seakan itu tidak lebih dari seekor kuda! Sambil berbicara, aku membuat sebuah simpul dari tali. Syukurlah aku terbiasa menjadi gadis pramuka atau aku tidak akan bisa membuat sebuah simpul hidup.
“Begitu kau menjeratnya, panjat pohon ini dan ikatkan talinya, sehingga si serigala bodoh tidak akan bisa bergerak bebas. Setelah itu, pertunjukkan adalah milik kita, heh heh heh…”
Apakah aku melihat sesuatu? Kenapa senyum Lolidragon tiba-tiba terlihat sangat… sadis? Halusinasi! Aku pasti berhalusinasi!
Ambil napas dalam-dalam. Keluarkan, ambil napas, keluarkan…Oke! Kufokuskan pandanganku pada punggung Wolf King, aku melompat turun dari pohon dan mendarat mantap di atasnya, kubelitkan kakiku erat-erat pada lehernya yang berbulu sekalipun Wolf King tersebut – yang kelihatan sangat gusar – mulai melawan, berpikir untuk melemparkanku turun.
Pergerakan serigala tersebut hampir menjatuhkanku dari punggungnya dalam beberapa kesempatan. Memangnya itu akan terjadi! Pikirku. Terjatuh sama saja berarti mati…Kau Wolf King sialan, akan kutunjukkan padamu bagaimana kuatnya seorang wanita!
Wajah Lolidragon memucat seperti orag mati ketika memandang adegan di bawah dari tempat bertengger di pohon. Aku, juga, memucat… Tapi itu lebih mengarah pada kenyataan bahwa gerakan serigala tersebut membuatku cukup mabuk-serigala.
Meskipun kacau, aku akhirnya berhasil menjeratkan tali di sekeliling leher Wolf King. Aku sempat tercakar beberapa kali dalam usaha tersebut, tapi luka-lukanya hanya berdampak tiga puluh atau empat puluh health. Begitu lehernya terjerat sempurna, aku secepatnya turun dari kuda – ah, tidak, maksudku serigala – dan lari secepat yang aku bisa dengan Wolf King yang mengejarku.
Sekali lagi, Lolidragon dan aku melakukan aksi trapeze. Aku lalu melompat turun dari pohon dengan tali di tangan. Menggunakan semua kekuatanku yang tersisa, aku menyentakkan tali tersebut dan akhirnya menggantung serigala tersebut di pohon.
Melompat dari pohon sambil berteriak, Lolidragon menggunakan kemampuan yang hanya dimiliki senjata kecil –
Fatal Blow.” Serangan tersebut menyambar mata kiri Wolf King yang terlihat.
<Critical hit berhasil, Wolf King HP -300>
Wolf King tersebut meraung kesakitan. Walaupun menggunakan dahan pohon sebagai tuas telah banyak menyimpan energiku, aku hampir kehilangan genggamanku pada tali. Lolidragon segera menggunakan Fatal Blow kembali. Namun, kali ini serangan tersebut melenceng. Gagal menusuk mata kanan Wolf King, pisaunya hanya menyambar dahinya.
<Wolf King HP -100>
Pada saat itu talinya, yang telah mulai sedikit aus karena gesekan, akhirnya putus. Begitu serigala itu bebas, Wolf King tersebut melompat ke arah pembalasnya – Lolidragon – dan menindihnya dengan ganas. Terperangkap di bawah tubuh Wolf King, dia tidak bisa melarikan diri.
<Lolidragon HP -150, 100/250>
“Lolidragon!”
Aku bergegas menuju punggung Wolf King. Fatal Blow yang tadi dilakukan Lolidragon mengingatkanku pada kemampuanku sendiri, Inferno Slash.
Inferno Slash!” Begitu aku menyebutkan kemampuan tersebut, lidah api muncul di sepanjang mata pedangku dan kuayunkan Black Dao dengan sekuat tenaga. Sadar bahwa Wolf King tidak akan mati dengan mudah, aku mengulang jurus tersebut dan melakukan Inferno Slash berikutnya, yang berikutnya, dan yang berikutnya sampai yang kelima dan serangan terakhir menghabiskan semua MP.
<System notice: Prince telah membunuh Wolf King, Prince telah mencapai level 12, experience Prince telah meningkat menjadi XXX/XXXX, Lolidragon telah mencapai level X, experience Lolidragon telah meningkat menjadi XXX/XXXX>
<Prince telah mempelajari sebuah kemampuan baru: Consecutive Inferno Slashes / Ability: Continuous Attack  ability level up – Ability Level 5, dapat menyerang terus menerus sampai 6 kali>
<Weapon: Black Dao level up – Weapon Level 2, attack power +15>
Aku menendang bangkai Wolf King ke samping. Begitu melihat bahwa Lolidragon masih baik-baik saja – di samping kelihatan agak rata – aku menghela nafas lega. Syukurlah dia tidak mati.
Lolidragon terus berbaring di tanah. Namun, walaupun wajahnya basah dengan keringat, dia tersenyum lebar. Aku tersenyum membalas dan berbaring di sebelahnya, tapi Lolidragon menendangku.
“Kenapa kau tidak cepat-cepat melihat dan mengumpulkan item drop-nya?”
“Oh.” Dengan malas aku bangkit dan memandang sekitar. Bertebaran di sekeliling kami adalah sebutir telur, sepasang sepatu, dan sepotong kecil perak.
Tiba-tiba, Lolidragon berteriak, mengejutkanku.
“Ada apa?” Apakah Wolf King hidup kembali? Tidak mungkin!
“Senjatamu naik level?” Lolidragon dapat melihat system notice-ku karena kami dalam satu grup.
Aku melihat status Black Dao-ku.
<Black Dao: Weapon Level 2, attack power +15>
“Yah, Second Life benar-benar aneh, bahkan senjatanya bisa naik level.”
Aku mendapat sebuah jitakan di kepala untuk komentarku. Ketika aku melihat bintang-bintang untuk kedua kalinya, Lolidragon meraung, “Hanya senjata dari tipe bertumbuh yang akan naik level.”
“Oh…” Yah, maafkan aku karena tidak membaca informasi di situs resmi! Bukannya kau sudah tahu tentang itu… Jika kau terus memukul kepalaku, aku akan menjadi orang idiot!
Mendengarku menggerutu dengan diriku sendiri, Lolidragon memutar kedua matanya. “Apakah kamu tahu betapa berharganya senjata tipe bertumbuh? Mereka sama dengan senjata dewa! Coba pikirkan: Jika pedangmu bisa terus-menerus naik level dan attack powernya meningkat, keuntungan apa yang didapat?
Wahhh! Bukankah itu artinya aku tidak perlu untuk mengupgrade senjataku? Dengan begitu, hanya dengan berlatih, senjataku juga akan naik level dan menjadi bertambah kuat? Pada titik ini, mataku mulai bersinar. Aku akhirnya menyadari berapa banyak uang yang dapat kusimpan dalam waktu lama.
Melihat binar di mataku, Lolidragon tahu bahwa aku sudah mengerti. Wah! Beruntung! Pikirku, merasa senang tak terkatakan.
Selain sepasang sepatu dan uang, ada juga telur, dan baik Lolidragon maupun aku tidak dapat menunggu untuk mengetahui pet macam apa yang akan menetas dari telur itu. Kami memutuskan untuk kembali ke desa pertam-tama sehingga kami bisa mengidentikasi sepatu tersebut dan menemukan sebuah pet shop dimana kami dapat menetasknya telurnya. Begitu Lolidragon dan aku telah menggabungkan usaha kami untuk menguliti Wolf King – aku tidak lupa dengan mantelku, hehehe! – kami kembali ke desa dengan senang.
Begitu kami mencapai gerbang desa, aku menyadari telah membuat kesalah besar. Pertama kali aku membuat kesalahan ini adalah karena kelalaian, yang kedua kali tak lebih karena KEBODOHAN. Waaah! Aku benar-benar bodoh sekali! Sampai lupa untuk mengenakan topeng dan bahkan masuk desa lewat gerbang depan…
Kuubah kuda-kudaku, bersiap untuk berlari kencang, tapi Lolidragon – yang berdiri di sampingku – menangkap lenganku dengan cengkeraman seperti menjepit dan hampir mendekapkan dirinya di lenganku.
“Sa-yang,” Lolidragon berkata manja dengan nada manis memuakkan, membuat rambutku berdiri. “Bukankah kau pernah bilang, bahwa aku adalah istrimu ­ya-a-ng tercinta, ya-a-ngtercantik?”
Ketika berkata begitu, dia menunjukkan tatapan menantang pada setiap wanita di sekelilingnya. Mereka yang bertemu tatap dengannya mundur tanpa diminta, tak ada dari mereka yang ingin menantang balik karena penampilan mereka tidak dapat dibandingkan dengannya.
Kuakui, Lolidragon memang amat sangat cantik… Hah? Kau mau aku menggambarkan dirinya? Biasa saja, dengan wajah yang lebih dewasa dan lebih manis dariku, dada yang yang lebih besar dariku (dan sejauh yang bisa kukatakan, lebih besar dari milik Rose), pinggang yang lebih ramping dariku, kaki yang lebih panjang dariku, kulit yang lebih halus dariku … Tipe seperti itu! Waaah! Sekali lagi, aku merasa harga diriku menerima serangan besar.
Saat aku memikirkan semua omong kosong itu, Lolidragon menyikutku. Aduh! Aku cepat-cepat menjawab, “Ya! Tentu saja! Kau adalah istriku yang tersayang dan tercantik.”
Begitu kata-kata itu keluar dari mulutku, begitu banyak pandangan beracun tertuju pada Lolidragon. Dia tidak terlihat sedikitpun gelisah, malahan. Sebaliknya, dia kelihatan sangat senang!*Keringat*
Walaupun aku sangat terpaksa menyatakan Lolidragon sebagai istriku, muslihat ini mempunyai banyak keuntungan. Bagaimanapun, tidak ada banyak wanita dengan keberanian untuk menghadapi seorang ultra cantik seperti Lolidragon demi seorang pria. Dengan demikian, lusinan serigala yang menghalangi langkah kami menyelinap menjauh dan kami dapat berjalan-jalan dengan aman melewati desa dengan santai.
Begitu kami mencapai NPC yang menyediakan layanan identifikasi, aku berpisah dengan enggan pada lima perak sehingga kami akhirnya melihat status sepatu tersebut. Benda tersebut berubah menjadi sepasang sepatu bot dengan defense +8 dan agility +10, yang mana tepat dengan kebutuhan Lolidragon sebagai seorang thief dengan orientasi agility.
Kami harus membayar lagi di pet shop, jadi menyerahkan dengan tidak rela dua perak lainnya. Sial, itu adalah uang terakhir yang kami dapat dari bertarung dengan Wolf King.
Walaupun aku benar-benar, sangat ingin mempunyai pet milikku sendiri, tidak peduli bagaimana aku melihatnya, Lolidragon – dengan defense yang rata-rata rendah – lebih membutuhkan seekor pet daripada aku. Dengan demikian, melawan keinginan di dalam hatiku, dengan murah hati kutawarkan, “Lolidragon, pet ini milikmu! Aku akan menunggu yang berikutnya.”
“Aku tidak membutuhkannya, aku sudah mempunyai sepatu bot ini.”
Jarang sekali untuk Lolidragon menjadi sangat rendah hati… Tapi, demi kekuatan tempur party kami, aku tetap merasa bahwa dia seharusnya memiliki pet tersebut. “Defense-mu rendah, jadi memiliki pet akan sangat menambah potensi tempurmu.”
“Tidak perlu…”
“Kau tidak perlu terlalu sopan!”
Sudah kubilang aku tidak butuh itu!” Lolidragon tiba-tiba berterriak sengit padaku, membuatku ketakutan. Aku menatapnya, terheran-heran dan tidak yakin harus bereaksi bagaimana. Setelah itu, Lolidragon tiba-tiba terlihat tenang, dan berkata dengan lemah. “Aku tidak bisa memelihara hewan!”
Eh? Aku tidak mengerti!
“Aku memelihara banyak hewan peliharaan sebelumnya! Tapi… tidak satupun yang berakhir bahagia.”
Dan mulailah dia berbagi denganku sejarahnya memelihara hewan…
“Aku pernah mempunyai seekor anak anjing sebelumnya. Dua hari setelah aku membelinya, anjing tersebut menghilang ketika aku mengajaknya jalan-jalan … dan tidak pernah kembali. Setelah itu, aku pernah mempunyai seekor kura-kura, tapi dengan sembrono aku menabrak tangkinya … dan tangki tersebut jatuh dari balkon lantai lima ke lantai dasar. Berikutnya, aku memelihara seekor ikan cupang…”
Itu seharusnya baik-baik saja, kan? Aku pernah mempunyai ikan cupang sebelumnya; mereka sangat mudah dipelihara!”
“Hanya setelah ikan itu mati aku baru tahu bahwa kau harus mengganti air akuariumnya…”
Aku tidak bisa berkata apa-apa.
“Dan pada akhirnya, aku memelihara kaktus…”
“Kau pasti tidak serius… Bahkan kaktus pun mati?” Itu tidak benar…ya ’kan?”
Lolidragon menjawab polos, “Bagaimana aku tahu bahwa kaktus itu perlu air? Kupikir tidak perlu air, jadi kaktus itu layu dan mati! Setelah itu, aku bersumpah, tidak peduli bagaimanapun, aku tidak akan memelihara hewan lagi…”
Itu benar-benar cerita yang menyedihkan…
Setelah tiga detik dalam keheningan atas kenangan para hewan peliharaan yang tidak bersalah itu, kuputuskan untuk tidak meneruskan masalah tersebut lebih lanjut. Kugigit jariku – aduh! – dan membiarkan setetes darah jatuh di permukaan telur tersebut.
<Ding! Telur berhasil menetas>
Dengan begitu, cangkangnya memecah. Selama sejenak, Lolidragon dan aku mengawasi dengan mata melebar penasaran, ingin melihat apakah yang menetas dari telur itu.
Kejutan! Kejutan! Dan masih sangat mengejutkan, karena hal itu sangat tidak dapat dipercaya…
“A—ada apa ini…” Aku kehilangan kata-kata, karena pet ini benar-benar menentang imajinasi. Bahkan jika seekor hewan suci – seperti seekor kirin, seekor phoenix ataupun seekor naga – yang menetas, aku hanya akan sedikit terguncang. Aku merangkul erat-erat Lolidragon dengan satu tangan dan menatapnya dengan pandangan memohon, ingin memastikan bahwa dia sedang melihat hal yang sama dengan yang kulihat.
Wajah Lolidragon adalah gambaran dari kebingungan dan mulutnya terbuka menganga yang sangat tidak pantas. Setelah beberapa lama, dia akhirnya tersadar dari keterkejutannya sedikit. “Prince, mungkinkah ini… Tak peduli bagaimana aku melihatnya, ini kelihatan seperti… sebuah bakpao?”
Ekspresiku menjadi serius. “Tidak, coba lihat lebih dekat lagi. Bentuk benda ini dan ukurannya semuanya memberi kesan kebaikan tersembunyi. Dengan kelembutannya, penampilan luarnya yang halus, bentuk badan bundar yang memuaskan, ditambah aroma yang bisa membuat setiap orang tidak dapat berhenti meneteskan liur…kurasa ini bukan sekedar bakpao. Lebih tepatnya, ini pasti adalah…bakpao DAGING!”
“Apa?!” Lolidragon terguncang…dan lalu menjitak kepalaku. “Siapa peduli jika ini adalah sebuah bakpao daging atau bakpao sayur! Yang terpenting adalah, kenapa telur kita menetas menjadi sebuah bakpao daging?”
Huh! Aku mengelus kepalaku dan memprotes, “Jika seorang GM tersembunyi sepertimu tidak tahu sedikit pun tentang hal ini, lalu bagaimana mungkin aku tahu?”
“Mungkin ada masalah dengan script-nya…” Mempertimbangkannya, Lolidragon berpikir, jika itu masalahnya, maka aku harus segera melaporkannya ke jajaran atas, untuk mencegah pet player lain menetas menjadi barang aneh.
Kruyuukk! Ketika aku menangkap bau dari aroma bakpao tersebut, aku merasa tiba-tiba perihnya perut karena lapar. Aku menelan air liurku sendiri ketika menatapnya. Tiba-tiba, bakpao daging tersebut bergerak! Gerakan tersebut mirip…pantat seseorang yang berpindah – jika sebuah bakpao daging bahkan mempunyai pantat.
Lolidragon! Bakpao dagingnya bergerak.”
“Apa?!” Dia segera membungkuk di sebelahku dan kami berdua menatap bakpao daging tersebut bersama.
Bakpao daging tersebut benar-benar…betul-betul menoleh ke belakang (Jadi sebuah bakpao daging sebenarnya mempunyai bagian depan dan bagian belakang?) dan melompat sambil berbalik. Berikutnya, sepasang mata biru besar, dan berair, seperti yang mungkin kau lihat di kartun, menampak pada kami.
“Bakpao daging dengan mata…”Aku menjadi agak kehilangan tentang apa yang harus dilakukan.
Sebagai seorang GM tersembunyi yang mempunyai cukup pengalaman dengan hal seperti ini, Lolidragon berkata dengan tenang. “Prince, periksa statusnya.”
Aku meraih dan mengangkat bakpao daging yang berbau sedap tersebut, sambil melawan dorongan keinginan untuk memakannya…
<Ding! System notice: Silakan memberi nama pada pet>
…Kami akan memanggilnya Meatbun kalau begitu! Bagaimanapun, apa ada nama lain yang lebih cocok?
<Pet owner: Prince | Pet name: Meatbun | Level: 1 | Health: 30 | Mana: 20 | Unspent skill point: 0 | Strength: 3 | Physique: 5 | Agility: 10>
(Tidak bisa dipercaya, bakpao daging ini lebih cepat dariku?)
<Intelligence: 6 | Willpower: 7 | Wisdom: 10>
(Sebuah bakpao daging lebih pintar dariku? Arghh!)
<Abilities: Dog Beating Technique – Ability Level 1, kemampuan menyerang, menggunakan 10 MP / Aroma Release – Ability Level 1, dapat menarik perhatian monster, menggunakan 30 MP, berlangsung selama 20 menit, jangkauan 10 meter>
“Bagaimana? Apakah itu benar-benar pet?” tanya Lolidragon, penasaran.
“Yah…kelihatannya begitu.”
“…Siapapun designer gamenya, dia pasti punya selera humor,” ujar Lolidragon dengan wajah tanpa ekspresi, tapi bibirnya tertarik menjadi sebuah garis tipis.
“Itu tidak masalah; setidaknya…ini sangat imut!” Dengan ini, bakpao daging di tanganku mulai menggesek-gesek dirinya ke telapak tanganku. Dia bahkan mengeluarkan suara mendengkur yang lembut, seakan dia adalah anak kecil yang mencari perhatian. Lucunya!...Walaupun memang terasa sedikit aneh untuk sebuah bakpao daging ingin dimanja olehku.
“Apakah dia mempunyai kemampuan menyerang?”
“Ya.” Dog Beating Technique…
“Kalau begitu, ayo dites ke beberapa man-eating slime ketika kita pergi.”
Sebelum kami meninggalkan desa, Lolidragon menggunakan kemampuan level 8 Tailoring-nya – sebuah kemampuan tipe profesi – untuk membuat sebuah topi dan kemeja. Dia menolak untuk menolongku membuat sebuah mantel – waaah! ­– berkata, “Gaya bertarungmu sangat liar. Dengan jurus yang berlebihan seperti itu, mengenakan sebuah mantel hanya akan menghalangimu!”
Ketika kami berjalan menuju lereng berumput dengan semua man-eating slime, aku memeriksa sekeliling slime dan merasakan nostalgia yang kuat…
“Prince, biarkan dia mencoba!” kata Lolidragon, menatap Meatbun.
“Baik!” Aku menoleh dan melihat ke bakpao daging yang duduk di atas bahuku. “Meatbun… Dog Beating Technique.”
Dia tidak bergerak…
…Kurang cukup spesifik? Aku mencoba lagi. “Meatbun, gunakan Dog Beating Technique-mu pada man-eating slime di sana.”
Tetap tidak bergerak… Aku kesal, aku kesal – AKU SANGAT KESAL! Jangan katakan padaku bahwa pet ini tidak memiliki kegunaan lagi selain terlihat imut? Ini adalah pet pertamaku, yang benar saja!
Grrr! Kuangkat Meatbun, kulemparkan dia ke slime. “Pergi dan lawan man-eating slime itu! Janganlah berpikir untuk kembali jika kau kalah!”
“Apa yang membuatmu begitu marah pada sebuah bakpao daging?” tanya Lolidragon, bahunya bergoncang karena tawa yang ditahan.

Saat itu, bakpao daging yang kulemparkan mengenai slime tersebut dan benar-benar membuat suara “duk” yang keras, membuatku kaget. Aku segera melihat ke Meatbun, sangat khawatir bahwa pet pertamaku kemungkinan akan dimakan oleh seekor man-eating slime dan lenyap.
<System notice: Dog Beating Technique berhasil dilakukan oleh Meatbun, Man-eating Slime HP-10>
Seseorang pernah berkata, jika kau menggunakan sebuah bakpao daging untuk melempari seekor anjing, kau tidak akan pernah melihat bakpao daging itu lagi… Akan tetapi, aturan itu kelihatannya tidak berlaku pada Meatbun-ku – setelah dia mengenai man-eating slime tersebut, dia berputar tiga kali di udara dan terbang kembali ke tanganku. Dia bahkan membuat suara “whee – whee”, seakan dia bergembira dan bersenang-senang.
Slime yang masih hidup tersebut datang menerjang, berpikir untuk menyerangku. Namun, aku melemparkan Meatbun kepadanya lagi karena refleks – aku bahkan sambil berteriak, “Meatbun… Dog, kalahkan!”
<System notice: Dog Beating Technique berhasil dilakukan oleh Meatbun, Man-eating Slime telah mati, Meatbun telah mencapai level 2, experience Prince telah meningkat menjadi XXX/XXXX>
Hanya seperti itu, Meatbun – pet yang nantinya dikenal sebagai pet terkuat di Second Life – dan aku mengalahkan monster pertama kami bersama. Aku berdiri di situ dengan ekspresi kebingungan sementara Lolidragon tertawa terbahak-bahak, memukul-mukul tanah dengan tinjunya.
Kami lalu kembali ke tepi sunga para serigala dan memulai kembali bertarung dengan mereka. Aku melanjutkan untuk mempekerjakan metode tendang-dan-sobek-perut. Terkadang, aku juga melempar Meatbun, untuk memastikan dia tidak akan di bawah level karena kurang experience.
Sebagai tambahan, Lolidragon memberitahuku bahwa aku telah memotivasi dia (Aku memotivasi dia? Kapan? Kurasa itu mencurigakan…) dan karena itu dia memutuskan untuk belajar dariku, jadi aku mengajarinya banyak jurus dari King of Fighters.
Kami tinggal di sekitar tepi sungai para serigala untuk beberapa waktu selama hari-hari berikutnya, membunuh begitu banyak serigala dan naik level cukup banyak. Kami menggunakan metode yang sama untuk membunuh Wolf King sebanyak lima atau enam kali, sebelum berpindah mengalahkan beruang.
Pada titik ini aku harus menjelaskan bahwa, setelah beberapa pemakaian, kemampuan Aroma Release milik Meatbun – yang semula kupikir tidak berguna – naik level. Area yang terkena efek bertambah sangat luas menjadi 150 meter. Dengan menggunakannya, kami berhasil memancing Wolf King dan para beruang keluar; kami tidak pernah berhasil menemukan mereka sebaliknya. Juga, dengan wisdom sebanyak 10 poin, Meatbun dapat mempelajari skill baru dengan sangat mudah… Walaupun aku curiga alasan sebenarnya bukan karena wisdom-nya, tapi lebih karena kenyataan bahwa Lolidragon dan aku melakukan banyak hal aneh dengannya.
Ambil sebagai contohnya, di lain hari Lolidragon ingin mencoba yang baru-baru ini didapatnya, tapi sudah mencapai level sepuluh, kemampuan “Poison” – yang memampukannya untuk membuat berbagai macam racun – jadi melumuri Meatbun dengan sebuah racun dan mengumpankannya ke seekor serigala. Serigala tersebut keracunan sebagaimana harusnya sampai mati dan Meatbun-ku mempelajari kemampuan baru: Poisonous Meatbun. Setelah itu, dia terus mempelajari banyak kemampuan baru secara tidak sengaja…Haah! Meatbun, kau benar-benar seekor pet yang langka dan berharga.
Lalu datanglah hari ketika Lolidragon dan aku sedang beristirahat di atas sebuah karang, kelelahan setelah menghadapi para monster. Lolidragon bebaring di atas tanah sementara aku berdiri di hadapan hembusan angin yang kuat, melihat ke bawah ke dataran. Pada saat itu, mendadak, menyergap perasaan di hatiku – sebuah keinginan meluap-luap untuk menyanyi.
“Lolidragon… aku ingin menyanyi!”
“Lakukan kalau begitu!” jawabnya malas.
“This ain’t a song for the broken-hearted / A silent prayer for the faith-departed / I ain’t gonna be just a face in the crowd / You’re gonna hear my voice when I shout it out aloud / It’s my life / It’s now or never / I ain’t gonna live forever / I just want to live while I’m alive (It’s my life) / My heart is like an open highway / Like Frankie said I did it my way / I just wanna live while I’m alive / It’s my life”
[Lyrics by Bon Jovi – “It’s My Life”]
Aku menyapukan jemariku melewati rambutku yang tertiup angin.
“Lolidragon!”
“Ya?”
“Mungkin ini tidak benar-benar untuk alasan bodoh untuk membuktikan saudaraku salah karena aku  memilih menjadi seorang pria.”
“Jadi, apa alasan sebenarnya?”
“Mungkin alasan sebenarnya adalah hanya karena aku tidak ingin bersembunyi di balik orang lain, tidak lagi.
“Aku ingin membunuh monster sepuas hatiku, menggunakan berbagai macam metode gila dan jurus, tanpa seorangpun memanggilku wanita kejam
“Aku ingin menyumpah dan menyerapah ketika membunuh dan kapan pun aku kesal atau jengkel, tanpa seorang pun berkata itu tidak seperti wanita yang tahu sopan santun
“Aku ingin bisa tertawa setelah mendengar lelucon tak pantas, mungkin bahkan menambahkan jawabanku sendiri. Aku tidak dipaksa untuk berpura-pura tidak mengerti, hanya untuk membuktikan betapa murni dan polosnya diriku, tapi aku juga tidak mau dipanggil wanita yang kasar.”
Kuselesaikan pidato tanpa persiapanku, tapi Lolidragon tidak berkata apapun ketika aku berbaring diam dan ikut bersamanya menatap langit tanpa batas.
Setelah lama berlalunya waktu…
“Prince.” Lolidragon berguling dan menyangga dirinya sambil menatapku.
“Ya?”
“Ayo buat legenda milik kita!”
“Legenda apa?”
“Legenda Prince! Player Terhebat di Second Life, Prince!” Lolidragon mengatakannya dengan binar cerah di matanya. “Kita tidak akan mengincar kebanggaan sebagai istri para player terbaik; kita akan membuat kebanggan sebagai pemain terbaik.”
Menciptakan sebuah legenda! Renungku.
Setelah beberapa saat, aku menoleh pada Lolidragon dan kami berbagi senyuman.
Ini adalah hidupku.
Legenda, dimulai.
[½ Prince Volume 1 Chapter 2 End]
Catatan Kaki
Rising Dragon Fist: Bahasa aslinya adalah “shōryū-ken” dalam bahasa Jepang dan ini merupakan jurus paling terkenal milik Ryu dari seri fighting game, Street Fighter. Jurus ini adalah pukulan one-hit yang hanya dapat dilakukan dengan sukses jika musuh melayang di udara.
Swaying Sword… Self Defense: Tekhnik yang digunakan oleh Prince adalah gabungan dari tekhnik terkenal dari novel Cina, jurus fighting game, jurus normal dan omong kosong.Swaying Sword Style荡剑式” (dàng jiàn shì) dan Nine Swords of Du Gu “独孤九” (dú gū jĭu jiàn), keduanya berasal dari novel karangan Jin Yong, The Laughing, Proud Wanderer, or “笑傲江湖” (prn. xiào ào jiāng hú). Toast to the Eight adalah jurus milik Iori Yagami dari King of Fighters“Ten” Strike, “十字” (shí zì zhăn) kelihatannya juga berasal dari game lain juga.Quick Sword Technique, “拔刀” (prn. bò dāo sù) merujuk pada jurus umum yang cukup terkenal dengan mengeluarkan pedang dari sarungnya dengan cepat dan, dengan satu serangan, menghancurkan musuh. Sisanya cukup bisa dimengerti.
Novel Jin Yong: Jin Yong adalah penulis di balik beberapa novel silat yang sangat terkenal di abad lalu, termasuk  The Legend of the Condor Heroes “射雕英雄” (prn. shè diāo yīng xióng zhuàn), The Return of the Condor Heroes “神雕侠侣” (prn. shén diāo xiá lǚ) dan The Laughing, Proud Wanderer 笑傲江湖” (prn. xiào ào jiāng hú).
Mengidentifikasi: Benda langka di Second Life, seperti sepatu yang diambil oleh Prince dan Lolidragon di sini, mempunyai status tersembunyi dan harus “diidentifikasi” oleh NPC tertentu sebelum player dapat rincian informasi barang tersebut.
Jika kau menggunakan sebuah bakpao daging untuk melempari anjing, kau tidak akan pernah melihat bakpao daging itu lagi: Pepatah Cina yang berarti suatu tindakan yang pasti gagal hasilnya.
It’s My Life: Lagu dari Bon Jovi.

1/2 Prince Jilid 1 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

1 komentar:

  1. Lanjut lgi
    makin seru aja + per babnya panjang jadi enak bacanya :D
    thanks kak

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.