19 Mei 2015

Re:Monster Hari Ke-1 sampai ke-10

Re:Monster
Hari Ke-1 sampai Ke-10

Hari Ke-1:
Sepertinya aku tewas setelah ditikam oleh stalker yang telah kuanggap sebagai adik perempuan sendiri, dan entah bagaimana aku bereinkarnasi.

Wow, sungguh bualan yang bagus. Tidak, aku tidak bohong ketika kubilang aku bereinkarnasi. Kau boleh bilang kondisiku belum stabil karena sedang kebingungan, jadi aku menyarankan kau simpan komentarmu sampai aku selesai bercerita, karena ini akan menjadi sedikit liar jika kau menyela ceritaku. Ahem. Jadi biarkan aku menjelaskannya dari awal...

Yap, pertama kita mulai dengan namaku. Aku dulu disebut sebagai Tomokui Kanata. Namun karena aku telah reinkarnasi, sebut saja "tanpa nama" untuk saat ini.

Ingatanku yang sekarang masih samar-samar, tapi aku ingat bahwa setelah seharian bekerja keras, aku diundang rekan kerjaku untuk pergi minum. Aku setuju dan kami pergi ke kedai minuman.

Karena besok libur, kami minum sampai puas sepanjang malam. Akhirnya aku harus membawa salah satu rekan kerja ke rumahnya  karena terlalu mabuk.

Dia pun kubaringkan di kasur dan terlelap di sana. Karena rasa cintaku lebih besar terhadap minuman ketimbang dirinya, aku mau minum lagi sambil melihat indahnya bulan, jadi aku membuka kulkas.

Aku menyadari bahwa rak bawah yang seharusnya terisi dengan bir dan chuhai serta minuman lain sudah kosong.

Kemarin aku sudah menghabiskan semua minuman dan berencana mengisinya kembali hari ini jika rekan kerjaku tak mengundangku pergi minum.

Aku benar-benar lupa tentang hal itu.

Itu benar, ini sebuah kegagalan terbesar dalam hidupku, tidak langsung membelinya setelah habis meminumnya kemarin.

Jika saja aku menyisakan setidaknya satu saja.

Aku..., tidak, tidak... mari percepat ceritanya sedikit.

Aku, yang ingin minum sake dengan segala cara, pergi ke toko terdekat yang buka dua puluh empat jam sehari, membeli lima bir, dan langsung pulang kerumah.

Musim panas sudah dekat, namun malam ini masih dingin. Bulan purnama yang tergantung di langit malam yang bersih itu sangat indah.

Awan yang sedikit menutupi bulan juga membuat suana nyaman. Sungguh, minum sake dengan bulan yang bersinar terang diatas langit membuat rasa minuman menjadi lebih lezat dari biasanya.

Sementara memikirkan alkohol, aku melihat gadis cantik di bawah lampu jalanan. itu wajah yang aku kenal. Dia itu apa yang orang bilang sebagai "stalker". Stalker-ku ini namanya Kirimine Aoi, seorang mahasiswa aktif di daerah sini. Dia berusia 20 tahun, 5 tahun lebih muda dariku.

Hubungan kami tidak bisa kau sebut 'normal’. Kau tahu, waktu aku kelas 3 SMA aku melihat preman sekolah mengganggu seorang gadis, orang yang segera kuketahui sebagai Aoi. Dia berusia 12-13 tahun pada saat itu. Aku menghampirinya, menyelamatkannya, dan begitulah bagaimana nasib mempertemukan kami.

Ya, sebenarnya tidak pas kalau dibilang aku menyelamatkannya, aku tidak yakin kalau itu hal yang benar untuk dikatakan.

Dibandingkan dengan aku yang sekarang, aku dulunya seorang pengecut. Saat itu, kau bisa dengan jelas melihat sepasang preman menganggu seorang gadis. Meskipun menyedihkan, orang orang disekitar hanya bisa menutup mata.

Sebagai seseorang yang kekuatan ESP-nya belum bangkit, aku punya pilihan menyelamatkannya atau melarikan diri

Namun, entah ini keberuntungan atau kesialan, aku memiliki tongkat listrik militer sebagai hadiah ulang tahun dari pamanku si penggemar senjata. Dia bekerja di perusahan menengah yang berhubungan dengan militer, jadi gampang untuk mendapatkannya untukku. Perusahaan itu berada di bawah pengaruh perusahaan besar, Avalon.

Avalon, perusahaan yang membuat tongkat setrumku itu, namanya telah tersebar di seluruh alam semesta sebagai perusahaan senjata terkenal.

Waktu itu, aku tak punya keberanian untuk memiliki barang berbahaya seperti itu . Sungguh menghawatirkan untuk memiliki senjata yang berbahaya, jadi itu masih jadi hiasan di kamarku tanpa pernah digunakan.

Namun, seorang teman 'Ota' pamanku mengatakan dia ingin melihat tongkat itu. Segera setelah itu aku menerima email yang memberitahuku bahwa dia sedang dalam perjalanan untuk melihatnya.

Pesan itu juga memberi tahu lokasi dimana kami bisa bertemu, jadi aku langsung pergi membawa tongkatnya bersamaku supaya dia bisa langsung bisa melihatnya ketika aku tiba.

Yang mana membawa aku ke situasiku saat ini.

Meskipun aku pengecut, aku menggunakan tongkatnya pada preman yang mengganggu anak perempuan itu. Aku masih ingat perasaan "ringan" saat menyelamatkan gadis cantik itu dari bahaya.
Setelah aku memukul preman itu dari belakang, mereka sangat marah padaku. Namun, meskipun mereka marah besar, mereka tidak bisa menghadapi senjata seperti tongkat listrik militer tersebut. Setelah beberapa pukulan lain, mereka pingsan di atas lantai—dengan mulut berbusa dan muka babak belur. Aku dengan cepat meraih tangan gadis yang sedang panik itu dan melarikan diri ke tempat yang aman.

Aku sungguh masih muda pada hari itu. Karena rasa ingin tahu dan kemauanku, aku melewati pengalaman mengerikan terhadap kedua preman tadi sambil berusaha untuk menolong Aoi di waktu yang sama.

Setelah kejadian itu, rasa suka dia kepadaku perlahan-lahan tumbuh. Itu hanya masalah waktu, tetapi Aoi malah berakhir menjadi stalker-ku.

Dia tidak menjadi stalker yang fanatik, setidaknya sampai aku mendapatkan pekerjaanku saat ini, dimana dia selalu mengejarku. Dia bahkan mengikutiku ke planet lain, pada saat aku pergi untuk keperluan bisnis.

Ketika berhadapan dengan stalker, seseorang harus bisa berbicara dengannya secara alami, tidak peduli seberapa banyak dia ikut campur urusan pribadi seseorang.

Apa yang telah kusampaikan mungkin belum dapat dimengerti, tetapi setelah aku menjelaskan bagaimana aku mati, semuanya akan jelas.

Pokoknya, setelah membeli minuman, aku berjumpa dengan Aoi di perjalanan pulang. Mungkin ini sungguh bagus kalau cuman kebetulan. Namun sambil menunduk di bawah lampu jalanan, Aoi memancarkan aura gelap tak seperti biasanya, jadi aku hanya bisa memiringkan kepala karena bingung.

Aoi, meskipun dia stalker, kehadirannya bagiku seperti adik perempuan sendiri; karena itu aku bisa menyadari ada yang aneh padanya, jadi aku memanggilnya.

Tidak ada jawaban. Wajah Aoi masih saja menunduk.

Pada saat itu aku merasakan kegelisahaan hebat yang tak bisa diungkapkan. Meski begitu, aku masih mendekatinya supaya aku tahu penyebabnya. Tanpa kusadari, perutku telah tertusuk pisau.

Meskipun aku memiliki tubuh yang kuat, dan luka seperti ini bisa sembuh sendiri dengan kekuatanku, aku masih bisa merasakan sakit yang luar biasa, yang berasal dari pisau yang sedang diputar untuk mencongkel organ dalam perutku.

Kukira aku tak akan mati hanya karena ditusuk pisau besi biasa. Tetapi apa yang Aoi gunakan adalah [Nenekaruri]; sebuah pisau tentara Rank-B dengan tambahan elemen petir yang dibuat oleh perusahaan besar Sakuma. Ironisnya, itu adalah salah satu barang yang dijual oleh perusahaan tempat pamanku bekerja. Bisa dibilang, pisau itu memotong molekul dengan kemampuan dari listrik bertegangan tinggi. Itu adalah jenis pisau yang meningkatkan ketajamannya dengan menambahkan ribuan pisau kecil di pinggirannya dan berputar seperti gergaji mesin dengan kecepatan tinggi. Ketika diaktifkan, listrik bertengangan tinggi ditanamkan kedalam tubuh korban yang tertusuk dan membuatnya lumpuh sementara. Ini juga pisau yang biasa digunakan pihak militer.

Aku bahkan tak sempat berpikir dari mana Aoi bisa mendapatkan benda itu. Kemudian aku di dorong hingga jatuh, tak bisa bergerak, dan ditikam pisau itu berkali-kali. Banyak darah termuntahkandari mulutku karena tubuhku ditusuk tanpa henti. Setiap kali pisau itu menembus kulitku, aku merasakan daging dan tulangku semakin hancur dan darahku berceceran dimana-mana.

Sebelum aku sadar, tubuh langsing Aoi yang ada diatasku telah penuh diwarnai merah darahku.

Meskipun aku adalah manusia yang diperkuat dengan kekuatan dan latihan disiplin serta melampaui manusia biasa karena pekerjaanku—aku kecewa karena aku dibunuh oleh Aoi yang merupakan warga sipil. Apa artinya ini? Aku tahu kekuatan pisau tersebut luar biasa, tapi apa itu cukup kuat untuk menghancurkan tubuh manusia yang sudah diperkuat? Apakah Aoimampu menghancurkan diriku dengan serangan kejutan? Bahkan gerakan itu mustahil dilakukan karena tegangan listrik yang tinggi, apa bisa seperti itu?

Kenapa—yah, situasi ini sungguh menyesalkan.

Pada saat itu, sosok Aoi yang dipenuhi noda merah dari darahku, sungguh menakutkan untung diingat secara rinci.

Oh, yah...

Bagaimanapun juga, aku telah terbunuh. aku di bunuh oleh Aoi.

Luka seperti ini tak bisa disembuhkan oleh kemampuan regenerasi. Hal terakhir yang kulihat adalah pisau yang di arahkan tepat ke bola mataku, yang berarti langsung ke otakku; yang sialnya adalah organ yang tak bisa sembuh kembali, rusak total. Setelah kepalaku benar benar koyak, kesadaranku akhirnya perlahan menyelam dikegelapan.

Namun, ceritanya tidak berakhir di sini. Reinkarnasiku masih belum dimulai. Kesadaranku masih tetap gelap dan tak berubah, sampai akhirnya kesadaranku kembali. Aku mengingat kejadian terakhir sebelum kehilangan kesadaran, tapi bukannya aku sudah mati? Apa itu hanya mimpi atau aku hanya mabuk? Aku menolak semua ide tadi. Jawabannya terlalu kabur dan sangat beda dengan kenyataan.

Aku yakin aku telah dibunuh. Aku masih ingat rasa sakit yang disebabkan oleh listrik yang mengalir di pembuluh darahku, dan dinginnya pisau yang menembus dadaku. Ini pasti bukan sebuah ilusi. Tetapi aku masih hidup. Aku ingin mengetahui apa yang terjadi padaku setelah itu. Selagi berpikir seperti itu, kelopak mataku yang berat mulai terbuka.


[Versi Manga]

Di sana aku melihatnya. Aku melihat suatu wajah yang sangat jelek. Itu langsung membuatku berpikir bahwa aku telah bereinkarnasi. Ini tak dipungkiri dan membuatku menyadarinya.... oh... maaf aku tiba tiba mengantuk, tapi ini tidak berakhir disini—besok aku akan melanjutkannya... kegelapan ini bukan berasal dari kematiantetapi karena aku sudah lelah.


 ____________
Hari Ke-2:
Aku terbangun oleh suara klik. Ketika aku membuka mataku untuk mengumpulkan informasi, aku tak bisa menggerakkan kepalaku karena suatu alasan. Alhasil, aku tak bisa mengumpulkan banyak informasi. Namun, aku mengerti sebuah fakta: meskipun sungguh menyesalkan, cerita tentang reinkarnasi itu bukan mimpi, atau sebuah ilusi yang disebabkan oleh diriku karena mabuk.

Dengan sedikit usaha lebih, dan dibantu dengan penglihatan terbatasku, aku bisa menyimpulkan beberapa hal. Sepertinya diriku berada di dalam sebuah gua. Tanda dari benda buatan tangan tak dapat ditemukan, sehingga  kemungkinan ini di alam bebas menjadi tinggi. Perasaanku pada selimut yang kugunakan sungguh tidak menyenangkan. Kainnya terasa kasar dan terlihat kotor. Tanah dipunggungku sangat tidak nyaman, dan kerikil di lantai gua membuat kulitku terasa sedikit sakit, meskipun itu bukan masalah.

Yang lebih penting...

Ada banyak anak jelek yang berkulit hijau dan telinga runcing. Meskipun aku menggunakan kain, mereka tidur telanjang. Ada sekitar 30 yang terlihat, dengan 20 di antaranya seukuran bayi manusia. Ukuran yang lainnya sama seperti anak manusia atau dewasa kukira.

... Yah, itu menjadi bukti bahwa aku sudah bereinkarnasi. Kupikir jika aku menggerakkan tanganku, aku bisa melihat kulit bayi yang sama seperti goblin di sekitar, dan di ujung jari terdapat kuku tajam yang sangat jelas. Jika aku bukan bereinkarnasi, apa lagi yang bisa menjelaskan ini?

Meskipun aku bertanya-tanya apakah bukti yang kuat, tanganku sama persis seperti bayi goblin yang tidur disampingku.

Tampaknya, kemampuan ESP yang kuperoleh dari operasi penguatan kekuatan telah berkurang karena tubuh baruku. Aku menangis sesaat, yang benar aja. Tubuh yang aku miliki kelihatannya tidak dapat bergerak dengan benar karena baru saja dilahirkan. Hari ini, sama seperti bayi goblin lainnya, aku menghabiskan hari dengan tidur.

Sepertinya aku tidak lari dari kenyataan.


_______________
Hari Ke-3:

Aku bertekad untuk selamat di kehidupan keduaku, namun setelah bereinkarnasi aku memutuskan menyerah untuk bergerak karena tidak bisa.

Dari pekerjaanku sebelumnya, aku telah belajar bahwa hidup kotor dan mempunyai kemampuan untuk mengubah pikiran seseorang dengan cepat sangat diperlukan.

Kelihatannya, pertumbuhan fisik dari goblin sungguh cepat. Meskipun ini baru hari ketiga sejak kelahiran, tubuhku telah berkembang pesat.

Sementara tubuhku seukuran bayi sebelum aku tidur, tubuhku sekarang sudah sebesar anak SD. Meskipun tubuhku masih lebih lemah dibanding sebelum reinkarnasi, daripada kemarin, kekuatan tubuhku terus meroket. Aku sudah bisa berdiri bahkan berlari dengan kecepatan biasa, jadi aku merasa senang tak terkira. Aku bermain secara naluriah, karena aku masih anak-anak. Stres karena tak bisa bergerak sebelumnya akhirnya terbayarkan.

Yah, ini wajarlah. Bila dibandingkan dengan peradaban manusia, yang tumbuh tanpa kekawatiran akan diserang musuh asing, goblin sejak dia lahir harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Manusia tumbuh lebih lambat ketimbang goblin yang hidup di alam liar, di mana hukum rimba memaksa mereka untuk tumbuh lebih cepat.

Sejak tubuhku bisa bergerak, aku menghabiskan waktuku belajar melatih tubuhku sampai batasnya. Aku melakukan latihan dengan tubuhku sampai aku merasa nyaman dengannya, dan akhirnya pingsan karena kelelahan. Namun, tempat tidur ini... apa kita tak punya yg lebih baik, hah?

____________
Hari Ke-4:

Setelah bereinkarnasi menjadi goblin, aku pergi berburu untuk pertama kalinya. Atau lebih tepatnya, siapa yang tidak bekerja tidak akan bisa makan. Goblin yang baru lahir dibatasi makan ulat gemuk untuk pertumbuhan—Tidak, aku tidak bilang aku tidak menyukainya; ulat itu ternyata enak, tetapi kami tidak memiliki persediaan yang banyak. Berburu adalah satu satunya cara supaya bisa makan setelah tak ada lagi jatah kata Goblin Manajer.

4 hari sejak lahir dia harus pergi berburu. Ini mengajarkan kerasnya hukum rimba. Seperti yang kuduga, pasti akan sulit untuk melakukannya sendiri. Aku membuat teman/anak buah bernama Gobukichi, dengan beberapa kebohongan dan rayuan ketika kami berjalan di hutan.

Tampaknya goblin di dunia ini mudah dibodohi.

Yah, setidaknya itu membuatku mudah mengelabui mereka.

Oh, iya. Pembiakkan goblin bisa dilakukan antara sesama ras. Namun, tingkat keberhasilannya sangat rendah. Untuk mengatasi itu, mereka menculik perempuan dan menyiksa mereka sampai mereka hamil.

Kau tahu, kemarin aku menemukan pedang berkarat di dekat belakang gua. Ketika mengambil pedang itu, aku tak sengaja menemukan sebuah ruangan berisi wanita. Banyak dari mereka ditelanjangi, meskipun derajat mereka lebih tinggi dari goblin.

Beberapa dari mereka terlihat menyedihkan. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka gores dan cairan kental, dan kesehatan mereka sepertinya  terus menerus melemah di setiap napasnya, ada yang hampir tak bernapas. Dia pasti berada di ambang kematian karena terus disiksa para goblin.

Itu sangat mudah ditebak bahwa mereka diculik. Dengan kekuatanku saat ini, aku tahu betul apa yang bisa kulakukan, jadi aku hanya bisa berdoa dan menepuk tangan sambil mengucapkan "Namu Amida Butsu". Meskipun ini hanya sekedar hiburan.

Mungkin salah satu dari mereka adalah ibuku? Tapi itu sungguh membuatku depresi bila memikirkannya, jadi aku meninggalkan mereka untuk saat ini...

Sungguh benar, lebih baik bekerja sama berdua ketimbang berburu sendirian, tapi sungguh menyesalkan bahwa Gobukichi mencoba memakan buruan tanpa izinku, jadi aku memukulnya dengan ranting pohon untung mengajarkannya hirarki. Akhirnya dia beranjak kesamping, jadi aku beralih menguliti mangsa tadi.

Hasil buruan pertama kami adalah kelinci cokelat berukuran 20 cm dan memiliki tanduk di keningnya, jadi aku memutuskan memanggilnya "Kelinci Bertanduk". Meskipun tanduknya sangat tajam, itu agak kecil untuk digunakan manusia, tetapi karenanya, itu sungguh ukuran sempurna untuk goblin. Benda itu tidak memotong seperti pisau, jadi itu menggunakannya untuk memotong dan membelah seperti pedang estoc lebih cocok.

[Goburou memperoleh tanduk binatang kecil!!]

Pada saat aku mengambil tanduknya, sebuah pengumuman terdengar di suatu tempat, tetapi itu mungkin hanya imajinasiku saja.

Oh, iya. Aku lupa memberitahumu, namaku yang sekarang adalah Goburou. Tetua goblin yang memberi namaku pada saat aku membuka mataku pertama kali.

Meskipun namanya tidak sesuai seleraku, aku membiarkannya karena aku tak mau memakai namaku sebelumnya.

Bisa dikatakan, aku menyerah.

Meskipun aku mendapatkan tanduk kelinci sebagai senjata mematikan, sungguh masih sulit digunakan untuk mengupas kulit dari tubuhnya. Bahkan lebih sulit untuk mengabaikan tatapan Gobukichi dengan ludahnya yang menetes, yang membuatku memutuskan untuk berbagi kelinci menjadi dua, satu untukku satu untuk dirinya. Aku mencoba sebaik mungkin untuk mengupas kulit dari dagingnya, tetapi bulunya sungguh merepotkan, jadi aku memakan daging sekaligus dengan kulitnya

Aku bisa memperoleh senjata dan memakan daging segar. Ini memang hari pertama yang bagus, daging yang sungguh lezat; meskipun serangga misterius tidak terlalu buruk, tetapi itu tak bisa mengalahkan kelezatan daging yang sesungguhnya.


_______________
Hari Ke-5:

Kami pergi berburu juga hari ini. Gobukichi dipaksa untuk mengerti hirarki kami, siapa yang berada di atas dan siapa di bawah, setelah beberapa 'penjelasanku'. Pengalaman kami kemarin membuat kami lebih cepat menemukan buruan hari ini. Meskipun masih seekor kelinci, setidaknya ini dua kali lebih besar dari yang kemarin. Mungkin berbahaya bagi Gobukichi untuk bermain dengan tongkat kayu, sementara aku masih memakai tanduk yang kemarin. Caranya menggunakan tongkat untuk bertarung lebih baik dari yang kukira.

Ketika Gobukichi mengalihkan perhatian kelinci, aku menerjang sumsum tulang dan menusuk jantungnya dari belakang.

Meskipun sebagian kecil dari tanduk jadi rusak karena aku memakainya secara kasar, perburuan sukses karena kami telah menerima hasil buruan.

Seperti kelinci yang terbunuh kemarin, aku mematahkan tanduknya.

Aku tidak sengaja menyebut senjata itu "Tanduk Legendaris", tetapi pengumuman yang datang setelahnya langsung membenarkan.

[Goburou memperoleh tanduk binatang!!]

Aku memutuskan untuk menghiraukannya karena aku tak mengerti sama sekali. Ketika aku berpikir tentang itu, aku melihat Gobukichi menatap hasil buruan dengan mata yang lapar.

Selagi mengunyah daging dan menghancurkan tulang, dan perlahan-lahan mengunyahnya, aku merasakan seolah-olah seluruh tubuhku penuh dengan kehidupan

Hal ini meyakinkanku akan suatu hal yang kupikirkan kemarin.

Kelihatannya meskipun aku sudah bereinkarnasi, aku masih tetap memiliki kemampuan ESP [Absorption]

Ini seperti aku seperti berada didalam mode  “New Game” karena memiliki kemampuan ini. Meskipun aku tidak senang awalnya.

Ngomong-ngomong, manusia bisa memiliki kesempatan mendapatkan kekuatan melebihi ruang dan waktu, kemungkinan untuk melahirkan sebagai seorang berkemampuan ESP adalah satu banding seribu. Beberapa bahkan mengatakan bahwa [Pshychic] adalah versi dari manusia yang berevolusi. Meskipun beberapa juga mungkin mengatakan bahwa kemampuan ESP tidak diturunkan melalui gen seseorang.

Tidak mungkin seorang [Psychic] memiliki kesempatan 100% mewariskan kemampuan mereka kepada anaknya. Kemungkinan kemampuan diwarisi tidak mutlak, jadi bagaimana mereka berkembang masih sebuah misteri.

Kemampuan ESP telah menjadi bagian alami dari kehidupan manusia sehari-hari. Meskipun jika seseorang mendapatkan kemampuannya dengan cara yang tidak wajar, seperti melakukan kontak dengan alien, karena kemampuan psikis sudah diakui sebagai bagian dari kemampuan seseorang, tak ada yang akan memandang rendah orang itu. Zaman [Psychics] sudah berakhir. Meski begitu jika masih ada pengguna yang merasa tak nyaman dengan kekuatannya, peralatan yang menekan kemampuannya bisa dibeli dipasaran.

[Absorption]-ku adalah kemampuan utama, bahkan lebih langka dari kemampuan seperti [Psychometry], [Telekinesis] dan [Teleportation], yang lebih umum. Kemampuan ini membuatku seperti ini: tidak peduli seberapa keras atau beracunnya sesuatu, aku bisa memakannya. Gigiku bisa mengunyah benda sekeras besi dan emas dengan mudah. sementara racun akan dibentuk kembali komposisinya, atau diubah menjadi tidak berbahaya dan dapat dimakan dalam tubuhku. Komponen apapun yang kumakan, baik itu benda mati atau pun benda hidup, akan langsung diserap dan dicerna, jadi aku bisa menggunakan apa yang kuserap sesuka hati. Kemampuan ini hanya bisa diperoleh dari kemungkinan yang ditetapkan.

Aku tidak yakin bagaimana cara kerjanya, meskipun…. Oh yang pasti, aku hanya ingin memberitahumu kemampuanku. Mempertanyakan prinsip dari kekuatan supranatural malah akan menjadi omong kosong.

Ngomong-ngomong, hanya karena aku memakan sesuatu yang memiliki kemampuan, bukan berarti aku menyerap kemampuannya.Sebagai contoh, jika apa yang kumakan adalah makhluk hidup, kesegarannya merupakan faktor penting bagiku apakah dapat menyerapnya atau tidak. Setelah makhluk itu mati, aku punya waktu 12 jam untuk memakannya sebelum kemampuan menyerap itu hilang.

Bisa dikatakan, ada organ organ tertentu yang memberikan kemampuan lebih mudah dari organ lain, seperti jantung dan otak, tempat dimana kekuatan terkumpul lebih banyak. Kemampuan fisik dan kemampuan regenerasi tubuh dapat diperoleh dari kemampuan serapku. Selain itu, jika makhluk yang kukonsumsi lebih kuat dariku, aku akan dapat kemampuan lebih banyak dari biasanya. Selain itu aku dapat memperkuat kemampuan yang aku peroleh, dengan cara mengkonsumsi pemilik kemampuan yang sama beberapa kali. Meskipun [Absorption] itu tidak kuat sendirinya, semakin banyak aku makan, semakin kuat aku jadinya. Tentu, kemampuan ini ada batasnya.

Sebelum reinkarnasi, aku memerkuat diriku dengan cara melahap makhluk pemusnah massal dan esper yang melakukan kejahatan.

Sialnya, kemampuan yang aku peroleh dari mereka sepertinya telah direset. Karena ada beberapa kekuatan berguna yang ikut direset, sungguh sangat disayangkan. Tetapi aku sungguh beruntung untuk tetap memiliki kemampuan [Absorption] yang lebih dari cukup. Oleh karenanya, makanan seperti kelinci bertanduk dan serangga misterius bisa kumakan tanpa ragu-ragu. Sungguh mengerikan. Bagaimana pun, mengetahui hanya itulah kemampuanku yang tersisa setelah reinkarnasi tidaklah terlalu buruk.

Karena sangat penting untuk melahap sesuatu agar bertahan hidup, akal sehat dan etika dengan mudah kubuang. Kemampuan yang kudapat kali ini adalah [Escape]. “Ketika terancam, kemampuan melarikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan meningkat.” Aku bertanya-tanya mengapa kelinci itu tidak mencoba melarikan diri dari sergapan kami hari ini…. Oh yah. Setelah itu 2 kelinci bertanduk tertangkap lagi dan aku memakannya. Tidur dengan perut kenyang rasanya sungguh menyenangkan. Kelihatannya kepercayaan Gobukichi padaku meningkat dengan pesat. Ini mungkin karena hukum rimba dunia ini yang membuat dirinya mengakui aku sebagai makhluk yang lebih unggul.


_______________
Hari Ke-6:

Kenyataannya, goblin yang baru lahir cukup lemah untuk dibunuh oleh kelinci bertanduk, dan karena inilah, kacang menjadi makanan pokok sebagaian besar dari mereka untuk bertahan hidup. atau itulah yang diberitahu oleh Gobumi-chan padaku. Kau tahu, Gobumi-chan satu generasi denganku, dan dia memiliki nama yang “cantik”, sungguh disayangkan rupanya tidak cantik. semua goblin (makhluk-makhluk kroco) memiliki wajah yang sama jeleknya, sehingga tidak banyak perbedaan. Aku sendiri? Akupun tidak terkecuali. Aku sudah mengonfirmasinya ketika mencuci wajah di sungai dekat sini.

Yah, menurut Gobumi-chan, goblin lainnya tidak bisa dibandingkan dengan penampilan baikku. Aku tak terlalu senang ketika dia bilang aku tampan. Lagipula, dari sudut mana pula goblin itu bisa dibilang tampan?

Aku menatap kejahuan untuk sesaat.

Ngomong-ngomong, setelah meminta pendapat Gobumi-chan tentang Gobukichi, ternyata dia bilang itu normalbaguslah kalau begitu.

Kembali kecerita, goblin pada dasarnya lemah. Oleh karena itu hanya goblin yang pintar dan beruntung saja yang bisa bertahan hidup. Hanya ada beberapa goblin terpilih dengan tingkat kemampuan yang mampu dianggap sebagai rekan untuk bertahan hidup. Memang sulit.

Nah, aku bertanya ke Gobumi-chantepatnya berapa banyak goblin yang mati karenanya? Mungkin tidak terlalu banyak, ada beberapa yang sudah menjadi mangsa dari kelinci bertanduk.

Setelah mendengar perkataannya, aku berpikir, “Eh? yang serius?” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Lagi pula, rata-rata ukuran kelinci bertanduk itu tidak terlalu besar dari kelinci Jepang. Selain itu, di samping ukurannya, kelinci bertanduk membuat serangan yang lebih efisien daripada serangan menggunakan kepalanya untuk membunuh goblin…. Oh, kukira itu bisa terjadi.

Lagi pula, makhluk primitif seperti kami juga tidak terlalu pintar.

Memukul dan menendang adalah serangan biasa.

Bertarung dengan tangan kosong hanya akan membuatmu terbunuh.

Tanduk dari kelinci bertanduk adalah senjata. Hanya idiot saja yang bertarung tanpa senjata. Tubuh yang kecil juga mungkin jadi penyebabnya. Tanduk itu dengan mudah bisa menusuk perut dari bawah ke atas.

Karenanya, akhir-akhir ini banyak goblin yang meniru gaya Gobukichi-kun yang memengang tongkat kayu dan melihat goblin pintar yang memasang perlengkapan berburu di sana-sini.

Hari itu aku menjadikan Gobumi-chan sebagai rekan berburu yang ketiga sebagai hadiah untuk informasinya. Daging kelinci bertanduk sungguh lezat.

[Gambar dari Manga]

_______________
Hari Ke-7:

Hari ini turun hujan, jadi kami bersantai dan bekerja di dalam gua.

Suara kelentang-kelentong bergema ketika aku menggiling dan membentuk batu obsidian misterius yang kutemukan di tepi sungau kemarin. Aku mencoba untuk mengubahnya menjadi seperti pisau.

Tidak, aku lebih ingin memiliki pakaian dari bulu kelinci. Aku sudah tak ingin memakai kain usang ini, tetapi tanduk ini tak cocok untuk memotong.

Sebagian dari mereka membuat suara bising, karena mereka tertarik dengan apa yang kulakukan, para goblin yang lahir di hari yang sama saat aku membuat pakaian mencoba mendekat, namun aku mengabaikan mereka, sambil menerus pekerjaanku mereka bubar sendiri. Ya baguslah.

Goblin tua tersenyum padaku karena alasan tertentu sambil mengamatiku. Aku tidak tahu kenapa.

Oh ya,  aku sudah membuat 3 pisau kuno sampai tengah hari, kukira itu sudah cukup.Karena kedua tanganku mulai terasa sakit, aku memutuskan berhenti.Tetapi alasan sebenarnya karena membuat pisau kuno bertujuan menghabiskan waktu saja.

Ada dua orang disini, Gobumi-chan dan Gobukichi-kun yang terus memperhatikanku bekerja tanpa merasa bosan—tidak, lain kali aku akan mengabsen bukan dengan orang melainkan dengan goblin; aku memanggil mereka untuk rapat strategi mengenai formasi dari perburuan berikutnya.

Berbagai macam komentar berisik terdengar, meskipun ini tempat dimana bidangku tak tertandingi, Gobumi-chan yang lebih pintar dari Gobukichi-kun juga memberikan pendapatnya sesekali. Gobukichi-kun terus menerus mengangguk, karena dia idiot. Kemudian, goblin yang berkeriput mendekati kami.

Goblin ini namanya Gobujii. goblin tertua di antara kumpulan goblin di sini, dia memiliki posisi sosial seperti penasihat, dan di atas semua itu, nama Goburou-ku diberikan oleh goblin tua ini.

Rapat strategi sementara ditunda, karena kami mau mendengarkan berbagai cerita dari Gobujii. Meskipun kehidupannya tidak berguna tetapi dia memiliki pengetahuan yang sangat luas, jadi aku tak mau melewatkan kesempatan ini.

Yah, karena hanya butuh 20 tahun atau lebih untuk bisa dipanggil tetua, tubuh goblin tak bisa hidup dengan umur panjang…..Hahaha.

Aku duduk dan mendengarkan.

Gobujii memberitahukan kami banyak hal tentang dunia ini seperti, aturan tentang naik level dan kenaikan pangkat/evolusi, ternyata hal seperti itu ada disini, mengapa hanya ada kami goblin yang baru lahir di gua ini dan beberapa goblin tua serta beberapa hal yang lain.

Mari kita tinggalkan tentang naik level dan pangkat serta hal lain, pertama mari kita berbicara tentang goblin yang tinggal di gua ini.

Rupanya goblin muda, mungkin para orang tua kami, sedang bekerja jauh dari rumah, di tengah hutan, untuk mencuri? aku mengerti.

Eh? bukannya goblin cukup lemah untuk dibunuh kelinci bertanduk? Bukan, bukan. itu berlaku untuk goblin yang baru lahir, kan? Goblin mungkin ras yang lemah,, tetapi itu bukanlah penyebab kenapa goblin yang baru lahir sudah dapat bergerak 2 hari setelah mereka lahir, melakukan pelatihan untuk membunuh dengan tongkat kayu dan melempar batu, belajar bagaimana membantu diri sendiri, belajar taktik licik dan keahlian yang meningkatkan kesempatan hidup.

Yang lemah mati dan yang kuat bertahan hidup, aku mengerti hukum yang sederhana seperti itu.

Sungguh tanpa ampun, membuatku hampir menangis.

Nah, akhir-akhir ini ada banyak goblin yang meniru kami berpasangan ketika berburu kelinci bertanduk, karena itu goblin yang bertahan hidup lebih banyak dari yang sebelumnya.

Ketika aku menggangguk dan mengucapkan, “aku mengerti”, aku melihat pinggang Gobujii berubah bentuk. Rupanya hidup yang begitu panjang tak mengubah keinginannya mendapatkan keturunan, atau mungkin dia mulai merasa bahwa kematiannya mulai dekat sehingga dia jadi begitu.

Ugh, setelah hampir muntah, aku ingin pembicaraan kami cepat berakhir, dan mencoba mengalihkan pandanganku.

Siapa pula yang mau lihat terlalu lama goblin tua ereksi.

Sejak pembicaraan kami berakhir, wajahnya menunjukan betapa senangnya dia dengan dirinya, Gobujii menunjukkan wajah mesum dan mulai pergi ke sisi gua yang lebih dalam.

Beberapa saat kemudian suara wanita mendesah terdengar.

Aku menyatukan telapak tanganku dan mendoakan keselamatan wanita tersebut.

Melakukan sesuatu yang lebih dari ini mustahil bagiku, suatu hari aku ingin melepaskan penderitaan mereka.

Tetap saja, meskpun aku tahu hidup itu memang tidak adil, aku masih merasa kasihan terhadap mereka.

_______________
Hari Ke-8:

Kami bertiga yakni aku, Gobukichi dan Gobumi pergi berburu hari ini. Bagaimanapun, kami  telah mempersiapkan peralatan berburu yang kami buat kemarin, meskipun hanya barang yang masih kasar itu bisa dihitung apa tidak.

Dari beberapa tanduk yang terkumpul, aku memilih 2 yang paling besar dan menjadikanku pengguna 2 senjata. Untuk menjaga diriku terkena serangan, aku membuat sebuah armor sederhana yang dibuat dari kumpulan tanduk yang disusun dan diikat dengan tanaman rambat. Tanduk itu ternyata cukup keras, tetapi untuk serangan menusuk, armor ini hanya mengurangi daya serangnya saja, walau begitu cukup berguna untuk serangan fisik. Ini sudah cukup untuk melindungi diriku untuk tidak mendapatkan luka serius.

Gobukichi dilengkapi dengan armor dari kayu dan memegang sebuah pentungan. Pentungannya begitu tebal sehingga harus dipegang dengan kedua tangannya, dan pegangannya sudah di pahat menggunakan tanduk untuk membuatnya menjadi tipis. Yah, sejak  dia yang paling kuat fisiknya dan terbodoh dari kami semua, memukul dengan sekuat tenaga sangat cocok untuknya dan memberinya manfaat.

Dengan menggunakan selembar kulit kelinci dan tali dari tanaman rambat yang kuat, aku membuat tongkat pelontar sederhana, untuk memperkuat kemampuan serangan jarak jauh Gobumi. Dia menggunakan batu di sekitar sebagai peluru, dan digunakan untuk menyerang burung dan sebagaiannya, serta dikhususkan untuk pertarungan jarak jauh. Sekarang dia tidak dilengkapi dengan armor, tetapi nanti akan kubuatkan satu untuknya. Ngomong-ngomong, pakaian kami masih kain usang. Aku ingin pakaian baru. Namun ya, karena jumlah kami banyak, apa boleh buat, toh pakaian ini mempermudah perburuan.

Dengan Gobukichi sebagai barisan depan, aku di tengah dan Gobumi menjadi pendukung di belakang, formasi ini sungguh efektif, sehingga buah dari buruan hari ini yaitu mangsa baru selain kelinci bertanduk. Salah satunya adalah ular beracun dengan panjang 60 sentimeter dan diameter 6 sentimeter, ditutupi dengan sisik hitam berbintik, jumlah mereka tiga ekor dan kuberi nama “Night Viper”(nama sementara). Dan yang lainnya seperti kelelawar, meskipun aku kurang yakin itu binatang lain, karena memiliki sayap yang bersinar dengan 7 warna yang berbeda. Kami menemukannya satu dan kuberi nama itu “Kelelawar Tujuh Warna”(nama sementara), yang ketiga terlihat seperti gabungan dari armadillo dan anjing rakun, di punggungnya terdapat cangkang keras. Kami menemukan dua dari mereka dan kuberi nama ”Armored Tanuki”.  Dan kali ini kami secara rutin menangkap 2 kelinci bertanduk. Ini adalah hasil yang sempurna.

Namun seketika, Gobukichi dan Gobumi nampaknya sangat serius melihatku dengan mata yang bulat dan imut sambil mengeluarkan air liur. Yah, bukannya aku tak memahami mereka. Sementara goblin yang lain makan buruan mereka di tempat di mana mereka menangkapnya, karena aku mau bagian tubuh yang berguna dijadikan senjata, sehingga butuh waktu yang lama untuk memakannya.

Aku juga ingin memisahkan semua bagiannya sehingga kami tidak bisa makan di tengah perburuan. Itu sebabnya aku mengerti kenapa mereka menjadi lapar. Tapi aku mengabaikannya dan terus melakukan pekerjaanku. Ketika mereka mulai kecewa dan memalingkan wajah mereka, kurasa itu cukup. Oh yah, itu tak bisa ditolong lagi.

Setelah aku memotong tanduk dari kelinci, aku memberikan tubuhnya ke Gobumi dan Gobukichi. Awalnya aku juga ingin mengulitinya juga. Tetapi tetesan liur yang terlihat dari Gobumi dan Gobukichi sungguh menyedihkan. Gobumi dan Gobukichi karena alasan tertentu termenung setelah mendapatkan dagingnya, dan memiringkan kepala mereka kebingungan.

Meskipun aku mengatakan untuk jangan dimakan, aku tetap memberi mereka makanan, kupikir mereka bertanya-tanya apa yang harus dilakukan, jadi kali ini aku memberi tahu mereka: “Karena ini akan memakan waktu untuk sesaat, jadi makan saja dulu ini.”

Setelah terlihat kebingungan untuk sementara, Gobukichi dan Gobumi dengan sangat senang mengunyah makanannya. Kedua goblin tersebut menyisakan noda darah di mulut mereka.

Setelah mengalihkan perhatian, aku pertama memutuskan untuk mencabut cangkang dari Armored Tanuki. Karena aku tak bisa menghancurkannya dengan tanduk kelinci, aku memiliki rencana untuk memakainya sebagai bahan membuat armor. Di sini kegunaan dari pisau batu yang dibuat dari obsidian menjadi berguna. Alat ini membuat pekerjaan memotong tepi cangkang menjadi tidak terlalu sulit, bagaimanapun jika aku memakai tanduk, itu akan hancur lebur.

Aku sudah tahu cara melepaskan cangkangnya, namun kelihatannya cangkang dari Armored Tanuki menempel dengan kulitnya, jadi memudahkanku melepas kulit dengan cangkang yang terpasang. setelah perjuangan singkat, aku berhasil menghilangkan seluruh kulit yang ada di cangkangnya dan suara pengumuman misterius terdengar lagi.

[Goburou memperoleh cangkang dari kulit binatang bercangkang!!]

Seperti biasa aku berpikir, sebenarnya apa ini? Namun, kemudian aku menyimpulkan untuk membiarkannya saja. Aku memutuskan untuk mendapat nutrisi darinya sebelum melanjutkan ke yang lain, aku mulai merobek jantung, otak dan kaki kanan tanuki dan memakannya. Aku memberi sisanya ke Gobumi dan Gobukichi. Masih tersisa daging di sana. Saat kumakan ternyada daging dari Armored Tanuki lezat juga, teksturnya ketika dikunyah sungguh menakjubkan. Ketika dikunyah rasanya terpadu dengan sempurnya. Aaah, aku mulai memakan cangkang untuk menilai rasanya.

Kemampuan [Sheel Defense] diperoleh.

Hanya mengunyahnya sedikit, aku sudah memperoleh kemampuannya. Mungkin karena aku sudah memakan jantung, otak, dan kaki kirinya sebelumnya. Kebetulan [Shell Defense] adalah kemampuan untuk menumbuhkan cangkang pada kulitku yang berfungsi memperkuat daya pertahanan, meningkatkan kesempatan untung menghindari kerusakan dan mengurangi kemungkinan terkena serangan fatal. Ya, itu adalah kemampuan yang cukup berguna. Keuntungan. Yup, keuntungan. Merasa senang, aku mengupas Armored Tanuki yang lain lebih cepat kali ini, karena aku sudah tahu cara melakukannya.

Di tempat kerja waktu kehidupanku sebelumnya, aku sudah terbiasa membedah makhluk tertentu, selama kau tahu cara mudah melakukannya. Kali ini aku memakan setengah dagingnya dan memberikan sisanya ke Gobumi dan Gobukichi, aku memakan beberapa cangkang lagi untuk mencoba menaikan Level [Shell Defense] sedikit. Ah, menyebutnya naik level hanya ungkapan dariku, untuk membuatnya mudah dimengerti, dan aku menyebutnya level tanpa ada alasan khusus. Memahami bahwa kemampuan tersebut semakin kuat dari sebelumnya sudah cukup.

Berikutnya aku mulai membongkar kelelawar tujuh warna. Aku melepas seluruh sayap tujuh warna yang cantik, dan mencobot taring mereka yang sepertinya mereka gunakan untuk mengisap darah. Kemudian aku membagi dagingnya untuk kami bertiga. Daging dari kelelawar tersebut sungguh lembut dibandingkan dengan Armored Tanuki, ya rasanya sungguh enak. Atau bagaimana aku menyebutnya, setelah aku menjadi goblin, seluruh makanan yang kumakan terasa enak.

Apa mungkin karena aku sudah terbiasa dengan cita rasa dari ras ini? Tak terlalu kupikirkan sih. Aku kecewa karena tidak mendapatkan kemampuan dari kelelawar, tetapi kemampuan fisikku keliatannya bertambah, dan setelah aku memakan daging, tubuhku merasakan sensasi terisi penuh.

Kemampuan ESP [Absorption]ku tidak hanya memberiku kemampuan seperti [Shell Defense], tetapi juga meningkatkan kemampuan fisik, bertahan dan vitalitas dan yang lainnya, yang telah menguatkan tubuhku, yang mana aku bersukur memilikinya. Meskipun begitu, aku bertanya apakah kemampuan ESPku berasal dari jiwaku? Aku rasanya pernah mendengar tentang seorang sarjana terkenal dari suatu tempat menulis tesis berjudul [Terkena Virus Spesial Menyebabkan Kemampuan Muncul Pada Orang Yang Kompatibel] atau mungkin aku belum pernah dengar.

Selagi kebingungan, aku menyadari bahwa aku tidak punya keinginan untuk memastikan kebenaran dari masalah ini, dan karena pengetahuan ini tidak ada pengaruhnya di kehidupan, aku memutuskan untuk menghentikan pemikiran ini. Akhirnya aku mulai membongkar hidangan utama hari ini, yaitu 3 ular Night Viper.

Pertama aku memotong kepala ular dengan pisau obsidianku, tapi karena kulit ular tersebut sangat keras, salah satu sisi pisauku terkelupas. Ketika aku menutup bagian itu dan mencoba memotongnya lagi, itu membuat pisauku tumpul, aku pikir aku bisa membuat sesuatu dengan kulit ular itu jadi aku merobek dari kulitnya. Dengan kepala yang terpotong dan kulit terkelupas, setiap goblin masing-masing mendapat satu ekor ular.

Kami memakannya. Sungguh lezat. Ya, jika ini disiram dengan sake dan dibakar, ini mungkin sama rasanya dengan Kabayaki (belut bakar yang dicelupkan dengan saus kedelai), kukira selezat itulah rasanya. Hanya dengan membayangkannya aku menjadi keluar air liur. Kerenyahan daging kelinci dan tanuki sungguh enak, dan daging lembut kelelawar tujuh warna juga sungguh nikmat. Namun Night Viper melebihi mereka dalam hal rasa. Kelezatan ini membuat kami berhenti bekerja, dan ketiga goblin dengan rakusnya melahap santapan mereka.

Memperoleh kemampuan [Thermography]
Memperoleh kemampuan [Snake Venom]
Memperoleh kemampuan [Poison Resistance]
Memperoleh kemampuan [Presence Sensor]
Memperoleh kemampuan [Snake’s Evil Eye]

Setelah memakan itu, aku memperoleh 5 kemampuan. Rupanya Night Viper itu lebih kuat daripada aku yang merupakan seorang goblin. Ketika aku memakan sesuatu yang lebih kuat dariku, kemungkinan aku mendapat kemampuan lebih menjadi meningkat, ini adalah salah satu kelebihan dari kemampuan [Absorption]ku. Tetapi mendapatkan lima kemampuan sekaligus baru pertama kali kurasakan. Dugaanku ini karena goblin adalah spesies yang lemah.

Yah, aku benar-benar puas dengan hasil hari ini. Sisanya taring beracun mungkin berguna sebagai senjata, karena bagian kepalanya sangat beracun, aku tak memberikan satupun ke Gobumi dan Gobukichi yang tidak memiliki kemampuan tahan terhadap racun sepertiku. Kemungkinan terburuk jika mereka memakannya adalah mati seketika.

Di samping itu, kali ini aku memperoleh kemampuan [Snake Venom], yang bisa menambahkan racun pelumpuh ke ujung senjata yang kugunakan pada saat ini. Kemampuan ini tidak akan berguna sebelum aku mengaktifkannya, dan ini lebih aman ketimbangi taring beracun. Itulah sebabnya aku memakan seluruh kepala ular tersebut sendiri. Karena cara ini lebih aman.

Ya, racun (yang mana benar benar tak berpengaruh padaku karena dua kemampuan [Poison Resistance] dan [Absorption] yang saling mendukung) hanya akan membuat rasa dari makanan lebih enak padaku dengan memberikan sedikit sengatan. Namun, dua goblin lain mengarahkan tatapan iri padaku dan berkata: Hey, jika kau makan itu kau bisa mati, Tahu?

_______________
Hari Ke-9:

Hari ini hujan turun sangat lebat.

Dengan menggunakan bahan baku yang kuperoleh kemarin, aku akan bekerja keras untuk memproduksi baju baru.

Goblin tua sebelumnya memberi tahu kami tentang jarum dari “Rumput Besi” dan  benang kuat dari “Slender Ivy” yang tumbuh disekitar hutan, sehingga kemarin dalam perjalanan pulang kami sudah mengambil bebarapa pasokan untuk digunakan saat menjahit kulit dengan cangkang dari Armored Tanuki dan kulit ular Night Viper.

Hal pertama yang kubuat adalah baju armor-ku. Aku menggunakan kulit dan cangkang dari Armored Tanuki dan kulit ular sebagai alas bagian depan dan belakang, yang terpenting, bagian keras cangkangnya dan armor tanduk kelinci yang sebelumnya sudah kuperbaiki, kupakai sebagai pelindung bagian depan, sehingga tak ada lagi bagian yang tak tertutup.

Dengan ini aku akhirnya naik pangkat dari kain usang.

Armor sebelumnya? Tanduk yang disambung dengan alas kain usang itu tak bisa disebut pakaian. Lagipula, pakaian itu adalah pakaian pertamaku.

Kemudian aku membuat persegi dari kayu, kugunakan cangkang sisa untuk memperkuatnya.

Meskipun ini masih sedikit jelek, perisai kokoh telah selesai. Ini hadiah untuk Gobukichi. Tidak, aku tak bisa memakainya karena aku tipe petarung dua senjata, dan perisai ini kebesaran untukku. Jadi Gobukichi-lah yang cocok memakainya.

Selain itu, akhir-akhir ini ia telah terbiasa menggunakan pentungan dengan satu tangan, dan tidak menggunakan tangan lainnya sungguh boros.

Ketika aku menyerahkannya, ia sangat senang. Gobukichi dilengkapi dengan pentungan yang ukurannya hampir sebesar badannya, perisai buatan dari cangkang tanuki dan perisai dari kayu. Ya, dia sekarang sudah kelihatan lebih bagus.

Selanjutnya armor untuk Gobumi.

Memanfaatkan kulit ular yang tersisa dan sayap bewarna dari kelelawar, dan sejumlah tanduk yang tersisa, aku menjahit semuanya menjadi armor yang mengingatkanku pada pakaian nasional yang dulu dibuat.

Karena itu terbuat dari kelelawar sayap tujuh warna, itu terlihat cukup mengesankan, namun sayap kelelawar ternyata cukup kuat dan elastis.

Karena tanduk kelinci diatur untuk melindungi bagian vital, pakaian ini mencapai tingkat pertahanan minimum.

Setelah itu aku mencoba membuat kalung dari taring kelelawar tujuh warna. Yah, aku merasa tak punya banyak pilihan selain dibuat sebagai aksesoris.

Produk yang telah selesai diberikan kepada Gobumi. Dia juga sangat senang.

Oh ya, lain kali aku akan membuat senjata untukku sendiri, armor untuk Gobukichi serta panah dan busur untuk Gobumi akan sangat bagus.

Ah, makanan hari ini adalah makanan yang kumakan saat hari baru lahir (meskipun itu hanya beberapa hari yang lalu), serangga ulat yang terkumpul di dalam gua.

Karena rasa enak yang tak terduga, serangga ini tidak bisa dianggap remeh. Meskipun aku tidak mendapat kemampuan apapun dari memakannya.

 _______________
Hari Ke-10:

Kami pergi berburu hari ini.

Tangkapan hari ini adalahKelinci bertanduk, Night Vipers, dan Armored Tanuki.

Kami tak dapat menangkap kelelawar tujuh warna. Aku merasa akan dapat kemampuan dari memakannya. Namun apa boleh buat. Itulah yang terjadi.

Ah, ngomong-ngomong meskipun kami bertemu berbagai jenis makhluk yang lebih kuat dari kami, kami memutuskan mengabaikannya dan berburu apa yang sudah biasa kami tangkap.

Oh ya, kami terus meningkatkan level kami, jadi kami akan memburu mereka cepat atau lambat.

Ah, karena perburuan selesai untuk hari ini, aku akan menjelaskan tentang level kepadamu.

Level, untuk lebih jelasnya, itu merupakan perwujudan sesuatu yang membedakan kekuatan satu individu dengan individu lainnya dengan jelas.

Meskipun aku tak mengerti prinsip kerjanya, ketika kau menutup mata, sejumlah angka akan muncul di atas penglihatanmu.

Level tertinggi yang bisa dicapai yaitu 100, dan nomor ini tak bisa dilewati. Kebetulan, saat ini levelku adalah 86 dan sebagai goblin itu cukup tinggi.

Aku pikir itu meningkat karena aku membunuh dan memakan makhluk yang lebih kuat dari goblin seperti Night Viper tanpa memperoleh luka sedikitpun.

Selain itu, meskipun tidak penting, level Gobukichi adalah 78 dan Gobumi adalah 55. Kami semakin kuat perlahan.

Meskipun kukatakan sebagai goblin, ketika mencapai level 100 itu dibandingkan ras lain kami masih diperlakukan sebagai makhluk kroco, sehingga level itu tidak terlalu penting.

Namun, di dunia ini terdapat aturan menarik selain level.

Menurut Gobujii, ketika mencapai level 100, pertumbuhan berhenti disana.

Namun individu yang memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat tidak berhenti disitu, tetapi dapat tumbuh lebih kuat melalui “Rank Up”

Singkatnya, individu yang memenuhi syarat dapat berevolusi menjadi ras yang lebih kuat, yang meningkatkan kekuatan individu tersebut.

Jika kita anggap aku hari ini tumbuh lebih kuat juga, maka biasanya aku akan berevolusi menjadi Hobgoblin dari Goblin, kemudian menjadi Ogre.

Itu adalah rute umumnya.

Juga ada kemungkinan, terdapat rute evolusi lain setelah menjadi ogre. Namun itu tergantung apa saja  yang sudah kau lakukan.

Misalnya, mereka yang sudah menjadi ogre suka meminum darah buruannya, dan memiliki kecerdasan, kekuatan, dan merasa paling gagah, berubah menjadi vampir.

Mereka yang sudah menjadi ogre, lebih suka memakai senjata kelas berat seperti kapak dan pedang besar serta memiliki kekuatan fisik dan daya tahan yang besar, berubah menjadi minotaurus

Mereka yang berubah menjadi hobgoblin, terus-menerus memakan daging mayat busuk dan cairannya, dan mulai bisa memakan jiwanya, berubah menjadi [Ghoul].

Mereka yang masih menjadi Hobgoblin sampai sekarang, yang lebih unggul dalam menggunakan senjata seperti pedang, katana dan tombak, dan memiliki kecerdasan dan keterampilan mendekati manusia akan berubah menjadi spesies yang berbeda yang di sebut [Half-Blood Lord] dan terbagi menjadi berbagai macam class dari sistem ras [Lord].

Dengan hal-hal seperti itu, mengikuti sistem ini dan terus naik level, aku sepertinya akan berubah menjadi sesuatu yang berhubungan dengan ogre.

Hukum evolusi ini sungguh jelas, sangat aneh, namun karena itu sungguh terjadi aku tak bisa menyangkalnya, dan bagiku yang tinggal di dunia yang mampu beradaptasi yang selamat, hal ini bagus juga.

Nah, Gobujii mengatakan bahwa biasanya [Rank Up] tidak langsung terjadi. Karena aku ingin melihat seberapa jauh yang aku bisa, aku tidak masalah dengan itu dan memutuskan memperlakukan itu sebagai tantangan.

Walaupun begitu, misalnya aku menjadi ogre, aku penasaran seperti apa aku berevolusi nanti.

Aku rasa aku tak berubah menjadi [Vampire], karena aku tidak terlalu bangga pada diri sendiri.

Dan mungkin tidak juga [Minotaur], karena aku lebih suka memakai senjata ringan, ketimbang senjata kelas berat.

Aku sungguh tak mau berubah menjadi [Ghoul].

Yah, jenis ghoul adalah sejenis takmati/undead, sama seperti vampire, dan ada beberapa jenis undead berbeda yang bisa kau capai dengan evolusi, seperti pelontar mantra [Lich] atau pengendara berkuda tanpa kelapa [Dullahan], seperti yang dikatakan Gobujii.

Jika kau ingin menjadi monster tipeundead, sangat mudah untuk menjadi Ghoul ketimbang vampire, namun kehilangan daging dari tubuhmu adalah salah satu kelemahannya.

Evolusi yang cocok bagiku mungkin menjadi [Lord] yang menggunakan berbagai jenis senjata.

Oh ya, aku masih harus menjalani jalan yang panjang untuk menuju itu, dan tidak terjadi dalam waktu dekat. Setelah letih mendengarkan pembicaraan Gobujii, aku pergi tidur karena hari sudah gelap.

Bersambung.

___________________________________________________________________________
Catatan:
Armor                          : Baju Jirah atau pelindung tubuh dari serangan biasanya terbuat dari besi.

ESP                      : Kepanjangan dari Extra Sensory Perseption, kemampuan supranatural yang muncul karena indra keenam seseorang bangkit.

[Job]                    : Pekerjaan atau keahlian yang dipilih seseorang

[Absorption]               : Kemampuan untuk menyerap kemampuan makhluk yang dimakan

[Psychometry]            : Kemampuan untuk mendapatkan informasi dari sesuatu benda yang disentuh

[Telekinesis]               : Kemampuan untuk mengangkat benda tanpa menyentuhnya

[Teleportation] : Kemampuan untuk berpindah tempat sekejab mata

[Pshychic]          : Sebutan untuk pengguna kemampuan ESP, sering disebut dengan esper

[Thermography]        : Kemampuan melihat dengan sensor panas

[Snake Venom]           : Kemampuan untuk menghasilkan racun ular dari dalam tubuh

[Poison Resistance]   : Kemampuan untuk kebal terhadap racun

[Presence Sensor]      : Kemampuan untuk merasakan kehadiran sesuatu makhluk

[Snake’s Evil Eye]       : Kemampuan untuk menatap dan membuat takut suatu individu

‘Slender Ivy’                : Tanaman rambat yang bentuknya hampir sepeti tali atau benang.

Re:Monster Hari Ke-1 sampai ke-10 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: MEsato Dev

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.