28 Mei 2015

Oregairu Jilid 10 Memorandum Ketiga

Memorandum Ketiga
Kalau begitu, sebenarnya monolog siapa ini ?
Aku tidak tahu sudah berapa kali aku membacanya.
Dahulu kala, aku rasa aku punya kemiripan dengan seorang penggembala di suatu desa.
Keadilan, ketulusan dan cinta. Tapi saat aku memikirkan semua hal itu, semuanya tak ada gunanya. Semua hal itu tidak masuk akal.
Setiap kali aku merasakan hal itu, tiba-tiba terasa suatu gema.
Aku diandalkan. ‘Aku’ diandalkan.
Membiarkan telingaku mendengar kata-kata yang aku anggap sebagai rayuan setan itu membuatku perlahan-lahan menjadi monster tempat bergantung.
Itulah saat dimana kamu menyadari kejahatanmu sendiri sehingga kamu berusaha sekuat tenaga untuk menahannya. Untuk menutupinya, orang lain menganggapnya sebagai kenyataan, dan perlahan itu semua menjadi sesuatu yang normal bagimu dan berubah menjadi kenyataan itu sendiri.
Aku terlempar ke dalam sebuah putaran keraguan tanpa ujung tentang apakah ini sudah berakhir atau belum. Aku sudah tidak bisa membuat keputusanku sendiri.
Itulah kenapa, mungkin, aku sedang menunggu orang itu yang pasti bisa melihat diriku.
Sementara itu, aku mulai merasa kasihan pada Sang Raja Diktator yang kejam.
“Dia tidak bisa mempercayai orang lain”, atau semacamnya.
Tapi semua orang tahu bagaimana cerita itu akan berakhir.
Bagaimanapun.
Memangnya bagaimana kejadian peristiwa akhir itu?
Sang raja berkata, “Jiwa manusia bukanlah tempat untuk bergantung.”
Apakah Sang Raja Diktator, bahkan sampai saat ini, masih tidak mempercayai keberadaan suatu kepercayaan dan ketulusan?
Apa karena dia telah kehilangan semua rasa percaya setelah mencobanya dan menjadi tidak bisa bergantung pada mereka meskipun kejujuran jelas mereka yang dia pikir dia ingin mencobanya lagi dengan menjadi bagian dari mereka, yaitu dia ingin mencoba untuk menghancurkan mereka?
Jika pipimu harus dipukul sebagai balasan karena memendam keraguan, maka siapa yang seharusnya paling banyak dipukul?
Aku menutup buku itu dan melihat ke luar jendela.
Matahari sudah tenggelam di balik cakrawala, sisa-sisa pancaran cahayanya juga mulai menghilang.
Ketulusan. Atau mungkin kebenaran.
Jika kamu tidak bisa menyebutnya sebagai khayalan kosong, lalu bagaimana kamu menyebutnya?

Apakah sesuatu yang asli benar-benar ada?

Oregairu Jilid 10 Memorandum Ketiga Rating: 4.5 Diposkan Oleh: h kim

1 komentar:

  1. Otsukare sama deshita . . . Kurang 1 chapter kah . . .ditunggu ECnya h-kim sensei XD

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.